Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Produk serealia dan kacang-kacangan (kedelai) sebagai pangan fungsional Fransiska Rungkat Zakaria Materi 9.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Produk serealia dan kacang-kacangan (kedelai) sebagai pangan fungsional Fransiska Rungkat Zakaria Materi 9."— Transcript presentasi:

1

2 Produk serealia dan kacang-kacangan (kedelai) sebagai pangan fungsional Fransiska Rungkat Zakaria Materi 9

3 Body needs both omega 3 and 6 Linoleic linolenic

4

5 Rendahnya insiden kanker prostat di Asia, diduga karena tingginya konsumsi kedelai dan teh. Rendahnya insiden kanker prostat di Asia, diduga karena tingginya konsumsi kedelai dan teh. Studi epidemiologi, in vitro dan in vivo dg hewan percobaan membuktikan bahwa kedelai dan teh memiliki sifat antikarsinogenik. Studi epidemiologi, in vitro dan in vivo dg hewan percobaan membuktikan bahwa kedelai dan teh memiliki sifat antikarsinogenik. Komponen bioaktif yg diduga berperan dalam menghambat kanker adalah isoflavon (daidzein dan genestein) dalam kedelai dan katekin (EGCG, EGC, EC, ECG) dalam teh. Komponen bioaktif yg diduga berperan dalam menghambat kanker adalah isoflavon (daidzein dan genestein) dalam kedelai dan katekin (EGCG, EGC, EC, ECG) dalam teh.

6 Animal /human study : tempe decrease total cholesterol, LDL, lipid –peroksides; increase HDL

7 Soy protein will also cause  decrease LDL & increase isoflavon  soy isoflavon can be given in many form/preparation

8 ISOFLAVON KEDELAI MERUPAKAN ZAT BIO AKTIF MERUPAKAN ZAT BIO AKTIF BENTUKNYA : GLUKOSIDA (daidzin, Genistin, Glisitin): AGLIKON (daidzein, Genistein, Glisitein) BENTUKNYA : GLUKOSIDA (daidzin, Genistin, Glisitin): AGLIKON (daidzein, Genistein, Glisitein) STRUKTUR : MIRIP ESTROGEN ====  PHYTOESTROGEN STRUKTUR : MIRIP ESTROGEN ====  PHYTOESTROGEN SIFATNYA : SIFATNYA : DPT BINDING DNG RESEPTOR ESTROGEN (Replacement) ( Morito et al, 2001 ) DPT BINDING DNG RESEPTOR ESTROGEN (Replacement) ( Morito et al, 2001 ) AKTIVITAS = 1/1000 – 1/ ESTRADIOL ( Vernace-Inserra, 2000) AKTIVITAS = 1/1000 – 1/ ESTRADIOL ( Vernace-Inserra, 2000) ANTI OKSIDANT ( Pratt dan Birac, 1979 ) ANTI OKSIDANT ( Pratt dan Birac, 1979 ) MENGHAMBAT METABOLISME AS. ARACHIDONAT, PROSTAGLANDIN ( Loggia et al., 1986 ) MENGHAMBAT METABOLISME AS. ARACHIDONAT, PROSTAGLANDIN ( Loggia et al., 1986 ) ANTI CHOLESTEROL ( Anthony et al., 1998 ; Cutson dan Meuleman, 2000, Purwanto dan Utami, 2001 ) ANTI CHOLESTEROL ( Anthony et al., 1998 ; Cutson dan Meuleman, 2000, Purwanto dan Utami, 2001 ) MEMBLOKIR ENZYM TIROSINKINASE ( Messina, 1994; Lamastimere et al., 1996; Hendrich et al., 1996 ) MEMBLOKIR ENZYM TIROSINKINASE ( Messina, 1994; Lamastimere et al., 1996; Hendrich et al., 1996 ) MENGHAMBAT PROLIFERASI SEL KANKER ( Fujiki et al.,1986 ) MENGHAMBAT PROLIFERASI SEL KANKER ( Fujiki et al.,1986 )

9 Estrogen diproduksi: ovarium, adrenal, plasenta Masa reproduksi:  Prod. estrogen: pg/ml  Berat ovarium gr  Juml folikle bh prod estrogen prod FSH prod LH Masa Menopause:  Prod. Estrogen pg/ml  Berat ovarium 4 gr  Jumlh folikle bbrp ribuestrogen, FSH, LH - FSH >> LH krn LH lbh cepat dikeluarkan dr. darah half life LH < 30 menit FSH 4 jam

