Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam. TIK Setelah mempejari materi dasar-dasar perilaku individual ini mahasiwa dapat: Setelah mempejari materi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam. TIK Setelah mempejari materi dasar-dasar perilaku individual ini mahasiwa dapat: Setelah mempejari materi."— Transcript presentasi:

1 Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

2 TIK Setelah mempejari materi dasar-dasar perilaku individual ini mahasiwa dapat: Setelah mempejari materi dasar-dasar perilaku individual ini mahasiwa dapat: Mendefinisikan karakteristik-karakteristik biografis utama. Mendefinisikan karakteristik-karakteristik biografis utama. Membedakan dua jenis kemampuan Membedakan dua jenis kemampuan Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

3  Karakteristik biografis  Optimisme  Kemampuan  Kecerdasan emosi  Efikasi diri  Produktivitas  Kemangkiran  Perputaran Karyawan  Kepuasan Kerja Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

4 Ada sejumlah vaiabel yang berpengaruh terhadap produktivitas, ketidakhadiran, perputaran karyawan, penyimpangan, kewarganegaraan dan kepuasan. Ada sejumlah vaiabel yang berpengaruh terhadap produktivitas, ketidakhadiran, perputaran karyawan, penyimpangan, kewarganegaraan dan kepuasan. Karakteristik biografis relatif mudah dikenali dan datanya tersedia dan dapat diperoleh dalam berkas personalia dari seorang karyawan seperti usia, jenis kelamin, status kawin, jumlah tanggungan dan masa kerja. Karakteristik biografis relatif mudah dikenali dan datanya tersedia dan dapat diperoleh dalam berkas personalia dari seorang karyawan seperti usia, jenis kelamin, status kawin, jumlah tanggungan dan masa kerja. KARAKTERISTIK BIOGRAFIS Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

5 Terdapat keyakinan yang luas bahwa kinerja seseorang akan menurun sering bertambahnya usia. Terdapat keyakinan yang luas bahwa kinerja seseorang akan menurun sering bertambahnya usia. Karyawan tua mempunyai tingkat kemangkiran - yang dapat dihindari - lebih rendah dari karyawan muda Karyawan tua mempunyai tingkat kemangkiran - yang dapat dihindari - lebih rendah dari karyawan muda Makin tua semakin kecil kemungkinan berhenti dari pekerjaan, karena; Makin tua semakin kecil kemungkinan berhenti dari pekerjaan, karena;  semakin terbatasnya pekerjaan alternatif.  Masa kerja yang lebih panjang, berdampak pada tingkat imbalan yang lebih baik Para pekerja lebih tua dipandang kurang memiliki fleksibili tas dan sering menolak teknologi baru. Para pekerja lebih tua dipandang kurang memiliki fleksibili tas dan sering menolak teknologi baru. Bertambahnya usia, kepuasan meningkat untuk karyawan profesional, dan di antara non profesional merosot selama setengah baya, dan naik lagi pada tahun-tahun yang lebih belakangan Bertambahnya usia, kepuasan meningkat untuk karyawan profesional, dan di antara non profesional merosot selama setengah baya, dan naik lagi pada tahun-tahun yang lebih belakangan Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

6 J enis kelamin menunjuk pada perbedaan biologis laki-laki dan perempuan, sedang gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang dibangun secara sosial budaya (peran, tingkah laku, sifat, dll) J enis kelamin menunjuk pada perbedaan biologis laki-laki dan perempuan, sedang gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang dibangun secara sosial budaya (peran, tingkah laku, sifat, dll) Tidak ada beda yang bermakna dalam produktivitas kerja antara pria dan wanita Tidak ada beda yang bermakna dalam produktivitas kerja antara pria dan wanita Tidak ada perbedaan yang konsisten antara pria-wanita dalam hal kemampuan memecahkan masalah, menganalisis, motivasi, dan kemampuan belajar Tidak ada perbedaan yang konsisten antara pria-wanita dalam hal kemampuan memecahkan masalah, menganalisis, motivasi, dan kemampuan belajar Wanita mempunyai tingkat kemangkiran dan keluarnya karyawan yang lebih tinggi dari pada pria Wanita mempunyai tingkat kemangkiran dan keluarnya karyawan yang lebih tinggi dari pada pria Tidak ada bukti yang menyatakan jenis kelamin karyawan mempengaruhi kepuasan kerja Tidak ada bukti yang menyatakan jenis kelamin karyawan mempengaruhi kepuasan kerja Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

