Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 1 Rerangka Konseptual Standar Akuntansi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 1 Rerangka Konseptual Standar Akuntansi."— Transcript presentasi:

1 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 1 Rerangka Konseptual Standar Akuntansi

2 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 2 1.Kegunaan Rerangka Konseptual 2.Rerangka konseptual menurut PSAK dan IFRS 3.Rerangka konseptual menurut Tujuan Pembelajaran

3 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 3 3 Conceptual framework Suatu sistem terpadu yang berisi : Suatu sistem terpadu yang berisi : tujuan tujuan dasar dasar Sifat fungsi dan keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan Sifat fungsi dan keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan Berisi konsep-konsep yang menjadi dasar pembuatan dan penyajian laporan keuangan untuk pihak luar Berisi konsep-konsep yang menjadi dasar pembuatan dan penyajian laporan keuangan untuk pihak luar

4 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 4 Conceptual framework adalah suatu set konsep yang menjadi dasar dari seperangkat peraturan dan standar akuntansi yang saling berhubungan. Conceptual framework adalah suatu set konsep yang menjadi dasar dari seperangkat peraturan dan standar akuntansi yang saling berhubungan. Conceptual framework menjadi referensi bagi praktisi akuntansi dalam memecahkan masalah-masalah dalam pelaporan. Conceptual framework menjadi referensi bagi praktisi akuntansi dalam memecahkan masalah-masalah dalam pelaporan. Tujuan Rerangka Konseptual Ref: Kieso Weygant ed 13

5 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 5 KERANGKA DASAR PENYUSUNAN & PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PSAK - IFRS

6 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 6 Tujuan KDPPLK Konsep dasar yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi para pemakai ekternal Konsep dasar yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi para pemakai ekternal Tujuan menjadi acuan bagi: Tujuan menjadi acuan bagi: Penyusun standar akuntansi keuangan dalam tugasnya Penyusun standar akuntansi keuangan dalam tugasnya Penyusun laporan keuangan untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar Penyusun laporan keuangan untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar Auditor dalam memberikan pendapat Auditor dalam memberikan pendapat Pemakai laporan keuangan dalam menafsirkan informasi dalam laporan keuangan Pemakai laporan keuangan dalam menafsirkan informasi dalam laporan keuangan Ref: PSAK

7 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 7 ISIISI Tujuan laporan keuangan Tujuan laporan keuangan Asumsi Dasar Asumsi Dasar Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan Unsur Laporan Keuangan Unsur Laporan Keuangan Pangakuan Unsur Laporan Keuangan Pangakuan Unsur Laporan Keuangan Pengukuran Unsur Laporan Keuangan Pengukuran Unsur Laporan Keuangan Konsep modal serta pemeliharaan modal Konsep modal serta pemeliharaan modal Ref: PSAK

8 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 8 KDPLKKDPLK Ref: ICAEW

9 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 9 Laporan keuangan Laporan keuangan untuk tujuan umum (general purposes) Laporan keuangan untuk tujuan umum (general purposes) Disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali Disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali Disusun berdasarkan kebutuhan pemakai Disusun berdasarkan kebutuhan pemakai Untuk tujuan khusus  perpajakan, prospektus diluar kerangka dasar ini Untuk tujuan khusus  perpajakan, prospektus diluar kerangka dasar ini Ref: PSAK

10 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 10 Laporan keuangan Bagian dari proses pelaporan keuangan Bagian dari proses pelaporan keuangan laporan neraca laporan neraca laba rugi laba rugi laporan perubahan posisi keuangan (laporan arus kas atau arus dana) laporan perubahan posisi keuangan (laporan arus kas atau arus dana) catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Kerangka ini berlaku untuk semua jenis perusahaan komersial Kerangka ini berlaku untuk semua jenis perusahaan komersial Ref: PSAK

