Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 NAMA:  TRI FURNA ADHI  DEWI AGUSTIN ANGGARENI  ADINDA RIZKY  NUR AINI  ANDER TRISDIANTO  YANTO DWI PUTRA  ROGI ADE MAULANA  AMILUDIN ZANKY.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " NAMA:  TRI FURNA ADHI  DEWI AGUSTIN ANGGARENI  ADINDA RIZKY  NUR AINI  ANDER TRISDIANTO  YANTO DWI PUTRA  ROGI ADE MAULANA  AMILUDIN ZANKY."— Transcript presentasi:

1

2  NAMA:  TRI FURNA ADHI  DEWI AGUSTIN ANGGARENI  ADINDA RIZKY  NUR AINI  ANDER TRISDIANTO  YANTO DWI PUTRA  ROGI ADE MAULANA  AMILUDIN ZANKY

3 EKSISTENSI ISLAM DI INDONESIA KEDATANGAN DAN PROSES PENYEBARAN ISLAM DI INDONESIA ORGANISASI SOSIAL KEAGAMAAN DAN ORGANISASI PELAJAR PEMUDA ISLAM PERAN UMAT ISLAM INDONESIA STUDI KASUS BAB.3 ISLAM DI INDONESIA SELESAI...!!!

4 EKSISTENSI ISLAM DI INDONESIA Umat Islam Indonesia sebagai komponen mayoritas bangsa, mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar bagi tercapainya cita-cita nasional masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD Umat Islam Indonesia perlu menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari nation Indonesia. Sementara kenyataan menunjukkan bahwa sebagian suatu bangsa, Indonesia mempunyai heterogenitas tertinggi secara fisik (negara kepulauan), maupun dalam soal keragaman suku, bahasa daerah, adat istiadat, dan bahkan agama. Umat Islam yang kuat, karenanya tidak perlu menunjukkan tingkah laku seperti orang yang lemah dan dihanggapi rasa rendah diri. Puncak kpribadian umat Islam ialah bahwa dalam mencari kehormatan ia hanya bersandar kepada Tuhan; “barang siapa menghendaki kehormatan, maka sesungguhnya hanya Allah yang menjadi pemilik kehormatan itu. Kepada-Nya laik naik ide-ide yang baik, dan Dia menghargai tinggi amal perbuatan yang saleh” (QS 35:10)  NEXT..!!!

5 KEDATANGAN DAN PROSES PENYEBARAN ISLAM DI INDONESIA Untuk memahami perkembangan Islam di Indonesia saat ini, mau tidak mau harus diruntut jauh ke belakang, sejak kedatangan Islam di Indonesia. Terjadinya proses penyebaran agama Islam di kepulauan Nusantara ditandai oleh akomodasi terhadap nilai-nilai budaya lokal yang kemudian membentuk semacam tradisi Islam yang khas Indonesia. Banyak hal yang memperngaruhi pembentukan tradisi tersebut. Proses masuknya nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat Nusantara pada masa-masa awal kedatangan Islam sampai dengan adanya gerakan pembaharuan Islam menimbulkan dan menciptakan pola tingkah laku dalam bidang sosial-politik, budaya, dan lainnya.

6 1. Kedatangan Islam Di Indonesia Dikalangan sejarawan timbul perbedaan pendapat tentang sejarah Islam di Indonesia. Rickles menyimpulkan, walaupun masa masuknya Islam ke Indonesia merupakan priode terpenting dalam sejarah Indonesia, namun informasi tentang priode ini masih kurang jelas. Sehingga De Graaf, misalnya setelah meneliti berbagai kepustakaan mengambil kesimpulan. Secara umum, ada dua pendapat penting tentang masuknya Islam ke Indonesia: A. Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-8 Miladiyah. Sebagian besar pendapat ini didukung oleh para ilmuan muslim di Indonesia dan Malaysia. B. Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke-13, sebagaimana dikemukakan oleh sebagian besar ilmuan asing.

