Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Ir. EFFI DAMAIJATI, MS PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR 2012.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Ir. EFFI DAMAIJATI, MS PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR 2012."— Transcript presentasi:

1

2 Oleh : Ir. EFFI DAMAIJATI, MS PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR 2012

3 Kontrak Perkuliahan Nama Mata Kuliah : Metodologi Riset Agribisnis Pengajar : 1. Dr.Ir. Eko Nurhadi MS. 2. Ir.Effi Damaijati, MS 2. Ir.Effi Damaijati, MS Semester / SKS: II / 3 SKS 1. Manfaat Mata Kuliah Mata kuliah ini perlu diberikan kepada mahasiswa MMA guna memberikan pemahaman dan ketrampilan yang memadai terhadap penyelenggaraan riset ilmiah dibidang agribisnis dan khususnya memberikan arah dan pedoman bagi mahasiswa MMA dalam menyelesaikan karya akhir berupa TESIS yang sesuai dengan standar akademik yang disyaratkan oleh Program MMA UPN “Veteran” Jawa Timur. 2. Diskripsi Perkuliahan Metodologi Riset Agribisnis merupakan ilmu yang mempelajari metode penelitian ilmiah dengan melakukan kegiatan eksperimentasi maupun observasi dibidang agribisnis. Materi yang diberikan dalam Mata Kuliah ini diawali dengan pengetahuan tentang definisi dan falsafah penelitian, berfikir ilmiah dan metode ilmiah, proses penelitian agribisnis, permasalahan, hipotesis, teknik sampling, data collection, analisis, penulisan proposal dan menyusun Tesis sebagai laporan hasil penelitian. Pada akhir kuliah diharapkan mahasiswa Program MMA telah siap dengan rancangan penelitiannya berupa proposal Tesis.

4 3. Tujuan Instruksional Mahasiswa Program MMA pada akhir perkuliahan Metodologi Riset Agribisnis diharapkan mampu menyusun Proposal Tesis. Selanjutnya,dengan berpedoman pada Proposal tersebut,mahasiswa dapat : a. Melaksanakan penelitian dilapang b. Mampu mengelola dan menganalisis data c. Mampu menyusun Karya Ilmiah akhir dalam bentuk Tesis yang representatif. 4. Strategi Perkuliahan Metode perkuliahan yang digunakan meliputi tatap muka, diskusi kelas dan tugas-tugas terstruktur dengan proporsi yang lebih besar pada diskusi kelas, mengingat para peserta MMA sudah pernah melaksanakan penelitian dan menyusun Skripsi S1. Sampai dengan UTS diharapkan mahasiswa sudah siap menyusun Proposal Tesis dan pada akhir semester, proposal tesisnya sudah siap untuk dibawa kelapang.

5 5. Materi / Bacaan Perkuliahan 1. Bambang Tri Cahyono, Metode Riset Bisnis. IPWI. Jakarta 2. C. William Emory and Donald R. Cooper, Bussines Research Methods. Richard D. Lowin Inc. USA. 3. Earl R. Babbie, Survey Research Methods. Wadsworth Publishing Company, Inc. Belmont, California. 4. Soeratno dan Lincolin Arsyad, Metodologi Penelitian untuk Ekonomi dan Bisnis. UUP AMP. YKPN. Yogyakarta. 5. Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis. CV. Alfabeta. Bandung. 6. Uma Sekaran, Research Methods For Bussines, A Skill Building Approach, Second Edition. John Wiley & Sons, Inc. Singapore.

6 GARIS-GARIS BESAR PEDOMAN PERKULIHAN ( GBPP ) PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN AGRIBISNIS (MMA) UPN “ VETERAN “ JAWA TIMUR MATA : METODOLOGI RISET AGRIBISNIS BEBAN STUDI : 3 SKS KODE MATA KULIAH : MMA 7261 SEMESTER : II PRASYARAT : - DESKRIPSI SINGKAT : Merupakan Ilmu yang mempelajari tata cara dalam melaksanakan suatu penelitian ilmiah melalui kegiatan eksperimentasi maupun observasi dibidang Agribisnis, dan khususnya memberi Arah dan Pedoman untuk Tugas Akhir (Tesis) sesuai Standard Akademik yang disyaratkan oleh Program MMA. TUJUAN MATA KULIAH : Mahasiswa mampu menyusun Proposal Tesis, melaksanakan Penelitian lapang, mengolah dan menganalisa data serta menyusun Tesis yang Representatif.

7 No Tujuan Instruksional Khusus Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan MetodeMediaWaktuBacaan ).Mengenal Spesifikasi asal Mhs agar Dosen dapat memehami secara utuh terhadap Mahasiswanya. 2).Mahasiswa dapat me-mahami sejak awal tentang Materi Kuliah dan tujuannya. 3).Mahasiswa mengetahui buku- buku acuan yang diperlukan dan memfoto-kopi Modul Kuliah serta Handouts. Pendahuluan 1. Perkenalan Mhs dan Spesialisa- sinya 2. Kontrak Kuliah dan GBPP 3. Modul Kuliah dan Buku-buku Acuan - Komunikasi tatap muka - Diskusi - LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop 50’ - Buku Ajar - Semua Buku acuan yang digunakan 2 1). Mahasiswa mengenal filsafat Ilmu dan memahami Etika yang lazim berlaku dalam Riset Bisnis. 2). Mahasiswa memahami Riset Bisnis dan lingkupnya. Pengantar Filsafat Ilmu dan Etika dalam Riset Bisnis 1. Filsafat Riset 2. Etika Riset 3. Riset Ilmiah 4. Riset Bisnis - Ceramah - Tanya jawab jawab - Diskusi - LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop - 50’ - Uma Sekaran - Babbie 3 1). Mahasiswa dapat memahami Proses Riset dan langkah- langkah sistematisnya 2). Mahasiswa dapat merancang judul dan membuat kalimat judul yang efektif dan mengekspresikan isi Riset yang dilakukan. 3). Mahasiswa dapat menemukan,mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan 4). Mhs dapat merumuskan tujuan riset dengan kalimat yang lugas dan efektif. Proses Riset dan Tahapannya 1. Proses Riset 2. Merancang Judul Riset 3. Permasalahan 4. Tujuan Riset - Ceramah - Tanya Jawab - Diskusi - Penugasan (Take Home) tersetrik- tur -LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop -50’ - Buku Ajar - Uma Sekaran

8 ). Mhs dapat memehami posisi Risetnya diantara Riset-riset terdahulu. 2). Mahasiswa dapat menyu- sun Teori-teori dari Acuan Pustaka pada jurnal. 3). Mahasiswa dapat menyu- sun Alur Kerangka Pemikiran. Tinjauan Pustaka 1. Hasil Penelitian Terdahulu 2. Landasan Teori 3. Kerangka Pemikiran - Ceramah - Diskusi - Tugas Ringka-san Riset terdahulu - LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop -50’ - Buku Ajar - Uma Sekaran 5 1). Mahasiswa dapat mema- hami berbagai hal mengenai hipotesis. 2). Mahasiswa dapat meru- muskan kalimat hipotesis. 3) Mahasiswa dapat memaha- mi perlu tidaknya hipotesis dalam Riset. Teori dan Hipotesis 1. Pengertian Hipotesis 2. Hipotesis dan Teori 3. Macam Hipotesis 4. Menguji Hipotesis - Ceramah - Tanya jawab jawab - Diskusi - Latihan membuat Hipotesis - LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop - 50’ - Buku Ajar - Uma Sekaran 6 1). Mahasiswa dapat memecahkan berbagai macam rancangan Riset berdasarkan permasalahan- nya, sifat datanya, serta analisis datanya. Design Riset 1. Berbagai Design Riset 2. Penelitian Historis, observational dan eksperimental 3. Penelitian Diskriptip dan Analitik 4. Riset Historis, Deskripsi, Perkembangan, kasus,Korelasion al,Kausal,Kompar ative tindakan - Ceramah - Tanya Jawab - Diskusi - Penugasan (Take Home) tersetrik- tur -LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop -50’ - Buku Ajar - Uma Sekaran

9 ).Mhs dapat memehami segala seluk beluk terkait dengan pengambilan sampel dalam riset.. 2).Mahasiswa dapat menentu-kan metode sampling yg sesuai dg tujuan Risetnya. 3). Mahasiswa dapat mengam-bil sempel secara random. Metode Pengambi- lan contoh Random Sampling 1. Pengertian Populasi dan Sampel 2. Alasan-2 Relevansi Sampling. 3. Berbagai Metode Pengambilan contoh 4. Random sampling - Ceramah - Diskusi - Latihan - LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop -50’ - Buku Ajar - Uma Sekaran 8 1). Mahasiswa dapat mema- hami dan mengambil sampel secara non Random dlm bisnis yang akan dilakukan. 2).Mahasiswa dapat menentu-kan jumlah sampel yang akan diambil. Non Random Sampling Sample Size 1. Convenience Sampling 2. Judgement Sampling 3. Quota Sampling 4. Snowball Sampling 5. Sample Size - Ceramah - Diskusi - Latihan - LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop - 50’ - Buku Ajar - Uma Sekaran 9 1). Mahasiswa dapat menge- nal berbagai macam data yang diperlukan dalam suatu riset. 2). Mahasiswa dapat mema- hami Problematik sekitar data sekunder. DATA : Macam-2 Problematik 1. Data Primer 2. Data Sekunder dan Problema- tiknya - Ceramah - Tanya Jawab - Diskusi - LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop -50’ - Buku Ajar - Bambang Tri Tjahyono - Suratno & Arsyad

