Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASESMENT ALTERNATIF AZIZAH HUSIN 1. ASESMEN DALAM PENDIDIKAN Dalam konteks pendidikan, asesmen meliputi kegiatan mengobservasi belajarnya mahasiswa, yaitu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASESMENT ALTERNATIF AZIZAH HUSIN 1. ASESMEN DALAM PENDIDIKAN Dalam konteks pendidikan, asesmen meliputi kegiatan mengobservasi belajarnya mahasiswa, yaitu."— Transcript presentasi:

1 ASESMENT ALTERNATIF AZIZAH HUSIN 1

2 ASESMEN DALAM PENDIDIKAN Dalam konteks pendidikan, asesmen meliputi kegiatan mengobservasi belajarnya mahasiswa, yaitu mendeskripsikan, mengumpulkan, merekam, memberi markah (skor), dan menginterpretasi informasi mengenai pembelajaran mahasiswa. Kegunaan utama asesmen sebagai bagian dari proses belajar ialah refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan mahasiswa secara individual. Mengajar tanpa mengetahui apakah hasil mengajarnya itu telah menjadikan mahasiswa itu belajar, belum dapat dikatakan sebagai “mengajar”. AZIZAH HUSIN2

3 PENGERTIAN ASESMEN Asesmen atau pengukuran hasil belajar mahasiswa merupakan suatu kesatuan atau bagian dari pembelajaran. Kata asesmen (assessment) berasal dari Latin assidere, yang berarti sit beside. Asesmen ialah pengumpulan informasi yang relevan, yang dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka pengambilan keputusan. Sedangkan evaluasi ialah aplikasi suatu standar dan sistem pengambilan keputusan terhadap data asesmen, untuk menghasilkan keputusan (judgments) tentang besaran dan kelayakan pembelajaran yang telah berlangsung. AZIZAH HUSIN3

4 Lanjutan Pengertian Dalam konteks pendidikan, asesmen meliputi kegiatan mengobservasi belajar mahasiswa, yaitu mendeskripsikan, mengumpulkan, merekam, memberi markah (skor), dan menginterpretasi informasi mengenai pembelajaran mahasiswa. Kegunaan utama asesmen sebagai bagian dari proses belajar ialah refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan mahasiswa secara individual. AZIZAH HUSIN4

5 Asesmen Otentik Asesmen otentik (Authentic Assessment) adalah salah satu bentuk atau sinonim asesmen alternatif. Suatu asesmen dikatakan otentik apabila secara langsung diukur (diamati) perilaku mahasiswa mengerjakan tugas intelektual yang penting. Sebaliknya, asesmen tradisional bergantung pada sesuatu yang tak langsung atau bentuk substitusinya yang disederhanakan, yang mungkin dapat ditarik inferensi yang valid tentang kinerja mahasiswa pada tantangan bernilai itu. AZIZAH HUSIN5

6 Beberapa perbandingan dengan tes baku yang tradisional : Asesmen otentik mengharuskan mahasiswa menampilkan pengetahuan yang diperolehnya secara efektif (Asesmen tradisional hanya mengungkapkan kemampuan mahasiswa mengidentifikasi, mengingat kembali apa yang sudah dipelajarnya di luar konteksnya, contohnya sama dengan mengajar mengemudikan mobil scara lisan). Asesmen otentik menghendaki mahasiswa menampilkan keseluruhan tugas yang tercerminkan prioritasnya, dengan segala tantangan yang ditemukan dalam kegiatan instruksional, misalnya melaksanakan penelitian; menulis, mereivsi dan mendiskusikan makalah; memberikan analisis oral tentang peristiwa politik terakhir; bekerjasama dengan orang lain dalam debat, dan seterusnya. Tes konvensional biasanya terbatas pada pertanyaan dengan satu jawaban yang benar, yang dinamakan “paper and pencil test”. AZIZAH HUSIN6

7 PRASYARAT ASESMEN ALTERNATIF Asesmen otentik menghendaki bahwa mahasiswa dapat menciptakan jawaban yang berbahasa ilmiah, menyeluruh dan dapat dijustifikasi. Asesmen otentik mencapai validitas dan keterandalan (reliability) dengan cara meningkatkan dan membakukan kriteria yang sesuai untuk menskor produk yang sangat bervariasi, sedangkan tes tradisional membakukan butir tes objektif, sehingga hanya mempunyai 1 jawaban yang benar. Uji validitas sebagian tergantung pada : apakah tes itu mensimulasikan tes kemampuan lulusan dalam dunia nyata kelak. Validitas pada tes pilihan ganda ditentukan dengan cara membandingkan butir tes dengan isi kurikulum, atau melalui korelasi dengan butir tes yang lain. AZIZAH HUSIN7

