Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Agus Haryadi Insurance Goes To Campus Asuransi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang Malang, 17 Oktober 2013 Oleh: Subchan Al Rasjid Sharia Division.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Agus Haryadi Insurance Goes To Campus Asuransi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang Malang, 17 Oktober 2013 Oleh: Subchan Al Rasjid Sharia Division."— Transcript presentasi:

1 Agus Haryadi Insurance Goes To Campus Asuransi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang Malang, 17 Oktober 2013 Oleh: Subchan Al Rasjid Sharia Division Sharia - Marketing Manager PT. BNI Life Insurance

2 Agus Haryadi 2 Pengertian Asuransi-text book (Konvensional)

3 Agus Haryadi 3 ASPEK HUKUM (pasal 246 KUHD) Asuransi adalah suatu perjanjian, dengan mana seseorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tentu Pengertian Asuransi-Regulasi (Konvensional)

4 Agus Haryadi 4 Premium MUSIBAH Claim Insurance Pengelolaan Resiko-Konvensional (Transfer of Risk)

5 Agus Haryadi 5 Pengalihan risiko finansial dari Tertanggung ke Penanggung. Perusahaan Asuransi bertindak sebagai Penanggung Pengalihan Dana dari Tertanggung ke Penanggung Premi = Pendapatan Klaim = Biaya Pengelolaan Resiko-Konvensional (Transfer of Risk)

6 Agus Haryadi 6 Filosofi Asuransi Syariah

7 Agus Haryadi 7 QS. Al Hasyr : 18 “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (masa depan) dan bertaqwalah kamu kepada Allah. Sesunguhnya Allah Maha mengetahui apa yang engkau kerjakan“ QS. Al Maidah : 2 “Dan saling tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah kamu saling tolong menolong atas dosa dan permusuhan dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah itu sangat dahsyat siksaanNya” HR. Muslim “barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat; dan Allah senantiasa menolong hamba-hambaNya selama ia menolong saudaranya” Filosofi Asuransi Syariah

8 Agus Haryadi 8 Pengertian Asuransi Syariah

9 Agus Haryadi 9 PENGELOLAAN RESIKO (Asuransi Syariah – Risk Sharing) RISK-SHARING BASED PESERTA Hibah MUSIBAH Pool of Hibah Fund Pengelolaan Resiko-Syariah (Sharing of Risk)

10 Agus Haryadi 10 Berbagi risiko finansial diantara peserta Perusahaan Asuransi bertindak sebagai Operator / Admin Pool of Fund (Pengumpulan Dana) Ujroh = Pendapatan Tabarru ≠ Pendapatan Klaim ≠ Biaya Pengelolaan Resiko-Syariah (Sharing of Risk)

11 Agus Haryadi Akad Tabarru’ pada asuransi adalah akad yang dilakukan dalam bentuk hibah dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong antar peserta,bukan untuk tujuan komersial. Jika terdapat surplus underwriting atas dana tabarru’, maka boleh dilakukan beberapa alternatif sebagai berikut: Diperlakukan seluruhnya sebagai dana cadangan dalam akun tabarru’. Disimpan sebagian sebagai dana cadangan dan dibagikan sebagian lainnya kepada para peserta yang memenuhi syarat aktuaria/manajemen risiko. Disimpan sebagian sebagai dana cadangan dan dapat dibagikan sebagian lainnya kepada perusahaan asuransi dan para peserta sepanjang disepakati oleh para peserta. Jika terjadi defisit underwriting atas dana tabarru’ (defisit tabarru’), maka perusahaan asuransi wajib menanggulangi kekurangan tersebut dalam bentuk Qardh (pinjaman). Pengembalian dana qardh kepada perusahaan asuransi disisihkan dari dana tabarru’. 11 Peserta Surplus Underwriting 50% 30% 20% Perusahan Berdasarkan fatwa DSN No 53/DSN-MUI/III/2006 (Tentang Surplus Undewriting) Fatwa DSN No: 53/DSN-MUI/III/2006 Dana Tabarru’ (Fatwa DSN No: 53/DSN-MUI/III/2006)

12 Agus Haryadi Asuransi Konvensional “Pengalihan Risiko” (transfer of risk) Asuransi Syariah “Berbagi Risiko” (sharing of risk) 12 Premium MUSIBAH Claim Insurance PESERTA Hibah MUSIBAH Pool of Hibah Fund Pengelolaan Resiko