7 Penyebaran Islam secara pesat di kepulauan Nusantara diperkirakan baru terjadi pada abad ke-13 dan menjadi kekuatan, kebudayaan / agama yang utama pada abad ke-16 M. Sebelumnya, terbatas antara pendatang yang beragama Islam dengan penduduk pribumi. Setelah abad ke-13 M, aktivitas penyebaran agama Islam menjadi misi kerajaan Islam Nusantara yang sudah memeluk Islam. Yang dapat dijadikan bukti adalah temuan berupa batu nisan di Sumatra, berasal dari Sultan Malik Shah (meninggal pada tahun 1297). Batu nisan itu bertuliskan “Sultan Malik”. Sedangkan soal dari manakah Islam masuk ke Indonesia, menurut Azyumardi Azra ada tiga teori tentang asal Islam di Asia Tenggara: A. Islam datang langsung dari Arab, tepatnya dari Hadramut. B. Islam datang melalui India. C. Islam datang dari Benggali (Banglades).

8 2. Proses Penyebaran Islam di Indonesia Keberhasilan diterimanya ajaran agama Islam dalam kehidupan sosial penduduk Indonesia dan akhirnya dapat membentuk tradisi tersendiri yang mengabungkan tradisi Islam dan tradisi lokal dapat dilihat dari dua sudut: a) Sifat Islam yang universal dan mengajarkan persamaan dan kebebasan, serta sifat yang mampu mengakomodasi kepercayaan lama. b) Terdapat hubungan yang baik di antara para penyebaran agama Islam dengan penduduk setempat, karena para penyebar agama tersebut menerangkan bahwa Islam sebagai ajaran yang universal mewajibkan para penganutnya ikut menyebarkan ajaran ini dengan cara-cara damai kepada orang lain.

9 Proses penyebaran Islam terjadi lewat beberapa saluran: A. Saluran perdagangan. Pada awalnya, Islamisasi terjadi melalui kontak para pedagang dengan pribumi. B. Saluran perkawinan. Ketika jumlah umat Islam semakin banyak sementara penghasilan mereka relatif tinggi, banyak diantara putri pribumi dari keluarga bangsawan maupun rakyat biasa merasa tertarik dan ingin menikah dengan mereka. C. Saluran tasawuf. Para penyebar Islam, yaitu para sufi mengajarkan ajaran-ajaran Islam dengan melakukan “adaptasi” dengan kepercayaan yang sudah dikenal luas masyarakatnya. D. Saluran pendidikan. Berdirinya lembaga-lembaga pendidikan mempercepat proses penyebaran Islam. Di sinilah calon-calon ulama didik. E. Saluran kesenian. Penyebar ajaran agama Islam juga dilakukan lewat atraksi budaya dan kesenian yang menarik minat penduduk yang sebelumnya memeluk agama Hindu seperti pertunjukan wayang di Jawa. F. Saluran politi. Lewat lembaga kerajaan Islam meluas di tengah penduduk seperti di Maluku dan Sulawesi Selatan.  NEXT..!!!

10 ORGANISASI SOSIAL KEAGAMAAN DAN ORGANISASI PELAJAR PEMUDA ISLAM 1. Organisasi Sosial Keagamaan Keberadaan organisasi sosial kemasyarakatan Islam sangat strategis, di Indonesia. Pengembangan umat yang dilakukan ormas lewat berbagai aktivitas seperti: pendidikan, dakwah keagamaan secara kontekstual, kesehatan, amal saleh, dan seterusnya. A. Nahdlatul Ulama Keterbelakangan baik secara mental, maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, telah menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan “Kebangkitan Nasional”.

11 Aktivitas Organisasi NU (Nahdlatul Ulama) : 1. Di bidang agama, melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan. 2. Di bidang pendidikan, menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan nilai-nilai Islam, untuk membentuk muslim yang bertakwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas. 3. Di bidang sosial-budaya, mengusahakan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai ke-Islaman dan kemanusiaan. 4. Di bidang ekonomi, mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan, dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat. 5. Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

12 B.Muhammadiyah Muhammadiyah adalah orgaisasi sosial-keagamaan yang ruang lingkupya sangat luas, menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat. Ia tidak pernah absent dalam percaturan kehidupan kemasyarakatan. Prof. Mukni Ali menyebutkan dengan “gerakan seribu wajah”. Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H / 18 November 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan K.H. Ahmad Dahlan. Meurut Mitsuo Nakamura (1976),dengan model pendidikan seperti ini, Muhammadiyah secara langsug membangkitka kesadaran nasionalisme bangsa Indonesia, meyebarkan ide pembaruan secara luas, serta mempromosikan penggunaan ilmu praktis dari pengetahuan modern.

