Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TABEL INPUT-OUTPUT (I-O) 1.Identifikasi Sektor-sektor Unggulan di Suatu Daerah  Melalui analisis keterkaitan antar sektor: backward linkages(dampak kebelakang)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TABEL INPUT-OUTPUT (I-O) 1.Identifikasi Sektor-sektor Unggulan di Suatu Daerah  Melalui analisis keterkaitan antar sektor: backward linkages(dampak kebelakang)"— Transcript presentasi:

1

2 TABEL INPUT-OUTPUT (I-O) 1.Identifikasi Sektor-sektor Unggulan di Suatu Daerah  Melalui analisis keterkaitan antar sektor: backward linkages(dampak kebelakang) dan forward linkages 2. Analisis Mengenai Proyeksi Pertumbuhan(rasio antara output dan nilai tambah) Ekonomi Daerah  Melalui angka pengganda output atau output multiplier 3. Analisis Mengenai Peningkatan Pendapatan Daerah  Melalui pendekatan angka pengganda pendapatan atau income multiplier 4. Analisis Mengenai Kebutuhan Tenaga Kerja  Melalui angka pengganda kesempatan kerja atau employment multiplier

3 MODEL I-O UNTUK TIGA SEKTOR Ada tiga matriks dasar yang dapat dilihat dalam tabel di samping yaitu: 1.Matriks Z atau matriks transaksi input antara, 2.Matriks F atau matriks permintaan akhir yang terdiri dari konsumsi rumahtangga, pemerintah, PMTB, Stok dan Ekspor 3.Matriks V atau matrik input primer yang terdiri dari upah/gaji, surplus usaha, penyusutan dan pajak tak langsung minus subsidi. Secara Baris :

4 KOEFISIEN INPUT-OUTPUT Nama lain: koefisien input langsung (direct input coefficient) Misal: koefisien input a 21 = 0,3. Artinya untuk memproduksi setiap 1 satuan output sektor 1, dibutuhkan input antara dari sektor 2 sebesar 0,3 satuan. a 21

5 MATRIKS TEKNOLOGI A = Jika ada 3 sektor, maka akan ada 3x3 koefisien input-output a ij. Keseluruhan koefisien tersebut dapat disajikan dalam sebuah matriks A sebagai berikut Matriks ini disebut pula matriks teknologi(susunan input antara juga menggambarkan teknologi, misal pisang goreng digoreng dg menggunakan kayu api bukan gas)

6 sehingga Z ij = a ij.X j..... (1) Persamaan (1) disubsitusi ke persamaan : diperoleh:

7 (I-A) X = F X = (I-A) -1 F Leontief Inverse

8 F d adalah Konsumsi Akhir yang terdiri dari Konsumsi Rumah Tangga (301) Konsumsi Pemerintah (302) Pembentukan Modal Tetap (303) Perubahan stok (304) Ekspor Barang dan Jasa ( ) Bila F tumbuh, maka X akan tumbuh juga MATRIKS KEBALIKAN (INVERSE MATRIX)

9 Tabel Input- Output TK Sektoral Model I-O X = (I-A) -1 F Keterkaitan:1. Ke depan/output2. Ke belakang/input Sektor Unggulan Angka pengganda:1. Output2. Pendapatan3. Ketenagakerjaan 1. Sektor pemicu pertumbuhan ekonomi 2. Sektor pemacu pendapatan 3. Sektor penyerap tenagakerja SKEMA MODEL IO UNTUK PERENCANAAN EKONOMI SKEMA MODEL IO UNTUK PERENCANAAN EKONOMI

10 ANGKA PENGGANDA Pengganda merupakan ukuran respons terhadap rangsangan perubahan suatu perekonomian, yang dinyatakan dalam hubungan sebab-akibat. X(ekonomi) akibat = ANGKA PENGGANDA(sebab)*Final Demand Pengganda pada model I-O diasumsikan sebagai respons meningkatnya permintaan akhir suatu sektor >> Yang bisa menyababkan output naik adalah final demand >> demand driven model

