Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEDARURATAN MEDIS PMI SOLO GEJALA Demam Nyeri Mual, muntah BAK berlebih atau tidak sama sekali Pusing, merasa mau pingsan Sesak, merasa sukar bernafas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEDARURATAN MEDIS PMI SOLO GEJALA Demam Nyeri Mual, muntah BAK berlebih atau tidak sama sekali Pusing, merasa mau pingsan Sesak, merasa sukar bernafas."— Transcript presentasi:

1

2 KEDARURATAN MEDIS PMI SOLO

3 GEJALA Demam Nyeri Mual, muntah BAK berlebih atau tidak sama sekali Pusing, merasa mau pingsan Sesak, merasa sukar bernafas Rasa haus atau lapar berlebih

4 TANDA Perubahan status mental Perubahan irama jantung Perubahan pernapasan Perubahan keadaan kulit Perubahan tekanan darah Perubahan manik / pupil mata Bau khas dari mulut atau hidung Aktivitas otot kejang atau lumpuh Mual, muntah atau diare

5 GANGGUAN JANTUNG DAN PERNAPASAN Faktor – faktor resiko penyakit jantung 1. Tidak dapat diubah : - Riwayat penyakit dalam keluarga - Jenis kelamin - Latar belakang etnis - Usia

6 2. Dapat diubah - Merokok - Tekanan darah tinggi - kadar kolesterol tinggi - Aktivitas fisik 3. Faktor penyulit - Obesitas (kegemukan) - Penyakit gula (diabetes) - Stres berlebihan

7 Gejala dan tanda Perasaan tidak enak, nyeri atau rasa berat di dada. Nyeri tiba – tiba. Memegang dada & membungkuk. Tidak respon, henti napas, nadi tak teraba. Gangguan pernapasan Nadi tidak normal (cepat, lemah, tak teratur)

8 Palpitasi (jantung berdebar – debar) Pelebaran pembulu vena leher, tubuh bagia atas Bengkak – bengkak pergelangan kaki, perut Mual, muntah, rasa tidak enak di lambung Kepala terasa ringan Mendadak lemas Kulit pucat, abu – abu dan kebiruan Keringat berlebih Merasa mau kiamat

9 Penatalaksanaan Tenangkan penderita& jangan panik Jangan tinggalkan penderita sendiri Hentikan semua kegiatan & berbaring pada posisi paling nyaman Pastikan jalan napas terbuka baik Kendorkan semua ikatan pada tubuh Jangan beri makan minum Jika tidak respon berikan BHD Rujuk ke fasilitas kesehatan

10 GANGGUAN PERNAPASAN Gejala & Tanda 1. Sukar menyelesaikan suatu kalimat tanpa berhenti untuk menarik napas 2. Suara napas tambahan 3. Tampak kerja otot bantu napas 4. Posisi tripot 5. Irama & kualitas pernapasan abnormal 6. Perubahan warna kulit

11 7. Perubahan status mental 8. Pada asma biasanya khas yaitu adanya bunyi mengi 9. Nadi cepat 10. Pada kasus TBC berat dapat disertai batuk darah 11. Bila disertai demam, penyebabnya biasanya radang paru - paru

12 Penatalaksanaan Nilai pernapasan, beri bantuan bila perlu, jaga jalan napas selalu terbuka Penderita posisikan paling nyaman Beri oksigen bila ada Tenangkan penderita Rujuk ke fasilitas kesehatan

13 GANGGUAN KESADARAN (PERUBAHAN STATUS MENTAL) Perubahan respon normal seorang penderita yang berlangsung secara perlahan bertahap atau langsung. Biasanya didasari gangguan medis: - Hipoksia (pingsan) - Hipoglikemi atau hiperglikemi - Kejang umum (epilepsi) - Demam, infeksi - Keracunan - Gangguan jiwa (histeria)

14 PINGSAN (Syncope/collaps) Gangguan peredaran darah ke otak akibat emosi hebat, dalam ruangan yang penuh orang tanpa udara segar cukup, letih dan lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga.