10 PERMASALAHAN MENOPAUSE Sindrome Menopause : hot flushes, Night sweat, mood swing, dryness vagina, atropi vagina Imsomnia,depresi, daya ingat menurun fatigue, penurunan libido, dyspareunia, disuria  Kejadian Hot Flushes: 70-80% di neg. EROPA 60% di Amerika 57% di Malaysia 18% di China 10% di Jepang Penyakit degeneratif : Osteoporosis, Atherosclerosis, Penyakit Jantung koroner (PJK), Keganasan: Ca Cervik, Ca Mamae, Ca Endometrium

11 PATO-FISIOLOGIS MENOPAUSE A.MEKANISME HORMONAL DEFISIENSI ESTROGEN SINDROME MENOPAUSE SINDROME MENOPAUSE PENYAKIT DEGENERATIF PENYAKIT DEGENERATIF KEGANASAN KEGANASAN

12 The dose-dependent inhibition of cell number for human prostate cancer cells in vitro by soy isoflavones or soy phytochemical concentrate Genestein dan daidzein secara nyata menghambat pertumbuhan sel kanker prostat Genestein dan daidzein secara nyata menghambat pertumbuhan sel kanker prostat Kemampuan genestein menghambat sel kanker lebih tinggi dibanding daidzein Kemampuan genestein menghambat sel kanker lebih tinggi dibanding daidzein SPC mampu menghambat pertumbuhan ke 3 sel kanker prostat SPC mampu menghambat pertumbuhan ke 3 sel kanker prostat

13 Effects of genistein and soy phytochemical concentrate (SPC) on endothelial cell proliferation in vitro Genestein dan SPC menghambat proliferasi sel endothelial Genestein dan SPC menghambat proliferasi sel endothelial Penghambatan prolife-rasi sel endothelial merupakan cara anti-angiogenik dalam menghambat tumor growth dan metastasis Penghambatan prolife-rasi sel endothelial merupakan cara anti-angiogenik dalam menghambat tumor growth dan metastasis Isoflavon kedelai menghambat produksi faktor angiogenik spt VEGF dan IGF (Levy at al., 1996) Isoflavon kedelai menghambat produksi faktor angiogenik spt VEGF dan IGF (Levy at al., 1996)

14 Effects of dietary treatment on the growth of LNCaP tumors in SCID mice Pertumbuhan (Volume) tumor dapat dihambat secara nyata dengan penambahan SPC Pertumbuhan (Volume) tumor dapat dihambat secara nyata dengan penambahan SPC SPI (Soy protein isolate) sebagai sumber protein tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan tumor SPI (Soy protein isolate) sebagai sumber protein tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan tumor

15 Effects of soy products on tumor volume and immunohistochemical evaluation of prostate tumor biomarkers Fitokimia kedelai meningkatkan kecepatan apoptosis sel tumor prostat Fitokimia kedelai meningkatkan kecepatan apoptosis sel tumor prostat Fitokimia kedelai menghambat proliferasi sel tumor prostat Fitokimia kedelai menghambat proliferasi sel tumor prostat Fitokimia kedelai Fitokimia kedelai mampu mereduksi densitas microvessel (berhubungan dg angiogenesis) Fitokimia kedelai Fitokimia kedelai mampu mereduksi densitas microvessel (berhubungan dg angiogenesis)

16 Effects of soy phytochemicals and tea combinations on final tumor weight (A) and serum prostate-specific antigen levels (B) Dibandingkan kontrol, semua perlakuan secara nyata menu-runkan berat tumor akhir dan konsentrasi PSA, kecuali perlakuan teh hijau Dibandingkan kontrol, semua perlakuan secara nyata menu-runkan berat tumor akhir dan konsentrasi PSA, kecuali perlakuan teh hijau PSA adalah marker yg disekresi sel LNCaP dan merefleksikan ukuran tumor PSA adalah marker yg disekresi sel LNCaP dan merefleksikan ukuran tumor Kombinasi SPC/teh bersifat sinergis Kombinasi SPC/teh bersifat sinergis

17 Effects of soy phytochemicals and tea combinations on tumor proliferation (A) and microvessel density (B) Dibandingkan kontrol, semua perlakuan secara nyata meng- hambat proliferasi sel tumor dan mereduksi MVD Dibandingkan kontrol, semua perlakuan secara nyata meng- hambat proliferasi sel tumor dan mereduksi MVD Tidak terjadi efek sinergisme kom- binasi SPC/teh Tidak terjadi efek sinergisme kom- binasi SPC/teh

18 KESIMPULAN Fitokimia kedelai secara nyata mengham- bat pertumbuhan tumor prostat baik seca- ra in vitro maupun in vivo. Fitokimia kedelai secara nyata mengham- bat pertumbuhan tumor prostat baik seca- ra in vitro maupun in vivo. Kombinasi fitokimia kedelai dan teh ber- sifat sinergis dalam menghambat kece- patan tumorigenesis dan mereduksi berat tumor akhir. Kombinasi fitokimia kedelai dan teh ber- sifat sinergis dalam menghambat kece- patan tumorigenesis dan mereduksi berat tumor akhir.

