Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Disampaikan pada Acara : RAPAT KOORDINASI NASIONAL RISET DAN TEKNOLOGI Jakarta, 27 Agustus 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Disampaikan pada Acara : RAPAT KOORDINASI NASIONAL RISET DAN TEKNOLOGI Jakarta, 27 Agustus 2013."— Transcript presentasi:

1 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Disampaikan pada Acara : RAPAT KOORDINASI NASIONAL RISET DAN TEKNOLOGI Jakarta, 27 Agustus 2013

2

3 Ekonomi Eropa masih lesu, walaupun ada tanda-tanda perbaikan, Ekonomi USA sudah keluar dari resesi  kebijakan tapering, yang berdampak negatif terhadap rupiah. Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan khusus untuk memulihkan kredibilitas rupiah. Economic centre of gravity bergerak ke Asia dengan kecepatan Tinggi, Populasi dunia semakin menua terutama negara maju, ASEAN melakukan integrasi ekonomi “AEC 2015” Integrasi ekonomi global Slide 2

4 INDONESIA HARUS MENINGKATKAN DAYA SAING  Pada tahun 2015, Kawasan ASEAN akan menjadi pasar terbuka yang berbasis produksi, dimana aliran barang, jasa, dan investasi akan bergerak bebas, sesuai dengan kesepakatan ASEAN.  Tingkat keunggulan komparatif dan kompetitif yang berbeda antar negara anggota ASEAN akan berpengaruh dalam menentukan manfaat AEC 2015 di antara negara-negara ASEAN.  Indonesia harus meningkatkan daya saing guna menghadapi integrasi perekonomian dan meningkatkan potensi pasar domestik (konektivitas dan infrastruktur). Peran inter-konektivitas mutlak dalam mendorong daya saing produk nasional di pasar domestik maupun luar negeri Pasar Tunggal dan Basis Produksi Regional Kawasan Berdaya- saing Tinggi Kawasan dengan Pembangunan Ekonomi yang Merata Integrasi ke dalam Perekonomian Dunia (AEC) 2015 Slide 3

5

6 PEMBANGUNAN EKONOMI TELAH MENURUNKAN TINGKAT PENGANGURAN DAN TINGKAT KEMISKINAN Sumber: Diolah dari data Susenas beberapa tahun, BPS Catatan: Tahun 1996 BPS melakukan perubahan metode penghitungan kemiskinan dengan mempertinggi kriteria ambang batas kemiskinan di bidang pendidikan. Slide 5 dalam % TINGKAT PENGANGURAN TINGKAT KEMISKINAN TINGKAT KEMISKINAN

7 PERTUMBUHAN EKONOMI MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN Sumber : ADB *estimasi 2012 Menurut ADB, kriteria kelas menegah adalah yang mempunyai pengeluaran per kapita $2 - $20 “ Jumlah kelas menengah Indonesia selama kurang lebih 10 tahun mengalami peningkatan hampir 2x lipat ” Slide 6

8 INDONESIA SUDAH MENJADI PERINGKAT 16 BESAR DUNIA Sumber: World Bank, CEIC, IMF  Keberhasilan pembangunan ekonomi indonesia telah membawa indonesia ke dalam kelompok G20.  Pada tahun 2012, Indonesia menjadi negara terbesar ke 16 dunia (2005 masih di peringkat 26).  Indonesia berada pada arah yang benar. Slide 7

9 HARUS MENGHINDARI “THE MIDDLE INCOME TRAP”  Indonesia sudah memasuki kelompok middle income country sejak  Indonesia harus waspada terhadap “ the Middle Income Trap ”, dimana kesejahteraan kita tidak naik signifkan dari keadaan sekarang.  Negara kecil (Singapura, Taiwan) cenderung lebih mudah keluar dari middle income trap. Bagi negara besar, termasuk Indonesia, tantangannya jauh lebih berat.  Harus mempunyai strategi pembangunan yang dapat menciptakan pertumbuhan jauh lebih cepat dari saat ini. Slide 8

