Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

D AMPAK K EPENDUDUKAN PADA K ETAHANAN P ANGAN DI 5 P ROPINSI Kerjasama Direktorat Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Dan Departemen Agronomi dan Holtikultura.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "D AMPAK K EPENDUDUKAN PADA K ETAHANAN P ANGAN DI 5 P ROPINSI Kerjasama Direktorat Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Dan Departemen Agronomi dan Holtikultura."— Transcript presentasi:

1 D AMPAK K EPENDUDUKAN PADA K ETAHANAN P ANGAN DI 5 P ROPINSI Kerjasama Direktorat Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Dan Departemen Agronomi dan Holtikultura Fakultas Pertanian IPB Roedhy Poerwanto, dkk 1

2 P ENDAHULUAN 2

3 H ASIL STUDI TAHUN 2011: 18 S KENARIO SAMPAI 2030 KONSUMSI PERKAPITA (Kg/Kapita/Tahun) LAJU PERTUMBUHA N PENDUDUK (%) LAJU PERTUMBUHAN PRODUKTIVITAS PADI (%) NERACA PRODUKSI PADI NERACA LAHAN 125,3 1,49 1,04 negatif 1,30 negatif 1,56 negatif 1,7 1,04 negatif 1,30 negatif 1,56 negatif 1,3 1,04 negatif 1,30 negatif 1,56 negatif 90 1,49 1,04 positif 1,30 positif 1,56 positif 1,7 1,04 positif 1,30 positif 1,56 positif 1,3 1,04 positif 1,30 positif 1,56 positif

4 Konsumsi 125.3 kg/kapita, LPP 1.49, Laju Kenaikan Produktivitas 1.3%

5 Konsumsi 125.3 kg/kapita, LPP 1.70, Laju Kenaikan Produktivitas 1.04%

6 Konsumsi 125.3 kg/kapita, LPP 1.30, Laju Kenaikan Produktivitas 1.56%

7 Konsumsi 90 kg/kapita, LPP 1.30, Laju Kenaikan Produktivitas 1.56%

8 K EBIJAKAN Pengendalian laju peningkatan populasi Diversifikasi pangan dengan menurunkan konsumsi beras per kapita secara bertahap Peningkatan produksi pangan: Meningkatkan produktivitas Meningkatkan areal Peningkatan penyediaan air irigasi dengan perbaikan bendungan dan saluran irigasi, Mencari alternatif pangan baru yang bergizi, enak, mudah disiapkan dan sesuai dengan martabat dan budaya yang berbasis pada sumberdaya lokal

9 P ENGENDALIAN LPP Untuk pengendalian laju pertumbuhan penduduk perlu dilakukan penguatan BKKBN dan upaya politik yang sangat serius, agar laju pertumbuhan penduduk kurang dari 1.3%/tahun.

10 P ENINGKATAN P RODUKTIVITAS Varietas baru, teknologi produksi dan pengolahan pangan baru  didukung penelitian Perluasan lahan pertanian dan pencetakan sawah baru: dengan sangat hati-hati, karena yg tersedia adalah lahan marginal lahan-lahan marginal yang perlu penanganan spesifik lokasi; kesalahan penangan akan menimbulkan masalah lingkungan teknologi spesifik lokasi hasil penelitian & kearifan lokal Mencegah alih fungsi lahan pertanian: Keasadaran bersama, termasuk pada para politisi, penentuk kebijakan di daerah dan anggota DPRD Penyediaan air irigasi dengan perbaikan bendungan dan saluran irigasi mutlak diperlukan

11 D IVERSIFIKASI P ANGAN Golongan berpenghasilan tinggi: Menaikan konsumsi daging, telor, ikan, buah dan sayuran dengan tetap mempertahankan asupan kalori 2200-2400 kalori/hari. Golong Menengah: Mengganti sebagian beras dengan sumber karbohidrat lain berbasis sumberdaya lokal yg sudah diolah secara modern dan sebagian dengan sumber pangan hewani serta sayuran dan buah. Sumber karbohidrat tersebut perlu diolah agar menjadi pangan yang bergengsi, bergizi, mudah dimasak/disajikan, awet, serta mudah didistibusikan Pengurangan konsumsi beras seyogyanya tidak disarankan pada kelompok masyarakat miskin karena karena mereka akan sulit untuk memperoleh sumber protein sebaik dan semurah beras;

