Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DWI WINARNI Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga DWI WINARNI Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DWI WINARNI Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga DWI WINARNI Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas."— Transcript presentasi:

1 DWI WINARNI Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga DWI WINARNI Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga

2 PTH (parathyroid hormone) Paratiroid Kalsitonin Tiroid 1,25-dihydroxycholecalciferol Hati

3

4 HORMON LAIN YANG IKUT BERPERAN DALAM METABOLISME KALSIUM : 1.PTHrP (parathyroid hormone-related protein) 2.Glukokortikoid 3.GH 4.Estrogen 5.Berbagai growth factor

5 KALSIUM - Koagulasi darah - kontraksi otot - fungsi saraf Menurun - excitatory effect pada saraf dan otot  hypocalcemic tetany  pada otot ekstremitas dan laring  asfiksia - Pembekuan darah <<<  kadar Ca2+ lebih rendah dibanding saat timbulkan tetani

6 Total terlarut 1,34 Terionisasi (Ca 2+ ) Kompleks dengan karbonat, sitrat,dll. 1,18 0,16 Total tak terlarut(terikat protein) Terikat albumin Terikat globulin Total kalsium plasma 0,92 0,24 1,16 2,50 Distribusi kalsium di dalam plasma manusia (mmol/l)

7 Laju >> jika intake Ca2+ <<, diet tinggi protein Laju >, ada pembentuk garam (oksalat, fosfat)

8 FOSFAT Terdapat dalam ATP, cAMP, protein, dan senyawa-senyawa vital di dalam tubuh Fosforilasi-defosforilasi protein merupakan salah satu mekanisme penting pengaturan fungsi sel Total fosfat tubuh = g (85-90% terdapat di tulang) Total fosfat plasma = 12 mg/dl 2/3 senyawa organik 1/3 senyawa anorganik (Pi) PO 4 3-, HPO 4 2- H 2 PO 4 - Pi diabsorbsi di duodenum oleh transpor aktif maupun pasif  korelasi linier dengan banyaknya Pi di diet (1,25 dyhidrocholecalciferol meningkatkan absorbsi) 85-90% fosfat terfiltrasi direabsorbsi  transpor aktif di sel tubulus kontortus proksimal, transpor aktif dihambat oleh PTH

9 - =cortical bone - Lapisan terluar tulang keras  80 % total tulang 1 2 =spongy bone tersusun atas spikula atau lempeng-lempeng tulang  osteosit ada di permukaan lempeng/spikula Matriks tulang  90% kolagen tipe I (=pada tendon dan kulit) Ca 2+ PO 4 3- = Hidroksi apatit Ca 10 (PO 4 ) 6 (OH) 2

10 PERTUMBUHAN TULANG  Tulang (kecuali klavikula, mandi- bula, dan tulang tengkorak terten- tu) bertumbuh dari model tulang rawan yang kemudian mengalami ossifikasi (ossifikasi enchondral)  Selama pertumbuhan, epifisa dipisahkan oleh lempengan tulang rawan yang sel-selnya aktif mem- belah (pertumbuhan dipengaruhi oleh IGF-1 dan GH)  Pembentukan tulang (oleh osteoblas) dan resorbsi tulang (oleh osteoklas) terjadi sepanjang hidup

11 H+, protease pH asam melarutkan hidroksiapatit Protease asam memecah kolagen Membentuk cekungan dangkal Hasil pencernaan dikeluarkan dari sel dengan transitosis ke interstitial Hasil pencernaan kolagen adalah pyridinoline  indeks resorpsi tulang

12

13 KELENJAR PARATIROID

14 Sekresikan PTH

15 Prepro PTH 115 aa pro PTH 90 aa PTH 84 aa Magnesium meningkatkan sekresi PTH

16 RESEPTOR PTH (PTH-R) 1.hPTH/PTHrP - dapat berikatan dengan PTHrP  tulang (osteoklas), tubulus kontortus proksimalis+distalis, intestinum 2. hPTH-2R - hanya berikatan dengan PTH  di otak,plasenta dan pankreas

17 G=protein G. AC=adenilat siklase. PLC=fosfolipase C. PIP=fosfatidilinositolfosfat. InsP3=inositolfosfat Pada tulang:  Meningkatkan resorpsi tulang  meningkatkan kadar kalsium plasma Pada sel-sel tubulus  Menurunkan reabsorpsi fosfat  menurunkan kadar fosfat plasma Pada intestin  Meningkatkan pembentukan 1,25- dihydrocholecalciferol  meningkatkan absorpsi Ca2+ di intestinum

18 1 2 Chvostek’s sign  kontraksi otot wajah

19 Hiperparatiroid  Hiperkalsemia dan hipofosfatemia  batu kalsium di ginjal  Sekunder : karena penyakit ginjal kronis rickettsia  kadar Ca2+ rendah kronis memacu feedback ke kelenjar paratiroid Kanker atau metastase kanker di jar. tulang umumnya menyebabkan hiperkalsemia karena aktivitas resorpsi jar tulang >>>

20 = Ca 2+ lowering hormone dengan menghambat resorpsi tulang (menghambat aktivitas osteoklas) dan meningkatkan ekskresi Ca 2+ di urin

21 Half life < 10 menit

22 Sekresi kalsitonin ditingkatkan oleh : 1.Kadar Ca2+ tinggi (> 9,5 mg/dl baru disekresikan)  sekresi berbanding lurus dengan kalsium plasma. 2.B-adrenergik agonis, dopamin, estrogen 3.Gastrin, CCK, glukagon dan sekretin Kadar kalsitonin tinggi dijumpai pada Zolynger-Ellison Syndrome (kadar gastrin plasma meningkat)  kadar gastrin yang diperlukan untuk meningkatkan sekresi kalsitonin lebih tinggi dibandingkan yang dihasilkan oleh adanya makanan

23


Download ppt "DWI WINARNI Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga DWI WINARNI Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google