Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Jen Z.A. Hans, Ph.D 1 MANAJEMEN STRATEGIK & PERUBAHAN Jen Z.A. Hans, Ph.D. Dosen Magister Manajemen Bbrp PTS di Jakarta Dosen Sespim & Sespati Polri Lembang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Jen Z.A. Hans, Ph.D 1 MANAJEMEN STRATEGIK & PERUBAHAN Jen Z.A. Hans, Ph.D. Dosen Magister Manajemen Bbrp PTS di Jakarta Dosen Sespim & Sespati Polri Lembang."— Transcript presentasi:

1 Jen Z.A. Hans, Ph.D 1 MANAJEMEN STRATEGIK & PERUBAHAN Jen Z.A. Hans, Ph.D. Dosen Magister Manajemen Bbrp PTS di Jakarta Dosen Sespim & Sespati Polri Lembang Bandung Penulis Buku & Trainer Strategi Pengembangan Diri Lahir di Cirebon, 8 April 1958 Pendidikan S1 UGM Yogyakarta (1981) S2 & S3 University of Kentucky (1986 & 1990) Gd Adhi Graha Lt 14 Jl. Gatot Subroto Kav. 56 Jaksel Telp Fax ; HP Jen Z.A. Hans, Ph.D.

2 Jen Z.A. Hans, Ph.D 2 Kiat Belajar Utk Meningkatkan Daya Tangkap & Daya Ingat Jen Z.A. Hans, Strategi Pengembangan Diri, Jakarta: Personal Development Training, 2006 (Cover Belakang) 1)Belajar dg niat utk mempraktekkan hal yg dipelajari (dlm rangka meningkatkan nilai tambah). 2)Belajar dg niat utk menyampaikan (hal yg sdh dipelajari & dipraktekkan itu) kpd org lain. 3)Belajar dg pengulangan krn pengulangan adalah ibu kemahiran (repetition is the mother of skill).

3 Jen Z.A. Hans, Ph.D 3 Kiat Meningkatkan Nilai Tambah Jen Z.A. Hans, Strategi Pengembangan Diri, Jakarta: Personal Development Training, 2006 (Bab 33) 1.Dpt Dipercaya: Dg Bersikap Jujur, Menjaga Integritas & Adil 2.Menghasilkan Lbh Dp Yg Diterima & Menghasilkan Lbh Dp Org Lain. Jika Ada Org Yg Menghasilkan Lbh Dp Kita, Alih2 Iri/Dengki, Terapkan Jurus ATM (Bukan Anjungan Tunai Mandiri Tetapi Amati, Tiru, Modifikasi) 3.Berinisiatif Menyelesaikan Masalah, Tanpa Diminta atau Disuruh. Hindari BEJ (Bukan Bursa Efek Jakarta, Tetapi Blame = Menyalahkan atau Mencari Kambing Hitam, Excusesssss = Suka Berdalih atau Mengajukan Alasan & Justify = Suka Menutupi Kemalasan atau Kelemahan dg Melakukan Pembenaran) 4.Berperilaku menyenangkan dg menjaga penampilan, disiplin, sopan-santun, rendah hati, berbicara positif baik di depan & di belakang

4 Jen Z.A. Hans, Ph.D 4 Tugas #1 (Ada 3 Tugas Utk Dikumpulkan) 1.Your Identity 1.Nama Lengkap 2.Tempat Tgl Lahir 3.Pendidikan 4.Alamat (Kantor & Rumah), Telp, HP & 2.Count Your Blessings 1.Tuliskan Minimal Tiga Hal Penting Yg Membuat Anda Merasa Sukses & Bahagia Saat Ini 2.Sukses: Mendptkan Hal2 Yg Diinginkan. Bahagia: Menikmati & Mensyukuri Hal2 Yg Sdh Didptkan

5 Jen Z.A. Hans, Ph.D 5 REFERENSI 1.Abdul Wahab Abdoel Kadir, Manajemen Strategik, Primata Press: Jakarta, Jen Z.A. Hans, Strategi Pengembangan Diri, Jakarta: Personal Development Training, Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Rampersad, Hubert K., Personal Balanced Scorecard, Jakarta: Penerbit PPM, Rhenald Kasali, Re-code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Tung Desem Waringin, Financial Revolution, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Vincent Gaspersz, Organizational Excellence, Gramedia: Jakarta, Vincent Gaspersz, Team Oriented Problem Solving, Gramedia: Jakarta, 2007.

6 Jen Z.A. Hans, Ph.D 6 Six Human Needs Anthony Robbins “Unleash The Power Within” Merasa Berarti Personal Growth Tumbuh Lebih Baik Kepastian Kenyamanan Keamanan Variasi Hal Baru Ketidakpastian Hubungan Relationship/Love Sama Signifikan Unggul Berbeda

7 Jen Z.A. Hans, Ph.D 7 Empat Kuadran Pengalaman Hidup Anthony Robbins “Unleash The Power Within” Kuadran I 1.Nikmat 2.DBAS Kuadran II 1.Tdk Nikmat 2.DBAS Kuadran III 1.Nikmat 2.Tdk DBAS Kuadran IV 1.Tdk Nikmat 2.Tdk DBAS

8 Jen Z.A. Hans, Ph.D 8 Kriteria Nikmat & DBAS Tony Robbins, Norman V. Peale & Kenneth Blanchard, Permadi Alibasyah NIKMATDBAS Aktivitas apa pun yg memenuhi dua atau lebih dari enam kebutuhan manusia akan membuat kita kecanduan karena memberi kita kenikmatan luar biasa 1.DBAS versi Tony Robbins: (1) Good for you; (2) Good for others & (3) Serve the greater good. 2.DBAS versi Norman V. Peale & Kennneth Blanchard The Power of Ethical Management: (1) Is it legal? (2) Is it balanced? (3) How will it make me feel about myself? 3.DBAS versi Permadi Alibasyah Bahan Renungan Kalbu diperoleh kalau kita taat sepenuhnya kepada Allah SWT & mengikuti tuntunan Rasulullah SAW (UUT vs UUM)

9 Jen Z.A. Hans, Ph.D 9 Manusia Memaksimumkan Value 1.Value = Total Benefit/Total Cost = Total Manfaat/Total Mudarat = Total Kenikmatan/Total Penderitaan 2.Sayangnya apa yg kita sebut sbg Benefit, Manfaat atau Kenikmatan di satu sisi & Cost, Mudarat atau Penderitaan di sisi lain bersifat subyektif, relatif & seringkali terdistorsi hawa nafsu & bisikan setan, shg ada banyak aktivitas yg sebenarnya bernilai kurang dari satu tampak se-olah2 lebih besar dari satu  Melakukan aktivitas yg kita sesali kemudian.

10 Jen Z.A. Hans, Ph.D 10 Mulai Dg Akhir Dlm Pikiran Jen Z.A. Hans, Strategi Pengembangan Diri, Jakarta: Personal Development Training, 2006 (Halaman 25-26) 1.Tahun 1979, wisudawan program MBA di Sekolah Bisnis Harvard ditanya, “Apakah Anda sdh menentukan tujuan tertulis & menyusun langkah2 utk mewujudkannya?” 1.84% Menjawab EGP 2.13% Punya Tujuan Tdk Tertulis 3.3% Punya Tujuan Tertulis 2.Tahun 1989, para peneliti mewawancarai anggota kelas itu lagi. Mereka mendptkan bhw: 1.13% Ternyata 2x Lebih Sukses Daripada Kelompok 84% 2.3% Ternyata 10x Lebih Sukses Daripada Kelompok 97%

11 Jen Z.A. Hans, Ph.D 11 Follow Your Dream Monty Roberts, Who Owns A Horse Ranch In California Jack Canfield, Chicken Soup for the Soul 1.Menulis dream book 7 halaman memiliki “A horse ranch in San Ysidro California” 2.Menjabarkan impiannya scr detail bahkan menggambar sketsa peternakan seluas 200 acres yg memperlihatkan lokasi seluruh bangunan, kandang & jalur pacuan. Kemudian ia melukis denah detail rmh seluas 4000 kaki persegi di peternakan impiannya.

12 Jen Z.A. Hans, Ph.D 12 Follow Your Dream Monty Roberts, Who Owns A Horse Ranch In California Jack Canfield, Chicken Soup for the Soul

13 Jen Z.A. Hans, Ph.D 13 Tugas #2 Menyusun Daftar Tujuan Hidup Jen Z.A. Hans, Strategi Pengembangan Diri, Jakarta: Personal Development Training, 2006 (Halaman 17-18) 1.Pengembangan Diri: 1.Ingin hidup 100 th dlm kondisi sehat, pnh energi, vitalitas & berorientasi DBAS? 2.Ingin berkembang menjadi diri spt apa (karir maupun pribadi)? 3.Ingin menambah pengetahuan/keterampilan apa saja? 4.Ingin berkunjung ke mana saja? 2.Kepemilikan: 1.Ingin memiliki rumah sebesar apa di mana spt apa? 2.Kendaraan jenis & merek apa? 3.Apa lagi? 3.Keuangan: 1.Ingin bebas hutang? 2.Penghasilan aktif brp? 3.Penghasilan pasif brp? 4.Tabungan brp? Dg cara halal & meningkatkan nilai tambah? 4.Kontribusi: 1.Saat meninggal dunia semua ditinggal kecuali anak saleh yg mendoakan kita, ilmu yg bermanfaat & amal jariah. 2.Dlm hal apa ingin berkontribusi?

