Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Science. Innovation. Networks www.litbang.deptan.go.id.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Science. Innovation. Networks www.litbang.deptan.go.id."— Transcript presentasi:

1 Science. Innovation. Networks

2 OUTLINE I.CAPAIAN KINERJA KEGIATAN UTAMA DAN KINERJA ANGGARAN TA 2012 II.KEGIATAN TEROBOSAN TA PUSLITBANG HORTIKULTURA III.EVALUASI KEGIATAN LITKAJIBANGDIKLATLUHRAP IV.GRAND DESIGN DAN IKU Science. Innovation. Networks

3

4 Science. Innovation. Networks

5

6 PERIODE PENTING UNTUK PENYELESAIAN TARGET RENSTRA Kegiatan Penelitian Terobosan Perbenihan hortikultura melalui teknologi Somatic Embriogenesis (Khususnya Jeruk) Teknologi produksi benih TSS mendukung ketersediaan benih bawang merah Perakitan Varietas Unggul Jeruk Seedless/Berbiji sedikit, Warna Kulit Menarik dan Rasa Manis Teknologi terpadu untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi mangga, manggis, dan pisang Penyediaan Benih Sumber (BS) dan VUB Buah Tropika, Sayuran (kel. Brassica), Florikultura (krisan, anggrek,mawar) Revitalisasi pengelolaan plasma nutfah Teknologi haploid (Lili dan Anyelir) dan kultur meristem phalaenopsis Rekomendasi Kebijakan Pengembangan Agribisnis Hortikultura (Model Kawasan, Sistem Perbenihan Horti)

7 Text Konsorsium Hortikultura, Jejaring, UPBS Bersama Ditjen Hortikultura menyelenggarakan Koordinasi lintas sektor untuk PKAH dan Ekspose Capaian PKAH atau DPKAH Ekspose teknologi inovasi buah tropika Penyusunan buku tematik hortikultura: Profil/Ensiklopedia Buah Nusantara dan Ensiklopedia Bunga Tropika Indonesia Percepatan Diseminasi Varietas Cabai Dengan Partisipasi Petani Pada Beberapa Sentra Produksi Cabai di Indonesia Pengembangan varietas sayuran di provinsi, buah tropika di 10 provinsi, tanaman hias di 9 provinsi dan jeruk di 8 provinsi.

8 Kegiatan Terobosan 1 : VUB Pengembangan Teknologi Budidaya Bawang dengan TSSNOGalur Lokasi Pengujian BrebesTegal 4TSS-28-S ab bcd 5TSS-1-S a ab 6TSS-5-S abc bcd 10TS-KL80-S a a 11TS-ML-S a cd 12TUK-TUK a bcd Analisis Usaha Tani Produksi Benih TSS : Apabila biaya produksinya antara 1-1,5 juta per kg. Jika lebih dari itu, maka penjualan TSS kepada petani akan terlalu mahal Teknologi Produksi Benih TSS Konsep Perbenihan TSS : Penangkar umbi mini Pengembangan : Sumut, Sumbar, Sumsel, Jatim

9

10 LITBANG PERTANIANDIRJEN HORTIKULTURA PUSLITBANGHORT BP2TP DIREKTORAT BENIH HORTIKULTURA BALITSA BPTP PROPINSI KAWASAN KENTANG PEMDA PROPINSI KAWASAN BPSBPENANGKAR - PETANI PETANI KEBIJAKAN LISENSI / ADVOKASI KEMITRAAN LITKAJIBANGDIKLATLUHRAP : KENTANG

11 DITJEN P2HP DITJEN PSP BADAN KARANTINA PERTANIAN BADAN SDM BADAN LITBANG PERTANIAN koordinasi sinergisme koordinasi PUSLITBANG HORTIKULTURA KELOMPOK TANI/SWASTA KAWASAN AGRIBISNIS KRISAN koordinasi Inovasi Pelatihan Penyediaan BS, FS, biopestisida, pupuk Air Alsin Pra dan pascapanen pemasaran DITJEN HORTIKULTURA Balithi 12 BPTP Supervisi dan koordinasi BB P2TP Kebijakan, koordinasi, monev PUSLIT/PUSLITBANG / BB TERKAIT dukungan KEBIJAKAN Kebijakan, koordinasi, monev koordinasi Demplot/komersialisasi Pengkajian Sekolah Lapang (SL): Demplot Materi penyuluhan Pendampingan teknologi dan kelembagaan Pelatihan KELOMPOK TANI/SWASTA Demplot/komersialisasi JARINGAN LITKAJIBANGDIKLATLUHRAP KRISAN Wilayah Kerja Dinas Pertanian 3 BPTP memiliki UPBS KRISAN 3 BPTP memiliki UPBS KRISAN