10 ). Mahasiswa dapat menen tukan metode dalam pengumpulan Data Riset Metoda Pengumpu- lan Data 1. Metode Survey : wawancara dan kuesioner 2. Metoda observasi : Partisipan dan Non Partisipan - Ceramah - Tanya Jawab - Diskusi -LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop -50’ - buku Ajar - Bambang Tri Tjahyono - Suratno & Arsyad 11 1).Mhs dapat menyusun Kuesioner (Panduan Dalam pengumpulan data) Kuesioner 1. Menyusun Kuesioner Data Kuantitatif 2. Menyusun Kuesioner Data Kualitatif - Ceramah - Tanya Jawab - Latihan - LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop -50’ - Emory - Sekaran 12 1). Mahasiswa dpt memahami dan menentukan variabel-2 yg digunakan dlm penelitian dan cara mengukurnya. Variabel Dan Skala Pengukur-nya 1. Skala Nominal 2. Skala Ordinal 3. Skala Internal 4. Skala Ratio - Ceramah - Diskusi - Latihan - LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop - 50’ - Sekaran - Babbie 13 1). Mahasiswa dapat menguji akurasi data yang telah dikumpulkan agar dapat dilanjutkan proses analisis- nya. Akurasi data 1. Uji Validitas 2. Uji Reliabilitas - Ceramah - Tanya Jawab - Latihan -LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop -50’ - Babbie

11 15 1). Mahasiswa dapat mengo- lah dan menganalisis data yg telah dikumpulkan dalam Riset. 2). Mahasiswa dpt membahas dan menyimpulkan hasil penelitian Analisis Kuantitatif Regresi Dan Korelasi 1. Uji Simultan/ uji F 2. Uji Parsial / uji t 3. Menentukan faktor dominan - Ceramah - Tanya Jawab - Latihan - LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop -50’ - Sutrisno Hadi - -Emory 16 1). Mhs dapat mengalihkan dan menganalisis data kuantitatif dengan Chi Square dan Analisis Faktor. Analisis Kualitatif : Chi Square Analisis Faktor 1. Pengujian 2. Penafsiran 3. Kesimpulan - Ceramah - Diskusi - Latihan - LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop -50’ - Sutrisno Hadi - Babbie 14 1). Mahasiswa dapat memaha- mi informasi yang terkan-dung dalam gagasan data.. 2). Mahasiswa dapat menyajikan data secara menarik dan inofatif. Analisis Diskriptif 1. Penataan Data 2. Tabel 3. Histogram 4. Diagram Pastel 5. Kurva/Grafik - Ceramah - Tanya Jawab - Latihan - LCD - White Board. - Form GBPP & Kontrak kuliah - Laptop -50’ - Sutrisno Hadi - Babbie

12 METODOLOGI RISET AGRIBISNIS Methodos Metoda = cara / jalan Cara kerja untuk memahami sesuatu (obyek yang menjadi sasaran) Tata cara dalam kegiatan berpikir Metodologi Ilmu yang mempelajari tentang tata cara ( ilmiah ) dalam melaksanakan sesuatu. Research‘re’ dan ‘to search’ Mencari kembali atau mempertanyakan Apa yang masih rahasia atau masih tanda tanya bisa terpecahkan atau ditemukan jawabannya Merupakan suatu aktivitas dan metode berpikir yang dilaksanakan secara terancang dan sistematis untuk menemukan jawaban atas suatu masalah.

13 * RESEARCH = RISET = PENELITIAN  Cooper and Emory, 1995 Riset merupakan suatu penelitian sistematik yang bertujuan untuk menjadikan informasi guna memecahkan permasalahan  Sekaran,1992 Riset adalah suatu usaha yang sistematik dan terorganisir untuk meneliti suatu masalah spesifik yang memerlukan jawaban  Zickmund, 1994 Riset merupakan proses pengumpulan, pencatatan dan analisis data yang sistematik dan obyektif untuk membantu pembuatan keputusan  Kerlinger, 1986 Riset adalah investigasi terhadap fenomena empirik secara sistematik terkendali dan kritis berdasarkan teori dan hipotesis yang menyatakan dugaan mengenai hubungan antar fenomena

14 Metodologi Penelitian : Pengetahuan tentang berbagai metode yang digunakan dalam penelitian ilmiah Metodologi Riset Agribisnis : Ilmu yang mempelajari tatacara/tatakerja ilmiah dalam melaksanakan riset/penelitian dengan obyek kajian bidang agribisnis

15 Ada 3 Hal Penting Dalam Pengertian Riset 1. Riset merupakan proses yang berbasis masalah dengan obyek suatu fenomena empiris. 2. Proses riset dilakukan secara sistematik, terorganisasi, terkendali dan kritis. 3. Tujuan riset adalah menyajikan informasi untuk menjawab suatu masalah yang spesifik.

16 RISET / PENELITIAN  Serangkaian kegiatan yang bersistem dengan tujuan untuk memperoleh jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan (yang diajukan sebelum penelitian)  Serangkaian kegiatan yang bersistem dengan tujuan untuk memperoleh jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan (yang diajukan sebelum penelitian)  Mendapatkan Kebenaran Ilmiah : ) Tujuan Ilmiah ) Tujuan Praktikal CARA KERJA ILMIAH : teratur, terencana, teliti, kritis, sistematis. dengan menggunakan kemampuan berfikir secara teoritis, mendalam, meluas. SIKAP ILMIAH : Skeptik : selalu menanyakan bukti / fakta yang mendukung kenyataan Analitik : menganalisis setiap persoalan / pertanyaan  mana yang relevan / tidak  mana yang utama / tidak Kritik : selalu mendasarkan fikiran, pendapat pada logika, menimbang secara obyektif berdasar data dan analisis akal sehat.

17 RISET BISNIS adalah suatu proses investigasi ilmiah yang dilakukan secara sistematik, terorganisir, terkendali dan kritis, dengan tujuan menyediakan informasi untuk menjawab masalah dan mengarahkan keputusan bisnis. Beberapa contoh masalah dalam bisnis antara lain : - Bidang Akuntansi : sistem anggaran, metode penentuan cost, metode depresi, penentuan harga transfer, perpajakan. - Bidang Keuangan : pembiayaan perusahaan, operasio nalisasi lembaga keuangan, rasio keuangan, merger dan akuisisi, perilaku bursa efek. - Bidang Manajemen : sikap dan perilaku karyawan, manajemen sumberdaya manusia, manajemen operasi, penyusunan strategi, sistem informasi. - Bidang Pemasaran : pengembangan produk baru, periklanan, promosi penjualan, distribusi, pengepakan, penentuan harga jual, pelayanan purna jual.

18  Usaha Mengungkapkan Pengetahuan Sifat ingin Tahu Manusia - dg. Panca indera - kemampuan berpikir Segala Sesuatu Yang Ada Segala Sesuatu Yang Mungkin Ada Dilingkungan Sekitarnya - persentuhan indera+alam Pengetahuan Pengalaman Khusus Pengakuan Ttg. Hubungan Sesuatu Dengan Sesuatu yang lain PENGETAHUAN YANG BENAR KEBENARAN Pengetahuan Yang Obyektif Tanda bukti kebenaran Dapat dibuktikan KESIMPULAN PENGETAHUAN

19  PERKEMBANGAN PENEMUAN KEBENARAN : 1. Secara kebetulan. - Tidak disengaja ditemukan kebenaran - Bersifat pasif, menunggu, tidak pasti - Bukan cara ilmiah misal: diketemukannya kina sebagai obat malaria 2. Dengan trial dan error. - Mencoba secara berulang-ulang meskipun selalu gagal - Ada aktifitas manusia, lama, untung-untungan - Bukan cara ilmiah misal : diketemukannya bola lampu oleh T.A. Edison 3. Melalui otoritas. - Merupakan pendapat dari orang-orang yang karena kedudukan, pengetahuan keahlian dibidangnya, kewibawaannya, sangat dihormati dan dipercaya banyak orang. misal : Darwin, Hitler, Sukarno -Subyektivitas tinggi -Bukan cara ilmiah

20 4. Melalui cara berfikir Kritis & Rasional. -Dimulai dengan adanya masalah, dianalisis dengan pengalaman & pengetahuan yang dimiliki untuk sampai pada pemecahan yang tepat. - Proses Berfikir Ilmiah : Analitik = Deduktif Sintetik = Induktif Rasional, kritis, logis Cara Berfikir KEBENARAN

21 KEBENARAN BERDASAR BUKTI KEBENARAN : 1. KEBENARAN AGAMA 1. KEBENARAN AGAMA 2. KEBENARAN FILSAFAT 3. KEBENARAN ILMU 3. KEBENARAN ILMU  KEBENARAN AGAMA - Kebenaran yang menjadi pengetahuan berada diluar pengalaman manusia. - Kebenaran yang menjadi pengetahuan berada diluar pengalaman manusia. SIFAT : ADI KODRATI SIFAT : ADI KODRATI - Dapat diterima karena : - Dapat diterima karena : Diberitahukan kepada manusia Diberitahukan kepada manusia Melalui cara istimewa : melalui Malaikat Kepada orang yang istimewa : Nabi / Rasul Sumber Kebenaran : Tuhan Y.M.E Sumber Kebenaran : Tuhan Y.M.E Bukti Kebenaran : Tuhan Y.M.E Bukti Kebenaran : Tuhan Y.M.E Ciri Orang Beragama : Ciri Orang Beragama : 1) Pengakuan terhadap Kekuasaan Tuhan 2) Pengabdian / ikhlas 3) Ritus pengabdian

22  KEBENARAN FILSAFAT - Merupakan hasil pemikiran yang sedalam-dalamnya mencakup seluruh aspek obyeknya. - Kebenaran dapat bertolak dari pengalaman tapi selalu melampaui pengalaman, bukti tidak memerlukan sesuatu yang kongkrit. - Bukti kebenaran adalah hasil pemahaman manusia yang diperoleh melalui perenungan dengan kemampuan akalnya. = Kebenaran INSANI / KODRATI . KEBENARAN ILMU - Ilmu Pengetahuan = Kumpulan dari pengalaman-2 & pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara harmonik dalam suatu bangunan yang teratur. -Ilmu selalu mulai dari sesuatu yang kongkrit yang dapat diamati dan bersifat individual dengan kemampuan berfikir manusia ilmu daoat sampai pada sesuatu yang abstrak dan bersifat umum. - Pembuktiannya dengan cara-cara ilmiah

23 KEBENARAN ILMIAH 3 KRITERIA :  KOHEREN  KORESPONDEN  PRAGMATIS

24 KEBENARAN ILMIAH  KOHEREN  Konsisten Dengan Pernyataan Sebelumnya yang dianggap benar  = 4  Dalil Matematika  Premis Mayor : Semua makhluk Bermata Dua  Premis Mayor : Semua makhluk Bermata Dua Premis Minor : Si Fulan Adalah makhluk Premis Minor : Si Fulan Adalah makhluk Kesimpulan : Jadi Si Fulan Bermata Dua Kesimpulan : Jadi Si Fulan Bermata Dua

25  KORESPONDEN  Materi Pengetahuan Yang Terkandung Berhubungan Dengan Obyek Yang di tuju Berhubungan Dengan Obyek Yang di tuju  “ Ibukota Jawa Timur Adalah Surabaya “ Benar Karena Korespondensi Dengan Faktanya  PRAGMATIS  Mempunyai Sifat Fungsional Dalam Kehidupan Praktis  Mempunyai Sifat Fungsional Dalam Kehidupan Praktis  Perhitungan Harga Pokok Produk Berguna Untuk Memaksimalkan Keuntungan, Menghadapi Pesaing dan sebagainya.  Perhitungan Harga Pokok Produk Berguna Untuk Memaksimalkan Keuntungan, Menghadapi Pesaing dan sebagainya.

