Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Disampaikan pada pertemuan Pendampingan Penyusunan KTI Jakarta, 6-7 Maret 2014 Sonny Koeshedrajana, PhD Peneliti Utama Bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Disampaikan pada pertemuan Pendampingan Penyusunan KTI Jakarta, 6-7 Maret 2014 Sonny Koeshedrajana, PhD Peneliti Utama Bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan."— Transcript presentasi:

1 Disampaikan pada pertemuan Pendampingan Penyusunan KTI Jakarta, 6-7 Maret 2014 Sonny Koeshedrajana, PhD Peneliti Utama Bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Periakan PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

2 ALUR PRESENTASI  Pengertian Karya Tulis Ilmiah – Metode Ilmiah  Klasifikasi Tulisan Penulisan Karya Tulis  Sistematika  Mengapa ‘Perlu Penulisan KTI’ ?  Mengapa Perlu Publikasi  Indikator Akreditasi (Penentu Kualitas) Jurnal  Standar Penilaian Akreditasi Jurnal  Indikator Penilai naskah/artikel Jurnal  Beberapa Indikator yang digunakan untuk mengevaluasi ‘Naskah atau Artikel Jurnal’  Kesalahan yang Biasa Dilakukan Penulis  Permasalahan yang Dihadapi Pengelola Jurnal  Keluhan Penulis  Hal yang Perlu Diketahui & Dipahami Penulisan Naskah/Artikel Jurnal:  Contoh Kesalahan yang sering muncul  Penutup

3 Pengertian Karya Tulis Ilmiah – Metode Ilmiah  Jenis Karya Ilmiah, a.l. berupa: skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian (research report), artikel untuk dimuat di majalah ilmiah, jurnal atau makalah  Karya Tulis Ilmiah : karya tulis yang penyusunan dan penyajiannya berdasarkan pada suatu kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah  Karya Ilmiah disusun dengan menggunakan metode ilmiah, yaitu cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan tentang suatu kebenaran.  Kriteria Metode Ilmiah:  Berdasarkan fakta (bukan kira-kira, khayalan, legenda)  Bebas dari prasangka (tidak subyektif)  Menggunakan prinsip-prinsip analisis (kausalitas & pemecahan masalah berdasarkan analisis yang logis)  Menggunakan hipotesis (sebagai pemandu jalan pikiran menuju pencapaian tujuan)  Menggunakan ukuran obyektif (bukan berdasarkan perasaan)  Menggunakan teknik kuantifikasi (nominal, rangking, rating)  Metode Ilmiah Mempunyai karakteristik:  Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah.  Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah; dalam hal penarikan kesimpulan, dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia (evidance)  Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.  Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.  Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta-fakta di lapangan.

4 Klasifikasi Tulisan Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan: Karya Tulis atau Makalah Deduktif adalah karya tulis / makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoritis (pustaka) yang relevan dengan masalah yang dibahas. Karya Tulis atau Makalah Induktif adalah karya tulis / makalah yang disusun berdasarkan data empiris yang diperoleh dari lapangan yang relevan dengan masalah yang dibahas. Karya Tulis atau Makalah Deduktif-Induktif (Campuran) adalah karya tulis / makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoretis digabungkan dengan data empiris yang relevan dengan masalah yang dibahas.

5 Sistematika Penulisan Karya Tulis  IMRD ( Introduction – Methods – Results – Discussions ) - Jurnal atau Majalah Ilmiah Berkala (Publikasi Ilmiah) - Text Book - Buletin/Warta (Semi Populer)  Non-IMRD - Artikel-2 Populer - Laporan-2 kegiatan  Orientasi pada tujuan  Karya Tulis Ilmiah merupakan indikator utama kompetensi sebagai PENELITI

6 MENGAPA PERLU PUBLIKASI ?  Pengetahuan (Body of Science) - Menambah pengetahuan - Mengkomunikasikan ‘ide’ atau ‘temuan’  Keuntungan Sendiri (Self Worth) - Merasa nyaman (feel good) - Promosi (promotion) - Membuat jejaring (networking) - Untuk mendapatkan pengakuan (recognition)  Institusi (Institution) - Mempromosikan institusi  Pencerahan/Kejelasan (Clarity) - Memperkenalkan suatu ‘hasil pemikiran’ (argument) - Mengungkapkan suatu ‘fakta’ (evidence)  Untuk mendapatkan respon-balik (Feedback)