12 LITKAJIBANGDIKLATLUHRAP Pada tahun 2013 : – Dukungan inovasi dalam pengembangan kawasan agribisnis florikultura di soropadan (jawa tengah), Sleman dan Kulon Progo (DIY) dan Malino (Sulawesi Selatan), Pagar Alam -sumatra selatan, Tomohon, dan Tabanan, Badung, Gianyar, Karangasem – Bali; – Dukungan inovasi dalam pengembangan kawasan agribisnis anggrek di simalem -sumatra utara, karanganyar jawa tengah dan PT ekakarya graha. Pada tahun 2014 : – Dukungan inovasi dalam dukungan inovasi dalam pengembangan agribisnis krisan di Jambi, Bengkulu, Bantaeng, Palu Sulawesi Tengah, – Lanjutan dukungan inovasi dalam pengembangan agribisnis anggrek di karanganyar, simalem dan ekakarya graha.

13

14 PERTANIAN -- HORTIKULTURA Memerlukan pendekatan multidisiplin, keg penelitian dan pengembangan scr holistik PENGUATAN LITKAJIBANGDIKLATLUHRAP SEMUA STAKEHOLDERS TERKAIT Penyediaan Pangan Penyediaan Energy Keberlanjutan lingkungan BIOBASED ECONOMY Sumber: Prastowo, 2013

15 VISI Menjadi lembaga litbang hortikultura berkelas dunia pada tahun 2035 untuk menghela terwujudnya bioindustri hortikultura yang berdaya saing global, berkelanjutan, dan berbasis sumberdaya lokal

16 MISI 1.Membangun litbang hortikultura berkelas dunia yang menjadi referensi bagi penyelesaian masalah dalam pembangunan subsektor hortikultura yang berdaya saing global; 2.Meningkatkan kualitas dan kapasitas sumberdaya penelitian hortikultura dan memanfaatkannya secara efisien, efektif dan akuntabel untuk mewujudkan kinerja litbang berkelas dunia; 3.Menghasilkan invensi dan mengembangkan inovasi terobosan serta mendukung penyediaan logistik inovasi di lapangan agar mudah diakses oleh para pengguna untuk mendukung pengembangan subsektor hortikultura; 4.Menerapkan corporate management dalam penatakelolaan penyelenggaraan litbang hortikultura berkelas dunia dan menerapkan paradigma scientific recognition dan impact recognition; 5.Mengembangkan jaringan kerjasama nasional melalui penguatan LITKAJIBANGLUHRAP dan kerjasama internasional menuju peningkatan kompetensi agar mampu menghasilkan terobosan inovasi guna menjawab permasalahan dalam pengembangan industri hortikultura nasional.

17 SASARAN 1.Terbangunnya sarana dan prasarana fisik yang mampu mendukung tercapainya kinerja litbang hortikultura berkelas dunia yang menghela terwujudnya bioindustri hortikultura (disesuaikan dengan visi); 2.Ditetapkannya program litbang hortikultura yang bersifat responsif dan antisipatif terhadap penanganan permasalahan di lapangan sesuai kebutuhan 3.Dihasilkannya invensi dan berkembangnya inovasi berkualifikasi internasional untuk menghela terwujudnya bioindustri hortikultura yang berdaya saing global, berkelanjutan, dan berbasis sumberdaya lokal 4.Terkelolanya dan berkembangnya potensi sumberdaya litbang hortikultura; 5.Terdiseminasi dan teradopsinya inovasi secara efektif melalui penerapan jaringan LITKAJIBANGLUHRAP dan pelaksanaan pengembangan inovasi melalui pendekatan SDMC; 6.Meningkatnya publisitas kelembagaan litbang hortikultura sebagai learning organization dan menerapkan corporate management untuk mewujudkan pelayanan prima; 7.Tercapainya critical mass dan terbinanya tenaga SDM kompeten dan terjaminnya pembiayaan dalam rangka meningkatkan kualitas output yang berstandar global secara berkelanjutan; 8.Terbangunnya jaringan kerjasama IPTEK hortikultura nasional dan internasional.