7 Tidak cukup bukti ada pengaruh status perkawinan terhadap produktivitas. Tidak cukup bukti ada pengaruh status perkawinan terhadap produktivitas. Karyawan yang menikah ; Karyawan yang menikah ; lebih sedikit absensinya, lebih sedikit absensinya, mengalami pergantian yang lebih rendah, dan mengalami pergantian yang lebih rendah, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka lebih puas dengan pekerjaan mereka daripada rekan sekerja mereka yang bujangan daripada rekan sekerja mereka yang bujangan Banyaknya tanggungan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas, tingkat absensi, pergantian dan kepuasan kerja Banyaknya tanggungan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas, tingkat absensi, pergantian dan kepuasan kerja Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

8 RAS Ras adalah warisan biologis yang digunakan individu untuk mengindentifikasi diri mereka sendiri. Ras adalah warisan biologis yang digunakan individu untuk mengindentifikasi diri mereka sendiri. Dalam perilaku organisasi ras dipelajari dalam kaitannya dengan keputusan pemeilihan personal, penilaian kinerja, dan diskriminasi di tempat kerja. Dalam perilaku organisasi ras dipelajari dalam kaitannya dengan keputusan pemeilihan personal, penilaian kinerja, dan diskriminasi di tempat kerja. Ada kecenderungan bagi individu untuk lebih menyukai rekan- rekan dari ras mereka sendiri dalam evaluasi kinerja, keputusan promosi, dan kenaikan gaji. Ada kecenderungan bagi individu untuk lebih menyukai rekan- rekan dari ras mereka sendiri dalam evaluasi kinerja, keputusan promosi, dan kenaikan gaji. Dalam tes kemampuan mental untuk seleksi, pelatihan, promosi dan keputusan personel dapat saja terjadi memiliki dampak negatif pada kelompok ras atau etnik tertentu. Dalam tes kemampuan mental untuk seleksi, pelatihan, promosi dan keputusan personel dapat saja terjadi memiliki dampak negatif pada kelompok ras atau etnik tertentu. Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

9 Tidak ada alasan untuk meyakini bahwa orang yang lebih lama berada pada suatu pekerjaan lebih produktif daripada mereka yang seniori- tasnya lebih rendah Tidak ada alasan untuk meyakini bahwa orang yang lebih lama berada pada suatu pekerjaan lebih produktif daripada mereka yang seniori- tasnya lebih rendah Senioritas berkaitan secara negatif terhadap kemangkiran dan pergantian karyawan Senioritas berkaitan secara negatif terhadap kemangkiran dan pergantian karyawan Masa kerja dan kepuasan saling berkaitan secara positif Masa kerja dan kepuasan saling berkaitan secara positif Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

10 PSIKOLOGI POSITIP Seligman dalam Luthans (2006:316) merangkum tiga tingkat psikologi positif yaitu; Seligman dalam Luthans (2006:316) merangkum tiga tingkat psikologi positif yaitu; 1. Pengalaman subyektif yang berharga. Perlakuan yang baik, kesenangan hati, kepuasan, harspan dan optimisme, kelancaran dan kebahgiaan. 2. Karakter individu yang positif. Kapasitas untuk mencintai dan bekerja, keberanian, keahlian interpersonal, daya tahan, sensibilitas estetika, daya tahan, memaafkan, orsinilitas, pemikiran ke depan, talenta tinggi dan kebijaksanaan. 3. Kepentingan dan situasi umum yang membuat individu menjadi warga negra yang lebih baik. Tanggung jawab, toleransi, etika kerja. Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

