Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Sarwepin (085215317555) Perkumpulan Petani Rotan Katingan (P2RK) Dalam Seminar Nasional “Kebangkitan Rotan Indonesia” Jakarta, 21 November 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Sarwepin (085215317555) Perkumpulan Petani Rotan Katingan (P2RK) Dalam Seminar Nasional “Kebangkitan Rotan Indonesia” Jakarta, 21 November 2013."— Transcript presentasi:

1 Oleh : Sarwepin ( ) Perkumpulan Petani Rotan Katingan (P2RK) Dalam Seminar Nasional “Kebangkitan Rotan Indonesia” Jakarta, 21 November 2013

2  Kabupaten Katingan dengan Ibu Kota Kasongan memiliki Wilayah seluas km 2 ( Ha) yang terletak pada 112` 00’ BT – 113 ` 45’ BT dan 00 ` 20’ LS – 03 ` 30’ LS  Batas wilayah Kabupaten Katingan Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Malawi Provinsi Kalimantan Barat Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Gunung Mas, Kota Palangkaraya serta Kabupaten Pulang Pisau Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Jawa Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Seruyan.

3  Dari luas wilayah tersebut, sesuai status fungsi kawasan hutannya terbagi menjadi :  Administratif wilayah Kabupaten Katingan terdiri dari 13 Kecamatan,161 Desa dan 7 Kelurahan  Jumlah penduduk jiwa/Kepadatan penduduk 8,37 jiwa/km 2

4 No.KecamatanLuas (Km 2 ) %Terhadap Luas Wilayah Katingan Jumlah Desa/ Kelurahan 1.Katingan Hulu1.7759, Marikit , Sanaman Mantikei , Katingan Tengah1.0896, Pulau Malan8054, Tewang Sangalang Garing5683, Katingan Hilir Tasik Payawan Kamipang , Katingan Kuala1.4408, Mendawai , Petak Malai1.1566, Bukit Raya8294,6611 J u m l a h ,00161

5 VISI 1.MEWUJUDKAN KUALITAS SDM MELALUI PEMBANGUNAN BIDANG PENDIDIKAN, KESEHATAN DAN MENTAL SPRITUAL 2.MELANJUTKAN PEMBANGUNAN PRASARANA DAN SARANA UNTUK MEMBUKA ISOLASI DAERAH 3.MENINGKATKAN KEMAMPUAN EKONOMI RAKYAT MELALUI PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN 4.MENGELOLA SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN SECARA BERKELANJUTAN 5.MENCIPTAKAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK DAN BERSIH MISI MEWUJUDKAN MASYARAKAT KATINGAN YANG MAJU, MANDIRI & PRODUKTIF DALAM SUASANA LINGKUNGAN YANG SEHAT GRAND STRATEGY KATINGAN PUSAT PRODUKSI DAN PERDAGANGAN ROTAN INDONESIA

6 1. Komoditi Inti Unggulan Sektor Kehutanan: Rotan 2. Komoditi Inti Unggulan Sektor Tanaman Perkebunan: Karet, Kelapa Sawit, Pisang dll 3. Komoditi Inti Unggulan Sektor Pertanian : Padi 4. Komoditi Inti Unggulan Sektor Industri Pengolahan : Pengolahan Makanan, Pengolahan Pakaian Jadi, Moulding, Pembuatan Kapal, Pengolahan anyaman – anyaman rotan dan furniture rotan.

7 1.Bahwa kemampuan yang diunggulkan tersebut bukan merupakan hal yang asing bagi daerah yang bersangkutan; Secara sosio-kultural, rotan telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari bagi orang Dayak pada umumnya, dan telah sejak ribuan tahun yang lalu dibudidayakan dan dipelihara (agroforestri tertua di Indonesia). 61 % KK di Kabupaten Katingan memiliki kebun rotan dan menjadikannya sumber penghasilan. 2.Kemampuan unggulan tersebut didukung oleh ketersediaan bahan baku yang besar atau kemampuan pengadaan bahan baku yang sudah berjalan dengan baik; Diperkirakan luas kebun rotan dikatingan ± ha dengan potensi produksi ton/bln 3.Kemampuan unggulan tersebut sejalan dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Visi Kabupaten Katingan : “Menjadikan Katingan sebagai Pusat Produksi dan Perdagangan Rotan Indonesia Dengan demikian “ROTAN dan Pengolahannya” ditetapkan menjadi Komoditi Inti Industri Kabupaten Katingan.