7 Indikator Akreditasi (Penentu Kualitas) Jurnal:  Spesifik atau tidaknya jurnal tersebut  Status sebagai rujukan  Konsistensi (format, jumlah halaman, frekwensi penerbitan)  Regularitas penerbitan  Ada tidaknya ‘peer referees’ (Mitra Bestari)  Kualifikasi dewan redaksi  Sumber naskah  Penerbit (organisasi pengelola)

8 Indikator yang digunakan untuk penentu ‘Kualitas’ (Akreditasi) Jurnal:  Nama (5)  Kelembagaan Penerbit (13)  Penyunting & Dewan Redaksi (12)  Kemantapan Penampilan (9)  Gaya Penulisan (11)  Substansi (28)  Status Ke-berkala-an (10)  Tiras (5)  Lain-lain (7)

9 Standar Penilaian Akreditasi  < 60: Tidak Ter-Akreditasi  60-69: Ter-Akreditasi Cukup (C)  70-79: Ter-Akreditasi Baik (B)  : Ter-Akreditasi Sangat Baik (A) Sejak tahun 2012: Ter akreditasi atau tidak di lingkup Balitbang-KKP ada 13 Jurnal terakreditasi

10 Beberapa Indikator yang digunakan untuk mengevaluasi ‘Naskah atau Artikel Karya Tulis Ilmiah/Jurnal’:  Relevansi topik  Keterkaitan judul, pendahuluan, tujuan, metodologi, hasil, pembahasan dan kesimpulan  Pendahuluan (latar belakang, hasil riset terdahulu, permasalahan dan tujuan)  Metodologi (kesesuaian metodologi yang digunakan)  Hasil dan Pembahasan (kesesuaian hasil/pembahasan dengan permasalahan yang diangkat, tujuan serta metodologi yang digunakan)  Kesimpulan (kesesuaian isi kesimpulan dengan tujuan yang dikemukakan)  Referensi yang digunakan (relevansi, kemutakhiran dan jumlah)  Cukup tidaknya ’evidence’ yang mendukung kesimpulan  Sistematika penulisan  ’Novelties’

11 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Penulis  Format penulisan  Kurang terlihat adanya keterkaitan antara pendahuluan, metoda, hasil dan kesimpulan  Sistematika penulisan (deduksi – induksi)  Ketidak jelasan isu atau pernyataan permasalahan (problem statement) apa yang ingin disampaikan oleh penulis  Cakupan Metodologi  Data empiris pendukung hasil dan pembahasan (evidence)  Referensi yang digunakan dan kelengkapannya (Sitasi ~ Daftar Pustaka)

12 Permasalahan yang Dihadapi Pengelola Jurnal  Penulis kurang/tidak mengikuti petunjuk penulisan jurnal  Keterlambatan proses evaluasi  Keterlambatan respon penulis  Jumlah naskah yang masuk  Waktu pengelolaan (proses pengelolaan naskah masuk – siap terbit tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan)

13 Keluhan Penulis  Aturan penulisan terlalu kaku  Dewan Redaksi tidak memahami naskah yang ditulisnya  Kurang ada komunikasi antara Penulis dengan Dewan Redaksi

14 Hal yang Perlu Diketahui & Dipahami Penulisan Naskah/Artikel Jurnal Hasil Penelitian:  Judul - Apakah judul mencerminkan isi dari artikel - Apakah judul mempunyai kemampuan untuk menarik perhatian (news value ~ informasi terbaru tentang suatu topik penting atau yang sedang hangat) - Singkat dan jelas (maksimum 15 suku kata)  Abstrak (Intisari artikel) - Ruang lingkup penelitian (arti penting dan tujuan penelitian) - Uraian prosedur penelitian (metodologi) - Rangkuman hasil pokok penelitian - Evaluasi (kesimpulan dan saran) hasil penelitian Intisari dari tulisan mencakup permasalahan, tujuan, metodologi, hasil utama dan implikasinya