11 JENIS PENGGANDA Pengganda output (output multiplier) Pengganda pendapatan rumah tangga (income multiplier) Ratio nilai tambah(201,…)= Vicap= 201/210 Ratio NTB Tot = 209/210 Pengganda tenaga kerja (employment multiplier)

12 ALUR PIKIR DAMPAK PERMINTAAN AKHIR Tambahan Permintaan Akhir Rp1 Tambahan Produksi Tambahan Input Tambahan Input Primer Tambahan Input Antara Kenaikan Produksi Input Kenaikan Upah/Gaji Angka Pengganda Output Kenaikan Pendapatan rumah tangga Angka Pengganda Pendapatan Rumah tangga Tambahan produksi untuk memenuhi permintahan akhir

13 TIPE PENGGANDA West dan Jensen (1980) dan West dkk (1989) membedakan kategori pengganda menjadi: 1.Dampak awal (initial impact), 2.Dampak imbasan kegiatan produksi (production induced impact), yang terdiri atas: pengaruh langsung (direct effect) yang juga kadang-kadang disebut dengan pengaruh putaran pertama (first-round effect), dan pengaruh tidak langsung (indirect effect) yang merupakan pengaruh putaran kedua dan seterusnya, yang juga dikenal dengan pengaruh dukungan industri (industrial support effect) dan 3.Dampak imbasan konsumsi (consumption induced effect). 2 analisis mengenai IO yakni open model dan close model. Misal 301 dimasukkan ke dlm kuadran I dan 201 dimasukkan ke dlm kuadran I jg maka itu yg dimaksud close model 4.Dampak luberan (flow-on impact)

14 DAMPAK AWAL (INITIAL IMPACT) Dampak awal mengacu pada nilai permintaan akhir yang diasumsikan meningkat. Fd selalu positif(+) Merupakan perangsang atau penyebab terjadinya suatu dampak. Untuk dampak awal output nilainya sama dengan satu karena dampak awal dihitung berdasarkan satuan output.

15 DAMPAK LANGSUNG (DIRECT IMPACT) Dampak langsung atau sering disebut dampak putaran pertama (first round effect), mengacu kepada pembelian putaran pertama oleh sektor yang mengalami peningkatan permintaan. Permintaan antara naik, input naik

16 DAMPAK TIDAK LANGSUNG (INDIRECT IMPACT) Dampak tidak langsung atau sering disebut dampak dukungan industri (industrial support effect), mengacu kepada pengaruh putaran kedua dan seterusnya sebagai gelombang beruntun peningkatan output dalam suatu perekonomian. Peningkatan output tidak termasuk peningkatan yang disebabkan meningkatnya konsumsi rumah tangga. Dampak tidak langsung dihitung dari matriks kebalikan terbuka, sebagai ukuran respons industri terhadap pengaruh pembelian putaran pertama.

17 DAMPAK IMBASAN KONSUMSI Dampak imbasan konsumsi (consumption-induced-impact), didefinisikan sebagai imbasan karena meningkatnya pendapatan rumah tangga sebagai akibat meningkatnya permintaan akhir output suatu sektor.

18 DAMPAK TOTAL Dampak total merupakan penjumlahan semua dampak, termasuk dampak awal, dampak langsung (pembelian putaran pertama), dampak tidak langsung (dampak dukungan industri) dan dampak imbasan konsumsi.

19 DAMPAK LUBEREN Dampak luberen didefinisikan sebagai dampak bersih yang terjadi diseluruh sektor karena adanya dampak awal. Dampak luberen lebih mencerminkan ukuran dampak suatu dampak karena dampak ini mengukur dampak bersih yang dihitung sebagai selisih dampak total dikurangi dampak awal.

