Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SKRINING SAWITRI. V Populasi total Sakit Mencari pengobatan Rawat inap Meninggal POPULASI  perkembangan dari sehat menjadi sakit yang berbeda derajat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SKRINING SAWITRI. V Populasi total Sakit Mencari pengobatan Rawat inap Meninggal POPULASI  perkembangan dari sehat menjadi sakit yang berbeda derajat."— Transcript presentasi:

1 SKRINING SAWITRI

2 V

3 Populasi total Sakit Mencari pengobatan Rawat inap Meninggal POPULASI  perkembangan dari sehat menjadi sakit yang berbeda derajat beratnya AT RISK!!

4

5 SKRINING A study  accurate test UJI DIAGNOSTIK Comparing with GOLD STANDAR Dx dini penyakit di komunitas Program Terapi Mencegah penularan Mencegah kecacatan

6 PENELITIAN SKRINING (UJI DIAGNOSTIK)

7 Skema Uji DIAGNOSTIK “Healthy Sample” SCREENING TEST Confirm Dx Not Sick FALSE POSITIVE Sick, TRUE POSITIVE Negative Positive Not sick TRUE NEGATIVE Sick, FALSE NEGATIVE Confirm Dx

8 AKURASI 1. VALIDITAS Sensitivitas Spesifisitas Nilai Prediktif Likelihood Ratio 2. RELIABILITAS Persentase (%)

9 Sensitivitas Kemampuan tes untuk menunjukkan secara benar orang-orang yang benar- benar sakit Spesifisitas Kemampuan tes menunjukkan secara benar orang-orang yang benar-benar tidak sakit TP TP + FN TN TN + FP

10 STANDAR BAKU DISEASENO DISEASE JUMLAH POSITIVE TRUE POSITIVE (TP) FALSE POSITIVE (FP) TP + FP NEGATIVE FALSE NEGATIVE (FN) TRUE NEGATIVE (TN) FN + TN TOTAL TP + FNFP + TNN SKRININGSKRINING

11 NILAI PREDIKTIF 1. Positif 2. Negatif PV positif: Proporsi orang yang benar-benar sakit setelah mendapatkan hasil tes positif TP TP + FP =

12 PV Negatif –Proporsi orang yang benar-benar tidak sakit setelah mendapatkan hasil tes negatif TN TN + FN =

13 Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai prediktif Sensitivitas dan spesifisitas Prevalensi penyakit yang asimtomatis  semakin tinggi prevalensi penyakit, nilai prediktif positif akan semakin tinggi

14 TES DENGAN DATA KONTINYU (INTERVAL)

15 CUT OFF POINTS Tes dengan > 2 kategori hasil Contoh: Glaukoma Tes X : –1. GLAUCOMA –2. Tidak GL. Test Y: –1. TIO > 26 –2. TIO 22 – 26 –3. TIO < 22

16 Lanjutan ….. Cutoff points Healthy Sick SENS? SPEC? SENS? 2226 Intra Occular Pressure

17 MENINGKATKAN AKURASI SEQUENTIAL (2-STAGE) TESTING –Melakukan tes tambahan pada hasil yang sudah positif –Meningkatkan spesifisitas SIMULTANEOUS TESTING –Melakukan dua tes secara bersamaan pada populasi –Meningkatkan sensitivitas

18 RELIABILITAS Kemampuan alat untuk menunjukkan hasil yang konsisten ketika digunakan lebih dari satu kali pada individu yang sama pada situasi yang sama Jika suatu tes Valid : pasti reliabel Reliabel: tidak selalu valid Tidak reliabel : pasti tidak valid

19 Contoh : Roni dengan hasil BSN/GTT (standar) telah didiagnosis diabetes TIDAK RELIABEL RELIABEL TAPI TIDAK VALID Tes Urine: Px 1 (-) Px 2 (+) Px 3 (+) Px 4 (-) Tes Urine: Px 1 (-) Px 2 (-) Px 3 (-) Px 4 (-)

20 Faktor-faktor: Variasi tes –Stabilitas reagen –Fluktuasi sample atau spesimen Variasi pengamat –Inter observer –Intra observer

21

22 PROGRAM SKRINING

23 Population-based screening is where a test is offered systematically to all individuals in the defined target group within a framework of agreed policy, protocols, quality management, monitoring and evaluation. Opportunistic case-finding occurs when a test is offered to an individual without symptoms of the disease when they present to a health care practitioner for reasons unrelated to that disease

24 WHO PRINCIPLES OF EARLY DISEASE DETECTION Condition The condition should be an important health problem. There should be a recognisable latent or early symptomatic stage. The natural history of the condition, including development from latent to declared disease should be adequately understood. Test There should be a suitable test or examination. The test should be acceptable to the population. Treatment There should be an accepted treatment for patients with recognised disease. Screening Program There should be an agreed policy on whom to treat as patients. Facilities for diagnosis and treatment should be available. The cost of case-findings (including diagnosis and treatment of patients diagnosed) should be economically balanced in relation to possible expenditure on medical care as a whole. Case-findings should be a continuing process and not a ‘once and for all’ project.

25 Skema PROGRAM SKRINING “Penduduk sehat” Tes Skrining Konfirmasi Dx Tidak sakit FALSE POSITIVE Sakit, TRUE POSITIVE Negatif Positif “SEHAT”

26 CRITERIA TEST TO BE MET is highly sensitive and is highly specific. is validated and safe. has a relatively high positive predictive value and has a relatively high negative predictive value. is acceptable to the target population including important sub groups such as target participants who are from culturally and linguistically diverse backgrounds, people from disadvantaged groups, and people with a disability. There are established criteria for what constitutes positive and negative test results, where a positive test result means that the person needs further investigations, and a negative test result means the person is rescreened at the usual interval, where applicable.

27 TES MANA YANG HARUS DIPILIH? SENSITIVITAS DAN SPESIFISITAS SUMBER DAYA YANG TERSEDIA DAMPAK

28 TES MANA TIDAK TERBUKTI EFEKTIF?

29 PROGRAM SKRINING SEDERHANA Skrining depresi usila  GDS 15 Obesitas  IMT ????


Download ppt "SKRINING SAWITRI. V Populasi total Sakit Mencari pengobatan Rawat inap Meninggal POPULASI  perkembangan dari sehat menjadi sakit yang berbeda derajat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google