15 Gejala & Tanda Perasaan limbung Pandangan berkunang - kunang, telinga berdenging Lemas keluar keringat dingin Menguap Nadi lambat Dapat tidak respon beberapa menit

16 TX Pingsan (syncope) Baringkan dengan tungkai ditinggikan Longgarkan pakaian Usahakan menghirup udara segar Periksa cedera lainnya Bila pulih, istirahat beberapa menit Bila tidak cepat pulih: - Periksa napas & nadi - Posisikan stabil - Rujuk kefasilitas kesehatan

17 KERACUNAN Racun adalah suatu zat yang bila masuk dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan sampai kematian.

18 Jalur Masuknya Racun Ke tubuh Melalui mulut / alat pencernaan : obat – obatan (luminal, valium, magadon), Makanan (singkong, jengkol, tempe bongkrek, makanan kaleng kadaluarsa), minuman beralkohol, baygon, minyak tanah dll. Melalui pernapasan : menghirup gas beracun Melalui kulit : zat kimia / tanaman beracun, binatang beracun Melalui suntikan / gigitan : gigitan / sengatan binatang berbisa, obat suntik

19 Gejala & tanda keracunan umum Riwayat proses keracunan Penurunan respon Gangguan pernapasan Nyeri kepala, pusing, gang penglihatan Mual, muntah Lemas, lumpuh, kesemutan Pucat atau sianosis Kejang – kejang Syok Gang irama jantung dan peredaran darah

20 Penatalaksanaan keracunan umum Pengamanan sekitar Pengamanan penderita dan penolong Keluarkan penderita dari daerah berbahaya Penilaian dini bila perlu lakukan RJP Bila racun masuk melalui jalur kontak, paparkan & bersikan sisa racun, bilas air Awasi jalan napas, terutama bila respon menurun dan muntah

21 Beri oksigen bila ada Bila ada petunjuk seperti pembungkus, sisa muntahan, amankan utk identifikasi Penatalaksanaan syok bila terjadi Pantau tanda vital secara berkala Rujuk kefasilitas kesehatan

22 Keracunan melalui mulut Turunkan kadar racun dg susu/ air atau anti racun (norit, putih telur) Pada keracunan Fosfat jangan diberi susu karena akan bereaksi Mengeluarkan racun dg rangsang muntah efektif bila dilakukan dalam 2 jam setelah keracunan. Hal ini kontra indikasi pada :

23 - Menelan asam atau basa kuat - Menelan minyak tanah, bensin - Korban kejang atau bakat kejang - Mengalami gangguan kesadaran Pada keracunan melalui kontak : 1. Buka baju yg terkena 2. Siram dengan air 20 menit 3. Bila racun serbuk, sikat, lalu siram air 4. Racun yg bereaksi dg air, jangan siram air 5. Penyiraman posisikan penolong aman dari percikan racun

24 Penanganan Gigitan Ular Periksa A, B, C (bila tidak ada) RJP Tekan pada tempat gigitan Tenangkan korban &suruh istirahat Bila yg digigit anggota badan, balut dengan pembalut gulung, yg menekan diatas gigitan Jangan gerakkan anggota badan & posisikan lebih rendah dari jantung Rujuk ke rumah sakit

25 Kejang Epilepsi (Ayan) Adalah serangan kekakuan otot yg diikuti kehilangan kesadaran sebentar Penaganan : - Lindungi dari cidera - Jangan menahan / melawan kejang - Lindungi lidah dari gigitan

26 - Posisikan stabil segera - Rawat cidera akibat kejang - Bila serangan telah berlalu, tidurkan lalu : - jaga jalan napas - biarkan istirahat - hindarkan dari ketegangan & rasa malu sekeliling

27 ASMA Serangan asma disebabkan karena mengejang atau menyempitnya jalan napas dalam paru – paru. Hal ini menyebabkan batuk atau suara napas mengi. Korban akan sangat menderita karena kesulitan bernapas. –Tenangkan korban, posisikan yg paling nyaman (duduk/ setengah duduk).

28 –Jika korban masih mempunyai persediaan obat dari dokter, bantu minum obat tsb. –Awasi ABC (bila tidak ada) RJP. –Rujuk kerumah sakit.