8 NOKECAMATANLUAS (Ha) ESTIMASI PRODUKSI (TON/THN) JLH PEMILIK KEBUN (ORANG) 1Katingan Hilir812, , Kamipang1.531, , Mendawai173,00415,0067 4Tasik Payawan578,50865, Katingan Tengah163,00268,0072 6Sanaman Mantikei238,7059,0074 7Petak Malai534,00895, Tewang Sangalang Garing253,30422, Pulau Malan357,50595, Katingan Hulu95,99159, Marikit366, , Katingan KualaBlm Terdata-- 13Bukit RayaBlm Terdata-- JUMLAH TOTAL5.104, , Potensi kebun rotan masyarakat yang sudah terdata oleh Dishut s/d saat ini ( ± 30% dari total Desa yang ada), diluar potensi rotan pada Hutan alam, meliputi :

9 No.KecamatanJenis Rotan yang diperdagangkan 1.Bukit Raya*Rotan Sigi 2.Katingan Hulu*Rotan Sigi 3.Marikit*Rotan Sigi 4.Petak Malai*Rotan Sigi 5.Sanaman Mantikei*Rotan Sigi 6.Katingan Tengah*Rotan Sigi 7.Pulau Malan**Rotan Sigi, Irit 8.Tewang S Garing**Rotan Sigi, Irit 9.Katingan Hilir **Rotan Sigi, Irit 10.Tasik Payawan **Rotan Sigi, Irit, Bulu 11.Kamipang**Rotan Sigi, Irit, Bulu 12.Mendawai**Rotan Sigi, Irit Ket : * Wliayah Hulu ** Wilayah Hilir

10 1. Jumlah Petani : 3050 dan Luas Kebun 1. Jumlah Petani : 3050 dan Luas Kebun ± Ha. 2. Produksi Rotan : 1000 – 1100 Ton Perbulan 3. Jenis Rotan : Taman/ Sega dan Rotan Irit 4. Sentra Rotan : Kec. Katingan Hilir, Kec. Kamipang, Kec. Tasik Payawan, Kec. Twg S. Garing, Kec. Pulau Malan, Kec. Katingan Tengah, Kec. Marikit dan Kec. Katingan Hulu. 5. Jumlah Penduduk Kab. Katingan per 31/05/2012 : Jiwa KK orang. 6. Jaminan Pasokan : Bibit Rotan sudah di semai di Demoplot Pembibitan binaan Prospect Program di Katingan yaitu di kembangkan oleh KTUR “ Uei Tatuwu “ Tumbang Liting, Katingan. 7. Jumlah Pengumpul : pengepul Kecil 11 orang dan pengumpul besar 9 perusahaan dan 1 industri yaitu PT. KJM. 8. Produk Lokal : Pengembangan yaituTopi/ Lawung, Tikar Lampit, Desain Bola Takraw dan meubelier dengan motif anyaman lokal/daerah

11 1. KEPMENPERINDAG No. 440/MPP/Kep/9/1998 Tentang Ketentuan Eksport Rotan Bulat 2. KEPMENPERINDAG No. 35/MPP/Kep/5/2004 Tentang Pengaturan Eksport Rotan 3. PERMENPERINDAG No. 36/M-DAG/PER/8/2009 Tentang Ketentuan Eksport Rotan 4. PERMENDAG No. 28/M-DAG/PER/10/2011 tentang Perubahan atas peraturan Menteri No. 36/M-DAG/PER/8/ PERMENDAG No. 35/M-DAG/PER/11/2011 Tentang Eksport Rotan dan Produk Rotan

12 1. Peningkatan kemampuan petani dalam proses panen dan penanganan pasca panen rotan masih belum maksimal sehingga perlu dilakukan pelatihan secara mendalam. 2. Kemampuan SDM Peningkatan sistem kelembagaan di tingkat petani dan pedagang rotan perlu ditingkatkan. 3. Penguasaan teknologi dan inovasi pembuatan produk olahan mebel rotan, terkendala SDM dan biaya hidup yang sangat tinggi. 4. Pengembangan industri hilir ( Meubeler ) / kerajinan ( Anyaman Rotan ) di sentra bahan baku, dalam aspek pemasaran tidak terlalu maksimal di lirik pasar 5. Peningkatan harga di tingkat petani rotan rendah, sehingga mempengaruhi produksi 6. Peningkatan kerjasama dengan daerah lain, antara jawa dan luar jawa masih belum maksimal 7. Regulasi pelarangan eksport rotan, sangat berpengaruh terhadap produksi. 1. Peningkatan kemampuan petani dalam proses panen dan penanganan pasca panen rotan masih belum maksimal sehingga perlu dilakukan pelatihan secara mendalam. 2. Kemampuan SDM Peningkatan sistem kelembagaan di tingkat petani dan pedagang rotan perlu ditingkatkan. 3. Penguasaan teknologi dan inovasi pembuatan produk olahan mebel rotan, terkendala SDM dan biaya hidup yang sangat tinggi. 4. Pengembangan industri hilir ( Meubeler ) / kerajinan ( Anyaman Rotan ) di sentra bahan baku, dalam aspek pemasaran tidak terlalu maksimal di lirik pasar 5. Peningkatan harga di tingkat petani rotan rendah, sehingga mempengaruhi produksi 6. Peningkatan kerjasama dengan daerah lain, antara jawa dan luar jawa masih belum maksimal 7. Regulasi pelarangan eksport rotan, sangat berpengaruh terhadap produksi.

