Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Arti Dua Kalimat Syahadat Dalam Rangka Memperkuat Keimanan Kepada Allah Rikza Abdullah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Arti Dua Kalimat Syahadat Dalam Rangka Memperkuat Keimanan Kepada Allah Rikza Abdullah."— Transcript presentasi:

1 Arti Dua Kalimat Syahadat Dalam Rangka Memperkuat Keimanan Kepada Allah Rikza Abdullah

2 Dua kalimat syahadat أشهـد أن لا إلـه إلا اللـه و أشهـد أن محـمدا رسولـ اللـه  Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah  I bear witness (testify) that there is no god but Allah and I bear witness (testify) that Muhammad is a messenger of Allah

3 Dua kalimat syahadat adalah satu dari lima rukun Islam bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah menegakkan shalat menunaikan zakat puasa Ramadhan pergi hajji

4 Rujukan قال رسول الله صلى اللـه عليه و سلم : بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إلـه إلا اللـه و أن محـمدا رسولـ اللـه, و إقام الصلاة, و إيتاء الزكاة, و الحج, و صوم رمضان. ( رواه البخاري عن ابن عمر ) Rasulullah SAW bersabda: “Islam dibangun atas lima hal – kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, hajji dan puasa Ramadlan.” (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar)

5 Bangunan Keislaman Iman IslamIhsan Bangunan keislaman terdiri dari tiga pilar yang tidak terpisah-pisahkan: - Iman, - Islam - Ihsan

6 Rujukan عن عمر قال بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى اللـه عليه و سلم ذات يوم إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب شديد سواد الشعر, لا يرى عليه أثر السفر, و لا يعرفه منا أحد, حتى جلس إلى النبي صلى اللـه عليه و سلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه, و وضع كفيه على فخذيه و قال “يا محـمد, أخبرني عن الإسلام. ” فقال رسول الله صلى اللـه عليه و سلم : " الإسلام أن تشهد أن لا إلـه إلا اللـه و أن محـمدا رسولـ اللـه, و تقيم الصلاة, و تؤتي الزكاة, و تصوم رمضان, و تحج البيت إن استطعت إليه سبيلا." قال : " صدقت." فعجبنا له يسأله و يصدقه. قال : " فأخبرني عن الإيمان." قال : " أن تؤمن بالله, و ملائكته, و كتبه, و رسله, و اليوم الآخر, و تؤمن بالقدَر خيره و شره." قال : " صدقت." قال : " فأخبرني عن الإحسان." قال : " أن تعبد الله كأنك تراه, فإن لم تكن تراه فإنه يراك." قال : " فأخبرني عن الساعة." قال : " ما المسؤول عنها بأعلم من السائل." قال :" فأخبرني عن أماراتها." قال : " أن تلد الأمة ربتها, و أن ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان." ثم انطلق فلبثت مليا. ثم قال : " يا عمر أ تدري من السائل؟ " قلت : " الله و رسوله أعلم." قال : " فإنه جبريل أتاكم يعلمكم دينكم.“ ( رواه مسلم )

7 Dari Umar bin Khaththab RA, ia mengatakan, “Ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW pada suatu hari, tiba-tiba datang kepada kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak terlihat padanya bekas perjalanan jauh, dan tidak seorang pun dari kami mengenalnya. Hingga ia duduk menghampiri Nabi SAW lalu menyandarkan kedua lututnya pada dua lutut beliau, dan meletakkan kedua telapak tangannya diatas kedua pahanya (paha orang itu sendiri), seraya mengatakan: ‘Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam.’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan hajji ke Baitullah jika engkau mempu.’ Ia mengatakan, ‘Engkau benar.’ Kami heran kepadanya, ia bertanya dan ia pula yang membenarkannya. Ia mengatakan ‘Kabarkanlah kepadaku tentang Iman.’ Beliau menjawab, ‘Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir baik dan buruknya.’ Ia mengatakan, ‘Engkau benar.’ Ia mengatakan, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang Ihsan.’ Belia menjawab, ‘Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.’ Ia mengatakan, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang kapan terjadinya kiamat.’ Beliau menjawab, ‘Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada orang yang bertanya.’ Ia mengatakan, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang tanda-tandanya.’ Beliau menjawab, ‘Jika seorang hamba sahaya wanita melahirkan tuannya dan jika engkau melihat orang-orang yang berjalan tanpa alas kaki, tidak berpakaian, fakir, dan penggembala kambing bermegah-megahan dalam bangunan.’ Kemudia laki-laki itu pergi, tapi aku masih diam tercengang (beberapa lama). Kemudian beliau bertanya kepadaku, ‘Wahai Umar, tahukan engkau siapa orang yang bertanya tadi?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’ Beliau bersabda, ‘Ia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan kalian tentang agama kalian.’” (HR Muslim)

8 Arti kesaksian  Menyaksikan = melihat, merasakan atau menangkap dengan indra (atau dengan anggota badan lainnya)  Bersaksi = mengakui kebenaran dengan pembuktian (melalui indra atau sarana lain)