29 KELELAHAN PANAS Berada ditempat panas & lembab dapat menyebabkan kelelahan, karena proses pendinginan tubuh menjadi tidak efisien di udara yg lembab. Korban akan merasa panas, lemas, gemetar, haus, mual, nyeri kepala, & kram otot. Ia akan tampak pucat, kulit dingin, keluar keringat banyak, napas cepat & dangkal, nadi cepat & lemah. Bila tidak segera mendapat pertolongan korban akan menjadi tidak sadar.

30 Penanganan Baringkan di tempat yg teduh tinggikan tungkai 20 – 30 cm Kendorkan pakaian yg mengikat Beri oksigen bila ada Kompres dengan air dingin Beri minum dingin (bila sadar) Bila korban tidak sadar, awasi ABC (bila tidak sadar) lakukan RJP

31 SENGATAN PANAS Merupakan keadaan yg mengancam nyawa dimana suhu tubuh terlalu tinggi. Gejala & tanda : - Pernapasan cepat & dalam - Nadi cepat & kuat yg berangsur menjadi cepat & lemah - Kulit teraba kering, panas, kemerahan - Pupil / manik mata melebar - Tidak ada respon - Kejang umum atau gemetar pada otot

32 Penanganan Turunkan suhu tubuh penderita secepat mungkin Letakkan kantung es pada ketiak, lipat paha, belakang lutut, sekitar mata kaki, & disamping leher Bila mungkin masukkan penderita kedalam bak isi air dingin & es Rujuk ke fasilitas kesehatan

33 HIPOTERMIA Pengaruh udara dingin dapat dilihat secara cepat, penderita akan : - Menggigil - Kram otot / alat gerak kaku - Pandangan kabur, pupil melebar - Pernapasan cepat kmd melambat - Nadi lambat - Mudah tersinggung kemudian acuh

34 Penanganan Penilaian dini & pemeriksaan Pindahkan dari lingkungan dingin Jaga jalan napas & beri oksigen bila ada Ganti pakaian basah, selimuti penderita, upayakan tetap kering Bila sadar, beri minum hangat Pantau tanda vital berkala Rujuk kefasilitas kesehatan

35

36 Pemberian Pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera / kecelakaan yang memerlukan penangan medis dasar.

37 Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus.

38 Adalah : Penolong yang pertama kali tiba ditempat kejadian, yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penangan medis dasar

39

40

41

42 1.Menjaga keselamatan diri, Orang lain,Penderita dan Orang disekitarnya. dan Orang disekitarnya. 2.Dapat menjangkau Penderita. 3.Mengenali & mengatasi masalah yang mengancam nyawa. 4.Meminta bantuan / rujukan 5.Memberikan pertolongan secara cepat & tepat. 6.Membantu pelau PP lainnya. 7.Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita. 8.Melakukan komunikasi dengan petugas lainnya. 9.Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi.

43 Jujur dan bertanggung jawab. Jujur dan bertanggung jawab. Berlaku Profesional. Berlaku Profesional. Kematangan emosi. Kematangan emosi. Kemampuan bersosialisasi. Kemampuan bersosialisasi. Kemampuan nyata terukur sesuai sertifikasi PMI. Kemampuan nyata terukur sesuai sertifikasi PMI. Kondisi fisik baik. Kondisi fisik baik. Mempunyai rasa bangga. Mempunyai rasa bangga.

44

45

46 1. Penutup Luka 9. Kapas - Kassa steril10. Selimut - Bantalan Kassa11. Kartu Penderita - Bantalan Kassa11. Kartu Penderita 2.Pembalut12. Alat tulis 3.Cairan antiseptik13. Oksigen 4.Cairan pencuci mata14. Tensimeter 5.Peralatan stabilisasi15. Stetoskop 6.Gunting16. Tandu 7.Pinset 8.Senter

47 Ilmu yang mempelajari susunan tubuh Dan bentuk tubuh Ilmu yang mempelajari Faal (Fungsi ) Bagian dari alat atau jaringan tubuh

48 Yaitu : Berdiri tegak, kedua lengan disamping tubuh telapak tangan menghadap kedepan. telapak tangan menghadap kedepan. Secara garis besar, tubuh manusia dibagi : 1.Kepala 2.Leher 3.Batang Tubuh ( Dada,Perut,Punggung & Panggul ) 4.Anggota Gerak atas 5.Anggota Gerak bawah