12 D IVERSIFIKASI P ANGAN Aspek konsumsi, penyediaan, distribusi, keterjangkauan dan keamanan pangan dengan peningkatan pangan berbasis sumberdaya lokal, Pangan berbasis sumberdaya lokal perlu diolah dan disajikan secara modern menjadi pangan yang mempunyai nilai (gizi, gengsi, kemudahan penyajian, citarasa, keamanan) yang setara atau lebih baik daripada beras; Proses modernisasi pangan lokal seyogyanya dilakukan pada tingkat lokal oleh perusahaan lokal, dan tidak dinasionalisasikan agar dapat mencukupi kebutuhan lokal

13 K ERAGAMAN P ROPINSI DI I NDONESIA Kependudukan Sosial Ekonomi Potensi sumberdaya wilayah Produksi pangan Pola konsumsi Potensi diversifikasi Kependudukan Sosial Ekonomi Potensi sumberdaya wilayah Produksi pangan Pola konsumsi Potensi diversifikasi 13

14 W ILAYAH S TUDI Jawa: Jawa Barat (43 juta, 12 juta ton; 167 kg) Kalimantan: Kalimantan Barat (4.4 juta, 1.3 juta ton; 177 kg) Sulawesi: Gorontalo (1 juta; 0.25 juta ton; 150 kg) Nusa Tenggara: NTT (4.7 juta, 0.56 juta ton; 71.5 kg) Jawa: Jawa Barat (43 juta, 12 juta ton; 167 kg) Kalimantan: Kalimantan Barat (4.4 juta, 1.3 juta ton; 177 kg) Sulawesi: Gorontalo (1 juta; 0.25 juta ton; 150 kg) Nusa Tenggara: NTT (4.7 juta, 0.56 juta ton; 71.5 kg) 14

15 T UJUAN S TUDI Mempelajari potensi penyediaan pangan di 5 propinsi di Indonesia dan proyeksinya dalam 30 tahun kedepan Mengetahui keterkaitan pertumbuhan penduduk di 4 propinsi di Indonesia terhadap kemampuan penyediaan pangan di propinsi tersebut Membuat beberapa skenario proyeksi penyediaan pangan dalam 30 tahun kedepan dalam kaitannya dengan pertumbuhan penduduk Mempelajari potensi penyediaan pangan di 5 propinsi di Indonesia dan proyeksinya dalam 30 tahun kedepan Mengetahui keterkaitan pertumbuhan penduduk di 4 propinsi di Indonesia terhadap kemampuan penyediaan pangan di propinsi tersebut Membuat beberapa skenario proyeksi penyediaan pangan dalam 30 tahun kedepan dalam kaitannya dengan pertumbuhan penduduk 15

16 M ANFAAAT S TUDI Diperolah strategi untuk menyusun kebijakan untuk pencapaian target penyediaan pangan sesuai dengan prediksi kebutuhan pangan Diperoleh informasi aspek teknis dan non teknis terkait dengan upaya peningkatan produksi pertanian Mengantisipasi dampak negatif dari berbagai aspek yang terkait dengan upaya penyediaan pangan pada masa akan datang. 16

17 D ATA Primer: Quesioner terkait dengan penyediaan & konsumsi pangan Skunder: Jumlah penduduk Tingkat konsumsi bahan pangan per kapita Tingkat pendapatan/income per kapita Jumlah pengeluaran terhadap bahan pangan Data sumberdaya lahan pertanian (sawah, non sawah) Data sumberdaya air irigasi Produksi komoditi bahan pangan (beras dan sumber karbohidrat lainnya; buah, sayur dan daging, ikan, susu, telur dll) Indeks pembangunan manusia Data lain yang diperlukan Primer: Quesioner terkait dengan penyediaan & konsumsi pangan Skunder: Jumlah penduduk Tingkat konsumsi bahan pangan per kapita Tingkat pendapatan/income per kapita Jumlah pengeluaran terhadap bahan pangan Data sumberdaya lahan pertanian (sawah, non sawah) Data sumberdaya air irigasi Produksi komoditi bahan pangan (beras dan sumber karbohidrat lainnya; buah, sayur dan daging, ikan, susu, telur dll) Indeks pembangunan manusia Data lain yang diperlukan 17

