Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ali Rokhman アリ ロックマン Teori Organisasi Publik. Target  Memahami fenomena yang terjadi dalam organisasi publik  Punya pisau analisis  Agenda: Paparan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ali Rokhman アリ ロックマン Teori Organisasi Publik. Target  Memahami fenomena yang terjadi dalam organisasi publik  Punya pisau analisis  Agenda: Paparan."— Transcript presentasi:

1 Ali Rokhman アリ ロックマン Teori Organisasi Publik

2 Target  Memahami fenomena yang terjadi dalam organisasi publik  Punya pisau analisis  Agenda: Paparan Diskusi

3 Perkembangan Teori Organisasi Masalah Besar Krisis Pemikiran Anomalies Preposisi Konsep TheoryParadigma Sesuatu yg tidak dapat dideteksi pada saat itu Suatu pertanyaan yg terdiri dari satu or lebih konsep/variabel Ide, masalah, benda, gejala sosial yg dinyatakan dg kata/istilah

4 Historical Perspectives Classical Neo Classical Modern/ Contingency Postmodern /??-?

5 Evolusi Teori Organisasi Kast & Rosenzweig Teori Tradisional Manajemen Ilmiah (pelaksanaan tugas yg efisien Model Birokratis (Wewenang & Struktur) Teori Manajemen Administratif (Prinsip2 manajemen universal) Modifikasi Ilmu-ilmu perilaku (Isu-isu psikologis, sosiologis, dan kultural) Ilmu2 Manajemen (Rasionalitas teknis-ekonomis) an1940 an1970 an

6 Evolusi Teori Organisasi Kontemporer Kerangka Waktu ?? SistemTertutup Terbuka TujuanRasionalSosialRasionalSosial Tema Utama Efisiensi Mekanis Manusia HR Desain Kontingensi Power Politik Klasifikasi Teoritis Tipe I Klasik Tipe II Neoklasik Tipe III Modern Tipe IV PosMo Robbins, Scott, & Meyer

7 Classical Theories of Organization  Classical management theory formulated by: Practitioners (e.g., Taylor, Fayol, Barnard) Sociologist (Weber)  Assumptions: efficiency, rationality, control, antagonism between owners and labor (machine as metaphor)

8 Classical Theories of Organization Pemikiran yang menjadi pilar utama:  Scientific Management (F.W. Taylor)  Teori Administrasi (Fayol, Gullick & Urwick, Mooney, Follet)  Teori Birokrasi (Max Weber)

9 Scientific Management  Penemu: F.W. Taylor ( ) seorang insinyur mesin pada perusahaan baja di Pennsylvania.  Principal of Scientific Management (1911)  Dipengaruhi oleh etika Protestan: Kerja keras, rasionalitas, ekonomi, dan individualisme.  Hasil kerja saat itu hanya sepertiga dari yang seharusnya (Low productivity rate)

10 Empat Prinsip Scientific Management 1. Setiap elemen pekerjaan ditentukan secara ilmiah 2. Seleksi dan pelatihan pekerja ditentukan secara ilmiah 3. Kerjasama antara manajemen dan buruh (pegawai) sesuai dengan metode ilmiah 4. Pembagian tanggung jawab yg lebih merata antara manajer dan pekerja Time & Motion Study

11 Ilustrasi Time Motion Studies dan Piecework Pay System dari Taylor PekerjaKemampuan Pengerjaan dan Jumlah Upah yang diterima AKarena mampu mengerjakan 25 Unit atau diatas standar, maka upah yang diterima adalah 25 unit x Rp = Rp BKarena pengerjaannya hanya 20 unit atau dibawah standar, maka upah yang diterima adalah 20 unit x Rp = Rp CKarena pengerjaannya sebanyak 24 Unit atau sesuai dengan standar, maka upah yang diterima adalah 24 unit x Rp = Rp dosen/ernie/pengantar_%20manajemen/Babdua.ppt (Diakses 15/9/2005) Adakah di lembaga publik sistem seperti ini?

12 Pengaruh Taylorism  Managerial: experience-based to scientific based  US and Europe Industries  Changed worker (labor) as well industrial structures  Personal management dept, maintenance dept, quality control dept, etc.

