Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TO2K1 SISTEM GERAK Terkait dgn perpindahan tempat Mekanisme dasar gerakan : Gerak Amoeboid Tjd perubahan bentuk sel ----- aliran sitoplasma Gerak Amoeboid.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TO2K1 SISTEM GERAK Terkait dgn perpindahan tempat Mekanisme dasar gerakan : Gerak Amoeboid Tjd perubahan bentuk sel ----- aliran sitoplasma Gerak Amoeboid."— Transcript presentasi:

1 TO2K1 SISTEM GERAK Terkait dgn perpindahan tempat Mekanisme dasar gerakan : Gerak Amoeboid Tjd perubahan bentuk sel aliran sitoplasma Gerak Amoeboid Tjd perubahan bentuk sel aliran sitoplasma Gerak Silia/Flagel Tdp hampir seluruh phylum ---- fungsi berbeda Insang Bivalvia ---- gerakan arus air Spermatozoa ---- gerak menuju ovum Gerak Silia/Flagel Tdp hampir seluruh phylum ---- fungsi berbeda Insang Bivalvia ---- gerakan arus air Spermatozoa ---- gerak menuju ovum Gerak Otot Pergerakannya sangat beragam Cara memperoleh energi Gerak Otot Pergerakannya sangat beragam Cara memperoleh energi Tarian kawin Aligator --- jantan menggerakkan pinggul membuat tarian air, getaran tsb diterima sel epidermis spj abdomen betina

2 TO2K2 Gerak Amuba Ektoplasma : jernih, agranular, cair Endoplasma : granular, plasmogel Gerakan : endoplasma mencair --- mengalir membentuk tangan & meluas scr bertahap --- bag posterior akan tertarik --- pseudopodia Gerak Silia/Flagel Struktur : 2 filamen sentral yang dikelilingi 9 filamen tipis Ditemukan pada : Protozoa – untuk lokomosi Invertebrata – pertukaran bahan respirasi penyaringan air untuk memperoleh mkn menggerakkan cairan di dalam saluran (reproduksi & ekskretori)

3 TO2K3 Struktur Flagel/Silia Mrpk duplet tubule – terbent dari prot Tubulin (BM=55.000) 9 filamen tipis – tubule A, dilekatkan oleh lengan duplet yg mengandung prot dinein Flagel/silia dpt membelok – lengan dinein mengikat tubule B yg berdekatan Ct : gerak sperma Sea urchin gerak Paramaecium ketika menemui hambatan – gerak mundur – diduga dipengaruhi peningkatan permeabilitas ion Ca Pd Cumi-cumi, otot mantelnya jelas terpisah Banyak mitokondria & enz oksidasi – gerak lambat Mitokondria sedikit & enz glikolitik – gerak cepat

4 TO2K4 Pd Tiram & Kerang, otot penjepit Melindungi diri dgn cara menutup cangkang – otot adductor --- dpt berlangsung lama, tak mengenal lelah, konsumsi O2 rendah Pd Mytillus edulis (kerang biru) tdp otot ABRM (anterior bysus retactor muscle) – hanya tdr atas otot polos & dpt berkontraksi lama karena stimulus elektrik Pd Crustaceae, otot supit Kekuatannya terletak pd susunan anatomi – membentuk sudut (pd ruang terbatas – sudut memberi vol lebih banyak ; pd saat kontraksi – ruangan akan terisi penuh dgn otot yg memendek) Inervasi – sejumlah kecil CNS (vert : sejumlah besar CNS) Yg melekat pd otot adl percab axon (vert : bukan cab axon, tapi hanya sedikit)

5 TO2K5 Pd Insekta, otot terbang Synchronous fiber Kontraksi otot sinkron dgn impuls saraf Tdp pd hewan dgn kepak sayap rendah (ct : kupu, ngengat, belalang) Asynchronous fiber Impuls saraf lebih rendah dari kontraksi otot Tdp pd hewan dgn kepak sayap tinggi : 100 – 1000/dt (ct : lalat, nyamuk, lebah, kumbang, kepik) Impuls saraf kontraksi otot vertikal bentuk toraks mendatar otot vertikal teregang sayap naik otot horizontal teregang Sayap menurun toraks spt semula kontraksi otot horizontal

6 TO2K6 Fisiologi Otot Tubuh kita : 40% otot rangka 5-10% otot polos 5-10% otot polos Sel otot dibedakan : rangka polosjantung Tendon – fiber – fibril – sarkomer – filamen Otot memiliki 3 karakter :  Kontraktibilitas – kemampuan utk memendek  Ektensibilitas – kemampuan utk memanjang  Elastisitas – kemampuan utk kembali pd uk semula

7 TO2K7 Pd hewan vertebrata, fiber otot rangka dibedakan atas: Fast fiber (twicth fiber) myoglobin sedikit (otot pucat) utk gerak cepat – reaksi all or none dihub dgn sistem saraf besar, kec rangsangan 8-40m/dt Slower fiber (tonic fiber) myoglobin banyak (otot merah) utk gerak lambat – reaksi repetitive stimulation dihub dgn sistem saraf kecil, kec rangsangan 2-8m/dt Sifat molekul filamen kontraktil Miosin : tdr atas 200 molekul Meromiosin ringan --- badan filamen Meromiosin berat --- kepala filamen Aktin : F – aktin (tdr dr 2 untai monomer G-aktin)--- badan filamen Tropomiosin --- menutup active site F-aktin Troponin --- pelekat tropomiosin, Ca binding prot

