Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Advokasi Orang Rimba Kelompok A. Tema Diskusi Kritik Atas RPTNBD Mempertanyakan Status Taman Nasional Memperkuat jaringan pendukung perjuangan Orang Rimba.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Advokasi Orang Rimba Kelompok A. Tema Diskusi Kritik Atas RPTNBD Mempertanyakan Status Taman Nasional Memperkuat jaringan pendukung perjuangan Orang Rimba."— Transcript presentasi:

1 Advokasi Orang Rimba Kelompok A

2 Tema Diskusi Kritik Atas RPTNBD Mempertanyakan Status Taman Nasional Memperkuat jaringan pendukung perjuangan Orang Rimba

3 Fokus Diskusi Rasionalisasi sistem zonasi TNBD dengan sistem kelola adat Orang Rimba Beberapa pilihan sikap yang terkait status Taman Nasional Strategi membangun penguat jaringan untuk perjuangan Orang Rimba

4 Sistem kelola adat Sejak lama Komunitas Orang Rimba telah memiliki sistem kelola wilayah hidup mereka, sistem kelola adat dengan jiwa konservasi tradisional Namun lagi-lagi hanya sebatas peraturan tutur/lisan, belum didokumentasikan secara baik dalam tulisan dan peta partisipatif

5 Rekomendasi Pemetaan yang telah di lakukan di wilayah Makekal Hulu harus segera diperluas hingga mencakupi seluruh wilayah Orang Rimba. Selain itu pendokumentasian hukum adat Orang Rimba juga harus segera dilaksanakan Hal ini untuk menunjang perjuangan Orang Rimba kedepan

6 Beberapa Pilihan Sikap 1.Tetap Taman Nasional dan tetap menggunakan sistem zonasi dari RPTNBD 2.Tetap Taman Nasional tetapi mengganti sistem zonasi dengan sistem kelola adat dengan menambah dokumen-dokumen penguat lainnya 3.Menolak status Taman Nasional dan menggantinya.

7 Dokumen Penguat Menuntut diadakannya perjanjian sistem kelola adat dengan Balai TNBD Menuntut dibuatnya PP atau PERDA yang mengamanatkan hukum adat Orang Rimba diberlakukan di TNBD

8 Landasan Dokumen Penguat UU No 41 Tentang Kehutanan Undang-Undang Pengakuan Masyarakat Adat PERDA Perlindungan Masyarakat Adat Hukum Adat Orang Rimba UNDRIP - PBB

9 Jaringan Perjuangan Orang Rimba Jaringan di dalam: Pertemuan seluruh Orang Rimba Delegasi perwakilan seluruh rombong Menuju Kongres/ Mubes Komunitas Orang Rimba

10 Jaringan Di luar 1.Sokola 2.Cappa 3.Setara 4.PH 5.PBHI 6.Agra 7.ANBTI 8.Pusako 9.Miserior 1.Kopsat 2.Warsi 3.Walhi Jambi 4.Walhi Nasional 5.Sawit Watch 6.JKPP 7.KPSHK 8.GEF-SGP 9.TDH Jerman 10.PESAD (Peduli Suku Anak Dalam)

11 Catatan Penting Tentang Jaringan Menjaga hubungan komunikasi sesama Orang Rimba dan antara Orang Rimba dengan lembaga-lembaga yang mendukungnya  belum di lakukan untuk konsolidasi internal OR dalam membangun kekuatan bersama. Memperluas jaringan yang telah ada dengan menggalang dukungan dari berbagai pihak untuk perjuangan Orang Rimba. Nasional – International cek list daftar nama potensial jarngan.

