Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada."— Transcript presentasi:

1 Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada Microsoft PowerPoint 2007 PELAJARAN SEKOLAH SABAT DEWASA DALAM BENTUK POWERPOINT Model Mengajar : Hp:

2 Pedoman Pendalaman Alkitab Oktober November Desember 2013 Pedoman Pendalaman Alkitab Oktober November Desember 2013 Rumah Produksi: ® WS Sekolah Sabat dalam bentuk PowerPoint ini dirancang oleh Rudolf Weindra Sagala Hp:

3 Pengguna yang terkasih, Bahan PowerPoint ini disiapkan bagi para Pemimpin Diskusi Sekolah Sabat dan anggota jemaat lokal. Kami berharap bahwa Sekolah Sabat Dewasa dalam bentuk PowerPoint ini dapat bermanfaat untuk konsumsi pribadi maupun untuk digunakan dalam mengajar atau memimpin Diskusi Sekolah Sabat. Kami berharap agar tidak melakukan perubahan seperti: menambahkan ilustrasi, mengubah latar belakang, menyesuaikan ukuran font, dll. Meskipun niat anda mungkin baik, tetapi melakukan hal seperti ini tidak dibenarkan. PEDOMAN PENDALAMAN ALKITAB SEKOLAH SABAT DEWASA Sebuah ajakan………

4 Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh 2013 Pedoman Pendalaman Alkitab Sekolah Sabat Dewasa Format.pptx

5 Agar menolong kita untuk lebih mengerti makna pengorbanan Yesus yang besar, Allah merancangkan Bait Suci duniawi, sebagai suatu alat peraga dari rencana keselamatan Ketika Allah mendirikan Bait Suci di atas bumi, Ia menggunakannya sebagai sarana pembelajaran. Bait Suci orang Israel dan pelajaran-pelajarannya menggambarkan kebenaran-kebenaran penting tentang penebusan, tentang tabiat Allah, dan tentang berakhirnya dosa. Pendahuluan Umum

6 “Pelajaran mengenai Bait Suci adalah kunci yang membukakan rahasia kekecewaan pada tahun Pelajaran itu membukakan kepada pendengar suatu sistem kebenaran yang lengkap, yang berhubungan dan secara harmonis menunjukkan bahwa tangan Allah telah menuntun Pergerakan Advent yang besar itu, dan menyatakan tugas-tugas sekarang sebagaimana dijelaskan kedudukan dan pekerjaan umat-Nya.” Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 443 Pendahuluan Umum

7 Agar masing-masing kita memusatkan perhatian tertinggi kita pada bait suci karena, “Bait Suci di surga adalah pusat pekerjaan Kristus dami manusia. Bait Suci ini menyangkut setiap orang yang hidup di dalam dunia ini. Ia memperlihatkan rencana keselamatan, membawa kita kepada akhir zaman dan menyatakan isu kemenangan dalam pertikaian antara kebenaran dan dosa. Adalah sangat penting agar semua menyelidiki pokok pelajaran ini.” Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 511 TUJUAN PELAJARAN SEKOLAH SABAT TRIWULAN INI

8 1. Bait Suci di Surga 2. Surga di Atas Bumi 3. Korban 4. Pelajaran-pelajaran dari Bait Suci 5. Pendamaian: Korban Penghapus Dosa 6. Hari Pendamaian 7. Kristus, Korban Kita 8. Kristus, Imam Kita 9. Pengadilan Pra Advent 10. Hari Pendamaian Eskatologis 11. Pekabaran Nubuatan Kita 12. Pertentangan Kosmik Atas Tabiat Allah 13. Seruan-seruan dari Bait Suci Daftar Isi:

9 Seruan-seruan dari Bait Suci Pelajaran 13

10 Allah adalah Pemberi dorongan yang besar, dan Ia menginginkan kita untuk memperoleh hal yang utama, pengalaman positif dalam Bait Suci surgawi dan memiliki akses yang pasti kepada Allah melalui Yesus Kristus, Imam Besar kita, yang membuka jalan bagi kita. Dari pusat komando alam semesta ini, Ia memberkati umat-Nya, memberikan kepada kita jaminan penuh iman, menguatkan pengharapan kita, dan memperdalam cinta kita sehingga kita dapat tumbuh secara rohani dan bersedia untuk hari Penghakiman. Kata-kata Pembuka

11 Untuk menolong setiap anggota kelas Sekolah Sabat untuk mengetahui betapa pentingnya untuk tidak pernah menyerah, dan tetap tinggal dalam persekutuan yang erat satu dengan yang lain. Kita bergantung satu dengan yang lain dan perlu berhubungan dengan saudara dan saudari sebagaimana mereka juga memerlukan kita. Oleh karena Allah menguatkan kita, kita dapat menguatkan satu dengan yang lain. Tujuan Pelajaran

12 “Dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus dan ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. (Ibrani 10:21, 22) Ayat Hafalan

13 Setelah rasul Paulus (penulis kitab Ibrani), melukiskan gambaran yang indah tentang Kristus secara teologis sebagai Persembahan Korban dan Imam Besar (Ibr. 7:1-10:18), ia mendorong dan menasehati orang-orang percaya supaya hidup sesuai dengan maksud-maksud kebenaran. Nasihat ini secara khusus nampak dalam Ibrani 10: Pengantar

14 Umat percaya mempunyai jalan masuk rohani ke dalam Bait Suci surgawi, tepat ke takhta Allah. Kita dapat mencari kedekatan dengan Allah karena “pintu masuk” kita telah dimungkinkan oleh darah Kristus dan oleh pengantaan-Nya demi kita, sebagai Imam Besar kita. Pengantar

15 Jalan Masuk ke Bait Suci Surgawi Jaminan bagi kita adalah bahwa Kristus mendapatkan jalan masuk yang sempurna kepada Allah setelah Ia dilantik sebagai Imam Besar surgawi (Ib. 6:20).). Kabar baik bagi kita adalah bahwa Wakil kita berada di hadirat Bapa. Bukan sekadar imam duniawi, yang dirinya juga berdosa, melayani demi kita. Kita mempunyai seorang Imam yang lebih baik. Karena Kristus adalah sempurna dan tidak berdosa, maka tidaklah perlu ada tirai yang menghalangi kekudusan Allah dari Yesus, Imam Besar kita (Ibr. 10:20).

16 Jaminan yang kita miliki adalah, bahwa kita dapat memperoleh persekutuan yang erat dengan Bapa, semua adalah karena apa yang telah dan sedang Yesus perbuat bagi kita! Jalan Masuk ke Bait Suci Surgawi

17 Syarat-syarat Untuk Menghampiri Allah di dalam Bait Suci Surga Menurut Ibrani 10:22, orang yang beribadah haruslah memenuhi empat syarat ketika mereka datang mendekat kepada Allah: 1.Datang dengan hati yang tulus. -Kita harus berjuang untuk menyatakan tabiat Kristus. 2. Datang di dalam kepastian iman yang penuh Tidak ada lagi alasan untuk ragu bahwa kita akan mendapatkan jalan masuk kepada Allah.

18 Syarat-syarat Untuk Menghampiri Allah di dalam Bait Suci Surga Menurut Ibrani 10:22, orang yang beribadah haruslah memenuhi empat syarat ketika mereka datang mendekat kepada Allah: 3.Datang dengan hati kita yang dipercik bersih dari hati nurani yang jahat. -Kita dapat memiliki hati nurani yang bersih karena kita telah diampuni. 4.Datang dengan tubuh yang telah dibasuh dengan air yang murni. -membaca Alkitab dan menerapkan prinsip-prinsipnya ke dalam kehidupan kita.

