Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SEMINAR EKONOMI UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Bandung “PROSPEK PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DALAM MENCIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN” By: HALOMOAN SITANGGANG, SE,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SEMINAR EKONOMI UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Bandung “PROSPEK PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DALAM MENCIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN” By: HALOMOAN SITANGGANG, SE,"— Transcript presentasi:

1 SEMINAR EKONOMI UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Bandung “PROSPEK PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DALAM MENCIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN” By: HALOMOAN SITANGGANG, SE, MM

2 SEJARAH LEMBAGA PEMBIAYAAN  Dimulai sejak tahun 1974, berdasarkan Surat Keputusan Bersama 3 Menteri, yaitu: Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan RI tanggal 7 Februari 1974, tentang “Perizinan Usaha Leasing”.  Tahun 1984 : Perusahaan Leasing berjumlah 48 perusahaan  Tahun 1988 : Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 menjelaskan Pengertian mengenai Lembaga Pembiayaan.

3 PENGERTIAN UMUM Kaitan “Pembiayaan” dalam lingkup yang lebih luas dikenal dengan istilah umum”Perkreditan” dimana pada awal timbulnya kredit berasal dari bahasa Yunani yaitu “CREDERE” yang mempunyai arti “KEPERCAYAAN” Disebut demikian karena pada awalnya kredit ini dilakukan berdasarkan kepercayaan dari pemilik dana pada pihak yang memerlukan dana

4 DASAR HUKUM  Keputusan Presiden No. 61 tahun 1988  Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006

5 DEFINISI LEMBAGA PEMBIAYAAN BERDASARKAN KEPPRES 61/88  Lembaga Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat.  Perusahaan Pembiayaan adalah badan usaha di luar Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank yang Khusus didirikan untuk melakukan kegiatan termasuk dalam bidang usaha Lembaga Pembiayaan

6 DEFINISI DAN BIDANG USAHA PERUSAHAAN PEMBIAYAAN BBBBerdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No.84/PMK.012/2006, tentang Perusahaan Pembiayaan, disebutkan bahwa: “Perusahaan Pembiayaan adalah suatu badan usaha di luar Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank yang khusus didirikan untuk melakukan kegiatan yang termasuk dalam bidang usaha Lembaga Pembiayaan – dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat.” Kegiatan yang termasuk Usaha Lembaga Pembiayaan: - Sewa Guna Usaha (Leasing) - Pembiayaan Konsumen (Consumer Finance) - Anjak Piutang (Factoring) - Usaha Kartu Kredit (Credit Card)

7 RUANG LINGKUP Peraturan Menteri Keuangan no. 84/PMK.012/2006

8 SEWA GUNA USAHA (LEASING) BIDANG USAHA PERUSAHAAN PEMBIAYAAN PPPPengertian Leasing di Indonesia sebagaimana yang didefinisikan dalam ketentuan yang berlaku adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha tanpa dengan hak opsi (Finance Lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (Operating Lease) untuk digunakan oleh Penyewa Guna Usaha (Lessee) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. DDDDisebutkan bahwa Penyewa Guna Usaha (Lessee) adalah perusahaan atau perorangan yang menggunakan barang modal dengan pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan (Lessor).

9 PPPPengadaan barang modal melalui leasing juga dapat dilakukan dengan cara pembelian barang Penyewa Guna Usaha/Lessee oleh Perusahaan Pembiayaan/Lessor yang kemudian disewagunausahakan kembali oleh Penyewa Guna Usaha. Pengadaan dengan cara ini disebut Sales & Lease Back SSSSepanjang perjanjian Sewa Guna Usaha masih berlaku, hak milik atas barang modal obyek transaksi berada pada Perusahaan Pembiayaan. TTTTerdapat beberapa kriteria untuk suatu transaksi Sewa Guna Usaha dapat dikategorikan sebagai transaksi “Finance Lease” (Keputusan Menteri Keuangan No.1169/KMK.01/1991, tanggal 27 November 1991, tentang Kegiatan Sewa Guna Usaha (Leasing).

10 Kelebihan Transaksi Leasing FFFFleksibilitas FFFFee yang Relatif Murah PPPPenghematan pajak TTTTidak terlalu complicated KKKKriteria yang cukup longgar PPPProses Cepat

11 Kelemahan Transaksi Leasing BBBBiaya Bunga Cukup Tinggi KKKKurangnya Perlindungan Hukum PPPProses Eksekusi Leasing Macet yang cukup sulit

12 PEMBIAYAAN KONSUMEN (CONSUMER FINANCE) BIDANG USAHA PERUSAHAAN PEMBIAYAAN PPPPengertian Pembiayaan Konsumen sebagaimana yang didefinisikan dalam ketentuan yang berlaku adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan sistem pembayaran angsuran atau berkala oleh konsumen. DDDDalam kegiatan usaha Pembiayaan Konsumen ini, secara umum Perusahaan Pembiayaan dalam mengelola risiko pembiayaan salah satunya melalui pengaturan Jaminan Fidusia atas barang yang dimiliki konsumen.

13 FFFFidusia adalah suatu pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda (secara khusus telah diterbitkan pengaturan Jaminan Fidusia melalui Undang- undang RI No.42 Tahun 1999). TTTTidak terdapat pengaturan atau kriterian khusus untuk suatu transaksi dapat di kategorikan sebagai Pembiayaan konsumen banyak digunakan untuk membiayai barang modal/barang umum.

