Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Materi Penarikan Sampling Bertahap (Multi-Stage Sampling)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Materi Penarikan Sampling Bertahap (Multi-Stage Sampling)"— Transcript presentasi:

1 Materi Penarikan Sampling Bertahap (Multi-Stage Sampling)

2 Penarikan sampel bertahap sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penarikan sampel satu tahap (single stage sampling), hanya saja ada perluasan dalam penarikan sampelnya. Penarikan sampel satu tahap  penarikan sampel langsung pada unit-unit yang terdaftar pada kerangka sampel. Penarikan sampel bertahap  didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang rasional yang meliputi :  Tidak tersedianya kerangka sampel yang memuat unit-unit sampel yang terkecil (ultimate sampling unit);  Untuk membangun kerangka sampel yang memuat unit-unit sampel yang terkecil memerlukan biaya, tenaga, dan waktu yang besar  Dengan menerapkan penarikan sampel bertahap, pengawasan lapangan lebih dapat ditingkatkan sehingga non sampling error dapat ditekan  Dari segi biaya, penarikan sampel bertahap jauh lebih efisien dibandingkan penarikan sampel acak sederhana. 1)Pengertian dan pertimbangan

3 2)Penarikan sampel dua tahap Misalkan jumlah unit yang dapat dijadikan dasar untuk penarikan sampel tahap pertama ( pstp atau first stages sampling unit – fsu) adalah N, dan jumlah unit yang dapat dijadikan dasar penarikan sampel tahap kedua ( pstd atau secondary sampling unit – ssu) pada setiap unit penarikan sampel tahap pertama yang ke-i adalah M i. Contoh : Sampel dua tahap dengan jumlah unit sama N = 81, n = 5, M = 9, m = 2 N = 81 unit n = 5 unit m = 2 sub unit M = 9 subunit m = 2 sub unit m = 2 sub unit m = 2 sub unit m = 2 sub unit

4 ss s s s s s s s s sssu terpilih Sampel terpilih n = 5, M = 9, m = 2

5 b). Total dan rerata populasi Misalkan jumlah unit yang dapat dijadikan dasar untuk penarikan sampel tahap pertama ( pstp atau first stages sampling unit – fsu) adalah N, dan jumlah unit yang dapat dijadikan dasar penarikan sampel tahap kedua ( pstd atau secondary sampling unit – ssu) pada setiap unit penarikan sampel tahap pertama yang ke-i adalah M i. Bila menyatakan nilai karakteristik Y pada unit pstd ke-j dalam unit pstp ke-i, maka nilai total dan rerata dapat dinyatakan sebagai berikut: - total nilai karakteristik Y pada pstp ke-i adalah: - rerata nilai karakteristik pstp ke-i adalah: - total nilai karakteristik dalam populasi adalah: - rerata nilai karakteristik per unit pstp dalam populasi: - rerata nilai karakteristik per unit pstd

6

7 c). Penarikan sampel dua tahap, kedua tahap acak sederhana Dari N unit pstp dipilih n unit, dan dari M i unit pstp pada setiap ke-i dipilih sebanyak m i unit. Penarikan sampel pada kedua tahap menerapkan metode penarikan sampel acak sederhana tanpa pemulihan. Banyaknya sampel pada pstd adalah m 1 +m 2 +…+m n. Misalkan y ij adalah nilai karakteristik Y pada unit pstd ke-j dan pstp ke-i yang terpilih (j=1,2,…,m i ) dan (i=1,2,3,…,n). Secara skematis penarikan sampel acak sederhana dua tahap dapat disajikan pada gambar berikut. 6 7 Keterangan: Unit pstp terpilih : Unit pstd terpilih Penarikan Sampel Acak Dua Tahap (N=12, n=4, m 1 =3, m 2 =2, m 3 =5, m 4 =3)

8 d) Penduga Parameter (1) Penarikan sampel dua tahap dengan metode PSAS DP, Rancangan penarikan sampel yang digunakan adalah rancangan penarikan sampel 2 tahap, dengan tahapan sebagai berikut : Tahap pertama, dari N unit sampling tahap pertama dipilih n unit dengan menerapkan metode PSAS DP. Tahap kedua, misalkan pada setiap unit pstp yang terpilih memuat M i unit pstd, selanjutnya dipilih m i unit dengan menerapkan metode PSAS DP. Dari uraian rancangan penarikan sampel yang direncanakan dapat ditentukan peluang, dan fraksi sampling pada setiap tahap penarikan sampel seperti tercantum pada tabel di bawah ini. Tabel 3.1 : Penarikan sampel dua tahap dengan metode PSAS DP Tahap Banyaknya unit di dalam Metode penarikan sampel Peluang pemilihan sampel Fraksi sampling PopulasiSampel Pertama N nPSAS-DP KeduaMiMi mimi PSAS-DP

9 Penghitungan Varians untuk 2 Tahap dengan SRS WOR 1.Equel Size 2.Unequel Size

10 LATIHAN Suatu penelitian dilakukan di kabupaten Indramayu untuk mengetahui rata-rata berat hasil panen udang. Menurut Data yang ada, di kabupaten tersebut terdapat 1470 tambak udang yang terbagi sama dalam 98 desa. Untuk memudahkan penelitian dipilih sebanyak 6 desa. Kemudian dari 6 desa itu dipilih kembali masing-masing sebanyak 5 tambak. Adapun data sbb: a.Hitunglah Rata-rata berat panen udang b.Hitunglah standar error hasil penghitungan diatas 3,884,533,803,984,44 4,543,673,832,624,20 4,904,784,344,283,81 4,624,504,143,864,44 3,954,654,574,594,08 3,754,303,824,514,33

11 Tugas Kelompok Pendugaan Parameter Rata-rata, total dan varians untuk penarikan Sampel 2 Tahap dengan, 1. Tahap 1 WR, Tahap 2 WOR 2. Tahap 1 WR, Tahap 2 WR Berilah contoh masing-masing minimal 1 soal beserta pembahasannya. (tiap kelompok tidak boleh sama) Kelompok max 3 Orang. Di ketik dan dikirimkan ke


Download ppt "Materi Penarikan Sampling Bertahap (Multi-Stage Sampling)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google