18 A NALISIS D ATA Data 10 tahun (2000 – 2010) diproyeksikan sampai tahun 2030 Path koefisien analisis untuk mengetahui faktor yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap: Produksi pangan Penyediaan pangan Konsumsi pangan (termasuk diversifikasi pangan) Kependudukan Faktor yang mempunyai pengaruh langsung besar (koefisien regresi besar) akan dibuat skenario untuk melihat dampak kependudukan terhadap ketahanan pangan sampai tahun 2030 Data 10 tahun (2000 – 2010) diproyeksikan sampai tahun 2030 Path koefisien analisis untuk mengetahui faktor yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap: Produksi pangan Penyediaan pangan Konsumsi pangan (termasuk diversifikasi pangan) Kependudukan Faktor yang mempunyai pengaruh langsung besar (koefisien regresi besar) akan dibuat skenario untuk melihat dampak kependudukan terhadap ketahanan pangan sampai tahun 2030 18

19 H ASIL S TUDI 19

20 K ALIMANTAN B ARAT 20

21 21

22 22

23 23

24 24

25 25

26 26

27 27 Kelompok Barang200820092010 Padi-padian 44,789 51,123 54,799 Umbi-umbian 1,519 1,692 1,926 Ikan 23,249 29,083 33,769 Daging 11,184 10,675 13,594 Telur dan Susu 12,884 15,458 16,803 Sayur-sayuran 16,572 21,072 21,581 Kacangan-kacangan 3,341 3,728 4,130 Buah-buahan 7,302 6,626 9,310 P ENGELUARAN UNTUK B AHAN P ANGAN (R P ) K ALIMANTAN B ARAT

28 N ERACA B ERAS * K ALIMANTAN B ARAT 28 TAHUN JUMLAH PENDUDUK (Jiwa) KONSUMSI BERAS PER KAPITA (Kg/TAHUN) KEBUTUHAN BERAS (GKG; ton) PRODUKSI (KENAIKAN PRODUKTIVITAS 2.08%; ton) NERACA BERAS (ton) 2010 4,395,983139.151,380,8771,343,888(36,989) 2015 4,794,629132.191,430,7961,931,119500,323 2020 5,229,426125.581,482,5192,774,5481,292,029 2025 5,703,652119.301,536,1123,986,3502,450,238 2030 6,220,883113.341,591,6435,727,4154,135,773 * SKENARIO PALING PESIMIS Laju Pertumbuhan Penduduk Naik (1.75%/tahun), Produktivitas Padi Turun (2.08%/tahun), Konsumsi Beras Turun (1%/tahun)  Kalimantan Barat mempunyai Ketahanan Pangan yang baik

29 D IVERSIVIKASI P ANGAN K ALIMANTAN B ARAT 29 Konsumsi per Kapita (kg) Konsumsi beras per kapita dg penurunan 1%/ tahun (kg) Jumlah penurunan beras (kg) Penurunan beras setara kalori 139.15 132.1925 6.9575 25047 Bahan Pangan Substitusi % Subtitusi Beras Kalori Subtitusi Bobot Subtitusi (kg) Kg Komoditas / Kg Beras Jagung 205009.401.390.20 Ubikayu 5012523.508.581.23 Sayur 51252.355.690.82 Buah 51252.351.670.24 Lain-Lain 205009.402.090.30

30 N ERACA K ACANG P ANJANG K ALIMANTAN B ARAT 30 TAHUN JUMLAH PENDUDUK (Jiwa) KONSUMS I KACANG PANJANG PER KAPITA (Kg/tahun) KEBUTUHA N KACANG PANJANG PANGAN (Kg) PRODUKSI (KENAIKAN PRODUKTIVI TAS 1.18%; Kg) NERACA KACANG PANJANG (kg) 20104,395,983.004.1118,067,4909,680,000(8,387,490) 20154,759,392.239.8046,653,942975,166(45,678,776) 20205,152,843.9515.2178,376,6881,141,458(77,235,230) 20255,578,821.7220.35113,517,0621,336,108(112,180,954) 20306,040,014.4325.23152,380,2831,563,951(150,816,332)

