Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SEJARAH PERKEMBANGAN & RUANG LINGKUP MIKROBIOLOGI EVI ROVIATI, S.Si. M.Pd. Semester Ganjil.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SEJARAH PERKEMBANGAN & RUANG LINGKUP MIKROBIOLOGI EVI ROVIATI, S.Si. M.Pd. Semester Ganjil."— Transcript presentasi:

1 SEJARAH PERKEMBANGAN & RUANG LINGKUP MIKROBIOLOGI EVI ROVIATI, S.Si. M.Pd. Semester Ganjil

2 Aristotle ( SM) and others believed that living organisms could develop from non-living materials. 1590: Hans and Zacharias Janssen (Dutch lens grinders) mounted two lenses in a tube to produce the first compound microscope. 1660: Robert Hooke ( ) published "Micrographia", containing drawings and detailed observations of biological materials made with the best compound microscope and illumination system of the time. 1676: Antoni van Leeuwenhoek ( ) was the first person to observe microorganisms. 1883: Carl Zeiss and Ernst Abbe pioneered developments in microscopy (such as immersion lenses and apochromatic lenses which reduce chromatic aberration) which perist until the present day. 1931: Ernst Ruska constructed the first electron microscope.

3 Penemuan Mikroorganisme Mahluk hidup yang tidak dapat dilihat diduga ada dan dianggap sebagai penyebab penyakit jauh sebelum mahluk hidup tersebut bisa diamati. Antony van Leeuwenhoek ( ) mengkonstruksi mikroskop dan orang pertama yang mengamati dan mendeskripsikan mikroorganisme secara akurat.

4 Antony van Leeuwenhoek ( ) Ilmuwan pertama yang melihat dan mendeskripsikan mikroorganisme secara akurat pada tahun A.PENEMUAN MIKROORGANISME I. SEJARAH MIKROBIOLOGI 1. PENDAHULUAN Kompetensi: menjelaskan sejarah perkembangan konsep-konsep penting mikrobiologi

5 Konflik tentang Generasi Spontan Usulan konsep generasi spontan meyakini bahwa organisme hidup dapat berkembang dari materi tidak hidup atau dekomposisi. Francesco Redi ( ) membantah konsep generasi spontan dengan menunjukkan bahwa belatung pada daging busuk berasal dari telur lalat yang meletakkan telur pada daging tersebut, bukan dari daging itu sendiri John Needham ( ) mendukung teori generasi spontan dengan menunjukkan bahwa kaldu yang dipanaskan dalam labu dan kemudian ditutup masih dapat memunculkan mikroorganisme. Lazzaro Spallanzani ( ) menunjukkan bahwa labu yang ditutup dan kemudian dididihkan tidak ada mikroorganisme yang tumbuh, dan menyatakan bahwa udara yang masuk ke labu medium membawa benih, dan udara mungkin diperlukan untuk mendukung pertumbuhan organisme yang sudah ada di medium.

6 Louis Pasteur ( ) menjebak organisme yang terbawa udara dalam kapas, dia juga memanaskan leher labu angsa, mensteril meida, membiarkan labu terbuka; hasil percobaan menunjukkan tidak ada pertumbuhan organisme sebab partikel debu yang membawa organisme tidak mencapai medium; namun debu terjebak dalam leher labu; jika leher labu dipecah, debu akan mencapai medium dan organisme akan tumbuh; dengan cara ini, Pasteur telah mematahkan teori generasi spontan Konflik tentang Generasi Spontan

7 John Tyndall ( ) menunjukkan bahwa debu membawa mikroba dan jika debu tidak ada, medium tetap steril, bahkan jika medium terdedah udara. Tydall juga memberikan bukti keberadaan bakteri yang resisten panas.

8 Mikroorganisme sebagai agen penyakit Pengenalan hubungan antara mikroorganisme dan penyakit Agostino Bassi ( ) menunjukkan bahwa penyakit ulat sutra disebabkan jamur M. J. Berkeley (± 1845) menunjukkan bahwa penyakit kentang (the Great Potato Blight) Irlandian disebabkan oleh jamur Louis Pasteur ( ) menunjukkan bahwa penyakit (péine) ulat sutra disebabkan oleh parasit protozoa Joseph Lister ( ) menunjukkan suatu sistem pembedahan yang dirancang untuk mencegah mikroorganisme menginfeksi luka bedah, sehingga pasiensi jauh lebih sedikit yang terinfeksi pascaoperasi; Lister memberikan bukti tidak langsung bahwa mikroorganisme adalah agen penyebab penyakit manusia

9 Robert Koch ( ) yang menggunakan kriteria yang dikembangkan oleh gurunya, Jacob Henle ( ), dapat menjelaskan hubungan antara Bacillus anthracis and anthrax; kriterianya dikenal sebagai postulat Koch dan masih digunakan untuk menjelaskan hubungan antara mikroorganisme tertentu dengan penyakit tertentu. Postulat Koch: 1.Mikroorganisme harus ada di setiap kasus penyakit tetapi tidak ada pada individu sehat. 2.Mikroorganisme yang dicurigai (suspected) harus dapat diisolasi dan ditumbuhkan dalam kultur murni. 3.Penyakit yang sama harus timbul jika mikroorganisme hasil isolasi diinokulasi tersebut pada individu sehat. 4.Mikroorganisme yang sama harus ditemukan lagi dari individu yang sakit tersebut Kerja Koch dikorfirmasi secara independen oleh Pasteur.