26 KARAKTERISTIK RISET ILMIAH -Purposiveness. -Rigerous. -Testability. -Replicability. -Precision and Confidence. -Obyectivity. -Generalizability. - Parsimony.

27 Gambar 1. The Research Process For Basic And Applied Research 1. OBSERVATION Broad Area of research Interest identified 4. THEORITICAL FRAMEWORK Variaabes clearly Indentified and labeled 3. PROBLEM DEFINITION Research problem delienated 7. DATA COLLECTION, ANALYSIS, AND INTERPETATION 8. DEDUCTION Hypotheses substantied Research question answered ? 5. GENERATION OF HYPOTHESES 6. SCIENTIFIC RESEARCH DESIGN 2. PRELIMINARY DATA GATHERING Interviewing Literatur Survey

28 BAGIAN TEKS I. I. PENDAHULUAN LATAR BELAKANG PERMASALAHAN/PERUMUSAN MASALAH IDENTIFIKASI MASALAH RUMUSAN MASALAH 3. TUJUAN PENELITIAN II. TINJAUAN PUSTAKA 1. HASIL-HASIL PENELITIAN TERDAHULU 2. LANDASAN TEORI 3. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS III. METODE PENELITIAN 1.PENENTUAN LOKASI/OBYEK 2.PENENTUAN SAMPEL 3.PENGUMPULAN DATA 4.ANALISIS DATA 5.DEFINISI OPERASIONAL DAN PENGUKURAN VARIABEL IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. DESKRIPSI DAERAH/TEMPAT / OBYEK PENELITIAN 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN V. KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 1. KESIMPULAN 2. IMPLIKASI DAN SARAN

29 II. TINJAUAN PUSTAKA HASIL-HASIL PENELITIAN TERDAHULU Merupakan fakta empiris LANDASAN TEORI MerupakanBahasan secara teoritis tentang Perilaku variabel- variabel HIPOTESIS Merupakan Kesimpulan dari fakta dan teori KERANGKA PEMIKIRAN Merupakan Uraian dan Gambar Alur Pengaruh atau Hubungan antar variabel

30 III. METODA PENELITIAN  TEKNIK PENENTUAN SAMPEL (Pilih salah satu yang digunakan dalam penelitian) PROBABILITY SAMPLING 1.Simple Random Sampling 2.Systematic Random Sampling 3.Stratified Random Sampling 4.Cluster Random Sampling 5.Multistage Random Sampling NON- PROBABILITY SAMPLING 1.Quota Sampling 2.Purposive Sampling 3.Judgement Sampling 4. Snow Ball Sampling

31  TEKNIK PENGUMPULAN DATA (Pilih yang digunakan) : KuesionerKuesioner InterviewInterview ObservasiObservasi  TEKNIK ANALISIS DATA Teknik analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan dan menguji hipotesis : Deskriptif, Statistik. Untuk analisis Deskriptif : Tabelaris, grafis, gambar. Untuk analisis statistik : - Rumuskan hipotesis statistik (Ho vs Ha) - Rumus uji, taraf  - Kriteria penarikan kesimpulan  DEFINISI OPERASIONAL DAN PENGUKURAN VARIABEL Definisi Variabel / Istilah Cara Mengukur Variabel Skala Pengukuran Data

32 TOPIK TOPIK )SUMBER : - Dari Mahasiswa Sendiri - Dari orang/Pihak Lain Dosen, Konsultan, Sponsor, Proyek Univ. Dosen, Konsultan, Sponsor, Proyek Univ. )SYARAT : 1. MANAGEBLE TOPIC 2. OBTAINABLE DATA 3. SIGNIFICANCE OF TOPIC 4. INTERESTED TOPIC - Sesuai dengan kemampuan : Pengetahuan dan Kecakapan Peneliti - Biaya tersedia/cukup - Waktu tersedia/cukup Kendala Praktikal - Tenaga tersedia/cukup - Tidak menimbulkan kesulitan :Sponsor/Pihak-2 lain Manageble Topic

33 - Data Tersedia -Sumber Kepustakaan Cukup -Tidak ada faktor pribadi & faktor luar yang merintangi -Penting untuk diteliti :  Ilmu & Aplikasi -Bukan Duplikasi -Academic Interest cukup besar, kegunaan praktis mendesak -Membangkitkan Minat / Mengaktifkan Minat yang pasif -Bukan untuk pendapat pribadi Obtainable Data Significance Topic Interested Topic

34 JUDUL -Cocok dengan isi -Bahasa Indonesia yang baik dan benar, singkat, jelas (tidak ada penafsiran yang beragam). -Satu kalimat, yang terdiri dari : Subjek, Predikat, Obyek, Keterangan tempat/waktu. -Mengekspresikan isi : Menyiratkan variabel- variabel yang dikaji / obyek yang dikaji, design, dst  kata kunci yang ekspresif. -Tidak bombastis (melampaui batas / berlebihan) -Tentatif dulu untuk disempurnakan kemudian. ( Topik  Judul )

35 I. PENDAHULUAN LATAR BELAKANG  Harus bisa menarik perhatian pembaca untuk meneruskan membaca laporan / tesis.  Memuat alasan mengapa topik dipilih.  Mengemukakan urgensi penelitian : penting bagi diri sendiri, masyarakat / pengguna, ilmu.  Kontribusi positif dari hasil terhadap pemecahan masalah praktis.  Dampak negatif bila tidak terpecahkan / tidak diteliti.

36 NILAI INFORMASI DARI SUATU PENELITIAN MOTIVASI MANAJER MELAKUKAN RISET 1.Mereka butuh informasi khusus untuk mendukung pengambilan keputusan. 2.Riset di sahkan sebagai proteksi dalam pengambilan keputusan. 3.Riset yang baik dapat membantu manajer menghindar dari kehilangan profit dan meningkatkan profit.

37 MASALAH PENELITIAN Pengertian : Pada dasarnya MASALAH merupakan : 1.Suatu keadaan yang memerlukan solusi. 2.Adanya penyimpangan dari standar. 3.Kesenjangan antara : - apa yang seharusnya terjadi dengan apa yang ada dalam kenyataan/yang sebenarnya terjadi. -apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia. -harapan dengan kenyataan/fakta dengan capaian. -das Sollen dan das Sein

38  Langkah-langkah kunci untuk mendapatkan masalah 1.Mengidentifikasi dan menganalisis semua hal yang telah diketahui atau yang telah diteliti sebelumnya. 2.Mencari kesenjangan dalam penjelasannya, atau kesimpulannya yang belum diuji, juga pada saran kongkrit yang harus diteliti lebih lanjut. 3.Adakah konflik pendapat tentang sesuatu hal ? 4.Selalu mempertanyakan kebenaran dari suatu prosedur rutin yang selalu dipakai setiap hari. 5.Membaca dan merefleksikan dalam pertanyaan : apa, mengapa, bagaimana, jika, dst. M = f (das Sollen, das Sein) M = f (das Sollen, das Sein) v diidentifikasi dari pustaka, fakta/pengalaman pribadi diidentifikasi dari pustaka, fakta/pengalaman pribadi

39 IDENTIFIKASI BIDANG PERMASALAHAN RISET Permasalahan riset menunjukkan suatu keadaan yang dinilai memerlukan riset dan pemecahan masalah. Permasalahan riset menunjukkan suatu keadaan yang dinilai memerlukan riset dan pemecahan masalah. Bidang permasalahan riset dapat berupa : Bidang permasalahan riset dapat berupa : Masalah yang saat ini muncul di suatu perusahaan yang memerlukan jawaban. Masalah yang saat ini muncul di suatu perusahaan yang memerlukan jawaban. Bidang dalam suatu organisasi yang memerlukan pembenahan atau perbaikan.Bidang dalam suatu organisasi yang memerlukan pembenahan atau perbaikan. Masalah yang berkaitan dengan suatu konsep atau teori yang memerlukan konfirmasi melalui riset dasar.Masalah yang berkaitan dengan suatu konsep atau teori yang memerlukan konfirmasi melalui riset dasar. Sejumlah pertanyaan riset yang memerlukan jawaban secara empiris.Sejumlah pertanyaan riset yang memerlukan jawaban secara empiris.  Permasalahan riset dapat berasal dari masalah baru atau masalah lama, yang dapat bersumber antara lain dari : adanya perubahan lingkungan, dimensi baru, perspektif baru atau perbedaan metodologi riset yang digunakan.