11 OPTIMISME Optimisme adalah sikap selalu mempunyai harapan baik di segala hal. Optimisme adalah sikap selalu mempunyai harapan baik di segala hal. Optimisme baik termotivasi maupun memotivasi terbukti bukan hanya sebagai bagian dari sifat alami manusia, tetapi juga memberi kontribusi pada perbedaan individu. Optimisme baik termotivasi maupun memotivasi terbukti bukan hanya sebagai bagian dari sifat alami manusia, tetapi juga memberi kontribusi pada perbedaan individu. Optimisme mempunyai kekuatan yang positip di tempat kerja. Orang yang optimmisme termotivasi bekerja lebih keras, lebih puas, tekun menghadapi tantangan dan kesulitan. Cenderung merasa kuat secara fisik dan mental. Optimisme mempunyai kekuatan yang positip di tempat kerja. Orang yang optimmisme termotivasi bekerja lebih keras, lebih puas, tekun menghadapi tantangan dan kesulitan. Cenderung merasa kuat secara fisik dan mental. Optimisme yang berlebihan dapat menimbulkan hal yang negatif atau gangguan fungsional. Misalnya optimisme yang tidak realistik, dapat mengakibatkan; stres, kelelahan, dan tekanan darah tinggi. Optimisme yang berlebihan dapat menimbulkan hal yang negatif atau gangguan fungsional. Misalnya optimisme yang tidak realistik, dapat mengakibatkan; stres, kelelahan, dan tekanan darah tinggi. Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

12 Kemampuan (ability) adalah kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Kemampuan (ability) adalah kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. –Diartikan secara sederhana sebagai kecerdasan, –Dibedakan menurut perbedaan skor IQ (intellegence quotient) Kemampuan individu tersusun dalam dua kelompok faktor yaitu; Kemampuan individu tersusun dalam dua kelompok faktor yaitu; 1.Kemampuan intelektual, berupa kemampuan yg diperlukan untuk mengerjakan berbagai kegiatan mental – berfikir, menalar, dan memecahkan masalah. 2.Kemampuan fisik, kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan ketrampilan. KEMAMPUAN Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

13 Dimensi Kemampuan Intelektual Robbins & Judge (2008:58), ada tujuh dimensi yang membentuk kemampuan intelektual; Robbins & Judge (2008:58), ada tujuh dimensi yang membentuk kemampuan intelektual; 1.Kecerdasan angka, kemampuan berhitung dengan cepat dan akurat. 2.Pemahaman verbal, kemampuan memahami kata-kata yang dibaca atau didengar dan hubungan antara kata-kata. 3.Kecepatan persepsi, kemampuan mengidentifikasi kemiripan dan perbedaan visual secara cepat dan akurat, 4.Penalaran induktif, kemampuan mengidentifikasi urutan logis suatu masalah kemudian memecahkan masalah tersebut. 5.Penalaran diduktif, kemampuan menggunakan logika dan menilai implikasi dari sebuah argumen 6. Visualisasi ruang, kemampuan membayangkan bgm suatu obyek akan terlihat bila posisinya dalam ruang diubah 7.Daya ingat, kemampuan menyimpan dan mengingat penga- laman masa lalu. Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

