Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

REGULASI MUTU DAN KEAMANAN PANGAN DI INDONESIA Sumber : SISTEM PENGAWASAN MAKANAN DI INDONESIA Oleh Prof. H. Soedjajadi Keman, dr., MS., Ph.D.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "REGULASI MUTU DAN KEAMANAN PANGAN DI INDONESIA Sumber : SISTEM PENGAWASAN MAKANAN DI INDONESIA Oleh Prof. H. Soedjajadi Keman, dr., MS., Ph.D."— Transcript presentasi:

1 REGULASI MUTU DAN KEAMANAN PANGAN DI INDONESIA Sumber : SISTEM PENGAWASAN MAKANAN DI INDONESIA Oleh Prof. H. Soedjajadi Keman, dr., MS., Ph.D.

2 Pemahaman Mengenai Mutu Menetapkan Perusahaan Membuat Permintaan Sesuai Produk Barang/ Jasa Konsumen -Syarat -Kebutuhan -Keinginan Standar Karakteristik

3 Faktor yang Memengaruhi Manajemen Kualitas Pangan Food Production Variation, restricted shelf-life, hidden risks, interactions, many influencing condition Consumer Critical, trust, risk, perception Organisations People behavior, changing structures and procedures Enviroment Legislation, competitive market Agri-food chain Many suppliers, purchasers, complex networks, interdependencies Food quality and Quality Management

4 Model Fungsional Manajemen Kualitas Pangan (Luning & Marcelis, 2007) Quality Design Quality Policy & Strategy Quality Assurance Customer / Consumer require- ments Quality Improvement Environmen Quality Control Supply & storage of food material Supply & storage of food processing Supply & storage of food distribution Product Proper- ties Managerial Functions Technological functions Organisation

5 Pengaruh Makanan Terhadap Kesehatan Malnutrisi (under atau over nutrition) Malnutrisi (under atau over nutrition) Penyakit-penyakit allergi Penyakit-penyakit allergi Keracunan makanan (mikroorganisme, bh tambahan mkn) Keracunan makanan (mikroorganisme, bh tambahan mkn)

6 Fokus Perhatian Dalam Lingkup Kesehatan Lingkup higiene dan sanitasi makanan yang masuk dalam perhatian bidang Kesehatan adalah mengusahakan makanan tidak mengandung zat atau bahan yang dapat membahayakan kehidupan manusia Lingkup higiene dan sanitasi makanan yang masuk dalam perhatian bidang Kesehatan adalah mengusahakan makanan tidak mengandung zat atau bahan yang dapat membahayakan kehidupan manusia

7 Tujuan Pengolahan Makanan Tercipta makanan yang sehat Tercipta makanan yang sehat Punya cita rasa yang tinggi Punya cita rasa yang tinggi Merangsang selera makan Merangsang selera makan

8 Cara mengolah makanan agar tercipta makanan sehat, cita rasa tinggi dan merangsang selera : Masak dalam waktu yang cukup Masak dalam waktu yang cukup Buang bagian makanan yang berbahaya dan tidak bermanfaat dibuang Buang bagian makanan yang berbahaya dan tidak bermanfaat dibuang Pelihara kebersihan bahan makanan, alat dan penjamah Pelihara kebersihan bahan makanan, alat dan penjamah Hindari mengolah bahan makanan yang mengandung racun atau berdekatan dengan racun Hindari mengolah bahan makanan yang mengandung racun atau berdekatan dengan racun

9 Pengawasan Makanan Di Indonesia Masyarakat (Tidak Tahu) MutuMakanan Produsen (Bertanggung-Jawab) Pemerintah (Mengawasi + Mengendalikan) Makanan berlabel diawasi dan dikendalikan BPOM-RI Makanan tidak berlabel oleh Dinas Kesehatan Kab/Kota

10 Prinsip Pengawasan Makanan (Rumus 3-E) Engineering Engineering - Perundangan - Peraturan Education Education - Pemberian informasi - Penyuluhan dan Pendidikan Enforcement Enforcement - Teguran 1, 2, 3. - Peringatan keras - Tutup sementara - Cabut ijin operasi/produksi - Perdata/Pidana