40 BIDANG MASALAH BIDANG MASALAH PemasaranPerilaku Konsumen PemasaranPerilaku Konsumen Promosi Penjualan Distribusi Konsep Produk Baru ManajemenMotivasi Kerja (Perilaku Organisasional)Gaya Kepemimpinan Budaya Organisasional Akuntansi KeuanganKebijakan & Metoda Standar Akuntansi Keuangan Akuntansi ManajemenPengukuran Prestasi Manajer Analisis Biaya-Vol.-Laba Keputusan Investasi TOPIK

41 MASALAH & PERUMUSANNYA MASALAH & PERUMUSANNYA GAPHalangan/Rintangan Tantangan Kemenduaan Arti Tantangan Kemenduaan Arti Kesangsian Kebingungan Kesangsian Kebingungan  Ciri masalah yang baik : 1.Mempunyai nilai penelitian 2.Mempunyai Fisibilitas 3.Sesuai dengan kualifikasi si peneliti MASALAH

42 Ad.1) - Asli, up to date -Menyatakan suatu hubungan -Penting -Dapat diuji -Dinyatakan dalam bentuk pertanyaan Ad.2)-Dapat dipecahkan -Data dan metode tersedia -Beaya sebatas sebatas kemampuan - Waktu : wajar - Tidak bertentangan dengan hukum dan adat Ad.3)- Menarik - Cocok Terhadap kualifikasi ilmiah si peneliti

43  SUMBER PERMASALAHAN : - Pengamatan Terhadap Kegiatan Manusia - Bacaan - Analisis bidang pengetahuan - Ulangan dan perluasan penelitian - Cabang studi yang sedang dikerjakan - Pengalaman Pribadi - Praktek dan keinginan masyarakat - Bidang spesialisasi - Pengamatan terhadap alam sekitar - Diskusi - diskusi ilmiah

44  Rumusan Masalah 1.Dalam bentuk kalimat interogatif = kalimat pertanyaan. 2.Jelas, terarah. 3.Menyiratkan apa yang akan dipecahkan dan dituju dalam penelitian. 4.Implikasi terhadap hipotesis, design, judul

45  Contoh Rumusan Masalah  Permasalahan Deskriptif Seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan di perusahaan “X” ?Seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan di perusahaan “X” ? Bagaimana sikap masyarakat terhadap adanya impor gula tanpa bea masuk ?Bagaimana sikap masyarakat terhadap adanya impor gula tanpa bea masuk ? Seberapa besar produk yang terjual dan layakkah keuntungannya ?Seberapa besar produk yang terjual dan layakkah keuntungannya ?  Permasalahan Komparatif Adakah perbedaan produktivitas kerja antara Pegawai Negeri, Pegawai BUMN, dan Pegawai Swasta ?Adakah perbedaan produktivitas kerja antara Pegawai Negeri, Pegawai BUMN, dan Pegawai Swasta ? Adakah persamaan cara promosi antara Perusahaan A dan B ?Adakah persamaan cara promosi antara Perusahaan A dan B ? Adakah perbedaan kemampuan dan disiplin kerja antara Pegawai Swasta Nasional dan Perusahaan Asing ?Adakah perbedaan kemampuan dan disiplin kerja antara Pegawai Swasta Nasional dan Perusahaan Asing ?

46 Hubungan Simetris :  kebetulan munculnya bersama  Adakah hubungan antara banyaknya semut dengan banyaknya buah ?  Adakah hubungan antara tinggi badan dengan prestasi kerja di bidang pemasaran ? Hubungan Kausal :  sebab akibat mempengaruhi-dipengaruhi  Adakah pengaruh sistem penggajian terhadap prestasi kerja ?  Seberapa besar pengaruh kepemimpinan terhadap iklim kerja perusahaan ? Hubungan Interaktif/timbal balik :  saling mempengaruhi, tidak diketahui independent/dependent  Adakah hubungan antara motivasi dan prestasi ?  Adakah hubungan antara kecerdasan dan kekayaan ?

47  Tujuan Penelitian - Merupakan pernyataan yang spesifik tentang informasi apa yang ingin diperoleh. - Merupakan pedoman yang memberi arah tentang informasi atau output apa yang akan dihasilkan oleh peneliti (pada laporan akhir penelitian, tujuan-tujuan yang dijanjikan tadi harus diperoleh jawabannya). - Merupakan konsep kongkrit  Kalimat deklaratif (pernyataan), lugas, jelas, padat. - Contoh : Untuk mengetahui hubungan antara Untuk menjelaskan Untuk menganalisis

48 II. TINJAUAN PUSTAKA  Kerangka Teoritikal : - Hasil penelitian terdahulu. - Landasan-landasan teori  Kerangka Konseptual : Model kongkrit & terukur.  Hipotesis. Tugas : Buat Ringkasan : Judul, variabel, Hasil Penelitian tentang (Topik) dari 15 literatur.

49 KERANGKA PEMIKIRAN   Model Konseptual yang menghubungkan Teori dengan Variabel-variabel yang akan diteliti. (Uma Sekaran, 1992). Misalnya : Menjelaskan hubungan antar variabel independen dengan dependen.   Merupakan Kerangka Berpikir Baru yang didapat dari Kajian Pustaka, sebagai landasan untuk pemecahan masalah dalam penyusunan hipotesis, serta menentukan cara dan kegiatan penelitian selanjutnya.

50 Kerangka Alur Pemikiran

51  HIPOTESIS - Jawaban Sementara Atas Pertanyaan yang dikemukakan Dalam Rumusan Masalah. - Statemen Keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya berdasar data yang akan diperoleh dari sampel penelitian. - Hipotesisi Statistik : Keadaan Parameter yang akan diuji dari keadaan statistik sampel. Keadaan Parameter yang akan diuji dari keadaan statistik sampel. - Kegunaan : Memberi batasan/jangkauan kerja peneliti. Memberi batasan/jangkauan kerja peneliti. Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta. Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta. Alat Koordinasi. Alat Koordinasi. Panduan Pengujian. Panduan Pengujian.

52 CIRI HIPOTESIS :  Menyatakan hubungan variabel :  2  Sesuai dengan fakta  Dikembangkan dari teori yang kuat  Dapat diuji  Sederhana, dalam bentuk kalimat pernyataan  Dasar untuk membuat kesimpulan

53 FORMAT KALIMAT HIPOTESIS : Proposisi yang dapat diuji Proposisi yang dapat diuji Pernyataan “ Jika-Maka “ Pernyataan “ Jika-Maka “ Hipotesis Statistik : Hipotesis Statistik : - Hipotesis Nol versus Hipotesis Alternatif - Hipotesis Nol versus Hipotesis Alternatif - Rumus : Ho : µ1 = µ2 - Rumus : Ho : µ1 = µ2 Ha : µ1  µ2 Ha : µ1  µ2 µ1  µ2 µ1  µ2 µ1  µ2 µ1  µ2

54 PERNYATAAN “ JIKA-MAKA “ (IF – THEN STATEMENT) Contoh Kalimat Hipotesis : Contoh Kalimat Hipotesis : Jika karyawan mengalami tekanan dalam bekerja yang lebih rendah, maka mereka akan memperoleh kepuasan kerja yang lebih tinggi.Jika karyawan mengalami tekanan dalam bekerja yang lebih rendah, maka mereka akan memperoleh kepuasan kerja yang lebih tinggi. Jika karyawan mengalami tekanan dalam bekerja besar, maka prestasi kerjanya akan meningkat. Jika karyawan mengalami tekanan dalam bekerja besar, maka prestasi kerjanya akan meningkat. Jika biaya promosi diperbesar, maka nilai penjualan akan meningkat. Jika biaya promosi diperbesar, maka nilai penjualan akan meningkat.

55 PROPOSISI YANG DAPAT DIUJI Contoh Kalimat Hipotesis : Karyawan yang mengalami tekanan dalam Karyawan yang mengalami tekanan dalam bekerja lebih rendah akan memperoleh bekerja lebih rendah akan memperoleh kepuasan kerja lebih tinggi. kepuasan kerja lebih tinggi. Pemberian imbalan yang besar kepada Pemberian imbalan yang besar kepada karyawan akan meningkatkan prestasi kerjanya. karyawan akan meningkatkan prestasi kerjanya. Peningkatan biaya promosi akan meningkatkan Peningkatan biaya promosi akan meningkatkan nilai penjualan. nilai penjualan.

56  HIPOTESIS STATISTIK Tidak ada perbedaan signifikan antara pendapatan (Take Home Pay = THP) karyawan perusahaan swasta Nasional dengan swasta Asing. Tidak ada perbedaan signifikan antara pendapatan (Take Home Pay = THP) karyawan perusahaan swasta Nasional dengan swasta Asing. Ho :  N =  A atau  N -  A = 0 Ho :  N =  A atau  N -  A = 0  THP – N =  THP – A atau  THP – N -  THP – A = 0  THP – N =  THP – A atau  THP – N -  THP – A = 0 Rata-2 THP N sama dengan rata-2 THP A Ha :  THP – N   THP – A atau  THPN -  THPA = 0 Tidak ada perbedaan signifikan antara THP N dengan THP A Tidak ada perbedaan signifikan antara THP N dengan THP A Ha :  THPN >  THPA  THP N lebih besar THP A Ha :  THPN <  THPA  THP N lebih kecil THP A Buat contoh lain, misalnya tentang membandingkan motivasi

57  Hipotesis Directional :  Hipotesis Directional : Menyatakan hubungan antar variabel, Menyatakan hubungan antar variabel, perbedaan perbedaan pengaruh pengaruh dengan istilah : ) lebih dari / kurang dari dengan istilah : ) lebih dari / kurang dari ) positif / negatif ) positif / negatif  Hipotesis Non Directional : Tidak menyatakan arah hubungan antar variabel. Karena : dalam Kerangka Pemikiran/Konseptual : belum ditemukan teori landasannya. ada konflik/ketidak jelasan hubungan antar variabel. menurut penelitian sebelumnya.