49 1.Rongga Tengkorak 2.Rongga Tulang Belakang 3.Rongga Dada 4.Rongga Perut 5.Rongga Panggul 1.Kwadran kanan atas ( Organ hati, kandung empedu, pankreas & usus ) pankreas & usus ) 2.Kwadran Kiri Atas ( Organ Lambung,Limpa & usus ) 3.Kwadran kanan bawah ( terutama organ usus termasuk usus buntu ) usus buntu ) 4. Kwadran kiri bawah ( terutama usus )

50 Bagian terkecil dari makhluk hidup. Kumpulan dari sel yang menyatu denagn bentuk, Besar, dan fungsinya yang sama. Kumpulan bermacam jaringan yang bersatu dengan fungsi tertentu.

51 Susunan dari organ – organ yang mempunyai fungsi tertentu : 1.Sistem rangka / skeleton ( Susunan Rangka ) 2.Sistem otot / muskularis (susunan otot ) 3.Sistem respirasi ( susunan pernafasan ) 4.Sistem sirkulasi darah ( susunan peredaran darah ) 5.Sistem saraf / nervus ( susunan saraf ) 6.Sistem pencernaan / digestif ( susunan pencernaan ) 7.Sistem endokrin ( susunan kelenjar buntu ) 8.Sistem kemih / urinarius ( susunan perkemihan ) 9.Kulit 10.Sistem indera ( Pancaindera ) 11.Sistem reproduksi.

52 1.Tulang panjang / tulang pipa 2.Tulang pendek 3.Tulang pipih 4.Tulang tak beraturan 5.Tulang sesamoid ( Tl.tempurung lutut )

53 1.Tulang Kepala 2.Rangka dada 3.Tulang belakang dan panggul 4.Tulang anggota gerak atas 5.Tulang anggota gerak bawah

54 1.Tengkorak otak 2.Tengkorak wajah 3.Rahang bawah 4.Tulang belakang 5.Rangka dada 6.Tulang panggul 7.Anggota Gerak atas 8.Anggota gerak bawah

55 1.Menopang bagian tubuh 2.Melindungi organ tubuh 3.Tempat melekat otot dan pergerakan otot 4.Memberi bentuk bangunan tubuh 5.Tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah

56 Merupakan suatu organ / alat yang Memungkinkan tubuh dapat bergerak 1.Otot rangka ( Otot serat lintang, otot lurik ) 2.Otot polos 3.Otot Jantung Merupakan otot yang bergerak aktif Dan memelihara sikap tubuh

57 1.Otot Kepala 2.Otot leher 3.Otot bahu 4.Otot dada 5.Otot perut 6.Otot punggung 7.Otot lengan atas 8.Otot lengan bawah 9.Otot panggul 10.Otot tungkai atas 11.Otot tungkai bawah

58 a.Memelihara sikap & posisi tubuh b.Menahan rongga perut oleh otot perut c.Menahan tekanan darah 1.Kepala otot 2.Empal otot 3.Ekor otot

59 1.Hidung & Mulut 2.Tekak ( Farings ) 3.Pangkal tenggorok ( Larings ) 4.Batang tenggorok ( Trakea ) 5.Cabang tenggorok ( Bronkus ) 6.Paru – paru 7.Anak cabang Tenggorok ( Bronkiolus ) 8.Gelembung udara Paru-paru ( Alveolus 8.Gelembung udara Paru-paru ( Alveolus )

60

61 1.Mengambil O2 untuk keseluruh tubuh 2.Mengeluarkan CO2 ( melalui paru-paru ) 3.Menghangatkan dan melebabkan udara (hidung) 1.Pernapasan Dada 2.Pernapasan perut

62

63 1.Jantung 2.Pembuluh Darah 3.Darah dan Komponennya 4.Saluran Linfe

64 Adalah : Organ berupa otot dan berbentuk kerucut dengan puncaknya dibawah kerucut dengan puncaknya dibawah dan basisinya diatas. dan basisinya diatas.

