Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MATA KULIAH: METODOLOGI PENELITIAN Dosen Pengampu: Dr. Wahyudiono, MM. PROGRAM STUDI AKUNTANSI/MANAJEMEN UNIVERSITAS NAROTAMASURABAYA JL. Arief Rachman.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MATA KULIAH: METODOLOGI PENELITIAN Dosen Pengampu: Dr. Wahyudiono, MM. PROGRAM STUDI AKUNTANSI/MANAJEMEN UNIVERSITAS NAROTAMASURABAYA JL. Arief Rachman."— Transcript presentasi:

1 MATA KULIAH: METODOLOGI PENELITIAN Dosen Pengampu: Dr. Wahyudiono, MM. PROGRAM STUDI AKUNTANSI/MANAJEMEN UNIVERSITAS NAROTAMASURABAYA JL. Arief Rachman Hakim No. 51 Surabaya

2 DATA PRIBADI NAMA: Dr. Wahyudiono, SE., MM. NIDN/NISP: / Alamat Kantor: PROGRAM PASCASARJANA (Kaprodi MM) UNIVERSITAS NAROTAMA UNIVERSITAS NAROTAMA Jl. Arief Rachman Hakim No. 51 Surabaya Jl. Arief Rachman Hakim No. 51 Surabaya ALAMAT: Jl. Wiguna Tengah XIV/27 Sby KONTAK/ (031) ; HP: PENDIDIKAN TINGGI: PENDIDIKAN TINGGI: 1. PROGRAM S : STIE-INDONESIA SURABAYA (AKUNTANSI) 1. PROGRAM S : STIE-INDONESIA SURABAYA (AKUNTANSI) 2. PROGRAM S : UNIV. AIRLANGGA SURABAYA (MARKETING) 2. PROGRAM S : UNIV. AIRLANGGA SURABAYA (MARKETING) 3. PROGRAM S : UNIV. AIRLANGGA SURABAYA (MANAJEMEN) 3. PROGRAM S : UNIV. AIRLANGGA SURABAYA (MANAJEMEN) RIWAYAT PEKERJAAN: RIWAYAT PEKERJAAN: 1. DOSEN FE & PASCASARJANA UNNAR SURABAYA ( ) 1. DOSEN FE & PASCASARJANA UNNAR SURABAYA ( ) 2. DOSEN PASCASARJANA ITATS SURABAYA ( ) 2. DOSEN PASCASARJANA ITATS SURABAYA ( ) 3. DOSEN PASCASARJANA ITATS SURABAYA ( ) 3. DOSEN PASCASARJANA ITATS SURABAYA ( ) 4. D0SEN FE-AKUNTANSI UWIKA SURABAYA ( ) 4. D0SEN FE-AKUNTANSI UWIKA SURABAYA ( ) 5. DOSEN STIE-PERBANAS SURABAYA ( ) 5. DOSEN STIE-PERBANAS SURABAYA ( ) 6. DOSEN FE UNIVERSITAS DARMA CENDIKA (2009…..) 6. DOSEN FE UNIVERSITAS DARMA CENDIKA (2009…..)

3 Dosen Anggota: Hamzah Denny Subagyo

4 KONTRAK PEMBELAJARAN MATERI PERKULIAHAN: 1. BERPIKIR ILMIAH 1. BERPIKIR ILMIAH 2. MASALAH PENELITIAN; Pendekatan deduktif & induktif 2. MASALAH PENELITIAN; Pendekatan deduktif & induktif 3. JENIS-JENIS PENELITIAN 3. JENIS-JENIS PENELITIAN 4. PROSES PENELITIAN 4. PROSES PENELITIAN 5. MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN 5. MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN 6. KAJIAN TEORITIS 6. KAJIAN TEORITIS 7. VARIABEL PENELITIAN & DEFINISI OPERASIONAL 7. VARIABEL PENELITIAN & DEFINISI OPERASIONAL 8. PENGUMPUL DAN PENGUKUR DATA 8. PENGUMPUL DAN PENGUKUR DATA 9. RANCANG PENELITIAN 9. RANCANG PENELITIAN 10. PENELITIAN MANAJEMEN DAN PERKEMBANGANNYA 11. MERUMUSKAN PELAKSANAAN PENELITIAN 12. LAPORAN PENELITIAN 13. SUMBER DAN DAFTAR PUSTAKA 14. MENYUSUN TUGAS AKHIR

5 METODE EVALUASI: 1. TINGKAT KEHADIRAN: 15 % 2. KEAKTIFAN DIRI: 15 % 3. TUGAS PROPOSAL: 40 % 4. UJIAN TERJADWAL: 30 % REFERENSI: REFERENSI: ANSHORI, MUSLICH DAN ISWATI, SRI METODOLOGI PENELITIAN ANSHORI, MUSLICH DAN ISWATI, SRI METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF. SURABAYA: FE-UNAIR ARIKUNTO, SUHARSIMI PROSEDUR PENELITIAN: SUATU PENDE ARIKUNTO, SUHARSIMI PROSEDUR PENELITIAN: SUATU PENDE KATAN PRAKTEK. EDISI KEEMPAT (REIVI). JAKARTA: PENER NERBIT RENIKA CIPTA FERDINAND, AUGUSTY METODE PENELITIAN MANAJEMEN: PE FERDINAND, AUGUSTY METODE PENELITIAN MANAJEMEN: PE DOMAN PENELITIAN UNTUK SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI IL MU MANAJEMEN. EDISI KEDUA. SEMARANG: BP-UNDIP WIRARTHA, I., MADE PEDOMAN PENULISAN USULAN PENELITI WIRARTHA, I., MADE PEDOMAN PENULISAN USULAN PENELITI AN, SKRIPSI DAN TESIS. YOGYAKARTA: PENERBIT ANDI SUPARDI, JANUARI 2005, METODOLOGI PENELITIAN EKONOMI BISNIS, YOGYAKARTA. UII PRESS

6 ILMU PENGETAHUAN Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematik, pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah- kaidah yang umum.Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematik, pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah- kaidah yang umum. Ilmu ialah pengetahuan yang sudah dicoba dan diatur menurut urutan dan arti serta menyeluruh dan sistematik (Moh.Nazir dalam Supardi, 2005)Ilmu ialah pengetahuan yang sudah dicoba dan diatur menurut urutan dan arti serta menyeluruh dan sistematik (Moh.Nazir dalam Supardi, 2005)

7 Pengembangan Ilmu Teori curiosity, yaitu keingintahuan dan kekaguman manusia terhadap suatu kejadian (peristiwa) atau gejala (fenomena) yang mereka lihat.Teori curiosity, yaitu keingintahuan dan kekaguman manusia terhadap suatu kejadian (peristiwa) atau gejala (fenomena) yang mereka lihat. Teori utility, yaitu dorongan memanfaatkan kegunaan praktis dari pengetahuan yang diperoleh baik hasil perenungan maupun penyelidikan-penyelidikan (penelitian).Teori utility, yaitu dorongan memanfaatkan kegunaan praktis dari pengetahuan yang diperoleh baik hasil perenungan maupun penyelidikan-penyelidikan (penelitian).

8 PENDEKATAN MENCARI KEBENARAN PENDEKATAN ILMIAHPENDEKATAN ILMIAH –PENDEKATAN KEILMUAN, Penelitian dan Data empiris PENDEKATAN NON ILMIAHPENDEKATAN NON ILMIAH –COMON SENSE; Akal Sehat, Prasangka, Intuisi, Kebetulan, Trial & Error, Otoritas

9 METODE ILMIAH KRITERIA/SYARAT BERDASARKAN FAKTA BEBAS PRASANGKA PRINSIP ANALISA MEMBANGUN KERANGKA ANALISA DAN ALAT UJI HIPOTESA GUNAKAN UKURAN OBYEKTIF LANGKAH-LANGKAH –Memilih dan identifikasi masalah –Survei thd data yg tersedia –Memformulasikan hipotesa –Menggunakan hipotesa –Menggunakan data primer –Menggunakan teknik kuantifikasi –Membuat generalisasi dan kesimpulan –Membuat laporan

10 1. METODE ILMIAH 1. METODE ILMIAH UPAYA MENGUKUHKAN KEPERCAYAAN ATAS SUATU KEBENARAN, ME LALUI CARA YANG SISTEMATIS, LOGIS DAN EMPERIS, SEDANG MEKA NISME YANG DIGUNAKAN ADALAH MENANGKAP SUATU STIMULI LALU DINALAR SELANJUTNYA DIAMBIL SUATU TINDAKAN. BERPIKIR ILMIAH STIMULI (PROBLEM) PENALARAN (LOGIKA) TINDAKAN (EMPERIS) MEKANISME STIMULI - RESPON

11 2. METODOLOGI PENELITIAN SUATU PROSES YANG SISTEMATIS, LOGIS DAN EMPERIS UNTUK MEN DAPATKAN SUATU KEBENARAN ILMIAH. PENELITIAN ILMIAH DILAKU KAN MELALUI POLA TERTENTU, BAIK DENGAN PENDEKATAN DEDUK TIF MAUPUN PENDEKATAN INDUKTIF. a. PENELITIAN YANG BERANGKAT DARI SUATU PROBLEM (RUMUSAN MASALAH) DISEBUT PENDEKATAN DEDUKTIF MASALAH) DISEBUT PENDEKATAN DEDUKTIF b. PENELITIAN YANG BERANGKAT DARI DATA EMPERIS DISEBUT PEN DEKATAN INDUKTIF DEKATAN INDUKTIF 1.JIKA MEKANISME TERSEBUT DIGUNAKAN UNTUK MEMECAH KAN SUATU PROBLEM KARENA ADANYA KERAGUAN ATAS KE BENARAN SUATU PENGETAHUAN, MAKA PROSES INI DINAMA KAN PENELITIAN ILMIAH 2. KEBENARAN YANG DIPEROLEH MELALUI PENELITIAN ILMIAH DISEBUT PENGETAHUAN ILMIAH

12 STIMULI PENALARANTINDAKAN KONFLIK/ PROBLEM KAJIAN TEORI HIPOTESIS KONSEPTUAL HIPOTESIS OPERASIONAL RANCANGAN PENELITIAN PENGUMPU LAN DATA ANALISIS DATA TEORISASI REKONSEPSI TEORI KONSEP POLA UMUM PENELITIAN

13 MENURUT CHARLES PIERCE, DALAM SUMANTO (1995: 2) MENGEMUKA KAN ADANYA EMPAT METODE UNTUK MENGUKUHKAN KEPERCAYAAN AKAN KEBENARAN: a. METHOD OF TENACITY (KEYAKINAN) b. METHOD OF AUTHORITY (KEKUATAN OTORITAS) c. A PRIORI METHOD (ALASAN RASIONAL) d. METHOD OF SCIENTIFIC (METODE ILMIAH) 3. KLASIFIKASI PENELITIAN a. MENURUT TUJUAN 1. PENELITIAN MURNI 1. PENELITIAN MURNI 2. PENELITIAN TERAPAN 2. PENELITIAN TERAPAN b. MENURUT TINGKAT EKPLANASINYA 1. PENELITIAN DISKRIPTIF 1. PENELITIAN DISKRIPTIF 2. PENELITIAN KOMPARATIF 2. PENELITIAN KOMPARATIF 3. PENELITIAN ASOSIATIF 3. PENELITIAN ASOSIATIF

14 c. MENURUT PENDEKATANNYA 1. PENELITIAN SURVEY 1. PENELITIAN SURVEY 2. PENELITIAN EX POST PACTO 2. PENELITIAN EX POST PACTO 3. PENELITIAN EKSPERIMEN 3. PENELITIAN EKSPERIMEN 4. PENELITIAN NATURALISTIK 4. PENELITIAN NATURALISTIK 5. PENELITIAN POLICY 5. PENELITIAN POLICY 6. PENELITIAN TINDAKAN 6. PENELITIAN TINDAKAN 7. PENELITIAN EVALUASI 7. PENELITIAN EVALUASI 8. PENELITIAN SEJARAH 8. PENELITIAN SEJARAH d. MENURUT JENIS DATA 1. KUANTITATIF 1. KUANTITATIF 2. KUALITATIF 2. KUALITATIF 3. GABUNGAN KUANTITATIF & KUALITATIF 3. GABUNGAN KUANTITATIF & KUALITATIF SEMUA MODEL PENELITIAN DAPAT DILAKUKAN MELALUI DUA PENDEKATAN YAITU: PENDEKATAN DEDUKTIF DAN INDUKTIF

15 TEORISASI REKONSEPSI TEORI KONSEP DATA EMPERIS ANALISIS DATA RANCANGAN PENELITIAN SIMPULANHIPOTESIS PROBLEM (RUMUSAN) LOGIKA PENELITIAN DEDUKTIF INDUKTIF PENDEKATAN DEDUKTIF & INDUKTIF

