Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR MEREK YAMAHA Di susun Oleh : Nama : Aditya Ramadhani NPM: 11207296 Jurusan: Manajemen.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR MEREK YAMAHA Di susun Oleh : Nama : Aditya Ramadhani NPM: 11207296 Jurusan: Manajemen."— Transcript presentasi:

1 PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR MEREK YAMAHA Di susun Oleh : Nama : Aditya Ramadhani NPM: Jurusan: Manajemen Pembimbing 1: Iman Murtono Soenhadji,Ph.D Pembimbing 2: Sariyati, SE, MM.

2 Latar Belakang Era perdagangan bebas dan globalisasi ditandai dengan semakin meluasnya berbagai produk dan jasa, menyebabkan persaingan bisnis yang dihadapi perusahaan-perusahaan semakin ketat. Hal ini menyebabkan manajemen perusahaan dituntut untuk lebih cermat menyikapi dalam menentukan strategi untuk bersaing. Demikian juga yang terjadi didalam dunia industri sepeda motor yang berkembang pesat saat ini. Begitu banyaknya produsen yang menawarkan berbagai macam produk serta inovasi yang terbaru serta termuktahir demi mendapat perhatian para konsumen. Dengan melihat trend yang sudah ada saat ini, sepeda motor menempati peran utama dalam sendi kehidupan masyarakat indonesia diantara beragam alat transportasi lainnya. Yamaha dalam hal ini merupakan salah satu produsen alat transportasi, Yamaha mengambil keputusan untuk beroperasi pada tanggal 6 juli 1974 di tanah air dibidang bisnis sepeda motor untuk membantu/menunjang pembangunan dan memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia. Konsumen dalam mengambil keputusan mengenai alternatif pilihan produk akan mempertimbangkan faktor sosial, pribadi, budaya dan psikologis (kotler, 2001). Faktor utama yang menjadi pertimbangan konsumen didalam memutuskan pembelian tersebut adalah faktor psikologis yang meliputi motivasi, presepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap. Pengaruh faktor psikologis tersebut sangat penting didalam melakukan keputusan pembelian.

3 Rumusan Masalah Berdasarkan dengan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :  Apakah motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap secara bersama mempunyai pengaruh yang positif signifikan terhadap keputusan pembelian?  Apakah motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap secara parsial mempunyai pengaruh yang positif signifikan terhadap keputusan pembeli?  Variabel manakah yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian?

4 Batasan Masalah Karena sangat luasnya permasalahan yang berkaitan dengan keputusan pembelian konsumen, maka untuk menyederhanakan masalah, dalam penelitian ini masalah dibatasi sebagai berikut :  Objek penelitian ini adalah seluruh konsumen sepeda motor merek Yamaha yang bertempat tinggal di kawasan Perumahan Harapan Baru.  Variabel yang ditentukan adalah Motivasi, Persepsi, Pembelajaran/learning, Kepercayaan, Sikap Konsumen dan Keputusan Pembelian.  Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah seluruh konsumen sepeda motor merek Yamaha yang bertempat tinggal di kawasan Perumahan Harapan Baru.

5 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan dan batasan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : ◦ Untuk menganalisis pengaruh motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap secara bersama terhadap keputusan pembelian. ◦ Untuk menganalisis pengaruh motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap konsumen secara parsial terhadap keputusan pembelian. ◦ Untuk menganalisis pengaruh yang lebih dominan diantara variabel motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap terhadap keputusan pembelian.