31 N ERACA DURIAN K ALIMANTAN B ARAT 31 TAHUN JUMLAH PENDUDUK (Jiwa) KONSUMSI DURIAN PER KAPITA (Kg/tahun) KEBUTUHAN DURIAN PANGAN (Kg) PRODUKSI (PENURUNAN PRODUKTIVITAS 3.02%; Kg) NERACA PANGAN (Kg) 20104,395,9831.617,077,5338,057,000979,467 20154,759,3923.2815,609,8557,633,016(7,976,838) 20205,152,8444.8725,074,3057,231,344(17,842,961) 20255,578,8226.3735,554,4146,850,809(28,703,605) 20306,040,0147.8047,140,7986,490,298(40,650,500)

32 R EKOMENDASI K ALIMANTAN B ARAT Ketahanan pangan baik, namun perlu penurunan konsumsi beras 1%/tahun dengan diversifikasi Untuk diversifikasi pangan: Jagung & singkong cukup, bahan berlebih Sayuran tidak cukup Buah pisang & jeruk cukup Durian tidak cukup Laju pertumbuhan penduduk perlu dikendalikan Ketahanan pangan baik, namun perlu penurunan konsumsi beras 1%/tahun dengan diversifikasi Untuk diversifikasi pangan: Jagung & singkong cukup, bahan berlebih Sayuran tidak cukup Buah pisang & jeruk cukup Durian tidak cukup Laju pertumbuhan penduduk perlu dikendalikan 32

33 G ORONTALO 33

34 P RODUKSI P ANGAN G ORONTALO 34 TAHUN PRODUKSI (TON) PADIJAGUNGUBI KAYUUBI JALARKEDELAI 2002 152.227130.2519.7544.293,001.849 2003 151.837183.9989.4363.721542 2004 160.813251.21314.5075.3844.220 2005 164.210400.04612.2113.3084.038 2006 190.125416.2229.4113.5586.734 2007 193.259572.7847.4322.9475.694 2008 237.873753.5989.2153.9472.514 2009 256.217569.1107.1173.4565.527 2010 252.243679.1686.1712.9263.402

35 P ENGELUARAN UNTUK P ANGAN G ORONTALO 35 Kelompok Barang Makanan Pengeluaran Rata ‐ Rata Perkapita Sebulan Padi padian55.808 Umbi umbian3.173 Ikan46.112 Daging5.734 Telur dan susu13.598 Sayur sayuran21.968 Kacang kacangan4.845 Buah buahan8.238 Minyak dan lemak12.182 Bahan minuman11.585 Bumbu bumbuan6.483 Konsumsi lainnya4.654 Makanan dan minuman jadi 29.437 Minuman beralkohol2.756 Tembakau dan Sirih29.752

36 P ENGELUARAN UNTUK P ANGAN & B UKAN P ANGAN G ORONTALO 36 Golongan Pengeluaran 2010 Makanan Bukan Makanan Jumlah Total 60.000 – 79.99953.36320.32373.686 80.000 – 99.99955.36333.80089.331 100.000 – 149.99997.21537.408134.623 150.000 – 199.999126.43850.599177.037 200.000 – 299.999175.34374.546249.889 300.000 +319.606266.994586.600

37 SKENARIO PALING PESIMIS G ORONTALO 37 TAHUN JUMLAH PENDUDU K KONSUMSI BERAS PER KAPITA (Kg/tahun) KEBUTUHA N PANGAN (GKG ;Kg) PRODUKSI (KENAIKAN PRODUKTIVIT AS 2.21 %; Kg) NERACA PANGAN (Kg) 20101.040.164135,00316.994.311252.243.000(64.751.311) 20151.180.299128,25341.715.859274.468.977(67.246.882) 20201.339.313121,84368.365.375298.636.548(69.728.827) 20251.519.749115,75397.093.215324.932.124(72.161.092) 20301.724.495109,96428.061.465353.543.080(74.518.384) Konsumsi Beras turun 5%/5 tahun Laju pertumbuhan penduduk NAIK menjadi 2.56%/tahun Laju produksi beras TURUN menjadi 2.21%/tahun

