Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Anggota : 1. Aan Annisa 2. Erika Fauziah 3. Ferliana Herianti 4. Herninda N. Shabrina 5. Robiatul Adawiyah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Anggota : 1. Aan Annisa 2. Erika Fauziah 3. Ferliana Herianti 4. Herninda N. Shabrina 5. Robiatul Adawiyah."— Transcript presentasi:

1

2 Anggota : 1. Aan Annisa 2. Erika Fauziah 3. Ferliana Herianti 4. Herninda N. Shabrina 5. Robiatul Adawiyah

3 a. Sel Misalnya kesalahan sintesa protein yang dilakukan ribosom di dalam sel, maka protein tersebut yang tidak digunakan oleh sel akan dibuang oleh vakuola ke luar sel atau dihancurkan oleh lisosom.

4 b. Jaringan Masalah yang terjadi pada tingkat jaringan misalnya penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan gangguan pada jaringan pembuluh darah dan berakibat sistemik pada tubuh. Penyelesaiannya yaitu melakukan operasi pembedahan, mengangkat substansi penyumbat tersebut. Contoh lainnya yaitu penyakit Alzheimer yang menyerang jaringan syaraf, dan hingga saat ini belum ada penyelesaian secara keseluruhan selain mengurangi gejala yang diakibatkan Alzheimer terhadap penderita.

5 c. Organ Contoh permasalahan pada organ adalah gagal ginjal. Gagal ginjal adalah tidak berfungsinya ginjal sebagai penyaring darah. Cara penanganan penyakit ini adalah dengan melakukan cangkok ginjal dan cuci darah.

6 d. Sistem Organ Contoh permasalahan pada sistem organ adalah penyakit maag(gas tritis).Penyakit ini adalah penyakit pencernaan yang paling ringan, namun jika di biarkan dapat menjadi parah. Penyakit ini menyerang lambung dan usus dua belas jari dimana produksi asam klorida meningkat pada lambung karena rasa lelah, stres, dan terlambat makan. Gejala yang timbul antara lain: Perut terasa perih perih dan mulas dibagian uluh hati.Setelah diisi makanan perut akan terasa sakit dan terkena serangan mual hebat. Dapat dicegah dengan cara membiasakan makan teratur

7 e. Individu Individu merupakan organisme tunggal yang di dukung berbagai sistem organ dengan mekanisme yang kompleks. Contoh persoalan yang mengkaji pada tingkat individu adalah pengaturan tubuh seseorang ketika suhu udara menurun. Pusat pengaturan suhu tubuh di hipothalamus akan mengkoordinasi beberapa sistem organ tubuh tetap dalam kondisi homeostatis, seperti menggigil dan pembuluh darah di sekitar kulit menyempit.

8 f. Populasi Contoh permasalahan pada tingkat populasi adalah penyebaran virus HIV/AIDS. HIVHIV yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Penyebab virus ini bisa terjadi melalui hubungan seks bebas, tranfusi darah,penggunaan jarum bekas penderita (akupuntur, jarum tattoo, harum tindik) dan Antara ibu dan bayi Selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui.

9 Cara mencegah HIV AIDS adalah dengan; 1. Hindari seks bebas 2. Jangan berganti-ganti pasangan seksual 3. Gunakan kondom, terutama untuk kelompok perilaku resiko tinggi jangan menjadi donor darah 4. Seorang ibu yang didiagnosa positif HIV sebaiknya jangan hamil. 5. Penggunaan jarum suntik sebaiknya sekali pakai 6. Jauhi narkoba.

10 g. Komunitas Permasalahan pada tingkat komunitas adalah peledakan ulat bulu akibat menurunnya populasi burung pemakan ulat. Cara penanganannya adalah melestarikan dan menjaga habitat burung pemakan ulat tersebut.

11 h. Ekosistem Contoh permasalahan ekosistem adalah kerusakan pada ekosistem laut, misalnya kerusakan pada hutan mangrove yang berfungsi sebagai pemecah ombak. Jika hutan mangrove rusak maka berpotensi terjadinya abrasi pantai yang dapat merusak keindahan pantai. Dan cara penanganannya adalah dengan merawat kelestarian hutan mangrove tersebut agar tetap ada dan berfungsi dengan baik.