14 Jen Z.A. Hans, Ph.D 14 Mendahulukan Yg Utama Jen Z.A. Hans, Strategi Pengembangan Diri, Jakarta: Personal Development Training, 2006 (Bab 7)

15 Jen Z.A. Hans, Ph.D 15 MANAJEMEN WAKTU Jen Z.A. Hans, Strategi Pengembangan Diri, Jakarta: Personal Development Training, 2006 (Bab 7) 1.Tentukan & urutkan tujuan berdasarkan kepentingannya 2.Lakukan aktivitas yg akan membawa kita ke tujuan 3.Peran kecerdasan, bukan IQ (IPK) ttp bertindak cerdas 4.Tentukan tujuan jangka panjang 5.Mulai dg daftar kegiatan 6.Gunakan perencanaan sebelumnya 7.Bedakan hal2 yg urgen dari hal2 yg penting 8.Terapkan hukum Pareto 80/20 9.Praktekkan penundaan kreatif 10.Terapkan metoda ABCDE

16 Jen Z.A. Hans, Ph.D 16 QS Al Mu’minuun 23:1-3 1.Sesungguhnya beruntunglah org2 yg beriman 2.(Yaitu) org2 yg khusyu’ dlm shalatnya 3.Dan org2 yg menjauhkan diri dari (perbuatan & percakapan) yg tiada berguna

17 Jen Z.A. Hans, Ph.D 17 DIMENSION OF FULFILMENT URGENT, NOT IMPORTANT URGENT, IMPORTANT NOT URGENT, IMPORTANT THE ZONE DIMENSION OF DEMAND DIMENSION OF DELUSION DIMENSION OF DISTRACTION Di mana Fokus Anda?

18 Jen Z.A. Hans, Ph.D 18

19 Jen Z.A. Hans, Ph.D 19 Ingat Lima Perkara Sebelum Lima Perkara (HR Dailami) 1.Gunakan masa muda sebelum datang masa tua (dg ibadah); 2.Gunakan masa sehat sebelum datang masa sakit (dg amal shaleh); 3.Gunakan masa kaya sebelum datang masa miskin (dg sedekah); 4.Gunakan masa hidup sebelum datang mati (mencari bekal hidup setelah mati); 5.Gunakan masa senggang sebelum datang masa sempit.

20 Jen Z.A. Hans, Ph.D 20 QS Al ‘Ashr 103:1-3 1.Demi masa 2.Sesungguhnya manusia itu benar2 berada dlm kerugian 3.Kecuali org2 yg beriman & mengerjakan amal shaleh & nasehat menasehati spy mentaati kebenaran & nasehat menasehati spy menetapi kesabaran

21 Jen Z.A. Hans, Ph.D 21 Sukses & Gagal Adalah Pilihan Org Yg SuksesOrg Yg Gagal 1.Memfokuskan perhatian mereka pd hasil yg menyenangkan 1.Memfokuskan perhatian mereka pd metode yg menyenangkan 2.Bertindak utk mencapai tujuan2.Bertindak utk melepas ketegangan 3.Melakukan hal2 yg sulit, perlu & penting 3.Melakukan hal2 yg mudah, menyenangkan & kenikmatan segera

22 Jen Z.A. Hans, Ph.D 22 Dicari Seorg Isteri Bernilai Sepuluh Sapi Zig Ziglar, Menciptakan Kebahagiaan Menikah, Jakarta: Binarupa Aksara, Dahulu kala, di Pulau Oahu (Hawaii), masyarakat di sana mempunyai adat istiadat yg sangat aneh. Seorg calon suami membayar kpd suatu klg sjml sapi utk putri mereka agar menjadi isterinya. 2.Kalau sangat luar biasa dg kecantikan & sifat2 yg diinginkan pria pd seorg wanita, ada saat2 sangat jarang ketika seorg wanita dihargai senilai 4 ekor sapi. Ada sas-sus seorg gadis dg keramahan, kecantikan & karakter luar biasa, ternyata laku dg harga berlebihan yaitu 5 ekor sapi. 3.Di pulau tsb hidup seorg bpk dg kedua putrinya. Putri pertama seorg “pecundang” atau “pas- pasan.” Ayahnya berputus asa bisa mendptkan 3 ekor sapi baginya & sdh lama memutuskan terima tawaran 2 ekor sapi saja & kalau calon suami pandai menawar, ia akan melepas dg harga seekor sapi saja. Bahkan ia bersedia memberikannya tanpa seekor sapi pun dp hrs terbebani memberi makan seumur hidup. Ttp utk putri kedua, seorg gadis sangat cantik disertai daya tarik & karakter, ayahnya yakin dg mdh menikahkannya & sama sekali tdk kuatir dg masa depannya. 4.Ketika Johny Linggo, pemuda terkaya di pulau itu, mengunjungi klg tsb, siapa pun menyadari bhw ia dtg mengunjungi si adik. Ttp yg mengagetkan & sangat menyenangkan ayahnya, ternyata ia mengunjungi si kakak. Bpknya hampir pingsan kegirangan.

23 Jen Z.A. Hans, Ph.D 23 Dicari Seorang Isteri Sepuluh Sapi Zig Ziglar, Menciptakan Kebahagiaan Menikah, Jakarta: Binarupa Aksara, Krn Johny pemuda terkaya & paling dermawan di pulau itu, si ayah sangat senang krn akan mendptkan sedikitnya harga standar 3 ekor sapi. Bahkan membiarkan dirinya terbawa angan2 membayangkan bhw Johny malah bersedia membayar 4 ekor sapi. Kmd imajinasinya semakin gila dg membayangkan Johny bersedia membayar harga gila2an 5 ekor sapi. 6.Betapa gembiranya ia, ketika Johny datang meminang putri pertamanya & menawarkan 10 ekor sapi pdnya. Ayah tsb hampir mengalami serangan jantung! Ia sgr memanggil kepala suku utk mengadakan pernikahan, seblm Johny brbh pikiran, tiba2 meninggal atau menjadi sadar. 7.Saat itu bln madu umumnya berlangsung setahun, ttp kalau Anda mendptkan pengantin seharga 10 ekor sapi, tentu Anda tdk akan menjalani bulan madu standar 3 ekor sapi. Oleh krn itu, pasangan baru itu berangkat ke tujuan yg tdk diberitahukan, dg rencana mengadakan bulan madu dua tahun. 8.Ketika hari kepulangan pasangan itu tiba, seorg penjaga ditempatkan di perbatasan desa dg perintah menyerukan pemberitahuan kalau Johny & isterinya mulai terlihat. 9.Fajar esoknya panggilan itu disuarakan, “Sepasang manusia mendekat!” “Apakah pasangan kita?” Org itu menjawab bhw ia menduga begitu, ttp ia tdk begitu yakin. Ia sgr mengenal Johny, ttp agak ragu mengenai wanitanya. Ada yg seakan-akan dikenalnya, ttp wanita itu sangat cantik, anggun, bergaya & penuh percaya diri.

24 Jen Z.A. Hans, Ph.D 24 Dicari Seorang Isteri Sepuluh Sapi Zig Ziglar, Menciptakan Kebahagiaan Menikah, Jakarta: Binarupa Aksara, Ketika pasangan itu smkn mendekat, mrk dpt menyaksikan bhw itu ternyata wanita yg sama. Ttp wanita itu brbh sangat drastis. Kecantikan, daya tarik, gaya & sikap percaya dirinya sangat tampak bagi setiap org yg bahkan hanya memandang sepintas saja. Dan org yg memperhatikan dg sangat teliti akan mengatakan bhw Johny Linggo sangat beruntung hanya membayar 10 ekor sapi. 11.Kisah Johny Linggo tdk hanya terjadi dahulu kala di pulau sangat jauh ttp terjadi ribuan kali di seluruh dunia secara berulang. Pikirkan apa yg dilakukan Johny thd rasa percaya diri, cara berpikir & setiap sudut kehidupan isterinya itu. Kenyataannya ketika Johny membayar harga 10 ekor sapi, wanita itu menjadi isteri senilai 10 ekor sapi. 12.Para pria, kalau Anda menginginkan isteri senilai 10 ekor sapi, Anda hrs mulai memperlakukannya spt isteri bernilai 10 ekor sapi. Bukan hanya itu, teman2, kalau Anda memperlakukannya sbg isteri bernilai tinggi, Anda tdk akan memiliki isteri yg mencereweti Anda. 13.Para wanita, hal yg sama berlaku bagi para suami, bahkan berlaku lbh baik lagi. 14.Goethe menyatakan: “Kalau Anda memperlakukan seseorg spt apa adanya, ia akan tetap menjadi apa adanya. Ttp kalau Anda memperlakukannya sesuai dg potensi yg ada pdnya atau spt yg dpt dicapainya, ia akan menjadi org yg lbh bernilai & lbh besar.” Berilah pasangan hidup Anda sesuatu agar merasa bangga, bukan sesuatu utk merasa malu, maka Anda akan mendptkan pasangan yg lbh “baik” yg menjadi kunci utk pernikahan lbh baik.