13 Pemikiran II Aliran Klasik: Teori Administrasi  Pelopor: Henry Fayol, seorang manajer perusahaan di Perancis  Sedang meneliti manajemen pabrik di USA  Berdasarkan pengalaman bertahun2 sebagai praktisi eksekutif  Fokus pada manajer (Taylor ke pekerja)

14 Fayol: 14 Prinsip Administrasi 1. Pembagian kerja 2. Wewenang 3. Disiplin 4. Kesatuan komando 5. Kesatuan arah 6. Mendahulukan kepentingan umum 7. Penggajian 8. Sentralisasi 9. Rantai komando 10. Tata tertib 11. Keadilan 12. Stabiltas masa kerja pegawai 13. Inisiatif 14. Semangat kelompok (espirit de corps)

15

16 Pemikiran III Aliran Klasik: Teori Birokrasi - Weber  Istilah bureaucracy non konotasi baik atau buruk tapi menunjukkan ciri-ciri tertentu dari desain organisasi  Birokrasi adalah model yg paling efisien dan efektif untuk organisasi yg mempunyai tingkat kompleksitas tinggi seperti: Perusahaan, pemerintah, dan militer  Konsep utama: Rasional Legal (Hak u/ melaksanakan berdasarkan kedudukan yg ditetapkan secara legal)

17 Tipe Ideal Birokrasi Weber 1. Pembagian kerja berdasarkan fungsi 2. Hirarki wewenang yang jelas 3. Prosedur seleksi yang formal 4. Jenjang karir 5. Peraturan yang rinci 6. Hubungan impersonal

18 Kontribusi Manajemen Klasik  Spesialisasi pekerjaan  Studi mengenai masa dan beban kerja  Metode ilmiah dalam manajemen  Dikenalnya fungsi-fungsi manajemen  Prosedur dan Birokrasi

19 Kritik terhadap Aliran Klasik  Manusia dianggap sebagai mesin produksi; ibarat sekrup  Kurang memperhatikan aspek kemanusiaan dari pekerja, seperti motif, tujuan, perilaku, dan lain sebagainya  Campur tangan tak beralasan bagi hak prerogratif manajer  Sistem insentif pada akhirnya perusahaan yang lebih diuntungkan, bukan pekerja.  Menganggap remeh serikat buruh  Organisasi sebagai sistem tertutup

20 Aliran Neoklasik: Behavioral School  Aliran klasik anggap manusia sebagai: Konstan Tak berubah dalam kondisi apapun  Pusatkan perhatian pada perilaku manusia  Dibangun atas dasar teori: Sosiologi dan psikologi sosial  Berusaha menjawab: “mengapa orang berperilaku berbeda dalam setting organisasi yg berbeda”

21 Aliran Neoklasik: Behavioral School  Organisasi terdiri dari tugas-tugas dan manusia  Menggali peranan keanggotaan dalam kelompok sbg penentu perilaku organisasi  produktivitas  Juga memperhatikan aspek motivasi, kepemimpinan, dan hubungan antar manusia (human relation)  Juga disebut aliran hubungan antar manusia

22 Tokoh-Tokoh Aliran Perilaku 1. Elton Mayo 2. Marry Parker Follet & Chester Bernard 3. Douglas McGregor 4. Warren Bennis 5. Abraham Maslow 6. Frederick Herzberg

23 Tokoh Aliran Perilaku: Elton Mayo  Hawthorne Study: Western Electronic Company ( , 1930) Pengaruh intensitas penerangan pada produktivitas kerja Hipotesis: Intensitas  produktivitas Hipotesis tidak terbukti Intensitas pencahayaan tidak selamanya menentukan produktivitas Faktor sosial dan psikologi;  Penerimaan kelompok  Rasa aman. Mengantarkan pada zaman humanisme organisasi

24 Perilaku Manusia dalam Organisasi 1. Organisasi adalah sistem sosial disamping sistem teknis-ekonomis 2. Individu dimotivasi faktor sosial dan psikologis, disamping motif ekonomi 3. Kelompok kerja informal adalah unit yang perlu mendapat perhatian 4. Pola kepemimpinan berdasarkan struktur formal kedudukan – perlu pertimbangan faktor psikososial; lebih demokratis… Mayo, Roethlisberger, Whitehead

25 Perilaku Manusia dalam Organisasi 5. Kepuasan kerja  produktivitas 6. Saluran komunikasi yg efektif hendaknya dikembangkan dalam berbagai level dalam hirarki  pertukaran informasi; pentingnya partisipasi 7. Manajemen membutuhkan skill sosial yg efektif, disamping skill teknis 8. Para anggota organisasi digerakkan oleh terpenuhinya kebutuhan sosio-psikologis. Mayo, Roethlisberger, Whitehead