6 Kerangka Penelitian Motivasi (X1) Motivasi (X1) Persepsi (X2) Persepsi (X2) Pembelajaran (X3) Pembelajaran (X3) Kepercayaan (X4) Kepercayaan (X4) Sikap konsumen (X5) Sikap konsumen (X5) Keputusan Pembelian (Y) Keputusan Pembelian (Y) Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Sumber : Sugiyono (2010)

7 Hipotesis Penelitian H 1 : motivasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian. H 2 : persepsi berpengaruh terhadap keputusan pembelian. H 3 : pembelajaran berpengaruh terhadap keputusan pembelian. H 4 : kepercayaan berpengaruh terhadap keputusan pembelian. H 5 : sikap konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian. H 6 : motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap konsumen secara bersama berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

8 Metode Penellitian  Variabel-variabel yang diteliti Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti terdiri dari 5 variabel bebas (independent variabel) dan 1 variabel terikat (dependent variabel). Variabel bebas (independent variabel) terdiri dari : Motivasi (X1) Persepsi (X2) Pembelajaran (X3) Kepercayaan (X4) Sikap (X5) Variabel terikat (dependent variabel) terdiri dari : keputusan pembelian (Y)  Populasi Populasi adalah jumlah keseluruhan dari objek yang diteliti. Dalam peneliti ini populasi yang digunakan adalah seluruh konsumen sepeda motor merek Yamaha pada kawasan Perumahan Harapan Baru yang terdiri dari 14 RW, 113 RT, yang berjumlah sekitar 2215 konsumen.

9  Sampel Besaran sampel merupakan banyaknya individu, subjek atau elemen dari populasi yang diambil sebagai sampel. Jumlah sampel tersebut berdasarkan perhitungan dari rumus Roscoe (1975) sebagai berikut : Perhitungan sampel menurut Roscoe (1975) dalam Sekaran (2006) adalah, 6 variabel x 30 = 180 sampel. Maka penulis menetapkan sebanyak 180 responden dalam penelitiannya untuk mewakili dari seluruh populasi yang berjumlah sekitar 2215 konsumen.  Teknik Pengumpulan Data Untuk mendapatkan dan mengumpulkan data serta informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini, penulis menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung di dapat dari konsumen dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok

10 Teknik Analisis Data 1.Analisis Deskriptif Analisis deskriptif merupakan analisis data yang tidak memerlukan pengujian secara sistematis dan statistik, tetapi berdasarkan pendapat dan pemikiran yang diperoleh dari hasil jawaban responden atas beberapa pertanyaan yang diberikan dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. 2.Validitas Validitas digunakan untuk menguji kestabilan atau ketepatan alat ukur, apakah memperoleh informasi sesuai dengan yang diharapkan serta menjelaskan bahwa pertanyaan didalam variabel tersebut dinyatakan valid dan tidak ada yang gugur dengan tingkat kesalahan 0,05 atau 5%. 3.Reliabilitas Reliabilitas dimaksudkan untuk menunjukkan tentang sifat suatu alat ukur apakah cukup akurat, stabil atau konsisten dalam mengukur apa yang ingin diukur sehingga semua pertanyaan pada masing-masing variabel tidak ada yang tidak reliabel dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Untuk melakukan uji reliabilitas, perhitungan dilakukan dengan bantuan program statistic product and service solution (SPSS). 4. Analisis Regresi Linier berganda Merupakan alat yang digunakan untuk ketika suatu variabel tidak bebas (dependent variabel) tergantung menunjukkan lebih dari satu variabel bebas (independent variabel).

11 Analisis Deskriptif KeteranganJumlah% Jenis Kelamin 1. laki-laki11262,2 % 2. perempuan6837,7 % Jumlah % KeteranganJumlah% Status tingkat pendidikan 1. SD21,1 % 2. SMP42,2 % 3. SMU6938,3 % 4. Sarjana9552,7 % 5. Lainnya105,6 % Jumlah % KeteranganJumlah% Pekerjaan saat ini 1. Pelajar/mahasiswa8044,4 % 2. Pegawai Negeri2312,8 % 3. Pegawai Swasta4223,3 % 4. Wiraswasta3016,7 % 5. Lainnya52,8 % Jumlah % Status Tingkat Pendidikan Jenis Kelamin Pekerjaan Saat Ini Karakteristik Responden KeteranganJumlah% Pendapatan per bulan 1. < 1 juta2413,3 % 2. 1 – 2,5 juta 7340,6 % 3. 2,5 – 5 juta 5530,6 % 4. 5 – 10 juta 2413,3 % 5. > 10 juta42,2 % Jumlah % Pendapatan perbulan

