Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pemodelan Informasi1 Modul 4 CSDP step 4 & 5 Dosen : Wimmie Handiwidjojo, MIT

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pemodelan Informasi1 Modul 4 CSDP step 4 & 5 Dosen : Wimmie Handiwidjojo, MIT"— Transcript presentasi:

1 Pemodelan Informasi1 Modul 4 CSDP step 4 & 5 Dosen : Wimmie Handiwidjojo, MIT

2 Pemodelan Informasi2 CSDP step 4 Menambah Uniqueness Constraint Uniqueness Constraint sangat penting peranannya manakala skema konseptual di petakan kedalam skema relasionalnya. Manfaat dari constraint: –untuk menguji apakah tipe fakta yang dibuat memiliki arity yang benar –dapat menguji apakah tipe faktanya telah elementer atau belum dan jika belum harus dipecah lagi Menambahkan constraint pada tipe fakta biner Perhatikan contoh skema berikut:

3 Pemodelan Informasi3 CSDP step 4 Menambah Uniqueness Constraint (2) Dari populasi data diatas kita dapatkan bahwa student ‘Adam’ muncul sebanyak dua kali, demikian juga pada subject ‘CS112’. Relasi diatas menunjukkan many to many (atau m:n) artinya seorang mahasiswa dapat belajar banyak subyek dan satu subyek dapat diambil oleh banyak mahasiswa. Constraint digambarkan dengan panah yang memiliki dua mata.

4 Pemodelan Informasi4 CSDP step 4 Menambah Uniqueness Constraint (3) Diagram hubungan many to many Tipe fakta diatas bila di beri constraint akan seperti skema berikut

5 Pemodelan Informasi5 CSDP step 4 Menambah Uniqueness Constraint (4) Perhatikan contoh berikut: Kolom 1 benar-2 unik karena tidak ada duplikasi. Hubungan ini menunjukkan bahwa seorang student tidak diperkenankan meng-ambil dua program pada saat yang sama. Hubungan ini sering disebut dengan many to one (n:1) lawannya disebut dengan one to many (1:n)

6 Pemodelan Informasi6 CSDP step 4 Menambah Uniqueness Constraint (5) Diagram many to one (n:1) Untuk hubungan many to one, maka constraint hanya digambarkan pada kolom yang isinya unik saja. Lihat skema berikut.

7 Pemodelan Informasi7 CSDP step 4 Menambah Uniqueness Constraint (6) Hubungan one to one dapat digambarkan seperti pada diagram berikut. Pada skema disamping, kita dapatkan bahwa hubungan one to one (1:1) sangat jelas terlihat. Hanya ada paling banyak seorang politisi yang dapat menjadi kepala negara. Sebaliknya tidak ada negara yang dipimpin oleh lebih dari satu orang politisi. Jadi dalam hubungan (1:1) tidak boleh ada pengulangan di kedua kolom.

8 Pemodelan Informasi8 CSDP step 4 Menambah Uniqueness Constraint (7) Ada empat kemungkinan uniqueness constraint pada tipe fakta biner masing-2 adalah: –many to many –many to one –one to many –one to one

9 Pemodelan Informasi9 CSDP step 4 Menambah Uniqueness Constraint (10) Many to one Tidak boleh ada duplikasi pada kolom a One to many Tidak boleh ada duplikasi pada kolom b One to one Tidak boleh ada duplikasi pada kedua kolom Many to many Setiap a boleh memiliki relasi dengan banyak b atau sebaliknya

10 Pemodelan Informasi10 CSDP step 4: Latihan Dengan mengabaikan semua predikat dan mode referensi untuk penyederhanan, tambahkan uniqueness constraint pada skema berikut untuk setiap populasi yang sudah disediakan

11 Pemodelan Informasi11 CSDP step 4 Uniqueness Constraint pada 3-arity atau lebih Perhatikan skema disamping. Kita dapat menyatakan bah-wa kolom 1 dan 3 harus ber- pasangan selain itu (1,3) bersifat unik. Kolom 2 tidak memiliki makna jika (1,3) ti- dak dipenuhi. Karena (1,3) unik, maka pada kedua ko-lom itu dapat ditambahkan constraint. Lihat skema dibawah.

