Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN KULIAH I: Interaksi Mikroorganisme dg Lingkungan By Fajri Anugroho FTP - UB.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN KULIAH I: Interaksi Mikroorganisme dg Lingkungan By Fajri Anugroho FTP - UB."— Transcript presentasi:

1 MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN KULIAH I: Interaksi Mikroorganisme dg Lingkungan By Fajri Anugroho FTP - UB

2 Dosen Pengajar Dr. Ir. Nur Hidayat, MP. Dr. Ir. Nur Hidayat, MP. Fajri Anugroho, S.TP., M.Agr. PhD Fajri Anugroho, S.TP., M.Agr. PhD Angga Dheta Shirajjudin Aji, S.Si, M.Si Angga Dheta Shirajjudin Aji, S.Si, M.Si Catatan: Catatan: Untuk Materi Kuliah pada Pertemuan berikutnya mohon ditanyakan pada dosen ybs sebelum kuliah berakhir Untuk Materi Kuliah pada Pertemuan berikutnya mohon ditanyakan pada dosen ybs sebelum kuliah berakhir

3 Penilaian 80% kehadiran 80% kehadiran Persentase Penilaian: Persentase Penilaian: Ujian Tengah Semester % Ujian Tengah Semester % Ujian Akhir Semester % Ujian Akhir Semester % Tugas (UTS dan UAS) % Tugas (UTS dan UAS) %

4 DISKRIPSI Mikrobiologi Lingkungan merupakan salah satu matakuliah pilihan dalam lingkup Mikrobiologi yang memberi dasar-dasar pemahaman akan konsep- konsep peran mikroba di lingkungan terkait dengan dinamika yang terjadi di biosfer dan pengaruhnya pada kehidupan manusia. Mikrobiologi Lingkungan merupakan salah satu matakuliah pilihan dalam lingkup Mikrobiologi yang memberi dasar-dasar pemahaman akan konsep- konsep peran mikroba di lingkungan terkait dengan dinamika yang terjadi di biosfer dan pengaruhnya pada kehidupan manusia.

5 Kompetensi Mahasiswa mengetahui peran mikroorganisma di lingkungan dan hubungannya dengan kehidupan manusia, dan terampil melakukan teknik terkait mikrobiologi lingkungan Mahasiswa mengetahui peran mikroorganisma di lingkungan dan hubungannya dengan kehidupan manusia, dan terampil melakukan teknik terkait mikrobiologi lingkungan

6 Out Come Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi ilmiah, bekerja dalam kelompok dan mengembangkan wawasan terkait pemanfaatan mikroorganisme untuk kemaslahatan manusia

7 2800 SM India, Kepulauan Orkney (Scotland), Pulau Crete dan Lembah Eufrat telah membuat saluran pembuangan limbah cair rumah tangga Pipa berbahan logam digunakan di Mesir dan 2000 SM di istana Knossos Crete. Awal Masehi Roma membangun tandon air bersih dengan saluran dari pipa timah. Abad 4 MRoma telah didirikan jamban umum di pusat- pusat aktivitas penduduk. Abad 6 M Kertas toilet (tisu) sudah digunakan di Cina. SEJARAH

8 1665 Robert Hooke menggunakan lensa sederhana untuk melihat sel mati dari tutup botol (gabus) Robert Hooke menggunakan lensa sederhana untuk melihat sel mati dari tutup botol (gabus) Anthony van Leuwenhoeck mampu melihat benda menggunakan mikroskop sederhana hingga perbesaran ~ Anthony van Leuwenhoeck mampu melihat benda menggunakan mikroskop sederhana hingga perbesaran ~ Ignaz Semmelweis (Austria) memulai karir untuk dokter rumah sakit bersalin, dan menyadari kematian ibu dan anak setelah persalinan 18% berasal dari infeksi darah oleh streptococcus. ---pelopor sanitasi Ignaz Semmelweis (Austria) memulai karir untuk dokter rumah sakit bersalin, dan menyadari kematian ibu dan anak setelah persalinan 18% berasal dari infeksi darah oleh streptococcus. ---pelopor sanitasi Louis Pasteur menggunakan tabung gelas leher angsa yang menghubungkan udara luar dengan bejana berisi kaldu yang sudah direbus Louis Pasteur menggunakan tabung gelas leher angsa yang menghubungkan udara luar dengan bejana berisi kaldu yang sudah direbus.

9 Bejana dengan pipa leher angsa

10 Fanni Angelina Eilshemius istri Walther Hesse (asisten Koch) mempelopori penggunaan agar. Agar memiliki beberapa nilai komparatif dibanding gelatin: (a) tidak beracun (b) meleleh pada suhu 100 o C, dan membeku pada suhu sekitar 45 o C (c) tidak bersifat toksik pada organisma lain (d) stabil pada suhu sterilisasi. (e) secara fisiologis cukup tahan karena jarang ada mikroba mampu menghidrolisis agar.

