Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Definisi cerpen menurut para ahli:  Menurut H.B. Jassin –Sang Paus Sastra Indonesia- yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Definisi cerpen menurut para ahli:  Menurut H.B. Jassin –Sang Paus Sastra Indonesia- yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian,"— Transcript presentasi:

1

2 Definisi cerpen menurut para ahli:  Menurut H.B. Jassin –Sang Paus Sastra Indonesia- yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian.  Menurut A. Bakar Hamid dalam tulisan “Pengertian Cerpen” berpendapat bahwa yang disebut cerita pendek itu harus dilihat dari kuantitas, yaitu banyaknya perkataan yang dipakai: antara kata, adanya satu plot, adanya satu watak, dan adanya satu kesan.  Sedangkan Aoh. KH, mendefinisikan bahwa cerpen adalah salah satu ragam fiksi atau cerita rekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek.

3 Cerpen adalah prosa fiksi yang menceritakan satu peristiwa istimewa atau satu persoalan yang dialami oleh tokoh utamanya.

4 1. Konflik: tunggal 2. Tokoh utama: tunggal 3. Waktu: Peristiwa / cerita berdurasi maks 2 tahun. 4. Karakter kata : kata

5 Sebagaimana pengertiannya, konflik tunggal identik dengan “satu persoalan dan satu kesan”. Konflik / persoalan terdiri atas: a. Konflik personal: konflik psikologis b. Konflik antarpersonal, misalnya konflik dengan orang lain c. Konflik situasi, misalnya konflik diri dengan situasi sekitar, contoh dengan situasi sosial, politik, ekonomi, bencana alam, dll.

6 Ada satu tokoh utama dalam cerpen, dan tokoh tersebut bisa tunggal (aku, saya, dia, si A), bisa pula dalam jumlah tertentu (mereka). Tokoh utama pun tergolong dua jenis : a. tokoh manusia b. tokoh yang dipersonifikasikan, misalnya hewan, tumbuhan, benda-benda, dll. Penempatan tokoh utama dalam cerpen sebaiknya pada permulaan (bagian awal) cerpen

7 a. Penulis Fiksi Josip Novakovich (2003) mengatakan, cerpen meliputi waktu dari beberapa menit, hari sampai satu atau dua tahun; umumnya tidak lebih dari dua tahun. b. Senada dengan yang pernah dikatakan Sastrawan Raudal Tanjung Banua ketika beliau menjadi Juri dalam Lomba Menulis Cerpen tingkat Pelajar se-D.I. Yogyakarta (2004), cerpen meliputi kurun waktu hingga dua tahun. Apabila pengarang hendak memasukkan masa silam, biasanya bisa berupa “cerita flashback” atau disusupkan dalam sepenggal ingatan tokoh.

8 Karakter kata : kata bahkan ada juga cerpen yang berisi kata (ratusan halaman!).

9 A. PERMULAAN 1. Perkenalan 2. Perkembangan Konflik B. BAGIAN TENGAH 1. Masuk ke Konflik 2. Ketegangan (Suspense) 3. Klimaks C. BAGIAN AKHIR 1. Penyelesaian konflik 2. Antiklimaks 3. Kejutan (Surprise)

10 1. Perkenalan Perkenalan atau pembukaan cerpen ini menuturkan perihal apa, siapa, di mana, kapan dan mulai masuknya konflik. Perkenalan tidak usah diceritakan bertele-tele. Lebih cepat, tepat dan ringkas bagian ini lebih baik.

11 2. Masuk ke Konflik Konflik secepatnya dimunculkan. Konflik merupakan unsur yang menimbulkan persoalan dalam cerita. Ada sesuatu hal yang menarik sehingga pengarang merasa perlu menuliskannya. Menulis cerita adalah menemukan masalah, menemukan persoalan, menemukan konflik. Seorang penulis adalah seorang pencari masalah!

12 1. Perkembangan Konflik Konflik ini dapat terjadi dalam diri manusia atau hubungan manusia dengan lingkungannya. a. Konflik dalam diri manusia itu sendiri, antara lain kejiwaan, spiritual, falsafah dan seterusnya. b. Konflik manusia dengan lingkungannya, antara lain konflik sosial, konflik fisik, dan seterusnya. Pengolahannya harus tetap terfokus pada satu konflik atau satu persoalan.

13 2. Ketegangan (Suspense) Pengarang harus mahir dalam menyusun serentetan ketegangan (suspense) yang menarik pembaca sehingga dalam benak pembaca akan muncul pertanyaan : “Apa yang akan terjadi kemudian?”

14 3. Klimaks Bagian ini menantang pengarang untuk unjuk keterampilannya. Pada bagian ini pengarang menggiring semua bahan cerita menuju suatu klimaks cerita. Di sini pun akan muncul konflik/masalah lainnya (yang masih berhubungan dengan cerita), sehingga dari kalimat dan paragraf itu akan memancing pertanyaan: “Apa lagi yang akan terjadi? Apa lagi? Apa lagi?”