8 Asesmen Alternatif vs Asesmen Tradisional Mengapa diperlukan Asesmen Alternatif yang memerlu-kan banyak waktu dan tenaga untuk mempersiapkannya ? Meskipun tes pilihan ganda dapat merupakan indikator atau prediktor yang valid mengenai penampilan aka- demik, seringkali tes ini mengalihkan perhatian (mislead) dosen dan mahasiswa tentang jenis keterampilan yang seharusnya dikuasai mahasiswa. Norma bukan merupakan standar; butir soal bukanlah masalah yang sebenarnya; dan jawaban yang benar bukanlah rationale (dasar pemikiran, alasan). AZIZAH HUSIN8

9 LANJUTAN Asesmen alternatif (Alternative Assessment), ialah alternatif pengukuran atau evaluasi hasil belajar mahasiswa yang lain daripada uji tradisional yang sudah baku, yang menggunakan standar penilaian tertentu, misalnya Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang menetapkan batas lulus (passing grade) sebelum ujian dilakukan, atau Penilaian Acuan Norma (PAN) yang menetapkan batas lulus sesudah ujian, yaitu menggunakan rata-rata kelas pada kurva normal. AZIZAH HUSIN9

10 Lanjutan apabila tujuan dosen ialah meningkatkan kinerja ke arah yang lebih baik, maka tes itu hendaknya terdiri atas tugas yang dapat dijadikan contoh, kriteria dan standar. AZIZAH HUSIN10

11 Lanjutan Apakah kita ingin mengevaluasi: pengajuan masalah dan penyelesaian masalah dalam bidang matematika penelitian eksperimental dalam sains berbicara, mendengarkan, dan memfasilitasi suatu diskusi melakukan inkuiri sejarah berdasar-dokumen secara teliti merevisi suatu tulisan sampai dapat terbaca oleh pembaca ? AZIZAH HUSIN11

12 Lanjutan Apakah kita ingin mengevaluasi: pengajuan masalah dan penyelesaian masalah dalam bidang matematika penelitian eksperimental dalam sains berbicara, mendengarkan, dan memfasilitasi suatu diskusi melakukan inkuiri sejarah berdasar-dokumen secara teliti merevisi suatu tulisan sampai dapat terbaca oleh pembaca ? AZIZAH HUSIN12

13 Lanjutan Asesmen otentik atau asesmen alternatif menggunakan sampel penampilan (performance samples), kegiatan belajar, kemampuan berpikir, yang terdiri atas 5 sampel penampilan utama : Asesmen penampilan (Performance Assessment), penulisan, revisi, penyajian laporan Penelitian pendek (Short Investigations) Open-Response Questions Portfolio Self-Assessment AZIZAH HUSIN13

14 Lanjutan Asesmen alternatif dapat menggunakan Rubrik Penskoran (Scoring Rubrics), Portfolio atau Observasi oleh instruktor. AZIZAH HUSIN14

15 ASESSMEN BERBASIS PERFORMAN istilah telah digunakan utuk “performance”; ada yang menggunakan istilah “kinerja”, “penampilan” atau “performans”. Performance-Based Assessment merupakan suatu observasi sistematik secara langsung, dan penilaian atas tercapainya suatu tujuan (instruksional). Seringkali oberservasi dilakukan terus menerus selama periode waktu tertentu, dan secara khusus dilakukan untuk yang berkaitan dengan pengkreasian suatu produk. Asesmen dapat berbentuk interaksi kontinu antara dosen dan mahasiswa, dan secara ideal menjadi bagian dari proses pembelajaran. AZIZAH HUSIN15

16 Lanjutan Asesmen hendaknya merupakan performans dari kenyataan yang relevan dengan komunitas mahasiswa dan lingkungan. Asesmen performans ini dilakukan menggunakan rubrik, atau panduan penskoran analitik yang dapat membantu objektivitasnya. Asesmen berdasar-performans berbentuk suatu uji penerapan pengetahuan dalam keadaan kehidupan sehari-hari, yang meliputi performans tugas contoh dalam kemampuan intelektual. AZIZAH HUSIN16

17 PORTFOLIO Portfolio ialah suatu kumpulan hasil kerja mahasiswa yang dilakukan secara sistematik dan terorganisasi, yang mengungkapkan bukti nyata dari usaha-usaha yang dilakukan mahasiswa, hasil perolehannya, dan perkembangannya dalam kurun waktu tertentu AZIZAH HUSIN17

18 Asesmen Portfolio Portfolio dapat diukur dalam berbagai cara. Setiap bagian dapat diskori secara individual, atau hanya diukur bagian-bagian penting yang dikehendaki, atau digunakan proses penskoran secara menyeluruh (holistic), dan dilakukan evaluasi berdasarkan kumpulan hasil pekerjaan mahasiswa secara menyeluruh. AZIZAH HUSIN18