11 1970-an, dikenalkan mikrobiologi lingkungan dengan pokok tinjauan pada kesehatan masyarakat dan lingkungan dan terus berkembang hingga mencakup bidang yang luas dan berkait dengan bidang ilmu lainnya. Hurst et al. (1997) mendefinisikan bahwa mikrobiologi lingkungan merupakan studi tentang keberadaan mikroba pada lingkungan alami maupun buatan. Maier et al. (1999) mikrobiologi lingkungan didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari pengaruh penerapan mikroba pada lingkungan, aktivitas, kesehatan dan kesejahteraan manusia.

12 Bidang yang erat terkait dan seringkali dipersepsikan sama dengan mikrobiologi lingkungan yaitu: EKOLOGI MIKROBA Ekologi mikroba yaitu ilmu yang mempelajari interrelasi atau interaksi antara mikroba dengan lingkungannya baik lingkungan biotik maupun abiotik.

13 LingkupTopik Aeromikrobiologi (mikrobiologi udara) Agrikultur, mikrobiologi tanah BiogeokimiaBioremediasiBioteknologi Kualitas pangan Produksi bahan Pengambilan bahan Penanganan limbah Kualitas air Isolasi dan deteksi patogen atau mikroba lain di udara, gerakan mikroba di udara Kontrol biologis, pengikatan nitrogen, siklus nutrisi Siklus karbon dan mineral, kontrol air limbah pertambangan/acid mining drainage, kontrol pelepasan nitrogen terikat Degradasi kontaminan organik, imobilisasi atau pembuangan kontaminan anorganik pada tanah maupun perairan Deteksi patogen atau mikroba di lingkungan, deteksi aktivitas mikroba di lingkungan, rekayasa genetika Deteksi patogen dan usaha pembebasan bahan makanan dari patogen Produksi alkohol, produksi protein sel tunggal Penambangan minyak dan mineral dengan bantuan mikroba Degradasi limbah, reduksi patogen Penghilangan kontaminan organik dan anorganik, deteksi patogen, pengurangan jumlah patogen.

14 Peranan Mikroorganisme Peran Positif Menguntungkan manusia, hewan, tumbuhan Menguntungkan manusia, hewan, tumbuhan Pengolahan Pangan Pengolahan Pangan Pengendalian penyakit Pengendalian penyakit Membantu kesuburan tanah, dll Membantu kesuburan tanah, dll Peran Negatif Mencemari bhn pangan Mencemari bhn pangan Menyebabkan penyakit Menyebabkan penyakit

15 PERANAN POSITIF Industri Pangan Industri Pangan - Yogurt Mikroorganisme : L. bulgaricus, S. thermophillus

16 - Keju Mikroorganisme : L. bulgaricus, L. lactis, S. thermophillus, L. casei, L. helvenicus, P. skermanii, P. petersonii

17 INDUSTRI KIMIA Aseton, butanol, isopropanol Aseton, butanol, isopropanol Bakteri Cl. Acetobutylicum Gliserol Gliserol Khamir, B. subtillis Manitol, Arabitol, Xilitol Eritritol Manitol, Arabitol, Xilitol Eritritol Candida lypolitica, Pichia ohmeri, Monilia, Hansenulla, Saccharomyces, Zygosacharomyces, Acetobacter suboxydans

18 Simbion mutualistik Rhizobium dll Saprophytic Rhizobacteria & fungi Seedlings Growth Plant Protection Nutrient Cycling Fungi Mycoriza N 2 Fixation Seedlings Growth Nutrient Cycling Plant Protection Decontamination Plant Conservation Plant Succession Microbes Function PERTANIAN Beneficial Microbes in Soil-Plant System Specific Bacteria Decontamination

19 RHIZOBIUM DAN LEGUMINOSE CIRI : TERBENTUK BINTIL AKAR CIRI : TERBENTUK BINTIL AKAR JUMLAH : 57 – 169 Kg N/Ha/Th JUMLAH : 57 – 169 Kg N/Ha/Th PROSES : INFEKSI, PENETRASI, PEMBENTUKAN BENANG INFEKSI, PEMBENTUKAN BAKTEROID, PEMBENTUKAN BINTIL AKAR PROSES : INFEKSI, PENETRASI, PEMBENTUKAN BENANG INFEKSI, PEMBENTUKAN BAKTEROID, PEMBENTUKAN BINTIL AKAR Bintil akar efektif : bagian dalam berwarna merah Bintil akar efektif : bagian dalam berwarna merah Faktor pembentukan bintil dan penambatan N 2 : pH, suhu, unsur hara, salinitas dan alkalinitas. Faktor pembentukan bintil dan penambatan N 2 : pH, suhu, unsur hara, salinitas dan alkalinitas.