65 Pembuluh darah yang keluar dari jantung, dan membawa Darah ke organ dan bagian tubuh. Pembuluh darah yang memebawa darah dari bagian / organ Tubuh kembali ke jatung. Merupakan pembuluh darah halus

66 1.Alat Pengangkut 2.Pertahanan tubuh terhadap penyakit 3.Bagian dari proses pengaturan suhu tubuh 4.Membantu membekukan darah bila terjadi luka 1.Cairan darah 2.Sel darah merah ( + 5 juta/mm3 ) 3.Sel darah putih ( – mm3 ) 4.Keping darah ( – /mm3 )

67

68 Berfungsi mengatur seluruh tubuh denagn melakukan Koordinasi & kerjasama antar sistem dalam tubuh.

69 1.Susunan saraf pusat a. Otak ( Otak besar, otak kecil,batang otak ) b. Bumbung saraf tulang belakang 2.Susunan saraf tepi a. Susunan saraf somatik b.Susunan saraf otonom a.Sensorik b.Motorik c.Kordinasi

70 Saluran pencernaan adalah : yang menerima makanan dari Luar untuk diserap oleh tubuh dengan jalan dicerna. Susunan : 1.Mulut 2.Tekak ( farings ) 3.Kerongkongan 4.Lambung 5.Usus halus 6.Usus Besar Organ getah Pencernaan a.Kelenjar getah lambung b.Kelenjar ludah c.Kelenjar hati d.Kelenjar pankreas e.Kelenjar getah usus

71 Pengertian : Kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya ke dalam darah Tanpa melalui suatu saluran.( hasilnya disebut Hormon ) a.Kelenjar hipofise b.Kelenjar tiroid & paratiroid c.Kelenjar suprarenal d.Kelenjar timus e.Kelenjar pinealis f.Kelenjar pankreatika g.Kelenjar kelamin

72 Pengertian : Pengertian :Proses penyaringan darah untuk menyerap zat yang digunakan tubuh & membebaskan dari zat yang tidak digunakan tubuh. Susunan : 1.Ginjal 2.Ureter 3.Kandung Kemih 4.Uretra

73 Susunan : 1.Lapisan Kulit Ari 2.Lapisan Kulit Jangat 3.Lapisan Bawah Kulit Fungsi : 1.Mencegah cedera mekanik, kimia & termal 2.Perlindungan terhadap mikroorganisme 3.Mempertahankan Suhu tubuh 4.Mengatur keseimbangan cairan 5.Alat indera : Raba,tekanan,suhu & nyeri

74 Organ untuk menerima jenis rangsangan tertentu 1.Alat bantu mata - Rongga mata - Alis mata - Kelopak mata - Air mata - Otot mata 2.Bola mata

75 Susunan : 1.Telinga bagian luar 2.Telinga bagian tengah 3.Telinga bagian dalam Susunan : -Saraf olfaktorius -Bulbus olfaktorius

76 Susunan ; 1.Pangkal lidah 2.Punggung lidah 3.Ujung lidah Macam pengecapan : -Rasa pahit pada pangkal lidah -Rasa manis pada ujung lidah -Rasa asin pada ujung,samping kiri dan kanan lidah -Rasa asam pada samping kiri dan kanan lidah

77 Susunan pada laki-laki : 1.Kelenjar 2.Kelenjar duktuli 3.Bangun Penyambung Susunan pada perempuan : 1.Alat genitalia luar - Tundun - Bibir besar ( Labia mayora) - Bibir kecil ( labia minor ) - Klentit ( Klitoris) - Selaput dara - Kerampang 2. Alat genitalia dalam - Liang kemaluan - Rahim - Ovarium

78 1.Penilaian Keadaan 2.Penilaian Dini 3.Pemeriksaan Fisik 4.Riwayat Penderita 5.Pemeriksaan Berkala atau lanjut

79 Bertujuan untuk memperoleh gambaran secara umum tentang kejadian yang sedang dihadapi. 1.Bagaimana Kondisi Saat itu ? 2.Kemungkinan apa saja yang akan terjadi 3.Bagaimana mengatasinya

80 1.Pastikan keselamatan 2.Perkenalkan diri 3.Tentukan keadaan umum kejadian & mulai lakukan Penilaian Dini. 4.Mengenali & mengatasi gangguan yang mengancam nyawa. 5.Stabilkan penderita & teruskan pemantauan 6.Minta bantuan