58 Design Penelitian Design Penelitian I.Berdasar sifat obyek / tempat data : - Penelitian Historis : Datanya telah terjadi dan telah ada di alam atau tersimpan sejak lama / dialam dalam bentuk prasasti, patung, arca, ingatan-ingatan orang-orang tertentu dan lain sebagainya. -Penelitian Observasional : Fenomena / kejadiannya muncul pada satu waktu tertentu. Obyek tidak dapat dikontrol / dikendalikan oleh sipeneliti (tidak dimanipulasi). -Penelitian Eksperimental : Field, Laboratory Obyek / fenomena ditampilkan melalui manipulasi atau perlakuan yang dengan sengaja dilakukan oleh si peneliti atau ada intervensi dari sipeneliti.

59 B.Penelitian Deskriptif : Menguraikan/menjelaskan fenomena yg diamati. C.Penelitian Hipotesis (Penelitian Explanasi) : Menguji keterkaitan suatu fenomena satu dengan yang lain. II.Berdasarkan Analisis Data & Tujuan Studi A. Penelitian Eksplorasi : - Studi penjajakan - Guna memahami suatu fenomena yang belum banyak diketahui / ditulis. - Tujuan :- Diagnosa terhadap fenomena tertentu - Menjaring alternatif-alternatif - Menemukan ide-ide baru - Untuk mengklarifikasi masalah - masalah bisnis yang kurang jelas atau ambigu.

60 IV. Berdasarkan Periode Waktu Cross Sectional : satu tahap pada jangka waktu tertentu Longitudinal : jangka waktu lama, beberapa tahap Time Series : dalam rentetan waktu III.Berdasarkan Design Sampling Sensus : pencacahan lengkap Survey : obyektif Studi Kasus : subyektif V.Berdasar Asal Data : - Penelitian Primer : Data asli, tidak melaluinya perantara, dikumpulkan diolah dan digunakan sendiri oleh sipeneliti. -Penelitian Sekunder : Data dikumpulkan melalui perantara/orang lain.

61 Design Penelitian Berdasarkan Sifat Obyek/Tempat Data Historis Observasional Eksperimental Historis Observasional Eksperimental

62 Bentuk Observasional Perubahan Waktu Cross-Sectional Cross-Sectional Logitudinal Time Series

63 Klasifikasi Penelitian Kuantitatif Klasifikasi Penelitian Terapan Penelitian Dasar Tujuan Penelitian Historis Penelitian Deskriptif Studi Kasus dan Lapangan Penelitian Korelasional Penelitian Kausal Komparatif Penelitian Eksperimen Penelitian Opini Penelitian Empiris Penelitian Arsip Penelitian Tindakan Penelitian dan Pengembangan Penelitian Evaluasi Penelitian Deduktif Penelitian Induktif Karateristik Masalah Sifat dan Jenis Data

64 Ya Tidak Ya Tidak Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Hubungan Sebab Akibat ? Hubungan Korelasional ? Penelitian Deskriptif Penelitian Historis Kondisi Sekarang ? Penelitian Korelasional Penelitian Eksperimen Penelitian Kausal Komparatif Variabel Independen Dimanipulasi ?

65 Gambar. Tujuan Studi dan Metode Statistik Eksplorasi Statistik Deskriptif TujuanDeskriptif Studi Uji perbedaan Eksplanasi Uji HipotesisKoreasional Uji Hubungan Sebab-akibat STATISTIK INFERENSIAL (Parametrik/Non-Parametrik)

66 Persyaratan :Persyaratan : 1. Sekurang-kurangnya1. Dapat skala nominal skala interval atau ordinal 2. Mengikuti distribusi2. Tidak harus mengikuti normal distribusi normal PEDOMAN PEMAKAIAN UJI STATISTIKA BERDASARKAN SKALA PENGUKURAN DATA STATISTIK PARAMETRIK STATISTIK NON-PARAMETRIK

67 Contoh 1 : Hipotesis Penelitian : Ada perbedaan antara kualitas informasi akuntansi sebelum dan setelah penerapan sistem EDP. Hipotesis Statistik : H 0 : P 1 = P 2 Gambar kurvanya dua arah H 1 : P 1  P 2 Contoh 2 : Hipotesis Penelitian : Kinerja perusahaan setelah penerapan sistem EDP lebih besar dari pada sebelum penerapan. Hipotesis Statistik : H 0 : P 2 < P 1 Gambar kurvanya satu arah H 1 : P 2 > P 1 MENTERJEMAHKAN HIPOTESIS PENELITIAN KE DALAM HIPOTESIS STATISTIK

68 SAMPLING METHODS ( METODA PENGAMBILAN CONTOH) SAMPLING METHODS ( METODA PENGAMBILAN CONTOH)

69 POPULASI Keseluruhan Obyek Penelitian, baik terdiri dari Barang Yang Nyata, Abstrak, Peristiwa, Ataupun Gejala Yang Merupakan Sumber Data Yang Memiliki Karakteristik Tertentu Dan Sama. SAMPEL Bagian Dari Populasi ( Yang Mempunyai Sifat Sama Dengan Populasi ). Ciri-ciri Yang Harus Dimiliki Oleh Sampel : 1. Mempunyai Ciri Yang Dimiliki Oleh Populasi 2. Mewakili Populasi 3. Dapat Digeneralisasikan UNIT SAMPEL = UNIT POPULASI SAMPEL  RESPONDEN

70 Tipe-tipe Kesalahan Statistik Nonresponden Bias Responden Bias Kesalahan Pemrosesan Data Kesalahan Pewawancara Kecurangan Pewawancara Kesalahan Unit Sample Kesalahan Kerangka Sample Kesalahan Responden Kesalahan Pemilihan Sample Secara Acak Kesalahan Administrasi Kesalahan Statistik Kesalahan Sistematis Kesalahan Pemilihan Sampel

71 ALASAN PENGGUNAAN SAMPEL 1. Menghemat Biaya, waktu dan tenaga 2. Menghindari Test yang Bersifat Destruktif 3. * Populasi Tak Terbatas * Untuk Mereduksi Jumlah Obyek Penelitian Sebagai Akibat Besarnya Populasi 4. * Mempermudah Penelitian * Menjaga Ketelitian * Mengontrol Non Sampling Error 5. Pengamatan pada hal-hal khusus.

72 KELEMAHAN SAMPLING 1. Jika data diperlukan dari wilayah - wilayah yang amat kecil, sehingga diperlukan sample yang proporsinya relatif besar. 2. Jika diperlukan data untuk beberapa periode waktu yang tertentu, dan untuk mengukur perubahan yang sangat kecil dari periode ke periode berikutnya, maka diperlukan sample yang besar. 3. Kadang – kadang biaya administrasi yang besar diperlukan untuk kegiatan pemilihan sample, pengawasan dan sebagainya.

73 SAMPLING DESIGN RANDOM SAMPLINGNON RANDOM SAMPLING (Probability Sampling) (Non Probability Sampling)  Simple Random Sampling Purposive Sampling  Systematic Random Sampling Accidental Sampling  Stratified Random Sampling Quota Sampling  Cluster Random Sampling Snowball Sampling  Multistage Random Sampling

74 - Obyektif, tidak dipengaruhi oleh- Subyektif, dipengaruhi oleh keinginan peneliti.Peneliti. - Semua individu dalam populasi -Tidak semua individu dalam mempunyai kesempatan samapopulasi mempunyai kesempatan untuk dipilih sebagai contoh.sama untuk dipilih sebagai contoh. - Dimungkinkan memperoleh -Ada kecenderungan sampel sampel yang representif. diambil yang mudah / dekat - Representativitas sulit dijamin.

75 I. SIMPLE RANDOM SAMPLING PENGAMBILAN CONTOH ACAK SEDERHANA Deskripsi : Contoh dipilih langsung dari suatu populasi dengan cara acak sehingga setiap anggota populasi mempunyai kesmpatan sama untuk dipilih sebagai contoh. Syarat : - Populasi Homogen Jumlahnya Terbatas - Acak Dilakukan Secara Individual Terhadap Anggota Populasi - Nama / Identifikasi Dari Seluruh Anggota Populasi Diketahui Dahulu Prosedur : - Anggota Populasi Diberi Nomor Urut - Melakukan Acak/Random. Tabel Bilangan Random. Undian - Menentukan Sample

76 Keuntungan & Kerugian Keuntungan : Teori Yang Dipakai sangat Sederhana. Lebih Mudah Dipahami Daripada Teori Lain/Tehknik Sampling Lain. Kerugian : Tidak dapat diterapkan pada populasi yang sangat sporadis dan tidak teratur : Mengurangi Ketepatan Hasil. Pendaftaran Unit Sample Sangatlah Tidak Praktis. Gambar Kerangka Sampling : * * * * * * * * * * * Populasi * * Randomisasi (Lotre atau Bil Random) Sampel

77 II. STRATIFIED RANDOM SAMPLING Deskripsi : Bilamana keadaan populasi heterogen (mempunyai sifat beragam), dan atau dibagi menjadi anak / sub populasi yang homogen atau dalam beberapa lapisan / strata, selanjutnya sampling diambil dari masing-masing sub populasi / strata dengan cara acak Sederhana. Syarat - Harus ada Kriteria Yang Akan Digunakan Sebagai Dasar Stratifikasi Populasi. -Harus Ada Data Pendahuluan Dari Populasi Mengenai Gambaran Kriteria Stratifikasi. -Harus Diketahui Dengan Jelas Jumlah Satuan - satuan Elementer Dalam Setiap Stratum (Agar Tidak Over Lapping).

78 II. STRATIFIED RANDOM SAMPLING Deskripsi : Bilamana Keadaan Populasi Heterogen (Mempunyai Sifat Beragam), Dan / Atau Dibagi Menjadi Anak / Sub Populasi Yang Homogen Atau Dalam Beberapa Lapisan / Strata, Selanjutnya Sampling Diambil dari Masing-masing Sub Populasi / Strata Dengan Cara Acak Sederhana. Syarat - Harus ada Kriteria Yang Akan Digunakan Sebagai Dasar Stratifikasi Populasi. -Harus Ada Data Pendahuluan Dari Populasi Mengenai Gambaran Kriteria Stratifikasi. -Harus Diketahui Dengan Jelas Jumlah Satuan - satuan Elementer Dalam Setiap Stratum (Agar Tidak Over Lapping).

