Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PRAKTIK KERJA AKUNTANSI BIAYA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PRAKTIK KERJA AKUNTANSI BIAYA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA."— Transcript presentasi:

1 PRAKTIK KERJA AKUNTANSI BIAYA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

2 Tujuan instruksional  Untuk memberi latihan praktik pekerjaan akuntansi biaya kepada mahasiswa yang telah memahami akuntansi keuangan dan akuntansi biaya secara teori.  Mahasiswa dapat melakukan pekerjaan mulai dari penyiapan dokumen bukti transaksi sampai tersusunnya laporan keuangan dalam siklus akuntansi biaya.

3 Bahan praktikum: Buku 1 Informasi umum Kebijakan akuntansi Kode rekening Instruksi Buku 2 Bukti kas masuk Bukti kas keluar Faktur penjualan Laporan penerimaa n barang Bukti pengeluara n barang Bukti memorial Buku 3 Jurnal Jurnal Penerimaan kas Jurnal Pengeluaran kas Jurnal Penjualan Jurnal Pembelian Jurnal Pemakaian Bahan Jurnal Memorial Formulir Neraca Lajur Formulir Rekapitulasi biaya dan alokasi BOP Formulir Laporan Biaya Produksi Formulir Laporan Keuangan Buku 4 Buku besar semua rekening perusahaan Buku 5 Rekening-rekening pembantu Piutang Dagang Rekening-rekening pembantu Hutang Dagang Rekening-rekening pembantu Biaya

4 Urutan pekerjaan Praktik: Pendahuluan/p enjelasan Jurnal Penerimaan kas Jurnal Pengeluaran kas Jurnal Penjualan Jurnal Pembelian Jurnal Pemakaian Bahan Buku besar semua rekening perusahaan Rekening- rekening pembantu Piutang Dagang Rekening- rekening pembantu Hutang Dagang Rekening- rekening pembantu Biaya Jurnal Memorial Neraca Lajur Rekapitulasi biaya dan alokasi BOP Laporan Biaya Produksi Laporan Keuangan

5 INFORMASI PERUSAHAAN PT. Keledang Plywood Plywood (244 cm x 122 cm x 0,45 cm) Proses produksi massal

6 Proses produksi PemotonganPengupasanPengeringanPenyusunanPerekatanPres dinginPerbaikanPres PanasPemotonganPengamplasanSeleksiPengepakan

7 STRUKTUR ORGANISASI DIREKSI PRODUKSI PERSIAPAN PENYELESAIAN TEKNIK LISTRIK BENGKEL UMUM PABRIK ADM & UMUM KEUANGAN AKUNTANSI UMUM ANGGARAN PEMASARAN PENJUALAN GUDANG PRODUK JADI

8 IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI  Proses pencatatan: BUKTI PENCATATAN PADA BUKU JURNAL PENCATATAN KE BUKU BESAR PENYUSUNAN NERACA & LABA RUGI PENCATATAN PADA BUKU PEMBANTU PENCATAN PADA BUKU BESAR PENYUSUNAN LAPORAN BIAYA PRODUKSI

9 Jurnal Penerimaan KasJurnal Pengeluaran KasJurnal PenjualanJurnal PembelianJurnal Pemakaian BahanJurnal Memorial Pencatatan transaksi dari bukti transaksi ke buku besar melalui jurnal :

10 Buku Pembantu Piutang DagangBuku Pembantu Utang DagangBuku Pembantu Biaya Pencatatan ke buku pembantu dilakukan langsung dari bukti transaksi.

11 Dibuat setiap akhir bulan Disusun neraca dan laporan laba/rugi bulanan Jurnal Penyesuaian Sistem Imprest Saldo kas Rp Pengisian kas kembali saat saldo kas tersisa mendekati Rp Kas kecil Aktiva tetap disusutkan dengan metode garis lurus Nilai residu Rp. 0- Umur ekonomis: Emplasemen : 5 tahun Bangunan : 20 tahun Mesin : 20 tahun Peralatan pabrik : 20 tahun Mebel dan peralatan kantor : 5 tahun Kendaraan : 5 tahun Aktiva tetap yang mulai dipergunakan pada suatu bulan, penyusutannya mulai diperhitungkan bulan berikutnya. Aktiva tetap yang dijual atau yang dihentikan penggunaannya atau dievaluasi dalam satu bulan, penyusutannya tetap diperhitungkan penuh. Penyusutan Beban yang ditangguhkan diamortisasi sebesar Rp per bulan Amortisasi Metode perhitungan adalah metode harga pokok rata-rata Sistem harga pokok historis Harga pokok produk selesai ditransfer dihitung dengan metode rata-rata Persediaan