11 Sistem Pengawasan Makanan Oleh Pemerintah Indonesia Ijin produksi diberikan dari Departeman Perindustrian, Ditjen Aneka Industri Ijin produksi diberikan dari Departeman Perindustrian, Ditjen Aneka Industri Pengawasan thd proses produksi di lakukan oleh siapa ? Pengawasan thd proses produksi di lakukan oleh siapa ? Hasil produksi makanan berlabel diawasi oleh BPOM-RI, sedangkan makanan tidak berlabel oleh Dinas Kesehatan Kab/kota Hasil produksi makanan berlabel diawasi oleh BPOM-RI, sedangkan makanan tidak berlabel oleh Dinas Kesehatan Kab/kota

12 Pengawasan Penuh oleh BPOM-RI Ijin produksi, Pengawasan proses produksi, dan hasil produksi industri berikut ini sepenuhnya wewenang BPOM-RI : Ijin produksi, Pengawasan proses produksi, dan hasil produksi industri berikut ini sepenuhnya wewenang BPOM-RI : - Obat- Kosmetika - Obat tradisional- Narkotika - Alat kesehatan - Minuman keras

13 Sistem Pengawasan Makanan Oleh BPOM-RI Pemberian Nomer Registrasi BPOM-RI Pemberian Nomer Registrasi BPOM-RI - Makanan/Minuman : MD (dalam), ML (import) 12 digits - Obat-obatan : D (dalam), DL (obat import) - Kosmetika : CD (dalam), CL (kosmetik import) - Alat kesehatan : KD (dalam), KL (alat import) - Obat tradisional : TR Melakukan uji laboratorium sampel makanan Melakukan uji laboratorium sampel makanan - Uji kandungan (komposisi) gizi - Uji fisika kimia - Uji mikrobiologi - Uji bahan berbahaya dan beracun

14 Pengawasan Makanan Secara Nasional Sampel makanan/minuman diambil secara acak dari pabrik atau dibeli di pasar bebas tanpa setahu pabrik (harus ada alokasi dana) Sampel makanan/minuman diambil secara acak dari pabrik atau dibeli di pasar bebas tanpa setahu pabrik (harus ada alokasi dana) Dilakukan uji laboratorium di Balai POM di masing-masing regional, kalau perlu dilakukan rujukan untuk konfirmasi ke BPOM-RI di Jakarta Dilakukan uji laboratorium di Balai POM di masing-masing regional, kalau perlu dilakukan rujukan untuk konfirmasi ke BPOM-RI di Jakarta

15 Sistem Pengawasan Makanan Tidak Berlabel Oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Pemberian penyuluhan bagaimana mengolah makanan yang higienis sehingga layak untuk dijual dan dikonsumsi masyarakat stl itu beri nomer registrasi SPIRT..../..../..... Pemberian penyuluhan bagaimana mengolah makanan yang higienis sehingga layak untuk dijual dan dikonsumsi masyarakat stl itu beri nomer registrasi SPIRT..../..../..... (no urut/kode prop-kab/tahun) Pemasangan plakard higiene sanitasi (Placard of Hygiene and Sanitation) pada Rumah Makan dan Restaurant : Grade A (very good), B (good), C (fair) yang berlaku 12 bulan Pemasangan plakard higiene sanitasi (Placard of Hygiene and Sanitation) pada Rumah Makan dan Restaurant : Grade A (very good), B (good), C (fair) yang berlaku 12 bulan

16 Sarana Pokok Pengawasan Makanan Peraturan Perundangan tentang Makanan Peraturan Perundangan tentang Makanan Organisasi Pelaksana Pengawasan Makanan Organisasi Pelaksana Pengawasan Makanan