19 RUBRIK Rubrik adalah skala lajuan (rating scales), berbeda dengan ceklist, yang digunakan pada asesmen penampilan (performance assessment). Rubrik secara formal dirancang sebagai pedoman penskoran, yang terdiri atas criteria penampilan spesifik yang telah dirancang sebelumnya, dan digunakan untuk menilai hasilkerja mahasiswa pada asesmen penampilan. Secara khas, rubrik merupakan format spesifik dari suatu instrumen penskoran yang digunakan untuk mengevaluasi penampilan mahasiswa atau produk yang dihasilkan dari suatu tugas penampilan. AZIZAH HUSIN19

20 Lanjutan RUBRIK Suatu rubrik secara umum ialah patokan penskoran yang digunakan dalam asesmen subjektif. Suatu rubrik mengharuskan adanya suatu aturan tentang penetapan kriteria pada sistem asesmen yang harus diikuti pada evaluasi. Rubrik dapat berbentuk deskripsi eksplisit tentang karaktersitik performans tertentu pada suatu rentangan skala. Rubrik penskoran secara eksplisit menunjukkan kualitas performans yang diharapkan menurut rentang skala, atau definisi tentang suatu titik skor tertentu pada skala. AZIZAH HUSIN20

21 RUBRIK PENSKORAN Rubrik penskoran ialah skema penilaian deskriptif, yang digunakan sebagai patokan dalam menganalisis produk maupun proses usaha dan keberhasilan mahasiswa. Rubrik ini digunakan untuk penilaian (judgment) kualitas, dan dapat digunakan untuk mengevaluasi berbagai subyek ataupun kegiatan. Salah satu contoh penggunaan rubrik penskoran ialah sebagai panduan dalam mengevaluasi suatu tulisan ilmiah, atau suatu presentasi oral (seminar mahasiswa). AZIZAH HUSIN21

22 Lajutan RUBRIK PENSKORAN Penilaian kualitas tulisan atau presentasi oral cenderung berbeda-beda menurut kriteria yang ditetapkan oleh masing-masing evaluator. Evaluator yang satu mungkin kebih menekankan pada gramatika penulisan, yang lainnya mungkin pada segi argumentasi dalam tulisan. Dengan dikembangkannya skema penilaian sebelumnya untuk proses evaluasi, subyektivitas evaluator yang terlibat itu akan lebih menjadi objektif. AZIZAH HUSIN22

23 DEFINISI FORTOPOLIO Portfolio = pengumpulan pekerjaan mahasiswa secara sistematik dan terorganisasi, yang memperlihatkan bukti langsung tentang usaha mahasiswa, prestasi, dan kemajuannya selama kurun waktu tertentu. Pengumpulan itu hendaknya melibatkan mahasiswa pada pemilahan isinya, dan harus meliputi informasi tentang criteria penampilan, rubrik atau criteria penilaian, dan bukti tentang evaluasi mahasiswa sendiri. AZIZAH HUSIN23

24 LANJUTAN kumpulan hasilkerja mahasiswa yang memperlihatkan suatu keberhasilan atau perbaikan. Materi yang dikumpulkan dan cerita yang disampaikan sangat bervariasi menurut fungsi konteks asesmannya. suatu cara untuk mengkomunikasikan per- tumbuhan dan perkembangan mahasiswa, bukan suatu bentuk asesmen” Suatu pengumpulan yang disengaja tentang karya mahasiswa, yang menggambarkan usaha, kemajuan, dan keberhasilan. AZIZAH HUSIN24

25 KARAKTERISTIK Karakteristik jenis asesmen demikian itu ialah : mahasiswa terlibat dalam tugas performans terdapat standar dan kriteria yang jelas tentang kinerja yang paling baik (excellence), terdapat penekanan pada metakognisi (metacognition) dan evaluasi diri. Mahasiswa menampilkan produk dan performans yang berkualitas, terdapat interaksi positif antara orang yang mengases dan yang diases. Terdapat 2 segi (feature) utama pada asesmen alternatif: Semuanya dianggap sebagai alternatif lain daripada tes pilihan ganda tradisional, standardized achievement tests. Semuanya merupakan asesmen langsung mengenai performans mahasiswa untuk tugas signifikan yang relevan dengan kehidupan di luar sekolah. AZIZAH HUSIN25

26 AZIZAH HUSIN26


Download ppt "ASESMENT ALTERNATIF AZIZAH HUSIN 1. ASESMEN DALAM PENDIDIKAN Dalam konteks pendidikan, asesmen meliputi kegiatan mengobservasi belajarnya mahasiswa, yaitu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google