10 Koch’s Postulates (1884) 1.Suspect pathogenic organism should be present in all cases of the disease and absent from healthy animals 2.Suspect organism should be grown in pure culture 3.Cells from a pure culture of suspect organism should cause disease in healthy animal 4.Organism should be reisolated and shown to be same as the original

11 Perkembangan teknik untuk mempelajari mikroba Robert Koch dan kawan-kawan mengembangkan teknik, reagen, dan materi lain untuk mengkultur patogen bakteri pada media padat pertumbuhan, dengan demikian mikrobiologis dapat mengisolasi mikroba untuk mendapatkan kultur murni (tunggal). Charles Chamberland ( ) membuat filter (saringan) bakteri untuk menapis bakteri dan mikroba yang lebih besar dari spesimen; melalui teknik ini juga memungkinkan ditemukannya virus sebagai agen penyebab penyakit.

12 Kajian Imunologis Edward Jenner (±1798) menggunakan prosedur vaksinasi untuk melindungi individu dari penyakit cacar (smallpox) Louis Pasteur ( ) mengembangkan vaksin lain untuk penyakit kolera ayam, antraks, dan rabies Emil von Behring ( ) dan Shibasaburo Kitasato ( ) menginduksi pembentuk antitoksin toksin diptera pada kelinci; antitoksin digunakan secara efektif untuk mengobati manusia dan memberikan bukti imunitas humoral Elie Metchnikoff ( ) menunjukkan keberadaan sel fagositik dalam darah, yang menunjukkan imunitas dimediasi sel

13 Mikrobiologi Industri dan Ekologi Mikroba Sergei Winogradsky ( ) yang bekerja dengan bakteri tanah menemukan bahwa bakteri tanah dapat oksidasi besi, belerang, dan amonia untuk mendapatkan energi; Winogradsky juga mengkaji fiksasi nitrogen anaerobik dan dekomposisi selulosa Martinus Beijerinck ( ) mengisolasi bakteri pengikat nitrogen aerobik, suatu bakteri bintil akar yang mampu menambat nitrogen, and bakteri pereduksi sulfat Beijerinck and Winogradsky memperkenalkan pertama kali penggunaan kultur yang diperkaya dan media selektif

14 Fields of Microbiology

15 Relevansi dan Cakupan Mikrobiologi Mikroorganisme adalah organisme hidup yang pertama kali di planet bumi, hidup di mana pun selama kehidupan memungkinkan, lebih banyak dibandingkan organisme lain, dan mungkin penyusun terbesar komponen biomasa bumi Seluruh ekosistem tergantung pada aktivitas mikroorganisme, dan mikroorganisme mempengaruhi masyarakat manusia Mikrobiologi mempunyai imbas terhadap banyak bidang di antaranya kedokteran, pertanian, ilmu pangan, ekologi, genetika, biokimia, dan biologi molekuler

16 Mikrobiologiwan dapat mendalami tipe organisme spesifik: 1 Virologiwan-viruses 2 Bakteriologiwan-bacteria 3 Phycologiwan atau Algologiwan-algae 4 Mikologiwan-Jamur 5 Protozoologiwan-protozoa

17

18 Based on microscopy ProtistsMonera Based on DNA Domain - Highest level of biological classification

19 Mikrobiologiwan mungkin tertarik pada berbagai karakter dan aktivitas mikroorganisme: 1 Morfologi Mikroba 2 Sitologi Mikroba 3 Fisiologi Mikroba 4 Ekologi Mikroba 5 Genetika dan Biologi Molekuler Mikroba 6 Taksonomi Mikroba

20 Mikrobiologiwan dapat mengfokuskan pada aplikasi mikroorganisme: 1 Mikrobiologi Kedokteran, termasuk imunologi 2 Mikrobiologi Pangan 3 Mikrobiologi Kesehatan Masyarakat 4 Mikrobiologi Pertanian 5 Mikrobiologi Industri

21

22

23 TIGA DOMAIN KEHIDUPAN

24 monera protista hewan fungi tanaman eukariot prokariot KAJIAN MIKROBIOLOGI


Download ppt "SEJARAH PERKEMBANGAN & RUANG LINGKUP MIKROBIOLOGI EVI ROVIATI, S.Si. M.Pd. Semester Ganjil."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google