81 a.Tentukan Kesan Umum ( Trauma / Medis ) b.Pemeriksaan Respon ( ASNT ) c.Memastikan Jalan Nafas terbuka ( AIRWAY ) - Pasien dengan Respon baik ( HTCL ) - Pasien tidak respon ( Jaw Trust ) d.Menilai Pernapasan ( LDR ) e.Menilai Sirkulasi dan menghentikan perdarahan f.Hubungi bantuan

82 1.Kepala 2.Leher 3.Dada 4.Perut 5.Punggung 6.Panggul 7.Anggota Gerak Bawah 8.Anggota Gerak Atas Pada Pemeriksaan Fisikbagi penderita cedera harus dicari adanya PLNB

83 *Denyut Nadi normal Bayi120 – 150 X/menit Anak 80 – 150 X/menit Dewasa X/menit *Frekuensi Nafas Normal : Bayi25 – 50 X/menit Anak X/menit Dewasa X/menit *Suhu Tubuh37 C *Tekanan Darah : Sistolik : 100 – 140 mmHg Diastolik: mmHg *Kulit

84 Dapat diperiksa di: a.Leher ( Carotis ) b.Lengan atas ( Brachialis ) c.Pergelangan Tangan ( Radialis ) d.Lipat paha ( femoralis )

85 Untuk memudahkan, dikenal akronim : Keluhan utama Obat-obatan yang diminum Makanan /minuman yang terkhir Penyakit yang diderita Alergi Kejadian

86 Mengulang kembali pemeriksaan dari awal atau mencari hal yang terlewati.

87

88 Penderita henti nafas & henti jantung mempunyai harapan hidup lebih baik jika semua langkah dalam “ Rantai Penyelamatan / Rantai survival “ dilakukan bersamaan. 1.Kecepatan dalam permintaan bantuan 2.Resusitasi Jantung Paru 3.Difibrilasi ( Dilakukan tenaga medis terlatih dengan Peralatan khusus ) 4. Pertolongan Hidup Lanjut.

89 Merupakan beberapa cara sederhana yang dapat mempertahankan hidup seseorang untuk sementara. Untuk memudahkan pelaksanakannya digunakan Akronim A B C

90 ( Penguasaan Jalan nafas ) HEAD TILL CHIN LIFT JAW TRUST Tidak ada trauma leher Bila ada trauma Tl.Belakang

91 ( Bantuan Pernafasan ) Frekuensi pernafasan : Dewasa : 10 –12 X / menit Anak ( 1-8 th ) ; 20 X / menit Bayi : lebih dari 20 X /menit Bayi baru lahir ; 40 X/ menit

92 ( Pijatan Jantung Luar ) Kedalaman tekanan : Dewasa: 4-5 Cm Anak: 3-4 Cm Bayi: 1,5 – 2,5 Cm Dewasa AnakBayi

93 Pemeriksaan jalan nafas pada penderita yang Tidak ada respon dilakukan dengan cara Membuka mulut penderita / LDR ( 3-5 detik ). Bila penderita dapat bernafas dengan baik & tidak ada Cedera leher, tl.punggung atau cedera lain maka Letakkan penderita pada posisi Pemulihan / Miring stabil.

94 Khusus untuk mengatasi sumbatan total Dikenal adanya perasat Heimlich * Heimlich maneuver ( hentakan perut ) Dapat dilakukan pada dewasa & anak.

95 Untuk dewasa Dikenal 2 rasio : 1 Orang penolong ( 15 : 2 ) 2 Orang Penolong ( 5 : 1 ) Pada anak dan bayi hanya 1 rasio : 5 : 1 Sebelum melakukan RJP penolong harus : 1.Menentukan tidak adanya respon 2.Menentukan ada tidaknya nafas ( LDR ) 3.Menentukan tidak adanya nadi

96

97

98

99

100

101

102

103

104

105

106

107

108

109

110 Terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh darah yang dapat disebabkan oleh ruda paksa ( trauma ) atau penyakit. Klasifikasi sumber perdarahan / Golongan Perdarahan 1.Perdarahan Nadi ( Arteri ) - Berasala dari pembuluh Nadi - keluarnya memancar seirama denyut nadi - berwarna merah terang

111 2. Perdarahan Balik ( Vena ) - Darah keluar mengalir - Berwarna merah gelap 3. Perdarahan Rambut ( kapiler ) - Darah keluar merembes - Berwarna merah gelap

112 Perdarahan yang tampak / terlihat jelas keluar dari luka terbuka. Biasanya tak terlihat dan kulit tampak rusak, kadang-kadang terlihat dibawah permukaan kulit berupa memar.