13  Petani tidak melakukan pemanenan  Petani tidak lagi memelihara kebun  Petani beralih ke mata pencaharian lain  Keadaan ekonomi semakin terpuruk  Banyak pengusaha dan pengumpul yang beralih ke usaha lain, sehingga rotan petani tidak ada yang membeli  Alih fungsi lahan (Sawit, Illegal mining, dll)  Menurunnya sumber daya rotan  Kehilangan mata pencaharian

14 1. TINGKATKAN PERAN RUMAH TANGGA DALAM MEMPRODUKSI ROTAN. 2. KEBIJAKAN TATA NIAGA YANG BERPIHAK PADA PETANI DAN PENGRAJIN ROTAN (PERPENDEK RANTAI TATA NIAGA). 3. KEMBANGKAN TATA NIAGA BERBASIS PADA KEUNGGULAN DAERAH. 4. TINGKATKAN DESAIN DAN KUALITAS OLAHAN DI TINGKAT RUMAH TANGGA. 5. LINDUNGI MOTIF DAN DESAIN LOKAL. 6. PERJUANGKAN ADANYA INSENTIP UNTUK LAHAN DENGAN TANAMAN ROTAN MELALUI SKEMA REDD+ 7. KEMBANGKAN ASPEK PASAR DENGAN ADANYA INDUSTRI DI SENTRA BAHAN BAKU ROTAN SEPERTI ANYAMAN DAN ROTAN SETENGAH JADI 8. PEWILAYAHAN ROTAN BESAR DAN ROTAN KECIL 9. MEMBENTUK KOPERASI GABUNGAN PENGEPUL KECIL DAN PENGEPUL BESAR ROTAN KATINGAN 10. MENINGKATKAN KEMAMPUAN PETANI/PEMETIK ROTAN MELAKUKAN UPAYA PROSES PRODUKSI ROTAN DARI BASAH MENJADI KERING ( WS ) 11. MENINGKATKAN KUALITAS DAN PERAN PETANI KATINGAN DALAM RANGKA MENJAMIN PRODUKSI DAN BAHAN BAKU ROTAN RAMAH LINGKUNGAN DAN SELERA PASAR 12. TINGKATKAN DAN PERJUANGKAN HARGA ROTAN DI TINGKAT PETANI DENGAN KUALITAS MUTU STANDART PASAR 1. TINGKATKAN PERAN RUMAH TANGGA DALAM MEMPRODUKSI ROTAN. 2. KEBIJAKAN TATA NIAGA YANG BERPIHAK PADA PETANI DAN PENGRAJIN ROTAN (PERPENDEK RANTAI TATA NIAGA). 3. KEMBANGKAN TATA NIAGA BERBASIS PADA KEUNGGULAN DAERAH. 4. TINGKATKAN DESAIN DAN KUALITAS OLAHAN DI TINGKAT RUMAH TANGGA. 5. LINDUNGI MOTIF DAN DESAIN LOKAL. 6. PERJUANGKAN ADANYA INSENTIP UNTUK LAHAN DENGAN TANAMAN ROTAN MELALUI SKEMA REDD+ 7. KEMBANGKAN ASPEK PASAR DENGAN ADANYA INDUSTRI DI SENTRA BAHAN BAKU ROTAN SEPERTI ANYAMAN DAN ROTAN SETENGAH JADI 8. PEWILAYAHAN ROTAN BESAR DAN ROTAN KECIL 9. MEMBENTUK KOPERASI GABUNGAN PENGEPUL KECIL DAN PENGEPUL BESAR ROTAN KATINGAN 10. MENINGKATKAN KEMAMPUAN PETANI/PEMETIK ROTAN MELAKUKAN UPAYA PROSES PRODUKSI ROTAN DARI BASAH MENJADI KERING ( WS ) 11. MENINGKATKAN KUALITAS DAN PERAN PETANI KATINGAN DALAM RANGKA MENJAMIN PRODUKSI DAN BAHAN BAKU ROTAN RAMAH LINGKUNGAN DAN SELERA PASAR 12. TINGKATKAN DAN PERJUANGKAN HARGA ROTAN DI TINGKAT PETANI DENGAN KUALITAS MUTU STANDART PASAR

15


Download ppt "Oleh : Sarwepin (085215317555) Perkumpulan Petani Rotan Katingan (P2RK) Dalam Seminar Nasional “Kebangkitan Rotan Indonesia” Jakarta, 21 November 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google