12 Pemodelan Informasi12 CSDP step 4 Uniqueness Constraint pada 3-arity.. (2) Berikut ini adalah kemungkinan-kemungkinan constraint yang dapat dikenakan pada ternary Constraint dasar yang diijinkan pada ternary

13 Pemodelan Informasi13 CSDP step 4 Uniqueness Constraint pada 3-arity.. (3) Berikut ini adalah kemungkinan-kemungkinan constraint yang dapat dikenakan pada ternary Kombinasi Constraint yang diijinkan pada ternary

14 Pemodelan Informasi14 CSDP step 4 Uniqueness Constraint pada 3-arity.. (4) Berikut ini adalah kemungkinan-kemungkinan constraint yang TIDAK dapat dikenakan pada ternary Constraint yang tidak diijinkan pada ternary

15 Pemodelan Informasi15 CSDP step 4 External Uniqueness Constraint External Constraint berlaku pada dua atau lebih peran dari predikat yang berbeda. Perhatikan tabel berikut: Informasi yang dapat kita turunkan dari tabel diatas adalah: - The Student with student# ‘001’ has the StudentName ‘Adam J’ - The Student with student# ‘001’ is in the Class with code ‘11A’ Skema diagramnya akan seperti diagram berikut

16 Pemodelan Informasi16 CSDP step 4 External Uniqueness Constraint (2) Dari tabel di dapatkan peran bahwa nama student boleh sama selama student# berbeda dan berada dalam kelas yang berbeda. Untuk mengatasi keunikan ini, maka perlu ditambahkan simbol u pada skema untuk menyatakan bahwa ada external constraint telah terjadi. Dengan adanya external constraint ini tidak dimungkinkan student dengan nama sama, tetapi student# berbeda boleh berada dalam kelas yang sama. Dikatakan external karena constraint ini melakukan pembatasan diluar constraint yang ada. Lihat skema berikut yang mengandung external constraint.

17 Pemodelan Informasi17 CSDP step 4 External Uniqueness Constraint (3) Dari tabel kita lihat bahwa antara nama student dan kelas harus unik. u

18 Pemodelan Informasi18 CSDP step 4 External Uniqueness Constraint (4) Perhatikan tabel disamping. Sepintas kita langsung dapat melihat bahwa skema dari tabel ini dapat mengandung external constraint. Skema konseptual dari tabel diatas akan seperti diagram disamping.

19 Pemodelan Informasi19 CSDP step 4 External Uniqueness Constraint (5) External constraint akan muncul bilamana kita membuat skema konseptual dalam bentuk diagram nested.

20 Pemodelan Informasi20 CSDP step 5: Mandatory Roles Jika kita perhatikan tabel dibawah ini. Tanda “?” menunjukkan nilai NULL, berarti nilai sesungguhnya belum disimpan. Sebagai contoh pasien “Brown S” mungkin mempunyai telpon, dimana informasinya belum dicatat, atau bisa jadi ia tidak mempunyai telpon. Pada step 5 ini kita perlu memberikan tanda apakan peran yang dimainkan bersifat mandatory (keharusan) ataukah optional (bukan keharusan). Suatu peran dikatakan madatory, jika dan hanya jika semua keadaan dari basis pengetahuan memiliki peran yang harus dimainkan oleh setiap anggota dari populasi.

21 Pemodelan Informasi21 CSDP step 5: Mandatory Roles (2) Perhatikan diagram skema berikut: Peran mandatory mudah diberikan jika diagram menyertakan semua tipe faktu, dan sample populasinya cukup signifikan. Simbol mandatory berupa bulatan hitam yang dilekatkan pada tipe obyek

22 Pemodelan Informasi22 CSDP step 5: Mandatory Roles (3) Untuk setiap keadaan: Setiap anggota dari populasi (A) memainkan r. pop (a) = pop (r) Jika perannya bersifat mandatory, maka populasinya selalu sama dengan total populasi dari tipe obyek. Dengan kata lain tidak boleh ada entitas yang tidak memiliki anggota (kosong) atau bernilai null. Umumnya pembuatan skema diagramnya dilakukan secara implisit. Lihat gambar samping. Tipe obyek sebelah kanan pasti berperan sebagai pemegang mandat. Jadi tidak perlu digambarkan noktah hitamnya.

23 Pemodelan Informasi23 CSDP step 5: Mandatory Roles (4) Perhatikan contoh berikut. Dari tabel diatas jika di gambar skema diagramnya sekaligus dilengkapi dengan peran mandatorynya akan nampak seperti pada diagram berikut.

24 Pemodelan Informasi24 CSDP step 5: Mandatory Roles (5) Bilamana ada banyak tipe obyek yang sama pada skema yang besar ataupun jika dijumpai dalam beberapa halaman, maka perlu dibuat tanda duplikasi berupa lingkaran elips ganda. Lihat diagram disamping.

25 Pemodelan Informasi25 CSDP step 5: Mandatory Roles (6) Perhatikan beberapa contoh diagram yang memiliki peran mandatory Skema dari tabel diatas dapat dilihat pada slide berikut.

26 Pemodelan Informasi26 CSDP step 5: Mandatory Roles (7)


Download ppt "Pemodelan Informasi1 Modul 4 CSDP step 4 & 5 Dosen : Wimmie Handiwidjojo, MIT"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google