11 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 11 Pemakai dan kebutuhan informasi Pemakai : Pemakai : Investor  menilai perusahaan dan kemampuan perusahaan membayar deviden Investor  menilai perusahaan dan kemampuan perusahaan membayar deviden Karyawan  kemampuan memberikan balas jasa, manfaa pensiun dan kesempatan kerja Karyawan  kemampuan memberikan balas jasa, manfaa pensiun dan kesempatan kerja Pemberi jaminan  kemampuan membayar utang Pemberi jaminan  kemampuan membayar utang Pemasok dan kreditor lain  apakah utang dapat dibayar saat jatuh tempo Pemasok dan kreditor lain  apakah utang dapat dibayar saat jatuh tempo Pelanggan  kelangsungan hidup perusahaan Pelanggan  kelangsungan hidup perusahaan Pemerintah  alokasi sumber daya Pemerintah  alokasi sumber daya Masyarakat  trend dan perkembangan kemakmuran perusahaan Masyarakat  trend dan perkembangan kemakmuran perusahaan Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bersifat umum Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bersifat umum Manajemen memikul tanggung jawab utama dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan Manajemen memikul tanggung jawab utama dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan Ref: PSAK

12 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 12 Tujuan Laporan Keuangan Memberikan infomasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi Memberikan infomasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Menyediakan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu dan tidak diwajibkan menyediakan informasi non keuangan. Menyediakan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu dan tidak diwajibkan menyediakan informasi non keuangan. Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen ( stewardship ), dan pertanggung jawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen ( stewardship ), dan pertanggung jawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Ref: PSAK

13 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 13 Posisi keuangan Posisi keuangan dipengaruhi oleh : Posisi keuangan dipengaruhi oleh : Sumber daya yang dikendalikan Sumber daya yang dikendalikan Struktur keuangan Struktur keuangan Likuiditas dan solvabilitas Likuiditas dan solvabilitas Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Informasi keuangan berguna untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas di masa yang akan datang dan bagaimana penghasilan bersih dan arus kas akan didistribusikan kepada mereka yang memiliki hak. Informasi keuangan berguna untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas di masa yang akan datang dan bagaimana penghasilan bersih dan arus kas akan didistribusikan kepada mereka yang memiliki hak. Likuiditas dan solvabilitas berguna untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam memenuhi komitmen keuangannya pada saat jatuh tempo. Likuiditas dan solvabilitas berguna untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam memenuhi komitmen keuangannya pada saat jatuh tempo. Ref: PSAK

14 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 14 Kinerja Perusahaan Profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan di masa depan. Profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan di masa depan. Bermanfaat untuk memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada. Bermanfaat untuk memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada. Perumusan pertimbangan tentang etektivitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya Perumusan pertimbangan tentang etektivitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya Ref: PSAK

15 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 15 Perubahan posisi keuangan Bermanfaat untuk menilai aktivitas investasi, pendanaan darn operasi selama periode pelaporan. Bermanfaat untuk menilai aktivitas investasi, pendanaan darn operasi selama periode pelaporan. Untuk menilai kemampuan perusahaan menghasilkan kas serta kebutuhan perusahaan untuk memanfaatkan arus kas tersebut. Untuk menilai kemampuan perusahaan menghasilkan kas serta kebutuhan perusahaan untuk memanfaatkan arus kas tersebut. Posisi keuangan dapat didefinisikan sebagai sumber daya keuangan, modal kerja, aktiva likuid atau kas. Posisi keuangan dapat didefinisikan sebagai sumber daya keuangan, modal kerja, aktiva likuid atau kas. Ref: PSAK

16 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 16 Catatan dan skedul tambahan Informasi tambahan yang relevan dengan kebutuhan pemakai. Informasi tambahan yang relevan dengan kebutuhan pemakai. Pengungkapan tentang resiko dan ketidakpastian yang mempengaruhi perusahaan dan setiap sumber daya dan kewajiban. Pengungkapan tentang resiko dan ketidakpastian yang mempengaruhi perusahaan dan setiap sumber daya dan kewajiban. Informasi segmen dan geografi serta pengaruhnya terhadap perusahaan. Informasi segmen dan geografi serta pengaruhnya terhadap perusahaan. Ref: PSAK