9 Arti kesaksian pada ayat berikut وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ (Al A’raf 7:172) Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". (Al A’raf 7:172)

10 Pengertian kesaksian:  Kesaksian bahwa proses kelahiran mengikuti prosedur yang sudah ditentukan/diatur oleh Allah  Kesaksian bahwa semua ciptaan Allah telah tunduk kepada Allah

11 Semua ciptaan Allah telah tunduk kepada Allah أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ (Alu Imran 3:83) Maka Apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. (Alu Imran 3:83)

12 Semua ciptaan Allah telah tunduk kepada Allah ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلأرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". (Fishshilat 41:11)

13 Contoh ketundukan Materi (bagian dari bumi) selalu di bawah dan ruang selalu di atas وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ ( ٧ ) أَلا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ ( ٨ ) وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ ( ٩ ) وَالأرْضَ وَضَعَهَا لِلأنَامِ ( ١٠ ) 7. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan keseimbangan 8. supaya kamu jangan melampaui batas keseimbangan itu. 9. dan tegakkanlah keseimbangan (timbangan) dengan tepat dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan (neraca). 10. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). (Al Rahman 55:7-10)

14 Manusia diberi kebebasan tunduk/membangkang Ciri khas kebebasan (free-will) dalam mengambil keputusan: 1. disertai tanggung-jawab 2. menawarkan opportunity atau risk - opportunity untuk memperoleh insentif - risk untuk mendapatkan siksaan

15 Manusia diberi kebebasan tunduk/membangkang إِنَّا خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا ( ٢ ) إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا ( ٣ ) إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلاسِلا وَأَغْلالا وَسَعِيرًا ( ٤ ) إِنَّ الأبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ( ٥ )  2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat.  3. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.  4. Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.  5. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Al Insan 76:2-5)

16 Allah Pencipta & Pengatur Kesaksian semacam itu dimulai dengan kepercayaan bahwa semua yang ada di alam raya ini pasti ada yang menciptakan dan mengaturnya – yaitu Allah Yang Satu. وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ Dan Dia telah menundukkan (mengendalikan) untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (Al Jatsiya 45:13)

17 Percaya kepada Malaikat Ketika Allah mencipta, Ia menugasi para malaikat untuk melaksanakan satuan tugas, termasuk tugas menyampaikan wahyu kepada manusia الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan- utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing- masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Fathir 36:1)

18 Percaya kepada Para Nabi Ketika memberi wahyu berupa bimbingan hidup kepada manusia, Allah memilih wakil mereka (para nabi) yang memiliki kelaikan/kelayakan (jujur, bisa dipercaya, bersedia menyampaikan pesan kepada orang lain dan cerdas) وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan Dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. (Al Syura 42:51

19 Percaya kepada Kitab Allah Diantara pesa-pesan Allah ada yang dibukukan – Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran. لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa. (Al Hadid 57:25)

20 Kitab Berisi Bimbingan Bimbingan dari Allah berisi perintah dan larangan disertai dengan pemahaman mekanisme alam secara umum dan garis besar karena bimbingan tersebut bersesuaian dengan mekanisme alam. Misal: Perintah memenuhi timbangan sesuai dengan hukum keseimbangan وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ Dan tegakkanlah timbangan dengan tepat dan janganlah kamu mengurangi neraca. (Al Rahman 55:9)

21 Percaya kepada Qadla dan Qadar Termasuk mekanisme alam adalah hukum sebab-akibat – yang baik akan berakibat baik dan yang buruk akan berakibat buruk. Ini berarti pembalasan. Dan ini berarti Qadla dan Qadar. إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لأنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat buruk, Maka (keburukan) itu bagi dirimu sendiri. (Al Isra 17:7)

22 Qadar = Taqdir وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan/taqdir yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui. (Yasin 36:38)

23 Qadla اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الأخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (Al Zumar 39:42)

24 Percaya kepada Akhirat Pembalasan yang tidak tuntas di dunia akan dituntaskan di akhirat إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوا أَنَّهُمْ هُمُ الْفَائِزُونَ Sesungguhnya aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang." (Al Mu’minun 23:111)

25 Pembuktian Iman Kepercayaan (Iman) semacam ini semua – kepada Allah, para malaikat, para nabi, kitab-kitab, hari akhir dan Qadla & Qadar – pasti dinyatakan (spell out) secara lisan berupa ucapan dua kalimat syahadat dan dibuktikan dengan perbuatan berupa shalat, puasa, zakat dan hajji – inilah yang disebut Islam, dengan lima rukun/komponen.

26 Ihsan  Dalam membuktikan keimanan melalui perbuatan, kita harus melakukannya dengan cara yang sebaik-baiknya (Ihsan) – semata- mata hanya karena Allah dan mengikuti prosedur yang benar – karena meyakini bahwa Allah selalu mengawasi kita.

27 Tunduk Holistik Dengan demikian, kita diharapkan tunduk kepada Allah secara holistik يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Al Baqarah 2:208)


Download ppt "Arti Dua Kalimat Syahadat Dalam Rangka Memperkuat Keimanan Kepada Allah Rikza Abdullah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google