38 38 SKENARIO PALING OPTIMIS G ORONTALO TAHUN JUMLAH PENDUDU K KONSUMSI BERAS PER KAPITA (Kg/tahun) KEBUTUHA N PANGAN (GKG ;Kg) PRODUKSI (KENAIKAN PRODUKTIVI TAS 3.69 %; Kg) NERACA PANGAN (Kg) 20101.040.164135,0316.994.311252.243.000(64.751.311) 20151.142.246128,3330.699.003294.924.393(35.774.609) 20201.254.346121,8344.996.192344.808.385(187.807) 20251.377.448115,7359.911.495403.129.83643.218.341 20301.512.631110,0375.471.636471.315.87295.844.237 Konsumsi Beras turun 5%/5 tahun Laju pertumbuhan penduduk TURUN menjadi 1.89%/tahun Laju produksi beras NAIK menjadi 3,69%/tahun Kecukupan Beras terjadi mulai tahun 2025

39 D IVERSIVIKASI P ANGAN GORONTALO 39 Konsumsi per Kapita (kg) Konsumsi beras per kapita dg penurunan 1%/ tahun (kg) Jumlah penurunan beras (kg) Penurunan beras setara kalori 135128,25 6,75 24300 Bahan Pangan Substitusi % Subtitusi Beras Kalori Subtitusi Bobot Subtitusi (kg) Kg Komoditas / Kg Beras Jagung 60145804,040,60 Ubikayu 2048603,330,49 Sayur 512155,520,82 Buah 512151,620,24 Lain-Lain 1024301,010,15

40 P ROYEKSI KEBUTUHAN PANGAN DENGAN ASUMSI L AJU P ENDUDUK 2.22% - P RODUKTIVITAS -0,7 % 40 TAHUN JUMLAH PENDUDUK KONSUMSI JAGUNG PER KAPITA (Kg/TAHUN) KEBUTUHAN JAGUNG PANGAN (Kg) PRODUKSI (PENURUNAN PRODUKTIVITAS 0,7 %; Kg) NERACA PANGAN (Kg) 20101.040.164,0028,4029.540.657,60679.168.000,00649.627.342,40 20151.160.863,6232,4437.657.000,99723.988.425,09686.331.424,10 20201.295.569,1136,2746.995.639,02771.753.706,90724.758.067,88 20251.445.905,6939,9257.717.671,52822.670.312,77764.952.641,26 20301.613.687,1943,3870.005.594,50876.946.151,95806.940.557,45

41 REKOMENDASI GORONTALO Kecukupan beras hanya dapat terjadi pling cepat tahun 2025 dengan skenario: Konsumsi beras turun 5%/5 tahun Laju pertumbuhan penduduk dikendalikan menjadi 1.89%/tahun atau kurang Laju produktivitas padi ditingkatkan menjadi 3.69%/tahun atau lebih Diversifikasi dilakukan dengan peningkatan konsumsi jagung, mangga, jeruk dan tomat. Peningkatan konsumsi singkong (pengganti 20% penurunan konsumsi beras), pisang, cabe dan terung akan menyebabkan kekurangan produksi Kecukupan beras hanya dapat terjadi pling cepat tahun 2025 dengan skenario: Konsumsi beras turun 5%/5 tahun Laju pertumbuhan penduduk dikendalikan menjadi 1.89%/tahun atau kurang Laju produktivitas padi ditingkatkan menjadi 3.69%/tahun atau lebih Diversifikasi dilakukan dengan peningkatan konsumsi jagung, mangga, jeruk dan tomat. Peningkatan konsumsi singkong (pengganti 20% penurunan konsumsi beras), pisang, cabe dan terung akan menyebabkan kekurangan produksi 41

42 J AWA BARAT 42

43 P ERKEMBANGAN LUAS LAHAN JAWA BARAT 43

44 L UAS SAWAH DAN PRODUKSI PADI JAWA BARAT 44

45 P RODUKSI PANGAN JAWA BARAT 45

46 P RODUKSI BUAH JAWA BARAT 46

47 P RODUKSI SAYURAN JAWA BARAT 47

48 P ENDUDUK JAWA BARAT 48

49 D ISTRIBUSI PENDUDUK DI KABUPATEN / KOTA DI JAWA BARAT 49

50 P ENGELUARAN UNTUK BAHAN PANGAN JAWA BARAT Kelompok Barang Rata-rata per kapita (Rupiah) Padi-padian 50 044 Umbi-umbian 1 649 Ikan 16 091 Daging 11 993 Telur dan Susu 19 151 Sayur-sayuran 14 384 Kacang-kacangan 9 204 Buah buahan 9 154 50