16 4. PENDEKATAN DALAM PENELITIAN a. PENDEKATAN DEDUKTIF (RASIONAL-EMPERIS) PROSES PENELITIAN YANG DIMULAI DENGAN ADANYA PROBLEM, PROSES PENELITIAN YANG DIMULAI DENGAN ADANYA PROBLEM, DIKAJI SECARA TEORITIS DAN DICARI DASAR RASIONALNYA. BER DIKAJI SECARA TEORITIS DAN DICARI DASAR RASIONALNYA. BER DASARKAN KAJIAN TEORI DAN DASAR RASIONAL KEMUDIAN DIRU DASARKAN KAJIAN TEORI DAN DASAR RASIONAL KEMUDIAN DIRU MUS KAN SUATU HIPOTESIS MUS KAN SUATU HIPOTESIS KEBAIKAN DAN KELEMAHAN PENDEKATAN DEDUKTIF KEBAIKAN DAN KELEMAHAN PENDEKATAN DEDUKTIF ■DATA EMPERIS SIPERSIAPKAN SECARA KHUSUS, UNTUK MENGU ■DATA EMPERIS SIPERSIAPKAN SECARA KHUSUS, UNTUK MENGU JI HIPOTESIS YANG DIAJUKAN (VALIDIATAS & REALIBILITAS) ■ KESIMPULAN LEBIH TERARAH DAN TERBATAS ■ KESIMPULAN LEBIH TERARAH DAN TERBATAS ■ RASIONALISASI TERHADAP DATA YANG DIPEROLEH TERBATASI ■ RASIONALISASI TERHADAP DATA YANG DIPEROLEH TERBATASI OLEH PARADIGMA TERTENTU (MENGUATKAN TEORI YANG ADA) OLEH PARADIGMA TERTENTU (MENGUATKAN TEORI YANG ADA) HIPOTESIS ADALAH JAWABAN SEMENTARA ATAS MASALAH, KEMUDIAN DILAKUKAN PENGUMPULAN DATA EMPERIS DLM RANGKA UNTUK MENGUJI KEBENARANNYA

17 b. PENDEKATAN INDUKTIF (EMPERIS-RASIONAL) PROSES PENELITIAN YANG DIMULAI TANPA ADANYA PROBLEM TER PROSES PENELITIAN YANG DIMULAI TANPA ADANYA PROBLEM TER TENTU YANG JELAS BAGI PENELITI. PENELITIAN DIMULAI DARI PE TENTU YANG JELAS BAGI PENELITI. PENELITIAN DIMULAI DARI PE NGUMPULAN DATA EMPERIS. BERDASARKAN DATA EMPERIS DILA NGUMPULAN DATA EMPERIS. BERDASARKAN DATA EMPERIS DILA KUKAN RASIONALISASI ATAU TEORITISASI UNTUK MENAFSIRKAN KUKAN RASIONALISASI ATAU TEORITISASI UNTUK MENAFSIRKAN DATA EMPERIS TERSEBUT. DATA EMPERIS TERSEBUT. KEBAIKAN DAN KELEMAHAN PENDEKATAN DEDUKTIF KEBAIKAN DAN KELEMAHAN PENDEKATAN DEDUKTIF ■ DATA TIDAK DISPERSIAPKAN SRCARA KHUSUS UNTUK MENGAM ■ DATA TIDAK DISPERSIAPKAN SRCARA KHUSUS UNTUK MENGAM BIL KEPUTUSAN TERTENTU, SEHINGGA TIDAK ADA JAMINAN VA BIL KEPUTUSAN TERTENTU, SEHINGGA TIDAK ADA JAMINAN VA LIDITAS DAN RELIABILITASNYA LIDITAS DAN RELIABILITASNYA ■ TIDAK TERARAH PADA SATU KESIMPULAN TETENTU (MELEBAR) ■ TIDAK TERARAH PADA SATU KESIMPULAN TETENTU (MELEBAR) ■ RASIONALISASI ATAS DATA EMPERIS YANG ADA DAPAT MENDA ■ RASIONALISASI ATAS DATA EMPERIS YANG ADA DAPAT MENDA LAM, KARENA TIDAK DIBATASI OLEH PARADIGMA TEORI YANG ADA (TEORI TERTENTU) PENDEKATAN DEDUKTIF DAN INDUKTIF MEMULAI DARI AWAL YANG BERBEDA, NAMUN KEDUANYA AKAN BERAKHIR PADA HASIL YANG SAMA

18 1. PROBLEMATIK1. PROBLEMATIK 2. HIPOTESIS2. PENGUMPULAN DATA 3. PENGUMPULAN DATA3. RASIONALISASI DATA 4. KESIMPULAN (VERIFIKASI TEORI)4. KESIMPULAN (KONSEP, TEORI) DEDUKTIF INDUKTIF DEDUKTIF INDUKTIF ??

19 5. CIRI CIRI PENELITIAN a. SISTEMATIK, BENTUK KEGIATAN YANG RUNTUT DAN JELAS b. LOGIS, MENGGUNAKAN PENALARAN DEDUKTIF & INDUKTIF c. EMPERIS, BERDASARKAN DATA CONTOH PENELAAHAN DEDUKTIF ■ KEBUTUHAN INDIVIDU MENENTUKAN MOTIVASI ■ KEBUTUHAN INDIVIDU MENENTUKAN MOTIVASI ■ KEBUTUHAN BERTAHAN, SALAH SATU KEBUTUHAN INDIVIDU ■ KEBUTUHAN BERTAHAN, SALAH SATU KEBUTUHAN INDIVIDU ■ KESIMPULAN: KEBUHAN BERTAHAN MENENTUKAN MOTIVASI ■ KESIMPULAN: KEBUHAN BERTAHAN MENENTUKAN MOTIVASI CONTOH PENELAAHAN INDUKTIF ■ MOTIVASI YANG KUAT, MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS ■ SISTEM UPAH SATUAN, MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS ■ SISTEM KERJA SHIFT, MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS ■ KESIMPULAN: TINGKAT INTERAKSI KARYAWAN DENGAN PERUSAHA AN, AKAN MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS AN, AKAN MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS 1. PENDEKATAN DEDUKTIF, KAJIAN TERHADAP INDIKATOR 2. PENDEKATAN INDUKTIF, MELAKUKAN OBSERVASI

20 1. PENGERTIAN PERMASALAHAN PENELITIAN PERMASALAHAN ATAU PROBLEM PENELITIAN ADALAH KESENJANGAN PERMASALAHAN ATAU PROBLEM PENELITIAN ADALAH KESENJANGAN ANTARA: ANTARA: ■ APA YANG SEHARUSNYA DAN APA YANG ADA DALAM KENYATAAN ■ APA YANG SEHARUSNYA DAN APA YANG ADA DALAM KENYATAAN ■ APA YANG DIPERLUKAN DAN APA YANG TERSEDIA ■ APA YANG DIPERLUKAN DAN APA YANG TERSEDIA ■ HARAPAN DAN YANG DICAPAI ■ HARAPAN DAN YANG DICAPAI PERMASALAHAN PENELITIAN 1. PROBLEM ADALAH KESENJANGAN ANTARA SEHARUSNYA DENGAN SENYATANYA. 2. KETEPATAN MEMILIH MASALAH PENELITIAN MENUNTUN PENELITI UNTUK MENENTUKAN CARA PEMECAHAN YANG TEPAT PULA

21 HUBUNGAN ANTARA MASALAH & KETEPATAN CARA PEMECAHAN: HUBUNGAN ANTARA MASALAH & KETEPATAN CARA PEMECAHAN: ■ MASALAH BENAR, CARA PEMECAHAN BENAR ■ MASALAH BENAR, CARA PEMECAHAN BENAR ■ MASALAH BENAR, CARA PEMECAHAN SALAH ■ MASALAH BENAR, CARA PEMECAHAN SALAH ■ MASALAH SALAH, CARA PEMECAHAN SALAH ■ MASALAH SALAH, CARA PEMECAHAN SALAH ■ MASALAH SALAH, CARA PEMECAHAN BENAR ■ MASALAH SALAH, CARA PEMECAHAN BENAR 2. SUMBER MASALAH STONER, DALAM SUGIYONO (1993: 34) MENGEMUKAKAN BAHWA SUM STONER, DALAM SUGIYONO (1993: 34) MENGEMUKAKAN BAHWA SUM BER MASALAH BERASAL: BER MASALAH BERASAL: ■ PENYIMPANGAN ANTARA PENGALAMAN DAN KENYATAAN ■ PENYIMPANGAN ANTARA PENGALAMAN DAN KENYATAAN ■ PENYIMPANGAN ANTARA RENCANA DAN REALITA ■ PENYIMPANGAN ANTARA RENCANA DAN REALITA ■ ADANYA PENGADUAN ■ ADANYA PENGADUAN ■ ADA KOMPETENSI ■ ADA KOMPETENSI PENELITIAN YANG BAIK, TENTU BERANGKAT DARI MASALAH YANG BENAR-BENAR MASALAH PENELITIAN YANG BAIK, TENTU BERANGKAT DARI MASALAH YANG BENAR-BENAR MASALAH

22 3. MASALAH YANG BAIK FRAENKEL & WALLEN MENGEMUKAKAN MASALAH PENELITIAN YANG BAIK: FRAENKEL & WALLEN MENGEMUKAKAN MASALAH PENELITIAN YANG BAIK: ■ MASALAH HARUS FEASIBLE (KEUNIKAN) ■ MASALAH HARUS FEASIBLE (KEUNIKAN) ■ MASALAH HARUS JELAS ■ MASALAH HARUS JELAS ■ MASALAH HARUS SIGNIFIKAN (KONTRIBUSI) ■ MASALAH HARUS SIGNIFIKAN (KONTRIBUSI) ■ MASALAH BERSIFAT ETIS ■ MASALAH BERSIFAT ETIS 4. BENTUK MASALAH PENELITIAN BERDASARKAN EKSPLANASINYA MASALAH PENELITIAN DIKELOMPOK BERDASARKAN EKSPLANASINYA MASALAH PENELITIAN DIKELOMPOK KAN DALAM BENTUK DESKRIPTIF, KOMPARATIF & ASOSIATIF. KAN DALAM BENTUK DESKRIPTIF, KOMPARATIF & ASOSIATIF. a. PERMASALAHAN DESKRIPTIF a. PERMASALAHAN DESKRIPTIF SUATU PERMASALAHAN YANG BERKENAAN DENGAN VARIABEL MAN SUATU PERMASALAHAN YANG BERKENAAN DENGAN VARIABEL MAN DIRI, TANPA MEMBUAT PERBANDINGAN/MENGHUBUNGKAN DENGAN DIRI, TANPA MEMBUAT PERBANDINGAN/MENGHUBUNGKAN DENGAN VARIABEL LAIN. VARIABEL LAIN. TUCKMAN MENAMBAHKAN RUMUSAN MASALAH YANG BAIK ADALAH YANG MENYATAKAN HUBUNGAN ANTARA DUA VARIABELATAU LEBIH, DINYATAKAN DALAM KALIMAT TANYA

23 ■ TINGKAT PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. WIRATAMA ■ TINGKAT PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. WIRATAMA ■ PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PBM DI NAROTAMA ■ PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PBM DI NAROTAMA ■ TINGKAT MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DI NAROTAMA ■ TINGKAT MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DI NAROTAMA ■ PERSEPSI MAHASISWA THD MODEL KEPEMIMPINAN DI NAROTAMA ■ PERSEPSI MAHASISWA THD MODEL KEPEMIMPINAN DI NAROTAMA b. PERMASALAHAN KOMPARATIF b. PERMASALAHAN KOMPARATIF SUATU PERMASALAHAN YANG BERSIFAT MEMBANDINGKAN KEBERA SUATU PERMASALAHAN YANG BERSIFAT MEMBANDINGKAN KEBERA DAAN DUA SAMPEL ATAU LEBIH. DAAN DUA SAMPEL ATAU LEBIH. ■ APAKAH TERDAPAT PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR ANTARA MA ■ APAKAH TERDAPAT PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR ANTARA MA HASISWA PROGRAM SARJANA DAN PASCASARJANA HASISWA PROGRAM SARJANA DAN PASCASARJANA ■ APAKAH TERDAPAT PERBEDAAN PERSEPSI BIAYA PERKULIAHAN ■ APAKAH TERDAPAT PERBEDAAN PERSEPSI BIAYA PERKULIAHAN ANTARA MAHASISWA NAROTAMA DAN MAHASISWA WIRARAJA ANTARA MAHASISWA NAROTAMA DAN MAHASISWA WIRARAJA ■ APAKAH TERDAPAT PERBEDAAN MOTIVASI MENGAJAR ANTARA ■ APAKAH TERDAPAT PERBEDAAN MOTIVASI MENGAJAR ANTARA DOSEN TETAP DAN DOSEN LUAR BIASA DI NAROTAMA DOSEN TETAP DAN DOSEN LUAR BIASA DI NAROTAMA ■ APAKAH TERDAPAT PERBEDAAN PENAMPILAN ANTARA DOSEN TE ■ APAKAH TERDAPAT PERBEDAAN PENAMPILAN ANTARA DOSEN TE TAP DAN DOSEN LUAR BIASA DI NAROTAMA TAP DAN DOSEN LUAR BIASA DI NAROTAMA c. PERMASALAHAN ASOSIATIF c. PERMASALAHAN ASOSIATIF SUATU PERMASALAHAN YG MENGHUBUNGKAN DUA VARIABEL ATAU SUATU PERMASALAHAN YG MENGHUBUNGKAN DUA VARIABEL ATAU LEBIH. LEBIH. ADA TIGA MODEL HUBUNGAN YAITU: ADA TIGA MODEL HUBUNGAN YAITU:

24 1. HUBUNGAN SIMETRIS (BERSIFAT KEBERSAMAAN) 1. HUBUNGAN SIMETRIS (BERSIFAT KEBERSAMAAN) ■ ADAKAH HUBUNGAN ANTARA BANYAKNYA MAHASISWA DENGAN ■ ADAKAH HUBUNGAN ANTARA BANYAKNYA MAHASISWA DENGAN JUMLAH KENDARAAN YANG DI PARKIR JUMLAH KENDARAAN YANG DI PARKIR ■ ADAKAH HUBUNGAN ANTARA BUNYI BURUNG DGN TAMU YANG DATANG DATANG ■ ADAKAH HUBUNGAN ANTARA JUMLAH MAHASISWA DENGAN PE NGUNJUNG PERPUSTAKAAN NGUNJUNG PERPUSTAKAAN 2. HUBUNGAN KAUSAL (BERSIFAT SEBAB AKIBAT) 2. HUBUNGAN KAUSAL (BERSIFAT SEBAB AKIBAT) ■ ADAKAH PENGARUH KEHADIRAN KULIAH TERHADAP IPK MAHA ■ ADAKAH PENGARUH KEHADIRAN KULIAH TERHADAP IPK MAHA SISWA NAROTAMA SISWA NAROTAMA ■ ADAKAH PENGARUH KEDISIPLINAN KULIAH TERHADAP PENGUA ■ ADAKAH PENGARUH KEDISIPLINAN KULIAH TERHADAP PENGUA SAAN MATERI KULIAH SAAN MATERI KULIAH ■ ADAKAH HUBUNGAN POLA MAKANAN DAN KESEHATAN ■ ADAKAH HUBUNGAN POLA MAKANAN DAN KESEHATAN 3. HUBUNGAN INTERAKTIF (SALING MEMPENGARUHI) 3. HUBUNGAN INTERAKTIF (SALING MEMPENGARUHI) ■ HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN PRESTASI ■ HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN PRESTASI ■ HUNGAN ANTARA KEPANDAIAN DAN KEKAYAAN ■ HUNGAN ANTARA KEPANDAIAN DAN KEKAYAAN ■ HUBUNGAN ANTARA KECINTAAN DAN KESETIAAN ■ HUBUNGAN ANTARA KECINTAAN DAN KESETIAAN

25 RESEARCH GAP THEORY GAP FENOMENA BISNIS RUMUSAN MASALAH LATAR BELAKANG RUMUSAN MASALAH PENELITIAN ROUTE MAP MASALAH PENELITIAN LATAR BELAKANG, RUMUSAN MASALAH DAN RUMUSAN MASALAH PENELITIAN HARUS MENUNJUKKAN BENANG MERAH YANG JELAS AGAR PENELITIAN MEMBERI MANFAAT YANG BESAR

26 Masalah Derajat Sangat sederhana Sederhana Biasa dan di luar responsibilitas Biasa Lebih dari biasa Sulit Solusi Diingat (memori) Dicatat Dicatat dan diusulkan (suggestion system) Diatasi spontan Diatasi dengan rencana ringan Diatasi dengan rencana, dengan penelitian dan standarisasi pencegahan

27 1. KAJIAN PUSTAKA KAJIAN PUSTAKA MEMUAT URAIAN YG SISTEMATIS TENTANG TEORI TEORI DAN HASIL HASIL PENELITIAN TERDAHULU, YANG ADA HUBU KAJIAN PUSTAKA MEMUAT URAIAN YG SISTEMATIS TENTANG TEORI TEORI DAN HASIL HASIL PENELITIAN TERDAHULU, YANG ADA HUBU NGANNYA DENGAN PERMASALAHAN DAN TUJUAN PENELITIAN. NGANNYA DENGAN PERMASALAHAN DAN TUJUAN PENELITIAN. TINJAUAN PUSTAKA DAPAT MEMBERI LANDASAN ILMIAH MENGENAI: ■ MASALAH PENELITIAN ■ METODE YANG DIPILIH ■ POSISI PENELITIAN STUDI PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR PENELITIAN BUKAN BERSIFAT COBA COBA ( TRIAL AND ERROR ) BUKU TEKS BUKAN PUSTAKA YANG BAIK UNTUK KEPERLUAN PENYUSUNAN PENELITIAN ILMIAH, KARENA: ■ PENDAPAT DARI BEBERAPA PENELITI ■ TIDAK DITEMUKAN METODE PENELITIANNYA ■ TIDAK MENCAKUP HAL HAL YANG MUTAKHIR

28 2. LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI DIJABARKAN DARI TINJAUAN PUSTAKA DAN DISU LANDASAN TEORI DIJABARKAN DARI TINJAUAN PUSTAKA DAN DISU SUN SENDIRI OLEH PENELITI SBG PETUNJUK DALAM MEMECAHKAN SUN SENDIRI OLEH PENELITI SBG PETUNJUK DALAM MEMECAHKAN MASALAH PENELITIAN & UNTUK MERUMUSKAN HIPOTESIS. MASALAH PENELITIAN & UNTUK MERUMUSKAN HIPOTESIS. LANDASAN TEORI DAPAT BERBENTUK URAIAN KUALITATIF, MODEL LANDASAN TEORI DAPAT BERBENTUK URAIAN KUALITATIF, MODEL MATEMATIS ATAU PERSAMAAN YANG LANGSUNG TERKAIT DENGAN MATEMATIS ATAU PERSAMAAN YANG LANGSUNG TERKAIT DENGAN BIDANG ILMU YANG DITELITI BIDANG ILMU YANG DITELITI MANFAAT TINJAUAN PUSTAKA: MANFAAT TINJAUAN PUSTAKA: ■ MEMPERDALAM PENGETAHUAN TENTANG MASALAH YANG AKAN DI TELITI ■ MEMPERDALAM PENGETAHUAN TENTANG MASALAH YANG AKAN DI TELITI ■ KERANGKA TEORITIS YANG MENJADI LANDASAN PEMIKIRAN BAGI PENELITI ■ KERANGKA TEORITIS YANG MENJADI LANDASAN PEMIKIRAN BAGI PENELITI PENELITIAN TIDAK HANYA MENGUMPULKAN FAKTA, TETAPI JUGA MENELAAH FAKTA SECARA KRITIS, LOGIS DAN MENGHUBUNGKANNYA DENGAN MASALAH YANG DITELITI

29 ■ MEMPERTAJAM KONSEP KONSEP YANG DIPERGUNAKAN, SEHINGGA ■ MEMPERTAJAM KONSEP KONSEP YANG DIPERGUNAKAN, SEHINGGA MEMUDAHKAN PERUMUSAN HIPOTESIS MEMUDAHKAN PERUMUSAN HIPOTESIS ■ MENGHINDARI TERJADINYA PENGULANGAN PENELITIAN DEMI PENG ■ MENGHINDARI TERJADINYA PENGULANGAN PENELITIAN DEMI PENG HEMATAN WAKTU, TENAGA DAN BIAYA HEMATAN WAKTU, TENAGA DAN BIAYA 3. BAGAIMANA MEMBUAT TELAAH PUSTAKA ■ CARI JENIS LITERATUR YANG SESUAI (BERAGAM DAPAT MEMBERI ■ CARI JENIS LITERATUR YANG SESUAI (BERAGAM DAPAT MEMBERI KONTRIBUSI BARU DALAM STUDINYA KONTRIBUSI BARU DALAM STUDINYA ■ CARI NASKAH DARI PUBLIKASI YANG SESUAI (SESUAIKAN DENGAN ■ CARI NASKAH DARI PUBLIKASI YANG SESUAI (SESUAIKAN DENGAN MINAT STUDI) MINAT STUDI) ■ CARI NASKAH DGN VARIABEL YANG SESUAI (SETELAH MENEMUKAN ■ CARI NASKAH DGN VARIABEL YANG SESUAI (SETELAH MENEMUKAN MASALAH, BUATLAH RANCANGAN AWAL YANG DAPAT DIJADIKAN PI MASALAH, BUATLAH RANCANGAN AWAL YANG DAPAT DIJADIKAN PI JAKAN AWAL MENCARI VARIABEL) JAKAN AWAL MENCARI VARIABEL) ■ BUATLAH RINGKASAN DARI PEMIKIRAN PENELITI YANG DI RUJUK (BACA DAN BUATLAH RINGKASAN) ■ BUATLAH RINGKASAN DARI PEMIKIRAN PENELITI YANG DI RUJUK (BACA DAN BUATLAH RINGKASAN)

30 KONTEN TELAAH PUSTAKA RINGKASAN DAN DISKRIPSI PENELIAN LAIN MENGENAI SUBSTANSI DARI SEBUAH KONSEP BERIKUT ELEMEN ELEMENNYA DESKRIPSI BERBAGAI PRO DAN KONTRA ME NGENAI KONSEP YANG SEDANG DITELAAH GABUNGAN DARI BERBAGAI PROPOSISI YANG MENJELASKAN SATU HAL YANG MENYELURUH DIKEMBANGKAN MENJADI GRAND TEORI HUBUNGAN HASIL TELAAH DUA ATAU BEBERA PA KONSEPSI UNTUK MEMUNCULKAN PROPO SISI DAN HIPOTESIS GABUNGAN DARI BEBERAPA HIPOTESIS YANG DIKEMBANGKAN UNTUK MENJAWAB SEBUAH MASALAH PENELITIAN ISI TELAAH PUSTAKA

31 4. KERANGKA BERPIKIR MERUPAKAN ALUR PIKIR YANG DISUSUN SECARA SISTEMATIS, SING KAT MENJELASKAN PROSES PEMECAHAN MASALAH YG DIKEMUKAN OLEH PENELITI & MENGGAMBARKAN BERBAGAI HUBUNGAN ANTAR VARIABEL DALAM MODEL. KERANGKA BERPIKIR JUGA MEMBANTU PENELITI DALAM PEMILIHAN KONSEP KONSEP YANG DIPERLUKAN UNTUK PEMBENTUKAN HIPOTE SISNYA. LITERATURE REVIEW UNTUK MENEMUKAN APA YANG SELAYAKNYA DITELITI, REVIEW INI AKAN MEMBANTU PENE LITI MENEMUKAN MASALAH DARI: ■ RESEARCT GAP ■ THEORY GAP UNTUK MENGEMBANGKAN TEORI BERBASIS PADA TEORI DAN TEMUAN PENELITIAN YANG ADA. PENELITI MENGEMBANGKAN KONSEP, PROPOSISI BARU, MENYUSUN MODEL TEORI TIKAL DASAR KERANGKA PEMIKIRAN BARU UNTUK MEMECAHKAN MASALAH PENELITI ANNYA SERTA MENGHASILKAN HIPOTESIS DAN MODEL PENELITIAN EMPIRIKNYA TUJUAN TELAAH PUSTAKA

32 5. HIPOTESIS HIPOTESIS DIRUMUSKAN BERDASARKAN LANDASAN TEORI ATAU TIN JAUAN PUSTAKA. HIPOTESIS BERUPA PERNYATAAN SINGKAT YANG DI JAUAN PUSTAKA. HIPOTESIS BERUPA PERNYATAAN SINGKAT YANG DI SARIKAN DARI LANDASAN TEORI ATAU TINJAUAN PUSTAKA DAN ME - RUPAKAN DUGAAN SEMENTARA TERHADAP MASALAH YANG DIHADAPI SEDANGKAN KEBENARANYA DIBUKTIKAN MELALUI DATA EMPERIS. RUPAKAN DUGAAN SEMENTARA TERHADAP MASALAH YANG DIHADAPI SEDANGKAN KEBENARANYA DIBUKTIKAN MELALUI DATA EMPERIS. HIPOTESIS BERPERAN DLM MENETAPKAN TUJUAN YANG TEGAS BAGI PENELITI DAN MEMBANTU DALAM PEMBATASAN RUANG LING KUP PE NELITIAN DENGAN MEMILIH FAKTA FAKTA YANG RELEVAN. SUMBER HIPOTESIS: ■ TEORI TEORI YANG TELAH DISIAPKAN ■ TEORI TEORI YANG TELAH DISIAPKAN ■ HASIL PENELITIAN SEBELUMNYA ■ HASIL PENELITIAN SEBELUMNYA ■ PENGALAMAN, PENGAMATAN DAN PRADUGA ■ PENGALAMAN, PENGAMATAN DAN PRADUGA 6. PENGERTIAN HIPOTESIS HIPOTESIS MERUPAKAN TESIS (KESIMPULAN) YANG MASIH RENDAH TARAFNYA, OLEH KARENA ITU DISEBUT KESIMPULAN TEORITIK DAN PERLU DIUJI KEBENARANNYA MENJADI TESIS.