19 Konsep Bait Suci : Menghampiri Allah hanya mungkin jika terjadi pentahiran.

20 b Understand the purposes of marriageA Seruan-seruan dari Bait Suci Selayang Pandang Seruan-seruan dari Bait Suci Selayang Pandang 1. Iman: Yakinlah (Ibrani 10:19-22) 2.Pengharapan: Jadilah Tabah dan Teguh (Ibrani 10:23) 3. Kasih: Saling Menguatkan (Ibrani 10:24,25)

21 b Understand the purposes of marriageA Seruan-seruan dari Bait Suci Selayang Pandang Seruan-seruan dari Bait Suci Selayang Pandang 1. Iman: Yakinlah (Ibrani 10:19-22)

22 “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni." Seruan-seruan dari Bait Suci 1. Iman: Yakinlah Ibrani 10: 19-22

23 1.Iman: Yakinlah Jaminan yang Penuh 1.Iman: Yakinlah Jaminan yang Penuh Kata bahasa Yunani untuk “keberanian” (Ibr. 10:19 NIV) mengacu kepada suatu kegagahan, keteguhan hati, dan tidak takut, yang dalam Perjanjian Baru, menggambarkan hubungan baru kita dengan Allah. Asal usul kata itu dimaksudkan untuk suatu keterbukaan dalam bicara, yang, dalam konteks ini, dapat secara khusus berarti bahwa seorang dapat menghampiri Allah dengan bebas di dalam doa.

24 1.Iman: Yakinlah Jaminan yang Penuh 1.Iman: Yakinlah Jaminan yang Penuh Jenis keterbukaan ini, di dalam hal prosedur hubungan kita dengan Allah, menghasilkan suatu keberanian yang penuh sukacita. Alasan dan sasaran keberanian kita adalah bahwa kita mempunyai seorang Imam Besar di surga yang melalui-Nya kita memperoleh jalan masuk kehadirat Allah. Jalan masuk ini tidak terbatas, tak dapat dihalangi oleh apa pun kecuali oleh diri kita sendiri dan pihak kita yang salah.

25 1.Iman: Yakinlah Jaminan yang Penuh 1.Iman: Yakinlah Jaminan yang Penuh Keberanian ini dihasilkan oleh mengakui bahwa darah Yesus telah mendapatkan jalan masuk ke hadirat Allah untuk kita. Kepastian dan keberanian tidak berjangkar pada diri kita, melainkan hanya pada Kristus. Syarat-syarat ini bukanlah bergantung pada siapa diri kita melainkan bergantung pada siapakah Pengantara kita.

26 Jalan baru yang telah terbuka untuk selamanya melalui kematian Yesus, akan membawa tanpa kegagalan kepada keyakinan penuh. Tiada kurang yang diharapkan. Ada dua cara untuk memperoleh keberanian Kristen dan mempertahankannya dalam iman. Pertama ialah melalui iman itu sendiri Ef. 3:12; kedua adalah melalui pelayanan Kristen yang setia untuk orang lain (1 Tim. 3:13). Kehidupan Kristen tidak pernah terlepas dari iman Kristen. 1.Iman: Yakinlah Jaminan yang Penuh 1.Iman: Yakinlah Jaminan yang Penuh

27 Diskusikan Menurut Anda apakah beda antara jaminan “iman” yang sesungguhnya, dengan sikap “gegabah.”?

28 b Understand the purposes of marriageA Seruan-seruan dari Bait Suci 2.Pengharapan: Jadilah Tabah dan Teguh (Ibrani 10:23)

29 “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia." Seruan-seruan dari Bait Suci 2. Pengharapan: Jadilah Tabah dan Teguh Ibrani 10: 23

30 2. Pengharapan: Jadilah Tabah dan Teguh Allah itu setia 2. Pengharapan: Jadilah Tabah dan Teguh Allah itu setia Kita harus tetap teguh sejak dari “semula” (Ibr. 3:14) dan “sampai pada akhirnya” (Ibr. 3:6, 14; 6:11). Untuk melakukannya “tanpa goncang” (Ibr. 10:23, NKJV) Apapun keadaannya, pengharapan kita tetap sama, tekad janji kita kepada Allah tidak berubah, karena kita dapat mempercayai bahwa Ia adalah setia dan akan melakukan apa yang Ia janjikan.