12 Tipe Kendaraan KeteranganJumlah% Tipe Kendaraan 1. Yamaha Jupiter Z4223,3 % 2. Yamaha Jupiter MX2715 % 3. Yamaha Scorpio1910,5 % 4. Yamaha Vixion2312,7 % 5. Yamaha Mio5631,2 % 6. Yamaha Vega ZR105,6 % 7. Yamaha Nouvo31,6 % Jumlah

13 Uji Validitas Uji validitas adalah untuk mengetahui tingkat kevalitan dari instrumen (kuesioner) yang digunakan dalam pengumpulan data. Uji validitas dihitung dengan membandingkan nilai r hitung (correlated item-total correlation) dengan nilai r tabel, jika r hitung > dari r tabel (pada taraf signifikansi 5%) maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid (Imam Ghozali, 2006). NoVariabelKorelasiR tabelKeterangan 1Motivasi 10,6980,146Valid 20,6430,146Valid 30,6370,146Valid 40,6700,146Valid 50,6010,146Valid NoVariabelKorelasiR tabelKeterangan 2Persepsi 10,7240,146Valid 20,6700,146Valid 30,7100,146Valid 40,7210,146Valid 50,6560,146Valid NoVariabelKorelasiR tabelKeterangan 3Pembelajaran 10,7280,146Valid 20,8180,146Valid 30,8280,146Valid NoVariabelKorelasiRtabelKeterangan 4Kepercayaan 10,8340,146Valid 20,7840,146Valid 30,7600,146Valid

14 Berdasarkan kelima tabel variabel diatas menunjukkan bahwa semua indikator yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai koefisien korelasi yang lebih besar dari r table = 0,146 (nilai r table untuk n = 180) sehingga semua indikator/variabel penelitian ini adalah valid. NoVariabelKorelasiR tabelKeterangan 5Sikap 10,8450,146Valid 20,7610,146Valid 30,7130,146Valid 40,7600,146Valid 50,5520,146Valid NoVariabelKorelasiR tabelKeterangan 6Keputusan Pembelian 10,6740,146Valid 20,7680,146Valid 30,6540,146Valid 40,6750,146Valid

15 Uji Reliabilitas Reliabilitas dimaksudkan untuk menunjukkan tentang sifat suatu alat ukur apakah cukup akurat, stabil atau konsisten dalam mengukur apa yang ingin diukur sehingga semua pertanyaan pada masing-masing variabel tidak ada yang tidak reliabel dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya Triton (2006), jika skala itu dikelompok ke dalam lima kelas dengan kisaran yang sama, maka ukuran kemantapan alpha dapat ditunjukan sebagai berikut: Nilai alpha Cronbach 0,00 s.d 0.20, berarti kurang reliabel Nilai alpha Cronbach 0,21 s.d 0.40, berarti agak reliabel Nilai alpha Cronbach 0,41 s.d 0.60, berarti cukup reliabel Nilai alpha Cronbach 0,61 s.d 0.80, berarti reliabel Nilai alpha Cronbach 0,81 s.d 1.00, berarti sangat reliabel Hasil Uji Reliabilitas VariabelAlphaKeterangan Motivasi0,654Reliabel Persepsi0,727Reliabel Pembelajaran0,703Reliabel Kepercayaan0,698Reliabel Sikap0,766Reliabel Keputusan Pembelian0,637Reliabel

16 Analisis Regresi Linier Berganda Tabel Variables Entered/removed Pada tabel diatas Variabel entered/removed menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang dikeluarkan (removed), atau dengan kata lain kelima variabel bebas dimasukkan dalam perhitungan regresi.

