Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KARAKTER “MARITIM” MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KARAKTER “MARITIM” MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN"— Transcript presentasi:

1 KARAKTER “MARITIM” MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN
DI BAWAKAN OLEH: DR. IR. H. NASARUDDIN SALAM, M.T. DALAM “PELATIHAN BASIC CHARACTER AND STUDY SKILLS (BCSS)” UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2014

2 SUKSES adalah sebuah... PILIHAN

3 KALIMAT BIJAK ORANG CERDAS:
TABURLAH GAGASAN PETIKLAH PERBUATAN; TABURLAH PERBUATAN PETIKLAH KEBIASAAN; TABURLAH KEBIASAAN PETIKLAH KARAKTER; TABURLAH KARAKTER PETIKLAH NASIB.

4 berkorelasi sangat erat
Sukses berkorelasi sangat erat dengan karakter

5 Sukses Sosial Kemasyarakatan
TRI-SUKSES MAHASISWA ? Fungsi Mahasiswa : - Agent of Change - Social of Control - Moral Force Sukses Akademik TRI-SUKSES MAHASISWA Sukses Persiapan Karier Sukses Sosial Kemasyarakatan

6 KAPABILITAS = KARAKTER + KOMPETENSI
KAPABILITAS (Kapasitas) KAPABILITAS = KARAKTER + KOMPETENSI KARAKTER (Soft Skills) KAPABILITAS (Kapasitas) KOMPETENSI (Hard Skills) MANUSIA BERSUMBER DAYA

7 Apa itu Karakter? Pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. (Rencana Aksi Nasional Pendidikan Karakter, 2010)

8 Pendidikan Komprehensif:
Ilmu Pengetahuan, Budi Pekerti (Akhlak, Karakter), Kreativitas, Inovatif “…pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita..” (Ki Hajar Dewantoro) PT Pendidikan AKADEMIK dsb integrasi & pembiasaan SMA Hal ini mengingatkan kembali kepada kita semua tentang hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita yaitu Ki Hajar Dewantoro yang bermakna daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran dan jasmani para remaja. exploring – strengthening - empowering SMP Pendidikan KARAKTER PAUD /SD

9 Tujuan, Fungsi, Media Pendidikan Karakter
Mengembangkan potensi dasar, agar “berhati baik, berpikiran baik & berperilaku baik” Mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila “Pendidikan karakter sebagai pilar kebangkitan bangsa, raih prestasi junjung tinggi budi pekerti” (Hardiknas, 20 Mei 2011) Memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur (memperkuat perilaku yang sudah baik) Meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia (Penyaring budaya yang kurang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila) Pendidikan karakter bukan hanya sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dari itu, pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga kita mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Dengan kata lain, pendidikan karakter yang baik harus melibatkan pengetahuan yang baik, perasaan yang baik, dan perilaku yang baik sehingga terbentuk perwujudan kesatuan perilaku dan sikap hidup kita. MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER Keluarga; satuan pendidikan; masyarakat sipil; masyarakat politik; pemerintah; dunia usaha; media massa

10 KONFIGURASI NILAI (SOSIAL-KULTURAL-PSIKOLOGIS) KECERDASAN
beriman dan bertakwa, jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi Ipteks, dan reflektif CERDAS INTELEKTUAL CERDAS SPRITUAL OLAH PIKIR OLAH HATI ramah, saling menghargai, toleran, peduli, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit , mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja OLAH RAGA OLAH RASA/ KARSA bersih dan sehat, disiplin, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih CERDAS EMOSIONAL CERDAS KINESTETIK

11 Karakter dapat dibentuk melalui:
Pembiasaan kegiatan sehari-hari Contoh sikap dan perilaku yang baik dari orang-orang di sekelilingnya Pembelajaran formal Pembelajaran non-formal Kegiatan minat dan bakat kampus: Kegiatan Kesenian Kegiatan Sosial Kegiatan Karya Ilmiah Kegiatan OLAH RAGA

12 Karakter Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
1. Kerjasama 2. Komunikasi 3. Mentaati aturan 4. Mencari solusi 5. Saling Pengertian 6. Saling terhubung dg yg lain 7. Kepemimpinan 8. Menghargai org lain 9. Upaya yang bernilai 10. Berusaha untuk menang 11. Menerima kekalahan 12. Pandai mengelola kompetisi 13. Bermain dengan fair 14. Berbagi 15. Punya harga diri 16. Percaya pd orang 17. Berlaku jujur/Integritas. 18. Menghargai diri sendiri 19. Toleran 20. Percaya diri 21. Membentuk tim 22. Disiplin 23. Gigih/Tangguh.