33 7. FUNGSI HIPOTESIS HIPOTESIS BERFUNGSI SEBAGAI JAWABAN SEMENTARA TERHADAP HIPOTESIS BERFUNGSI SEBAGAI JAWABAN SEMENTARA TERHADAP PERMASALAHAN YANG SEDANG DIHADAPI, OLEH KARENA ITU AKAN PERMASALAHAN YANG SEDANG DIHADAPI, OLEH KARENA ITU AKAN MENJADI PENGARAH DLM PENELITIAN. JIKA PENELITIAN BERPIJAK MENJADI PENGARAH DLM PENELITIAN. JIKA PENELITIAN BERPIJAK PADA HIPOTESIS, MAKA TUJUAN PENELITIAN JELAS UNTUK MENGU PADA HIPOTESIS, MAKA TUJUAN PENELITIAN JELAS UNTUK MENGU JI HIPOTESIS. JI HIPOTESIS. PERSYARATAN DALAM MERUMUSKAN HIPOTESIS: PERSYARATAN DALAM MERUMUSKAN HIPOTESIS: ■ DIRUMUSKAN DALAM KALIMAT BERITA (BUKAN KALIMAT TANYA) ■ DIRUMUSKAN DALAM KALIMAT BERITA (BUKAN KALIMAT TANYA) ■ HARUS JELAS TIDAK BERMAKNA GANDA ■ HARUS JELAS TIDAK BERMAKNA GANDA ■ DIRUMUSKAN SECARA OPERASIONAL, SEHINGGA MEMUDAHKAN ■ DIRUMUSKAN SECARA OPERASIONAL, SEHINGGA MEMUDAHKAN PENGUJIANNYA PENGUJIANNYA ■ PENAMPILAN DOSEN YANG BAIK BERPENGARUH TERHADAP PRESTA SI STUDI MAHASISWA (KURANG OPERASIONAL) ■ SIKAP DOSEN YANG DEMOKRATIS AKAN BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI STUDI MAHASISWA (OPERASIONAL)

34 1. PENGERTIAN VARIABEL VARIABEL ADALAH ATRIBUT DARI OBYEK YANG MEMILIKI VARIASI VARIABEL ADALAH ATRIBUT DARI OBYEK YANG MEMILIKI VARIASI NILAI (VOLUME PENJUALAN, NILAI PENJUALAN & BIAYA PROMOSI). NILAI (VOLUME PENJUALAN, NILAI PENJUALAN & BIAYA PROMOSI). VARIASI INI MENUNJUKKAN BAHWA PENGAMATAN SATU DENGAN VARIASI INI MENUNJUKKAN BAHWA PENGAMATAN SATU DENGAN PENGAMATAN YANG LAIN MEMBERI NILAI YANG TIDAK SAMA. PENGAMATAN YANG LAIN MEMBERI NILAI YANG TIDAK SAMA.N BIAYA PROMOSI INTENSITASVOLUME x x x x x x x x PENENTUAN VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL

35 2. JENIS JENIS VARIABEL ■ VARIABEL INDEPENDEN (BEBAS) VARIABEL YANG MENJADI SEBAB PERUBAHANNYA VARIABEL DEPENDEN (SERING JUGA DISEBUT SE BAGAI VARIABEL STIMULUS, ANTICEDENT, PREDIKTOR ■ VARIABEL INDEPENDEN (BEBAS) VARIABEL YANG MENJADI SEBAB PERUBAHANNYA VARIABEL DEPENDEN (SERING JUGA DISEBUT SE BAGAI VARIABEL STIMULUS, ANTICEDENT, PREDIKTOR ■ VARIABEL DEPENDEN, VARIABEL YANG DIPENGARUHI ATAU YANG MENJADI AKIBAT ADANYA VARIABEL BEBAS (SERING DISEBUT VARIABEL OUTPUT, KONSEKUEN, KRITERIA) ■ VARIABEL DEPENDEN, VARIABEL YANG DIPENGARUHI ATAU YANG MENJADI AKIBAT ADANYA VARIABEL BEBAS (SERING DISEBUT VARIABEL OUTPUT, KONSEKUEN, KRITERIA) ■ VARIABEL MODERATOR, VARIABEL YANG MEMPENGARUHI HUBUNG AN VARIABEL BEBAS DENGAN VARIABEL TERIKAT (MEMPERKUAT ATAU MEMPERLEMAH) ■ VARIABEL MODERATOR, VARIABEL YANG MEMPENGARUHI HUBUNG AN VARIABEL BEBAS DENGAN VARIABEL TERIKAT (MEMPERKUAT ATAU MEMPERLEMAH) ■ VARIABEL INTERVENING, VARIABEL YANG MEMPENGARUHI HUBU ■ VARIABEL INTERVENING, VARIABEL YANG MEMPENGARUHI HUBU NGAN VARIABEL BEBAS DGN VARIABEL TERIKAT, NAMUN SULIT DI UKUR NGAN VARIABEL BEBAS DGN VARIABEL TERIKAT, NAMUN SULIT DI UKUR ■ VARIABEL KONTROL, VARIABEL YANG DIKENDALIKAN (DIBUAT KON STAN) SEHINGGAPENELITI DAPAT MELAKUKAN PENELITIAN YG BER SIFAT MEMBANDINGKAN ■ VARIABEL KONTROL, VARIABEL YANG DIKENDALIKAN (DIBUAT KON STAN) SEHINGGAPENELITI DAPAT MELAKUKAN PENELITIAN YG BER SIFAT MEMBANDINGKAN KUNCI: VARIABEL PENELITIAN ADALAH SUATU ATRIBUT ATAU SIFAT DARI SUATU OBYEK YANG MEMPUNYAI VARIASI TERTENTU YANG DITETAPKAN OLEH PENELITI UNTUK DIPELAJARI & DITARIK KESIMPULANNYA

36 KEMAMPUAN KERJA KINERJA PEGAWAI VARIABEL BEBAS VARIABEL DEPENDEN KEMAMPUAN KERJAKINERJA PEGAWAI MOTIVASI KINERJA PEGAWAIKEMAMPUAN KERJA KEPUASAN KERJA VARIABEL BEBAS VARIABEL BEBAS VARIABEL DEPENDEN VARIABEL DEPENDEN VARIABEL INTERVENING VARIABEL MODERATOR 1 2 3

37 “INDIKATOR” MINAT MEMBELI: ■ HARGA MURAH ■ MUTU PRODUK ■ DAYA TARIK PRODUK “MODEL 1: (TIDAK SESUAI) DAYA TARIK MUTU PRODUK HARGA MURAH MINAT PEMBELI “INDIKATOR” MINAT MEMBELI: ■ INTENSITAS PENCARIAN INFORMASI ■ KEINGINAN SEGERA MEM BELI ■ KEINGINAN FREFERNSIAL “MODEL 2: (SESUAI) INTENSITAS INFORMASI KEINGINAN OREFERNASI KEINGINAN MEMBELI MINAT PEMBELI KESESUAIAN INDIKATAOR & VARIABEL “MINAT MEMBELI”

38 RANCANGAN PENELITIAN ADALAH DESKRIPSI YANG DETAIL ATAS PENELITIAN YANG DIUSULKAN. RANCANGAN PENELITIAN YANG MENGUJI HIPOTESIS HARUS MENGGUNAKAN TEORI DAN DASAR KEBENARAN HIPOTESIS YANG DIUJI. PENELITIAN YANG DIRANCANG SECARA BAIK, SELAIN BERGUNA BAGI PENELITI, JUGA MEMUDAHKAN PIHAK LAIN UNTUK MELA KUKAN EVALUASI. RANCANGAN PENELITIAN RANCANGAN PENELITIAN YANG DISIAPKAN SECARA MATANG DAN CERMAT, AKAN MEMUDAHKAN PELAKSANAAN PENELITIAN DI LAPANGAN

39 KOMPONEN RANCANGAN PENELITIAN 1. JUDUL PENELITIAN 2. JENIS PENELITIAN 3. LATAR BELAKANG MASALAH 4. PERUMUSAN MASALAH 5. TUJUAN PENELITIAN 6. MANFAAT PENELITIAN 7. TINJAUAN PUSTAKA 8. HIPOTESIS PENELITIAN (KALAU ADA) 9. METODOLOGI a. TEMPAT & WAKTU b. VARIABEL PENELITIAN c. TEKNIK PENGUMPULAN DATA d. TEKNIK ANALISIS DATA e. DAFTAR PUSTAKA

40 RUMUSAN MASALAH MASALAH ADALAH SITUASI PENYIMPANGAN YANG DAPAT TER JADI DAN DILIHAT DARI FENOMENA BISNIS, LALU DIKEMBANG KAN MENJADI MASALAH PENELITIAN SESUAI DENGAN JENIS PENELITIAN. MASALAH: PENURUNAN PENJUALAN YANG TERJADI SELAMA TAHUN 2007 MASALAH PENELITIAN: MENNGAPA TERJADI PENURUNAN PENJUALAN? PERTANYAAN PENELITIAN: a.APAKAH PERILAKU HARDWORKING TENAGA PENJUALAN, BER PENGARUH TERHADAP KINERJA PENJUALAN b. APAKAH PERILAKU SMARTWORKING TENAGA PENJUALAN, BER PENGARUH TERHADAP KINERJA PENJUALAN

41 MASALAH: PENURUNAN MOTIVASI MAHASISWA BEBERAPA BULAN TERAKHIR MASALAH PENELITIAN: MENGAPA TERJADI PENERUNAN MOTIVASI MAHASISWA ? PERTANYAAN PENELITIAN: a.APAKAH FASILITAS PBM BERPENGARUH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA ? b. APAKAH PERFORMANCE DOSEN BERPENGARUH TERHADAP MO TIVASI BELAJAR MAHASISWA ? FASILITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR PERFORMANCE DOSEN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA

42 1. PENULISAN ILMIAH TUGAS AKHIR SERING DIANGGAP SEBAGAI “MOMOK” BAGI KALANGAN MAHASISWA DARI BERBAGAI TINGKAT PENDIDIKAN BAIK YANG DISEBUT LKP, MAHASISWA DARI BERBAGAI TINGKAT PENDIDIKAN BAIK YANG DISEBUT LKP, SKRIPSI, TESIS DAN DISERTASI, OLEH KARENA ITU PERLU PERSIAPAN YANG SKRIPSI, TESIS DAN DISERTASI, OLEH KARENA ITU PERLU PERSIAPAN YANG MATANG. MATANG. TUGAS AKHIR SEBAGAI KARYA ILMIAH: TUGAS AKHIR SEBAGAI KARYA ILMIAH: a. KEGIATAN BELAJAR YANG MENGARAHKAN MAHASISWA UNTUK MENGINTE a. KEGIATAN BELAJAR YANG MENGARAHKAN MAHASISWA UNTUK MENGINTE GRASIKAN PENGALAMAN BELAJARNYA DALAM MENGHADAPI SUATU MASA GRASIKAN PENGALAMAN BELAJARNYA DALAM MENGHADAPI SUATU MASA LAH SECARA MENDALAM LAH SECARA MENDALAM b. SARANA KEGIATAN BELAJAR MAHASISWA UNTUK MENINGKATKAN KEMAM b. SARANA KEGIATAN BELAJAR MAHASISWA UNTUK MENINGKATKAN KEMAM PUANNYA DLM MENGINTEGRASIKAN PENGALAMAN DAN KETRAMPILAN YANG PUANNYA DLM MENGINTEGRASIKAN PENGALAMAN DAN KETRAMPILAN YANG TELAH DIPEROLEH TELAH DIPEROLEH c. MEMBUKA PELUANG BAGI MAHASISWA UNTUK MELATIH DIRI DALAM MENYE c. MEMBUKA PELUANG BAGI MAHASISWA UNTUK MELATIH DIRI DALAM MENYE LESAIKAN MASALAH SECARA MANDIRI DAN ILMIAH LESAIKAN MASALAH SECARA MANDIRI DAN ILMIAH PENULISAN ILMIAH