25 Jen Z.A. Hans, Ph.D 25 Treat Your Husband As If He Is A General 1.Peserta Sespim 170 org, sedangkan peserta Sespati 21 org. Berarti ada 149 org peserta Sespim yg tdk lolos seleksi ikut Sespati. 2.Apakah perbedaan antara anggota Polri yg mencapai jenjang Jenderal dg mereka yg hanya mencapai jenjang Kombes? 1.High IQ? 2.High EQ? 3.Manajerial, leadership & people skill? 4.Problem solving ability? 5.Beruntung memiliki isteri yg sdh memperlakukan dia spt seorg Jenderal walaupun pangkatnya msh Letnan?

26 Jen Z.A. Hans, Ph.D Berikan 6 A Dosis Tinggi 1.A = Acceptance 2.A = Attention 3.A = Appreciation 4.A = Approval 5.A = Admiration 6.A = Affection 26

27 Jen Z.A. Hans, Ph.D 27 Perubahan Menuntut Adanya 5 Hal Sekaligus Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Visi ttg arah masa depan (vision) 2.Keterampilan (skills) utk mampu melakukan tuntutan2 baru. Keterampilan ini hrs terus dipelihara, ditumbuhkan & dikembangkan 3.Insentif yg memadai, baik langsung maupun tdk langsung, cash maupun non-cash, berdasarkan kinerja perorangan (individual) maupun kinerja kelompok (unit kerja) 4.Sumberdaya (resources) yg memudahkan ruang gerak & pertumbuhan 5.Rencana tindak (action plan). Rencana tindak bukan sekadar rencana, melainkan sebuah rangkaian tindakan yg diintegrasikan dlm langkah2 spesifik & terencana, tertulis & dimengerti oleh semua pelaku yg terlibat

28 Jen Z.A. Hans, Ph.D 28 Kata-Kata Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Satu kata yg terpenting, Change! 2.Dua kata terindah di hati manusia, Terima Kasih. 3.Tiga kata yg menghimpit di hati, Negeriku Sulit Berubah. 4.Empat kata yg membunuh, Negeriku Tdk Bisa Berubah. 5.Lima kata yg memanggil, Negeriku Butuh Aku Utk Berubah. 6.Banyak kata yg perlu diwaspadai, Mereka yg Berubah-ubah Terus & yg Tak Mau Berubah Sama Sekali.

29 Jen Z.A. Hans, Ph.D 29 Ocean: Akronim Perubahan Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, O penness to experience (Keterbukaan pikiran, khususnya thd hal2 baru, hal2 yg dialami & dilihat dg mata sendiri) 2.C o nscientiousness (Keterbukaan hati & telinga. Penuh kesadaran mendengarkan, baik yg terdengar maupun yg dirasakan) 3.E xtroversion (Keterbukaan diri thd org lain, kebersamaan & hubungan2) 4.A greeableness (Keterbukaan thd kesepakatan. Tdk mudah memilih konflik) 5.N euroticism (Keterbukaan thd tekanan2)

30 Jen Z.A. Hans, Ph.D 30 Tokoh2 Perubahan Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Mahatma Gandhi, Martin Luther King, Abraham Lincoln, Soekarno, Winston Churchill, Eisenhower, Roosevelt, para nabi, & tokoh2 bisnis memiliki kepribadian di atas. 2.Pola perilaku mereka tdk dogmatis dlm berpikir, terbuka thd hal2 baru, disiplin dlm menyelesaikan setiap proses, bukan penyendiri, terbuka thd kesepakatan, percaya thd orang lain & secara emosional mampu menghadapi segala tekanan dg kepala dingin.

31 Jen Z.A. Hans, Ph.D 31 Tugas #3 Isi Kuesioner Tanpa Melihat Penjelasan Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Bagian I: Halaman 82 2.Bagian II: Halaman 84 3.Bagian III: Halaman Bagian IV: Halaman 87 5.Bagian V: Halaman 89 Penjelasan Dibaca Setelah Pengisian Kuesioner Selesai 1.Bagian I: Halaman 83 2.Bagian II: Halaman 85 3.Bagian III: Halaman Bagian IV: Halaman 88 5.Bagian V: Halaman 90

32 Jen Z.A. Hans, Ph.D 32 Keterbukaan Thd Pengalaman Hidup Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, All people have brain, but only a few use their mind 2.Tuhan memberi empat fungsi pd otak manusia, yaitu mengambil, menyimpan, memproses & mengeluarkan. Jadi tdk cukup hanya dipakai sbg gudang saja, yaitu utk menyimpan & mengambil. 3.Keterbukaan pikiran adalah modal awal bagi pembaharuan. Otak kita memang bekerja seperti parasut, ia baru berfungsi kalau terbuka.

33 Jen Z.A. Hans, Ph.D 33 Keterbukaan Thd Pengalaman Hidup Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, CARA BERPIKIR TERTUTUPCARA BERPIKIR TERBUKA Fokus pd “sekarang” & “di sini” (apa yg kasat mata) Imaginatif & kreatif Lbh menyukai hal2 yg rutin & sdh dikenal (familier)Lbh menyukai keberagaman (variety) & hal2 baru (novelty) Memiliki sedikit minatBanyak pilihan & minat Lbh menyukai hal2 yg konvensionalMengutamakan hal2 baru yg orisinil Tdk menganggap penting emosiSangat menghargai emosi Cenderung dogmatikCenderung fleksibel

34 Jen Z.A. Hans, Ph.D 34 Keterbukaan Hati & Telinga Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Orang2 yg menghargai perubahan adalah orang yg membuka hati & telinga mereka. 2.Cenderung termotivasi tinggi, tdk perlu didorong2, sangat menghargai waktu & bekerja dg target. 3.Mereka sangat menghargai konsep & tahu bhw setiap pekerjaan besar hrs diselesaikan secara sistematis & bertahap. Mustahil memperoleh sesuatu sekaligus pd waktu bersamaan. Oleh karena itu prioritas sangat penting. Tahu mana yg harus didahulukan pd setiap periode.

35 Jen Z.A. Hans, Ph.D 35 Keterbukaan Hati & Telinga Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, KETERBUKAAN HATI RENDAHKETERBUKAAN HATI TINGGI Spontan, randomTerpola, metodologis Tak terorganisir, kacauTerorganisir, tertata (secara bertahap) Terlambat, tdk tepat waktuMenghargai waktu, tepat Kurang bertanggung jawabDpt diandalkan SemaunyaDisiplin diri Tdk berambisiAda dorongan yg kuat Me-nunda2, mengabaikan tugasPersisten Harus di-dorong2Bergerak otomatis (self motivated)

36 Jen Z.A. Hans, Ph.D 36 Keterbukaan Thd Org Lain Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Extrovertness berarti keterbukaan thd org lain. Seorg introvert cenderung mengurung diri & memisahkan diri dari orang banyak yg hanya mampu bekerja sendiri atau menikmati kesendirian. 2.Ia tdk pernah kuatir dg org lain krn pengaruhnya bgt kuat. Pengaruh itu datang krn kepeduliannya pd org lain. Ia cukup peka thd setiap kesulitan & berempati pd mereka. Ia bekerja dg hati & penuh percaya diri.

37 Jen Z.A. Hans, Ph.D 37 Keterbukaan Thd Org Lain Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, KETERBUKAAN RENDAHKETERBUKAAN TINGGI Senang menyendiriSenang berkawan, bekerja dlm kelompok Enggan mendatangi org lainSenang mendatangi Menjadi sangat pribadiLugas Bukan pencari kesenanganMengukir pesta/kesenangan Datar, kurang “menggigit”Tertantang dg emosi2 positif Menghendaki ritme yg santaiBerenergi, bergairah Cenderung pasif, diamMendominasi pembicaraan Curiga pd siapa punPercaya org lain Rasa takut yg berlebihanPercaya diri, penuh keberanian

38 Jen Z.A. Hans, Ph.D 38 Keterbukaan Thd Kesepakatan Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Orang2 dg kemampuan menghadapi perubahan tahu betul mana saja hal2 yg hrs diperkelahikan & mana yg tdk. Cenderung tdk suka dg keributan. 2.Kesepakatan adalah unsur terpenting dlm setiap perubahan. Ketika sebuah perubahan digulirkan, kita akan berhadapan dg kelompok yg enggan berubah. Org2 yg menolak prbh & org2 yg menjadi korban dlm perubahan dpt melakukan perlawanan. 3.Prinsipnya berani krn benar & takut krn salah. Bersedia bekerja sama bila diperlukan & mengahadapinya bila diperlukan.

39 Jen Z.A. Hans, Ph.D 39 Keterbukaan Thd Kesepakatan Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, KETERBUKAAN RENDAHKETERBUKAAN TINGGI Skeptis (ragu2)Mempercayai Merasa superSederhana Arogan/tinggi hatiIngin melimpahkan wewenang Enggan bekerja samaKooperatif Menolak/kasarAltruistik, memberi, bersahabat AgresifMenerima KompetitifMengorbankan pribadi sendiri

40 Jen Z.A. Hans, Ph.D 40 Keterbukaan Thd Tekanan Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Prbh memerlukan keteguhan hati & kemampuan mengelola emosi agar lbh terkendali, lbh stabil & tak terlihat emosional. 2.Emosi yg labil dpt mengacaukan proses pengambilan keputusan, kejernihan berpikir, penyelesaian berpikir & hubungan2 Anda dg org lain. Org cemas mengambil langkah salah, beruntun & bereskalasi memburuk.