17 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 17 AsumsiAsumsi Akrual. Pengaruh transaksi diakui pada saat kejadian bukan pada saat kas atau setara kas diterima Akrual. Pengaruh transaksi diakui pada saat kejadian bukan pada saat kas atau setara kas diterima Kelangsungan usaha. Perusahaan diasumsikan tidak bermaksud atau berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material skala usaha. Kelangsungan usaha. Perusahaan diasumsikan tidak bermaksud atau berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material skala usaha. Ref: PSAK

18 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 18 Karakteristik kualitatif Dapat dipahami Dapat dipahami Relevan Relevan Materialitas Materialitas Keandalan Keandalan Penyajian yang jujur Penyajian yang jujur Substansi mengungguli bentuk Substansi mengungguli bentuk Netralitas Netralitas Pertimbangan yang sehat Pertimbangan yang sehat Ref: PSAK

19 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 19 Karakteristik kualitatif Kelengkapan Kelengkapan Dapat dibandingkan Dapat dibandingkan Kendala informasi yang relevan dan andal Kendala informasi yang relevan dan andal Tepat waktu Tepat waktu Keseimbangan antara biaya dan manfaat Keseimbangan antara biaya dan manfaat Keseimbangan diantara krakateriksik kualitatif Keseimbangan diantara krakateriksik kualitatif Penyajian wajar Penyajian wajar Ref: PSAK

20 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 20 Unsur laporan keuangan - Aktiva Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan Memiliki manfaat di masa yang akan datang Memiliki manfaat di masa yang akan datang Memiliki hak untuk memanfaatkan Memiliki hak untuk memanfaatkan Terjadi dari transaksi masa lalu Terjadi dari transaksi masa lalu Ref: PSAK

21 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 21 AktivaAktiva Aktiva Lancar Aktiva Lancar Kas Kas Surat berharga Surat berharga Piutang Piutang Persediaan Persediaan Investasi Investasi Aktiva Tetap Aktiva Tetap Aktiva tidak Berwujud Aktiva tidak Berwujud Aktiva Lain-lain Aktiva Lain-lain Ref: PSAK

22 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 22 Klasifikasi Aktiva Aset Lancar: Aset Lancar: Direalisasikan atau dikonsumsi dalam siklus normal perusahaan Direalisasikan atau dikonsumsi dalam siklus normal perusahaan Untuk diperdagangkan Untuk diperdagangkan Direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan Direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan Kas dan setara kas tidak dibatasi penggunaannya Kas dan setara kas tidak dibatasi penggunaannya Komponen Komponen Persediaan Persediaan Piutang Piutang Beban dibayar dimuka Beban dibayar dimuka Investasi jangka pendek Investasi jangka pendek Kas atau setara kas Kas atau setara kas Ref: PSAK

23 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 23 Unsur laporan keuangan - Kewajiban Kewajiban merupakan hutang perusahaan masa kini dari peristiwa lalu, penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar dari suatu sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi Kewajiban merupakan hutang perusahaan masa kini dari peristiwa lalu, penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar dari suatu sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi Entitas menyelesaikan kewajiban tersebut dengan mengorbankan manfaat ekonomi Entitas menyelesaikan kewajiban tersebut dengan mengorbankan manfaat ekonomi Kewajiban tersebut tidak dapat dihindari Kewajiban tersebut tidak dapat dihindari Terjadi dari transaksi masa lalu Terjadi dari transaksi masa lalu Ref: PSAK

24 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 24 Unsur laporan keuangan Ekuitas Ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban Ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban Dalam keadaan khusus sulit membedakan antara utang dan ekuitas contoh  saham preferen, obligasi konversi Dalam keadaan khusus sulit membedakan antara utang dan ekuitas contoh  saham preferen, obligasi konversi Pemegang saham saham minoritas dalam laporan keuangan konsolidasi ? Pemegang saham saham minoritas dalam laporan keuangan konsolidasi ? Ref: PSAK