43 2. KAIDAH KAIDAH KARYA ILMIAH a. OBYEKTIF, PENDAPAT YANG DIKEMUKAKAN HARUS MENGHINDARKAN DIRI a. OBYEKTIF, PENDAPAT YANG DIKEMUKAKAN HARUS MENGHINDARKAN DIRI DARI PENDAPAT PRIBADI (TIDAK BERSIFAT SUBYEKTIF) & TETAP NETRAL, DARI PENDAPAT PRIBADI (TIDAK BERSIFAT SUBYEKTIF) & TETAP NETRAL, OLEH KARENA ITU KARYA ILMIAH HARUS DIDUKUNG OLEH DATA OLEH KARENA ITU KARYA ILMIAH HARUS DIDUKUNG OLEH DATA b. BERTUMPU PADA DATA, SEGALA SESUATU YG DIKEMUKAKAN DLM KARYA b. BERTUMPU PADA DATA, SEGALA SESUATU YG DIKEMUKAKAN DLM KARYA ILMIAH HARUS BERDASARKAN DATA ILMIAH HARUS BERDASARKAN DATA c. KESIMPULAN BERDASARKAN PADA PROSEDUR YANG JELAS, KARYA ILMIAH c. KESIMPULAN BERDASARKAN PADA PROSEDUR YANG JELAS, KARYA ILMIAH HARUS DIDUKUNG OLEH METODE YANG BENAR & DAPAT DIPERTANGGUNG HARUS DIDUKUNG OLEH METODE YANG BENAR & DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN SECARA ILMIAH JAWABKAN SECARA ILMIAH d. PEMBAHASAN HARUS DIDASARKAN PADA RASIO YANG DPT DITERIMA OLEH d. PEMBAHASAN HARUS DIDASARKAN PADA RASIO YANG DPT DITERIMA OLEH OLEH AKAL SEHAT, HAL INI DIMAKSUDKAN UNTUK MENCEGAH KETERLIBA OLEH AKAL SEHAT, HAL INI DIMAKSUDKAN UNTUK MENCEGAH KETERLIBA TAN EMOSIONIL PENULIS. TAN EMOSIONIL PENULIS. 3. SARAN JITU MENULIS KARYA ILMIAH a. MEMBUAT PROGRAM KERJA YANG JELAS, BATASAN WAKTU YANG KETAT a. MEMBUAT PROGRAM KERJA YANG JELAS, BATASAN WAKTU YANG KETAT b. IKUTI BUKU PEDOMAN & IKUTI ARAHAN DARI DOSEN PEMBIMBING SESUAI b. IKUTI BUKU PEDOMAN & IKUTI ARAHAN DARI DOSEN PEMBIMBING SESUAI DENGAN KESEPAKATAN BERSAMA DENGAN KESEPAKATAN BERSAMA c. MINTALAH ARAHAN YANG KONSTRUKTIF, BAIK DARI ASPEK TEKNIS PENULI c. MINTALAH ARAHAN YANG KONSTRUKTIF, BAIK DARI ASPEK TEKNIS PENULI SAN, ASPEK SUBSTANSI DAN ASPEK METODOLOGINYA. SAN, ASPEK SUBSTANSI DAN ASPEK METODOLOGINYA.

44 4. KENDALA PENULISAN KARYA ILMIAH a. KESULITAN MEMPEROLEH LITERATUR PENDUKUNG a. KESULITAN MEMPEROLEH LITERATUR PENDUKUNG b. TIDAK TERBIASA MENULIS b. TIDAK TERBIASA MENULIS c. MASALAH DANA c. MASALAH DANA d. TIDAK TERBIASA KERJA DENGAN SISTEM TERJADWAL DAN PENGATURAN d. TIDAK TERBIASA KERJA DENGAN SISTEM TERJADWAL DAN PENGATURAN WAKTU YANG KETAT WAKTU YANG KETAT e. SULIT KOMUNIKASI DENGAN PEMBIMBING SECARA KONSTRUKTIF e. SULIT KOMUNIKASI DENGAN PEMBIMBING SECARA KONSTRUKTIF f. LEMAHNYA DUKUNGAN (KELUARGA, LINGKUNGAN, TEMAN & LEMBAGA) f. LEMAHNYA DUKUNGAN (KELUARGA, LINGKUNGAN, TEMAN & LEMBAGA) g. TEMPAT PENELITIAN YANG TIDAK KONDUSIF DALAM MEMBERI DATA g. TEMPAT PENELITIAN YANG TIDAK KONDUSIF DALAM MEMBERI DATA h. LEMAHNYA MOTIVASI DAN DAYA TAHAN DLM MENGHADAPI KESULITAN h. LEMAHNYA MOTIVASI DAN DAYA TAHAN DLM MENGHADAPI KESULITAN 5. PERSIAPAN MENULIS KARYA ILMIAH a. MEMBIASAKAN DIRI MELAKUKAN SESUATU DGN SERIUS a. MEMBIASAKAN DIRI MELAKUKAN SESUATU DGN SERIUS b. BIASAKAN DIRI MENGUNJUNGI PERPUSTAKAAN SECARA RUTIN & BERKALA, b. BIASAKAN DIRI MENGUNJUNGI PERPUSTAKAAN SECARA RUTIN & BERKALA, MEMBACA BUKU KARYA ILMIAH, HASIL PENELITIAN MEMBACA BUKU KARYA ILMIAH, HASIL PENELITIAN c. MELATIH DIRI UNTUK MEMPERHATIKAN MASALAH MASALAH YANG TERKAIT c. MELATIH DIRI UNTUK MEMPERHATIKAN MASALAH MASALAH YANG TERKAIT DENGAN RENCANA TUGAS AKHIR (PENULISAN KARYA ILMIAH) DENGAN RENCANA TUGAS AKHIR (PENULISAN KARYA ILMIAH) d. TINGKATKAN KETERAMPILAN & KEGIATAN MENULIS KARYA ILMIAH YANG DI d. TINGKATKAN KETERAMPILAN & KEGIATAN MENULIS KARYA ILMIAH YANG DI TUGASKAN OLEH DOSEN TUGASKAN OLEH DOSEN

45 e. AMBILAH MANFAAT SEBESAR BESARNYA DARI MATA KULIAH METODOLOGI e. AMBILAH MANFAAT SEBESAR BESARNYA DARI MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN YANG SEDANG DIPROGRAM PENELITIAN YANG SEDANG DIPROGRAM f. BIASAKAN DIRI MENULIS DENGAN KAIDAH BAHASA INDONESIA YANG BENAR f. BIASAKAN DIRI MENULIS DENGAN KAIDAH BAHASA INDONESIA YANG BENAR (IKUTI TATA TULIS KAIDAH BAHASA YANG BENAR) (IKUTI TATA TULIS KAIDAH BAHASA YANG BENAR) g. BIASAKAN DIRI TERLIBAT DALAM KEGIATAN ILMIAH, BAIK DALAM ACARA g. BIASAKAN DIRI TERLIBAT DALAM KEGIATAN ILMIAH, BAIK DALAM ACARA INTERNAL MAUPUN EKTERNAL KAMPUS INTERNAL MAUPUN EKTERNAL KAMPUS h. YAKINLAH BAHWA SAYA BISA MELAKUKAN TUGAS ITU DENGAN BAIK h. YAKINLAH BAHWA SAYA BISA MELAKUKAN TUGAS ITU DENGAN BAIK MARI MERENUNG SEJENAK. 1. TUHAN MEMBERI MANUSIA AKAL, KENAPA TIDAK AKU MANFAATKAN 2. AKU MANUSIA YANG BERUNTUNG , TIDAK SEMUA ORANG DIBERI KESEM PATAN UNTUK DAPAT KULIAH, KENAPA HARUS AKU SIA SIAKAN KESEMPATAN PATAN UNTUK DAPAT KULIAH, KENAPA HARUS AKU SIA SIAKAN KESEMPATAN EMAS INI. EMAS INI. 3. ORANG TUAKU & ORANG DISEKITARKU ADALAH ORANG ORANG YANG SANGAT MENCINTAIKU, KENAPA AKU HARUS MENGECEWAKAN MEREKA MENCINTAIKU, KENAPA AKU HARUS MENGECEWAKAN MEREKA 4. AKU MEMILIKI DOSEN PEMBIMBING, KENAPA AKU HARUS MENGHINDAR DARI BELIAU, SUKA ATAU TIDAK, SEKARANG ATAU BESUK, DIMULAI ATAU DITUNDA BELIAU, SUKA ATAU TIDAK, SEKARANG ATAU BESUK, DIMULAI ATAU DITUNDA TUGAS AKHIR (TA) PASTI AKU HADAPI, KENAPA HARUS AKU TUNDA. TUGAS AKHIR (TA) PASTI AKU HADAPI, KENAPA HARUS AKU TUNDA. AKU HARUS BISA, AKU HARUS MAJU, AKU HARUS SELESAI..... AKU HARUS BISA, AKU HARUS MAJU, AKU HARUS SELESAI.....

46 NoKEGIATANIIIIIIIVVVI1 PEMBUATAN USULAN PENELITIAN: a. KAJIAN PUSTAKA (STUDI PENDAHULUAN) b. PENENTUAN: JUDUL PENELITIAN, MASALAH c. BIMBINGAN USULAN PENELITIAN d. SEMINAR USULAN PENELITIAN e. PERBAIKAN USULAN PENELITIAN VVVVV 2 PELAKSANAAN PENELITIAN (PENGUMPULAN DATA LAPANGAN) V 3 PENGOLAHAN DATA, ANALISIS DATA DAN INTEPRETASI HASIL ANA LISIS DATA V 4 PENULISAN DRAFT PENELITIAN (LKP) V 5 PENULISAN PENELITIAN (LKP) DAN PROSES BIMBINGAN VVV 6 UJIAN HASIL PENELITIAN (LKP) V JADWAL PENULISAN PENELITIAN YOK BARENG BARENG AJUKAN TA, BIAR CEPAT SELESAI GITU LHO ?

47 1. KERTAS, HURUF DAN LAINNYA a. MENGGUNAKAN KERTA HVS 70 GRAM, UKURAN A4 (21x29,7) CM a. MENGGUNAKAN KERTA HVS 70 GRAM, UKURAN A4 (21x29,7) CM b. HURUF TIMES NEW ROMAN, FONT 12 b. HURUF TIMES NEW ROMAN, FONT 12 c. NOMOR UNTUK HALAMAN JUDUL, PERSETUJUAN, UCAPAN TERIMA KASIH, c. NOMOR UNTUK HALAMAN JUDUL, PERSETUJUAN, UCAPAN TERIMA KASIH, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL & DAFTAR TABEL NOMORNYA MENGGUNAKAN DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL & DAFTAR TABEL NOMORNYA MENGGUNAKAN ANGKA ROMAWI (i, ii, iii,). NOMOR HALAMAN BIASANYA DITULIS DIBAWAH ANGKA ROMAWI (i, ii, iii,). NOMOR HALAMAN BIASANYA DITULIS DIBAWAH BAGIAN TENGAH BAGIAN TENGAH d. NOMOR HALAMAN DIMULAI DARI BAB PENDAHULUAN SAMPAI PD LAMPIRAN d. NOMOR HALAMAN DIMULAI DARI BAB PENDAHULUAN SAMPAI PD LAMPIRAN TERAKHIR DENGAN MENGGUNAKAN ANGKA ARAB ( 1, 2, 3). NOMOR SETIAP TERAKHIR DENGAN MENGGUNAKAN ANGKA ARAB ( 1, 2, 3). NOMOR SETIAP HALAMAN DILETAKKAN DIKANAN ATAS, KECUALI UNTUK HALAMAN BAB DI HALAMAN DILETAKKAN DIKANAN ATAS, KECUALI UNTUK HALAMAN BAB DI LETAKKAN DIBAWAH BAGIAN TENGAH LETAKKAN DIBAWAH BAGIAN TENGAH e. UKURAN MARGIN (POSISI PENGETIKAN) e. UKURAN MARGIN (POSISI PENGETIKAN) ■ POSISI KIRI DENGAN JARAK 4 CM ■ POSISI KIRI DENGAN JARAK 4 CM ■ POSISI KANAN DENGAN JARAK 3 CM ■ POSISI KANAN DENGAN JARAK 3 CM ■ POSIS ATAS DENGAN JARAK 3 CM ■ POSIS ATAS DENGAN JARAK 3 CM ■ POSOSI BAWAH DENGAN JARAK 3 CM ■ POSOSI BAWAH DENGAN JARAK 3 CM ATURAN KHUSUS PENULISAN ILMIAH