10 “MIDDLE-INCOME TRAP” Gagal memberikan program perlindungan sosial Robert Zoellick, president of the World Bank Gagal membangun infrastruktur

11 DIBUTUHKAN SEBUAH RENCANA STRATEGIS PEREKONOMIAN BERDIMENSI JANGKA PENDEK, MENENGAH DAN PANJANG Launching 27 Mei 2011 dengan Perpres 32 tahun 2011 Perekonomian nasional membutuhkan persiapan yang jauh lebih baik karena harus diakui bahwa pengelolaan berbagai upaya pembangunan yang diselenggarakan sampai saat ini masih harus diakui belum optimal. Dalam rangka menjawab tantangan global, Indonesia harus menjadi negara yang maju berdasarkan kekuatan SDM serta didorong oleh kemampuan inovasi. Percepatan transformasi ekonomi menjadi keniscayaan yang perlu diwujudkan, namun dalam proses yang terkelola dengan seksama (pertumbuhan yang berkualitas/inklusif). Slide 10

12 Slide 11

13 VISI PEMBANGUNAN EKONOMI JANGKA PANJANG GDP ~US$ 700 bill Income/capita ~ US$ 3,000 GDP ~US$ 4.0 – 4.5 trill Income/capita ~ US$ 14,250 – 15,500 GDP ~US$ 15.0 – 17.5 trill Income/capita ~ US$ 44,500 – 49,000 Innovation driven economy Efficiency driven economy... Mempercepat dan memperluas perkembangan ekonomi dengan semangat NOT BUSINESS AS USUAL INDONESIA SEJAHTERA : MENUJU 100 TAHUN INDONESIA Slide 12

14

15 MODAL KITA Sumber Daya Manusia Sumber Daya Alam Letak Geografis dan Maritim (Geo Strategis) Negara Demokrasi Terbesar ke-3 di Dunia Slide 14

16 SUMBER DAYA UNTUK KEPENTINGAN NASIONAL Kita harus berperan dalam menentukan pembangunan bangsa. Kita harus menjadi manusia yang mandiri, manusia yang merdeka. Kita adalah bangsa yang tidak bisa di dikte. Nasib kita harus kita tentukan sendiri, bukan ditentukan oleh pengamat luar negeri atau media luar negeri. Ketika Wall Street Journal mengatakan “Hattanomics” adalah nasionalisme dan proteksionisme (berkaitan dengan produk tambang), posisi saya adalah: “What’s wrong with it?” Tidak ada salahnya kita mengutamakan kepentingan nasional dalam jangka panjang. Tidak mungkin bangsa ini menjadi bangsa yang besar ketika kita hanya mempunyai kemampuan untuk menjual bahan mentah saja. Kalau kita tidak menciptakan nilai tambah, maka kita hanya menciptakan lapangan kerja untuk para kuli saja untuk mengeruk tambang-tambang yang kita miliki. Sementara sebagian besar manfaatnya dirasakan oleh negara-negara lain. Kita katakan dengan tegas 2014 stop, semua harus diolah di dalam negeri. Dengan demikian ada inovasi, ada engineering yang bekerja, dan ada kreativitas yang tumbuh. Mari kita mempersiapkan diri menjadi bangsa yang mengolah. Slide 15

17 MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (MP3EI) Slide 16

18 DENGAN SEMANGAT NOT BUSINESS AS USUAL waktu Peningkatan Value Added Memfasilitasi percepatan investasi swasta sesuai kebutuhan Mendorong Inovasi Mengintegrasikan pendekatan sektoral dan Regional Pemerintah berfungsi sebagai regulator, fasilitator dan katalisator  Fokus Pendekatan: Business as usual Slide 17