79 Gambar Kerangka Sampling Populasi Stratifikasi Strata 1 Strata 2 Strata 3 Randomisasi Sampel *# * * # * # # # * # + * * * # # * # # * * * # # # * * + + # # * * + + # #

80 Prosedur -Membagi populasi menjadi sub-sub populasi / stratum yang homogen. -Membuat daftar & nomor urut dari satuan - satuan Elementer dalam setiap stratum. -Mengadakan Random untuk memilih contoh dari setiap Stratum : a.Secara Berimbang / Sebanding (Proportionate Stratified Random Sampling) b.Secara Tidak Berimbang / Tidak Seimbang. (Disproportionate Stratified Random Sampling) c.Secara Sama a. Berimbang : Banyaknya contoh tiap stratum berbanding lurus dengan banyaknya populasi tiap stratum. Populasi = N  Dibagi Menjadi N1 + N2 + N NL N = N1 + N2 + N NL h = 1, 2, 3, L h = Index Stratum L = Jumlah Stratum

81 Keuntungan & Kerugian Keuntungan : Lebih efisien dari pada Simple Random Sampling Pengolahan data dapat mudah dimengerti karena informasi tiap stratum tersedia. Secara administratif mudah. Kerugian : Pembagian stratum memerlukan informasi sebelumnya Diperlukan kerangka / daftar penarikan contoh tiap stratum.

82 nh 1 : nh 2 : nh 3 – Nh 1 : Nh 2 : Nh 3 Nh1 nh1 = x n N Nh2 nh2 = x n N Nh3 nh3 = x n N b. Tidak Berimbang : Nh. sh nh = x n  Nh. sh c. Sama : n nh = L Menentukan Stratum ) 2 Stratum : S I =  x atau S II = < x ) 3 Stratum : I. xR  (x – 1SD) II. > (x – 1SD)  (x + 1 SD) III. > (x + 1 SD)  xT ) 4 Stratum ) 5 Stratum ) 6 Stratum

83 III. SYSTEMATIC RANDOM SAMPLING PENGAMBILAN CONTOH ACAK SISTEMATIS Deskripsi : Apabila didalam pengambilan contoh hanya unsur pertama saja dari contoh yang dipilih secara acak selanjutnya secara sistematis menurut suatu pola tertentu. Syarat : - Populasi Homogen. -Populasi tersusun/merupakan pola beraturan, seperti blok-blok dalam kota, rumah-rumah dalam suatu jalan tertentu. -Nama & Identifikasi dari satuan-satuan. - Elementer dalam populasi terdapat dalam satu daftar, sehingga dapat diberi nomor urut. Prosedur : - Satuan-satuan elementer dalam daftar populasi diberi nomor urut. - Menarik sample secara sistematis dengan interval tertentu. Misal :  Populasi = 24 ( N )  Sample = 6 ( n ) Interval ( k ) = N = 24 = 4 n 6

84 Rumus nomor sample yang terpilih : 1. = S. 2. = S + k 3. = S + 2k Nomor Urut Populasi : Nomor Urut Sample : 1 2 SECARA = S RANDOM4 5 6 = S + k = S + 2k = S + 3k = S + 4k = S + 5k  = 6  =

85 Keuntungan & Kerugian Keuntungan : Dalam memilih contoh secara administrasi lebih cepat & lebih mudah Memungkinkan untuk memilih contoh dilapang tanpa harus membuat kerangka sampling dahulu, karena individu sudah tersusun secara kronologis. Kerugian : Apabila daftar populasi tidak tersusun secara random  sukar menaksir varians. Apabila daftar populasi tersusun sedemikian rupa sehingga menunjukkan ulangan-ulangan yang teratur dari satuan - satuan yang sifatnya sejenis dan apabila interval contoh sama besarnya dengan periode ulangan tadi maka metode ini tidak dapat menggambarkan keaadaan yang sebenarnya.

86 IV. CLUSTER RANDOM SAMPLING PENGAMBILAN CONTOH ACAK KELOMPOK Deskripsi : - Dalam cluster sampling unit samplenya adalah kelompok / kluster / grup (kumpulan individu terdiri dari lebih dari satu elemen populasi). Syarat : - Berbeda dengan strata, tiap kluster terdiri dari elemen yang heterogen. Prosedur : - Masing-masing kluster diberi nomor urut - Merandom kluster untuk memilih contoh kluster - Seluruh elemen dari cluster yang terpilih sebagai contoh diamati.

87 1 $+# 0 2 #+$ 0 3 $+# 0 4 $ $# 0 6 $ #0+ 7 $ 0#+ 8 $ +#0 9 $ 0#+ 10 $ +#0 11 0$+ # 12 +$0 # 13 +$0 # 14 +$0 # 15 0+$ # 7 $ 0#+ 10 $ +#0 14 $+0 # $$0#0# Randomisasi Cluster Randomisasi Sample

88 Keuntungan & Kerugian Keuntungan : Tidak perlu membuat daftar semua anggota populasi tetapi cukup daftar klastor. Relatif lebih mudah & murah. Kerugian : Tidak efesien bilamana perbedaannya antar anggota tidak ada. Jadi : Lebih banyak untuk pemecahan keterbatasan biaya dan data.

89 V. MULTISTAGE RANDOM SAMPLING PENGAMBILAN CONTOH ACAK BERTAHAP Deskripsi : - Suatu metode sampling yang dilaksanakan (>2 tahap) secara bertahap, pada daerah populasi yang sangat luas dan heterogen. Syarat : - Berbeda dengan strata, tiap kluster terdiri dari elemen yang heterogen. Prosedur : - Daerah populasi dibagi kedalam sub daerah. - Dari sub daerah dibagi lagi menjadi daerah yang lebih kecil. - Demikian seterusnya bila mana diinginkan untuk dibagi lagi menjadi daerah yang lebih kecil.

90 METODE PENGAMBILAN SAMPLE YANG IDEAL 1. Dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi. 2. Dapat menentukan presisi  ) dari hasil penelitian. 3. Sederhana, mudah dilaksanakan. 4. Dapat mamberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya serendah-rendahnya.  ) Presisi  Tingkat ketepatan, yang ditentukan oleh perbedaan hasil hasil yang di peroleh dari sample dibandingkan dengan hasil hasil yang diperoleh dari pencacahan lengkap.

91 PROSEDUR PENGAMBILAN CONTOH 1. Diketahui Populasi.  Cirinya  Identifikasi  Homogen /Heterogen  Jumlahnya  Unit - Individu - Kelompok 2. Tentukan Sampling Design  Sesuaikan dengan populasi & tujuan penelitian  Laksanakan sesuai dengan tehniknya. 3. Pengumpulan data.

92 SAMPLE SIZE N Infinitive (Tidak diketahui) n = Z 2 . S 2 d 2 N Finitive n = N. Z 2 . S 2 d 2 (N-1)+Z 2 . S 2 n = Jumlah sample minimal yang diambil N = Jumlah populasi s 2 = Varians populasi d = Penyimpangan yang dapat ditolerir Z  = Nilai standar normal (tergantung harga  )  Z  Z 0,01 2,579 0,051,976 0,101,645

93 d = Penyimpangan yang dapat ditolerir adalah : tidak boleh melebihi dari simpangan baku (SD) Misalnya : X  SD  100  10 bila digambarkan : d  10 Xr X Xt Untuk memperoleh nilai SD : - Dari penelitian / informasi terdahulu - Ambil sample kecil -SD dari variabel lain yang terkolerasi dengan variabel yang diamati.

94 CARA DAN PROSEDUR RANDOM 1. Cara Undian (Lotre) 2. Cara Ordinal 3. Tabel Bilangan Random 1. CARA UNDIAN - Buat daftar semua anggota populasi - Beri kode / nomor urut - Buat kertas kecil sebanyak jumlah anggota - Tuliskan kode / nomor angka pada kertas kecil tsb. - Gulung kertas kecil baik-baik dan rapi, sama : ukuran cara menggulung. - Masukkan gulungan dalam kaleng - Kocok baik-baik - Keluarkan / ambil sebanyak yang dibutuhkan

95 Kesulitan : - Jika populasi sangat besar - Jika jumlah populasi tidak diketahui dengan pasti. 2. CARA ORDINAL - Buat daftar semua anggota populasi, disusun menurut Alfabet dari atas kebawah atau dengan sistematika tertentu atas dasar blok-blok tempat tinggal, dsb. - Ambil dari daftar tersebut dengan cara tertentu yang sudah ditetapkan. Misal : - Yang bernomor ganjil - Yang bernomor genap - Kelipatan – Kelipatan tertentu : 3, 6, 12, Dengan interval tertentu : 5, 10, 15, 20, dst. - Dst sampai sejumlah yang dibutuhkan.

96 3. TABEL BILANGAN RANDOM - Cara ini paling banyak digunakan dalam penelitian - Prosedurnya mudah,sederhana - Menghindarkan kesalahan PROSEDUR - Buat daftar anggota populasi - Beri nomor urut - Siapkan tabel bilangan random (dari teksbook statistik) - Pertama,kita akan tentukan 1 angka untuk petunjuk awal- caranya : *) Jatuhkan pensil pada TBR untuk penentu baris yang terpilih,mis pd angka 3 *) Jatuhkan lagi pensil pd TBR untuk penentu lajur,mis pd angka 50 *) Kita lihat pd TBR,baris 3 dan lajur 50 adalah angka 4 *) Tandailah bilangan 2

97 *) Selanjutnya perhatikan  popuasi  ada berapa digit N = 20  2 digit N = 310  3 digit N = 100  3 digit N = 1000  4 digit *) Misalkan populasi N = 75 (2 digit) maka ambillah 1 digit / angka di dekat angka 4 yang ditandai  mis. Angka 6  maka nomor sample pertama adalah 46. *) Untuk sample kedua, terserah saja bisa diambil bilangan-2 diatas atau dibawah atau disamping angka 46 tadi. *) Dst. Konsisten ( bila bergerak kebawah, kebawah terus) sampai  sampel terpenuhi.