17 Hasil Regresi Linier Berganda Tabel Coefficients Berdasarkan tabel diatas (Coefficients), digunakan untuk menggambarkan persamaan regresi berikut ini : Y = 0, ,216 X 1 + 0,225 X 2 + 0,170 X 3 + 0,220 X ,059 X 5  Konstanta sebesar 0,531 menyatakan bahwa jika variabel bebas motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap konstan, maka keputusan pembelian sebesar 0,531.  Koefisien regresi X1 Motivasi diperoleh sebesar 0,216 dengan tanda positif. Hal ini akan meningkatkan keputusan pembelian sebesar 0,216. Hasil signifikasinya sebesar 0,026 yang lebih kecil dari 0,05. karena nilai sig < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian.  koefisien regresi X2 persepsi diperoleh sebesar 0,225 dengan tanda positif. Hal ini akan meningkatkan keputusan pembelian sebesar 0,225. Hasil signifikannya sebesar 0,008 yang lebih kecil dari 0,05. Karena nilai sig < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa persepsi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian.

18  koefisien regresi X3 pembelajaran diperoleh sebesar 0,170 dengan tanda positif. Hal ini akan meningkatkan keputusan pembelian sebesar 0,170. Hasil signifikannya sebesar 0,042 yang lebih kecil dari 0,05. Karena nilai Sig. < 0,05, maka disimpulkan bahwa pembelajaran mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian.  koefisien regresi X4 Kepercayaan diperoleh sebesar 0,220 dengan tanda positif. Hal ini akan meningkatkan keputusan pembelian sebesar 0,220. Hasil signifikannya sebesar 0,008 yang lebih kecil dari 0,05. Karena sig < 0,05, maka disimpulkan bahwa kepercayaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian.  Koefisien regresi X5 Sikap diperoleh sebesar -0,059 dengan tanda negatif. Hal ini menyatakan bahwa sikap tidak meningkatkan keputusan pembelian karena bertanda negatif. Hasil signifikannya sebesar 0,436 yang lebih besar dari 0,05. Karena nilai sig > 0,05, maka disimpulkan bahwa sikap tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian.  Secara keseluruhan dari kelima variabel tersebut, berdasarkan hasil analisis diatas dapat diketahui bahwa variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian adalah variabel kepercayaan dengan nilai Beta sebesar 0,197 yang lebih besar dari variabel independent lainnya.

19 Uji Simultan (f hitung) Uji F ( uji serentak) dilakukan untuk melihat pengaruh signifikan secara bersama-sama dari variabel independent yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap terhadap variabel dependent yaitu keputusan pembelian. Dari uji ANOVA atau F test, diperoleh F hitung adalah 8,992 dengan tingkat signifikan 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Sedangkan nilai f tabel pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) maka diperoleh nilai f tabel = 2,27 dengan demikian f hitung > f tabel, yaitu 8,992 > 2,27. Oleh karena itu maka dapat dikatakan, motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian terhadap motor merek Yamaha.

20 Uji t hitung (uji parsial) Uji t- (uji parsial) dilakukan untuk melihat secara individu pengaruh secara signifikan dari variabel independent yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap terhadap variabel dependent yaitu keputusan pembelian. Pada tabell diatas dapat dilihat bahwa :  Pada variabel Motivasi hasil nilai t hitung sebesar 2,240 yang lebih besar dari t tabelnya dengan α = 5% yaitu sebesar 1,973. Ini berarti bahwa t hitung > dari t tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian. Maka dari pengujian hipotesis pertama yang menyatakan motivasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian, hipotesis tersebut diterima.  Pada variabel Persepsi hasil nilai t hitung sebesar 2,695 yang lebih besar dari t tabelnya dengan nilai α = 5% yaitu sebesar 1,973. Ini berarti t hitung > dari t tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa persepsi mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian. Maka dari pengujian hipotesis kedua yang menyatakan persepsi berpengaruh terhadap keputusan pembelian, hipotesis tersebut diterima.  Pada variabel Pembelajaran hasil nilai t hitung sebesar 2,052 yang lebih besar dari t tabelnya dengan nilai α = 5% yaitu sebesar 1,973. Ini berarti t hitung > t tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian. Maka dari pengujian hipotesis ketiga yang menyatakan pembelajaran berpengaruh terhadap keputusan pembelian, hipotesis tersebut diterima.  Pada variabel Kepercayaan hasil nilai t hitung sebesar 2,666 yang lebih besar dari t tabelnya dengan nilai α = 5% yaitu sebesar 1,973. Ini berarti bahwa t hitung > t tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa kepercayaan mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian.. Maka dari pengujian hipotesis keempat yang menyatakan kepercayaan berpengaruh terhadap keputusan pembelian, hipotesis tersebut diterima