17 Peraturan Perundangan tentang Makanan (1) Manfaat Peraturan Perundangan : Sebagai landasan hukum aparat pemerintah Sebagai landasan hukum aparat pemerintah Keseragaman tindakan dlm pengawasan makanan untuk melindungi masyarakat thd makanan yang merugikan kesehatan Keseragaman tindakan dlm pengawasan makanan untuk melindungi masyarakat thd makanan yang merugikan kesehatan Sebagai pedoman yang wajib ditaati masyarakat Sebagai pedoman yang wajib ditaati masyarakat Pedoman yang diikuti produsen dan distributor makanan Pedoman yang diikuti produsen dan distributor makanan

18 Peraturan Perundangan tentang Makanan (2) Pokok-Pokok Yang Dimuat : Hal-hal yang dilarang dan sanksi thd pelanggaran Hal-hal yang dilarang dan sanksi thd pelanggaran Hal-hal yang bersifat membina produsen agar memproduksi makanan yang memenuhi persyaratan Hal-hal yang bersifat membina produsen agar memproduksi makanan yang memenuhi persyaratan Indonesia saat ini sudah mempunyai Undang-Undang No. 7 Tahun 2003 tentang Pangan, dan peraturan pokok dalam pengawasan makanan adalah Permenkes RI No. 329/Menkes/Per/VII/76 tentang Produksi dan Peredaran Makanan (perlu diperbaharui dengan mengacu UU No.7 Th. 2003) Indonesia saat ini sudah mempunyai Undang-Undang No. 7 Tahun 2003 tentang Pangan, dan peraturan pokok dalam pengawasan makanan adalah Permenkes RI No. 329/Menkes/Per/VII/76 tentang Produksi dan Peredaran Makanan (perlu diperbaharui dengan mengacu UU No.7 Th. 2003)

19 Beberapa Peraturan Perundangan tentang Makanan yang perlu diketahui Undang-Undang No. 9 Th ttg Pokok-Pokok Kesehatan Undang-Undang No. 9 Th ttg Pokok-Pokok Kesehatan Undang-Undang No. 2 Th ttg Higiene Undang-Undang No. 2 Th ttg Higiene Undang-Undang No 11 Th ttg Higiene untuk Usaha- Usaha Bagi Umum Undang-Undang No 11 Th ttg Higiene untuk Usaha- Usaha Bagi Umum Ordonansi Bahan-Bahan Berbahaya (STBL 1949 No.377) Ordonansi Bahan-Bahan Berbahaya (STBL 1949 No.377) Undang-Undang No. 10 Th ttg barang menjadi Undang-Undang Undang-Undang No. 10 Th ttg barang menjadi Undang-Undang Undang- Undang No. 23 Th 1992 Tentang Kesehatan Undang- Undang No. 23 Th 1992 Tentang Kesehatan Undang-Undang No. 7 Th (2003: ?) Tentang Pangan Undang-Undang No. 7 Th (2003: ?) Tentang Pangan

20 Beberapa Peraturan Pemerintah ttg Makanan yg perlu diketahui 1. PP no.69/1999 ttg Label & Iklan Pangan 2. PP ttg Ketahanan Pangan 3. PP no.28/2004 ttg Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan

21 Beberapa Peraturan/Keputusan Menteri tentang Makanan Permenkes RI No.329/Menkes/Per/VII/1976 tentang produksi dan peredaran makanan Permenkes RI No.329/Menkes/Per/VII/1976 tentang produksi dan peredaran makanan Kepmenkes RI No.23/Menkes/SK/I/1978 tentang pedoman cara produksi yang baik untuk makanan Kepmenkes RI No.23/Menkes/SK/I/1978 tentang pedoman cara produksi yang baik untuk makanan Kepmendag RI No. 314/Kp/VIII/1974 tentang peredaran import dan eksport obat, makanan minuman, alat kesehatan dan alat kecantikan hrs didaftarkan ke Depkes Kepmendag RI No. 314/Kp/VIII/1974 tentang peredaran import dan eksport obat, makanan minuman, alat kesehatan dan alat kecantikan hrs didaftarkan ke Depkes Permenkes RI No.382/Menkes/Per/VI/1989 tentang pendaftaran makanan Permenkes RI No.382/Menkes/Per/VI/1989 tentang pendaftaran makanan Kepmenkes RI No.02912/B/SK/IX/1986 tentang penyuluhan bagi perusahaan makanan industri rumah tangga Kepmenkes RI No.02912/B/SK/IX/1986 tentang penyuluhan bagi perusahaan makanan industri rumah tangga Kep.Men Kes RI no.924/Menkes/SK/VIII/1996 tentang (?) Kep.Men Kes RI no.924/Menkes/SK/VIII/1996 tentang (?)