19 EVALUASI AKTIVITAS IMUNOMODULATOR, ANTI ATEROSKLEROSIS DAN INDEX GLISEMIK SEREALIA LOKAL NON-BERAS MENGAPA PERLU?

20 Indonesia → ancaman krisis pangan Prediksi penduduk 400 juta, kebutuhan beras diperkirakan ±36 juta ton. Produksi beras nasional sekarang 25 juta ton - 29 juta ton Pola makan yg kurang ideal → tingginya konsumsi beras sebagai sumber kalori → resiko kesehatan dan ketahanan pangan. Program Diversifikasi pangan (1972) → belum menghasilkan perubahan pola makan yang diharapkan. Konsep serealia non beras → sumber karbohidrat Pengelolaan serealia langkah strategis

21 Dikomersialisasikan secara besar- besaran di dunia. Berperan sebagai : Imunomodulator Anti aterosklerosis Sebagai makanan langsung atau raw material untuk produk lain CONTOH SEREALIA NON BERA Salah satu Komponen serat dan antioksidan serealia yang banyak dipublikasikan → ”oatmeal”

22 Deskripsi konsumen : (+) Produk secara keseluruhan menyenangkan & memiliki efek baik bagi kesehatan (-) Harga cukup mahal..... Sumber : Calorie Breakdown

23 Serealia (sorgum, millet & ketan) → komoditi potensial ↓ Sumber karbohidrat Antioxidan Senyawa bioaktif Serat yang penting bagi kesehatan Extrak berbagai jenis sorgum → menghambat pertumbuhan sel kanker payudara & kanker kolon serta memiliki index glisemik ideal bagi penderita diabetes ( - ) Masih kurangnya data manfaat kesehatan serealia Indonesia → konsumsinya belum dapat dipromosikan secara intensif.

24 Penelitian pengolahan serelia lokal dan manfaat kesehatan serealia NON- beras mendorong peningkatan konsumsi, produksi dan budidaya serealia lain seperti sorgum (Sorghum bicolor L), millet (Pennisetum millet) dan ketan hitam (Oryza sativa glutinosa)

25 Penelitian : varietas UPCA-S1 → banyak digunakan dibeberapa daerah penghasil Sorgum Indonesia. Varietas lebih mudah dibiakkan & memiliki potensi hasil yang tinggi (Suprapto & Mudjisihono, 1987). Sorgum (Sorghum bicolor L) → serealia potensial pd daerah-daerah marginal dan kering di Indonesia Memiliki daya adaptasi agroekologi luas Tahan terhadap kekeringan Produksi tinggi, Input rendah Tahan hama dan penyakit dibading tanaman pangan lain

26 Sumber antosianin & senyawa fenol yang tinggi → bersifat antioxidan, melindungi kolesterol darah dari serangan oxidasi radikal bebas. Ketan hitam (Oryza sativa glutinosa)

27 Jewawut atau millet (Pennisetum millet) Jewawut → Aktivitas antioksidan → potensi sebagai pangan fungsional. Sebagai bahan obat, juwawut dapat dipakai sebagai diuretic, astringent, digunakan untuk mengobati rematik.

28

29

30 Figure 2.Overview of wet corn milling process.

31

32 Corn, yellow, cooked In-depth nutrient analysis: Corn, yellow, cooked (Note: "--" indicates data is unavailable)unavailable amount1.00 cup total weight g Basic Components nutrientamount%DV calories calories from fat18.90 calories from saturated fat2.90 protein5.44 g10.88 carbohydrates41.18 g13.73 dietary fiber4.60 g18.40 soluble fiber0.18 g insoluble fiber4.42 g sugar - total4.26 g monosaccharides1.32 g disaccharides2.78 g other carbs32.32 g

33 fat - total2.10 g3.23 saturated fat0.32 g1.60 mono fat0.62 g2.58 poly fat0.98 g4.08 trans fatty acids0.00 g cholesterol0.00 mg0.00 water g ash1.18 g Basic Components amount%DV