12 Strategi Pilihan 1. Advokasi Tentang Perubahan Status TNBD dan Perlindungan Orang Rimba melalui Perda khusus Orang Tetap mempertahankan status Taman Nasional tetapi mengganti sistem zonasi dengan sistem kelola adat dengan menambah dokumen-dokumen penguat lainnya – Tahapan Kegiatannya: PERUBAHAN STATUS TNBD:  PH, KMB, Sokola, Cappa, …  walhi akan mengatur dengan menteri, DPR RI, DPD RI di Jakarta. Melakukan komunikasi dengan TNBD  tentang perkembangan respon orang rimba atas revisi RPTNBD. Menuliskan Draft sistem kelola adat berbasis tata ruang tradisional sebagai pengganti sistem zonasi yang di rancang TNBD. Hearing dengan Menteri Kehutanan (Dirjend PHKA), Komisi IV, DPD RI. Konferensi Perss USULAN INISIATIF PERDA ORANG RIMBA: Cappa, Sokola-KMB, FMN, Membuat draft kertas kerja inisiatif Perda Orang Rimba Hearing dengan Gubernur Jambi dan DPRD Jambi. Konferensi Perss.

13 Kampanye Orang Rimba Kampanye Publik: Sokola, KMB, Cappa, Setara, – Tahapan kegiatannya: Membuat Pusat Informasi Orang Rimba melalui webside Buat surat 2 mingguan kepada publik dan jaringan : SUARA ORANG RIMBA – sudah aktif mau di aktifkan? JONGOKO Buat film visual ke situs youtube maksimal 2 – 3 – 5 menit – Suara Orang Rimba untuk Agenda DURBAN di Afrika Barat tanggal 28 nov s/d 9 Desember Konsolidasi situs web orang rimba ke jaringan NGO nasional dan Internasional.

14 2. Menuju Mubes Orang Rimba Tahapan Kegiatan: KMB, Sokola, Orang Rimba yang pendukung minta di undang kalau rapat panitia. Konsolidasi Internal orang rimba masing2 rombong untuk memandatkan delegasi dan agenda rombong ke mubes. – Catatan: ada banyak Rombong Orang Rimba yang telah di dampingi oleh LSM – setiap LSM yang mendampingi rombong ini berbeda visi dan misinya dalam mendampingi orang rimba. LSM ini harus merefleksikan ulang tentang posisinya dalam mendampingi Orang Rimba.  WARSI memegang di wilayah dampingan semua di TNBD kecuali Makekal Hulu. Mubes  seminar nasional, apa yang diperlukan – MUBES.  di bahas kemudian dalam kepanitiaan. ( waktu tentatif tahun )

15 Ekonomi Alternatif Orang Rimba Ekonomi Aternatif SDA: Orang Rimba, KMB, Cappa, Sokola, PH. – Kegiatannya: Membuat Kelembagaan Ekonomi (Koperasi Orang Rimba) Pelatihan kader muda orang rimba untuk menangani hasil produksi kebun, hutan, ladang orang rimba. Mwmbuat jaringan pasar yang adil Memproduksi madu dengan kemasan berkualitas. Invetsrisasi dan Revitalisasi Hukum – Kegiatannya: Dokumentasi hukum adat Pendidikan dan pelatihan kaum muda soal hukum adat Pengembangan SDM Orang Rimba – Kesehatan Keluarga – Wirausaha orang rimba (ujicoba: Memproduksi madu dengan kemasan berkualitas) – Pengoragnisasian masyarakat rimba – melalui pemetaan, sketsa wilayah, dan ekonomi kerakyatan

16 Kapan dan Siapa Yang Melakukan? 1.Apa yang mungkin dilakukan dalam jangka pendek bersama? 2.Siapa saja yang terlibat: -Orang Rimba, Cappa : Priyan, KMB : Pengendum, Sokola: Fawaz, PH : Dani -Setara : Adi, FMN : Bahara, AGRA : Arief 3.Tugas dan peran 4.Tindak Lanjut dalam waktu dekat: hasil lokakarya didistribusi, buat film kampanye ke DURBAN (KMB – Sokola), Web site (Cappa),


Download ppt "Advokasi Orang Rimba Kelompok A. Tema Diskusi Kritik Atas RPTNBD Mempertanyakan Status Taman Nasional Memperkuat jaringan pendukung perjuangan Orang Rimba."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google