15 1. Pemecahan / Penyelesaian Klimaks Konflik Setelah cerpen diisi dengan konflik dan ketegangan mencapai suatu klimaks, pengarang melakukan pemecahan / penyelesaian terhadap klimaks konflik. Apakah konflik yang memunculkan suspense dan klimaks dapat diantisipasi? Atau pembaca berpikir, “Bagaimana penyelesaiannya? Akan beginikah? Akan begitukah?” Misalnya, apakah murid bandel itu akan bertobat? Apakah guru yang baik itu bisa sembuh dari penyakit? Apakah penjaga sekolah itu akan sanggup membuktikan bahwa hantu itu ternyata adalah permainan iseng murid-murid?

16 2. Antiklimaks Alur cerita menggiring pembaca dari sajian pemecahan klimaks menuju akhir dari cerpen, “Bagaimana akhirnya?”

17 3. Kejutan (Surprise) Kejutan (surprise) di akhir cerita juga dapat membuat cerita menjadi menarik, memberi kesan tersendiri bagi pembaca. Pengarang harus mengolah akhir cerpennya agar alur berpikir pembaca mengenai keseluruhan cerpen pada akhirnya menemukan suatu surprise. Ketika pembaca menebak-nebak (mungkin membuat suatu kesimpulan) akhir cerita “akan begini- begitu”, surprise bisa mengecoh tebakan itu sehingga memberi kesan tersendiri bagi pembaca. Surprise bisa saja berupa perkembangan suspense yang tak diduga-duga oleh pembaca.

18 Contoh Konon ada seorang raja yang sangat mencintai isterinya. Mereka saling mencintai dan amat bahagia. Rakyat ikut bahagia. [Pengenalan] Pada suatu hari sang permaisuri jatuh dari kuda tunggangannya ketika mereka berdua sedang meninjau kebun anggur. Sang permaisuri menderita luka yang sangat parah, sehingga ia meninggal dunia. Raja amat sedih. Ia merasa telah kehilangan segalanya. [timbulnya konflik]

19 Hari-hari berikutnya sang raja tak sanggup menanggulangi kesedihannya. Lantas ia mengurung diri dan tidak mau makan. Kondisi kesehatannya mulai menurun. Tubuhnya lemas dan jatuh sakit. Dalam sakitnya ia terus mengigau, memanggil istrinya.[klimaks]. Raja tak kuat mengatasi sakit dan rasa kehilangannya. Akhirnya sang raja wafat karena duka-lara. [pengakhiran]

20 Konflik utama cerita adalah konflik batin dalam diri sang raja, dan konflik itu menimbulkan suspense: bagaimana akhir hidup sang raja?

21 A. Unsur Intrinsik: disebut juga unsur-unsur dalam cerpen, atau juga struktur cerpen. Unsur-unsur ini terdiri dari: 1) tema, 2) sudut pandang, 3) penokohan, 4) latar, 5) alur, 6) amanat.

22 Merupakan pokok cerita atau ide pokok yang mendasari cerita. Tema cerpen umumnya berkaitan dengan kehidupan manusia sehari hari.

23  Berkaitan dengan cara penulis cerpen menyampaikan karyanya.  Apakah ia menjadi tokoh yang masuk dalam cerpennya dan mengunakan kata ganti orang pertama, atau dia menjadi pengamat di luar cerpen dengan menggunakan kata ganti orang ketiga

24 Tidak hanya berkaitan dengan tempat di mana peristiwa dalam cerpen terjadi, akan tetapi,juga berkaitan dengan waktu dan suasana. Jadi, latar menggambarkan setting yang mendasari peristiwa dalam cerpen tersebut secara keseluruhan

25 adalah rangkaian peristiwa dalam cerpen. Alur dibedaka menjadi 3: 1. Alur maju: Penceritaan rangkaian peristiwa dari awal sampai terkahir. 2. Alur mundur: Penceritaan rangkaian peristiwa dari akhir kemudian berbalik ke awal 3. Alur campuran: Perpaduan antara alur maju dan alur mundur

26 Akhir cerita dalam cerpen:  Plot Terbuka Alur/Plot yang memberi kesan “tidak tamat”, “bersambung”, yang biasanya disengaja oleh pengarang untuk memberi kesempatan pembaca mengisinya sendiri dengan imajinasi pembaca (Hanging Ending)  Plot Tertutup Alur/plot ini umumnya pada cerita untuk anak-anak, baik itu berakhir dengan bahagia (Happy Ending) ataupun sedih (Sad Ending).

27 Cerita memiliki tokoh atau dibalik, tokoh memiliki cerita. Dalamcerpen,tokoh/penokohan berupa: a. Manusia (aku, kamu, dia, mereka, si A, si B, dst), baik sebagai protagonist (tokoh baik), antagonis (tokoh jahat),dan tokoh tritagonis (tokoh pelerai) b. Personifikasi (hewan, tumbuhan, benda- benda, dst yang “dimanusiakan”)

28 Pesan moral yang ingin disampaikan penulis lewat cerita

29 atau unsur di luar cerpen,misalnya siapa pengarangnya, kapan cerpennya dibuat, bagaimana proses kreatif- nya, dan lain-lain.


Download ppt "Definisi cerpen menurut para ahli:  Menurut H.B. Jassin –Sang Paus Sastra Indonesia- yang disebut cerita pendek harus memiliki bagian perkenalan, pertikaian,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google