12 PEDOMAN REKENING Dasar Klasifikasi rekening buku besar Cara pemberian kode rekening buku besar dan buku pembantu Susunan dan kode rekeningSusunan dan kode rekening pembantu biaya

13 PENJELASAN KODE REKENING

14 INSTRUKSI (1)  PENYELESAIAN BUKTI TRANSAKSI PENYELESAIAN  PENCATATAN BUKTI TRANSAKSI KE DALAM JURNAL PENCATATAN BUKTI TRANSAKSI KE DALAM JURNAL  PEMBUKUAN TRANSAKSI KE DALAM BUKU PEMBANTU PEMBUKUAN TRANSAKSI KE DALAM BUKU PEMBANTU  PEMBUKUAN JURNAL KE BUKU BESAR PEMBUKUAN JURNAL KE BUKU BESAR  PEMBUATAN JURNAL PENYESUAIAN (1) PEMBUATAN JURNAL PENYESUAIAN (1)  PENUTUPAN BUKU PENUTUPAN BUKU

15 INSTRUKSI (2)  PEMBUATAN REKAPITULASI BIAYA DAN ALOKASI BOP PEMBUATAN REKAPITULASI BIAYA DAN ALOKASI BOP  PEMBUATAN LAPORAN BIAYA PRODUKSI PEMBUATAN LAPORAN BIAYA PRODUKSI  PEMBUATAN JURNAL PENYESUAIAN (2) PEMBUATAN JURNAL PENYESUAIAN (2)  PEMBUATAN NERACA LAJUR PEMBUATAN NERACA LAJUR  PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN  PENUTUPAN BUKU PENUTUPAN BUKU

16 PENYELESAIAN BUKTI TRANSAKSI (1)  Bacalah informasi umum dan kebijaksanaan akuntansi perusahaan, serta pelajarilah dengan seksama susunan dan kode rekening beserta penjelasannya yang berlaku pada perusahaan  Pelajarilah transaksi-transaksi yang terjadi selama periode akuntansi dengan mempelajari bukti-bukti transaksi yang terdapat dalam : buku 2 – BUKTI-BUKTI TRANSAKSI

17 PENYELESAIAN BUKTI TRANSAKSI (2) BUKTI TRANSAKSI BUKTI KAS MASUK BUKTI KAS KELUAR FAKTUR PENJUALAN LAPORAN PENERIMAAN BARANG BUKTI PENGELUARAN BARANG BUKTI MEMORIAL

18 PENYELESAIAN BUKTI TRANSAKSI (3)  Pelajari dahulu uraian masing-masing transaksi yang tercantum dalam tiap-tiap bukti transaksi.  Menentukan rekening-rekening yang harus didebit dan dikredit beserta jumlah rupiahnya.  Sebelum dicatat ke dalam jurnal, tulislah nomor rekening buku besar yang harus didebit dan dikredit pada setiap bukti transaksi (kecuali faktur penjualan), termasuk nomor rekening buku pembantu bila transaksi tsb adalah transaksi biaya.  Tulislah kode rekening yang didebit dan dikredit tersebut dalam tiap-tiap lembar bukti transaksi beserta jumlah rupiah pada kolom yang disediakan.  Khusus penyelesaian bukti memorial bagian 2, harus diselesaikan pada waktu menyelesaikan instruksi akuntansi biaya (setelah alokasi biaya)

19 PENCATATAN BUKTI TRANSAKSI KE DALAM JURNAL  Bukti-bukti transaksi yang telah dianalisa, dicatat ke dalam jurnal:  Buku jurnal penerimaan kas  Buku jurnal pengeluaran kas  Buku jurnal penjualan  Buku jurnal pembelian  Buku jurnal pemakaian barang  Buku jurnal memorial

20 PEMBUKUAN TRANSAKSI KE DALAM BUKU PEMBANTU  Untuk rekening-rekening tertentu yang memerlukan perincian, perlu disediakan buku-buku pembantu.  Buku-buku pembantu terdiri dari :  Buku pembantu utang dagang  Buku pembantu piutang dagang  Buku pembantu biaya