41 Jen Z.A. Hans, Ph.D 41 Keterbukaan Thd Tekanan Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, KETERBUKAAN RENDAHKETERBUKAAN TINGGI Mudah bersedihKalem Pencemas, gelisahTdk kenal takut Mudah marah, tak terkendaliTdk sensitif/emosional Mudah ekspresiTerkendali Galau dlm keteganganMampu mengendalikan diri ImpulsifResisten thd godaan2 Nervous dlm situasi2 tertentuTdk mudah cemas

42 Jen Z.A. Hans, Ph.D 42 Tiga Jenis Dlm Melihat Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Mata Persepsi (Melihat yg kasat mata. Bagi yg melihat, apa yg tertangkap dianggap sbg realitas) 2.Mata Probability (Melihat dg skenario2. Ini adalah mata para analis) 3.Mata Possibility (Melihat dg kekuatan menggerakkan. Inilah mata pemimpin, krn di tangannya ada kekuasaan & penguasaan sumber2 daya)

43 Jen Z.A. Hans, Ph.D 43 Manajer vs Pemimpin Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, MANAJERPEMIMPIN Memelihara sistem yg ada, bekerja dg sistemMemperbaharui/menciptakan sistem baru Patuh, disiplin, tdk memberi ruang bagi kesalahanBebas, merdeka, kreatif, berani melakukan kesalahan, ttp tetap disiplin Menghindari risikoBerani menghadapi tantangan Orientasi di sini, hari ini (here & now, learning from the past) Orientasi ke masa depan di suatu tempat yg berbeda, imaginatif (be somewhere one day, learning from the future) Menciptakan bawahanMemimpin pengikut. Dasarnya adalah kreativitas & karakter Dasarnya adalah kompetensi & profesionalismeTak terlalu memikirkan posisi, lbh pd manfaat, nilai & tanggung jawab

44 Jen Z.A. Hans, Ph.D 44 Bgm Anda Memimpin Prbh Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, CONTROLLINGSHAPING Lbh bersifat top-down, hierarkiLbh bersifat menggerakkan, interaktif, partisipatif Memperlakukan organisasi spt layaknya mesin yg dpt dikendalikan dg budget & sistem Memperlakukan organisasi spt layaknya mahluk hidup yg bernapas & berperasaan Mengambil keputusan sendiriMendorong org terlibat dlm pengambilan keputusan Setiap org diberi job-description, diperintah, diberi peran yg jelas & dikendalikan utk mencapai tujuan Membantu menemukan cara mengatasi masalah Lbh dekat dg tradisi, rutinitas & standarLbh dekat dg action & assumption

45 Jen Z.A. Hans, Ph.D 45 Problem Based vs Solution Based Leadership Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, PROBLEM BASED LEADERSHIPSOLUTION BASED LEADERSHIP Sering terperangkap membahas masalah dg mengungkit kesalahan org lain. Fokus pd masalah yg telah terjadi. Cenderung memaklumi kesalahan & percaya bhw pd setiap proses selalu ada kesalahan ttp jg ada solusinya. Fokus pd solusi yg belum dilakukan. Cenderung mencari kesalahan & menghukum.Cenderung memuji (mencari keunggulan2) & mencari solusi. Cenderung panik.Cenderung bijak (refleksi diri). Berorientasi kemarin.Berorientasi ke depan. Banyak bertanya “mengapa?” (yg diulang-ulang).Banyak bertanya “bagaimana?” Banyak menghabiskan energi, no action.Penting bertindak (motivasi) Umpan balik negatif.Umpan balik positif, memberi reward.

46 Jen Z.A. Hans, Ph.D 46 Manajer Biasa vs Pemimpin Prbh Rhenald Kasali, Re-Code Your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian Dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, MANAJER BIASA (REAKTIF)PEMIMPIN PRBH (PROAKTIF) Selalu bergerak reaktif, tgt pd kejadian2 yg muncul dari luar.Sebisa mungkin ingin membentuk & mempengaruhi lingkungan di mana ia berada. Umumnya tdk siap utk berubah & bereaksi thd prbh.Mencari prbh, berinisiatif melakukan pembaharuan. Cenderung terbelenggu oleh masa lalu, khususnya takut thd hari esok.Sadar bhw cara terbaik meramalkan hari esok adalah dg menciptakannya sendiri. Mempunyai persepsi negatif & agak trauma thd prbh, cenderung menolak. Sadar bhw apa yg relevan di masa lalu belum tentu cocok hari ini & apa yg relevan hari ini belum tentu cocok utk masa depan. Tdk tinggal dlm realitas & membiarkan org lain menghadapi prbh. BEJ yg penting aman biarpun merugikan lembaga. Hidup dlm realitas & prbh adalah fakta kehidupan & status quo menggiring kita pd kegagalan & prbh adalah prbh cara berpikir bukan hanya mengganti yg lama dg hal2 baru.

47 Jen Z.A. Hans, Ph.D 47 Definisi Manajemen Strategik Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Sekumpulan keputusan & tindakan yg menghasilkan formulasi dan implementasi rencana yg dirancang utk mencapai sasaran. 2.The set of decisions & actions that results in the formulation & implementation of plans designed to achieve a company’s objectives. 3.Enam Dimensi Keputusan Strategik: 1.Membutuhkan keputusan manajemen puncak 2.Membutuhkan sumber daya dlm jumlah besar 3.Mempengaruhi kesejahteraan jangka panjang 4.Berorientasi masa depan 5.Berkonsekuensi multi fungsi dan multi bisnis 6.Mengharuskan perusahaan mempertimbangkan lingkungan eksternal

48 Jen Z.A. Hans, Ph.D 48 9 Tugas Manajemen Strategik Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Merumuskan misi perusahaan meliputi rumusan umum ttg maksud keberadaan, filosofi, dan tujuan. 2.Mengembangkan profil perusahaan yg mencerminkan kondisi internal dan kapabilitasnya. 3.Menilai lingkungan eksternal perusahaan meliputi pesaing dan faktor-faktor kontekstual umum. 4.Menganalisis opsi perusahaan dg mencocokkan sumberdayanya dg lingkungan ekstern. 5.Mengidentifikasi opsi yg paling dikehendaki dg mengevaluasi setiap opsi yg ada berdasarkan misi perusahaan. 6.Memilih sasaran jangka panjang & strategi umum yg akan mencapai pilihan yg paling dikehendaki. 7.Mengembangkan sasaran tahunan dan strategi jangka pendek yg sesuai dg sasaran jangka panjang dan strategi umum yg dipilih. 8.Mengimplementasikan pilihan strategik dg cara mengalokasikan sumberdaya anggaran yg menekankan pd kesesuaian antara tugas, SDM, struktur, teknologi, dan sistem imbalan. 9.Mengevaluasi keberhasilan proses strategik sebagai masukan bagi pengambilan keputusan yg akan datang.

49 Jen Z.A. Hans, Ph.D 49 Pengertian Visi, Misi & Strategi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional 1.Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yg diinginkan pd akhir periode perencanaan. 2.Misi adalah rumusan umum mengenai upaya2 yg akan dilaksanakan utk mewujudkan visi. 3.Strategi adalah langkah2 berisikan program2 indikatif utk mewujudkan visi & misi.

50 Jen Z.A. Hans, Ph.D 50 Analisis SWOT Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Kekuatan (Strengths) adalah sumber daya, keterampilan atau keunggulan lain relatif thd pesaing dan kebutuhan pasar yg dilayani. 2.Kelemahan (Weaknesses) adalah keterbatasan dlm sumber daya, keterampilan & kapabilitas yg secara serius menghambat kinerja efektif perusahaan. 3.Peluang (Opportunities) adalah situasi penting yg menguntungkan dlm lingkungan perusahaan. 4.Ancaman (Threats) adalah situasi penting yg tdk menguntungkan dlm lingkungan perusahaan.