98 NON RANDOM SAMPLING I. ACCIDENTAL SAMPLING ( CONVENIENCE SAMPLING) Metode ini memilih sampel dari elemen populasi (orang atau kejadian) secara sengaja yang datanya mudah diperoleh peneliti. Elemen populasi tidak terbatas atau tidak mungkin diketahui jumlahnya. Misalnya : Penelitian tentang perilaku konsumen terhadap suatu produk Agribisnis di Supermarket “X”, maka samplenya adalah setiap pengunjung yang berbelanja di supermarket “X”. Kebaikan : Peneliti memiliki kebebasan untuk memilih sampel yang paling cepat dan murah. Kelemahannya : Hasil analisis data mempunyai tingkat generalisasi yang rendah.

99 II.PURPOSIVE SAMPLING ( JUDGEMENT SAMPLING) Pemilihan sampel secara sengaja dengan pertimbangan tertentu, sesuai dengan tujuan penelitian. Sampel dibatasi kepada yang dapat memberikan informasi yang diharapkan peneliti. Misalnya : Penelitian manajemen, maka samplenya para manajer pada berbagai level organisasi. Kebaikan : Praktis, Biaya, waktu dan Tenaga Hemat. Kelemahannya : Kemampuan generalisasi rendah.

100 III. QUOTA SAMPLING (Pemilihan Sample Berdasarkan Kuota) Pemilihan sampel secara sengaja berdasarkan kuota (jumlah) tertentu. Untuk setiap kategori dalam populasi. Misalnya : Sejumlah tertentu sampel untuk jenis industri, skala usaha, gender pekerja, dan seterusnya. Kebaikan : Dapat menaikkan tingkat resprentatif sampel. Kelemahannya : Kemampuan generalisasi masih dipertanyakan.

101 IV. SNOWBALL SAMPLING Sampling yang diawali dengan mengambil sampel sekelompok kecil (kelompok sampel I) yang diminta untuk menunjukkan kawan masing-masing (kelompok sampel II). Dari kawan-kawan kelompok sampel II diminta pula menunjukkan kawan masing-masing sebagai kelompok sampel III. Demikian seterusnya sehingga kelompok sampling itu makin bertambah besar bagaikan Bola Salju yang kian bertambah besar bila meluncur dari puncak bukit salju dibawah. Misalnya : Banyak dilaksanakan pada Riset Pemasaran dan Penyebaran Informasi.

102 METODE PEMILIHAN SAMPEL : Deskripsi, Kelebihan dan Kelemahan METODE SAMPLING DESKRIPSI KELEBIHAN (KELEMAHAN) PROBABILITY SAMPLING PROBABILITY SAMPLING Simple Random Sampling Seluruh elemen populasi dipertimbangkan dan setiap elemen mempunyai peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel Temuan riset mempunyai kemampuan digeneralisir yang tinggi (secara teknis kurang efisien dibandingkan stratified sampling). Systematic Sampling Setiap elemen populasi dipilih secara random sebagai rerangka populasi selanjutnya berdasarkan rerangka populasi dipilih sampel. Mudah digunakan jika rerangka populasi tersedia (Memungkinkan timbulnya bias sistematik) Stratified Random Sampling Populasi dikelompokkan berdasarkan stratifikasi tertentu, yang selanjutnya dari setiap strata dipilih sampel. Paling efisien diantara alternatif metode sampling probabilitas (Rerangka populasi untuk setiap strata merupakan hal yang esensial) Cluster Sampling Populasi dikelompokkan berdasarkan heterogenitas anggota populasi. Selanjutnya sejumlah kelompok dipilih secara acak. Berdasarkan kelompok yang terpilih tersebut ditentukan sampel secara acak Biaya pengumpulan data setiap geografis rendaha (Mempunyai reliabilitas yang paling rendah diantara metode sampling probabilitas). Area sampling Merupakan metode Cluster sampling dalam suatu area atau lokasi tertentu Bermanfaat untuk pembuatan keputusan yang mempertimbangkan faktor lokasi. Double Sampling Sampel atau bagian dari sampel diuji dua kali Memberikan informasi yang lebih detil (Jika ada bias pada penguji yang pertama akan terbawa pada pengujian yang kedua). Non-probability Sampling Convenience Sampling Accidental Setiap anggota populasi yang ada dapat dipilih sebagai sampel At, mudah, dan murah akan dapat digeneralisir) Judgument Sampling = Purposive Subyek dipilih berdasarkan pertimbangan al peneliti. Kadang-kadang merupakan metode yang berarti. (Tingkat generalisasinya dipertanyakan). Quota Sampling Ssubyek dipilih dari kelompok yang ditargetkan sesuai dengan jumlah kuota yang ditetapkan sebelumnya. Sangat bermanfaat jika kelompok partisipan minoritas mempunyai peran penting ( Tidak mudah untuk digeneralisasikan).

103 Gambar : Skema Pedoman Penentuan Metode Pemilihan Sampel

104 I. METODA SURVEI * METODA ANGKET (KUISIONER) * METODA WAWANCARA (INTERVIEW) II. METODA OBSERVASI * OBSERVASI PARTISIPAN * OBSERVASI NON PARTISIPAN

105 I. METODA OBSERVASI Disebut juga Metode Pengamatan yaitu cara pengambilan data dengan pencatatan secara cermat dan sistematik terhadap fenomena yang diselidiki, melalui pengamatan langsung (partisipasi) maupun tak langsung (tanpa partisipasi) 1) OBSERVASI PARTISIPASI - Pengamat merupakan bagian dari kelompok yang diteliti. - Keuntungan : *) Memungkinkan untuk mencatat hal-hal, perilaku dan seterusnya sewaktu kejadian berlangsung. *) Data lengsung dicatat tanpa tergantung seseorang *) Dapat menggunakan data dari subyek yang tidak dapat berkomunikasi secara verbal. *)Proses dapat berjalan wajar. - Kelemahannya : *)Memerlukan waktu relatif lama untuk satu kejadian. *)Untuk kejadian lama tidak dapat langsung, kecuali obyek mempunyai durasi kehidupan yang pendek.

106 2) OBSERVASI NON PARTISIPASI - Pengamat berada “Diluar”. - Sebagai “ penilai seringkali obyek berlaku tidak wajar, kecuali bilamana obyek sudah terbiasa ( Untuk itu biasanya peneliti tidak memberitahuan kehadirannya ). II. ANGKET ( KUISIONER ) Merupakan pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah yang diteliti dan tiap pertanaan merupakan jawaban yang mempunyai makna menguji hipotesis. - Keuntungan : *) Dapat menjangkau responden yang tersebar di daerah yang cukup luas, dimana peneliti sulit untuk bertatap muka.

107 - Kelemahan : *) Sering kali responden yang dituju kurang memper- hatikan angket yang dikirimkan kepadanya, Angket sering tidak dikirim kembali pada Si peneliti, karena biasanya responden merasa tidak berkepentingan, terutama bila dikirim via pos. *) Jika pertanyaan kurang jelas bagi responden, maka ia akan menjawab seenaknya saja atau sekedar mengisi saja. Jenis pertanyaan dalam kuisioner : 1. Pertanyaan tertutup (Berstruktur) 2. Pertanyaan terbuka (tidak berstruktur) 3. Pertanyaan semi terbuka 4. Pertanyaan kombinasi tertutup dan terbuka.

108 III. METODE WAWANCARA (INTERVIEW) Merupakan proses interaksi dan komunikasi untuk memperoleh keterangan / Data sesuai dengan tujuan penelitian dengan cara tanya jawab melalui tatap muka dengan menggunakan interview guide (panduan wawancara)= kuisioner. - Kelebihan: *) Informasi yang diperoleh dalam,cepat dan langsung dari responden (=orang yang diwawancarai) *) Pewawancara dapat “Menilai” jawaban dari reaksi, gerak-gerik dan raut muka responden *) Bisa mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi - Kelemahan : *) Kesahihan data seringkali tergantung keadaan pewawancara *) Kesulitan dalam mengatur waktu perjumpaan antara pewawancara dengan responden *) Memerlukan biaya tenaga,waktu yang relatif besar

109 Data Penelitian Data adalah bentuk jamak dari kata datum (bahasa latin) yang artinya adalah kurnia atau pemberian atau penyajian. Dalam konteks statistika data diartikan sbb: Data adalah kumpulan angka,fakta,fenomena atau keadaan atau lainnya yg merupakan pengamatan,pemgukuran, atau pencocokan dsbnya thd variabel dari suatu objek kajian,yg berfungsi dpt digunakan untuk membedakan objek yg satu dengan yg lainnya pd variabel yg sama. Berdasarkan sifat kekontinyuannya, data hasil pengamatan dpt dibedakan menjadi data diskrit dan kontinyu. 1. Data Diskrit adalah data yg hanya dpt menempati titik-titik tertentu pada sebuah garis Misal : Jumlah anak =

110 2. Data kontinyu, adalah data yang dapat menempati seluru titik pada sebuah garis. misal : Data pendapatan per kapita per bulan = 150 ribu rp sampai dgn 2 juta rp ribu rupiah 2 juta rupiah (seluruh titik dapat ditempati data pendapatan)

111 Contoh : Tipe mobil yang dimiliki Banyaknya anakBobot pengapalan Warna pupen Banyaknya pegawaiJarak tempuh antara Jenis kelamin Banyaknya unit TVpenggantian oli yang terjual th lalujarak antara New york-Bangkok Data Kualitatif Atau atribut ( Klasifikasi ) Kuantitatif Atau numerik (bilangan/angka) Diskrit ( perhitungan ) Kontinu ( pengukuran )

112 DATA PRIMER - Berasal dari Sumber Asli tidak melalui perantara ). - Dikumpulkan secara khusus oleh peneliti, sesuai keperluan riset yang sedang dilakukan. Kelebihan : sesuai keinginan peneliti, data yang tidak relevan dapat dielemir atau dikurangi. Kelemahan : memerlukan biaya, waktu, tenaga >>> DATA SEKUNDER - Dikumpulkan oleh pihak lain atau tersusun dalam arsip (Data Dokumenter) yang dipublikasikan ataupun yang tidak dipublikasikan. Kelebihan : biaya, waktu, tenaga <<< Kelemahan : - Tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan riset. - Kemungkinan tidak lagi relevan dengan masa sekarang.