21 PEMBUKUAN JURNAL KE BUKU BESAR  Pembukuan ke dalam rekening buku besar dilakukan atas dasar rekapitulasi jurnal telah dikerjakan.  Siapkan rekening buku besar yang diperlukan (buku 4)  Bukukan semua jurnal yang telah dicatat ke dalam rekening buku besar yang bersangkutan. Bukukan jurnal memorial ayat demi ayat ke dalam rekening yang bersangkutan secara kronologis. Bukukan rekapitulasi semua jurnal khusus yang telah dikerjakan ke dalam buku besar yang bersangkutan  Setelah pembukuan jurnal ke buku besar selesai dilakukan maka berilah tanda pada jurnal yang bersangkutan untuk menunjukkan bahwa jurnal tersebut telah dibukukan ke buku besar.  Dalam buku besar, perlu diberi tanda dari jurnal mana pembukuan tersebut berasal

22 PEMBUATAN JURNAL PENYESUAIAN (1)  Jurnal penyesuaian yang harus dibuat dalam pembukuan perusahaan ini terbagi 2 jenis yaitu:  Jurnal penyesuaian yang datanya sudah tersedia dalam akuntansi keuangan (tanpa melalui proses perhitungan harga pokok produksi)  Jurnal penyesuaian yang datanya diperoleh melalui proses perhitungan harga pokok produksi

23 PENUTUPAN BUKU (1)  Pada proses penutupan buku tahap pertama ini, dilakukan perhitungan saldo akhir (sementara) setiap buku besar dan buku besar pembantu.  Dibuat catatan saldo dalam neraca saldo sementara, dan saldo debit dan kredit harus seimbang.

24 PEMBUATAN REKAPITULASI BIAYA DAN ALOKASI BOP  Tugas ini merupakan instruksi akuntansi biaya  Pindahkan saldo rekening-rekening pembantu biaya ke dalam kolom-kolom yang bersangkutan dalam formulir rekapitulasi biaya dan alokasi overhead pabrik.  Hitunglah jumlah biaya tiap-tiap pusat biaya sebelum alokasi BOP  Lakukanlah alokasi BOP departemen pembantu ke departemen produksi dan departemen non produksi dengan dasar alokasi yang telah ditentukan.

25 DASAR ALOKASI BIAYA DEPARTEMENDASAR ALOKASI SEKSI LISTRIK JUMLAH KWH YANG DIPAKAI SEKSI BENGKEL JUMLAH JAM TENAGA KERJA UNTUK REPARASI DAN PEMELIHARAAN SEKSI UMUM PABRIK JUMLAH KARYAWAN

26 Jumlah dasar alokasi dalam periode akuntansi adalah sebagai berikut: Pemakaian listrik (kwh( Jam Tenaga Kerja (jam/orang) Jumlah karyawan (orang) Departemen produksi: Seksi persiapan Seksi Penyelesaian Departemen non produksi: Bagian Administrasi & umum Bagian Pemasaran Jumlah

27 PEMBUATAN LAPORAN BIAYA PRODUKSI SEKSI PERSIAPANSEKSI PENYELESAIAN

28 LAPORAN BIAYA PRODUKSI SEKSI PERSIAPAN  Buatlah laporan biaya produksi seksi persiapan dengan memakai formulir laporan biaya produksi seksi persiapan atas dasar biaya yang terkumpul dalam rekening:  Barang dalam proses :  BDP - Biaya bahan baku seksi persiapan  BDP – biaya Tenaga Kerja seksi persiapan  Daftar rekapitulasi biaya dan alokasi BOP untuk seksi persiapan  Data produksi seksi persiapan dalam periode akuntansi.

29 Data produksi seksi persiapan: Persediaan produk dalam proses awal1.200 m 2 Produk selesai yang ditranfer ke seksi penyelesaian 19,200 m 2 Persediaan produk dalam proses akhir (dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan baku dan 80% biaya konversi) m2 Produk hilang akhir dalam proses400 m2

30 LAPORAN BIAYA PRODUKSI SEKSI PENYELESAIAN  Buatlah laporan biaya produksi seksi penyelesaian dengan memakai formulir laporan biaya produksi seksi penyelesaian atas dasar biaya yang terkumpul dalam rekening:  Barang dalam proses :  BDP - Biaya bahan baku seksi penyelesaian  BDP – biaya Tenaga Kerja seksi penyelesaian  Daftar rekapitulasi biaya dan alokasi BOP untuk seksi penyelesaian  Data produksi seksi penyelesaian dalam periode akuntansi.