14 Korelasi Kecerdasan dengan Kinerja dan Kepuasan Kerja. Semakin kompleks suatu pekerjaan dalam hal tuntutan pemrosesan informasi, semakin banyak kemampuan kecerdasan umum dan verbal yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tsb dengan berhasil. Semakin kompleks suatu pekerjaan dalam hal tuntutan pemrosesan informasi, semakin banyak kemampuan kecerdasan umum dan verbal yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tsb dengan berhasil. Individu cerdas adalah pelaku kerja yang lebih baik, Mengapa? Karena mereka lebih kreatif, mempelajari pekerjaan lebih cepat, lebih mampu beradaptasi, lebih baik dalam mencari solusi dan meningkatkan kinerja Individu cerdas adalah pelaku kerja yang lebih baik, Mengapa? Karena mereka lebih kreatif, mempelajari pekerjaan lebih cepat, lebih mampu beradaptasi, lebih baik dalam mencari solusi dan meningkatkan kinerja Korelasi antara kecerdasan dan kinerja adalah positif tetapi korelasi antara kecerdasan dan kepuasan kerja, kira-kira adalah nol. Mengapa?. Karena individu cerdas melakukannya dengan lebih baik, tetapi mereka juga meng- harapkan lebih. Korelasi antara kecerdasan dan kinerja adalah positif tetapi korelasi antara kecerdasan dan kepuasan kerja, kira-kira adalah nol. Mengapa?. Karena individu cerdas melakukannya dengan lebih baik, tetapi mereka juga meng- harapkan lebih. Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

15 Kemampuan Fisik Dasar Robbins & Judge (2008:62) membedakan 9 kemampuan fisik dasar ke dalam tiga kelompok yaitu; faktor kekuatan’ faktor fleksibitas dan faktor lainnya. Robbins & Judge (2008:62) membedakan 9 kemampuan fisik dasar ke dalam tiga kelompok yaitu; faktor kekuatan’ faktor fleksibitas dan faktor lainnya. Faktor Kekuatan. Faktor Kekuatan. 1.Kekuatan dinamis, yaitu kemampuan menggunakan otot secara berulang dan terus menerus. 2.Kekuatan tubuh, kemampuan memanfaatkan otot, menggunakan otot tubuh (khususnya otot perut) 3.Kekuatan statis, kemampuan menggunakan kekuatan terhadap obyek eksternal 4.Kekuatan eksternal, kemampuan mengeluarkan enerji maksimum dalam satu atau serangkaian tindakan eksplosif. Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

16 Kemampuan Fisik Dasar (lanjutan) Faktor Fleksibilitas Faktor Fleksibilitas 5. Fleksibilitas luas, kemampuan menggerakkan tubuh dan otot punggung sejauh mungkin. 6. Fleksibilitas dinamis, kemampuan membuat gerakan-gerakan lentur yang cepat dan berulang-ulang. Faktor Lainnya. Faktor Lainnya. 7. Koordinasi tubuh, kemampuan mengkoordinasikan tindakan secara bersamaan dari bagian-bagian tubuh yang berbeda. 8. Keseimbangan, kemampuan mempertahankan keseimbangan meskipun terdapat yang mengganggu keseimbangan 9. Stamina, kemampuan mengerahkan upaya maksimum yang membutuhkan usaha berkelanjutan. Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

17 Pekerjaan menuntut hal yang berbeda dari setiap individu, dan setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda. Pekerjaan menuntut hal yang berbeda dari setiap individu, dan setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda. –Kinerja karyawan akan meningkat apabila ada kesesuaian antara pekerjaan dengan kemampuan yang tinggi. Kemampuan intelektual dan atau fisik diperlukan untuk kinerja yg memadai pada suatu pekerjaan bergantung pada persyaratan kemampuan dari pekerjaan itu. Kemampuan intelektual dan atau fisik diperlukan untuk kinerja yg memadai pada suatu pekerjaan bergantung pada persyaratan kemampuan dari pekerjaan itu. –Kinerja akan tinggi bila kemampuan sesuai persyaratan pekerjaan. –Bila kemampuan jauh melampaui persayaratan pekerjaan bisa jadi kinerja akan memadai, tetapi kepuasan kerja akan menurun. –Kinerja karyawan akan sulit apabila mereka kekurangan kemampuan yang disyaratkan. Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