51 P ENGELUARAN UNTUK BAHAN PANGAN JAWA BARAT 51

52 NERACA BERAS* JAWA BARAT TAHUN JUMLAH PENDUDUK KONSUMSI BERAS PER KAPITA (Kg/TAHUN) KEBUTUHAN PANGAN (GKG ;Kg) PRODUKSI (KENAIKAN PRODUKTIVITAS 1,88 %; Kg) NERACA PANGAN (Kg) 2010 43,021,826 105.25 10,221,786,958 11,737,070,000 1,515,283,042 2015 47,018,356 99.99 10,612,776,707 11,907,648,199 1,294,871,492 2020 51,386,144 94.99 11,018,722,058 12,080,875,992 1,062,153,934 2025 56,159,680 90.24 11,440,195,073 12,256,623,836 816,428,762 2030 61,376,656 85.73 11,877,789,695 12,434,928,390 557,138,695 52 * SKENARIO PALING OPTIMIS Laju Pertumbuhan Penduduk Turun (1.74%/tahun), Produktivitas Padi Naik (1.88%/tahun), Konsumsi Beras Turun (1%/tahun)  Jawa Barat mempunyai Ketahanan Pangan yang baik

53 N ERACA BERAS * JAWA BARAT 53 * SKENARIO PALING PESIMIS Laju Pertumbuhan Penduduk Naik (2.09%/tahun), Produktivitas Padi Turun (1.38%/tahun), Konsumsi Beras Turun (1%/tahun)  Jawa Barat mempunyai Ketahanan Pangan yang tidak baik TAHUN JUMLAH PENDUDUK KONSUMSI BERAS PER KAPITA (Kg/TAHUN) KEBUTUHAN PANGAN (GKG ;Kg) PRODUKSI ( KENAIKAN PRODUKTIVITAS 1.38 %; Kg) NERACA BERAS (Kg) 2010 43,021,826105.2510,221,786,95811,737,070,0001,515,283,042 2015 47,715,30899.9910,770,089,64510,122,771,284(647,318,361) 2020 52,920,82694.9911,347,803,6138,730,623,994(2,617,179,618) 2025 58,694,24390.2411,956,506,4997,529,933,572(4,426,572,927) 2030 65,097,51285.7312,597,860,5676,494,369,661(6,103,490,906)

54 D IVERSIFIKASI PANGAN JAWA BARAT 54 Konsumsi per Kapita (kg) Konsumsi beras per kapita dg penurunan 1%/ tahun (kg) Jumlah penurunan beras (kg) Penurunan beras setara kalori 105.25 99.98755.262518945 Bahan Pangan Substitusi Distribusi % subtitusi Terhadap bahan pangan lain Kalori subtitusi Bobot subtitusi (kg) kg komoditas / kg beras jagung 101894.50.520.10 ubikayu 4075785.190.99 sayur 101894.58.611.64 buah 101894.52.530.48 lain-lain 305683.52.370.45

55 N ERACA KUBIS JAWA BARAT TAHUN JUMLAH PENDUDUK (Jiwa) KONSUMSI KUBIS PER KAPITA (Kg/TAHUN) KEBUTUHAN KUBIS PANGAN (Kg) PRODUKSI (PENURUNAN PRODUKTIVIT AS 0.31%; Kg) NERACA KUBIS (Kg) 2010 43,021,826.001.8780,450,814.62286,647,000.00206,196,185.38 2015 47,365,806.0310.48496,458,236.95311,620,233.34(184,838,003.62) 2020 52,148,404.4218.66973,201,819.61338,694,530.57(634,507,289.04) 2025 57,413,909.1326.431,517,674,380.74368,121,106.28(1,149,553,274.45) 2030 63,211,079.9633.822,137,614,316.81400,104,331.96(1,737,509,984.85) 55

56 N ERACA MANGGA JAWA BARAT 56 TAHUN JUMLAH PENDUDUK (Jiwa) KONSUMSI MANGGA PER KAPITA (Kg/TAHUN) KEBUTUHAN MANGGA PANGAN (Kg) PRODUKSI (PENURUNAN PRODUKTIVITAS 4.30%; Kg) NERACA MANGGA (Kg) 2010 43,021,826.000.6226,673,532.12137,104,000.00110,430,467.88 2015 47,365,806.033.15149,012,825.78121,461,353.22(27,551,472.56) 2020 52,148,404.425.55289,199,406.39107,632,615.44(181,566,790.95) 2025 57,413,909.137.83449,287,665.7295,378,320.75(353,909,344.97) 2030 63,211,079.969.99631,551,018.1184,519,214.10(547,031,804.01)

