Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ULTRASONOGRAFI. Ultrasound,Adalah gelombang suara dengan frekwensi tinggi,yg melampaui ambang pendengaran Manusia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ULTRASONOGRAFI. Ultrasound,Adalah gelombang suara dengan frekwensi tinggi,yg melampaui ambang pendengaran Manusia."— Transcript presentasi:

1 ULTRASONOGRAFI. Ultrasound,Adalah gelombang suara dengan frekwensi tinggi,yg melampaui ambang pendengaran Manusia.

2 Ambang pendengaran Manusia: Hz per detik(cps). Dlm praktek dipakai: 1-10MHz( cps) Sifat utama US : sangat lambat melewati Gas,shg gas antara kulit dg transduer/probe hrs dihilangkan,dgn mengisinya dgn air/media liquid lainnya,mis: Jelli. Sangat cepat melalui zat padat/tulang.

3 Dua faktor fisika yg penting: 1. Frekwensi: jlh cycles perdetik. 2. Velositas : kecepatan rambat e3nergi sonik pada medium yg dilaluinya. Hubungan antara frekwensi dgn velositas(panjang gelombang) adalah terbalik. Frekwensi tinggi~pjg gelombang rendah.

4 Tiap organ tubuh punya susunan/kepadatan berbeda,shg menimbulkan pantulan suara (gema/echo) yg berbeda. Perbedaan echo yg terpantul oleh tiap lapisan jaringan tsb,disebut: Characteristic acustic impedance.~gamabran khas untuk tiap organ tubuh secara ultrasonografi,yg disebut sebagai internal echo dari suatu organ.

5 Perubahan gelombang US dlm btk echo dari characteristic acustic impedance/interface impedance jaringan tubuh ke dlm btk gambar yg dapat dibaca sbg internal echo st organ tubuh dimungkinkan oleh st efek fisika yg dikenal dgn nama:Piezo elektric effek. Pada efek fisika ini terjadi perubahan dari energi fisik menjadi energi suara dan sebaliknya.

6 Mesin USG secara praktis: dari sumber listrik dilewatkan arus pada kristal (piezoelektrik) yg kemudian bergetar sesuai dengan frekwensi alamiahnya keluar menjadi gelombang suara,yang ditujukan pada jaringan tubuh,lalu menimbulkan echo/gema dan gema itu ditangkap kembali dan oleh kristal yg sama diubah menjadi energi lisrik yg ditangakp pd st cathoda ray tube/Osiloskop~gbr/display foto.

7 Suatu transduser/probe yg baik disebut baik,kalau mempunyai sifat fisik dpt mengirimkan sebanyak 0,1% energi,tapi mampu menangkap 0,99% pantulan ECHOnya. Tiap lapisan jaringan dgn characteristic tissue impedance nya akan memberikan dysplay yg berbeda pada CRT nya disebut sbg GAIN. Gain yg jauh~Far gain&gain yg dekat ~near gain.

8 Echo dr tmpt /jaringan yg jauh (far gain),akan sedikit tertinggal dysplaynya pada CRT nya dibanding echo yg dekat(near gain),walaupun berasal dari sumber energi yg sama.faktor ini disebut sebagai TIME GAIN CONTROL (TGC). Makin tinggi frekwensi makin baik resolusi,dan makin kurang daya tembusnya.sedang pada frekwesi rendah,daya tembusnya akan kuat dan resolusi kurang tajam.

9 Tiap mesin USG dilengkapi dgn tombol utk mengatur faktor-faktor tsb,diatas. Short(S) code transduser: jarak tembus:1- 5cm. Medium(M) code trnsdr : jarak tembus:4- 8cm. Long(L) code transduser : jarak tembs:6- 12cm.

10 Pemilihan jenis transduser: tergantung pada kedalaman jenis jaringan dan lokasi jaringan yg akan diperiksa. Probe :2,5-3,5 MHz~jrk tbs:18-24 cm ~Abd. Probe :7,5MHZ ~thyroid dan payudara. Probe :2,25MHz~kedalaman tinggi~jantung. Probe :7,5-10MHz~ jaringan permukaan&anak Obese&Hamil tua:dy.tbs tgg,frek.rndh,B-scan.