25 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 25 PengakuanPengakuan Sesuatu dakui jika : Sesuatu dakui jika : kemungkinan bahwa manfaat yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam perusahaan kemungkinan bahwa manfaat yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam perusahaan Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal Diukur dengan andal  tidak harus pasti tetapi dapat menggunakan estimasi yang andal. Diukur dengan andal  tidak harus pasti tetapi dapat menggunakan estimasi yang andal. Pendapatan diakui jika terdapat kenaikan aset atau penurunan liabilitas dari aktivitas entitas. Pendapatan diakui jika terdapat kenaikan aset atau penurunan liabilitas dari aktivitas entitas. Beban diakui jika terdapat penurunan aset atau kenaikan liabilitas dari aktivitas entitas. Beban diakui jika terdapat penurunan aset atau kenaikan liabilitas dari aktivitas entitas. Konsep matching cost again revenue diperlukan untuk mereview transaksi. Konsep matching cost again revenue diperlukan untuk mereview transaksi. Ref: PSAK

26 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 26 Pengukuran dalam laporan keuangan Historical cost, aset dan liabilitas dicatat sebesar dengan nilai perolehan Historical cost, aset dan liabilitas dicatat sebesar dengan nilai perolehan Current cost, Aset dicatat sebesar jumlah yang akan diterima dan liabilitas dicatat sebesar nilai yang akan dibayar pada tanggal pelaporan keuangan. Current cost, Aset dicatat sebesar jumlah yang akan diterima dan liabilitas dicatat sebesar nilai yang akan dibayar pada tanggal pelaporan keuangan. Realisable atau settlement value, Aset dicatat sebesar nilai pada saat aset tersebut dijual dan Liabiltias dicatat sebesar nilai pada saat akan dibayarkan. Realisable atau settlement value, Aset dicatat sebesar nilai pada saat aset tersebut dijual dan Liabiltias dicatat sebesar nilai pada saat akan dibayarkan. Present Value, pengukuran dengan memperhitungkan discounting future cash flow sesuai konsep time value of money Present Value, pengukuran dengan memperhitungkan discounting future cash flow sesuai konsep time value of money Ref: PSAK

27 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 27 Konsep pemeliharaan modal Pemeliharaan modal keuangan : laba diperoleh kalau jumlah financial dari aktiva bersih pada suatu akhir periode melebihi jumlah financial dari aktiva bersih pada awal periode Pemeliharaan modal keuangan : laba diperoleh kalau jumlah financial dari aktiva bersih pada suatu akhir periode melebihi jumlah financial dari aktiva bersih pada awal periode Pemeliharaan modal fisik : laba diperoleh kalau kapasitas poduktif fisik atau kemampuan usaha pada akhir periode melebihi kapasitas produktif fisik pada awal periode Pemeliharaan modal fisik : laba diperoleh kalau kapasitas poduktif fisik atau kemampuan usaha pada akhir periode melebihi kapasitas produktif fisik pada awal periode Ref: PSAK

28 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 28 KERANGKA DASAR PENYUSUNAN & PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PSAK - IFRS

29 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan Conceptual framework – US GAAP Statement 1 Statement 1 Statement 2 Statement 2 Statement 6 Statement 6 Statement 4 Statement 4 Statement 5 Statement 5 Statement 7 Statement 7 Objectives of Financial Reporting (Business) Objectives of Financial Reporting (Business) Qualitative Characteristics Qualitative Characteristics Elements of Financial Statements (replaces 3) Elements of Financial Statements (replaces 3) Objectives of Financial Reporting (Non-business) Objectives of Financial Reporting (Non-business) Recognition and Measurement Criteria Recognition and Measurement Criteria Using Cash Flows Using Cash Flows Ref: Kieso Weygant ed 13

30 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan Conceptual framework – US GAAP Ref: Kieso Weygant ed 13

31 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 31 ASSUMPTIONS 1.Economic entity 2.Going concern 3.Monetary unit 4.Periodicity PRINCIPLES 1.Measurement 2.Revenue recognition 3.Expense recognition 4.Full disclosure CONSTRAINTS 1.Cost-benefit 2.Materiality 3.Industry practice 4.Conservatism OBJECTIVES 1. Useful in investment and credit decisions 2. Useful in assessing future cash flows 3. About enterprise resources, claims to resources, and changes in them ELEMENTS Assets, Liabilities, and Equity Investments by owners Distribution to owners Comprehensive income Revenues and Expenses Gains and Losses Illustration 2-7 Conceptual Framework for Financial Reporting First level Second level Third level QUALITATIVE CHARACTERISTICS RelevanceReliabilityComparabilityConsistency Ref: Kieso Weygant ed 13