20 RUMUSAN PERHITUNGAN PENGGANDA MENURUT JENIS PENGGANDA DAN TIPE DAMPAK RUMUSAN PERHITUNGAN PENGGANDA MENURUT JENIS PENGGANDA DAN TIPE DAMPAK Tipe DampakOutputPendapatanTenaga Kerja Dampak Awal/open model 1pjpj tj tj Pengaruh Langsung/open model  a ij  a ij p i  a ij t i Pengaruh Tdk Langsung/open model  b ij  a ij  b ij p i - p i -  a ij p i  b ij t i - t i -  a ij t i Dampak Imbasan Kons  (b* ij - b ij )  (b* ij p i - b ij p i )  (b* ij t i - b ij t i ) Dampak Total  b* ij  b* ij p i  b* ij t i Dampak Luberan  b* ij - 1  b* ij p i - p i  b* ij t i - t i Dimana p i koefisien pendapatan rumah tangga; t i adalah koefisien tenaga kerja; a ij adalah koefisien input langsung; b ij adalah koefisien matriks kebalikan terbuka; dan b* ij adalah koefisien matriks kebalikan tertutup.

21 CONTOH: TABEL IO DOMESTIK PRODUSEN

22 KOEFISIEN TEKNOLOGI - MATRIKS KEBALIKAN TERBUKA PENGGANDA OUTPUT KOEFISIEN TEKNOLOGI - MATRIKS KEBALIKAN TERBUKA PENGGANDA OUTPUT Tabel 1. Koefisien Teknologi (A) Tabel 2. Koefisien Matrik Kebalikan Terbuka (I-A) -1 Dampak awal (Initial Effect). Contoh Initial effect sektor 1 = 1. Dampak putaran pertama (first round effect) atau dampak langsung (direct effect). Contoh direct effect sektor 1 = 0,2155. Artinya pengaruh langsung dari meningkatnya permintaan akhir output sektor 1 sebesar Rp 1 adalah meningkatnya output seluruh perekonomian Rp0,2155 Dampak dukungan industri (industrial support effect) atau dampak tidak langsung (indirect effect). Contoh indirect effect sektor 1 = (1,3404 – 1 – 0,2155) = 0,1249. Artinya pengaruh tidak langsung dari meningkatnya permintaan akhir output sektor 1 sebesar Rp 1 adalah meningkatnya output seluruh perekonomian sebesar 0,1249.

23 KOEFISIEN TEKNOLOGI - MATRIK KEBALIKAN TERTUTUP PENGGANDA OUTPUT KOEFISIEN TEKNOLOGI - MATRIK KEBALIKAN TERTUTUP PENGGANDA OUTPUT Tabel 3. Koefisien Teknologi (A) Tabel 4. Koefisien Matrik Kebalikan Tertutup (I-A) -1 Dampak imbasan konsumsi (consumption- induced-impact). Contoh Dampak imbasan konsumsi sektor 1 = (1,7731 – 1,3404) = 0,4327. Artinya meningkatnya pendapatan rumah tangga akibat permintaan akhir output sektor 1 sebesar Rp 1 adalah 0,4327. Dampak Total, merupakan penjumlahan semua dampak yaitu dampak awal, dampak langsung, dampak tidak langsung dan imbasan konsumsi. Contoh total dampak sektor 1 = 1,7731 artinya peniingkatan permintaan akhir output sektor 1 sebesar Rp 1, secara total akan meningkatkan perekonomian sebesar Rp. 1,7731 dimana Rp 1 sebagai dampak awal, Rp 0,2155 dampak langsung, Rp 0,1249 dampak tidak langsung dan Rp 0,4327 dampak imbasan konsumsi. Dampak luberen (dampak bersih). Conotoh dampak luberen sektor 1 sebesar 1,7731 – 1 = 0,7731.

24 Tabel 3. Pengganda Output Total

25


Download ppt "TABEL INPUT-OUTPUT (I-O) 1.Identifikasi Sektor-sektor Unggulan di Suatu Daerah  Melalui analisis keterkaitan antar sektor: backward linkages(dampak kebelakang)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google