11 Mode dysplay dan Perkembangan USG. a.MODE DYSPLAY: USG berkembang dgn mode dr dysplay yg semakin maju.untuk memeriksa berbagai organ tubuh dipakai Mode: A-B-M&Doppler. 1. A –mode( amplitudo modulation/A –scan dysplay,plg sederhana,hanya satu dimensi karena yg tercatat hanya gelombang suara bagian permukaan saja/gambaran amplitudo

12 2. B-mode (Brighness Modulation).merupakan gambaran dua dimensi,pada monitor tampak gambaran sbg titik-titik dgn terang yg berbeda- beda.dgn cara menggerakkan probe,pada bagian tubuh yg diperiksa mk akan terlihat kumpulan titik-titik shg dapat gambaran tomografi dr jaringan tubuh. 3. TM-mode/M-mode: (time motion mode,time position scan).digunakan untuk jaringan yg bergerak utk evaluasi besarnya gerakan.

13 Oleh karena itu sering digunakan utk memeriksa jantung,utk menilai gerakan katup jantung. Alat khusus USG jantung dilengakpi dengan EcG disebut Echocardiogram..4. USG doppler scan: dngan menggunarkan prinsip efek doppler,yaitu dengan mengubah frekwensi us yg disesuaikan dgn gerakan yg diperiksa,dpt menilai arah /kecepatan aliran darah dan juga menentukan denyut jantung.

14 Perkembangan transduser: 1. trs kontak atau statik. 2. trs linear real time atau dinamik. 3. trs 1 dan 2~diber4i lobang utk Biopsi. 4. trs utk durante operasi/steril. 5. trs khusus utk mata. 6.transrektal & trans vaginal. 7.trns utk vesica urinaria.(sistoskopi). 8.trs khusus utk bayi.

15 Morfologi dan fungsi organ janin dpt dipelajari secara kasat mata dgn menggunakan USG- 2D(2-dimensi).jenis real time. Fungsi hemodinamik uterus –plasenta-janin dpt dipelajari lebih mudah dan akurat dgn tehnik pemeriksaan doppler/pulsed doppler. Pada dekade terakhir ini sdh dikembangkan dgn USG 3D,bahkan 4D.

16 Banyaknya energi mekanik yg dihantarkan setiap detik melalui st bidang medium tegak lurus terhadap arah rambat gelombangsuara disebut Intensitas gelombang suara. Selama melewati medium intensitas gel.suara mengalami pengurangan yg semakin jauh makin besar pengurangannya,peritiwa ini disebut atenuasi.

17 Terjadinya atenuasi akibat: mekanisme refleksi,refraksi,absorpsi,dan pembauran(scattering).gelombang suara. Refleksi: mekanisme pemantulan intensitas gel.suara oleh permukaan medium. Semakin besar intensitas gel.suara yg dipantulkan akan semakin sedikit intensitas gel.suara yg ditransmisikan di dlm medium.

18 Udara dan tulang merupakan reflektor yg sangat kuat,shg sulit dilalui oleh gel.suara. Cairan darah dan berbagai jaringan lunak tubuh memiliki daya reflektor yg lemah,shg mudah dilalui oleh gel.suara. Bl.gel.suara mencapai permukaan medium yg lain yg berbeda sifat akustiknya dan dalam arah yg tdk tegak lurus mk intensitasnya akan diubah arahnya ini disebut Refraksi.

19 Absorpsi merupakan mekanisme perubahan energi mekanis (intensitas) gel.suara menjadi panas. Jaringan tulang memiliki daya absorpsi yg kuat sedangkan cairan /darah dan jaringan lunak mempunyai daya absorpsi yg lemah. Scattering/pembauran terjadi bl gel.suara mel.permukaan medium yg tdk rata/partikel2 kasar~gel.suara dipantulkan tdk beratura.

20 Atenuasi akan membatasi kemampuan USG dlm memeriksa struktur jar.tbh hanya sp tkt kedalaman tertentu. Atenuasi yg berbeda pd jar tbh memberikan gmbran USG yg berbeda. Atenuai dpt memberikan gambaran artefak yg dpt mempersulit pemeriksaan/diagnosis. Usg tdk dpt digunakan periksa jar.tlg,paru dan usus,jar paru dan usus janin tdk terisi gas.

21 Bioefek Gel.US: Pd peristiwa perambatan gel.US di dlm medium akan terjadi perubahan2 siklik,berupa getaran partikel,perubahan tekanan,prbhn densitas,dan perubahan suhu. Secara teoritis gel us berpotensi merusak str,jaringan tubuh janin.terutama kehamilan trimester I(organo genesis phase).trutama efek termalnya,dan efek mekanisnya.

