Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGELOLAAN LANSKAP KAWASAN YANG DILINDUNGI Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.S. Departemen Arsitektur Lanskap Program Pascasarajana IPB Penggunaan Lahan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGELOLAAN LANSKAP KAWASAN YANG DILINDUNGI Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.S. Departemen Arsitektur Lanskap Program Pascasarajana IPB Penggunaan Lahan."— Transcript presentasi:

1 PENGELOLAAN LANSKAP KAWASAN YANG DILINDUNGI Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.S. Departemen Arsitektur Lanskap Program Pascasarajana IPB Penggunaan Lahan Data yang tepat mengenai penggunaan lahan pada saat ini sulit diperoleh, karena: Belum ada standarisasi klasifikasi penggunaan lahan Belum ada survei atau sensus yang menyeluruh Penggunaan Lahan Ditentukan: Jenis dan kesuburannya Keadaan lapangan, topografi, relief dan ketinggian Aksesibilitas Kemampuan dan kesesuaian lahan Tekanan penduduk Konsepsi Wilayah Tanah Usaha Daerah antara meter Daerah antara meter Daerah antara meter Daerah antara ,000 meter Daerah di atas 1,000 meter Sifat Daerah meter Terletak di tepi pantai, sering merupakan daerah “pertemuan” air Sebagian besar daerah ini tergenang air secara periodik ataupun terus-menerus, pada umumnya antara meter, meter, ataupun meter. Pemukiman & tegalan di wilayah ini terletak pada daerah yang tidak terkena genangan/ banjir. Sifat Daerah meter Sebenarnya letak batas tertinggi daerah ini bisa lebih tinggi, antara meter. Di sini banyak dijumpai bendungan- bendungan besar. Dijumpai daerah persawahan terbaik. Daerah terpadat jumlah penduduknya.

2 Sifat Daerah meter Masih sebagian besar merupakan daerah pertanian. Jumlah lahan datar dan berigasi baik mulai berkurang. Di antara m, daerah dengan ketinggian 100 m ke atas topografinya lebih kasar, perkampungannya sedikit tersebar dan memencil. Sifat Daerah ,000 meter Merupakan daerah peralihan antara daerah yang benar-benar beriklim panas (tropika) dan daerah yang beriklim sedang di atas 1,000 m. Dijumpai tumbuhan tropis meskipun produksi- nya tidak terlalu baik. Alam mulai mengadakan pemilihan, yaitu tem- peratur. Lazimnya memiliki CH terbanyak. Diperlukan tumbuhan penutup dan pencegah erosi. Sifat Daerah di atas 1,000 meter Bukan lagi sebenarnya daerah tropika, karena rata-rata suhu sudah cukup rendah. Biasanya iklim sedang di daerah tropika mulai pada ketinggian 1,200 m ke atas. Usaha tanaman tropika sudah tidak ekonomis lagi. Dijumpai banyak daerah terjal, umumnya dihutankan. Formasi Hutan Alam & Penyebarannya Hutan Pantai: Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi Hutan Payau: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Papua Hutan Rawa: Sumatera, Kalimantan, Papua Hutan Rawa Gambut: Sumatera, Kalimantan Hutan Hujan: Sumatera, Kalimantan, Papua Hutan Musim: Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi Hutan Pantai: terdapat di pantai berlumpur atau sedikit berpasir, berbatu, regosolpasir, di atas garis pasang tertinggi (Calophyllum inophyllum, Baringtonia asiatica, Terminalia catapa, Casuarina equistifolia, Manilkara kauki). Hutan Payau: di pantai berlumpur atau sedikit berpasir, dipengaruhi pasang surut air laut, tidak terkena ombak keras, tanah aluvial payau (Avicennia, Sonneratia, Rhizophora, Bruguiera, Nypha fruticans). Hutan Rawa: di sekitar muara sungai, selamanya atau sering tergenang air tawar dari sungai (kaya hara), tanah aluvial dan gley humus (Alstonia, Shorea balangeran, Shorea uliginosa) Hutan Rawa Gambut: semacam hutan rawa tetapi tumbuh di atas lapisan gambut yang tebal dan digenangi air gambut yang berasal dari air hujan (miskin hara), tanah organosol (Alstonia, Campnosperma, Calophyllum). Hutan Hujan: paling luas penyebarannya dan paling beraneka ragam, pada daerah iklim basah (type A dan B), tanah podsolik, latosol, aluvial (HH bawah< 1000m: Shorea, Dipterocarpus, Agathis, etc.; HH tengah m: Quercus, Podocarpus, Schima wallichii, Pinus, etc.; HH atas m: Podocarpus, Araucaria, etc.) Hutan Musim: di daerah beriklim musim (type C dan D), tanah latosol, mediteran dan grumusol (HM bawah: Tectona grandis, Acacia, Eucaliptus alba, etc.; HM tengah dan atas:Casuarina junghuniana, Eucalyptus platyphylla, Pinus merkusii)