8 TO2K8 Kekuatan unit sarkomer antara otot gajah – tikus – semut adalah sama, sebab tersusun atas molekul yang sama Potensial Aksi Membran Pd umumnya ion negatif/anion – di sebelah dalam membran, ion positif/kation – di sebelah luar membran tjd beda konsentrasi menyebabkan Efek Potensial Membran Mekanisme penyebab EPM : transport aktif ion mll membran --- pompa Na-K difusi (bila tidak ada transport aktif) Perbedaan permeabilitas membran thd ion Na-K --- potensial aksi --- merangsang daerah sekitar --- tjd perambatan spj sel otot --- impuls otot

9 TO2K9 Hal-hal yg mempengaruhi potensial aksi : Asetilkolin, nikotin - meningkatkan permeabilitas membran thd Na Mekanis - ion Na masuk scr mendadak Listrik - aliran ion yg berlebihan Anestesi lokal - menurunkan permeabilitas membran thd Na Kontraksi Otot Rangka Rangsangan --- pelepasan ion Ca oleh RE --- berdifusi ke dlm miofibril --- berikatan dgn troponin --- tjd perubahan bentuk molekul tropomiosin --- kepala meromiosin berat berikatan dgn active site aktin dlm keadaan tumpang tindih --- mekanisme sliding filamen Kontraksi otot terus berlangsung selama ion Ca dalam kons tinggi --- pompa Ca segera mengembalikan Ca ke dlm RE --- relaksasi otot

10 TO2K10 Macam kontraksi : Isometrik : tak tjd sliding filamen, ct seseorang berdiri Isotonis : memendek tapi teg otot stabil, ct biceps utk menahan beban Namun, yg tjd mekanisme campuran spt saat lari, isometrik utk mempertahankan tungkai – isotonik utk menggerakkan tungkai Otot distimulasi --- tjd kontraksi --- diberi stimulasi lagi --- tjd puncak yg lebih tinggi dari puncak yg pertama --- diberi stimulasi lanjutan --- puncak kontraksi bergabung --- tetani Ion Ca ekstrasel (kons. normal) --- menurunkan kepekaan membran thd Na. Bila tanpa Ca --- permeabilitas thd Na akan naik --- kepekaan membran meningkat --- timbul impuls secara serentak --- spasme (tetani hipokalsemia)

11 TO2K11 Kontraksi Otot Polos Waktu kontraksi lebih lambat drpd otot rangka (rhitmis – spontaneus), diinervasi saraf otonom dan hormonal Susunan aktin & miosin tak teratur, serabut sangat pendek RE tidak berkembang --- ion Ca masuk dr cairan ekstrasel Stimulasi otot polos jar sekitar (kurang O2, Ca, K ; tingginya CO2, H) – relaksasi/vasod hormonal (adrenalin, nor adrenalin, oksitosin) – aktifkan pompa Ca Kontraksi Otot Jantung Susunan spt otot rangka, tapi mempunyai mitokondria banyak --- gerak kontinyu Potensial aksi menyebabkan keadaan “plateau” (biasanya tjd pd serabut purkinje & ventrikel otot jantung) ion Ca & Na berdifusi dlm jumlah besar setelah tjd potensial aksi --- permeabilitas membran thd ion K turun 5x

12 TO2K12 Otot hewan terbang Kekuatan utk terbang --- otot pectoralis (15% BB) Pd burung melayang --- berat otot 25-30% BB --- 1/3 dari berat otot tsb --- utk mengangkat sayap --- daya angkat Otot hewan air BJ air --- mengurangi tenaga yg dibutuhkan utk daya angkat. Jika BJ hewan = BJ air --- tidak ada tenaga yg digunakan utk daya angkat --- semua utk berenang Jika BJ hewan > BJ air --- tenaga sebagian utk terapung & sebagian lagi utk berenang Mempunyai protein myoglobin yg afinitas pengikatan O2 tinggi --- adaptasi bagi mamalia penyelam

13 TO2K13 Hewan dgn ukuran tubuh besar --- problem keterapungan : Mengurangi substansi yg berat Ca-carbonat --- invert : cangkang siput Ca-phosfat --- vert : tulang Cumi-cumi --- skleton dari kitin Mengganti ion berat dgn ion ringan Cumi memp coelum yg besar – tdp cairan amonia utk menjaga keterapungannya, jika diambil - tenggelam Hipotonisitas mengeluarkan ion tanpa menggantinya shg menjadi lebih encer Menambah sejumlah zat yg lebih ringan dr air Hiu – hepar 70% BB (75% tdp minyak) pd mamalia darat – lemak hepar hanya 5% Menggunakan pengapung gas --- gelembung renang Normal (50 m) : GR 5% dr vol tubuh --- menyelam (300 m) : vol GR 1/5 & hrs selalu berenang

14 TO2K14 Sumber energi kontraksi otot : ATP utk 10 x kontr  glikogen setara dgn 100 x creatin phosfat Creatinin phosfat (oksidasi KH & lemak, dijumpai pd vert & invert) Arginin phosfat (hanya pd hewan invert) Regenerasi Sel Otot : Otot jantung – tak mampu regenerasi, proliferasi jar ikat & memben luka parut myokardial Otot lurik – regenerasi terbatas, inti tak bermitosis Otot polos – regenerasi aktif Cidera otot Patologi otot : Rigor mortis – kekakuan otot rangka menjelang wafat, prot/serabut otot mjd terikat & tak kembali Miestenia gravis – penyakit autoimun, muncul antibodi thd ototnya sendiri & merusak sebagian membran reseptor --- mengakibatkan paralisis & kematian

15 TO2K15


Download ppt "TO2K1 SISTEM GERAK Terkait dgn perpindahan tempat Mekanisme dasar gerakan : Gerak Amoeboid Tjd perubahan bentuk sel ----- aliran sitoplasma Gerak Amoeboid."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google