13 OUTPUT KARAKTER YANG DIHARAPKAN DARI MAHASISWA UNHAS: KARAKTER “MARITIM”
MANUSIAWI ARIF RELIGIUS INTEGRITAS TANGGUH INOVATIF MANDIRI

14 BEBERAPA DISKRIPSI KARAKTER “MARITIM” MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN
MANUSIAWI: MENGHARGAI DIRINYA, MENGOPTIMALKAN POTENSI YANG DIMILIKI DALAM MEMENUHI TANGGUNGJAWAB PENCIPTA. HIDUP BERSAMA DENGAN MANUSIA LAINNYA, YANG MEMBAWA KONSEKWENSI YANG HARUS DIJALANI. KONSEKWENSI TERSEBUT ADALAH MENGHARGAI KEBERADAAN MANUSIA LAINNYA, DENGAN MENYADARI BAHWA SETIAP ORANG BERHAK UNTUK DIHARGAI.

15 ARIF: MEMBUAT KITA BISA LEBIH DEWASA DAN DENGAN MUDAH DAPAT MENANGANI SETIAP PERMASALAHAN SECARA EFEKTIF. ORANG ARIF LEBIH MENGEDEPANKAN PIKIRAN DIBANDING EMOSI DALAM MENGAMBIL KEBIJAKAN. MENERIMA DIRI APA ADANYA SAMBIL MENINGKATKAN DIRI MELALUI PEMBELAJARAN DARI KESALAHAN MASA LALU.

16 RELIGIUS: PENGAKUAN ATAS KEKUASAAN DI ATAS MANUSIA, YAITU KEKUASAAN MAHA PENCIPTA TUHAN YME. PEDULI KEPADA ORANG LAIN ATAU PENGHORMATAN SESEORANG TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL DI SEKITARNYA, BERDASARKAN NILAI-NILAI AGAMA YANG DIANUTNYA. Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

17 INTEGRITAS: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sbg orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. DIA BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN BESERTA RESIKONYA, YANG DIYAKINI BENAR MESKI TIDAK DIDUKUNG OLEH LINGKUNGAN SEKITARNYA.

18 TANGGUH: PERILAKU YANG SUNGGUH2 MEMBANGUN TEKAD DAN BERJUANG KERAS MENCAPAINYA, TEKUN, ULET, MANDIRI-TIDAK TERGANTUNG PADA BELAS KASIHAN ORANG LAIN. SPORTIF MENERIMA KEKALAHAN MAUPUN KEMENANGAN DALAM SUATU KOMPETISI. “SEKALI LAYAR TERKEMBANG PANTANG BIDUK SURUT KE PANTAI”

19 INOVATIF: Berpikir dan melakukan sesuatu untuk
LAHIRNYA PEMIKIRAN IMAGINATIVE YAKNI KEBEBASAN, DORONGAN, PENGAKUAN, DAN KEINGINAN YANG KUAT UNTUK MEWUJUDKAN KULTUR YANG KREATIF. ORANG2 INOVATIF DAPAT DILIHAT DARI MOTIVASI, EXPERTISE (KEAHLIAN), SIKAP TERHADAP RESIKO, DAN SOCIAL SKILLS. Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari apa yang telah dimiliki.

20 MANDIRI: Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. MAMPU MENGHADAPI SEMUA TANTANGAN, DAN MENJALANINYA DENGAN KEKUATAN DALAM DIRI SAUDARA SENDIRI, BUKAN DARI ORANG ATAU HAL-HAL LAIN SEPERTI BENDA ATAU KEJADIAN TERTENTU. - MEMUNGKINKAN KITA BEBAS MENGEMBANGKAN POTENSI DIRI KITA SECARA MAKSIMAL UNTUK MENCAPAI TUJUAN HIDUP.

21 KARAKTER TIDAK DIBANGUN DALAM SATU MALAM,
Step by Step Membangun Karakter KARAKTER TIDAK DIBANGUN DALAM SATU MALAM, TETAPI MELALUI PIKIRAN DAN TINDAKAN SEDIKIT DEMI SEDIKIT TETAPI KONTINYU.

22 Terima kasih SEMOGA ADIK2 SUKSES
KITA TIDAK HARUS HEBAT SAAT MULAI, TETAPI KITA HARUS MEMULAI UNTUK MENJADI HEBAT Terima kasih SEMOGA ADIK2 SUKSES


Download ppt "KARAKTER “MARITIM” MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google