22 Efek termal terjadi karena absorpsi gel.us oleh tubuh. Peningkatan suhu yg trjadi akibat pemaparan gel.us dlm st jaringanditentukan oleh karakteristik akustik(intensitas,frekwensi,luas permukaan probe,fokus gel.us,dan lama pemaparan). Dan juga ditentukan oleh karakteristik jaringan ada yg tahan dan ada yg kurang.

23 Hypertermi yg terjadi pada masa organogenesis dpt menimbulkan cacat pd janin,(teratogenic),PJT,dan kematian. Oleh sbb itu pem.USG sebaiknya tidak dilakukan pada obstetri pasien demam terutama trimesterI. Kavitasi terjadi bila gel.us ditransmissikan ke suatu medium yg mengandung inti2 gas.

24 Kavitasi menyebabkan kolaps disebut collapse cavitation,(internal cavitation ~paralise. Dan juga dapat ~radikal bebas~merusak kromosom. Intensitas gel.us bisa berkurang dgn menggeser geserkan probe. Pada kehamilan trimester I str jar embrio blm berisi tulang dan tidak ada gas.

25 Hal yang perlu diwaspadai adalah Doppler,dimana pem.tdk dgn cara scanning, dan intensitas gel.us yg digunakan lebih besar.dr usg non doppler. Pemeriksaan doppler transvaginal pada triester I sebaiknya dihindari. Pd prinsipnya pem usg dlm kehamilan dikerjakan hanya kl ada indikasi(ALARA).

26 Teknik Pemeriksaan USG: Utk obstetri: Trans abdominal& Transvaginal. Unt Radiology imaging: menyeluruh/tergantung organ yg diperiksa. Trans Abdominal ( USG-TA): jenis linear dan conveks,jenis conveks lbh luas lap.pandang yg didapat. jenis linear utk permuaan datar/rata.

27 USG-TA: dikerjakan pd Trimester II dan III. Utk Trimester I : USG –TA sebaiknya dikerjakan dgn vesica urinari penuh,shg usus tergeser dr rgg pelvic.dan memakai jelli. Kekurangan USG-TA: 1. k.kemih yg penuh mengganggu kenyamanan pasien.2.mendesak genitalia interna ke Posterior,shg semakin jauh dr probe.

28 3.uterus mudah mengalami Kontraksi,shg GS di dlm uterus ikut tertekan~btknya jd distorsi. 4.adanya mudigah dlm GS dpt luput dr pemeriksaan. Pem.USG-TA tanpa persiapan kandung kemih pada Trimester I,dpt dikerjakan dgn cukup memuaskan pada pasien yg kurus,dinding perut tipis dan uterus anteversi.utk Trimester II dan III: uterus sdh cukup besar,dan letaknya diluar rgg pelvic,vol.cairan amnion cukup banyak~v.u tdk harus terisi penuh.

29 Pem.USG Transvaginal (USG-TV): hrs dikerjakan pd k.kemih yg kosong,agar organ pelvic berada dekat dgn permukaan transduser,dan berada di area penetrasi Probe dan organ pelvic berada pada posisi yg sebenarnya. Transduser lebih dulu dioles jelli,utk menghilangkan udara di permukaan Probe.lalu dibungkus dgn kondom(sbg alat pelindung),lalu oles lagi dgn jelli utk menghilangkan udara dr elemen probe dgn cervix uteri.

30 Transduser dimasukkan ke dlm Vagina hingga mencapai daerah Forniks. Manuever gerakan transduser,di dlm vagina merupakan kombinasi gerakan maju mundur,gerakan memutar(rotasi),dan gerakan angulasi ke samping kiri-kanan dan ke atas- bawah.

31 Indikasi Pemeriksaan USG kehamilan: Trimester I: 1. penentuan adanya hamil intra uteri. 2. penentuan adanya DJM/DJJ. 3. penentuan usia kehamilan. 4. penentuan kehamilan kembar. 5. perdarahan pervaginam. 6. terduga kehamilan ektopik.

32 7. terdapat nyeri pelvic. 8. terduga kehamilan mola. 9. terduga adanya tumor pelvic. 10. terduga adanya kelainan uterus. 11. membantu tindakan invasif. Misalnya: pengambilan sampel jaringan vili koriales.(chorionic villus sampling),dan juga pengangkatan IUD.

33 Trimester II dan III: 1. penentuan usia kehamilan. 2. evaluasi pertumbuhan janin. 3. terduga kematian janin. 4. terduga kehamilan kembar. 5. terduga kelainan volume cairan amnion. 6. evaluasi kesejahteraan janin.