22 Beberapa Peraturan tentang Label/Penandaan dan Periklanan Permenkes RI No.79/Menkes/Per/III/1979 tentang label dan periklanan Permenkes RI No.79/Menkes/Per/III/1979 tentang label dan periklanan SK Dirjen POM No /B/SKV/1985 tentang petunjuk pelaksanaan Permenkes RI No.180/Menkes/Per/IV/1985 tentang makanan kadaluwarsa SK Dirjen POM No /B/SKV/1985 tentang petunjuk pelaksanaan Permenkes RI No.180/Menkes/Per/IV/1985 tentang makanan kadaluwarsa Permenkes RI No.76/Menkes/Per/II/1975 tentang ketentuan peredaran dan penandaan susu kental manis Permenkes RI No.76/Menkes/Per/II/1975 tentang ketentuan peredaran dan penandaan susu kental manis Permenkes RI No. 280/Menkes/Per/XI/1976 tentang ketentuan peredaran dan penandaan makanan mengandung bahan yang berasal dari babi Permenkes RI No. 280/Menkes/Per/XI/1976 tentang ketentuan peredaran dan penandaan makanan mengandung bahan yang berasal dari babi SKB Menkes 252/Menkes/SKB/VII/1980 dan Menpen No. 122/Kep/Menpen/1980 tentang Pengendalian dan Pengawasan Iklan Obat, Makanan, Minuman, Kosmetika dan Alat kesehatan SKB Menkes 252/Menkes/SKB/VII/1980 dan Menpen No. 122/Kep/Menpen/1980 tentang Pengendalian dan Pengawasan Iklan Obat, Makanan, Minuman, Kosmetika dan Alat kesehatan SK.Ka.BPOM no.HK ttg Pedoman Umum Pelabelan Produk Pangan ttgl 4 Desember 2003 SK.Ka.BPOM no.HK ttg Pedoman Umum Pelabelan Produk Pangan ttgl 4 Desember 2003

23 Beberapa Peraturan tentang Bahan Tambahan Makanan (BTM) Permenkes RI No.7722/Menkes/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan (BTM) Permenkes RI No.7722/Menkes/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan (BTM) Permenkes RI No. 208/Menkes/Per/IV-B/1985 tentang Pemanis Buatan (yang diijinkan hanya Aspartam, Sakarin, Siklamat, dan Sorbitol) Permenkes RI No. 208/Menkes/Per/IV-B/1985 tentang Pemanis Buatan (yang diijinkan hanya Aspartam, Sakarin, Siklamat, dan Sorbitol)

24 Kendala/Hambatan Pelaksanaan Pengawasan Makanan Pengawasan thd bahan pangan scr nasional ditangani beberapa Departemen Pengawasan thd bahan pangan scr nasional ditangani beberapa Departemen

25 Pemecahan Masalah Undang-Undang tentang Makanan mutlak diperlukan agar lebih efektif dalam pelaksanaan pengawasan makanan Undang-Undang tentang Makanan mutlak diperlukan agar lebih efektif dalam pelaksanaan pengawasan makanan Sanksi thd pelanggaran lebih kuat termasuk tuntutan pidana akan tidak sulit dilaksanakan Sanksi thd pelanggaran lebih kuat termasuk tuntutan pidana akan tidak sulit dilaksanakan Perlu diatur secara jelas kewenangan masing-masing Departemen dalam pengawasan makanan di Indonesia Perlu diatur secara jelas kewenangan masing-masing Departemen dalam pengawasan makanan di Indonesia