51 Jen Z.A. Hans, Ph.D 51 Diagram Analisis SWOT Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, 2007 Sel 1: Strategi AgresifSel 3: Strategi Berbenah Diri Sel 4: Strategi Defensif Sel 2: Strategi Diversifikasi Kekuatan Peluang Kelemahan Ancaman

52 Jen Z.A. Hans, Ph.D 52 Analisis & Pilihan Strategi Inspektur Jenderal Bambang Hadiyono (2006) Sel 1: Offensif (Proaktif)Sel 3: Turnaround (Pembenahan) Sel 4: Defensif (Reaktif) Sel 2: Diversifikasi (Mencari Terobosan) Kekuatan Peluang Kelemahan Ancaman

53 Jen Z.A. Hans, Ph.D 53 SWOT Analysis ComponentsWeight (0-1)Score (1-5)Weighted Score StrengthsBeauty Brain Behavior Bed Skill 0,28 0,24 0,25 0, ,12 0,48 1,00 0,92 3,52 Weaknesses3,02 Opportunities3,62 Threats3,20

54 Jen Z.A. Hans, Ph.D 54 Penentuan Weight (0-1) Strengths Wanita Responden TotalWeight Kekuatan #1 Beauty ,28 Kekuatan #2 Brain ,24 Kekuatan #3 Behavior ,25 Kekuatan #4 Bed Skill ,23 Total 70 1,00

55 Jen Z.A. Hans, Ph.D 55 Penentuan Score (1-5) Strengths Wanita Tertentu Responden TotalScore Kekuatan #1 Beauty Kekuatan #2 Brain Kekuatan #3 Behavior Kekuatan #4 Bed Skill

56 Jen Z.A. Hans, Ph.D 56 Sasaran Jangka Panjang Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, 2007  Tujuh Sasaran Jangka Panjang 1.Profitabilitas 2.Produktivitas 3.Posisi bersaing 4.Pengembangan karyawan 5.Hubungan karyawan 6.Kepemimpinan teknologi 7.Tanggung jawab sosial  Tujuh Kualitas Sasaran Jangka Panjang 1.Dapat diterima (acceptable) 2.Fleksibel (flexible) 3.Dapat diukur (measurable) 4.Memotivasi (motivating) 5.Cocok (suitable) 6.Dapat dipahami (understandable) 7.Dapat dicapai (achievable)

57 Jen Z.A. Hans, Ph.D 57 Strategi Generik Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Mencapai keunggulan biaya menyeluruh 2.Menciptakan dan memasarkan produk unik bagi berbagai kelompok pelanggan melalui diferensiasi 3.Melayani kebutuhan khusus satu atau bbrp klpk konsumen atau pembeli industrial, dg fokus pd biaya atau diferensiasi mereka

58 Jen Z.A. Hans, Ph.D 58 Strategi Umum Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, )Pertumbuhan terkonsentrasi 2)Pengembangan pasar 3)Pengembangan produk 4)Inovasi 5)Integrasi horizontal 6)Integrasi vertikal 7)Diversifikasi konsentrik 8)Diversifikasi konglomerat 9)Berbenah diri 10)Divestasi 11)Likuidasi 12)Bangkrut 13)Usaha patungan 14)Aliansi strategik 15)Konsorsium

59 Jen Z.A. Hans, Ph.D 59 Matriks Pemilihan Strategi Umum Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, 2007 Atasi Kelemahan Maksimalkan Kekuatan Eksternal Integrasi horisontal Diversifikasi konsentrik Usaha patungan Integrasi vertikal Diversifikasi konglomerat Penghematan Divestasi Likuidasi Pertumbuhan terkonsentrasi Pengembangan pasar Pengembangan produk Inovasi I IVIII II Internal

60 Jen Z.A. Hans, Ph.D 60 Model Kelompok Strategi Umum Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, 2007 Pertumbuhan Pasar Lambat Posisi Bersaing Lemah Posisi Bersaing Kuat Pertumbuhan Pasar Cepat Reformulasi pertumb terkonsentrasi Integrasi horisontal Divestasi Likuidasi Pertumbuhan terkonsentrasi Integrasi vertikal Diversifikasi konsentrik Diversifikasi konglomerat Usaha patungan Penghematan Diversifikasi konsentrik Diversifikasi konglomerat Divestasi Likuidasi II I IVIII

61 Jen Z.A. Hans, Ph.D 61 Matriks BCG Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, 2007 Question MarkStar Cash CowDog LowHigh Low Market Growth Market Share

62 Jen Z.A. Hans, Ph.D 62 Matriks BCG Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, 2007 CASH IN Market Share CASH OUT Market Growth CASH BALANCE QUESTION MARKLowHighNegative STARHigh Zero CASH COWHighLowPositive PROBLEM CHILD DOG Low Zero

63 Jen Z.A. Hans, Ph.D 63 Matriks General Electric Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, 2007 Invest Selective Growth Grow or Let Go Selective Growth Grow or Let Go Harvest DivestHarvest Grow or Let Go HighMediumLow High Medium Low Industry Attractiveness Business Strength

64 Jen Z.A. Hans, Ph.D 64 Pertimbangan Keperilakuan Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Peran strategi yg lalu 2.Tingkat kebergantungan pd pihak luar 3.Sikap thd risiko 4.Pertimbangan politis internal 5.Timing 6.Reaksi pesaing

65 Jen Z.A. Hans, Ph.D 65 Sasaran Tahunan, Strategi Fungsional & Kebijakan Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Sasaran Tahunan 1.Menerjemahkan aspirasi jangka panjang ke dlm target tahun ini. 2.Jika dikembangkan dg baik, sasaran tahunan memberi kejelasan dan menjadi pemotivasi serta fasilitator utk implementasi strategi yg efektif. 2.Strategi Fungsional 1.Menerjemahkan strategi umum di tingkat perusahaan secara keseluruhan menjadi kegiatan- kegiatan utk unit-unit perusahaan. 3.Kebijakan 1.Pedoman spesifik bagi para manajer operasional & bawahan mereka. 2.Meskipun sering disalah-arti & disalah-gunakan, kebijakan mrpk alat ampuh utk implementasi strategi jika dikaitkan secara jelas dg strategi fungsional & sasaran jangka panjang.

66 Jen Z.A. Hans, Ph.D 66 Struktur Organisasi yg Efektif Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Prsh produk tunggal atau bisnis dominan—struktur fungsional. 2.Bbrp lini bisnis yg berkaitan—struktur multi divisi. 3.Bbrp lini bisnis tdk berkaitan—struktur SBU. 4.Kesesuaian strategi-struktur yg dicapai secara dini mrpk keunggulan bersaing.

67 Jen Z.A. Hans, Ph.D 67 Kepemimpinan Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Peran CEO dlm implementasi strategi bersifat simbolik & substantif. 2.Penunjukan manajer-manajer yg tepat di posisi yg tepat bagi strategi baru berdasarkan: 1.Kemampuan & pendidikan 2.Jalur karir & pengalaman 3.Kepribadian & temperamen

68 Jen Z.A. Hans, Ph.D 68 Kelebihan & Kekurangan Orang Dalam Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Sdh mengenal karyawan, praktek & kondisi yg ada. 2.Kualitas pribadi sdh diketahui & dipahami oleh rekan-rekannya. 3.Telah memiliki hubungan yg mengakar dg rekan, bawahan, pemasok, pembeli dsb. 4.Penunjukkan org dlm mrpk komitmen organisasi thd karir individual. 1.Org dlm kurang adaptif thd prbh strategi yg besar krn pengetahuan, sikap & nilai2 mereka. 2.Komitmen masa lalu org dlm srg menghambat kpts yg diperlukan utk melaksanakan strategi baru. 3.Org dlm krg memiliki kemampuan utk scr kredibel mengemban tugas pembaruan.

69 Jen Z.A. Hans, Ph.D 69 Kelebihan & Kekurangan Orang Luar Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Orang luar mungkin sdh meyakini & “cocok” dg strategi baru. 2.Orang luar tdk terbebani oleh komitmen thd karyawan. 3.Orang luar menjalankan tugas baru dg komitmen & semangat yg tinggi. 4.Memasukkan org luar dpt menjadi isyarat ampuh seluruh organisasi bhw prbh memang diharapkan. 1.Memasukkan orang luar sering mahal dilihat dari kompensasi & waktu yg diperlukan utk belajar bekerjasama. 2.Calon yg cocok dlm segala aspek tidak ada shg pemilihan lebih didasarkan pd kompromi. 3.Ketidakpastian dlm menyeleksi orang luar yang tepat. 4.“Biaya moral” terjadi bila orang luar mengambil posisi yg diinginkan orang dalam. 5.Masalah “apa yg harus dilakukan thd orang lama” muncul jika orang luar masuk.

70 Jen Z.A. Hans, Ph.D 70 Kultur Prsh Unggul Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Kultur adalah sekumpulan asumsi penting (keyakinan & nilai internal) yg dianut semua anggota organisasi. 2.Tampak pd tema pokok yg menuntun perilaku & orientasi para anggota. 3.Bersemangat mengumpulkan cerita, anekdot, & legenda utk mendukung keyakinan. 4.Mengetahui dg jelas keyakinan & nilai-nilai: 1.Menjadi yg terbaik 2.Mutu & layanan istimewa 3.Pentingnya karyawan yg mampu berkontribusi 4.Pelanggan adalah raja 5.Menyemangati karyawan utk berbuat sebaik-baiknya 6.Pentingnya komunikasi informal 7.Pertumbuhan & laba sangat penting bg kesejahteraan prsh

71 Jen Z.A. Hans, Ph.D 71 Sistem Imbalan Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Mengaitkan imbalan dg rencana strategik 2.Menggunakan insentif variabel sbg bagian penting kompensasi setiap karyawan 3.Hrs terkait dg pekerjaan yg berada dlm kendali ybs 4.Berdasarkan prestasi bukan hierarki 5.Peka thd kesenjangan antara atas & bawah dlm organisasi 6.Adil, akurat & informatif 7.Beri imbalan scr royal bila berhasil & minimal bila tdk berhasil 8.Jangan remehkan nilai lingkungan yg memotivasi 9.Terbuka utk prbh

72 Jen Z.A. Hans, Ph.D 72 Sistem Pengendalian Strategi Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Pengendalian strategik: mengemudikan prsh ke arah tujuan-tujuan strategik jangka panjangnya. 2.Pengendalian operasional: mengidentifikasi standar kinerja yg terkait dg alokasi sumber daya keuangan, fisik & SDM dlm rangka pelaksanaan strateginya.