34 Vitamins nutrientamount%DV vitamin A IU IU7.12 vitamin A RE36.08 RE A - carotenoid36.08 RE0.48 A - retinol0.00 RE A - beta carotene mcg thiamin - B10.36 mg24.00 riboflavin - B20.12 mg7.06 niacin - B32.64 mg13.20 niacin equiv3.26 mg vitamin B60.10 mg5.00 vitamin B mcg0.00 biotin-- mcg-- vitamin C10.16 mg16.93 vitamin D IU0.00 IU0.00 vitamin D mcg0.00 mcg vitamin E alpha equiv0.14 mg0.70 vitamin E IU0.22 IU vitamin E mg0.80 mg folate76.10 mcg19.02 vitamin K0.66 mcg0.83 pantothenic acid1.44 mg14.40

35 Minerals nutrientamount%DV boron-- mcg calcium3.28 mg0.33 chloride-- mg chromium-- mcg-- copper0.08 mg4.00 fluoride-- mg-- iodine-- mcg-- iron1.00 mg5.56 magnesium52.48 mg13.12 manganese0.32 mg16.00 molybdenum-- mcg-- phosphorus mg16.89 potassium mg selenium1.32 mcg1.89 sodium27.88 mg zinc0.78 mg5.20

36 Saturated Fats nutrientamount%DV 4:0 butyric0.00 g 6:0 caproic0.00 g 8:0 caprylic0.00 g 10:0 capric0.00 g 12:0 lauric0.00 g 14:0 myristic0.00 g 15:0 pentadecanoic0.00 g 16:0 palmitic0.30 g 17:0 margaric0.00 g 18:0 stearic0.02 g 20:0 arachidic0.00 g 22:0 behenate0.00 g 24:0 lignoceric0.00 g

37 Mono Fats nutrientamount%DV 14:1 myristol0.00 g 15:1 pentadecenoic0.00 g 16:1 palmitol0.00 g 17:1 heptadecenoic0.00 g 18:1 oleic0.62 g 20:1 eicosen0.00 g 22:1 erucic0.00 g 24:1 nervonic0.00 g

38 Poly Fats nutrientamount%DV 18:2 linoleic0.96 g 18:3 linolenic0.02 g 18:4 stearidon0.00 g 20:3 eicosatrienoic0.00 g 20:4 arachidon0.00 g 20:5 EPA0.00 g 22:5 DPA0.00 g 22:6 DHA0.00 g Other Fats nutrientamount%DV omega 3 fatty acids0.02 g0.83 omega 6 fatty acids0.96 g

39 Amino Acids nutrientamount%DV alanine0.48 g arginine0.22 g aspartate0.40 g cystine0.04 g9.76 glutamate1.06 g glycine0.22 g histidine0.14 g10.85 isoleucine0.22 g19.13 leucine0.58 g22.92 lysine0.22 g9.36 methionine0.12 g16.22 phenylalanine0.24 g20.17 proline0.48 g serine0.26 g threonine0.22 g17.74 tryptophan0.04 g12.50 tyrosine0.20 g20.62 valine0.30 g20.41

40 1.Mendapatkan data dan informasi ilmiah mengenai khasiat sumber karbohidrat serealia: aktivitas imunomodulator, antiarterosklerosis dan index glisemik pada tikus percobaan untuk dijadikan dasar untuk percobaan pada manusia. 2. Menghubungkan tahap hulu dan hilir : sehingga tercipta jalur budidaya di lahan, pengolahan sampai manfaat terhadap kesehatan konsumen Penelitian

41 Diperoleh informasi ilmiah mengenai khasiat sehingga dapat digunakan sebagai bahan untuk mempromosikan konsumsi serealia sumber karbohidrat sebagai pengganti beras. Konsumsi beras dapat diturunkan tetapi tidak menganggu konsumsi kalori Memperbaiki atau meningkatkan kesehatan konsumen Menyiapkan bahan baku untuk implementasi program diversifikasi pangan, khususnya diversifikasi karbohidrat Meningkatkan kegiatan budidaya serealia lain selain beras Mempertahankan keragaman hayati serealia tropikal di Indonesia Menghubungkan tahap hulu pada budidaya pertanian sampai ketahap kesehatan dalam tubuh manusia

42

43


Download ppt "Produk serealia dan kacang-kacangan (kedelai) sebagai pangan fungsional Fransiska Rungkat Zakaria Materi 9."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google