26 1. Melakukan Pembinaan terhadap Produsen Makanan Minuman 2. Sosialisasi pada Konsumen & Distr Makanan minuman 3. Sampling Makanan Jajanan Anak Sekolah 4. Penyuluhan terhadap Guru-guru Sekolah 5. Pembinaan thd Petugas Lintas Progr/Linsek 6. Monev thd Produsen Makanan minuman IRT 7. Membuka Sentra Informasi Keracunan (SIKER) Upaya Melindungi Pangan yg Dapat Merugikan dan Membahayakan Kesehatan

27 Pembinaan Produsen Makanan Penyuluhan ttg Cara Produksi Pangan yg Baik (CPPB) Penyuluhan ttg Cara Produksi Pangan yg Baik (CPPB) Penggunaan Bahan Tambahan Yg Aman (Permenkes RI. No. 722 tahun 1988) Penggunaan Bahan Tambahan Yg Aman (Permenkes RI. No. 722 tahun 1988) Pembuatan Label yg memenuhi syarat (PP No. 69 Tahun 1999) Pembuatan Label yg memenuhi syarat (PP No. 69 Tahun 1999) Tata Cara pengurusan Ijin Edar (SP, MD/ML ) Tata Cara pengurusan Ijin Edar (SP, MD/ML )

28 Sosialisasi pada Konsumen dan Distributor Makanan Identifikasi Label yg memenuhi syarat Identifikasi Label yg memenuhi syarat Identifikasi Kemasan yg memenuhi syarat Identifikasi Kemasan yg memenuhi syarat Pengetahuan tentang BT Pangan Pengetahuan tentang BT Pangan Pengetahuan tentang BT yg dilarang u/ Mkn (leaflet) Pengetahuan tentang BT yg dilarang u/ Mkn (leaflet)

29 Sampling Makanan Jajanan Anak Sekolah Telah dilakukan terhadap 5 Kab/Kota sebanyak 90 Sample jajanan yg diambil dari Sekolah-sekolah dgn hasil pengujian dari BBPOM yg menyatakan 22,22% dari sample yang diperiksa tidak memenuhi syarat (mengandung BT yang dilarang u/ Makanan) Telah dilakukan terhadap 5 Kab/Kota sebanyak 90 Sample jajanan yg diambil dari Sekolah-sekolah dgn hasil pengujian dari BBPOM yg menyatakan 22,22% dari sample yang diperiksa tidak memenuhi syarat (mengandung BT yang dilarang u/ Makanan)

30 Penyuluhan Guru Sekolah PLI ttg Bahan Tambahan Makanan PLI ttg Bahan Tambahan Makanan PLI ttg Higiene dan Sanitasi PLI ttg Higiene dan Sanitasi

31 Monitoring dan Evaluasi Produsen Makanan IRT Pengetahuan ttg Cara Produksi Pangan yg Baik Pengetahuan ttg Cara Produksi Pangan yg Baik Penggunaan Bahan baku & BTP Penggunaan Bahan baku & BTP Higiene & Sanitasi (Lingk, Alat, Karyawan) Higiene & Sanitasi (Lingk, Alat, Karyawan) Pencegahan thd serangan hama Pencegahan thd serangan hama Penggunaan Air u/ pengolahan Penggunaan Air u/ pengolahan Pemeriksaan Kesehatan Karyawan dll Pemeriksaan Kesehatan Karyawan dll

32 Pemalsuan Makanan Pemalsuan merek dagang dan pemalsuan bh makanan Pemalsuan merek dagang dan pemalsuan bh makanan Pemalsuan bh makanan rusak / busuk yang dapat menimbulkan penyakit dengan cara : Pemalsuan bh makanan rusak / busuk yang dapat menimbulkan penyakit dengan cara : - Menghilangkan bau busuk - Memberi kesegaran palsu - Mengolah kembali - menambah bahan kimia ttt Di Indonesia pengawasan makanan dilakukan oleh Badan POM Republik Indonesia (sebelumnya adalah DitJen POM DepKes RI) Di Indonesia pengawasan makanan dilakukan oleh Badan POM Republik Indonesia (sebelumnya adalah DitJen POM DepKes RI)

