Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

By : 1. Utari20100720077 2. Erwin Arif20100720071 3. Gumelar20100720075.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "By : 1. Utari20100720077 2. Erwin Arif20100720071 3. Gumelar20100720075."— Transcript presentasi:

1 By : 1. Utari Erwin Arif Gumelar

2 A. Pendahuluan  Jika negosiasi telah dilakukan maka akan terjadi dua kemungkinan : 1. Kesepakatan 2. Konflik

3 B. Pengertian Negosiasi  Negosiasi ialah proses perundingan dua pihak atau lebih untuk mendapatkan kesepakatan.

4 F. Konflik Dalam Organisasi Konflik ialah ; 1. Pertentangan antara dua atau lebih terhadap satu hal atau lebih dengan sesama anggota organisasi atau dengan organisasi lain, 2. Pertentangan dengan hati nurani sendiri

5 C. Manfaat Negosiasi 1. Mendapatkan keefektifan dan efisiensi dalam mencapai tujuan. 2. Kesepakatan bersama yang saling menguntungkan ( simbiosis mutualisme). 3. Menjembatani perbedaan pendangan mereka yang bernegosiasi sehingga mengurangi, bahkan dapat mencegah konflik. 4. Menyepakati tujuan bersama, metode mencapai tujuan bersama yang belum jelas.

6 D. Macam Negosiasi Terdiri atas dua macam : 1. Kompetitif atau Distributif, yaitu suatu negosiasi yang menghasilkan ada pihak yang kalah dan ada pihak yang menang 2. Kooperatif atau integratif, yaitu negosiasi yang menghasilkan kemenangan (keuntungan) untuk pihak-pihak yang bernegosiasi.

7  Negosiasi dapat terjadi dalam empat macam : 1. Saya kalah, anda kalah 2. Saya menang, anda kalah 3. Saya kalah, anda menang 4. Saya menang, anda menang.

8 E. Teknik Bernegosiasi Menang- Menang  Arahkan diri Anda untuk menciptakan negosiasi menang-menang.  Rencanakan dan miliki strategi yang konkret (yakin rencana dan strategi itu penting).  Kenali BATNA (Best Alternative to a Negotiated Alternative) Anda.  Pisahkan pihak yang diajak bernegosiasi dengan masalah pribadi (mengendalikan emosi).  Fokuskan diri Anda pada minat, bukan posisi Anda.  Ciptakan alternatif-alternatif yang saling menguntungkan (dengan memahami orang lain, nilai-nilai, dan cara pandang orang lain).  Cari berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan.  Pusatkan perhatian selama proses oksigen.  Terapkan teori komunikasi yang efektif.  Esensi dari negosiasi adalah kesepakatan.

9 Langkah-Langkah Mencapai Kesepakatan RESPECT. R (Ready) = menyiapkan diri E (Explore) = menjajagi kebutuhan satu sama lain S (Signal) = mengisyaratkan untu melangkah P (Probe) = mencermati usulan-usulan E (Exchange) = mempertukarkan konsesi C (Close) = menutup transaksi T (Tie Up) = mengikat ujung-ujung

10 F. Konflik Dalam Organisasi Konflik ialah : 1. Pertentangan antara dua atau lebih terhadap satu hal atau lebih dengan sesama anggota organisasi atau dengan organisasi lain. 2. Pertentangan dengan hati nurani sendiri.

11 Tujuan Konflik : 1. Mendapat dan memperkuat kekuasaan atau keuntungan, baik pribadi maupun kelompok yang disebut politik belah bambu 2. Meningkatkan kemesraan kelompok melalui solusi terbaik 3. Menimbulkan dinamika pencapaian yang lebih baik

12 G. Persepsi Terhadap Konflik Lama (Dampak Negatif)Baru (Dampak Positif) 1. Semua konflik berakibat negatif 2. Harus dihidari (tradisional) 3. Berdampak negatif bagi organisasi (disfunctional) 4. Mengganggu norma yang sudah mapan 5. Menghambat efektivitas organisasi 6. Mengganggu hubungan kerja sama (menghambat komunikasi) 7. Mengarah pada disintegrasi 8. Menghabiskan waktu dan tenaga 9. Stress, frustasi, tegang, kurang kosentrasi, dan kurang puas 10. Tidak mampu mengambil tindakan 1. Konflik dapat berakibat negatif dan positif 2. Harus dikelola 3. Berdampak positif bagi organisasi (functional) 4. Merevisi dan memperbarui norma yang sudah mapan 5. Meningkatkan efektivitas organisasi 6. Menambah intim hubungan kerja sama 7. Menuju ke integrasi 8. Menghemat waktu dan tenaga 9. Mampu menyesuaikan diri dan meningkatkan kepuasan 10. Mampu mengambil tindakan

13 G. Bentuk Konflik 1. Konflik dengan diri sendiri (konflik dengan hati nurani sendiri) atau (interpersonal) 2. Konflik diri sendiri dengan seseorang (antarpersonal) 3. Konflik diri sendiri dengan kelompok 4. Konflik kelompok dengan kelompok dalam satu organisasi (intergrup) 5. Kelompok antarorganisasi (antargrup)

14 I. Penyebab Konflik  Perbedaan Peranan (atasan dengan bawahan)  Mendapat Tekanan  Salah Ambisi  Perebutan Kekuasaan

15 J. Strategi Mengatasi Konflik Frost dan Wilmot mengidentifikasikan empat strategi untuk mengatasi konflik : 1. Menghindar (avoidance) 2. Eskalasi 3. Reduksi 4. Pemeliharaan (maintenance)

16 K. Taktik Untuk Mengurangi Konflik (Dinsmore,1990) Meminimalkan konflik dengan atasan -Tempatkan dirinya sebagai “sepatu bos” -Analisis pola pikir bos -Jangan menyampaikan masalah kepada bos, tetapi pemecahan masalah -Dengarkan dengan baik informasi bos untuk rencana dan pengembangan -Berkonsultasi dengan bos terhadap kebijakan, prosedur, dan kriyeria. -Jangan memaksa bos Meminimalkan konflik dengan bawahan - Temukan profesional dan tujuan personal anggota tim - Jelaskan harapan Anda - Definisikan ukuran kontrol - Kembangkan toleransi kegagalan untuk membangkitkan kreativitas - Beri umpan balik positif - Beri kesempatan dan penghargaan Meminimalkan konflik dengan teman selevel -Bantu kelompok mencapai tujuannya - Bangun iklim kerja sama - Beri catatan kemajuan untuk membantu Anda dari kelompok - Usahakan saluran komunikasi informal - Coba mereka dengan percobaan yang Anda inginkan Meminimalkan konflik dengan pelanggan -Dorong pelanggan menuju yang mereka inginkan - Pelihara kontak tertutup dengan pelanggan - Hindari kejutan - Siaplah melayani setiap level - Kembangkan hubungan informal sebaik mungkin - Laksanakan proyek pertemuan reguler

17


Download ppt "By : 1. Utari20100720077 2. Erwin Arif20100720071 3. Gumelar20100720075."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google