48 2. SPASI DAN ALINIA PENULSAN NASKAH KARYA ILMIAH UMUMNYA DIKETIK DUA SPASI, KECUALI PENULSAN NASKAH KARYA ILMIAH UMUMNYA DIKETIK DUA SPASI, KECUALI UNTUK HAL YANG BERSIFAT KHUSUS (JUDUL TABEL, JUDUL GAMBAR BIASA UNTUK HAL YANG BERSIFAT KHUSUS (JUDUL TABEL, JUDUL GAMBAR BIASA NYA MENGGUNAKAN SATU SPASI). NYA MENGGUNAKAN SATU SPASI). ALINIA DALAM SUATU NASKAH, HARUS MEMBAWA SATU POKOK PIKIRAN YG ALINIA DALAM SUATU NASKAH, HARUS MEMBAWA SATU POKOK PIKIRAN YG MEMILIKI MAKNA. SETIAP AWAL ALINIA HARUS DIMULAI BEBERAPA KETUKAN MEMILIKI MAKNA. SETIAP AWAL ALINIA HARUS DIMULAI BEBERAPA KETUKAN KEDALAM DARI MARGIN KIRI, BIASANYA SEMBILAN KARAKTER) KEDALAM DARI MARGIN KIRI, BIASANYA SEMBILAN KARAKTER) CONTOH: CONTOH: PERUSAHAAN YANG BERORIENTASI PASAR AKAN TERDORONG UNTUK MEMBUAT APA YANG DAPAT DIJUAL, TERUTAMA YANG BERFOKUS PADA KEBU MEMBUAT APA YANG DAPAT DIJUAL, TERUTAMA YANG BERFOKUS PADA KEBU TUHAN DAN KEINGINAN PELANGGAN TUHAN DAN KEINGINAN PELANGGAN BAB, SUB BAB DAN SUB SUB BAB DIKETIK TIGA SPASI. DIDEPAN SUB BAB DAN BAB, SUB BAB DAN SUB SUB BAB DIKETIK TIGA SPASI. DIDEPAN SUB BAB DAN SUB SUB BAB BIASANYA DITANDAI DENGAN NOMOR URUT BAHASAN. SUB SUB BAB BIASANYA DITANDAI DENGAN NOMOR URUT BAHASAN. CONTOH: CONTOH: 2.1 ORIENTASI PASAR 2.1 ORIENTASI PASAR DEFINISI ORIENTASI PASAR DEFINISI ORIENTASI PASAR DIMENSI ORIENTASI PASAR DIMENSI ORIENTASI PASAR

49 3. TANDA BACA a. TANDA BACA KOMA (,) SELALU DIKETIK SATU KETUK SESUDAHNYA a. TANDA BACA KOMA (,) SELALU DIKETIK SATU KETUK SESUDAHNYA CONTOH: KOMPONEN SUMBER DAYA PRODUKSI ADALAH BAHAN CONTOH: KOMPONEN SUMBER DAYA PRODUKSI ADALAH BAHAN BAKU, TENAGA KERJA, MODAL,TANAH DAN MANAJEMEN. BAKU, TENAGA KERJA, MODAL,TANAH DAN MANAJEMEN. b. TANDA BACA TITIK (.), TITIK GANDA (:), TITK KOMA (;) SELALU DI b. TANDA BACA TITIK (.), TITIK GANDA (:), TITK KOMA (;) SELALU DI KETIK MENEMPEL DENGAN HURUF YANG MENDAHULUI DAN DISPA KETIK MENEMPEL DENGAN HURUF YANG MENDAHULUI DAN DISPA SI DENGAN TULISAN BERIKUTNYA. SI DENGAN TULISAN BERIKUTNYA. CONTOH: KOMPONEN SUMBER DAYA PRODUKSI ADALAH: BAHAN BAKU, TENAGA KERJA, MODAL, TANAH DAN MANAJEMEN. CONTOH: KOMPONEN SUMBER DAYA PRODUKSI ADALAH: BAHAN BAKU, TENAGA KERJA, MODAL, TANAH DAN MANAJEMEN. 4. HAL PENTING DALAM NASKAH a. PENULISAN JUDUL BAB, HARUS DITEMPATKAN DITENGAH BAGIAN a. PENULISAN JUDUL BAB, HARUS DITEMPATKAN DITENGAH BAGIAN ATAS HALAMAN BARU DGN HARUF KAPITAL (HURUF BESAR) TANPA ATAS HALAMAN BARU DGN HARUF KAPITAL (HURUF BESAR) TANPA DIAKHIRI TANDA TITIK. DIAKHIRI TANDA TITIK. b. PENULISAN KATA ASING, DAERAH DAN NAMA LATIN, SELALU DICE b. PENULISAN KATA ASING, DAERAH DAN NAMA LATIN, SELALU DICE TAK DGN MIRING. TAK DGN MIRING.

50 c. BILANGAN DAN SATUAN c. BILANGAN DAN SATUAN ■ PENGGUNAAN BILANGAN ATAU LAMBANG PADA AWAL SUATU KALIMAT ■ PENGGUNAAN BILANGAN ATAU LAMBANG PADA AWAL SUATU KALIMAT HENDAKNYA DIHINDARI, BILANGAN ATAU LAMBANG TERSEBUT HARUS HENDAKNYA DIHINDARI, BILANGAN ATAU LAMBANG TERSEBUT HARUS DIEJA ( PERSEN, LIMA, SENTIMETER, KILOGRAM). DIEJA ( PERSEN, LIMA, SENTIMETER, KILOGRAM). ■ SATUAN DITULIS DGN SINGKATAN TANPA TITIK (CM, KG, KM) ■ SATUAN DITULIS DGN SINGKATAN TANPA TITIK (CM, KG, KM) ■ PERSEN YANG MENGIKUTI BILANGAN DITULIS DGN LAMBANG (15%) ■ PERSEN YANG MENGIKUTI BILANGAN DITULIS DGN LAMBANG (15%) ■ PERSEN YANG TIDAK DIDAHULUI BILANGAN HARUS DIEJA (PERSEN) ■ PERSEN YANG TIDAK DIDAHULUI BILANGAN HARUS DIEJA (PERSEN) ■ BILANGAN YG TERDIRI SATU KATA HARUS DIEJA (SATU, DUA, SEPULUH) ■ BILANGAN YG TERDIRI SATU KATA HARUS DIEJA (SATU, DUA, SEPULUH) ■ BILANGAN LEBIH DARI SATU KATA ATAU LEBIH DITULUS DGN LAMBANG ■ BILANGAN LEBIH DARI SATU KATA ATAU LEBIH DITULUS DGN LAMBANG CONTOH: CONTOH: (1) HARGA DASAR BERAS DINAIKKAN 16% (1) HARGA DASAR BERAS DINAIKKAN 16% (2) PEMERINTAH MENAIKKAN BBM SEBESAR LIMA PERSEN. (2) PEMERINTAH MENAIKKAN BBM SEBESAR LIMA PERSEN. (3) RATA RATA LUAS LAHAN HANYA LIMA ARE. (3) RATA RATA LUAS LAHAN HANYA LIMA ARE. (4) BERAT BAYI YANG BARU LAHIR TIGA KILO GRAM (4) BERAT BAYI YANG BARU LAHIR TIGA KILO GRAM (5) KENAIKAN PERMINTAAN BARANG IMPOR SEBESAR 35% (5) KENAIKAN PERMINTAAN BARANG IMPOR SEBESAR 35% d. SINGKATAN d. SINGKATAN TANDA TITIK SELAIN UNTUK MENGAKIRI SUATU KALIMAT, JUGA DIPERGUNA TANDA TITIK SELAIN UNTUK MENGAKIRI SUATU KALIMAT, JUGA DIPERGUNA NAKAN DIBELAKANG SINGKATAN TERTENTU (Dr. MOH. HATTA, Ir. BERLINA), NAKAN DIBELAKANG SINGKATAN TERTENTU (Dr. MOH. HATTA, Ir. BERLINA), SEDANGKAN SINGKATAN YANG TERDIRI HUTUF KAPITAL DITULIS TANPA HA SEDANGKAN SINGKATAN YANG TERDIRI HUTUF KAPITAL DITULIS TANPA HA RUS DIIKUTI TITIK (UGM, UNAIR, ILO, UNHAS, BBKBN) RUS DIIKUTI TITIK (UGM, UNAIR, ILO, UNHAS, BBKBN)

51 e. SINGKATAN e. SINGKATAN 1) TANDA TITIK SELAIN UNTUK MENGAKIRI SUATU KALIMAT, JUGA DIPERGUNA 1) TANDA TITIK SELAIN UNTUK MENGAKIRI SUATU KALIMAT, JUGA DIPERGUNA NAKAN DIBELAKANG SINGKATAN TERTENTU (Dr. MOH. HATTA, Ir. BERLINA), NAKAN DIBELAKANG SINGKATAN TERTENTU (Dr. MOH. HATTA, Ir. BERLINA), SEDANGKAN SINGKATAN YANG TERDIRI HUTUF KAPITAL DITULIS TANPA HA SEDANGKAN SINGKATAN YANG TERDIRI HUTUF KAPITAL DITULIS TANPA HA RUS DIIKUTI TITIK (UGM, UNAIR, ILO, UNHAS, BBKBN). RUS DIIKUTI TITIK (UGM, UNAIR, ILO, UNHAS, BBKBN). 2) TANDA TITIK DUA DIGUNAKAN UNTUK MENGUTIP KUTIPAN YANG PANJANG 2) TANDA TITIK DUA DIGUNAKAN UNTUK MENGUTIP KUTIPAN YANG PANJANG DAN MENYEBUT BEBERAPA HAL DALAM RANGKAIAN. DAN MENYEBUT BEBERAPA HAL DALAM RANGKAIAN. 3) TANDA TITIK KOMA DIPAKAI UNTUK MEMISAHKAN KALIMAT YG KOMPLIK 3) TANDA TITIK KOMA DIPAKAI UNTUK MEMISAHKAN KALIMAT YG KOMPLIK 4) TANDA KOMA DIPAKAI DIANTARA UNSUR DLM SUATU RINCIAN ATAU PEMBI 4) TANDA KOMA DIPAKAI DIANTARA UNSUR DLM SUATU RINCIAN ATAU PEMBI LANG LANG CONTOH: CONTOH: BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 6.1 Ciri Ciri Responden Umur dan Tanggungan Keluarga Responden Keadaan Sosial Ekonomi Responden

52 f. MENULIS RUJUKAN ■ JIKA NAMA LEBIH DARI SATU KATA, YANG DITULIS HANYA KATA TERAKHIR ■ JIKA NAMA LEBIH DARI SATU KATA, YANG DITULIS HANYA KATA TERAKHIR ■ TANDA GELAR TIDAK PERLU DITULIS DALAM RUJUKAN ■ TANDA GELAR TIDAK PERLU DITULIS DALAM RUJUKAN ■ PENULISAN NAMA BOLEH DICANTUMKAN DIAWAL, TENGAH ATAU AKHIR SUA ■ PENULISAN NAMA BOLEH DICANTUMKAN DIAWAL, TENGAH ATAU AKHIR SUA TU KALIMAT, SEDANGKAN NOMOR HALAMAN DILETAKKAN DIBELANGANG TA TU KALIMAT, SEDANGKAN NOMOR HALAMAN DILETAKKAN DIBELANGANG TA HUN PENERBITAN YANG DIPISAHKAN DENGAN TANDA TITIK DUA (:) HUN PENERBITAN YANG DIPISAHKAN DENGAN TANDA TITIK DUA (:) CONTOH: CONTOH: (1) PENELITIAN MERUPAKAN SUATU PROSES, RANGKAIAN LANGKAH YANG DILA (1) PENELITIAN MERUPAKAN SUATU PROSES, RANGKAIAN LANGKAH YANG DILA KUKAN SECARA TERENCANA DAN SISTIMATIS (MANTRA, 2008) KUKAN SECARA TERENCANA DAN SISTIMATIS (MANTRA, 2008) CATATAN: CATATAN: KUTIPAN DIATAS DIRUJUK DARI TULISAN Prof. Dr. Ida Bagus Mantra DENGAN KUTIPAN DIATAS DIRUJUK DARI TULISAN Prof. Dr. Ida Bagus Mantra DENGAN JUDUL “ LANGKAH PENELITIAN SURVEY”. MAKALAH DISEMINARKAN PADA JUDUL “ LANGKAH PENELITIAN SURVEY”. MAKALAH DISEMINARKAN PADA TANGGAL, 7 MEI 2008 DI HOTEL MIRAMA SURABAYA TANGGAL, 7 MEI 2008 DI HOTEL MIRAMA SURABAYA (2) MENURUT SUMANTO (2008: 68) SKRIPSI ADALAH KARYA ILMIAH YANG DITU (2) MENURUT SUMANTO (2008: 68) SKRIPSI ADALAH KARYA ILMIAH YANG DITU LIS MELALUI KEGIATAN TERENCANA, PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN LIS MELALUI KEGIATAN TERENCANA, PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN ILIMIAH OLEH MAHAISWA JENJANG PROGRAM SARJANA. ILIMIAH OLEH MAHAISWA JENJANG PROGRAM SARJANA. (3) PENGAMBILAN SAMPEL SECARA RANDOM SEDERHANA DILAKUKAN DENGAN (3) PENGAMBILAN SAMPEL SECARA RANDOM SEDERHANA DILAKUKAN DENGAN UNDIAN (AZWAR, 2008: 136) YAITU MENGUNDI NAMA NAMA SUBYEK DALAM UNDIAN (AZWAR, 2008: 136) YAITU MENGUNDI NAMA NAMA SUBYEK DALAM POPULASI. POPULASI.