19 1.Perubahan mindset 2.Pengembangan Mutu Modal Manusia 3.Pemanfaatan seluruh sumber Pembiayaan Pembangunan 4.Pola pengelolaan Anggaran & Kekayaan Negara yang lebih baik. 5.Konsistensi kebijakan yang mendorong transformasi sektoral 6.Keberlanjutan Jaminan Sosial & Penanggulangan Kemiskinan 7.Ketahanan Pangan & Air. 8.Ketahanan Energi 9.Reformasi Birokrasi TUJUANPRASYARAT  Menuju negara maju yang lebih sejahtera  Percepatan dan perluasan pembangunan Ekonomi di seluruh wilayah Tanah Air PENGEMBANGAN KORIDOR EKONOMI  Pengembangan (dan revitalisasi) pusat- pusat pertumbuhan Luar Jawa PERKUATAN KONEKTIVITAS NASIONAL  Sinergi antar-pusat pertumbuhan dan pemerataan infrastruktur dasar MEMPERCEPAT KEMAMPUAN SDM DAN IPTEK NASIONAL SDM DAN IPTEK NASIONAL  Mendorong ke arah innovation driven economy 3 PILAR STRATEGI KERANGKA DISAIN

20 KE Sumatera KE Bali – Nusa Tenggara KE Kalimantan KE Papua – Maluku KE Sulawesi KE Jawa STRATEGI 1: Slide 19 PENGEMBANGAN KORIDOR EKONOMI

21 "Pendorong Industri dan Jasa Nasional" ''Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional'' ''Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional'' ''Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan serta Pertambangan Nikel Nasional'' "Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional" "Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Tambang & Lumbung Energi Nasional" “Pusat Pengembangan Pangan, Perikanan, Energi dan Pertambangan Nasional” Internasional Hub Bag Barat Internasional Hub Bag Timur Perluasan sebaran KPI ke luar Jawa !!! MEMPERLUAS AKSES MASYARAKAT DENGAN MENGHADIRKAN PUSAT-PUSAT PERTUMBUHAN (KAWASAN PERHATIAN INVESTASI – KPI) Slide 20

22 STRATEGI 2: “…… Locally integrated and globally connected” PENGUATAN KONEKTIVITAS NASIONAL PENGUATAN KONEKTIVITAS NASIONAL  Menghubungkan pusat- pusat pertumbuhan utama untuk memaksimalkan pertumbuhan berdasarkan prinsip keterpaduan, bukan keseragaman.  Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhan melalui inter-modal supply chain systems.  Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebarkan manfaat pembangunan secara luas. (pertumbuhan yang inklusif) Slide 21

23 Percepatan dan perluasan transformasi ekonomi menuntut pola pengembangan ekonomi yang didasari pada semangat inovasi STRATEGI 3 : MEMPERCEPAT KEMAMPUAN SDM DAN IPTEK NASIONAL MEMPERCEPAT KEMAMPUAN SDM DAN IPTEK NASIONAL Slide 22 PENGEMBANGAN SDM DAN IPTEK MEMILIKI PERAN KUNCI Efficiency Driven Economy Innovation Driven Economy Pendapatan per kapita (US$) menuju ke tahap berdaya saing

24 TAHAPAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MENUJU INNOVATION DRIVEN ECONOMY Peningkatan produktivitas menuju keunggulan kompetitif akan dicapai seiring dengan upaya memperkuat kemampuan sumber daya manusia berbasis inovasi. Warisan ekonomi berbasis sumber daya alam yang bertumpu pada labor intensive perlu ditingkatkan secara bertahap menuju skilled labor intensive dan kemudian menjadi human capital intensive. Peningkatan kemampuan modal manusia yang menguasai Iptek sangat diperlukan ketika Indonesia memasuki tahap innovation-driven economies. Slide 23

25 INDONESIA MALAYSIA OECD Data Kemdiknas, Diolah dari: Encyclopedia of Nations, diakses Januari 2011 TINGGI MENENGAH DASAR PENINGKATAN KWALIFIKASI SDM TINGGI dan MENENGAH PENINGKATAN KWALIFIKASI SDM TINGGI dan MENENGAH 100% 175% 20% 45% Sebagai target pencapaian komposisi Angkatan Kerja 35% Tingkat Pendidikan Angkatan KerjaFaktor Slide 24

