Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Arus Bolak-balik. Topik Pekan Ini Setelah mempelajari bab ini Anda seharusnya memahami hal berikut: tegangan dan arus bolak-balik kapasitor, resistor.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Arus Bolak-balik. Topik Pekan Ini Setelah mempelajari bab ini Anda seharusnya memahami hal berikut: tegangan dan arus bolak-balik kapasitor, resistor."— Transcript presentasi:

1 Arus Bolak-balik

2 Topik Pekan Ini Setelah mempelajari bab ini Anda seharusnya memahami hal berikut: tegangan dan arus bolak-balik kapasitor, resistor dan induktor dalam rangkaian dengan tegangan dan arus bolak-balik. resonansi dan transformator

3 Fasor Fasor adalah sebuah vektor yang yang berotasi dalam arah yang berlawanan dengan arah perputaran jarum jam dengan laju sudut  konstan yang sama dengan frekuensi sudut dari gerak sinusoidal tersebut.

4 Diagram Fasor Proyeksi fasor pada sumbu horizontal dan pada waktu t adalah I cos t, menyatakan nilai sesaat dari arus tersebut.

5 Sumber AC Sumber AC adalah istilah untuk sebarang alat yang menyediakan sebuah tegangan v atau arus i yang berubah secara sinusoidal. Simbol sebuah sumber AC pada diagram rangkaian adalah:

6 Contoh Sumber AC Contoh sebuah sumber AC adalah sebuah koil kawat yang berotasi dengan kecepatan sudut konstan dalam suatu medan magnetik.

7 Tegangan Bolak-Balik Sebuah tegangan sinusoidal dijelaskan oleh fungsi v = selisih potensial sesaat V = selisih potensial maksimum = amplitudo tegangan  = 2 f rad/sekon f = frekuensi

8 Arus Bolak-Balik Sebuah arus sinusoidal dijelaskan oleh fungsi i = arus sesaat I = arus maksimum = amplitudo arus  = 2 f rad/sekon f = frekuensi

9 Arus Rata-Rata yang Diluruskan I rav (rectified average current) Untuk mengukur arus bolak-balik dapat menggunakan dioda dan rangkaian pelurus gelombang penuh. Arus yang melalui galvanometer G adalah seperti yang diperlihatkan grafik. Luas dibawah kurva I terhadap t sama dengan luas persegi dengan tinggi I rav.

10 Nilai Akar Kuadrat Rata-Rata (rms = root-mean square) Nilai akar kuadrat rata-rata adalah sebuah cara untuk menjelaskan sebuah kuantitas yang bisa bernilai positif maupun negatif. Untuk mencari I rms, kuadratkan arus sesaat i, ambil rata-rata dari i 2 dan akhirnya ambillah akar kuadrat dari rata-rata tersebut.

11 Sudut Fasa Jika arus i dalam sebuah rangkaian ac adalah i = I cos t dan tegangan v di antara dua titik adalah v = V cos (t + ϕ ), maka ϕ dinamakan sudut fasa yang memberikan fasa tegangan relatif terhadap arus.

12 Hambatan pada Rangkaian AC Tegangan yang melalui sebuah hambatan R adalah sefasa dengan arus. Amplitudo tegangan dan amplitudo arus dihubungkan oleh V R = IR

13 Induktor pada Rangkaian AC Tegangan yang melalui sebuah induktor L mendahului arus sebanyak 90 o. Amplitudo tegangan dan amplitudo arus dihubungkan oleh V L = IX L dimana X L = L adalah reaktansi induktif dari induktor itu.

14 Kapasitor pada Rangkaian AC Tegangan yang melalui sebuah kapasitor C tertinggal dari arus sebanyak 90 o. Amplitudo tegangan dan amplitudo arus dihubungkan oleh V C = IX C dimana X C = 1/C adalah reaktansi kapasitif dari kapasitor itu.

15 Rangkaian Seri L-R-C Selisih potensial sesaat v sama dengan jumlah dari proyeksi-proyeksi fasor V R, V L dan V C atau proyeksi dari jumlah vektor V. Fasor V L dan V C selalu berada terletak pada garis yang sama, dengan arah yang berlawanan. Fasor V L - V C selalu membentuk sudut siku-siku dengan fasor V R, Sehingga besar fasor V adalah

16 Impedansi Z Dalam rangkaian AC, amplitudo tegangan dan amplitudo arus dihubungkan oleh V = IZ, di mana Z adalah impedansi dari rangkaian. Dalam sebuah rangkaian L-R-C, dan sudut fasa ϕ dari tegangan relatif terhadap arus adalah

17 Resonansi Dalam rangkaian seri L-R-C, arus menjadi maksimum untuk sebuah amplitudo tegangan yang diberikan dan impedansi menjadi minimum pada frekuensi sudut  0 = 1/(LC) 1/2 yang dinamakan frekuensi sudut resonansi. Fenomena ini disebut resonansi. Pada resonansi, tegangan dan arus sefasa dan impedansi Z sama dengan hambatan R.

18 Transformator

19 Dalam sebuah transformator ideal yang tidak mengalami kehilangan energi, jika lilitan primer mempunyai N 1 putaran dan lilitan sekunder mempunyai N 2 putaran, amplitudo (atau nilai rms) dari kedua tegangan itu dihubungkan dengan Amplitudo (atau nilai rms) dari tegangan primer, tegangan sekunder dan arus dihubungkan oleh V 1 I 1 = V 2 I 2


Download ppt "Arus Bolak-balik. Topik Pekan Ini Setelah mempelajari bab ini Anda seharusnya memahami hal berikut: tegangan dan arus bolak-balik kapasitor, resistor."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google