34 7. ketuban pecah dini/persalinan preterm. 8. penentuan presentasi janin. 9. membantu tindakan versi luar. 10. terduga inkompetensi serviks. 11. terduga plasenta previa. 12. terduga solusio plasenta. 13. terduga kehamilan mola.

35 14. terdapat nyeri pelvic/abdomen. 15. terduga kehamilan ektopik. 16. kecurigaan adanya kelainan kromosomal,(usia ibu>35thn/hasil test biokimiawi abnormal). 17. evaluasi kelainan kongenital. 18. riwayat kelainan kongenital pada kehamilan sebelumnya.

36 19. terduga adanya tumor pelvic. 20. terduga adanya kelainan uterus. 21. membantu tindakan invasif. Misalnya : amniosentesis,kordosentesis atau amnioinfus.

37 USG kehamilan Trimester I: Gs (KG)intra uteri,mulai terlihat pd 4,5 minggu.(17 hari pasca konsepsi/10 hari pasca blastokis bernidasi ke endometrium).~diameter 2-3 mm,konsisten terlihat mulai kehamilan 5minggu (D>5mm). USG-TA 6mgg(D>10mm). GS anekoik,bulat atau oval ddg hyperekoik.str tsb berasal dr kantong korion,berisi cairan korion.

38 Gmbrn hyperekoik ddg KG berasal dr lapisan korion,jaringan trofoblast dan desidua kapsulr. Srg ddg KG dua lapis: dlm desidua kapsularis, dan luar desidua parietalis(desidua vera). DD/ hematometra,hidrometra,kista endometrial,endometritis,KG palsu pd KE. Yolk sac(pasti hamil),terlihat mulai hamil 6mgg,kehamilan 12mgg tidak terlihat lagi.

39 Apabila Yolk sac tidak ditemukan pd KG D>10,mm TV/D>20mmTA~kemungkinan ~abortus. Mudigah/janin: TV~5,5mgg,pjg 2-3mm,djj(-), pjg bertambah 1-2mm perhari,pjg diukur CRL, <8mgg~kpl dan bdn blm dpt dibedakan. DJM mulai 6mgg(JKB 5mm/KG18mm). USG-TA str Mudigah konsisten stlhKG>25mm. Djm/djj:ukur pakai M-mode,jgn dgn doppler.

40 DJM 6mgg=110dpm,9mgg=175dpm,lalu menurun 166dpm =12mgg. Jk DJM 7mgg~akan mati dlm bbrp hari berikutnya. Mudigah(embrio) 10mg g.masa transisi JKB 30-35mm.

41 Penentuan usia kehamilan: Lebih akurat jk pd kehamilan Trimester I. Kl mudigah blm tampak~diameter KG.~usia kehamilan(hari)=diameter KG(mm)+30. Mudigah~JKB(CRL)~parameter plg baik.sbb tingkat kesalahan hanya 3-5hari. Kehamilan kembar: dpt diketahui sejak usia kehamilan 5mgg.diagnosis defenitif baru boleh kl terlihat>satu mudigah punya DJM(+).

42 Berasal dr 2bh ovum yg dibuahi~Dizigotik(DZ) atau tidak identik. Berasal dr sebuah ovum ~Monozigotik.atau identik. 70% kembar merupakan kembar DZ.30%MZ. Berdasarkan korionisitas dan amnionisitasnya, mk DZ=dikorionik-diamniotik(DK-DA). Nzbisa:DK-DA,MK-DA dan MK-MA.

43 Jenis korionisitas dan amnionisitas kehamilan, kembar mudah diketahui pada Trimester I. Hgg keh10mgg: bl terlihat 2KG yg masing2 berisi mudigah hidup~DK-DA. Bl terlihat 1KG,berisi 2 mudigah hidup~MK. Bl MK terlihat dua ktg amnion yg saling terpisah dan masing2 berisi mudigah hidup,~MK-DA.

44 Bl MK hanya terlihat satu kantong amnion yg berisi dua mudigah hidup~MK-MA. Kelainan TrimesterI: Blighted Ovum.seringkali berhubungan dgn kelainan kromosom. Diagnosis: 1. M(-) dlm KG>18mm(TV)atau>25mm(TA). 2. kantong amnion tidak berisi Mudigah.

45 Perdarahan TrimesterI: biasanya disebabkan oleh perdarahan retrokorionik,beriringan dgn perdarahan subkorionik.yg masih baru~hyperekoik terhadap korion.yg lama (1- 2minggu) hypoekoik/anekoik. Missed abortion~USGmati mudigah/janin. Mola hidatidosa: menyerupai nirmudigah,plsn,hidropik,missed abortion,mioma berdegeners,kistik atau hiperplasia endometrium.