26 PENGUATAN SDM-IPTEK MP3EI 25 Kedaulatan Teknologi melalui Inovasi Kedaulatan Industri dan Ekonomi melalui SDM Unggul Daya saing Industri dan Ekonomi melalui SDM Terampil Pengembangan PT Riset dan Pusat Penelitian secara Nasional PT Riset Satu PT & 2 Politeknik Unggul di tiap Provinsi (100 Politeknik baru) PT Pendidikan dan Politeknik Satu Akademi Komunitas di tiap Kab/Kota (521 Akademi Komunitas) Akademi Komunitas utk Tenaga Terampil Setempat Perbaikan rasio SMK:SMA, penguatan mutu dan relevansi SMK Sekolah Menengah Kejuruan Peningkatan mutu, penguatan relevansi, dan sertifikasi lembaga kursus Kursus/Pendidikan Non Formal utk Meningkatkan Kompetensi Naker Setempat Slide 25

27 PERGURUAN TINGGI DAN MP3EI PERGURUAN TINGGI DAN MP3EI Perguruan Tinggi TA Tim Kerja SDM Iptek – MP3EI Melalui Kemen Pendidikan dan Kebudayaan Tim Kerja SDM Iptek – MP3EI Melalui Kemen Pendidikan dan Kebudayaan Program Riset Strategis Nasional MP3EI Rp. 200 juta per penelitian per tahun (dapat diajukan multi years sampai tiga tahun) Program Riset Strategis Nasional MP3EI Rp. 200 juta per penelitian per tahun (dapat diajukan multi years sampai tiga tahun) Akademi Komunitas ( Community Collage ) Total: Rp M (APBN-2013) Akademi Komunitas ( Community Collage ) Total: Rp M (APBN-2013) Perguruan Tinggi Di Seluruh Indonesia Perguruan Tinggi Di Seluruh Indonesia  Implementasi transformasi ekonomi  Model dan strategi percepatan pembangunan  Teknik implementasi 3 strategi MP3EI  Naskah akademik untuk regulasi dan kebijakan  Rekomendasi dalam penguatan implementasi MP3EI  Menciptakan tenaga kerja yang ahli dan fokus pada 22 kegiatan ekonomi MP3EI  Meningkatkan kualitas SDM lokal  Merancang keterampilan kerja dengan komposisi 65% praktek dan kerja industri, dan 35% teori. Slide 26

28 MEMPERKUAT OPERASIONALISASI SISTEM INOVASI NASIONAL 3 pelaku utama dalam sistem inovasi nasional (a)pemerintah sebagai regulator, fasilitator dan katalisator; (b)pelaku usaha/industri sebagai pengguna hasil invensi; dan (c)lembaga-lembaga penelitian dan perguruan tinggi sebagai penghasil produk invensi. Kolaborasi ketiga pelaku utama sangat penting dan diperlukan untuk berkembangnya produk- produk inovasi sesuai dengan kebutuhan. Penguatan Sistem Inovasi Nasional Indonesia Sumber: MP3EI Slide 27

29 ARAH KEGIATAN RISTEK Menyusun cetak biru ristek dengan berpedoman pada MP3EI sebagai arah sekaligus tujuan pembangunan perekonomian sampai dengan tahun Pengarusutamaan kegiatan ristek, litbang dan inovasi sebagai strategi utama perekonomian guna mencapai tahapan innovation driven economy, dengan fokus pada sektor-sektor kegiatan yang telah diidentifikasi dalam MP3EI. Penguasaan iptekin guna mendukung pengolahan sumber daya alam dan peningkatan nilai tambah kekayaan budaya lokal. Pengembangan pola triple helix (universitas-industri-pemerintah) dalam mendorong peningkatan TFP yang akan meningkatkan daya saing perekonomian nasional di tataran global dan regional. Pengembangan pusat-pusat inovasi melalui kerja sama dengan industri yang akan menjamin pemanfaatan hasilnya. Pengembangan pusat-pusat inkubasi guna meningkatkan secara cepat jumlah wirausaha di bidang teknologi (technopreneur). Slide 28

30 29 Slide 29

31 Groundbreaking 2011 Proyek-proyek utama telah dilakukan pada 2011, termasuk pembangunan beberapa jalan tol Nusa Dua Toll JORR W2 Access to Tj. Priok Port Locally Integrated -Globally Connected Slide 30