18 EFIKASI DIRI Efikasi diri (self eficacy) mengacu pada keyakinan individu (atau konfidensi) mengenai kemampuan- nya untuk memobilisasi motivasi, sumber daya kog- nitif, dan tindakan yang diperlukan agar berhasil melaksanakan tugas dalam konteks tertentu. Efikasi diri (self eficacy) mengacu pada keyakinan individu (atau konfidensi) mengenai kemampuan- nya untuk memobilisasi motivasi, sumber daya kog- nitif, dan tindakan yang diperlukan agar berhasil melaksanakan tugas dalam konteks tertentu. –Efikasi diri spesifik (specific self eficacy) Untuk merefleksikan keyakinan seseorang untuk me- nyelesaikan tugas spesifik dan kognisi khusus situasi ttt. –Efikasi diri umum (general self eficacy) Untuk merefleksikan keyakinan seseorang untuk me- nyelesaikan tugas di berbagai situasi dengan berhasil. Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

19 PENGARUH EFIKASI DIRI Pemilihan perilaku Efikasi Diri Tinggi Efikasi Diri Rendah Usaha motivasi Daya tahan Pola pemikiran fasilitatif Daya tahan thd stres Akan bangkit dan bertahan saat menghadapi masalah Cenderung menyerah saat muncul rintangan Terhadap Akan berusaha menyelesaikan tugas lebih keras lagi Penuh percaya diri dan tahan thd stres dan kekalahan Memiliki pemikiran dan perkataan yang positif Cenderung memilih tugas yang menantang Cenderung memikirkan dis- insentif atas hasil yang negatif Cenderung mengalami stres dan kalah bila gagal Akan berusaha secukupnya dalam menyelesaikan tugas Cenderung memilih tugas yang berisiko rendah Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

20 SUMBER EFIKASI DIRI Sumber utama Efikasi diri ada empat yaitu; 1. Pengalaman Penguasaan atau Pencapaian Kinerja. Pengalaman yang diperoleh lewat usaha terus menerus membentuk efikasi yang kuat dan fleksibel. Efikasi yang dibangun dari kesuksesan yang datang dg mudah akan mudah berubah pula 2. Pengalaman Pribadi atau Pemodelan Keberhasilan atau kegagalan orang lain (model) yang diamati akan berpengaruh pada efikasi seseorang. 3. Persuasi Sosial Dapat digunakan untuk membentuk efikasi diri dengan memberikan informasi obyektif dan melakukan beberapa tindakan tindak lanjut. 4. Peningkatan Fisik dan Psikologis Jika individu berada pada kondisi fisik dan mental yang sehat, maka hal itu merupakan titik awal yang baik untuk membangun afikasi Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

21

22 SUMBER PERBEDAAN INDIVIDU Faktor Bawaan, merupakan faktor-faktor biologis yang diturunkan melalui pewarisan genetik Faktor Bawaan, merupakan faktor-faktor biologis yang diturunkan melalui pewarisan genetik Faktor Lingkungan, seperti status sosial ekonomi orang tua, pola asuh orangtua, budaya, urutan kelahiran. Faktor Lingkungan, seperti status sosial ekonomi orang tua, pola asuh orangtua, budaya, urutan kelahiran. Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam

23 Urutan Kelahiran 1. Anak sulung, teliti, memiliki ambisi, agresif, memiliki prestasi akademik yang baik 2. Anak tengah, mudah bergaul dan memiliki rasa setia kawan yang tinggi 3. Anak bungsu, kreatif, menarik, ingin memperoleh perlakuan yang sama 4. Anak tunggal, mirip dengan anak sulung Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam


Download ppt "Dasar-dasar Perilaku Individual M. Judi Mukzam. TIK Setelah mempejari materi dasar-dasar perilaku individual ini mahasiwa dapat: Setelah mempejari materi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google