57 R EKOMENDASI JAWA BARAT Ketahanan pangan kurang baik (skenario paling pesimis), perlu adanya penurunan konsumsi beras 5% per 5 tahun dengan diversifikasi Untuk diversifikasi pangan: Jagung & singkong cukup, bahkan berlebih Sayuran tidak cukup Buah pisang dan nanas cukup Mangga tidak cukup Laju pertumbuhan penduduk perlu dikendalikan Peningkatan produktivitas padi 57

58 N USA TENGGARA TIMUR 58

59 P ERKEMBANGAN LUAS LAHAN NUSA TENGGARA TIMUR 59

60 L UAS SAWAH & PRODUKSI PADI NUSA TENGGARA TIMUR 60

61 P RODUKSI PANGAN NUSA TENGGARA TIMUR 61

62 P RODUKSI BUAH NUSA TENGGARA TIMUR 62

63 P RODUKSI SAYURAN NUSA TENGGARA TIMUR 63

64 P ENDUDUK NUSA TENGGARA TIMUR 64

65 D ISTRIBUSI PENDUDUK ANTAR KOTA / KABUPATEN DI NUSA TENGGARA TIMUR 65

66 P ENGELUARAN UNTUK BAHAN PANGAN NTT Kelompok Barang Makanan Pengeluaran Rata ‐ Rata Perkapita Sebulan Padi-padian 66 020 Ubi-ubian 3 205 Ikan 16 078 Daging 12 165 Telur dan Susu 7 467 Sayur-sayuran 20 534 Kacang-kacangan 4 019 Buah-buahan 5 900 Minyak & Lemak 7 739 Bahan Minuman 11 904 Bumbu-bumbuan 3 392 Konsumsi Lainnya 3 206 Makanan & Minuman Jadi 19 639 Tembakau dan Sirih 15 064 66

67 P ENGELUARAN UNTUK BAHAN PANGAN NUSA TENGGARA TIMUR Kelompok Barang Makanan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan (rupiah) <100.000 100.000- 149.999 150.000– 199.999 200.000- 299.999 300.000- 499.999 500.000- 749.999 750.000- 999.999 ≥1000.00 0 01. Padi-padian 34.36744.87261.01369.29978.05176.29374.97474.511 02. Ubi-ubian 2.4262.5003.2003.3823.4333.5092.2764.401 03. Ikan 1.3023.9407.17211.78419.48333.82552.03859.014 04. Daging 1.4661.4714.2737.36616.35523.27042.90760.714 05. Telur dan Susu 1758081.5123.5428.97618.65332.56741.211 06. Sayur-sayuran 7.3379.78814.87518.29224.69431.81241.04250.006 07. Kacang-kacangan 8831.9241.8172.4694.8857.43815.45613.314 08. Buah-buahan 1.6772.4443.5403.7036.52311.57615.04226.332 09. Minyak & Lemak 2.7313.7835.6147.2569.67111.74814.22015.404 10. Bahan Minuman 3.7576.5959.58811.11114.93816.06819.32222.835 11. Bumbu-bumbuan 1.0591.5292.0402.6233.7436.2818.84111.543 12. Konsumsi Lainnya 5571.0161.5972.1864.1996.4299.12910.958 13. Makanan & Minuman Jadi 1.5813.3007.03512.49722.35546.65466.69895.824 15. Tembakau dan Sirih 4.2035.8708.93711.51819.03625.84331.02356.548 67

68 N ERACA BERAS * NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN JUMLAH PENDUDUK KONSUMSI BERAS PER KAPITA (Kg/TAHUN) KEBUTUHAN PANGAN (GKG ;Kg) PRODUKSI (KENAIKAN PRODUKTIVITAS 2 %; Kg) NERACA BERAS (Kg) 2010 4.683.82795,041.004.900.714555.493.000(449.407.714) 2015 5.120.82390,291.043.723.952704.422.209(339.301.742) 2020 5.598.59085,771.084.047.083893.327.482(190.719.601) 2025 6.120.93181,481.125.928.0541.132.891.5816.963.526 2030 6.692.00777,411.169.427.0511.436.699.709267.272.658 68 * SKENARIO PALING OPTIMIS Laju Pertumbuhan Penduduk Turun (1.8%/tahun), Produktivitas Padi Naik(2%/tahun), Konsumsi Beras Turun (1%/tahun)  NTT mempunyai Ketahanan Pangan yang cukup baik pada tahun 2030

