Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pestisida Pertanian Klas B, Ruang II. Peraturan 2/1 SKS 2 dosen: wiwiek dan Hartadi Harus sopan di kelas dan di luar 15 menit terlambat masuk kelas Kuis,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pestisida Pertanian Klas B, Ruang II. Peraturan 2/1 SKS 2 dosen: wiwiek dan Hartadi Harus sopan di kelas dan di luar 15 menit terlambat masuk kelas Kuis,"— Transcript presentasi:

1 Pestisida Pertanian Klas B, Ruang II

2 Peraturan 2/1 SKS 2 dosen: wiwiek dan Hartadi Harus sopan di kelas dan di luar 15 menit terlambat masuk kelas Kuis, PR UTS dan UAS Nilai Akhir Nilai Kuis, PR, Prakt, Uts. UAS

3 Definisi Pestisida  Pest = OPT dan, sida= caedo= pembunuh  FAO 1986 & PP RI No. 7, 1973 Campuran bahan kimia yang digunakan untuk mencegah, membasmi dan mengendalikan hewan/tumbuhan pengganggu seperti binatang pengerat, termasuk serangga penyebar penyakit, dengan tujuan kesejahteraan manusia  PP RI No. 6, 1995 Zat atau senyawa kimia, zat pengatur tubuh dan perangsang tumbuh, bahan lain, serta mikroorganisme atau virus yang digunakan untuk perlindungan

4 Definisi Pestisida  US EPA Zat atau campuran zat yang digunakan untuk mencegah, memusnahkan, menolak atau memusuhi OPT dalam bentuk hewan, tanaman dan mikroorganisme pengganggu

5 Definisi Pestisida mencakup bahan-bahan kimia yang digunakan untuk membasmi populasi jasad hidup yang merugikan manusia, tumbuhan dan lain-lain yang diusahakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya, supaya kerugian dan gangguan dapat ditekan seminimal mungkin

6 Penamaan Pestisida Setiap pestisida yang beredar di pasaran terdiri dari tiga bagian utama; 1. bahan aktif (active ingredient) 2. bahan pembantu (adjuvant) 3. bahan pembawa (carrier)

7 Penamaan Pestisida Setiap bahan aktif pestisida biasanya di beri nama ; - nama kimia - nama umum - nama produk

8 Penamaan Pestisida: Nama kimia Nama yg didasarkan atas struktur atau rumus kimia dari senyawa tersebut, ini harus di akui oleh IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry as adapted for indexing in Chemical Abstracts) Contoh: 2,3-dihidro-2,2- dimethyl-7-benzofuranyl methylcarbamate. Return

9 Penamaan Pestisida: Nama umum Nama umum atau nama generik yang lebih mudah di ingat, lebih singkat dan lebih mudah di mengerti. Nama umum diusulkan oleh penemunya dan diakui oleh salah satu lembaga internasional yang memiliki otoritas seperti ANSI (American National Standart Institute), WSSA dll. Contoh nama Umum: Furadan, maneb, diuron dll

10 Penamaan Pestisida: Nama dagang Nama dagang (trade name, trade mark, brand name) diberikan oleh formulatornya atau pembuatnya. Satu bahan aktif biasanya dijual dengan nama dagang bermacam-macam. Contoh ; Pilaram 80 WP, Velpar 60 WP, Curacron 500 EC

11 Penamaan Pestisida: Nama umum Contoh nama kimia, nama umum dan nama dagang. Nama Kimia :3-(3,4-dichlorophenyl)1,1- dimethylurea Nama Umum : Diuron Nama Dagang : Bimaron 80 WP, Velpar 60 WP, Gulmaron 500 EC dll

12 SYARAT PESTISIDA  Membunuh dgn cepat (efektif dan efisien)  Tidak membahayakan binatang  bertulang belakang  Murah dan mudah diperoleh di pasaran  Menguntungkan dalam pemakaian yg luas  Susunan kimia stabil (mempunyai residual efek)  Selektif

13 SYARAT PESTISIDA  Tidak mudah terbakar  Mudah disiapkan  Tidak merusak barang  Bersih  Tidak mengeluarkan bau yang tidak menyenangkan

14 KLASIFIKASI PESTISIDA Berdasarkan cara masuk  Stomach poison  pencernaan  Contact poison  kontak kulit  Residual poison  kontak dengan sisa racun  Fumigant (Respiratory Poison)  pernafasan  Dessicant  menyerap cairan tubuh Return

15 KLASIFIKASI PESTISIDA Berdasarkan organisme target  Insektisida : bunuh/kendali serangga  Herbisida: bunuh gulma  Fungisida: bunuh jamur/cendawan  Algasida: bunuh alga  Avisid : bunuh/kontrol pop burung  Akarisida: bunuh tungau/kutu/ rodentisida: tikus/rodentia  Bakterisida: bunuh bakteri  Larvasida: bunuh larva  Moluskisida: bunuh siput