13 KENAPA ADA ASURANSI SYARIAH ?  Gharar (ketidakpastian) yang timbul dalam keadaan berikut: –Intangible (jual beli barang/jasa tidak wujud saat transaksi) –Undelivered (jual beli barang/jasa yang ada wujudnya tetapi tidak dapat diserahterimakan) –Uncertainty (jual beli barang/jasa yang ada wujudnya dapat diserah- terimakan, akan tetapi kuantitas dan kualitasnya serta waktu serah terimanya tidak dapat ditentukan atau tidak diketahui)  Maisir (judi) –Ada ketidakseimbangan antara pengorbanan dan hasil. –Zero-sum game bahkan bisa negative-sum game.  Riba adalah tambahan atas pinjaman atau pertukaran. Asuransi Syariah dimaksudkan untuk menghilangkan unsur-unsur sebagai berikut:

14 Terkait dengan penyelenggaraan Asuransi Syariah : 1.No. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah : Penggunaan Akad Tabarru dan Tijarah (Mudharabah). 2.No. 39/DSN-MUI/X/2002 tentang Asuransi Haji : Kewajiban Asuransi bagi Jamaah Haji dengan berbasis syariah 3. No. 51/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Mudharabah Musytarakah Pada Asuransi Syariah : untuk produk Asuransi yang mengandung unsur tabungan maupun non tabungan 4. No. 52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakalah Bil Ujrah Pada Asuransi dan Reasuransi Syariah : akad antara Peserta dengan Pengelola/Perusahaan Asuransi Syariah 5. No. 53/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Tabarru’ Pada Asuransi dan Reasuransi Syariah : – akad antar Peserta Pemegang Polis FATWA DSN-MUI

15 Peraturan Pemerintah Peraturan Menteri Keuangan : NOMOR 18 /PMK.010/2010 tentang Penerapan Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Reasuransi dengan Prinsip Syariah. Nomor 11/PMK.010/2011 tentang Kesehatan Keuangan Usaha Asuransi dan Usaha Reasuransi Dengan Prinsip Syariah. PERATURAN KETUA NOMOR : PER- 06/BL/2011 Tentang Bentuk Dan Susunan Laporan Serta Pengumuman Laporan Usaha Asuransi Dan Usaha Reasuransi Dengan Prinsip Syariah. PERATURAN KETUA NOMOR: PER- 07/BL/2011 Pedoman Perhitungan Jumlah Dana Yang Diperlukan Untuk Mengantisipasi Risiko Kerugian Pengelolaan Dana Tabarru’ Dan Perhitungan Jumlah Dana Yang Harus Disediakan Perusahaan Untuk Mengantisipasi Risiko Kerugian Yang Mungkin Timbul Dalam Penyelenggaraan Usaha Asuransi Dan Usaha Reasuransi Dengan Prinsip Syariah

16 Asuransi Konvensional Asuransi Syariah Transfer risiko dari tertanggung kepada penanggung Jual beli -Tadabulli Bersumber dari pikiran manusia dan kebudayaan. Berdasarkan hukum positif, hukum alami dan contoh sebelumnya Dana premi seluruhnya menjadi milik perusahaan sehingga perusahaan bebas menggunakan dan menginvestasikannya. Bebas melakukan investasi dengan batas-batas ketentuan perundang-undangan dan tidak terbatasi pada halal dan haramnya objek atau system investasi yang digunakan. Sharing risiko antara satu peserta dengan peserta lainnya Tolong-menolong akad tabarru’ dan akad tijarah (wakalah, mudharabah,dll) Alquran, Hadits dan sumber hukum Islam lainnya Dana dari peserta sebagian akan menjadi milik peserta, sebagian lagi untuk perusahaan sebagai pemegang amanah dalam mengelola dana Dapat dilakukan investasi sesuai ketentuan perundangan-undangan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Bebas dari riba dan jenis investasi terlarang. konsep akad Sumber Hukum kepemilikan dana Investasi perbedaan Konvensional vs Syariah

17 Asuransi Konvensional Asuransi Syariah Dari rekening perusahaan sebagai konsekuensi penanggung terhadap tertanggung Menjadi milik perusahaan sepenuhnya Tidak ada Dari rekening tabarru’ yang merupakan dana milik peserta Dapat dibagi antara perusahaan dengan peserta dalam bentuk hadiah Ada untuk mengawasi manajemen, produk dan investasi dana agar dikelola sesuai dengan prinsip syariah sumber pembayaran klaim keuntungan DPS (Dewan Pengawas Syariah) perbedaan Konvensional vs Syariah

18 Agus Haryadi 18 Mekanisme Pengelolaan Dana

19 Agus Haryadi Investasi Kontribusi Tabaru’ Rekening Tabarru’ Peserta Surplus Underwriting 50% 30% 20% Fee/Ujrah Perusahan HasilInvestasi 1.Mudharabah (bagi hasil), atau 2.Wakalah (fee) 1.Mudharabah (bagi hasil), atau 2.Wakalah (fee) 19 Berdasarkan fatwa DSN No 53/DSN-MUI/III/2006 (Tentang Surplus Undewriting) PENGELOLAAN DANA TABARRU’ (Resiko)