18

19 Analisis Dasar Penyusunan Renstra Tantangan Pembangunan Kebutuhan akan Inovasi Tujuan Input PelaksanaanOutput Outcome Impact Analisis Relevansi Analisis Efisiensi Analisis Efektivitas Analisis Utilitas Analisis Keberlanjutan Analisis Produktivitas Analisis Kualitas Analisis Input Analisis Outcome Analisis Output Analisis Keberlanjutan Renstra/IKU Logframe

20 Indikator Kinerja Utama 1.Varietas Unggul Baru (VUB) tanaman hortikultura yang diminati konsumen 2.Jumlah benih sumber : - Benih sumber (G0) kentang - Benih sumber bawang merah dan sayuran potensial - Benih sumber anggrek dan tanaman hias lain - Benih sumber krisan - Benih sumber buah tropika, jeruk dan buah subtropika - Benih batang bawah dan batang atas hasil perbanyakan SE 3.Inovasi teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan Indikator Kinerja Utama 1.Varietas Unggul Baru (VUB) tanaman hortikultura yang diminati konsumen 2.Ketersediaan Benih sumber dan Sistem Perbenihan - Benih sumber (G0) kentang, Benih sumber bawang merah dan sayuran potensial, benih sumber anggrek dan tanaman hias lain, Benih sumber krisan, Benih sumber buah tropika, jeruk dan buah subtropika 3. Plasma Nutfah yang Terkonservasi dan Terkarakterisasi 4. Inovasi teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan 4. Inovasi Teknologi Penanganan Pasca Panen untuk Komoditas Unggulan Hortikultura 5. Diseminasi dan Rekomendasi Anjak 6. Koordinasi dan Sinkronisasi mendukung Litkajibang diklatluhrap, Konsorsium, pengembangan kawasan 7. Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi sumber daya dan manajemen ANALISIS RELEVANSI DAN ANALISIS INPUT DISEMINASI BASELINE STUDY DAN EVALUASI KINERJA PENYUSUNAN IKU RENSTRA ANALISIS EFISIENSI DAN OUTPUT ANALISIS EFEKTIFITAS, UTILITAS, KEBERLANJUTAN ANALISIS PRODUKTIFITAS DAN KUALITAS ANALISIS KEBERLANJUTAN

21 Baseline Study dan Evaluasi Kinerja Visi, Misi Tujuan, Sasaran Capaian IKU penelitian & Diseminasi Kondisi dan Evaluasi Lingstra Baseline Study dan Evaluasi Kinerja Kondisi dan Evaluasi Anggaran SDM, & Sarpras LESSONS LEARNED (PROBLEMS AND SOLUTIONS Science. Innovation. Networks

22 Inventarisasi Teknologi Unggulan Horti 5 Tahun terakhir Menganalisis sebaran teknologi unggulan dan menghimpun feedback Menganalisis sebaran teknologi unggulan dan menghimpun feedback Evaluasi Outcome dan Analisis Potensi Dampak Science. Innovation. Networks Evaluasi Outcome dan Analisis Potensi Dampak Teknologi Unggulan Puslitbang Hortikultura Mengevaluasi outcome atau adopsi teknologi unggulan hortikultura dan umpan balik Menganalisis potensi dampak teknologi unggulan hortikultura

23 Uraian IKU Capaian IKU Jumlah Teknologi Budidaya Produksi Hortikultura Ramah Lingkungan 100 % 5 Teknologi : a.Teknik SE dengan regenerasi 60% b.Teknik produksi benih TSS c.Pengelolaan Tanaman Terpadu bawang merah di sentra produksi bawang merah d.Teknik pengendalian OPT dan budidaya kentang DTM yang ramah lingkungan e.Komponen teknologi terpadu komoditas tomat 100 % 4 Teknologi : a.Teknologi produksi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas umbi bawang merah b.Teknologi produksi benih bawang merah melalui TSS. c.Mikroba potensial terseleksi untuk pembuatan pupuk majemuk hayati d.Komponen teknologi penyediaan benih klon kentang toleran suhu panas. 100 % 3 Teknologi : a.Teknologi Pengendalian OPT pada budidaya kentang toleran suhu panas, b.Teknik Penyimpanan Untuk mencegah peningkatan kadar gula c.Teknolohi produksi cabai merah dengan menggunakan “netting house” Capaian Indikator Kerja Utama (IKU)