20 Interaksi bakteri-tumbuhan, infeksi Agrobacterium tumefaciens (kiri), pembentukan bintil akar akibat interaksi Rhizobium-tumbuhan (tengah dan kanan).

21 DAUR FOSFOR MINERALISASI DAN IMOBILISASI P MINERALISASI DAN IMOBILISASI P PELARUTAN P-ANORGANIK PELARUTAN P-ANORGANIK KETERSEDIAAN P-ORGANIK KETERSEDIAAN P-ORGANIK KELARUTAN P-ANORGANIK KELARUTAN P-ANORGANIK

22 MINERALISASI P-ORGANIK Enzim : fosfatase (ekstraseluler) Enzim : fosfatase (ekstraseluler) Jenis : fosfomonoesterase, fosfodiesterase, phytase Jenis : fosfomonoesterase, fosfodiesterase, phytase Mineralisasi vs rasio C/P Mineralisasi vs rasio C/P < 200/1 : mineralisasi < 200/1 : mineralisasi > 300/1 : imobilisasi P > 300/1 : imobilisasi P 200 – 300/1 : sedikit perubahan ketersediaan P. 200 – 300/1 : sedikit perubahan ketersediaan P.

23 PELARUTAN P-ANORGANIK Mekanisme : Melepaskan karbondioksida & bahan organik Melepaskan karbondioksida & bahan organik Asam karbonat : Ca-P dan Mg-P Asam karbonat : Ca-P dan Mg-P Asam organik : pengkhelat, Al-P, Fe-P, Ca-P, Mg-P Asam organik : pengkhelat, Al-P, Fe-P, Ca-P, Mg-P Hasil : orthofosfat Hasil : orthofosfat Jasad mikro : Jasad mikro : bakteri (Bacillus, Pseudomonas, sp, Nitrosomnas sp,) bakteri (Bacillus, Pseudomonas, sp, Nitrosomnas sp,) jamur (Aspergillus sp, Penicillium sp dan Fusarium sp). jamur (Aspergillus sp, Penicillium sp dan Fusarium sp).

24 PERANAN NEGATIF Kerusakan Pada Makanan Kerusakan Pada Makanan Makanan yang terkontaminasi m.o mengalami perubahan fisik dan kimia yang tidak diinginkan toksin Keracunan (sakit perut, muntah-muntah, diare) Perantara penyakit Melalui Makanan Perantara penyakit Melalui Makanan Thypus, kolera, disentri, TBC, polyomilitis

25 Infeksi Corynebacterium acne, koloni yang tumbuh dari kulit berjerawat (kanan atas), gambaran histologis (kiri)

26 Infeksi candidiosis pada tenggorokan

27 Koloni mikroba dari tanah pada perakaran tumbuhan yang berbeda

28 Kerusakan buah strawberry akibat fungi

29 KLASIFIKASI ORGANISMA: 1759 Carl Linnaeus: Animalia dan Plantae Ernst Heinrich Haeckel mengusulkan 3 domain yaitu hewan, tumbuhan dan protista 1969 Robert Whittaker mengusulkan 5 kingdom, Monera (Prokaryote), Protista, Fungi, Plantae, Animalia 1978 Carl Woese menyampaikan 3 kingdom yaitu Eucarya, Eubacteria dan Archaea : dasar filogeni 1. Komposisi dinding sel, 2. lipid membran, 3. sequens RNA, 4. sintesa protein, 5. Sensitivitas terhadap antibiotik.

30 The Three-Domain System

31

32 Acellular Particles:Acellular Particles: Viruses, Viroids & Prions Although they may seem to behave like living things, acellular particles are not alive. Acellular particles… - are not made of cells - cannot reproduce on their own - do not grow or undergo division - do not transform energy - lack machinery for protein synthesis - so small that they can only be seen with an electron microscope

33 What Is a Virus? Viruses infect living cells and once inside, transform the cell essentially into a factory for making more viruses. These acellular particles are composed of nucleic acid (genetic material), proteins and, in some cases, lipids as well. What Is a Viroid? Viroids are smallest known agents of infectious disease. Whereas viruses are made up of nucleic acid encapsulated in protein (capsid), viroids are uniquely characterized by the absence of a capsid. Thus far, this type of acellular particle has only been identified as an infectious agent in plants. What Is a Prion? Prions are an abnormal form of a normally harmless protein that cause various fatal neurodegenerative diseases called Transmissible Spongiform Encephalopathies. Once present in the brain, prions cause normal proteins to refold into abnormal shapes, destroying neurons and eventually causing the brain to become riddled with holes.

34 Terima kasih & Sampai jumpa pd pertemuan berikutnya


Download ppt "MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN KULIAH I: Interaksi Mikroorganisme dg Lingkungan By Fajri Anugroho FTP - UB."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google