31 Tidak ada keraguan bahwa Allah itu setia pada Firman-Nya. Dia memenuhi janji kedatangan Kristus yang pertama (Gal. 3:19); dan Dia juga akan memenuhi janji kedatangan-Nya kembali (Ibr. 12:26). Janji mutlak Allah, ialah, kehidupan kekal, yang Ia janjikan bahwa sebelum waktu di mulai (Titus 1:2, 1 Yoh. 2:25). 2. Pengharapan: Jadilah Tabah dan Teguh Allah itu setia 2. Pengharapan: Jadilah Tabah dan Teguh Allah itu setia

32 Kesetiaan Allah tidak goyah. Bahkan “jika kita tidak setia, Dia tetap setia; karena Dia tak dapat menyangkali diri-Nya” (2Tim. 2:13). Ketidaksetiaan atau ketidakpercayaan kita tidak akan mengubah maksud Allah bagi kita. Janji-Nya itu akan tetap tersedia bagi kita karena kesetiaan adalah bagian dari sifat Ilahi. 2. Pengharapan: Jadilah Tabah dan Teguh Allah itu setia 2. Pengharapan: Jadilah Tabah dan Teguh Allah itu setia

33 Diskusikan Mudah sekali bagi kebanyakan kita untuk kecewa dan bahkan putus asa oleh karena dosa-dosa yang kita lakukan. Bagaimanakah kita dapat mengalahkan dosa-dosa kita, tetapi pada waktu yang sama, kita tidak menyerah kalau kita gagal? Mengapakah kita harus berpaut kepada janji-janji Allah, khususnya pada saat kita gagal?

34 b Understand the purposes of marriageA Seruan-seruan dari Bait Suci 3. Kasih: Saling Menguatkan (Ibrani 10:24,25)

35 “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.Janganlah ki ta menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." Seruan-seruan dari Bait Suci 3. Ksih: Saling Menguatkan Ibrani 10: 24,25

36 3. Kasih: Saling Menguatkan Komunitas Orang-orang Percaya Komunitas Orang-orang Percaya 3. Kasih: Saling Menguatkan Komunitas Orang-orang Percaya Komunitas Orang-orang Percaya Mengingat nasihat dalam Ibrani 10:23 berfokus pada sikap perorangan, yang berikutnya dalam Ibrani 10:24 ditunjukan kepada masyarakat umat percaya. Dalam perjalanan, kita tidak sendirian. Kita harus saling peduli kepada satu sama lain secara konsisten.

37 Saling mengasihi tidak terjadi dengan sendirinya. Kita didesak untuk memberikan perhatian kepada sesama kita umat percaya dan melihat bagaimana mendorong sesama, kita mengasihi orang lain dan melakukan kebajikan. Sayangnya, lebih mudah memprovokasi dan membuat benci orang lain daripada memacu mereka kepada kasih Kristus. 3. Kasih: Saling Menguatkan Komunitas Orang-orang Percaya Komunitas Orang-orang Percaya 3. Kasih: Saling Menguatkan Komunitas Orang-orang Percaya Komunitas Orang-orang Percaya

38 Suatu hal yang ditekankan oleh kitab Ibrani ialah bahwa kita dapat mengungkapkan kasih satu atau dengan yang lain di dalam pertemuan-pertemuan Kristen. Kitab Ibrani, menyentuh isu sensitif bahwa, pada akhirnya, mungkin kemalasan mereka sendiri yang menjauhkan mereka. Jika seorang mau, ia selalu saja dapat memberikan alsan untuk menghindar menghadiri gereja atau pertemuan-pertemuan Kristen lainnya. Alasan-alasan itu, namun, pudar dibanding alasan untuk datang: menjadi berkat bagi orang lain. 3. Kasih: Saling Menguatkan Komunitas Orang-orang Percaya Komunitas Orang-orang Percaya 3. Kasih: Saling Menguatkan Komunitas Orang-orang Percaya Komunitas Orang-orang Percaya

