Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BANK SOSIAL: Humanisme Keuangan Berkelanjutan Oleh: Prof. Dr. Muhamad, M.Ag.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BANK SOSIAL: Humanisme Keuangan Berkelanjutan Oleh: Prof. Dr. Muhamad, M.Ag."— Transcript presentasi:

1 BANK SOSIAL: Humanisme Keuangan Berkelanjutan Oleh: Prof. Dr. Muhamad, M.Ag.

2 Pendahuluan Krisis ekonomi yang berlaku global, yang, sebagian, disebabkan sistem keuangan kehilangan orientasi sosial dan tumbuh menjadi alam semesta yang eksklusif, terputus dari sektor riil. Banking sosial menyajikan tantangan yang signifikan dan kesempatan unik untuk membangun sistem keuangan berbasis pada kestabilan, tunduk dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sektor riil dan kemakmuran ekonomi secara keseluruhan keseluruhan Krisis apapun selalu memiliki dua sisi yang inextricabily terjalin : negatif dan yang positif, yang negatif menjadi loss, ketidakamanan dan kesedihan, yang positif menjadi hasil keseluruhan yang dalam banyak kasus mengungkapkan diri sesuai dengan " CCC - prinsip " : " Krisis Menciptakan Kesadaran, " atau “Crisis Creates Consciousness,”

3 Bank dan Orang Miskin Bisnis perbankan, secara global, telah mengikuti praktik keuangan yang telah mengakibatkan orang miskin mensubsidi orang kaya. Bisnis perbankan telah bekerja untuk merugikan orang miskin, yang harus membayar biaya tinggi untuk mengakses jasa keuangan, sering memaksa mereka untuk bergantung pada sumber-sumber informal untuk kebutuhan pendanaan mereka dengan harga selangit. Hal ini sangat dibatasi peluang yang tersedia bagi mereka untuk menggunakan sistem keuangan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Oleh karena itu, perbankan sosial adalah salah satu tempat yang kaya mensubsidi penyediaan jasa keuangan bagi masyarakat miskin dan di mana bisnis perbankan berorientasi melayani massa bukannya mengeksploitasi mereka

4 Mengapa bank sosial? Krisis keuangan dan ekonomi global telah memberikan dampak negatif yang signifikan pada kehidupan individu secara global. Orang-orang telah kehilangan mata pencaharian mereka, rumah dan tabungan mereka pasca krisis. Salah satu alasan utama untuk krisis adalah bahwa sistem keuangan difokuskan pada memajukan kepentingannya sendiri dan kehilangan linkage kepada sektor riil dan dengan masyarakat pada umumnya. Relevansi perbankan sosial dan keuangan juga timbul dari kesadaran bahwa kekuatan pasar bebas tidak selalu menghasilkan efisiensi yang lebih besar dalam sistem keuangan, terutama sekaligus melindungi kepentingan bagian masyarakat yang rentan. Hal ini disebabkan asimetri informasi bekerja melawan bagian ini, sehingga menempatkan mereka pada kerugian yang parah

5 Definisi Sebuah istilah baru yang berkenaan bahwa bank- bank sekarang tidak lagi semata-mata berkonsentrasi pada mendapatkan keuntungan tetapi juga tertarik dalam membantu masyarakat secara keseluruhan. Lembaga baru ini sering berfokus pada lingkungan, amal, kemiskinan dan pendidikan, tetapi bisa ada sejumlah besar topik dan subtopik Perbankan sosial sebagai perbankan yang bertujuan untuk memiliki dampak positif pada masyarakat dan lingkungan melalui perbankan

6 Kriteria Bank Sosial Perbankan klasik dikombinasikan dengan visi masyarakat yang berkelanjutan. Khusus terkait dengan ekonomi riil - tidak ada spekulasi. Memaksimalkan keberlanjutan dan dampak sosial, tidak memaksimalkan keuntungan. Bank-bank yang menguntungkan pada tingkat yang wajar dan stabil. Transparansi adalah kunci utamanya.

