Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Satryo Soemantri Brodjonegoro Pemikiran Pengembangan IPTEKS ke Depan dan Antisipasinya Dalam Pendidikan IPTEKS Indonesia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Satryo Soemantri Brodjonegoro Pemikiran Pengembangan IPTEKS ke Depan dan Antisipasinya Dalam Pendidikan IPTEKS Indonesia."— Transcript presentasi:

1 Satryo Soemantri Brodjonegoro Pemikiran Pengembangan IPTEKS ke Depan dan Antisipasinya Dalam Pendidikan IPTEKS Indonesia.

2 Prinsip dasar pengembangan ipteks Mempunyai nilai tambah; Berbasis potensi lokal; Mampu memberdayakan masyarakat; Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara riil; Mampu meminimalkan disparitas antar wilayah; Mampu meminimalkan kesenjangan ekonomi di masyarakat.

3 Arah pengembangan ipteks Tidak mengulangi apa yang sudah dicapai oleh negara lain; Tidak mencoba untuk mempelajari dan mengimplementasikan ipteks yang sudah ‘out of date’; Sedapat mungkin melakukan ‘lompatan jauh ke depan’ agar daya saing Indonesia diperhitungkan di dunia; Sedapat mungkin menghasilkan ‘competitive advantage’ tidak sekedar ‘comparative advantage’; Idealnya kita mengarah kepada ‘knowledge based’ ipteks (brainware) dan kita diuntungkan oleh natural resources yang kaya sehingga kita menjadi pemain unggulan dunia (kombinasi antara brainware dengan natural resources).

4 Strategi pengembangan ipteks Yang paling utama adalah adanya manusia unggulan yang mampu menghasilkan daya saing; Penyiapan manusia melalui pendidikan (dengan berbagai metoda), untuk menciptakan manusia unggulan; Spirit untuk mandiri dan bersaing harus dibudayakan di manusia Indonesia agar kedaulatan NKRI utuh; Pendidikan di Indonesia harus direformasi sehingga mampu memberdayakan manusia Indonesia; Insentif untuk berkompetisi perlu diberikan kepada masyarakat termasuk industri sehingga budaya industri (industrious culture) terbentuk.

5 Peran U-I-G Kemajuan ipteks di negara maju dipacu oleh kokohnya U-I-G partnership/collaboration; Pemerintah (G) harus memberikan insentif bagi kampus (U) dan industri (I) untuk mengadakan kolaborasi yang efektif; Kepakaran ada di kampus sedangkan pengembangan ada di industri, tanpa peran pemerintah maka U dan I akan berjalan sendiri sendiri; Pemerintah harus mau mengubah dirinya tidak lagi sebagai penguasa dan pengatur akan tetapi sebagai pemberdaya/fasilitator/mediator agar U dan I dapat berkolaborasi efektif mencapai kemajuan ipteks.

6 Prasyarat kemajuan ipteks Indonesia harus punya industri dasar yang kuat sehingga tidak tergantung kepada negara lain; Pendidikan sains terutama matematik (terkait dengan daya nalar) harus dilakukan sejak pendidikan dasar, tentu dengan memperhatikan metoda yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak; Industri harus diberi insentif untuk melakukan R&D supaya ada nilai tambahnya (biaya R&D harus diawali oleh pemerintah atau mereka diberi keringanan/pembebasan pajak); Lembaga riset dan kampus harus diberi insentif untuk mengembangkan ipteks (dengan dana dan otonomi pengelolaan); Pemerintah menangani kegiatan ipteks yang cost-center sedangkan pihak swasta menangani kegiatan ipteks yang profit-center, tidak perlu ada kompetisi pemerintah dengan swasta, tapi justru harus saling mengisi.

7 Bidang yang perlu dikembangkan Sebenarnya kita punya kekayaan yang luar biasa yaitu kebhinekaan, kita bisa mengembangkan berbagai macam bidang unggulan apalagi Indonesia sangat luas; Tiap daerah punya potensi dan peluang yang sama baiknya, biarkan mereka mengembangkan dirinya untuk mencapai kemandirian pangan dan energi serta produktif melakukan ekspor barang jadi (kalau bisa impor dihentikan); Tiap daerah punya potensi nilai tambah yang sama tingginya oleh karena itu berikanlah mereka kesempatan meraih itu dengan bantuan pemerintah melalui pendidikan yang menciptakan manusia unggulan; Di Indonesia tidak harus seragam kebijakannya akan tetapi justru harus unik untuk tiap daerah sehingga tiap daerah mampu mencapai kemajuan maksimum sesuai kemampuannya.


Download ppt "Satryo Soemantri Brodjonegoro Pemikiran Pengembangan IPTEKS ke Depan dan Antisipasinya Dalam Pendidikan IPTEKS Indonesia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google