3 (m) 3000 montana alpine rainforest tea plantation bam bo Gede w ith sm allpond,cow,sheep and rabit ngo National pek 2000 Park dry field GPNPZone, forest bamboija dryf plantationand tea palaw plantation vegetable dryfield pek,fishpond,chicken,goat m ixedgarden mixedgardenpek, 2 paddyfieldlow landfishpond,chicken, paddyfieldbuffalo 1000duck,goat & MangunkertaHamlet fishpond CugeunangSub-district,City, KarangTengahCianjur SelajambeHamlet Distance(km) (km) Figure oflanduseprofile ofstudysites inWest Hutan Berdasarkan Fungsinya Hutan Lindung Hutan Produksi Hutan Suaka Alam dan Wisata Hutan Cadangan Hutan Lindung: kawasan hutan yang diperuntukan guna mengatur tata air, mencegah banjir dan erosi dan memelihara kesuburan tanah. Hutan Produksi: kawasan hutan yang diperuntukan guna memproduksi hasil hutan untuk memenuhi keperluan masyarakat pada umumnya, dan khususnya untuk bangunan, industri dan ekspor. Hutan Suaka Alam: kawasan hutan yang karena sifatnya yang khas diperuntukan secara khusus untuk perlindungan alam hayati dan/atau manfaat lain. Hutan Wisata: kawasan hutan yang diperuntukan secara khusus untuk dibina dan dipelihara guna kepentingan wisata. Landscape profile by the altitude in Cianjur Watershed Hutan Cadangan: hutan konversi, sebagai cadangan penggunaan lainnya. The distribution of elevation classes (left-up), slope classes (right-up) The existing land use (mid-left), soil type (mid-right) Erosion hazard (left- bottom), and promoted ecological land use (right- bottom) Fig. Cianjur Watershed – Citarum Sub-watershed (Source: Saroinsong, Arifin, Gandasasmita & Takeuchi, 2003). JAKARTA BOGOR DISTRICT BOGOR CITY BOGOR DISTRICT Down stream * Flat area * High density of population * Dense settlements * Water/industrial pollution * Lack of greenery open space * Trading & services area DEPOK Middle stream * Flat – undulating area * High density of population *Settlements&new settlements * Industrial areas & pollution * Abandon lands * Agricultural farmlands * Land use changing Upper Stream * Hilly – mountainous area * Poverty, low of land property right * Agricultural farmlands * Big plantation estates * Mineral water exploration * Forest & greenery open space The Characteristics of Ciliwung Watershed (Source: Environmental Analysis & Spatial Modeling Laboratory, Faculty of Forestry-IPB, 2002)


Download ppt "PENGELOLAAN LANSKAP KAWASAN YANG DILINDUNGI Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.S. Departemen Arsitektur Lanskap Program Pascasarajana IPB Penggunaan Lahan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google