14 Lahirnya Pembiayaan Konsumen BBBBank Kurang tertarik untuk menyediakan kredit berukuran kecil. SSSSumber dana formal lainnya kurang fleksibel, contoh pegadaian. SSSSistem pendanaan Informal seperti tengkulak / lintah darat sudah ditinggalkan

15 Alasan Debitur Memilih Transaksi Pembiayaan Konsumen TTTTidak terlalu banyak persyaratan. TTTTidak berorientasi pada jaminan. TTTTidak mengganggu keuangan konsumen. PPPPembayaran dan jangka waktu bisa disesuaikan dengan kemampuan konsumen. PPPProses Cepat dan Tidak berbelit.

16 ANJAK PIUTANG (FACTORING) BIDANG USAHA PERUSAHAAN PEMBIAYAAN AAAAnjak Piutang sebagaimana yang didefinisikan dalam peraturan yang berlaku adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan /atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam negeri ataupun transaksi perdagangan luar negeri. AAAAnjak Piutang merupakan alternative pembiayaan jangka pendek / modal kerjaatau sebagai alternatif pengelolaan administrasi tagihan / penjualan secara lebih efektif bagi Penjual Piutang (Client).

17 USAHA KARTU KREDIT (CREDIT CARD) BIDANG USAHA PERUSAHAAN PEMBIAYAAN UUUUsaha Kartu Kredit sebagaimana didefinisikan dalam peraturan yang berlaku, merupakan usaha dalam kegiatan pembiayaan untuk pembelian barang atau jasa dengan menggunakan Kartu, yang akan ditagihkan kemudian kepada Pengguna oleh Penerbit Kartu Kredit. PPPPihak-pihak yang terlibat dalam usaha kartu kredit antara lain: Penerbit Kartu (Card Issuer), Pemegang Kartu/Nasabah (Card Holder), Bank Relasi Toko (Acquirer), Toko (Merchant) dan Perusahaan Jenis Kartu Kredit (Card Company)

18 PERBEDAAN  Perbedaan Lembaga Pembiayaan dengan Lembaga Perbankan adalah : Lembaga PembiayaanLembaga Perbankan KegiatannyaKegiatan keuanganMenghimpun dana dan menyalurkan Pengaturan, Perizinan, Pembinaan dan Pengawasan Departemen Keuangan Permenkeu No. 84/PMK.012/2006 UU No. 10 th Melayani Nasabah/ konsumen Lebih Fleksibel (carapendekatan,cepat, mudah) Kurang fleksibel.

19 INFRASTRUKTURINFRASTRUKTUR ASPEK ASPEK BERPENGARUH SDMPOLICYPRODUCT CUSTOMER EKONOMI & KEUANGAN SISTEM HUKUM PERSAINGAN Internal

20 SUMBER DANA [Bank, Obligasi, Surat Berharga] [Penyalur KUK, Channeling] [Saham]

21 STRUKTUR ORGANISASI KOMISARIS UTAMA PRESIDEN DIREKTUR MARKETING DIREKTUR MNGT.RISK DIREKTUR IT & SYSTEM DIREKTUR ACC. FIN, HRD GM MARKETING GM COLLECTION AREA MANAGER AREA MANAGER BRANCH MANAGER BRANCH MANAGER BRANCH MANAGER SPV COLLECTION SPV MARKETING SPV OPERATION CMO KORD. COLLECTION DESK.COLL, ADMIN COLL CA WAKIL DIREKTUR KASIRCAD FIELD COLL INTERNAL AUDIT

22 National Motorcycle Sales National Motorcycle Sales ( ) in ‘000 units

23 National Car Sales National Car Sales ( )

24 RAHASIA UTAMA UNTUK MENCAPAI SUKSES IALAH PERCAYA PADA DIRI SENDIRI

25 MANUSIA ITU DILAHIRKAN UNTUK SUKSES, BUKAN UNTUK MENGALAMI KEGAGALAN

26 Halomoan Sitanggang, SE, MM PERSONAL DATA: Tempat/Tgl Lahir : P. Siantar, 12 September 1975 Status : Menikah PENDIDIKAN FORMAL:  S2- Magister Manajemen (Finance) Universitas Pancasila, Jakarta thn 2006  S1 – Akuntansi Universitas Advent Indonesia (UNAI), Bandung thn 1999 PENGALAMAN BEKERJA:  2007 – Sekarang : Internal Audit Manager PT SInar Mitra Sepadan Finance (Japfa Group), Jakarta  : Deputy Branch Manager PT Verena Oto Finance, Tbk (Panin Group), Jakarta  2004 – 2005 : Supervisor Internal Audit PT Verena Oto Finance, Tbk (Panin Group), Jakarta  2003 – 2004 : Chief Accounting PT Valemattho Internasional, Jakarta  1999 – 2003 : Senior Auditor Kantor Akuntan Publik “ Drs. Joseph Susilo & Rekan (Member Of Summit International, Jakarta  1998 – 1999 : Accounting Staf di PT German Motor Manufacturing, Bogor  2007 – sekarang : Dosen Ekonomi di STIE PBM dan Universitas Suryadarma, Jakarta


Download ppt "SEMINAR EKONOMI UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Bandung “PROSPEK PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DALAM MENCIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN” By: HALOMOAN SITANGGANG, SE,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google