73 Jen Z.A. Hans, Ph.D 73 Pengendalian Strategik Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Berusaha mengemudikan prsh selama kurun wkt yg panjang (lima tahun atau lebih). 2.Mengawasi strategi saat dilaksanakan, mendeteksi masalah-masalah penting & melakukan penyesuaian yg diperlukan. 3.Pengendalian strategik meliputi pengendalian asumsi, pengendalian implementasi, pengawasan strategik & pengendalian peringatan khusus.

74 Jen Z.A. Hans, Ph.D 74 Pengendalian Operasional Pearce II, John A. & Richard B. Robinson, Strategic Management: Formulation, Implementation & Control, New York: McGraw-Hill, Melakukan evaluasi & pengendalian pasca tindakan selama kurun wkt yg lbh pendek (sebulan sampai setahun). 2.Terdiri dari empat langkah: 1.Menetapkan standar kinerja 2.Mengukur kinerja aktual 3.Mengidentifikasi penyimpangan dari standar 4.Melakukan tindakan perbaikan 3.Sistem Pengendalian Operasional: 1.Anggaran 2.Jadwal 3.Faktor penentu keberhasilan

75 Jen Z.A. Hans, Ph.D 75 Empat Perspektif PBSC Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Internal: Kesehatan fisik & keadaan mental. Bgm mengendalikan dua aspek ini utk menciptakan nilai bagi diri sendiri & org lain. Bgm tetap merasa nyaman baik dlm wkt kerja maupun di luar wkt kerja? 2.Eksternal: Hubungan dg pasangan, anak2, atasan, rekan kerja & yg lainnya. Bgm mereka melihat Anda? 3.Pengetahuan & Pembelajaran: Keterampilan & kemampuan pembelajaran. Bgm Anda belajar & tetap sukses di masa depan? 4.Keuangan: Stabilitas keuangan. Sampai pd tingkat apa Anda mampu memenuhi kebutuhan keuangan?

76 Jen Z.A. Hans, Ph.D 76 MODEL PBSC & OBSC

77 Jen Z.A. Hans, Ph.D 77 Komponen PBSC Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Misi Pribadi. Siapa saya? Apa falsafah hidup saya? Mengapa saya dilahirkan di dunia ini? Apa sasaran hidup saya secara keseluruhan? Apa aspirasi saya yg terdlm? Mengapa saya melakukan sesuatu yg saya lakukan? Apa talenta unik saya? Apa keyakinan inti saya? 2.Visi Pribadi. Ke mana saya menuju? Nilai2 & prinsip2 apa yg membimbing saya? Apa yg ingin saya capai? Apa tujuan jangka panjang saya? Utk mencapai apa saya ada? Apa keyakinan saya? Bgm saya akan membedakan diri dlm masyarakat? Bgm saya melihat diri saya sendiri? 3.Peran Kunci Pribadi. Hubungan seperti apa yg ingin saya miliki dg org lain? Bgm saya akan mengisi berbagai peran yg berbeda utk mewujudkan misi & visi pribadi saya? 4.Faktor Penentu Keberhasilan Pribadi. Faktor apa yg membuat saya unik? Faktor mana dlm ambisi pribadi saya yg merupakan keharusan utk kesejahteraan & keberhasilan pribadi saya? Apa kompetensi saya yg paling penting? 5.Sasaran Pribadi. Hasil apa yg ingin saya capai? Hasil pribadi yg terukur, yg bersifat jangka pendek apa yg ingin saya capai? Sasaran jangka pendek apa yg paling penting? Perubahan paling penting apa yg akan saya hadapi dalam pekerjaan & karir? 6.Ukuran Kinerja & Target Pribadi. Bgm saya mengukur hasil pribadi saya? Bgm agar sasaran pribadi saya menjadi terukur? Nilai2 apa yg hrs saya peroleh? Apa target saya? 7.Tindakan Perbaikan Pribadi. Bgm cara saya mencapai hasil tersebut? Bgm saya mewujudkan sasaran pribadi saya? Tindakan perbaikan apa yg harus saya lakukan utk mewujudkan sasaran tsb? Bgm cara saya melihat ini shg saya bisa terus menerus belajar?

78 Jen Z.A. Hans, Ph.D 78 Ambisi Pribadi: Misi, Visi & Peran Kunci Pribadi Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Pernyataan misi pribadi merupakan kumpulan falsafah hidup & keseluruhan sasaran hidup yg menunjukkan siapa, mengapa berada di muka bumi, tujuan hidup & aspirasi terdlm Anda. “Siapa saya” adalah pertanyaan identitas. 2.Pernyataan visi pribadi menjelaskan ke mana akan menuju, nilai2 & prinsip2 yg membimbing, sesuatu yg diyakini, apa yg ingin diwujudkan dlm hidup, apa yg ingin dicapai, karakteristik ideal yg ingin dimiliki, situasi ideal pekerjaan & ingin menjadi spt apa. 3.Peran kunci adalah cara yg dipilih utk memenuhi berbagai peran penting dlm kehidupan shg dpt mewujudkan misi & visi pribadi. Hubungan seperti apa yg ingin saya miliki dg org lain? Bgm saya akan mengisi berbagai peran berbeda utk mewujudkan misi & visi pribadi?

79 Jen Z.A. Hans, Ph.D 79 Latihan Pernafasan Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Cari tempat sepi dg udara segar & pastikan tdk akan mendpt gangguan. 2.Duduk pd sebuah kursi yg nyaman dg punggung lurus, jaga agar tetap tegak, bahu & leher relaks. 3.Dg lembut letakkan kedua tangan di lutut dg tangan terbuka menghadap ke atas & tutup mata. 4.Ambil nafas dlm2 melalui hidung dg mengikuti ritme sebagai berikut: tarik nafas dlm empat hitungan, tahan nafas Anda dlm empat hitungan, lalu keluarkan seluruhnya dlm enam hitungan & berhenti dlm satu hitungan. Fokuskan pd irama masuk & keluarnya udara dari tubuh. 5.Fokuskan perhatian seluruhnya pd pernafasan selama proses ini & perhatikan bgm energi kehidupan mengalir dlm tubuh. Selama bernafas Anda merasa lbh santai. Konsentrasi pd perasaan santai di seluruh tubuh (wajah, bahu, tangan, kaki dsb). 6.Ulangi proses ini selama sepuluh menit. Penting sekali bernafas melalui hidung. Dg bernafas melalui hidung, nafas Anda dihangatkan & menjadi lbh dlm.

80 Jen Z.A. Hans, Ph.D 80 Latihan Keheningan Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Stlh menyelesaikan latihan pernafasan, tetaplah berada pd posisi duduk dg punggung tegak, buat lengan relaks, tetap tutup mata & bernafaslah secara normal kembali melalui hidung. 2.Fokuskan seluruhnya pd pikiran; jangan konsentrasikan pd hal2 lain. Jika ada pikiran yg masuk, jangan paksa utk keluar. Cukup biarkan semuanya berjalan seperti awan utk menciptakan langit biru. 3.Biarkan bayangan pikiran datang & pergi, termasuk pikiran yg terkait dg pertanyaan mengenai ambisi pribadi. Cukup pikirkan mengenai siapa diri Anda, mengapa Anda dilahirkan, apa yg penting dlm hidup Anda dsb. 4.Terbukalah thd semua gambar yg muncul dlm pikiran. Bayangkan Anda berada dlm sebuah taman di mana ada org bijak yg mendekati Anda. Stlh memperkenalkan diri, dia mengajukan pertanyaan mengenai ambisi pribadi yg akan ditulis pd halaman berikutnya. Dg cermat dengarkan suara batin Anda. 5.Stlh berjalan 10 menit, perlahan bukalah mata Anda & tuliskan jawaban suara batin dlm buku harian keheningan. Tujuan penyusunan buku harian adalah agar informasinya dpt digunakan utk merumuskan & memperbaharui PBSC Anda. Catatlah selalu pengalaman & kemajuan Anda pd setiap latihan pd buku harian tsb.

81 Jen Z.A. Hans, Ph.D 81 Pertanyaan Ambisi Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Siapa saya? Apa identitas saya? Mengapa saya dilahirkan di dunia ini? Mengapa saya ada di sini? 2.Apa citra diri saya? Bgm saya melihat diri saya? 3.Org spt apakah saya? Utk apa saya ada? Apa yg saya yakini? 4.Nilai2 & prinsip2 apa paling dekat dg saya? Nilai2 & prinsip2 apa paling sakral buat saya & berakar paling dlm pd kehidupan saya? Sbg contoh kejujuran, membantu org lain, pengembangan diri, keahlian, kenikmatan, afeksi, bekerja sama secara menyenangkan, dihargai, status dsb. 5.Mana di antara nilai2 tsb bertentangan dg nilai2 lainnya & mengurangi sisi kekuatan saya? 6.Apa yg baik & apa yg buruk? 7.Apa yg paling dpt saya nikmati? Apakah saya juga akan menikmatinya di masa depan? 8.Bagaimana saya menciptakan makna dlm hidup saya & melihat hidup bukan sekadar mencari uang? 9.Sampai seberapa jauh kekayaan material penting bagi saya? 10.Di mana posisi saya sekarang & ke mana saya akan pergi? Ke mana saya ingin mengarahkan hidup saya? 11.Saya ingin menjadi apa & bgm caranya? Saya berharap akan menjadi apa? Secara umum apa yg ingin saya capai dlm hidup? Utk apa saya hidup? 12.Masa depan spt apa yg akan saya miliki? Kendala apa yg akan saya hadapi utk mewujudkan masa depan saya? Apa kelemahan saya utk menghadapi kendala tsb? 13.Apa yg menghalangi saya utk menjadi apa yg saya inginkan? 14.Apa tujuan hidup saya? 15.Saya ingin menjadi seperti apa & dikenal oleh org lain spt apa?