12 i. Bioma Contoh permasalahan pada bioma yaitu hujan asam. Hujan asam oleh terbentuknya asam di udara akibat bertemunya uap air dengan gas gas pembentuk asam. Biasanya terjadi karena pencemaran udara di sekitar pabrik dan gas hasil industri dan kendaraan bermotor, sebaiknya digunakan mesin yang lebih ramah lingkungan karena lebih sedikit menghasilkan asap yang mengandung sulfur, nitrogen, dan karbon..

13 j. Biosfer Contoh permasalahan pada tingkat biosfer adalah pemanasan global Pemanasan global (Inggris:globalwarming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata- rata atmosfer,laut, dan daratan Bumi. Cara pencegahannya adalah sangat sederhana yaitu dengan cara reboisasi.

14 2. Tingkat Organisasi Kehidupan a. Sel Sel merupakan unit kehidupan terkecil pada organisme multiseluler. b. Jaringan Jaringan merupakan kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. c. Organ Organ adalah kumpulan berbagai jarigan yang mendukung fungsi tertentu. Seperti hati, lambung, dan usus

15 d. Sistem Organ Sistem organ tersusun dari berbagai organ tertentu yang berinteraksi melaksanakan fungsi khusus di dalam tubuh. e. Individu Individu adalah organisme tunggal yang didukung berbagai sistem organ dengan mekanisme yang kompleks. f. Populasi Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang menempati suatu ruang dan dalam waktu tertentu

16 g. Kumunitas Komunitas adalah kumpulan dari berbagai populasi yang saling berinteraksi dan menempati suatu tempat dalam waktu yang sama. h. Ekosistem Ekosistem adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. i. Bioma Bioma merupakan ekosistem – ekosistem yang terbentuk karena perbedaan letak geografis dan astronomis j. Biosfer Biosfer adalah sekumpulan dari bioma.

17 3.Cabang – cabang ilmu biologi >Anatomi Ilmu yang mempelajari tentang susunan dalam tubuh makhluk hidup >Bakteriologi Ilmu yang mempelajari tentang bakteri >Botani Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan >Ekologi Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungannya >Embriologi Ilmu yang mempelajari tentang embrio >Entomologi Ilmu yang mempelajari tentang serangga

18 >Fisiologi Ilmu yang mempelajari tentang proses kerja tubuh >Genetika Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat >Histologi Ilmu yang mempelajari tentang jaringan mikroskop >Mikologi Ilmu yang mempelajari tentang jamur >Mikrobiologi Ilmu yang mempelajari tentang organisme mikroskop

19 >Morfologi Ilmu yang mempelajari tentang bentuk luar tubuh makhluk hidup >Organologi Ilmu yang mempelajari tentang organ >Ornitologi Ilmu yang mempelajari tentang burung >Palaentologi Ilmu yang mempelajari tentang kehidupan organisme di masa lampau >Virologi Ilmu yang mempelajari tentang virus

20 >Manfaat biologi di bidang kedokteran  Penemuan berbagai macam antibiotik, vaksin, dan obat. Hal ini juga didukung perkembangan ilmu biologi pada cabang virologi, mikrobiologi, mikologi, dan farmakologi.  Penemuan teknik bayi tabung sebagai solusi bagi pasangan yang sulit memiliki keturunan. >Manfaat biologi di bidang pertanian  Penemuan bibit unggul, teknik penanaman efektif, pemberantasan hama dengan predator alami, dan pengelolaan hasil panen di bidang pertanian.

21  Perbanyakan tanaman secara singkat melalui teknik kultur jaringan, contohnya tanaman anggrek yang memiliki nilai ekonomis tinggi.  Rekayasa genetika pada tanaman, contohnya kapas transgenik dan buah semangka tanpa biji. >Manfaat biologi di bidang industri  Meningkatkan kualitas pangan melalui fermentasi dengan menggunakan beberapa jenis mikroorganisme, seperti roti, kecap, tempe, dan yoghurt.  Memanfaatkan beberapa jenis mikroorganisme tertentu dalam produksi vaksin dan antibiotik.