13 C. Ikata Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) ICMI lahir pada tanggal 7 Desember 1990 do kampus Universitas Brawijaya Malang. Prakasa pembentukanya berasal dari lima mahasiswa Unibraw yang merasa prihatin karena tidak ada wadah yang mempersatukan cendekiawan muslim. Simposium yang berjudul “Simposium Nasional Cendekiawan Muslim Membangun Masyarakat Indonesia Abad XX” di buka oleh Presiden Soeharto dan ditutup oleh Wakil Presiden Sudharmono. Ketika ICMI lahir pada Desember 1990, ICMI dipandang sebagai kulminasi dari perjuangan umar Islam Indonesia yang panjang dalam bersentuhan dengan modernisme. Robert W Hefner menyebutkan bahwa lahirnya ICMI adalah cermin dari bangkitnya kelas menengah muslim baru. Kehadiran ICMI dapat diartikan respon atas situasi kongret dimana masyarakat menginginkan tampilanya peran cendekiawan untuk pencerahan dan penyampaian pesan Islam.  NEXT..!!!

14 PERAN UMAT ISLAM INDONESIA Mengingatkan keragaman keadaan umat, maka Muslim Indonesia yang berkepedulian sepatutnya menangani dua tugas sekaligus. Pertama, mengentaskan dan memberdayakan para dhuafa dan meningkatkan taraf hidup serta intelektualitas mereka sehingga menjadi umat yang mumpuni. Kedua, membangun masyarakat madani itu sendiri. Tak dapat yang satu menunggu yang lain. Keduanya harus dilakukan bersamaan. Itu akan merupakan sembangan monumental umat Islam bagi bangsa ini, tak cuma buat kaum sediri. Kedua tugas itu jelas tak mudah dan cepat, walau Khalifah Umar bin Abdul Aziz dengan penuh pengorbanan sudah memberi contoh bagaimana menyejahterakan umat hanya dalam jangka dua tahun.

15 Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menunjukkan betapa Islam tidaklah bertentangan dengan kemajuan, modernitas, maupun praktik demokrasi. Pendekatan komprehensif untuk pembangunan manusia, masyarakat, dan negara berbasis ajaran dan peradaban Islam. 1. Konsistensi pada keimaan kepada Allah 2. Mewujudkan pemerintahan yang adil dan bisa dipercaya 3. Menumbuhkan tradisi berdrmokrasi kepada rakyat 4. Mencintai ilmu pengetahuan dengan penuh semangat dan menguasainya 5. Melaksanakan pengetahuan ekonomi yang berimbang dan menyeluruh 6. Meningkatkan kualitas hidup rakyat yang baik 7. Memberikan perlingdungan terhadap hak-hak minoritas dan kaum perempuan 8. Mengintegrasikan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya 9. Menyelamatkan semberdaya alam dan lingkungan 10. Berusaha keras memaksimalkan kemampuan  NEXT..!!!

16 STUDI KASUS Islam di Tengah Pesona Islamic Fund Global Islamic Fund kii tengah menjadi fenomena global. Betapa tidak? Pertumbuhannya sungguh fenomenal dengan total investasi sudah mencapai angka US$500 miliar di seluruh wilayah di dunia. Ini menjadikan sebuah kekuatan modal ekonomi yang tidak bisa diremehkan bagi kekuatan ekonomi global. Asean dan China Kini salah satu pasar yang menjadi perhatia khusus bagi Islamic fund adalah Asean, China dan India. Kenapa wilayah ini menjadi incaran bagi keuangan syariah? Jawabannya adalah kawasan ini tengah membangun dengan prospek pertumbuhan ekonomi paling tinggi. Misalnya, China dan Thailand punya pertumbuhan ekonomi 6% hingga 9%. Suatu angka pertumbuhan yang relatif sudah sulit dicapai negara mapan seperti kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Indonesia tergolong maju untuk menyusun langkah penggarapan pasar domestik. Salah satunya ditunjukan dengan adanya blue print perbankan syariah 2011 yang menargetkan akan menjadi market share di sistem perbankan nasional dengan porsi sedikitnya 10%.  NEXT..!!!

17 Selesai !!!


Download ppt " NAMA:  TRI FURNA ADHI  DEWI AGUSTIN ANGGARENI  ADINDA RIZKY  NUR AINI  ANDER TRISDIANTO  YANTO DWI PUTRA  ROGI ADE MAULANA  AMILUDIN ZANKY."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google