21 Pada variabel Sikap hasil nilai t hitung sebesar -781 yang lebih kecil dari t tabelnya dengan nilai α = 5% yaitu sebesar 1,973. ini berarti bahwa t hitung < t tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap tidak mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian. Maka dari pengujian hipotesis kelima yang menyatakan sikap berpengaruh terhadap keputusan pembelian, hipotesis tersebut ditolak. Uji Koefisien Determinasi (R 2 ) Pengujian dengan menggunakan uji koefisien determinasi (R 2 ), yaitu untuk melihat besarnya pengaruh variabel bebas yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian. Pada tabel diatas angka R square adalah 0,205. Hal ini berarti sekitar 20,5 % keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh sikap, kepercayaan, pembelajaran, persepsi, dan motivasi. Sedangkan sisanya ( 100 % - 20,5 % = 79,5 % ) dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Hal ini dapat disimpulkan, bahwa pengaruh dari lima variabel tersebut yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap mempunyai pengaruh yang cukup kecil terhadap keputusan pembelian terhadap produk. Maka produsen motor Yamaha harus meningkatkan kembali kualitas dan strategi pemasaran yang sudah ada agar dapat memaksimalkan kelima faktor tersebut untuk terciptanya keputusan pembelian terhadap motor merek Yamaha. Model Summary ModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate a ,61224 a. Predictors: (Constant), sikap, persepsi, pembelajaran, motivasi, kepercayaan

22 Kesimpulan dan Implikasi Kesimpulan. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan, dan sikap secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif signifikan terhadap keputusan pembelian 2. Secara parsial, motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan mempunyai pengaruh yang positif signifikan terhadap keputusan pembelian, tetapi sikap tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. 3. Secara keseluruhan dari kelima variabel tersebut, ternyata variabel kepercayaan mempunyai pengaruh yang paling besar/dominan terhadap keputusan pembelian.

23 Implikasi. Bagi pengusaha atau produsen motor merek Yamaha harus selalu memperhatikan perilaku konsumen yang setiap saat selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman. Maka dalam hal ini variabel-variabel tersebut sangat mempunyai peran penting dalam pengambilan keputusan bagi konsumen untuk membeli sepeda motor merek Yamaha, karena motivasi merupakan kekuatan penggerak bagi diri seseorang yang memaksanya untuk bertindak melakukan sesuatu. Persepsi merupakan suatu proses yang membuat seseorang untuk memilih rangsangan-rangsangan yang diterima menjadi suatu gambaran yang berarti tentang suatu produk. Pembelajaran merupakan suatu proses dimana seseorang memperoleh pengethuan dan pengalaman tentang suatu produk untuk melakukan keputusan pembelian. Sedangkan kepercayaan dapat berupa pengetahuan pendapat atau sekedar percaya, dan kepercayaan inilah yang membentuk citra produk dan merek serta menentukan sikap konsumen dalam melakukan pembelian. Dalam penelitian ini faktor psikologi mempunyai pengaruh yang kecil dalam mempengaruhi keputusan pembelian, oleh karena itu bagi produsen motor yamaha harus selalu memperhatikan dan memaksimalkan keputusan konsumen yang berasal dari faktor psikologis yang secara langsung maupun tidak langsung sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian, serta selalu melakukan market research terhadap produk pesaing yang beredar di pasar dan harga yang ada, serta tetap menjaga kepercayaan para konsumen dengan kualitas dan jaminan terhadap produk yang ditawarkannya sehingga konsumen mempunyai motivasi yang lebih untuk membuat keputusan pembelian terhadap motor merek yamaha.


Download ppt "PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR MEREK YAMAHA Di susun Oleh : Nama : Aditya Ramadhani NPM: 11207296 Jurusan: Manajemen."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google