15  Kata kunci (key words) - Apakah kata kunci mencerminkan judul - Mengacu pada standar tertentu  Pendahuluan (Introduction) - Mengapa kegiatan/topik tersebut penting - Apa saja yang sudah diteliti terkait dengan topik kajian (tinjauan hasil studi sebelumnya) - Apa yang masih menjadi masalah (identifikasi kekosongan dan menetapkan topik kajian) - Apa tujuan kegiatan tersebut (pertanyaan kegiatan penelitian) - Uraian pernyataan permasalahan

16  Metodologi (Methods) - Pendekatan dan kerangka kerja pelaksanaan penelitian - Bahan (data dan informasi) yang digunakan - Metoda/prosedur penelitian dan analisis yang digunakan (data dan informasi apa yang diambil, dari mana dan bagaimana cara pengambilannya) - Uraian tentang tahapan/langkah-langkah bagaimana penyajian hasil kegiatan serta analisis dilakukan untuk menjawab atau menyelesaikan kegiatan/masalah  Hasil-hasil Penelitian (Results) - Apa hasil-hasil kegiatan yang diperoleh - Bagaimana keterkaitan hasil yang diperoleh dengan informasi yang sudah ada - Sistematika penulisan

17 Pembahasan dan Kesimpulan ( Discussion and Conclussion )  Bagaimana inti bahasan yang dilakukan sesuai hasil yang diperoleh  Bagaimana perbandingan hasil yang diperoleh dengan hasil yang telah diperoleh dari penelitian sejenis terdahulu  Apa ada peluang penyempurnaan kegiatan penelitian pada tahap selanjutnya yang perlu dilakukan  Apa kesimpulan dari kegiatan tersebut  Apa saran/rekomendasi dan implikasi kebijakan

18  Keseluruhan - Apakah keterkaitan judul, permasalahan, tujuan, metoda yang digunakan, hasil dan pembahasan serta kesimpulan dan rekomendasi yang dinyatakan terlihat dengan jelas - Bagaimana sistematika penulisan artikel tersebut (terstruktur dengan baik, kurang terstruktur atau tidak terstruktur)  Daftar Pusataka - Apakah daftar pustaka yang digunakan sesuai dengan sitasinya - Apakah daftar pustaka yang digunakan mencukupi - Apakah digunakan daftar pustaka primer - Apakah digunakan daftar pustaka yang mutakhir

19 Kalimat dalam tulisan tidak berdiri sendiri, melainkan kait-mengait dengan kalimat lain guna membentuk paragraf Paragraf merupakan satuan kecil sebuah karya tulis yang membangun satuan pikiran sebagai bagian dari pesan yang disampaikan oleh penulis dalam karya tulisnya. Dapat dikatakan bahwa menulis karya tulis yang baik sesungguhnya pekerjaan menulis dan merangkai paragraf dengan baik. Karya tulis tidak didasarkan pada isi materi yang disajikan saja; tetapi juga pada tampilan atau wujud fisik karya tulis tersebut. Tampilan fisik dapat dinilai dari format, tata cara dan bentuk penyajian, kerapian dan kesesuaian penyajian dengan tata aturan penulisan ilmiah yang berlaku. Terdapat beberapa variasi dalam wujud fisik penyajian karya tulis ilmiah, namun pada prinsipnya tidak jauh berbeda. Yang penting adalah konsistensi terhadap aturan yang dipakai. Membuat karya tulis harus menyesuaikan dengan pedoman penulisan yang telah ditetapkan