16 KLASIFIKASI PESTISIDA Berdasarkan organisme target (lanjutan)  Nematisida : bunuh cacing/nematoda  Ovisida: bunuh telur  Pedukulisida: bunuh kutu/tuma  Piscisida: bunuh ikan  Rodentisida: bunuh binatang pengerat  Predisida: bunuh pemangsa/predator  Termisida: bunuh rayap  Metisida: bunuh tengu/caplak (mites)

17 KLASIFIKASI PESTISIDA Berdasarkan organisme target (lanjutan)  Repellent: penolak serangga  Attractant: penarik serangga  Dessicant: penyerap air  Anti transparant: pembalut daun agar tak kehilangan air  Plant growth regulator: pengatur pertumbuhan tanaman

18 KLASIFIKASI PESTISIDA Berdasarkan Stadium Serangga  Ovisida  telur  Larvasida  larva  Adultsida  dewasa

19 KLASIFIKASI PESTISIDA Berdasarkan derajat toksisitas  Highly toxic LD50 = 1-50 mg/kg brt bdn Pemakaian di luar rumah, pertanian Parathion: 6,8, TEPP (Tertra Ethyl Pyro Phosphate), Thimet Phosdrine, Endrin  Moderately toxic LD50 = 50 – 1000 mg/kg BB Diazinon: 455, Dieldrin, DDVP (Dimethyl Dichlor Vynil Phosphate), Aldrine, Heptachlor, Nicotine Sulfate, Diazinon, Chlordane, Lindane  Slightly toxic LD50 = 1000 – 6000 mg/kg BB malathion: 4445, chlorobenzilate, diphterex, lead arsenate, parisgreen, dichlori diphenil trichloretan, ronnel, malathion, dilan

20 Pestisida an organik  Sangat beracun (umumnya racun perut)  Residu persisten  Menimbulkan resistensi (akibat pemakaian yang terus-menerus)  Kurang efektif dibandingkan yg racun organik sintetis  SO 2 : sbg fumigant, sangat beracun bagi manusia  Cooper Sulfat: digunakan sebagai fungisida  Kalsium arsenat, lead arsenat, cryolit  Mercury: HgCl2, mercurial oil Dua kelompok insektisida An Organk (sampai saat ini) Arsenikal dan Flourida

21 KLASIFIKASI INSEKTISIDA Berdasarkan komposisi kimia  Insektisida Anorganik  Insektisida Organik Organik Alami (Botanical) Organik Sintetis –Chlorinated Hydrocarbon Insecticide (CHI) –Organophosporus Insecticide (OPI) –Carbamat –Thyocyanate –Minyak Bumi –Pyretroid Sintetis

22 Pestisida nabati/Botanik - Digunakan secara tradisional dalam bentuk perasaan, pengasapan serbuk. - Umbi buah gadung, buah nona, digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama ulat - Biji Mahoni, untuk mengendalikan berbagai jenis hama ulat - Daun Banglai dan jeringau, mengendalikan wereng - Serbuk dan daun srikaya, untuk melindungi biji dan disimpan, membunuh kutu anjing

23 Pestisida nabati/Botanik  Cukup efektif  efek knock down  Efek kurang terhadap binatang berdarah panas  Pyrethrum: bunga tanaman chrisantheum cinerari aefolium terdapat di  peg. Dieng  Banyak digunakan dalam rumah, resataurant, pesawat udara dan ruang pengolah susu dg aman  Alletrine  Rotenone/derris: racun ikan  Ryania: akar batang tanaman ryania  racun perut & racun kontak  Sabaddilla: biji tanaman sabaddilla (fam: lily) amerika selatan  Nicotine: dari tembakau, menyebabkan paralyse dr susunan saraf

24  PyrethrumRyaniasabbadila

25 KLASIFIKASI INSEKTISIDA Berdasarkan komposisi kimia  Insektisida Anorganik  Insektisida Organik Organik Alami (Botanical) Organik Sintetis –Chlorinated Hydrocarbon Insecticide (CHI) –Organophosporus Insecticide (OPI) –Carbamat –Thyocyanate –Minyak Bumi –Pyretroid Sintetis

26 Insektisida Organik 1. Insektisida Hydrocarbon Berklor  Broad spectrum  luas  Larut dalam lemak, tdk larut dlm air  Susuna kimia stabil (lambat terurai)s/d bbrp bulan  Residu persisten  Menimbulkan akumulasi di rantai makanan  Kurang selektif thd serangga yg berguna  Menimbulkan resistensi pd serangga  Menyerang sistem saraf