82 Jen Z.A. Hans, Ph.D 82 Pertanyaan Ambisi Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Jika saya meninggal, warisan apa yg saya tinggalkan & apa maknanya bagi org lain? 17.Apa yg saya lakukan seandainya diberi kesempatan hidup lagi stlh kematian tsb? 18.Apa pandangan org lain thd diri saya? Bgm pandangan saya thd org lain? 19.Anda ingin menjadi seperti apa pd akhir kehidupan Anda? 20.Apa ambisi saya & aspirasi terdlm saya thd masyarakat yg akan menjadi tempat saya hidup? Apa yg dpt saya lakukan utk membantu mewujudkannya? 21.Apa yg sangat ingin saya pelajari? Kebiasaan apa yg ingin saya hentikan? Saya paling senang melakukan apa? Apa yg menurut saya penting utk dilakukan? Apa yg paling menyenangkan & menarik? Apa yg membuat saya senang atau bersedih? Pengorbanan apa yg berani saya lakukan utk mewujudkan cita2 saya? Sebenarnya saya ingin menjadi apa? 22.Investasi apa yg ingin saya lakukan dlm hidup & apa yg ingin saya peroleh dari investasi ini? 23.Kehidupan sehari2 spt apa yg saya inginkan? 24.Apa yg membuat saya puas? 25.Apa yg membuat saya bahagia? 26.Lingkungan spt apa yg saya inginkan? 27.Bgm kesehatan saya? 28.Apa lima kualitas terbaik dari seseorg yg saya kagumi? 29.Sebrp penting nilai2 spiritual dlm hidup saya? Bgm pandangan saya ttg agama? 30.Siapa org paling penting dlm kehidupan saya? Bgm hubungan saya dg mereka? 31.Bgm hubungan saya dg mitra, teman, keluarga, rekan kerja & lainnya?

83 Jen Z.A. Hans, Ph.D 83 Pertanyaan Ambisi Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Mengapa saat ini saya bekerja pd organisasi atau perusahaan ini? 33.Bgm keadaan saya di tempat kerja? 34.Mengapa saya melakukan sesuatu yg saya lakukan? Sebrp pentingkah yg saya lakukan? 35.Saya baik dlm hal apa & tdk baik dlm hal apa? Saya gagal dlm melakukan apa? Apa kegagalan terbesar saya? 36.Apa masalah saya? Apa dampak kegagalan saya thd hubungan saya dg org lain? Apa dampak masalah ini pd kesehatan fisik saya? 37.Apa yg membuat saya bahagia pd saat saya bahagia? 38.Apa saja yg tlh saya lakukan sampai saat ini & apa yg tlh saya capai? 39.Apa yg membuat saya tdk mudah menyerah dlm kehidupan pribadi, sosial & bisnis? 40.Pertanyaan sosial apa yg menggelitik saya? Kontribusi sosial apa yg ingin saya berikan? 41.Saya ingin menjadi apa dlm organisasi saya? Apa yg saya upayakan utk saya capai? Apa yg membuat saya tidak maju? 42.Bgm caranya agar saya dpt melayani umat manusia? 43.Kontribusi apa yg saya upayakan utk dibuat utk mewujudkan misi & visi organisasi? 44.Motivator apa yg paling penting dlm pekerjaan saya? 45.Pekerjaan apa yg memberi saya inspirasi? Apa harapan saya? Apa yg saya perjuangkan? Apa kepedulian saya? 46.Apa yg sedang terjadi terhadap profesi, kepemilikan material, keluarga, pasangan hidup, teman2 & lainnya? 47.Mengapa saya aktif pd kelompok atau klub tertentu? 48.Apakah hal2 yg saya sebutkan di atas masih tetap penting bagi saya sepuluh tahun mendatang?

84 Jen Z.A. Hans, Ph.D 84 Pertanyaan Ambisi Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Apabila Anda menggunakan org yg dipercaya sbg pembina pribadi, mintalah org tsb membantu Anda melakukan latihan pernafasan & keheningan dg cara: 1.Menghitung dg suara lembut 2.Mengingatkan Anda agar pikiran Anda berjalan keluar masuk 3.Mengingatkan Anda utk membayangkan org yg bijaksana yg mengajukan beberapa pertanyaan ambisi pribadi & memberi jeda wkt utk memberi kesempatan pikiran Anda 4.Membantu Anda memilih pertanyaan ambisi 5.Membantu Anda mencatat pengalaman & kemajuan latihan Anda

85 Jen Z.A. Hans, Ph.D 85 Faktor Penentu Keberhasilan Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Beberapa contoh faktor penentu keberhasilan (FPK) pribadi adalah kestabilan keuangan, kesehatan fisik & mental yg baik serta kemampuan profesional. 2.Di sini pertanyaan krusial adalah faktor mana yg membuat saya unik? Apa yg menentukan keberhasilan saya? Dlm ambisi pribadi saya faktor mana yg paling menentukan kesejahteraan saya? Dlm ambisi pribadi saya faktor mana yg paling esensial utk mewujudkan sasaran saya?

86 Jen Z.A. Hans, Ph.D 86 Sasaran Pribadi Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Beberapa contoh sasaran pribadi adalah penghargaan dari pelanggan, keterampilan kepemimpinan yg meningkat, ketenangan batin & pengetahuan yg lebih banyak. 2.Sasaran dpt digunakan utk mengembangkan kepribadian dinamis, karismatik & menjadi org yg sangat kompeten, kuat, disiplin, tenang & baik. 3.Setiap bulan tentukan sasaran kebugaran fisik. Anda tdk akan produktif, kreatif & dinamis kalau tdk merasa nyaman, relaks & bugar.

87 Jen Z.A. Hans, Ph.D 87 Ukuran Kinerja Pribadi Internal Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Level utk mendpt inspirasi 2.Level tekanan 3.Level stres 4.Level kekebalan thd stres 5.Level kenikmatan 6.Level tertawa 7.Level kepercayaan dari manajer saya 8.Jml tindakan yg saya lakukan dg pertimbangan dibandingkan dg jml tindakan yg saya lakukan tanpa pertimbangan 9.Brp kali saya merasa nyaman 10.Brp kali saya merasa frustrasi di tempat kerja 11.Level kekesalan di tempat kerja 12.Level kegembiraan di tempat kerja 13.Persentase ketidakhadiran mental di tempat kerja

88 Jen Z.A. Hans, Ph.D 88 Ukuran Kinerja Pribadi Internal Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Berat badan 15.Jmlh jam tidur 16.Frekuensi berolah raga 17.Jumlah tantangan baru 18.Jumlah emosi yg tdk terkendali di tempat kerja 19.Jumlah waktu kesal 20.Jumlah jam istirahat fisik 21.Persentase tidak masuk karena sakit 22.Jmlh wkt merasa bugar 23.Frekuensi latihan pernafasan & keheningan 24.Jmlh rokok per hari 25.Jmlh kilometer yg ditempuh dlm bersepeda per bulan 26.Jmlh latihan otot perut 27.Jmlh bermain golf dlm sebulan 28.Level kolesterol 29.Jmlh wkt merasa penuh energi 30.Jmlh wkt terangsang oleh impuls intuitif 31.Konsumsi alkohol 32.Persentase kecelakaan 33.Jmlh kunjungan ke psikolog 34.Kondisi fisik 35.Kecepatan penyelesaian pekerjaan 36.Jmlh kesalahan pemrosesan 37.Jmlh wkt yg digunakan utk menyelesaikan pekerjaan 38.Wkt respon thd permintaan pelayanan 39.Persentase pesanan yg ditunda

89 Jen Z.A. Hans, Ph.D 89 Ukuran Kinerja Pribadi Eksternal Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Tingkat kepuasan pelanggan 2.Jmlh kegiatan bersama anak 3.Jmlh wkt melaksanakan sesuatu bersama pasangan 4.Besarnya donasi per tahun 5.Keandalan jasa saya 6.Jmlh rapat yg berhasil 7.Jmlh pujian & ungkapan cinta dari pasangan 8.Tingkat kepuasan org lain atas tindakan saya 9.Persepsi org lain thd kerja sama yg saya lakukan 10.Tingkat kepuasan pelanggan saya 11.Jmlh peringatan dari manajer 12.Jmlh jam produktif di tempat kerja 13.Jmlh perubahan positif yg saya prakarsai 14.Jmlh umpan balik positif yg saya terima dari klien, manajer & rekan kerja 15.Ketersediaan 16.Aksesibilitas 17.Jmlh percakapan terbuka dg org yg dicintai 18.Jmlh kepanitiaan yg diikuti dlm kegiatan sosial 19.Jmlh pelanggan yg puas 20.Level perasaan bahwa saya memberi nilai tambah 21.Jmlh keluhan dari pelanggan internal & eksternal 22.Jmlh jam berkualitas bersama keluarga 23.Jmlh pergi keluar bersama keluarga 24.Jmlh pertentangan dg pasangan 25.Persentase org bekerja di bawah kepemimpinan yg efektif dari saya 26.Persentase rekan kerja menganggap saya sebagai rekan kerja yg baik