20 Kutipan atau Sitasi  Dalam penulisan karya ilmiah seringkali dipergunakan kutipan-kutipan atau sitasi untuk memperjelas dan menegaskan isi uraian,atau untuk membuktikan apa yang dituliskan.  Kutipan merupakan pinjaman kalimat atau pendapat dari orang lain. Cukup banyak hal-hal penting dan yang sudah ditulis dalam buku-buku.  Penulis dapat mengutip pendapat tersebut,dengan syarat harus menyebutkan darimana dan dimana pendapat itu diambil  Kutipan lengkap artinya, teks asli dikutip secara lengkap kata dan kalimatnya; sedangkan kutipan isi, hanya inti sari pendapat yang dikutip.  Kutipan lengkap harus ditulis dalam tanda kutip.  Kutipan jangan terlalu panjang, hendaknya diambil yang benar-benar perlu saja untuk memperjelas atau mendukung baik yang sejalan maupun yang bertentangan dengan argumen atau gagasan yang ingin disampaikan.  Kutipan lengkap yang panjangnya tidak lebih dari empat baris dapat langsung dimasukkan dalam teks dengan diapit oleh tanda kutip.  Sedangkan untuk kutipan isi, tidak perlu diberi tanda kutip. Pada akhir kutipan diberi nomor urut penunjukkan (hal ini dilakukan bila penjelasan kutipan menggunakan catatan kaki) atau dengan menggunakan metoda Harvard (cara ini biasa digunakan oleh penulis, yaitu dengam mencantumkan nama dan tahun terbitan acuan, mis (Udin, 2013; Udin & Ipul, 2012; Udin et al., 2010)

21 Daftar Pustaka atau Bibliografi  Daftar kepustakaan ( bibliography) harus dapat memberikan informasi secara lengkap mengenai nama penulis, judul kepustakaan,keterangan penerbit, dan waktu penerbitan.  Secara umum cara penulisan daftar kepustakaan adalah sebagai berikut: Nama penulis (acuan) disusun menurut abjad, umumnya tidak perlu memberikan nomor urut. Tahun penerbitan acuan Judul acuan, Keterangan penerbit  Contoh Penulisan Daftar Pustaka Buku: Coleman, J.S Dasar-dasar Teori Sosial (Terjemahan, cetakan ke-IV). Penerbit Nusa Media. Bandung. 939 hal Bagian dari buku Huda, H.M., R.A. Wijaya & S. Koeshendrajana Dinamika Perkembangan Sosial Ekonomi Usaha Rumah Tangga Petambak Garam. In Koeshendrajana (eds.), PANELKANAS: Dinamika Perkembangan Usaha, Pendapatan dan Konsumsi Rumah Tangga. Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Jakarta

22 Jurnal Garces, L.R., M.D. Pido, R.S. Pomeroy, S. Koeshendrajana, B.I. Prisantoso, N.A. Fatan, D. Adhuri, T. Raiful, S. Rizal, A. Tewfik, & M. M. Dey Rapid assessment of community needs and fisheries status in tsunami-affected communities in Aceh Province, Indonesia. Ocean & Coastal Management 53: 69–79. Prosiding Koeshendrajana, S Pembelajaran Survai Monitoring Susut Hasil Perikanan Di Beberapa Tempat Pendaratan Ikan (Perspektif Kerugian Nilai Finansial), In Isnansetyo et al. (eds.), Prosiding Seminar Nasional IX Tahun 2012., hal SE-21: 1-7. Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta. WEB Fulan Daya Saing Produk Perikanan Indonesia. Diakses 29 Februari 2009.http://www.blablabla.com/html

23 Penutup  Penulisan karya tulis ilmiah, makalah dan laporan hasil analisis mengacu pada prinsip IMRD  Fokus substansi ‘tulisan’ di arahkan sesuai atau menjawab‘tujuan’ yang ditetapkan dengan gaya bahasa yang ‘lugas’  Judul Tabel dan Gambar harus mampu memberikan informasi yang lengkap menyangkut isi (apa), kapan dan dimana  Inti substansi (apa yang ingin disampaikan) dapat ditulis pada ‘kalimat awal’ atau ‘kalimat akhir’ pada paragraf  Analisis tidak selalu harus menggunakan rumus yang rumit, dapat saja berupa deskriptif dengan bantuan penyajian teknik tabulasi silang  Ikuti format penulisan yang telah ditentukan oleh institusi

24 Semoga Bermanfaat


Download ppt "Disampaikan pada pertemuan Pendampingan Penyusunan KTI Jakarta, 6-7 Maret 2014 Sonny Koeshedrajana, PhD Peneliti Utama Bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google