24 *) Cabai, Tomat, Bayam,Caisim, Mentimun, Buncis Rambat, Buncis Tegak,Kangkung, Kacang Panjang Tegak,Kangkung, Kacang Panjang Komoditas BPTPDipertaBPTPDipertaBPTPDiperta Bawang Merah Kentang Sayuran Potensial * Distribusi benih sumber melalui UPBS

25 Teknologi Perbenihan kentang In vitro Planlet  Benih Pemulia (Lab.)  Micro/mini tuber (G0)  Benih Pemulia (Rumah kaca)  Ubi Generasi 1 (G1-G2)  Benih Dasar(R. kaca /Lap terisolir )  Ubi Generasi 3 (G3)  Benih pokok (Lap terisolir)  Ubi Generasi 4 (G4)  Benih sebar (Lap terisolir) Peran pemerintah Peran swasta

26 26 Perakitan Bawang Merah Toleran Musim Hujan

27 27 Perakitan Bawang Putih Sumber Daya Lokal

28 Varietas unggul nasional : 29 varietas Komo- ditas ∑ varVarietas Status pengmbngan Pisang4 Ketan 01, Raja Siem, Raja Kinalun, Kepok Tanjung Kaltim Manggis2 Ratu Kamang, Ratu Tembilahan Riau Mangga11 Sala 250, Gajam 315, Manggasari 243, Dugur 141, Marifta 01, Ken Layung, Kraton 119, Garifta gading, Garifta Kuning, Garifta orange, Garifta Merah, Pemda Kab Pasuruan Alpukat3 Mega Murapi, Mega Paninggahan, Mega Gagauan Pemda Kab Solok Pepaya1 Carindo, Merah Delima Kab. Pelalawan, Teluk Kuantan Melon4 Galuh, Kanaya, Carmelo, Indorif Salak2 Sari Intan 48, Sari Intan 541, Sari Kampar Pemda Bintan Aneka komdtas 31 Melon, nenas, salak, mangga, pisang Terdaftar pd Pusat PVT

29 Teknologi purigasi untuk meningkatkan persentase ukuran buah mangga Arumanis-143 dan Gedong gincu Teknologi pemupukan kombinasi antara anorganik dan organik Teknologi pembuahan mangga off season Teknologi budidaya pisang teknologi perbaikan mutu buah sirsak. Teknologi top working Teknologi perbenihan sukun, sirsak, pepaya Teknologi pengendalian lalat buah ramah lingkungan, Teknologi pengendalian penggerek batang mangga, Pengendalian penyakit stem end rot pada mangga menggunakan kombinasi aplikasi fungisida sintetk dan botani Teknologi pengendalian OPT mangga/manggis menggunakan minyak atsiri, Teknologi pengendalian getah kuning manggis, Teknologi pengendalian semut menggunakan umpan dan sereh wangi Teknologi pengendalian penyakit layu bakteri dan layu fusarium pada tanaman pisang Memperpanjang masa simpan mangga melalui manajemen pendinginan

30 30. PERAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN BUAH TROPIKA RAMAH LINGKUNGAN DAN BERKESINAMBUNGAN

31 NoKomoditas Jumlah Varietas Tahun Krisan Mawar Gladiol Spatoglortis Anyelir Lili Costus Alpinia Anthurium Phalaenopsis Sedap malam Tapeinochilus Zingiber Dendrobium Jumlah Varietas unggul baru tanaman hias yang telah dilepas periode tahun 2005 sampai dengan 2012 pendahuluan Succses story Succses story Succses story Succses story Lesson learn Lesson learn Lesson learn Lesson learn revitalisasi administrasi strategi Prog.|kegiatan next

32 32 Teknologi Pengendalian OPT

33 UPBS: 1.Penguatan kelembagaan perbenihan melalui SMM ISO 9001:2008 dan sertifikasi produk ISO 17001: Benih Sumber batang. 3.Asistensi pengelolaan BPMT dan penangkaran benih sebar berlabel biru di Jatim dam NTT Kegiatan Terobosan Litkajibangdiklatluhrap Tahun 2013

34 MATRIKS LOGICAL FRAMEWORK UPBS BALITJESTRO

35 Science. Innovation. Networks


Download ppt "Science. Innovation. Networks www.litbang.deptan.go.id."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google