22 >Manfaat biologi di bidang kelestarian lingkungan hidup  Teknik-teknik konservasi untuk melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia.  Teknik kultur jaringan untuk memperbanyak tanaman langka.  Pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

23 5. Kerja Ilmiah Kerja Ilmiah merupakan cara kerja yang dipakai para ilmuwan untuk memecahkan masalah, yaitu dengan cara menerapkan metode ilmiah.

24 6. Metode Ilmiah >Pengamatan / observasi Pengamatan atau observasi merupakan keterampilan proses yang mendasar. Kegiatan ini menggunakan seluruh indera meliputi penglihatan, pendengaran, peraba, pengecap, dan pembau dan bersifat objektif. Dalam ini diperlukan sikap cermat dan tekun sehingga diperoleh data observasi yang baik. >Perumusan masalah Setelah melakukan pengamatan dengan cermat dan teliti, kita dapat menentukan maslah dari lingkungan.

25 >Perumusan hipotesis Hipotesis dirumuskan dalam pernyataan yang merupakan dugaan sementara yang membutuhkan pengujian. Hipotesis terdiri dari dua macam variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas merupakan variabel yang dibuat tidak sama untuk perlakuan pada objek penelitian. Sedangkan variabel terikat merupakan variabel yang ditunjukkan akibat perlakuan dari variabel bebas. contoh: Hipotesis : Dosis pupuk berpengaruh tehadap berat segar tanaman selada. Variabel bebas : Dosis pupuk Variabel terikat : Berat segar tanaman selada Variabel kontrol : Jenis pupuk, usia dan jenis tanaman selada.

26 >Eksperimen Pada percobaan, biasanya ada dua kelompok perlakuan. Kelompok yang diberi perlakuan bedasarkan variabel bebas dan kelompok kontrol atau kelompok yang tidak di beri perlakuan. >Analisis data Data hasil percobaan kemudian di olah untuk selanjutnya di analisis untuk membuktikan kebenaran hipotesis.

27 >Penyimpulan Hasil analisis data kemudian di bandingkan dengan hipotesis. Hipotesis di terima jika sesuai dengan hasil penelitian, dan hipotesis di tolak jika berlawanan dengan hasil penelitian. Dalam tahap ini di perlukan sikap jujur dalam mengambil kesimpulan. >Pelaporan/komunikasi hasil Hasil percobaan di komunikasikan melalui persentasi ataupun pelaporan dan jurnal. Dalam kegiatan ini di tuntut sikap terbuka, sehingga hasil percobaan dapat di ketahui oleh orang lain.

28 7. Keselamatan kerja di laboratorium Kecelakaan dapat terjadi dimana saja dan dalam kegiatan apapun, termasuk di laboratorium. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap sifat-sifat suatu zat kimia, proses kimia yang terjadi, dan alat-alat yang digunakan menjadi penyebab utamanya terjadi kecelakaan. Maka dari itu, siswa harus menaati peraturan kerja/tata tertib di laboratorium.

29 Tata tertib Laboratorium dibuat untuk menjaga keselamatan dan menjaga kelancaran kegiatan di dalam laboratorium. Contoh tata tertib laboratorium : Apabila mengadakan kegiatan laboratorium hendaknya mengenakan jas praktikum Selesai menggunakan alat-alat segera dikembalikan ke tempat semula. Sedangkan alat-alat yang terbuat dari gelas harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dikembalikan Kebersihan di ruangan laboratorium harus selalu dijaga, baik kebersihan diri dan laboratorium, dll.

30 Selain itu juga kita tidak boleh membawa makanan/minuman ke dalam laboratorium. Kecuali untuk praktikum. Selama praktikum berlangsung tidak boleh bermain-main.

31 Terimakasih Atas Perhatiannya


Download ppt "Anggota : 1. Aan Annisa 2. Erika Fauziah 3. Ferliana Herianti 4. Herninda N. Shabrina 5. Robiatul Adawiyah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google