90 Jen Z.A. Hans, Ph.D 90 Ukuran Kinerja Pribadi Eksternal Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Brp kali memberi bantuan kpd org lain 28.Jmlh umpan balik positif yg terkait dg perilaku etis saya 29.Skor penilaian pelanggan 30.Tenggang wkt antara menerima & membalasnya 31.Jmlh teman baik 32.Jmlh teman baru 33.Jmlh ucapan yg menyerang saya 34.Keandalan pelayanan saya 35.Tingkat kepuasan rekan kerja & anak buah 36.Jmlh wkt yg digunakan bersama teman2 sejati 37.Jmlh wkt yg digunakan bersama anak2 di rumah 38.Brp kali anak2 melibatkan saya dlm membuat keputusan 39.Jmlh personel saya yg merasa memiliki pekerjaan menantang 40.Persentase pelanggan yg ingin keluar karena tdk puas 41.Persentase pekerjaan selesai & diserahkan tepat wkt sesuai spesifikasi 42.Wkt yg diperlukan utk memperbaiki kesalahan 43.Persentase pelanggan yg keluar 44.Jmlh kunjungan ke pelanggan penting 45.Jmlh pertemuan dg kelompok pelanggan utk mengetahui permintaan, persyaratan, gagasan & keluhan mereka 46.Jmlh sasaran konkret yg terkait dg kepuasan pelanggan 47.Banyaknya kontak dg pelanggan 48.Banyaknya survei pelanggan 49.Persentase pelanggan yg datang kembali 50.Persentase pelanggan yg puas dg cara komunikasi saya 51.Tingkat loyalitas pelanggan 52.Besarnya biaya akibat hilangnya pelanggan atau utk mendpt pelanggan baru 53.Banyaknya keluhan pelanggan akibat perilaku saya 54.Skor persepsi org thd nilai tambah saya

91 Jen Z.A. Hans, Ph.D 91 Ukuran Kinerja Pribadi Pengetahuan & Pembelajaran Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Jmlh kompetensi inti pribadi 2.Persentase sasaran pembelajaran yg berhasil diwujudkan 3.Persentase tindakan perbaikan yg dicapai 4.Jmlh wkt utk berbagi pengetahuan dg publik 5.Banyaknya pelajaran bermain biola 6.Jmlh prakarsa yg berhasil 7.Jmlh kursus manajemen yg diikuti 8.Persentase kompetensi manajemen yg dimiliki 9.Persentase keterampilan strategis yg dimiliki 10.Jmlh buku manajemen baru yg dibaca 11.Jmlh hari utk mengikuti kursus 12.Jmlh seminar & lokakarya yg diikuti 13.Jmlh pelatihan atau kursus yg dibutuhkan 14.Tingkat kepuasan klien berkaitan dg profesionalisme saya 15.Jmlh hari belajar 16.Jmlh prakarsa efektif sbg manajer 17.Jmlh prakarsa efektif yg diterapkan 18.Jmlh momen pembelajaran yg dihayati dg baik 19.Penjualan sebagai akibat penambahan pengetahuan baru 20.Jmlh peristiwa menjadi pembicara 21.Persentase pengeluaran utk pengembangan diri 22.Rasio masalah yg berhasil dipecahkan 23.Jmlh masalah yg dipecahkan 24.Jmlh saran yg diimplementasikan 25.Jmlh gagasan inovatif yg memberi nilai tambah bagi org lain 26.Jmlh wkt yg digunakan utk membaca & berdiskusi

92 Jen Z.A. Hans, Ph.D 92 Ukuran Kinerja Pribadi Pengetahuan & Pembelajaran Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Tingkat kepuasan klien berkaitan dg profesionalisme saya 15.Jmlh hari belajar 16.Jmlh prakarsa efektif sbg manajer 17.Jmlh prakarsa efektif yg diterapkan 18.Jmlh momen pembelajaran yg dihayati dg baik 19.Penjualan sebagai akibat penambahan pengetahuan baru 20.Jmlh peristiwa menjadi pembicara 21.Persentase pengeluaran utk pengembangan diri 22.Rasio masalah yg berhasil dipecahkan 23.Jmlh masalah yg dipecahkan 24.Jmlh saran yg diimplementasikan 25.Jmlh gagasan inovatif yg memberi nilai tambah bagi org lain 26.Jmlh wkt yg digunakan utk membaca & berdiskusi 27.Jmlh buku spiritualitas yg dibaca 28.Jmlh proposal perbaikan strategi yg berhasil 29.Jmlh gagasan inovatif 30.Jmlh keterampilan yg dibutuhkan 31.Rata2 wkt menduduki suatu posisi/jabatan 32.Persentase komunikasi yg gagal 33.Wkt yg dibutuhkan utk pengembangan produk 34.Persentase penjualan produk baru 35.Wkt yg diperlukan utk meluncurkan gagasan baru di pasar 36.Tingkat pengalaman rekan kerja sbg hasil pertukaran pengetahuan dg saya

93 Jen Z.A. Hans, Ph.D 93 Ukuran Kinerja Pribadi Keuangan Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Keuntungan dari investasi saham 2.Omset perusahaan saya per tahun 3.Rasio pendapatan & pengeluaran 4.Level provisi pensiun 5.Level cadangan keuangan 6.Persentase penyimpangan dari anggaran 7.Persentase pendapatan dari order baru 8.Persentase pendapatan dari produk baru 9.Saldo tabungan 10.Jumlah tagihan yg terlambat dibayar 11.Level utang 12.Pertumbuhan keuntungan 13.Pendapatan 14.Gaji 15.Bonus 16.Arus kas 17.Uang pensiun 18.Asuransi cacat 19.Level investasi 20.Profitabilitas 21.Efektivitas 22.Produktivitas 23.Tarif per hari sbg konsultan 24.Besarnya aset keungan 25.Persentase pendapatan yg disisihkan utk amal 26.Jmlh akuisisi yg berhasil

94 Jen Z.A. Hans, Ph.D 94 Ukuran Kinerja Pribadi Keuangan Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Besarnya pengeluaran rmh tangga 28.Banyaknya jam kerja yg dibayar 29.Jumlah jam kerja yg tdk dibayar utk mengelola perusahaan konsultan sendiri 30.Jangka wkt pembayaran di antara dua order konsultansi 31.Persentase biaya operasional atas penjualan 32.Nilai tambah 33.Nilai tambah per waktu kerja

95 Jen Z.A. Hans, Ph.D 95 Target Pribadi Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Target pribadi adalah sasaran kuantitatif dari kinerja pribadi. Target pribadi merupakan nilai yg diupayakan pencapaiannya & kemudian diukur menggunakan ukuran kinerja pribadi. Target pribadi mengindikasikan nilai yg ingin Anda capai & sangat tgt pd ambisi pribadi Anda. 2.Target pribadi harus memenuhi kriteria SMART (Specific, Measurable, Achievable, Result-Oriented, Time-Specific)

96 Jen Z.A. Hans, Ph.D 96 Tindakan Perbaikan Pribadi Hubert K. Rampersad, Personal Balanced Scorecard, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Tindakan perbaikan pribadi adalah strategi yg digunakan utk mewujudkan ambisi pribadi Anda. Tindakan perbaikan dimanfaatkan utk mengembangkan keterampilan, memperbaiki perilaku, menguasai diri sendiri & memperbaiki kinerja. 2.Di sini kata bgm menjadi kuncinya: Bgm saya mencapai hasil pribadi saya? Bgm saya mewujudkan sasaran pribadi? Bgm saya memperbaiki perilaku saya? Bgm saya memastikan bahwa saya belajar secara terus menerus sendirian maupun secara kolektif? Bgm agar saya dpt memahami diri sendiri dg lbh baik? Bgm caranya saya mengurangi stres?

97 Jen Z.A. Hans, Ph.D 97 Tugas #4 Kesan Positif Thd Dosen  Tulis minimal 3 kesan positif (prbh pola pikir, sikap & perilaku) stlh berinteraksi dg Bpk Jen Z.A. Hans mulai pk Rabu, 7 Februari 2007

98 Jen Z.A. Hans, Ph.D 98 Buku Strategi Pengembangan Diri (Rp50.000) Dapat Diperoleh Di Toko Buku:  Gramedia & Karisma (Seluruh Indonesia)  Ananda Media (Terminal A, C & FBandara Soekarno-Hatta)  Ananda Media (Terminal A, C & F Bandara Soekarno-Hatta)  Corry Handayani (Bandara Minangkabau Padang)  AW Motivation Books & Gifts Shop (Mall Artha Gading & Depok Town Square)  Trimedia (Mall Ambassador, Fatmawati, Pekanbaru & Surabaya)  Minoriya (Pasaraya Manggarai & Pasaraya Grande Blok M)  Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana  Jen Z.A. Hans (  Jen Z.A. Hans (HP ) Jen Z.A. Hans, Ph.D.


Download ppt "Jen Z.A. Hans, Ph.D 1 MANAJEMEN STRATEGIK & PERUBAHAN Jen Z.A. Hans, Ph.D. Dosen Magister Manajemen Bbrp PTS di Jakarta Dosen Sespim & Sespati Polri Lembang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google