53 5. TABEL ■ TABEL HARUS DIBERI NOMOR ■ TABEL HARUS DIBERI NOMOR ■ JUDUL TABEL ■ JUDUL TABEL ■ BADAN TABEL ■ BADAN TABEL ■ ISI TABEL ■ ISI TABEL ■ SUMBER TABEL ■ SUMBER TABEL TABEL 4.1 KINERJA RASIO KEUANGAN TAHUN 2007 DAN 2006 SUMBER: DIRECTORY INDONESIA CAPITAL MARKET (2007: 56) SUMBER: DIRECTORY INDONESIA CAPITAL MARKET (2007: 56) 6. GAMBAR DAN GRAFIK ■ GAMBAR ATAU GRAFIK HARUS DIBERI NOMOR ■ GAMBAR ATAU GRAFIK HARUS DIBERI NOMOR ■ JUDUL GAMBAR ATAU GRAFIK ■ JUDUL GAMBAR ATAU GRAFIK ■ BADAN GAMBAR ATAU GRAFIK ■ BADAN GAMBAR ATAU GRAFIK ■ ISI GAMBAR ATAU GRAFIK ■ ISI GAMBAR ATAU GRAFIK ■ SUMBER GAMBAR ATAU GRAFIK ■ SUMBER GAMBAR ATAU GRAFIKKETERANGAN SOLVABILITAS 145 % 167% RENTABILITAS12,6%14,5% TURNOVER ASSET 2,51 x 2,63 x CURRENT RASIO 154%178%

54 SUMBER: ANNUAL REPORT (2008: 37) SUMBER: ANNUAL REPORT (2008: 37) GAMBAR 4.1 STRUKTUR ORGANISASI 7. GRAFIK GRAFIK DIKATEGORI SEBAGAI GAMBAR, JIKA JUMLAHNYA BANYAK LEBIH BA GRAFIK DIKATEGORI SEBAGAI GAMBAR, JIKA JUMLAHNYA BANYAK LEBIH BA IK DISENDIRIKAN DALAM SATU DAFTAR GRAFIK IK DISENDIRIKAN DALAM SATU DAFTAR GRAFIK RUPS KOMISARIS DIR. PEMASARANDIR. KEUANGAN DIREKTUR DIR. PRODUKSIDIR. UMUM

55 9. DAFTAR PUSTAKA 1) ARIKUNTO, SUHARSIMI PROSEDUR PENELITIAN: SUATU PENDEKATAN 1) ARIKUNTO, SUHARSIMI PROSEDUR PENELITIAN: SUATU PENDEKATAN PRAKTEK. EDISI REVISI. JAKARTA: PT RENIKA CIPTA 2) DARMON DAN ANI M., HASAN MENYELESAIKAN SKRIPSI DALAM SATU 2) DARMON DAN ANI M., HASAN MENYELESAIKAN SKRIPSI DALAM SATU SEMESTER. JAKARTA: PT GRAMEDIA PUSTAKA 3) DEDAMIGUS PETUNJUK PENULISAN USULAN PENELITIAN DAN TESIS. 3) DEDAMIGUS PETUNJUK PENULISAN USULAN PENELITIAN DAN TESIS. PROGRAM PASCASARJANA, UNIVERSITAS GAJAH MADA, JOGYAKARTA 4) DEDY, SUWAJI PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERMIN 4) DEDY, SUWAJI PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERMIN TAAN DANA PADA BANK MANDIRI SURABAYA. SKRIPSI TIDAK DIPUBLIKA SIKAN. PROGRAM STUDI BISNIS, UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 5) GATIGNON, HUBERT AND JEAN-MURC XUEREB STRATEGIC ORIENTA 5) GATIGNON, HUBERT AND JEAN-MURC XUEREB STRATEGIC ORIENTA TION OF THE FIRM AND NEW PRODUCT PERFORMANCE. JOURNAL OF MARKETING RESEARCH 34 (FEBRUARY): pp ) KILBY, JEAN CREATIVITY IS ONE OF THE GREATEST ASSETS IN THE 6) KILBY, JEAN CREATIVITY IS ONE OF THE GREATEST ASSETS IN THE WORKPLACE, ( DOWNLOAN, 9 SEPTEMBER 2007) 7) MURRAY, ALISON J PEDAGANG JALAN DAN PELACUR JAKARTA. NASYI 7) MURRAY, ALISON J PEDAGANG JALAN DAN PELACUR JAKARTA. NASYI MAJIDI (PENERJEMAH). JAKARTA: PT PUSTAKA LP3ES

56 1. ATURAN PENULISAN KARYA ILMIAH (1) KEPADA SIAPA LAPORAN DITUJUKAN (1) KEPADA SIAPA LAPORAN DITUJUKAN (2) PEMBACA LAPORAN TIDAK MENGIKUTI PROSES PENELITIAN (2) PEMBACA LAPORAN TIDAK MENGIKUTI PROSES PENELITIAN (3) LATAR BELAKANG PEMBACA BERBEDA (3) LATAR BELAKANG PEMBACA BERBEDA (4) LAPORAN PENELITIAN MERUPAKAN ELEMEN POKOK DLM PROSES (4) LAPORAN PENELITIAN MERUPAKAN ELEMEN POKOK DLM PROSES PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN 2. KAPAN MENULIS LAPORAN (1) LAKUKAN SEDINI MUNGKIN SESUAI DATA YANG TERSEDIA (1) LAKUKAN SEDINI MUNGKIN SESUAI DATA YANG TERSEDIA (2) SESUAIKAN DENGAN JADWAL YANG TELAH DIRENCANAKAN (2) SESUAIKAN DENGAN JADWAL YANG TELAH DIRENCANAKAN (3) KELOMPOKKAN LAPORAN SESUAI DENGAN URUTANNYA (3) KELOMPOKKAN LAPORAN SESUAI DENGAN URUTANNYA (4) TULISLAH LAPORAN SESUAI PRIORITAS DATA YANG TERSEDIA (4) TULISLAH LAPORAN SESUAI PRIORITAS DATA YANG TERSEDIA MENULIS LAPORAN

57 3. FORMAT LAPORAN FORMAT LAPORAN SERINGKALI BERBEDA, HAL INI TERGANTUNG PADA PENEKANAN LAPORAN. MODEL FORMAT LAPORAN YANG DIAJU PADA PENEKANAN LAPORAN. MODEL FORMAT LAPORAN YANG DIAJU KAN OLEH BORG & GALL KAN OLEH BORG & GALL (1) BAHAN PENDAHULUAN (1) BAHAN PENDAHULUAN a. HALAMAN JUDUL b. KATA PENGANTAR c. DAFTAR ISI d. DAFTAR TABEL e. DAFTAR GAMBAR (2) ISI LAPORAN (2) ISI LAPORAN a. BAB 1: PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH 1.2 RUMUSAN MASALAH 1.2 RUMUSAN MASALAH 1.3 TUJUAN PENELITIAN 1.3 TUJUAN PENELITIAN 1.4 MANFAAT PENELITIAN 1.4 MANFAAT PENELITIAN

58 b. BAB 2: PENDAHULUAN 2.1 PENELITIAN TERDAHULU 2.1 PENELITIAN TERDAHULU 2.2 KAJIAN TEORITIS 2.2 KAJIAN TEORITIS 2.3 KERANGKA BERPIKIR & KONSEPTUAL 2.3 KERANGKA BERPIKIR & KONSEPTUAL 2.4 HIPOTESIS 2.4 HIPOTESIS c. BAB 3: METODOLOGI 3.1 PEMILIHAN SUBJEK (POPULASI, SAMPEL DAN TEKNIK SAM 3.1 PEMILIHAN SUBJEK (POPULASI, SAMPEL DAN TEKNIK SAM PLING PLING 3.2 DESAIN DAN PENDEKATAN PENELITIAN 3.2 DESAIN DAN PENDEKATAN PENELITIAN 3.3 PENGUMPULAN DATA 3.3 PENGUMPULAN DATA d. BAB 4: PELAKSANAAN PENELITIAN 4.1 VALIDASI INSTRUMEN 4.1 VALIDASI INSTRUMEN 4.2 PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA 4.2 PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA 4.3 ANALISIS DATA 4.3 ANALISIS DATA 4.4 HASIL ANALISIS 4.4 HASIL ANALISIS

59 e. BAB 5: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 HASIL PENELITIAN 5.1 HASIL PENELITIAN 5.2 PEMBAHASAN 5.2 PEMBAHASAN 5.3 KESIMPULAN 5.3 KESIMPULAN 5.4 SARAN 5.4 SARAN (3) BAHAN PENUNJANG (3) BAHAN PENUNJANG a. RUJUKAN (PUSTAKA) b. INDEKS 4. FORMAT LAPORAN (S1) (1) BAHAN PENDAHULUAN (1) BAHAN PENDAHULUAN a. HALAMAN JUDUL b. HALAMAN PERSETUJUAN c. KATA PENGANTAR d. DAFTAR ISI e. DAFTAR TABEL f. DAFTAR GAMBAR

60 (2) ISI LAPORAN (2) ISI LAPORAN a. BAB 1: PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH 1.2 RUMUSAN MASALAH 1.2 RUMUSAN MASALAH 1.3 TUJUAN PENELITIAN 1.3 TUJUAN PENELITIAN 1.4 MANFAAT PENELITIAN 1.4 MANFAAT PENELITIAN 1.5 SISTEMATIKA LAPORAN 1.5 SISTEMATIKA LAPORAN b. BAB 2: PENDAHULUAN 2.1 KAJIAN TEORITIS (SESUAI TOPIK) 2.1 KAJIAN TEORITIS (SESUAI TOPIK) c. BAB 3: SUBYEK PENELITIAN 3.1 SEJARAH 3.1 SEJARAH 3.2 KEGIATAN USAHA 3.2 KEGIATAN USAHA 3.3 DATA 3.3 DATA d. BAB 4: PEMBAHASAN 4.1 HASIL PENELITIAN 4.1 HASIL PENELITIAN 4.2 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.2 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

61 e. BAB 5: KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN 5.1 KESIMPULAN 5.2 SARAN 5.2 SARAN (3) BAHAN PENUNJANG (3) BAHAN PENUNJANG a. RUJUKAN (PUSTAKA) b. INDEKS 5. PENJELASAN ISI LAPORAN (1) BAHAN PENDAHULUAN (1) BAHAN PENDAHULUAN a. MENJELASKAN SISTEMATIKA TULISAN b. MEMBERI PETUNJUK BAGI PEMBACA (2) BAB PENDAHULUAN (2) BAB PENDAHULUAN a. MENJELASKAN TENTANG PERMASLAHAN b. MENJELASKAN SEBAB & ALASAN MENGANGKAT MASALAH c. PENTINGNYA SUMBANGAN THD ILMU PENGETAHUAN d. CARA (UPAYA) MEMECAHKAN MASALAH

62 (3) KAJIAN PUSTAKA (3) KAJIAN PUSTAKA a. MEMPERLEH BACKUP TEORI b. MENJELASKAN ALUR PIKIR PENELITI c. MENENTUKAN APA YANG AKAN DILAKUKAN (4) METODOLOGI (4) METODOLOGI a. MENJELASKAN SUBYEK, OBYEK, LINGKUP PENELITIAN b. TEKNIK PENGUMPULAN DATA c. TEKNIK ANALISIS DATA (5) TEMUAN (5) TEMUAN a. MENCAKUP PORSI YANG LEBIH BESAR b. MENGEMUKAN HASIL YANG DICAPAI DLM PENELITIAN c. MENGEMUKAN TEMUAN BERDASARKAN DATA (6) KESIMPULAN DAN SARAN (6) KESIMPULAN DAN SARAN a. MENGAPA HASIL BERBEDA DENGAN HARAPAN (DUGAAN) b. MENJELASKAN MENGAPA BERBEDA c. SARAN PENGEMBANGAN PENELITIAN LANJUTAN d. KETERBATASAN PENELITIAN