27 Anorganik Organik Alami Sintetis Chlorinated Hydrocarbon Insecticide (CHI) = organoklorin Organophosporus Insecticide (OPI) = organofosfat Carbamat Thiocyanate Minyak Bumi Nikotin Phyretrum Deris Kampher Saba Ddilla Cryolit Belerang Arsinikel (Sodium arsenit) Fluoride (Sodium Fluoride) Dieldrin Lindane Aldrin Heptaklor Klordan Endosulfan Chlorobenzilate Dilan DDT (Dichloro Diphenyl Trichloroethane) Parathion Diazonin Fenthion Fenithrotion Malathion Abate Trichlorfon Dichlorfos Asephate Chlorpyrifos Sevin Pyrolan Isolan dimethilan Propoxur Baygon Carbofuran Carbaryl Pirimicarb Phenithiazi ne Lethane Lauryl thiocyanate Thanite Kerosine Solar Oli Bensin Parafin Tir Piretroid Sintetis Fenvolerate Deltamethrin Cyphenothrin Tetramethrin

28 Insektisida Organik Insektisida Hydrocarbon Berklor (lanjutan)  Hasil pabrik  Derajat keracunan sama untuk semua macam racun  CHI dpt diserap ml inhalasi, oral, kulit  Bahaya keracunan terbesar akibat absorpsi mll kulit shg menimb. Akumulasi dl tubuh  Dikenal dg Organoklorin

29 Insektisida Organik Insektisida Hydrocarbon Berklor (lanjutan)  CONTOH :  Highly toxic  Endrin  Moderately toxic  Dieldrin  Heptachlor  Lindane  Alderin  Chlordane  Slightly toxic  DDT  DDD  Dilan  Chlorbenzilate  Metoxychlor

30 Insektisida Organik 2. Insektisida Organo Phosphor  Racun anti cholinesterase  Degradasi lebh cepat dr pd CHI  Derajat keracunan berbeda-beda  Gejala keracunan cepat kelihatan (<6jam)  Dpt diserap mll oral, inhalasi maupun kulit sehat

31 Insektisida Organik 2. Insektisida Organo Phosphor  CONTOH;  Highly toxic  Parathion  Phosdrine  TEPP  Moderately toxic  Diazinon  DDVP  Naled  Dimethoate  Methyl Parathion  Fenthion  Dichlorovos  Fenithrothion  Slightly toxic  Malathion  Ronnel  Abate  Gardona  Diphterox  Fenchlorphos  Trichlorfon

32 Insektisida Organik 3. Karbamat  Efektif dan terdegradasi cepat  Mrpk Insecticide yg plg banyak digunakan selain OPI  Contoh:  Pyrolan, isolan, propoxur, sevin, demethilan, phenothiazine  Karbaryl  Baygon, Merusol, Zectran (plg efektif untk larva, nympha, serangga dewasa)  Phenotiazine

33 Insektisida Organik 4. Thiocyanat  Sering dikombinasikan dg minyak bumi, malathion  Biasa disemprotkan dr pesawat udara dg aerosol  fogging & mist  Mrpk racun kontak dg efek knock down thd serangga  Menghasilkan bau yg tdk sedap, tdk cocok utk pnyemprotan di rmh  Umumnya golongan Thiocyanate  Contoh: Loro, Thanite, lethane

34 Minyak Bumi  Sangat efektif utk tungau di stadium telur  Menghambat pertukaran gas yg berlangsung dl tubuh serangga  Aplikasinya dlm bentuk emulsi (untuk mencegah kerusakan tanaman)  Sebagai bahan pelarut untuk CHI dan OPI  Menghasilkan efek knock down  Keuntungan:  daya racun rendah thd manusia  Serangga tdk resisten  Contoh: kerosine, solar, bensin, paraffin, tir, oli

35 FUMIGAN  Racun masuk dr dinding tubuh dan pernafasan  Saat pemakaian ruangan tertutup  Pemakaian jarang disebabkan:  Mudah terbakar  Daya reaksi dan penetrasi tinggi  menimbulkan residu bau pd makanan  Komposisi kimia kurang stabil (cepat terurai)  Harga mahal  Contoh  Padat: ClOH 8, Para-dichlorbenzene  Liquid & Gas: HCN, Methylbromida, Acrylonitrik, Sulfurdioksida, Carbondisulfide, Carbon tetrachloride, Chloriciplin, Phospin

36 DESSICAN  Membunuh serangga dg menyerap cairan & lemak tubuh melalui exoskleton, epicuticle  Kematian terjadi krn serangga kehilangan cairan dg segera  Jarang menimbulkan resistensi  Contoh:  Silica gels  Silica aero - gels

37 REPELEN  Bahan penolak serangga  Syarat:  Memberi perlindungan selama bbrp jam  Tdk beracun dan tdlk menimbulkan iritasi kulit  Tdk mengeluarkan bau tak sedap  Tdk merusak pakaian dan brg lain  Efektif thd hampir semua serangga  Mudah didapat dg harga murah

38 TUGAS  Cari 5 merek dagang pestisida yang umum dipergunakan di sawah, catat kandungan bahan aktif di dalamnya dan termasuk ke dalam klasifikasi pestisida yang mana (racun tikus, serangga, dll)


Download ppt "Pestisida Pertanian Klas B, Ruang II. Peraturan 2/1 SKS 2 dosen: wiwiek dan Hartadi Harus sopan di kelas dan di luar 15 menit terlambat masuk kelas Kuis,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google