7 Sejarah Bank Sosial Secara historis, bank sosial pertama yang didirikan di Italia pada abad ke-15. Tanggung jawab utama mereka adalah untuk menjadi perantara antara mereka dengan uang untuk menyelamatkan dan mereka yang membutuhkan uang untuk melakukan bisnis. Di India, sejarah bank koperasi akan kembali ke tahun 1904, ketika Co-operative Societies Kredit Act diundangkan. Bank Islam itu disebut bank sosial Mit Gamnr (Mit Gamr Social Bank) yang dirintis Mesir oleh Dr. Ahmmad Najjar pada tahun Setelah dinasionalisasi oleh Pemerintah Revolusioner Mesir yang dipimpin oleh Jamal Abdul Nasr, bank itu diganti namanya namanya dengan "Nasr Social Bank" Dengan demikian, bank sosial bukan konsep baru melainkan sebuah ide yang telah memiliki sejarah panjang baik secara global maupun di Indonesia

8 Motif Dasar Pendirian Bank Sosial Ada sekitar 600 Bank Sosial hari ini di seluruh dunia, mereka berdiri dilandasi kesamaan motif dalam hal: – Dorongan pendiri – Konsep sosial – Prinsip sumbangan – Fokus pada investasi etis Sudah saat lembaga-lembaga bisnis atau yang lainnya bekerja untuk membuat (1) keberlanjutan triple bottom line (People, Planet dan Profit), (2) transparansi, (3) Humanistik Tiga hal dasar tersebut menjadi dasar fitur bank sosial

9 Fiture 1: Keberlanjutan Triple Bottom Line Laba/Profit (seperti di setiap bank lain, tidak mungkin ada kerugian yang mengancam Bank Sosial secara keseluruhan, sehingga meskipun bekerja untuk kebaikan yang lebih besar, Bank Sosial harus membuat keuntungan tertentu untuk melanjutkan usaha mereka secara keseluruhan ). Lingkungan/Planet ( yaitu habitat alam, perlindungan dan penanganan berkelanjutan ressources ). Orang/People ( kebaikan masyarakat yang lebih besar dan kemajuan seimbang masyarakat secara keseluruhan, yang dianggap sebagai lebih penting daripada kemajuan individu saja )‏

10 Fitur 2: Transparansi Total Fitur kedua adalah bahwa perbankan sosial dan keuangan sosial ditandai dengan transparansi total. Ini berarti: – Bank Sosial membiarkan pelanggan tahu dalam setiap detail mana uangnya pergi, apa yang diperbuatnya, dan kepada siapa uang sedang dipinjamkan. – Bank sosial mempublikasikan setidaknya sekali setahun laporan rinci tentang persis siapa dan apa yang telah dibiayai, apa kerugian dan keuntungannya, dan siapa penerima. – Mengarah ke situasi di mana nasabah bank tidak hanya menikmati kepentingan untuk uang yang meminjamkan ke bank, tetapi juga memiliki wawasan penuh ke dalam apa uangnya "tidak hanya" di dunia

11 Fitur 3: Humanistik Keuangan Humanistik keuangan lebih mengarah pada upaya pembangunan manusia. Rata-rata, Bank Sosial peduli lebih banyak untuk pendekatan humanistik untuk uang daripada bank mainstream. Fokus bank sosial lebih pada membebaskan dan mengembangkan masyarakat dan kapasitas individu dari pada sekedar laba. Pembangunan manusia menuju gaya hidup yang lebih hijau dan berkelanjutan yang lebih penting, dan pada akhirnya lebih menguntungkan untuk semua dari keuntungan yang dibuat oleh beberapa dengan mengorbankan orang lain

12 Islam dan Bank Sosial Al-Qashash: 77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan

13 Dana Filantropi untuk Bank Sosial Islam Dana Zakat, Infaq Sadaqoh dan Wakaf yang dikumpulkan oleh badan-badan amil zakat semi formal Dana Tabungan Haji yang dikumpulkan oleh Dirjen Haji Kementerian Agama. Dana Corporate Social Responsibility dari swasta maupun BUMN, terutama yang perusahaan di bidang pertambangan, khususnya lagi Migas. Dari anggaran pembangunan sosial yang dikoordinasikan oleh Menko Kesra yang bisa dikususkan pada usaha pemberantasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Dari harta wakaf dapat pula dibentuk sebuah Bank Wakaf Dana Infaq Masjid (belajar dari Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche HoofdenRaden Bei Aria Wirjaatmadja


Download ppt "BANK SOSIAL: Humanisme Keuangan Berkelanjutan Oleh: Prof. Dr. Muhamad, M.Ag."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google