63 SCIENTIFIC PROCESS MENEMUKAN MASALAH (PROBLEM) 1. MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN 2. MENGEMBANGKAN KERANGKA PIKIR PENELITIAN (RESEARCH FRAMEWORK) (RESEARCH FRAMEWORK) 3. PENGUMPULAN DATA EMPERIK 4. PENGOLAHAN DATA & ANALISIS DATA 5. PENGUJIAN HIPOTESIS 6. MENARIK KESIMPULAN & TEMUAN TERNYATA NGGAK SULIT YA....? TAPI MULAINYA SUSAH BANGET...YA

64 FENOMENE BISNIS THEORY GAP RESEARCH GAP RUMUSAN MASALAH LATAR BELAKANG JUDUL PENELITIAN RUMUSAN MASALAH PENELITIAN GRAND THEORITICAL MODEL PERTANYAAN PENELITIAN (HIPOTESIS) TELAAH PUSTAKA MODEL PENELITIAN EMPERIS DATA EMPERIS UJI EMPERIS RINGKASAN TEMUAN PENELITIAN LAPAORAN KESIMPULAN TEMUAN PENELITIAN

65 PENELITIAN MERUPAKAN SUATU PROSES YANG HARUS DIRANCANG & DIPERSIAPKAN SECARA HATI HATI ORIENTASI PENELITIAN PENELITIAN ILMIAH ADALAH: a. SEBUAH TELAAH KRITIS & SISTEMATIS b. BERANGKAT DARI ADANYA MASALAH c. PROSES MENEMUKAN HAL YANG MENARIK d. PROSES MEMBANGUN HIPOTESIS e. PROSES MENGHASILKAN PENGETAHUAN BARU

66 FENOMENE BISNIS THEORY GAP RESEARCH GAP HIPOTESIS ATAU PERTANYAAN PENELITIAN RUMUSAN MASALAH & RUMUSAN MASALAH PENELITIAN GRAND TEORITICAL MODEL EMPERICAL RESEARCH MODEL HIPOTESIS ATAU PERTANYAAN PENELITIAN DERIVASI MASALAH PENELITIAN ILMIAH

67 PANDUAN PRAKTIS MERANCANG PENELITIAN 1. MEMAHAMI FENOMENA BISNIS/MANAJEMEN 1. MEMAHAMI FENOMENA BISNIS/MANAJEMEN 2. MENCERMATI RESEARCH GAP 2. MENCERMATI RESEARCH GAP 3. MENCERMATI THEORY GAP 3. MENCERMATI THEORY GAP 4. MENGEMBANGKAN MASALAH PENELITIAN (LAYAK) 4. MENGEMBANGKAN MASALAH PENELITIAN (LAYAK) 5. MENGEMBANGKAN SEBUAH FRAMEWORK 5. MENGEMBANGKAN SEBUAH FRAMEWORK 6. MENENTUKAN TOPIK PENELITIAN 6. MENENTUKAN TOPIK PENELITIAN 7. MENGEMBANGKAN RESEARCH QUESTINS ATAU HYPOTHESIS 7. MENGEMBANGKAN RESEARCH QUESTINS ATAU HYPOTHESIS 8. MELAKUKAN TELAAH PUSTAKA 8. MELAKUKAN TELAAH PUSTAKA 9. VARIABEL, MEASUREMENT & SCALING 9. VARIABEL, MEASUREMENT & SCALING 10. SAMPEL DAN RESPONDEN 11. METODE PENGUMPULAN DATA 12. ANALISIS DATA & TEMUAN PENELITIAN

68 1. FENOMENA BISNIS (a) ADANYA SUATU MASALAH BISNIS (b) ADANYA SESUATU YANG TIDAK DIHARAPKAN (C) ADANYA SESUATU YANG MENYIMPANG 2. RESEARCH GAP (a) SESUATU YANG MEMBUTUHKAN PENJELASAN (b) SESUATU YANG BELUM BERHASIL DIBUKTIKAN (c) MEMBUTUHKAN PEMBUKTIAN LEBIH LANJUT (d) TEORI YANG TIDAK JELAS ATAU MENJELASKAN (e) SESUATU YANG BERSIFAT KONTRADIKTIF ORIENTASI PASAR ORIENTASI PELANGGAN ORIENTASI PESAING KINERJA PEMASARAN

69 3.THEORY GAP (a) APA ADA SESUATU YANG SALAH DGN TEORI (b) SESUATU YG TDK DPT DIPECAHKAN OLEH TEORI (C) TEORI TIDAK MAMPU SEBAGAI PENJELAS 4. MASALAH PENELITIAN MENGACU PADA MASALAH YANG DIHADAPI ORGANISAI MENGACU PADA MASALAH YANG DIHADAPI ORGANISAI ORIENTASI PASAR ORIENTASI PELANGGAN ORIENTASI PESAING KOORDINASI INTERNAL KINERJA PEMASARAN

70 5. MENGEMBANGKAN FRAMEWORK a. TELAAH TEORI YANG RELEVAN & TERKINI b. MERANGKUM & MENYIMPULKAN TEORI (SINTESA) c. MENGEMBANGKAN HIPOTESIS YANG RELEVAN d. MENYUSUN MODEL BERDASARKAN KONSEP ATAU TEORI YANG PENELITI RANCANG PENELITI RANCANG INOVASI BERKELAN JUTAN KINERJA PERUSAHAAN ORIENTASI TEKNOLOGI ORIENTASI PASAR HI H4 H2 H3 H5

71 6. MENENTUKAN TOPIK PENELITIAN a. MENARIK MINAT PENELITI, LAYAK & BERMAKNA b. HASILNYA MEMENUHI STANDAR PENGEMBANGAN ILMU PENGE TAHUAN & PRAKTEK BISNIS TAHUAN & PRAKTEK BISNIS c. SESUAI WAKTU YANG DISEDIAKAN UNTUK PENELITIAN d. SESUAI DANA YANG DISEDIA UNTUK PENELITIAN 7. RESEARCH QUESTIONS ATAU HYPOTHESIS a. EXPLORATORY KEMUKAKAN RESEARCH QUESTIONS b. EXPLANATORY KEMUKAKAN HYPOTHESIS CONTOH: a. APAKAH KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI BERPENGARUH THD KEAKURATAN KEPUTUSAN KEAKURATAN KEPUTUSAN b. SEMAKIN TINGGI KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI, SEMAKIN TINGGI KEAKURATAN KEPUTUSAN TINGGI KEAKURATAN KEPUTUSAN

72 8. TELAAH PUSTAKA MENGGALI DAN MENGEMBANGKAN VARIABEL YANG LAYAK DAN LAYAK & TERKINI LAYAK & TERKINI 9. VARIABEL, MEASUREMENT & SCALING 1. JENIS VARIABEL: 1. JENIS VARIABEL: a. DEPENDEN a. DEPENDEN b. INDEPENDEN b. INDEPENDEN c. MODERASI c. MODERASI d. INTERVENING d. INTERVENING e. LATENT VARIABLE e. LATENT VARIABLE 2. PENGUKURAN (MEMBERI NILAI) 2. PENGUKURAN (MEMBERI NILAI) 3. SCALING (ALAT PENGUKUR DATA) 3. SCALING (ALAT PENGUKUR DATA) (NOM1NAL, ORDINAL, INTERVAL, RASIO) (NOM1NAL, ORDINAL, INTERVAL, RASIO)

73 10. SAMPEL DAN RESPONDEN MENENTUKAN SIAPA YANG HARUS DITANYA AGAR PENELITI MENJADI EFISIEN & PRAKTIS 11. METODE PENGUMPULAN DATA BAGAIMANA MEMPEROLEH DATA DARI SUMBER TERPERCAYA BAGAIMANA MEMPEROLEH DATA DARI SUMBER TERPERCAYA DAN DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN KEBENARANNYA DAN DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN KEBENARANNYA (KUESIONER, WAWANCARA, OBSERVASI) (KUESIONER, WAWANCARA, OBSERVASI) 12. ANALISIS DATA & TEMUAN PENELITIAN a. MENDESKRPSIKAN POPULASI (SAMPEL) a. MENDESKRPSIKAN POPULASI (SAMPEL) b. TEMUAN HIPOTESIS (SESUAI MODEL PENELITIAN) b. TEMUAN HIPOTESIS (SESUAI MODEL PENELITIAN) c. DITERIMA ATAU DITOLAKNYA SUATU HIPOTESIS c. DITERIMA ATAU DITOLAKNYA SUATU HIPOTESIS d. IMPLIKASI TEORITIS & MANAJERIAL d. IMPLIKASI TEORITIS & MANAJERIAL e. KETERBATASAN DALAM PROSES PENELITIAN e. KETERBATASAN DALAM PROSES PENELITIAN

74 PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU, MOTIVASI DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KINERJA KEPALA DESA PADA ERA OTONOMI DI KABUPATEN SIDOARJO KARAKTERISTIK INDIVIDU (X1) a. UMUR b. PENDIDIKAN c. PENGALAMAN d. TANGGUNGAN d. TANGGUNGAN X1 X3 X2 0,225 (S ) 0,394 (S ) 0,335 (S ) -0,112 (NS ) -0,125 (NS ) -0,070 (NS ) 0,305 (S ) Y1Y2

75 MOTIVASI (X2) a. PENGAKUAN b. TANGGUNGJAWAB c. PRESTASI d. GAJI e. PENYELIA IKLIM ORGANISASI (X3) a. KERAMAHAN b. RISIKO c. KETERBUKAAN d. PENG KEPUTUSAN KEPUASAN KERJA (Y1) KINERJA (Y2) a. SUPERVISI a. INISIATIF b. REKAN KERJA b. KUALITAS INDIVIDU c. GAJI c. DAPAT DIANDALKAN d. PROMOSI e.PUAS ATAS PEKERJAAN

76 PENGARUH ORIENTASI PASAR DAN KARAKTERISTIS PASAR SERTA KREATIVITAS TERHADAP INOVASI DAN KINERJA PEMASARAN PERUSAHAAN KOSMETIK DI PROVINSI JAWA TIMUR ORIENTASI PASAR (X1) a. ORIENTASI KONSUMEN b. PELANGGAN c. TEKNOLOGI d. KOORDINASI INTERNAL X1 X3 X2Y1Y2

77 KARAKTERISTIK PASAR (X2) a. INTENSITAS PERSAINGAN b. KETIDAK PASTIAN PERMINTAAN c. TINGKAT PENJUALAN PRODUK KREATIVITAS (X3) a. MOTIVASI b. KESEDIAAN MENANGGUNG RISIKO c. PEMILIHAN STRATEGI INOVASI (Y1) a. INOVASI PROSES b. INOVASI PRODUK) KINERJA PEMASARAN (Y2) a. PERTUMBUHAN PENJUALAN b. PERTUMBUHAN PELANGGAN c. PENJU ALAN PESAING d. PERTUMBUHAN PELANGGAN PESAING

78 -0,178 (NS) PENGARUH INVESTASI DAN TENAGA KERJA SERTA PENGELUARAN PEMBANGUNAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 1. INVESTASI SWASTA (X1) 2. JUMLAH TENAGA KERJA (X2) 3. PENGELUARAN PEMBANGUNAN (X3) 4. PERTUMBUHAN EKONOMI (Y1) 5. KESEJAHTERAAN RAKYAT (Y2) a. INDEK PEMBANGUNAN MANUSIA a. INDEK PEMBANGUNAN MANUSIA b. KRIMINAL b. KRIMINAL X1 X3 X2 0,022 (NS) -0,149 (NS) -0,459 (NS) 0,374 (S) 0,327 (S) -0,299 (NS) Y2 Y1 -0,178 (NS)

79 PENGARUH ORIENTASI PASAR DAN ORIENTASI TEKNOLOGI TERHADAP INOVASI BERKELANJUTAN DAN KINERJA PERUSAHAAN CONSUMER GOODS DI SURABAYA ORIENTASI PASAR (X1) a. ORIENTASI KONSUMEN b. PELANGGAN d. KOORDINASI FUNGSI INTERNAL X1 X2 Y1Y2

80 ORIENTASI TEKNOLOGI (X2) a. KOMITMEN TERHADAP PROGRAM R & D b. AKUISISI TEKNOLOGI c. IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INOVASI BERKELANJUTAN (Y1) a. INOVASI BERBASIS TEKNOLOGI b. INOVASI BERBASIS PASAR KINERJA PERUSAHAAN (Y2) a. KINERJA PEMASARAN b. KINERJA PRODUK


Download ppt "MATA KULIAH: METODOLOGI PENELITIAN Dosen Pengampu: Dr. Wahyudiono, MM. PROGRAM STUDI AKUNTANSI/MANAJEMEN UNIVERSITAS NAROTAMASURABAYA JL. Arief Rachman."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google