32 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan Tujuan Laporan Keuangan Memberikan informasi yang Memberikan informasi yang Berguna untuk keputusan investasi dan kredit Berguna untuk keputusan investasi dan kredit Dapat membantu investor dan kreditor untuk menilai prospek arus kas di masa mendatang Dapat membantu investor dan kreditor untuk menilai prospek arus kas di masa mendatang Menggambarkan sumber daya ekonomis, klaim atas sumber daya tersebut dan perubahannya Menggambarkan sumber daya ekonomis, klaim atas sumber daya tersebut dan perubahannya Ref: Kieso Weygant ed 13

33 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 33 Qualitative Characteristics Illustration 2-2 Hierarchy of Accounting Qualities Ref: Kieso Weygant ed 13

34 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan Karakteristik kualitatif Karakteristik primer Karakteristik primer Relevan : informasi yang diberikan dapat memberikan perbedaan hasil keputusan Relevan : informasi yang diberikan dapat memberikan perbedaan hasil keputusan Predictive value Predictive value Feedback value Feedback value timelines timelines Andal : dapat diandalkan oleh pemakai Andal : dapat diandalkan oleh pemakai Verifiable Verifiable Representative faithfulness Representative faithfulness neutrallity neutrallity Ref: Kieso Weygant ed 13

35 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan Karakteristik kualitatif Karakteristik sekunder Karakteristik sekunder Dapat dibandingkan : disajikan dengan cara yang sama untuk perusahaan yang berbeda Dapat dibandingkan : disajikan dengan cara yang sama untuk perusahaan yang berbeda Konsisten : penerapan cara penyajian yang sama dari satu periode ke periode berikutnya Konsisten : penerapan cara penyajian yang sama dari satu periode ke periode berikutnya Ref: Kieso Weygant ed 13

36 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan Unsur laporan keuangan Aktiva Aktiva Kewajiban Kewajiban Ekuitas Ekuitas Investasi pemilik Investasi pemilik Pembagian kepada pemilik Pembagian kepada pemilik Laba komprehensive Laba komprehensive Pendapatan Pendapatan Beban Beban Gain Gain Loss Loss Ref: Kieso Weygant ed 13

37 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Asumsi dasar Asumsi dasar Entitas ekonomi / entity Entitas ekonomi / entity Kelangsungan usaha / going concern Kelangsungan usaha / going concern Satuan mata uang yang stabil / monetary unit Satuan mata uang yang stabil / monetary unit Periodisasi / periodicity Periodisasi / periodicity Prinsip dasar Prinsip dasar Biaya historis / historical cost Biaya historis / historical cost Pengakuan pendapatan / revenue recognition : diterima dan direalisasi Pengakuan pendapatan / revenue recognition : diterima dan direalisasi Sebelum produksi selesai Sebelum produksi selesai Saat produksi selesai Saat produksi selesai Saat penjualan Saat penjualan Ketika uang kas diterima Ketika uang kas diterima Pengaitan beban dan pendapatan / matching cost again revenue Pengaitan beban dan pendapatan / matching cost again revenue Pengungkapan / full disclosure Pengungkapan / full disclosure Kendala Kendala Keseimbangan atas biaya dan manfaat Keseimbangan atas biaya dan manfaat Materialitas Materialitas Konservatif Konservatif Praktek industri Praktek industri Ref: Kieso Weygant ed 13

38 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 38  The existing conceptual frameworks underlying U.S. GAAP and iGAAP are very similar.  The converged framework should be a single document, unlike the two conceptual frameworks that presently exist.  The IASB framework makes two assumptions. One assumption is that financial statements are prepared on an accrual basis; the other is that the reporting entity is a going concern.  There is some agreement that the role of financial reporting is to assist users in decision making. However, others note that another objective is to provide information on management’s performance, often referred to as stewardship. Ref: Kieso Weygant ed 13