33 Makanan dianggap tidak memenuhi syarat kesehatan dan tidak dapat dipasarkan apabila : Mengandung racun dan zat lain yg membahayakan kes Mengandung racun dan zat lain yg membahayakan kes Penambahan bh yg bersifat racun seperti pengawet, pemanis dan pewarna yang bersifat racun Penambahan bh yg bersifat racun seperti pengawet, pemanis dan pewarna yang bersifat racun Bahan makanan yg kadaluwarsa Bahan makanan yg kadaluwarsa Berasal dari hewan sakit atau mati karena sakit Berasal dari hewan sakit atau mati karena sakit Pengolahannya tidak memenuhi syarat higiene dan sanitasi Pengolahannya tidak memenuhi syarat higiene dan sanitasi

34 Makanan Kaleng (Canned Food) Pada umumnya ada tanggal kadaluwarsa (expired date) Pada umumnya ada tanggal kadaluwarsa (expired date) Patokan apabila rusak : Patokan apabila rusak : - Menggelembung, biasa karena Clostridium botulinum, apabila keracunan beri gejala kejang-kejang -Tutup kaleng terlepas atau seal pengaman rusak - Kalengnya bocor -Karatan karena korosif -Kalengnya penyok

35 Higiene dan Sanitasi Susu (Milk Hygiene) Safe milk Safe milk - Tak berbahaya bagi kesehatan -Tidak mengandung bibit penyakit : - Tuberkulosis - Typhoid fever - Dysentri - Q fever, dll-nya Clean milk Tidak mengandung zat lain yang tidak diketemukan di dalam air susu murni, sekalipun zat tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan

36 Agar air susu menjadi Safe and Clean Hewan betina yang diperah harus sehat, tidak tbc, mastitis, Bang’s disease, tbc bovin  Pasteurisasi Hewan betina yang diperah harus sehat, tidak tbc, mastitis, Bang’s disease, tbc bovin  Pasteurisasi Pemerah susu harus sehat dan selalu menjaga kebersihannya Pemerah susu harus sehat dan selalu menjaga kebersihannya Kandang harus selalu saniter Kandang harus selalu saniter Kebersihan ruang penyimpanan susu selalu terjaga serta hindari serangga dan tikus Kebersihan ruang penyimpanan susu selalu terjaga serta hindari serangga dan tikus Alat yang dipakai harus bersih, ada baiknya dibersihkan dengan larutan kaporit 1 ppm Alat yang dipakai harus bersih, ada baiknya dibersihkan dengan larutan kaporit 1 ppm Pengolahan susu terjamin kebersihannya, juga penyimpanan, transportasi atau pemasarannya; bila > 2 jam pakai pendingin Pengolahan susu terjamin kebersihannya, juga penyimpanan, transportasi atau pemasarannya; bila > 2 jam pakai pendingin Lakukan pasteurisasi sebelum diminum Lakukan pasteurisasi sebelum diminum

37 Higiene Daging (Meat Hygiene) Untuk mengetahui daging masih baik : Warna daging sama luar dgn bagian dalam Warna daging sama luar dgn bagian dalam Bau : Bau : - Bau busuk terutama pada sendi : rusak - Membusuk bila dikerumuni lalat - Permukaan daging berlendir berarti telah busuk Konsistensi : Konsistensi : - Mastis : bila ditekan agak berdenyut  baik - Mempunyai turgor - Terasa basah – kering (terasa basah tapi tak berair)