113 Yang harus diperhatukan : 1. Kesesuaian dengan tujuan riset 2. Kesesuaian dengan periode waktu 3. Kesesuaian dengan populasi 4. Relevansi dan konsistensi unit pengukur 5. Kemungkinan bias 6. Biaya pengumpulannya 7. Akurasi pengumpulan data

114 Hubungan Sumber Dan Jenis Data Penelitian Sumber Data Data Primer Data Sekunder Data Dokumenter Data Fisik Data Subyek

115 Tipe Data Sekunder Tipe Data Sekunder Data Internal Data Sekunder Misal,faktur penjualan, Jurnal penjualan, Laporan penjualan Periodik,surat-surat, Notulen hasil rapat dan Memo manajemen Buku,Jurnal,Majalah atau Buletin antara lain Yang memuat data Indeks atau referensi, Hasil sensus,statistik, Pasar,industri,direktori Perusahaan dan investasi

116 Jenis Data Penelitian Jenis Data Data Subyek Data Dokumenter Ekspresi Lisan (Verbal) Data Fisik Tertulis

117 SKALA PENGUKURAN DATA : 1. SKALA NOMINAL 2. SKALA ORDINAL 3. SKALA INTERVAL 4. SKALA RASIO

118 SKALA NOMINAL :. Hanya merupakan lambang untuk membedakan./ unsur penamaan.. Tidak berlaku hukum numerik ( tidak bisa di + ; di - ; di x ; di : ) Contoh : ABRI (1) atau 3 atau 2 PNS (2) atau 2 atau 1 Swasta (3) atau 1 atau 3 SKALA ORDINAL :. Merupakan lambang untuk membedakan dan / unsur penamaan.. Mengurut peringkat berdasarkan kualitas yang / unsur urutan. ditentukan. Contoh : Sangat cantik (5) atau 1 cantik (4) atau 2 Cukup cantik (3) atau 3 Tidak cantik (2) atau 4 Sangat tidak cantik (1) atau 5

119 SKALA INTERVAL :. Merupakan lambang untuk membedakan.. Mengurut peringkat berdasarkan kualitas yang ditentukan..Bilangan bisa memperlihatkan jarak/interval, tetapi titik nol bukan merupakan titik mutlak, tetapi ditentukan berdasarkan perjanjian. Contoh : Skala pada termometer (misal Celsius dan Fahrenheit). SKALA RASIO :. Merupakan lambang untuk membedakan.. Mengurut peringkat berdasarkan kualitas yang ditentukan.. Bilangan Bisa memperlihatkan jarak/interval, dan titik nol merupakan titik mutlak. Nilai nol artinya kosong. Contoh : Berat (kg) Pendapatan ($) Pajang Jalan (km) Rupiah Kilogram Liter

120 Gambar Skala pengukuran Skala Tipe Pengukuran KategoriPeringkatJarak Perbandinga n NominalYaTidakTidakTidak OrdinalYaYaTidakTidak IntervalYaYaYaTidak RasioYaYaYaYa

121 Gambar Tipe SkalaPengukuran dan Metode Statistik Statistik Deskriptif Statistik Inferensial Non-Parametrik Data Dokumenter Deskripsi Skala Interval Dan Rasio Uji Hipotesis Distribusi Data Normal Skala Interval Dan Rasio Deskripsi Uji Hipotesis Distribusi Data Tidak Normal

122 Gambar Contoh Metode Statistik Berdasarkan Tujuan Studi dan Skala Pengukuran Tujuan Studi Pertanyaan Penelitian Skala Pengukuran Metode Statistik 1. Identifikasi jumlah kategori * Perbedaan proporsi kategori Perbedaan urutan kategori Perbedaan urutan kategori Penentuan urutan kategori Penentuan urutan kategori Perbedaan nilai sampel dengan nilai populasi Perbedaan nilai sampel dengan nilai populasi Apakah jumlah manajer wanita sama dengan jumlah yang diekspektasi. Apakah jumlah manajer wanita sama dengan jumlah yang diekspektasi. Apakah proporsi akuntan wanita sama dengan jumlah akuntan pria. Apakah proporsi akuntan wanita sama dengan jumlah akuntan pria. Apakah distribusi nilai ujian untuk kategori A,B,C,D berbeda dengan distribusi nilai yang diperkirakan. Apakah distribusi nilai ujian untuk kategori A,B,C,D berbeda dengan distribusi nilai yang diperkirakan. Apakah urutan merk produk yang disukai konsumen sesuai dengan merk yang dihipotesiskan. Apakah urutan merk produk yang disukai konsumen sesuai dengan merk yang dihipotesiskan. apakah rata-rata gaji karyawan yang diteliti mempunyai perbedaan yang signifikan dengan rata-rata gaji seluruh karyawan perusahaan. apakah rata-rata gaji karyawan yang diteliti mempunyai perbedaan yang signifikan dengan rata-rata gaji seluruh karyawan perusahaan. Nominal Nominal Ordinal Ordinal Interval atau Rasio Interval atau Rasio Chi-square test Chi-square test T-test proporsi T-test proporsi Chi-square test Chi-square test Kolmogorov - smirnov test Kolmogorov - smirnov test Z-test (sampel besar) atau t- test (sampel kecil) Z-test (sampel besar) atau t- test (sampel kecil)

123 Kelebihan dan Kelemahan Teknik Wawancara dan Teknik Kusioner Teknik Survei KelebihanKelemahan Wawancara Tatap Muka - Menghasilkan lebih banyak data - Kontak langsung dengan responden, sehingga peneliti dapat menanyakan masalah yang lebih kompleks, sensitif atau kontroversial. - Tingkat partisipasi responden relatif tinggi 1. Memungkinkan terjadinya bias pewancara. 2. Memerlukan biaya dan waktu yang relatif banyak, jika jumlah responden (sampel) relatif besar dan secara geografis letaknya terpencar. Wawancara Via Telepon 1. Waktu pengumpulan data responden relatif lebih sedikit. 2. Memperoleh tanggapan segera dari responden setelah pewawancara dapat menghubunginya lewat telepon 1. Pewancara tidak dapat mengamati ekspresi responden saat memberikan tanggapan. 2. Responden setiap saat dapat menolak untuk menaggapi pertanyaan dengan memutus hubungan telepon. 3. Durasi wawancara relatif terbatas. 4. Responden bukan merupakan sampel yang bresprentatif mewakili semua lapisan masyarakat. Kuesioner Secara Personal 1. Peneliti dapat memberi penjelasan mengenai tujuan survei dan pertanyaan yang kurang dipahami oleh responden. 2. Tanggapan atas kuesioner dapat langsung dikumpulkan oleh peneliti setelah selesai diisi oleh responden. 1. Waktu dan biaya pengumpulan data relatif banyak jika responden yang harus dihubungi secara geografis terpencar. 2. Memungkinkan terjadinya bias oleh surveyor. Kuesioner Melalui Pos 1. Pengumpulan data responden yang secara geografis terpencar memerlukan waktu dan biaya relatif sedikit dibandingkan dengan teknik wawancara. 2. Jumlah pertanyaan yang diajukan relatif lebih banyak. 3. Meminimalisasikan kemungkinan terjadinya bias oleh peneliti. 1. Tingkat tenggapan (response rate) responden umumnya lebih rendah dibandingkan dengan teknik wawancara dan kuesioner yang dikumpulkan secara personal. 2. Tanggapan responden kemungkinan tidak sesuai dengan konteks/maksud pertanyaan dalam kusioner. 3. Responden kemungkinan mengisi kuisioner secara tidak lengkap.

124 METODE PENGUMPULAN DATA: KELEBIHAN DAN KELEMAHAN Data Collection Method AdvantageDisadvantage Face to face interviews Provide rich data, offers the opportunity to establish rapport with intrviewees Provide rich data, offers the opportunity to establish rapport with intrviewees Heip to explore and understand complex issues Have potential for introducing interviewer bias Can be exexpensive if a big sample of subyek is to be personally interviewed. Telephone interviews Help to contact subyect dispersed over geographic region Obtain responses immediately on contact The interviewerr cannot observe the nonverbal responses The interviewee can block a call Personally administering questionnaires Help to establish rapport with the respondents while introducing the survey. Provide clarifications sought by the respondents on the spot Collect questionnaires immediately after they are completed Administering questionnaires personally is expensive, especially if the sample is geographically dispersed Mailed questionnaires Obtain responses to many questions from a sample that is geographically dispersed, and when conducting telephone to obtain the same data is difficult, more expensive, or not feasible. Usually have a low response rate and one cannot be sure if data obtained are biased becouse non respondents may be different from those who did respond. Observational studies Help to comprehend complex issue through direct observation ( eitheras a participant- or a non participant observer) The data obtained are rich and uncontaminated by self-report biases. Expensive since long periods of observation are regured (usually encompassing several months) Observer bias may well be present in the data.

125 Pengertian dan kaitan antara Obyek, Sifat-sifat yang dimiliki dan Datanya OBYEK MATERIAL CHARA CTERISTIC HASIL AMATAN Penduduk - Pekerjaan - Umur - Pendidikan - Petani - 40 th - SLTP Perusahaan “ X “ - Modal - Aset - Bentuk - Rp. 100 juta - Rp. 200 juta - Perorangan Sapi - Jenis Kelamin - Lingkaran Leher - Bobot badan - Jantan - Coklat - 4 kwintal Oyek / Kajian Variabel atau Perubah Variabel atau PerubahData


Download ppt "Oleh : Ir. EFFI DAMAIJATI, MS PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR 2012."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google