32 Proyek utama: Soekarno Hatta Terminal 3 Development, Double Track development Cirebon-Brebes, Gempol Pasuruan Toll Road and Ketapang-Gilimanuk Port Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Locally Integrated -Globally Connected Slide 31

33 Operasional 2011: Lombok International Airport Locally Integrated -Globally Connected Slide 32

34 JAWA 1Bendungan Jatibarang, Waduk Sentosa, SPAM Kota Bekasi (2011) 2Pelabuhan Lamongan (2012) 3 Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Solo - Kertosono, Tol Ciawi-Sukabumi, Tol Bekasi-Cawang-Kp. Melayu, Tol Batang-Semarang, Tol Ngawi-Kertosono, Tol Depok-Antasari 4Pembangunan rel Manggarai-Bekasi DDT, Bekasi-Cikarang elektrifikasi, rel pasoso (2012) Tol Bekasi-Cawang-Kp. Melayu Pembangunan rel Manggarai-Bekasi DDT Bendungan Jatibarang Proyek-proyek Besar yang Sudah Dianggarkan dan dalam Tahap Persiapan - 1 Locally Integrated -Globally Connected Slide 33

35 SUMATERA 1 Bendungan Karian (2011) 2 Pelabuhan Tj. Api-Api (2013) 3 Jembatan Selat Sunda (2011), Pembangunan Tol Pekanbaru - Kandis - Dumai (2011) 4 Pembangunan Jalur KA Tj.Enim – Lampung dan Tj.Enim-Kertapati (2011), Pembangunan Jaringan Rel KA Kertapati - Simpang - Tanjung Api - api (2012) Pembangunan Jalur KA Tj.Enim – Lampung Pelabuhan Tj. Api-api Proyek-proyek Besar yang Sudah Dianggarkan dan dalam Tahap Persiapan - 2 Locally Integrated -Globally Connected Slide 34

36 KALIMANTAN Bandara Supadio Pembangunan pelabuhan Maloy (2011) Bandara Supadio Pelabuhan Maloy – Tampak udara Rencana Pembangunan Pelabuhan Maloy Proyek-proyek Besar yang Sudah Dianggarkan dan dalam Tahap Persiapan - 3 Locally Integrated -Globally Connected Slide 35

37 SULAWESI Pelabuhan Garongkong (2012) Penanganan jalan Parigi - Poso - Tentena - Tidantana (2011) Pelabuhan Garongkong PAPUA – KEP.MALUKU Penanganan jalan Manokwari - Kebar - Sorong, Fakfak -Kokas - Bomberai (2011) BALI – NUSA TENGGARA Rehabilitasi Bandara Kupang Pembangunan sistem jaringan Kabupaten Kupang (2011), Pened (2013) Penambahan Armada Kapal Ferry Ro-ro Lintas Sape - Lb.Bajo Bandara El Tari Kupang (Tampak Udara) Proyek-proyek Besar yang Sudah Dianggarkan dan dalam Tahap Persiapan - 4 Locally Integrated -Globally Connected Slide 36

38 PENUTUPPENUTUP Di tengah globalisasi yang terjadi saat ini, Indonesia harus meningkatkan daya saing, dan menjadikan Indonesia bangsa yang unggul. Indonesia saat ini sudah masuk kedalam kelompok middle income country, tetapi Indonesia harus waspada agar tidak terjebak dalam the Middle Income Trap. MP3EI adalah strategi pembangunan yang komprehensif untuk meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia secara menyeluruh. Implementasi MP3EI yang baik akan dapat mengantarkan Indonesia menjadi negara maju, dengan kemakmuran yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pengembangan SDM dan Iptekin memberikan kontribusi yang amat signifikan dalam keberhasilan implementasi MP3EI Mari kita bersama-sama bekerja keras mewujudkan Indonesia Maju. Slide 37

39


Download ppt "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Disampaikan pada Acara : RAPAT KOORDINASI NASIONAL RISET DAN TEKNOLOGI Jakarta, 27 Agustus 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google