20 Agus Haryadi KontribusiPeserta RekeningInvestasi RekeningTabaru’ Investasi RekeningTabaru’ Investasi RekeningInvestasi Operasional Perusahaan 20% 80% ManfaatAsuransi RekeningInvestasi Dibayarkan ke Peserta ModalPerusahaan Investasi ModalPerusahaan Pengelola Pemegang Saham Peserta Mudharabah Wakalah & Ujrah KumpulanPeserta Akad wakalah 20 Fee/Ujrah PENGELOLAAN DANA TABARRU’ dan INVESTASI (Resiko + Investasi)

21 Agus Haryadi 21 REKENING INVESTASI HASIL INVESTASI INVESTASI PERUSAHAAN PESERTA REKENING INVESTASI REKENING PERUSAHAAN REKENING PERUSAHAAN AKAD WAKALAH FEE/ UJRAH 1.Fixed 2.(%) dari Rekening Investasi 1.Fixed 2.(%) dari Rekening Investasi FEE/ UJRAH (selling) FEE/ UJRAH (selling) PENGELOLAAN DANA INVESTASI (Wakalah)

22 Agus Haryadi 22 REKENING INVESTASI HASIL INVESTASI INVESTASI PERUSAHAAN PESERTA REKENING INVESTASI 20 % 80 % AKAD MUDHARABAH REKENING PERUSAHAAN PENGELOLAAN DANA INVESTASI (Mudharabah)

23 Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi, saling menanggung dan tolong menolong diantara para Peserta melalui pembentukan kumpulan dana yang dikelola dan diinvestasikan untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah. Akad adalah pertalian ijab (penawaran) dengan qabul (persetujuan) menurut cara- cara yang sesuai dengan syariah. Wakalah bil ujrah adalah akad pemberian kuasa dari Peserta kepada Perusahaan Asuransi (Pengelola) untuk mengelola dana dan/atau melakukan kegiatan lain dengan imbalan pemberian ujrah (fee). Mudharabah adalah akad untuk memberikan bagi hasil atas dana tabbaru yang diinvestasikan kepada pengelola dan kumpulan dana tabarru’ Waad untuk membagikan surplus adalah akad untuk membagikan bonus kepada peserta dan pengelola apabila ada surplus dana tabbaru’ sesuai dengan ketentuan. Definisi Istilah Syariah

24 Kontribusi adakah iuran yang dibayarkan oleh Peserta kepada Pengelola yang sebagian darinya untuk dikelola sebagai dana tabarru’ dan sebagian lainnya sebagai ujrah untuk pengelola. Dana Tabarru’ adalah dana yang dihibahkan oleh Peserta kepada Kumpulan Peserta asuransi syariah dan pengelolaannya diamanahkan kepada Pengelola (Perusahaan Asuransi) dimana dana tersebut akan digunakan untuk menolong setiap Peserta yang mengalami musibah yang dijamin dalam Polis ini. Surplus / Defisit Dana Tabarru’ adalah kelebihan / kekurangan dana tabarru’ yang terkumpul dalam periode tertentu setelah dikurangi klaim, kontribusi reasuransi dan cadangan-cadangan sesuai dengan prinsip syariah dan peraturan perundangan yang berlaku. Al-Qardh Al-Hasan adalah suatu pinjaman murni dari dana milik Pengelola kepada dana tabarru’ dalam hal dana tabarru’ tidak mencukupi untuk membayar klaim yang terjadi dengan ketentuan bahwa pengembalian atas pinjaman tersebut dilakukan atas pokok pinjaman setelah dana tabarru’ telah memiliki surplus pada periode- periode berikutnya. Definisi Istilah Syariah

25 Prospek : Penduduk Indonesia mayoritas Muslim yaitu sekitar 220 Juta ( 88 %) dari 250 Juta penduduk. Adanya dukungan Pemerintah dalam bentuk regulasi perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah Ekonomi Syariah terbukti dapat bertahan di Krisis Ekonomi 1998 Tantangan : Pemahaman Masyarakat masih rendah terhadap Asuransi Syariah Masih terbatasnya praktisi yang memahami konsep syariah termasuk di industri asuransi syariah Prospek & Tantangan Asuransi Syariah

26 Terima Kasih


Download ppt "Agus Haryadi Insurance Goes To Campus Asuransi Syariah Universitas Muhammadiyah Malang Malang, 17 Oktober 2013 Oleh: Subchan Al Rasjid Sharia Division."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google