38 Penjamah Makanan (1) (Food Handlers) Penjamah mkn hrs punya hasil pemeriksaan darah untuk Hepatitis A IgG atau Antibodi Total thd Hepatitis A; Penjamah mkn hrs punya hasil pemeriksaan darah untuk Hepatitis A IgG atau Antibodi Total thd Hepatitis A; Apabila hasilnya positif, berarti memiliki kekebalan seumur hidup dan tak memerlukan tindakan medis; Apabila hasilnya positif, berarti memiliki kekebalan seumur hidup dan tak memerlukan tindakan medis; Jika hasilnya negatif, hrs vaksinasi thp Hepatitis A; Jika hasilnya negatif, hrs vaksinasi thp Hepatitis A; Penjamah mkn hrs dapat vaksinasi Typhus abd dgn booster setiap 3 tahun sekali; Penjamah mkn hrs dapat vaksinasi Typhus abd dgn booster setiap 3 tahun sekali; Penjamah mkn setiap tahun hrs medapatkan pemeriksaan tinja mikrodkopis : telur cacing, kista, parasit, dan biakan tinja untuk kuman Salmonella, serta X-foto paru; Penjamah mkn setiap tahun hrs medapatkan pemeriksaan tinja mikrodkopis : telur cacing, kista, parasit, dan biakan tinja untuk kuman Salmonella, serta X-foto paru;

39 Penjamah mkn yg baru sembuh dr sakit radang usus, diare, atau hepatitis hrs mendapatkan persetujuan dokter perusahaan sebelum bekerja kembali; Penjamah mkn yg baru sembuh dr sakit radang usus, diare, atau hepatitis hrs mendapatkan persetujuan dokter perusahaan sebelum bekerja kembali; Penjamah mkn dgn lesi infeksi kulit pd tangan, lengan atau wajah hrs tidak diperbolehkan kontak dgn makanan; Penjamah mkn dgn lesi infeksi kulit pd tangan, lengan atau wajah hrs tidak diperbolehkan kontak dgn makanan; Penjamah Makanan (2) (Food Handlers)

40 Penjamah mkn hrs mengenakan celemek yg bersih; Penjamah mkn hrs mengenakan celemek yg bersih; Topi masak hrs dikenakan selama mengolah mkn untuk mencegah jatuhnya rambut ke dlm masakan; Topi masak hrs dikenakan selama mengolah mkn untuk mencegah jatuhnya rambut ke dlm masakan; Fasilitas toilet hrs disediakan di area pengolahan mkn; Fasilitas toilet hrs disediakan di area pengolahan mkn; Penjamah mkn hrs mencuci tangan stl selesai memakai fasilitas toilet (pasang tanda peringatan di lokasi toilet), dan bila tangan jadi kotor atau terkontaminasi mkn; Penjamah mkn hrs mencuci tangan stl selesai memakai fasilitas toilet (pasang tanda peringatan di lokasi toilet), dan bila tangan jadi kotor atau terkontaminasi mkn; Kuku jari tangan hrs pendek dan dibersihkan scr berkala; Kuku jari tangan hrs pendek dan dibersihkan scr berkala; Sabun hrs disediakan di wastafel cuci tangan, paling tidak satu wastafel atau bak cuci disediakan di area pengolahan makanan khusus untuk cuci tangan; Sabun hrs disediakan di wastafel cuci tangan, paling tidak satu wastafel atau bak cuci disediakan di area pengolahan makanan khusus untuk cuci tangan; Penjamah Makanan (3) (Food Handlers)

41 Tak boleh pakai perhiasan tangan, kecuali cincin nikah pada penjamah mkn yg kontak langsung dgn mkn, kecuali pakai sarung tangan plastik untuk cuci bh mkn; Tak boleh pakai perhiasan tangan, kecuali cincin nikah pada penjamah mkn yg kontak langsung dgn mkn, kecuali pakai sarung tangan plastik untuk cuci bh mkn; Sarung tangan sekali pakai (disposable gloves) direkomendasikan untuk pengolahan mkn yg tak dimasak. Sarung tangan sekali pakai (disposable gloves) direkomendasikan untuk pengolahan mkn yg tak dimasak. Penjamah Makanan (4) (Food Handlers)

42 Sekian, Terima Kasih


Download ppt "REGULASI MUTU DAN KEAMANAN PANGAN DI INDONESIA Sumber : SISTEM PENGAWASAN MAKANAN DI INDONESIA Oleh Prof. H. Soedjajadi Keman, dr., MS., Ph.D."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google