26 Tokoh Aliran Perilaku: Chester Barnard  Lebih menekankan aspek psikologis than aspek teknis ekonomis  Pencetus “organisasi sebagai sistem sosial”  Hidupnya organisasi bergantung pada pemeliharaan keseimbangan antara sumbangan anggota dengan kepuasannya  Perlu diberikan imbalan psikososial disamping materi  Wewenang bergantung kepada kesediaan bawahan untuk patuh  Organisasi informal harus diperhatikan

27 Tokoh Aliran Perilaku: Douglas McGregor  Teori X Pekerja tidak suka pekerjaan Harus dipaksa, dikendalikan, dihukum Menghindari tanggung jawab Hanya mencari rasa aman  Teori Y Suka bekerja Dapat mengelola dirinya sendiri Kreatif Mau belajar

28 Tokoh Aliran Perilaku: Abraham Maslow  Tingkat kebutuhan manusia Kebutuhan fisik (makan, pakaian, tempat tinggal) Kebutuhan akan kemanan Kebutuhan sosial (berkumpul dan bergaul) Kebutuhan pengembangan diri (berkembang dan berkarya)- Harga diri Kebutuhan aktualisasi diri (berbeda dengan manusia lain)

29 Kritik terhadap Aliran Perilaku  Terlalu menekankan aspek psikososial  Memandang hubungan sosial dalam sistem tertutup tanpa pertimbangan kekuatan ekonomis, politik, dan lingkungan  Kurang perhatian pada serikat buruh; “SB (Pekerja) itu kurang perlu jika manajemen telah melaksanakan fungsinya “

30 Aliran III: Aliran Kontingensi  Dua aliran sebelumnya terbukti bahwa pemecahan masalah mereka, dan hanya pemecahan mereka, adalah benar untuk semua keadaan  Aliran klasik= thesis, aliran perilaku= antithesis,  aliran kontingensi= synthesis  Perspektif sistem terbuka

31 Aliran (Modern) Kontingensi  Suatu organisasi harus berhubungan dengan lingkungannya  Organisasi yg efektif adalah jika struktur organisasinya mampu menyesuaikan dengan karakteristik lingkungannya  Adaptabilitas dan fleksibilitas dalam proses pengambilan keputusan

32 Tokoh Aliran Kontingensi: Joan Woodward  Study tentang pengaruh teknologi terhadap organisasi  Prinsip yg dibangun aliran klasik kurang berhasil  Perbedaan teknologi  perbedaan tuntutan thdp keahlian manusia  perbedaan struktur: Rantai komando, rentang kendali, ukuran organisasi

33 Tokoh Aliran Kontingensi: James D. Thompson  Hubungan teknologi, lingkungan, dan struktur; tidak hanya pada organisasi bisnis  Organisasi yg mempunyai pengalaman yg sama berkenaan dg lingkungan  punya perilaku yg hampir sama  Berarti untuk desain struktur organisasi  Organisasi sebagai sistem terbuka

34 Tokoh Aliran Kontingensi: Jay W. Lorsch & Paul R. Lawrence  Diferensiasi; keanekaragaman jenis tugas dan pekerjaan  Integrasi = koordinasi  Adanya hubungan antara lingkungan dg organisasi  Struktur organisasi disesuaikan dg lingkungannya  Penyesuaian thdp tuntutan lingkungan  muncul diferensiasi dan integrasi

35 Kritik terhadap Aliran Kontingensi  Hanya melihat sepihak; lingkungan  struktur, padahal bisa juga organisasi  lingkungan  Manajer hanya bersikap reaktif, padahal mereka punya kemampuan secara personal

36 Aliran Post Modern: Type IV  Memperhatikan pada sifat politis organisasi  Tokoh: James March, Herbert Simon, Jeffrey Pfeffer  Pfeffer mencipatkan model teori organisasi yang mencakup koalisi kekuasaan, konflik, serta keputusan desain organisasi yang mendukung kepentingan penguasa.  Desain organisasi merupakan pertarungan kekuasaan.  Harus diketahui kepentingan dibalik keputusan desain organisasi. Robbins Boje & Dennehy, 1993:Boje & Dennehy, 1993: xxix).

37 Pergeseran Aliran & taksonomi KlasikNeo Klasik ModernPost Modern Klasik (Monarki) ModernPost Modern Kajian kita !!! Referensi terbatas

38

39 Kajian kuliah ini  Teori Klasik Asas organisasi  Teori neo klasik Perilaku organisasi  Teori modern Lingkungan organisasi  Teori post modern Servant leadership  Kasus tentang teori organisasi


Download ppt "Ali Rokhman アリ ロックマン Teori Organisasi Publik. Target  Memahami fenomena yang terjadi dalam organisasi publik  Punya pisau analisis  Agenda: Paparan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google