39 Penulis kitab Ibrani pada awal Ibrani 10:19-25 menasehati supaya umat percaya mendekat kepada Allah dalam Bait Suci surgawi, dan pada kesimpulannya ia mengingatkan mereka bahwa Hari Tuhan semakin dekat pada mereka. Kembalinya Kristus haruslah selalu menjadi pendorong bagi perilaku Kristen. 3. Kasih: Saling Menguatkan Komunitas Orang-orang Percaya Komunitas Orang-orang Percaya 3. Kasih: Saling Menguatkan Komunitas Orang-orang Percaya Komunitas Orang-orang Percaya

40 Diskusikan Bagaimanakah dapat kita mengembangkan persahabatan rohani di mana kita saling menguatkan, semakin mengasihi dan menghidupkan suatu kehidupan kebajikan? Manfaat rohani apakah yang Anda dapatkan dari “pertemuan-pertemuan ibadah?” Anda akan kehilangan apakah jika Anda tidak dapat beribadah dengan orang Kristen lainnya di dalam gereja? Siapakah yang ada di dalam jemaat Anda yang ingin Anda kuatkan melalui perkataan, perbuatan, atau pun hanya melalui kehadiran Anda?

41 “Beriman dalam pendamaian dan pengantaraan Kristus akan memelihara kita teguh dan tidak goyah di tengah pencobaan-pencobaan yang menekan kita dalam gereja militant.” Ellen G. White, The SDA Bible Commentary, jld. 7A, hlm Kutipan Roh Nubuat

42 Iman kita kepada Allah ditunjukkan oleh perhatian kita terhadap sesama. Kita mendorong yang lema, Anda memperkuat hubungan Anda sendiri dengan Allah. Kita saling membutuhkan satu dengan yang lain dan harus berjalan bersama-sama menuju Yerusalem baru Rangkuman

43 PENERAPAN Hal penting apakah dari pelajaran SS ini yang dapat saya terapkan dalam hidup saya minggu mendatang ini? PelajaranAplikasiMasalahKeputusan Kristus, Imam Besar kita, yang telah mati bagi kita, yang telah bangkit dan hidup kembali untuk menolong kita untuk melayani Allah dan sesama adalah merupakan sumber keyakinan kita. Agar masing-masing kita menghargai pemeliharaaan Tuhan bagi kita dengan cara menodorong para pengikut-Nya untuk menanggapi amaran- Nya secara positif. Saya tidak menydari hal ini. Minggu depan ini saya berusaha melalui pertolongan Roh Kudus dan belajar Alkitab saya akan memupuk rasa cinta kasih terhadap orang-orang berdosa sebagaimana yang telah dilakukan Allah dan mendorong mereka untuk maju tidak perduli seberapa besarpun tantangan yang mereka hadapi.

44 Efektif untuk Kelompok Kecil SELIDIKI kebenaran – Mengapa saya harus mempelajari pelajaran ini ? INTISARIKAN kebenaran – Apa kata Alkitab tentang kebenaran ini ? ADAPTASIKAN kebenaran – Bagaimana kebenaran ini mempengaruhi aku? GUNAKAN kebenaran – Bagaimana saya bisa menggunakan kebenaran ini ? APLIKASIKAN kebenaran – Perobahan apa yang aku perlukan dalam hidup ini ? Model Mengajar “SIAGA”


Download ppt "Presentasi PowerPoint ini digunakan hanya untuk satu komputer dan tidak untuk dipindahkan ke komputer lainnya. Presentasi ini lebih cocok digunakan pada."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google