31 Data produksi seksi penyelesaian: Persediaan produk dalam proses awal600 m 2 Produk selesai yang ditranfer ke seksi penyelesaian 19,200 m 2 Produk yang ditransfer ke gudang m2 Persediaan produk dalam proses akhir (dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan baku dan 75% biaya konversi) 800 m2 Produk hilang akhir dalam proses200 m2

32 PEMBUATAN JURNAL PENYESUAIAN (2)  Pada tahap ini, diminta untuk membuat jurnal penyesuaian sesuai data yang telah dilalui dalam proses instruksi akuntansi biaya.  Buatlah bukti memorial untuk mencatat :  Pencatatan alokasi BOP dari departemen pembantu ke departemen produksi dan non produksi  Pencatatan pembebanan BOP ke produk  Pencatatan harga pokok produk yang telah selesai diproduksi dan ditransfer dari seksi persiapan ke seksi penyelesaian atas dasar data laporan biaya produksi seksi persiapan  Pencatatan Harga pokok produk dalam proses akhir bulan di seksi persiapan dan seksi penyelesaian atas dasar data dalam laporan biaya produksi seksi yang bersangkutan (dua lembar bukti)  Pencatatan harga pokok produk yang dijual selama bulan yang bersangkutan (bulan Januari).  Persediaan produk jadi pada awal bulan berjumlah Rp = Rp

33 PEMBUATAN JURNAL PENYESUAIAN (2)..LANJUTAN  Atas dasar bukti memorial, buatlah jurnal penyesuaiannya  Atas dasar bukti memorial, lakukan pula pencatatan dalam rekening pembantu biaya yang bersangkutan.  Bubuhkan tandatangan dalam bukti memorial sebagai tanda bahwa buktu tersebut telah dibukukan  Bukukan jurnal penyesuaian di atas ke dalam rekening-rekening buku besar yang bersangkutan

34 PEMBUATAN NERACA LAJUR (1) Hitunglah saldo semua rekening buku besar dan tuliskan dalam kolom saldo pada rekening- rekening buku besar yang bersangkutan Siapkan formulir untuk pembuatan neraca lajur Tulislah nama-nama rekening yang ada di buku besar pada kolom” nama rekening” di neraca lajur Tulislah saldo-saldo rekening buku besar yang telah ditentukan dalam instruksi point 1 diatas pada kolom “neraca saldo setelah disesuaikan” Jumlahkan kolom debit dan kolom kredit “neraca saldo setelah disesuaikan”. Jumlah kedua kolom ini harus sama, jika tidak sama maka harus dicari sebab-sebaba ketidakcocokan tersebut dan membuat koreksi seperlunya Pindahkan jumlah-jumlah dalam kolom “neraca saldo setelah disesuaikan” ke dalam kolom “ rugi-laba” dan kolom “neraca” Jumlahkan kolom “ rugi-laba” dan kolom “neraca”

35 PEMBUATAN NERACA LAJUR (2) Tentukan laba bersih atau rugi bersih dan tuliskan jumlah tersebut sebagai angka penyeimbang pada kolom “rugi lugi” maupun kolom “neraca” Jumlahkan sekali lagi kolom rugi laba dan kolom neraca tersebut dan periksalah apakah kolom-kolom tersebut cocok jumlah debit dan kreditnya. Jika jumlah kolom debit dan jumlah kolom kredit tersebut di atas tidak sama (tidak seimbang), maka harus mencari sebabnya dan lakukan koreksi seperlunya.

36 PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Penyusunan laporan keuangan harus mengikuti cara – cara tertentu sehingga laporan keuangan cukup informatif dan mudah dianalisa. Data untuk menyusun laporan diambil dari neraca lajur yang telah dikerjakan, yaitu dari kolom “rugilaba” dan “neraca” Susunan rekening dalam laporan keuangan tidak sama dengan susunan rekening dalam neraca lajur Sajikan data dalam laporan keuangan sedemikian rupa sehingga laporan tersebut cukup informatif.

37 Urutan kegiatan yang harus dilakukan dalam menyusun laporan keuangan: Siapkan formulir untuk menyusun laporan rugi laba Susunlah laporan laba rugi dengan cara penyajian yang baik Siapkan formulir untuk neracaSusunlah neraca dengan cara penyajian yang baik

38 PENUTUPAN BUKU (2) Bubuhkan tandatangan dalam bukti memorial sebagai tanda bahwa bukti memorial telah dibukukan Bukukan jurnal penutupan buku di atas ke dalam rekening-rekening buku besar yang bersangkutan Atas dasar bukti memorial di atas, buatlah jurnal penutupan buku dalam jurnal memorial Dengan menggunakan bukti memorial yang masih kosong di buku 2, buatlah bukti untuk mencatat hal-hal berikut: Penutupan rekening hasil penjualan plywood ke rekening rugi laba Penutupan rekening-rekening biaya ke rekening rugi laba Penutupan rekening rugi laba ke rekening laba ditahan

39


Download ppt "PRAKTIK KERJA AKUNTANSI BIAYA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google