39 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 39 Diskusi -1 Andi sebagai akuntan di PT. Intan menerima informasi bahwa perusahaan sedang menghadapi tuntutan hukum akibat kasus pencemaran. Saat Andi membuat laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31/12/2003, proses pengadilan belum selesai. Berdasarkan hasil diskusi dengan tim hukum perusahaan, kemungkinan besar perusahaan akan kalah dalam pengadilan dan harus membayar denda sebesar 10 milyar sesuai permintaan dari penuntutnya. Andi sebagai akuntan di PT. Intan menerima informasi bahwa perusahaan sedang menghadapi tuntutan hukum akibat kasus pencemaran. Saat Andi membuat laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31/12/2003, proses pengadilan belum selesai. Berdasarkan hasil diskusi dengan tim hukum perusahaan, kemungkinan besar perusahaan akan kalah dalam pengadilan dan harus membayar denda sebesar 10 milyar sesuai permintaan dari penuntutnya. Bagaimana pengaruh informasi ini dalam laporan keuangan? Bagaimana pengaruh informasi ini dalam laporan keuangan?

40 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 40 Diskusi -2 PT. Kelana menjual produk TV dengan garansi 1 tahun setelah produk tersebut dijual. Garansi yang diberikan berupa perbaikan dan penggantian beberapa komponen tertentu. PT. Kelana menjual produk TV dengan garansi 1 tahun setelah produk tersebut dijual. Garansi yang diberikan berupa perbaikan dan penggantian beberapa komponen tertentu. Bagaimana hal ini disajikan dalam laporan keuangan, prinsip apa yang mendasarinya Bagaimana hal ini disajikan dalam laporan keuangan, prinsip apa yang mendasarinya

41 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 41 Diskusi - 3 Dalam kebijakan perusahaan disebutkan bahwa piutang yang memiliki umur lebih dari 2 tahun harus disisihkan sebesar 100%. Dalam kebijakan perusahaan disebutkan bahwa piutang yang memiliki umur lebih dari 2 tahun harus disisihkan sebesar 100%. Auditor menemukan ada piutang perusahaan yang berusia lebih 2 tahun dengan jumlah yang material kepada pemerintah. Auditor menemukan ada piutang perusahaan yang berusia lebih 2 tahun dengan jumlah yang material kepada pemerintah. Perusahaan ini adalah BUMN yang memiliki banyak piutang kepada pemerintah, namun berdasarkan pengalaman piutang kepada pemerintah selalu dibayar, namun harus melalui proses yang cukup panjang biasnya memakan waktu 3 tahun. Jika tidak dapat diselesaikan secara tunai akan diselesaikan dengan penyertaan modal. Perusahaan ini adalah BUMN yang memiliki banyak piutang kepada pemerintah, namun berdasarkan pengalaman piutang kepada pemerintah selalu dibayar, namun harus melalui proses yang cukup panjang biasnya memakan waktu 3 tahun. Jika tidak dapat diselesaikan secara tunai akan diselesaikan dengan penyertaan modal. Perlu tidak penyisihan piutang? Perlu tidak penyisihan piutang? Berapakah piutang atau pendapatan tersebut dicatat?? Berapakah piutang atau pendapatan tersebut dicatat??

42 Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 42 Main References Intermediate Accounting Intermediate Accounting Kieso, Weygandt, Walfield, 13th edition, John Wiley Standar Akuntansi Keuangan Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI, Penerbit Salemba 4 Standar Akuntansi Keuangan Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI, Penerbit Salemba 4 IASB Due Process Handbook April 2006, IASB Due Process Handbook April 2006, International Financial Reporting Standards – Certificate Learning Material International Financial Reporting Standards – Certificate Learning Material The Institute of Chartered Accountants, England and Wales Progres Konvergensi IFRS Progres Konvergensi IFRS Rosita Uli Sinaga, Seminar IFRS FEUI Financial Statement Reporting and Analysis third edition by Wild, Subramanyam, Hasley, Financial Statement Reporting and Analysis third edition by Wild, Subramanyam, Hasley,


Download ppt "Rerangka Konseptual Akuntansi Keuangan 1 Rerangka Konseptual Standar Akuntansi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google