69 N ERACA BERAS * NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN JUMLAH PENDUDUK KONSUMSI BERAS PER KAPITA (Kg/TAHUN) KEBUTUHAN PANGAN (GKG ;Kg) PRODUKSI (KENAIKAN PRODUKTIVITAS 1,5%; Kg) NERACA BERAS (Kg) 2010 4.683.82795,041.004.900.714555.493.000(449.407.714) 2015 5.273.52090,291.074.846.739687.325.399(387.521.340) 2020 5.937.45685,771.149.661.351850.490.368(299.170.983) 2025 6.684.98181,481.229.683.4271.052.389.258(177.294.169) 2030 7.526.62077,411.315.275.4341.302.217.159(13.058.275) 69 * SKENARIO PALING PESIMIS Laju Pertumbuhan Penduduk Naik (2.4%/tahun), Produktivitas Padi Turun (1.5%/tahun), Konsumsi Beras Turun (1%/tahun)  NTTmempunyai Ketahanan Pangan yang kurang baik

70 D IVERSIFIKASI PANGAN NUSA TENGGARA BARAT 70 Konsumsi per Kapita (kg) Konsumsi beras per kapita dg penurunan 1%/ tahun (kg) Jumlah penurunan beras (kg) Penurunan beras setara kalori 95.04 90.288**4.75217107.2 BAHAN PANGAN % subtitusi kalori subtitusi Bobot subtitusi Bobot subtitusi/1 kg beras jagung 508553,62,370,50 ubikayu 305132,163,520,74 sayur 5855,363,890,82 buah 5855,361,140,24 lain-lain 101710,720,710,15

71 N ERACA LABU SIAM NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN JUMLAH PENDUDUK KONSUMSI LABU SIAM PER KAPITA (Kg/TAHUN) KEBUTUHAN LABU SIAM (Kg) PRODUKSI (PENINGKATAN PRODUKTIVITAS 23,75%; Kg) NERACA LABU SIAM (Kg) 2010 1.040.164,000,991.027.682,0380.699.000,0079.671.317,97 2015 1.160.863,624,875.658.471,43258.571.675,60252.913.204,17 2020 1.295.569,118,5611.095.724,98828.529.252,76817.433.527,78 2025 1.445.905,6912,0717.458.391,142.654.817.938,162.637.359.547,02 2030 1.613.687,1915,4024.857.824,268.506.710.247,458.481.852.423,20 71

72 N ERACA PEPAYA NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN JUMLAH PENDUDUK KONSUMSI PEPAYA PER KAPITA (Kg/TAHUN) KEBUTUHAN PEPAYA (Kg) PRODUKSI (PENURUNAN PRODUKTIVITAS 1,43%; Kg) NERACA PEPAYA (Kg) 2010 1.040.164,002,292.379.895,237.136.000,004.756.104,77 2015 1.160.863,623,433.979.440,507.105.343,913.125.903,42 2020 1.295.569,114,515.843.534,927.299.779,561.456.244,64 2025 1.445.905,695,548.010.317,557.499.535,87(510.781,68) 2030 1.613.687,196,5210.516.076,677.704.758,46(2.811.318,22) 72

73 R EKOMENDASI NUSA TENGGARA TIMUR Ketahanan pangan kurang baik (skenario paling pesimis), perlu penurunan konsumsi beras per kapita 5% per 5 tahun Untuk diversifikasi pangan: Jagung dan ubi kayu sangat mencukupi Sayuran cukup Buah pisang dan mangga cukup Pepaya tidak cukup Laju pertumbuhan penduduk perlu dikendalikan Produktivitas padi perlu ditingkatkan 73

74 Terima Kasih


Download ppt "D AMPAK K EPENDUDUKAN PADA K ETAHANAN P ANGAN DI 5 P ROPINSI Kerjasama Direktorat Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Dan Departemen Agronomi dan Holtikultura."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google