46 Kehamilan ektopik: yi bl implantasi blastosis di luar cavum uteri,d/pasti jk KG berisi mudigah hidup di dalamnya yg letaknya di luar cv.uteri. USG terlihat KG intra uteri~KE sangat kecil. Kehamilan heterotopik: yi kehamilan intrauteri dan KE bersamaan.d/KE didasrakan pdKGpalsu btk selalu lonjong,letak ditengah cav.uteri,tdk mempunyai cincin ganda,tdk berisi yolksac,dan atau mudigah.

47 d/KE sulit ditegakkan pd kehamilan muda. Jk terjadi KET: cairan dpt diletmukan mengisi cavum douglasi,dan ini sulit dibedakan dgn perdarahan oleh sebab lain dan asites maka perlu pemeriksaan B-hCG. Kelainan kromosom: nuchal translussen,tidak ditemukannya tulang hidung.NTgbrn penebal an anekoik yg disbbkn edema di tengkuk janin.

48 Bila ditemukan kel.tsb mk lakukan karyotyping melalui chorionic villus sampling(CVS),pd kehamilan minggu,atau Amniosentesis pada kehamilan minggu. Tindakan Intervensi TrimesterI: lebih aman bl dibimbing USG misalnya: CVS,pengangkatan IUD,punksi kista pada pencegahan terpuntir dan kista yg menghalangi jalan lahir,fetal reduction (gemelli >2),cegah prematur,pd KE pemberian Metotrexate lgsng ke.lokasi.

49 USG hamil T II&T III: Dilakukan tanpa persiapan k.kemih (TA). Kdg 2 dgn k.kemih 1/2terisi atau TV.mis,utk menilai letak plasenta,ketebalan SBU,kondisi servik dan tumor pelvic. Penentuan usia kehamilan: hamil TII plg akurat pd hamil 20mgg tkt salah >~utk akurat ~serial. Yg diukur:BPD,FL,HL,TL,RL,CL,jarak orbita,lebar cerebellum,pjg ginjal&pjg telapak kaki.

50 Yg mudah dan cukup sensitif utk diukur yi: BPD,HC,AC,FL dan Humerus lengh. Penentuan pertumbuhan dan besar janin: pertumbuhan janin selama kehamilan dipengaruhi oleh Faktor intrinsik(genetik) dan Faktor ekstrinsik(Lingkungan). Potensi pertumbuhan janin akan terganggu oleh kelainan genetik/kromosom,infeksi rubela,radiasi dan obat2an.

51 Faktor linkungan yg mengganggu yi:kondisi geografis,status sosial ekonomi,penyakit dan kebiasaan ibu(hhipertensi,malnutrisi,merokok,alkoholik dsb),penyakit pd janin dan gangguan uteroplasenta. Gangguan pertumbuhan janin akan meningkatkan Morbiditas dan mortalitas perinatal,dan pd jgk pjg~defek Neurologik.

52 Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT) Jenis simetrik (tipe 1).dpt disbbkn f.intrisik maupun ekstrinsik.hanya 20% Jenis Asimetrik(tipe 2)80%.disbb,f.ekstrinsik. Terutama insufisiensi plasenta,yg umunya terjadi pada TimesterIII. Gambaran spesifik PJT asimetrik: besar atau berat janin berkurang,pjng sdkt terpengaruh. Bentuk tubuh janin tdk proporsional(asimetrik),mis:AC kecil,BPD normal,(brain sparing phenomenon).

53 Janin normal: HC/AC=1,18 (17mgg). =1,11(29 mgg). =1,01(36mgg). 36mgg). Pada PJT,asimetrik HC/AC tetap>1,0.produksi urine berkurang~oligohidramnion,plasenta mengecil,jarang disertai kelainan kongenital.

54 PJT simetrik: kelainan kongenital banyak dijumpai berupa kelainan multiple,berat dan pjg janin berkurang,ukuran kepala lebih kecil, mikrosefalus.ukuran plasenta normal,volume cairan amnion normal,bisa oligo/polihidramn. Pengukuran AC sangat berguna utk PJT jenis simetrik maupun asimetrik.AC pada asimetrik,


Download ppt "ULTRASONOGRAFI. Ultrasound,Adalah gelombang suara dengan frekwensi tinggi,yg melampaui ambang pendengaran Manusia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google