113 A.Perlindungan terhadap Infeksi pada penangan perdarahan : 1. Gunakan APD 2. Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, makanan sewaktu memberi perawatan. 3. Buang bahan yang telah ternoda. B.Mengendalikan Perdarahan Luar : 1.Tekan Langsung ( 5 – 15 menit ) 2. Elevasi ( dilakukan bersamaan tekan langsung ) 3. Tekan pada titik tekan. 4. Cara lain yaitu imobilisasi dengan / tanpa bidai/ Torniket.

114 1.Pada perdarahan besar : a.Tutup langsung luka b.Pertahankan dan tekan cukup kuat. c.Rawat luka setelah perdarahan terkendali. 2. Pada Perdarahan ringan atau terkendali a.Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka b.Tekan sampai perdarahan terkendali c.Jangan melepas penutup luka atau balutan pertama. 3. Perdarahan dalam / curiga ada perdarahan dalam : a.Baringkan & Istirahatkan penderita b.Buka jalan nafas & peertahankan c.Perawatan Syok jika ada d.Periksa berkala pernapasan & denyut nadi e.Jangan beri makan & minum f.Rawat cedera lain g.Beri O2 & Rujuk

115 Dimana Sistem peredaran darah ( Sirkulasi ) gagal mengirimkan darah yang mengandung oksigen dan bahan nutrisi ke organ vital. 1.Kegagalan jantung memompa darah 2.kehilangan darah dalam jumlah besar 3.Pelebaran pembuluh darah yang luas. 4.Kekurangan cairan tubuh.

116 a.Pernafasan : cepat dan dangkal b.Nadi: Cepat dan lemah c.Kulit: Pucat,dingin & lembab d.Wajah: Pucat, sianosis pada bibir, lidah dan cuping telinga. e.Mata: Pandangan hampa, pupil melebar. a.Mual & mungkin muntah b.Haus c.Lemah d.Pusing e.Gelisah & takut mati

117 1.Bawa penderita ketempat teduh & aman 2.Tidurkan telentang, tungkai ditinggikan 20 – 30 cm 3.Pakaian dilonggarkan 4.Beri selimut 5.Tenangkan penderita 6.Pastikan jalan nafas & Pernafasan baik 7.Kontrol perdarahan & rawat cedera lainnya 8.Beri Oksigen sesuai protokol 9.Jangan beri makan & minum 10.Periksa berkala tanda vital 11.Rujuk ke fasilitas kesehatan.

118 Cedera yang melibatkan jaringan kulit,otot, saraf atau pembuluh darah akibat suatu ruda paksa

119 1.Luka Terbuka 2.Luka Tertutup 1.Luka Lecet 2.Luka sayat / iris 3.Luka Robek 4.Luka Tusuk 5.Avulsi ( sobek ) 6.Amputasi

120 1.Memar 2.Cedera karena himpitan 3.Cedera remuk Adalah : bahan yang diletakkan tepat diatas luka. Jenis : 1. Penutup luka oklusif ( kedap ) 2. Penutup luka tebal Fungsi : 1. Membantu mengendalikan darah 2. Mencegah kontaminasi 3. Mempercepat penyembuhan 4. Mengurangi nyeri

121 Bahan yang digunakan untuk mempertahankan penutup luka. 1.Penekanan untuk membantu menghentikan perdarahan. 2.mempertahankan penutup luka pada tempatnya. 3.Menjadi penopang untuk bagian tubuh yang cedera. 1.Pembalut pita / gulung 2.Pembalut segitiga ( mitella ) 3.Pembalut tabung / tubuler 4.Pembalut penekan


Download ppt "KEDARURATAN MEDIS PMI SOLO GEJALA Demam Nyeri Mual, muntah BAK berlebih atau tidak sama sekali Pusing, merasa mau pingsan Sesak, merasa sukar bernafas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google