Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Materi 7. Normalisasi Normalisasi adalah suatu proses formal untuk menentukaan atribut- atribut yang seharusnya dikelompokkan secara bersama- sama dalam.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Materi 7. Normalisasi Normalisasi adalah suatu proses formal untuk menentukaan atribut- atribut yang seharusnya dikelompokkan secara bersama- sama dalam."— Transcript presentasi:

1 Materi 7

2 Normalisasi Normalisasi adalah suatu proses formal untuk menentukaan atribut- atribut yang seharusnya dikelompokkan secara bersama- sama dalam suatu relasi Bentuk normal adalah suatu aturan yang dikenakan pada relasi-relasi dalam basis data dan harus dipenuhi oleh relasi-relasi tersebut pada langkah-langkah normalisasi

3 Langkah-langkah Normalisasi Tabel dengan Atribut bernilai ganda Bentuk Normal Pertama Bentuk Normal Kedua Buang atribut bernilai ganda Buang Dependensi parsial Bentuk Normal Ketiga Bentuk Normal Lain-lain Buang Dependensi transitif Bentuk normal Boyce-Codd hingga Bentuk Normal Kelima

4 Bentuk Normal Pertama Definisi: –Suatu relasi berada dalam bentuk normal pertama jika relasi tidak mengandung atribut yang bernilai ganda Contoh: NipNamaJabatanBahasa_AsingTingkat 187ANDI AKBARSTAFFINGGRIS JERMAN AKTIF PASIF 188DIANA LUBISSTAFFINGGRISAKTIF 189PUSPA NUGRAHANI MANAJERINGGRIS JEPANG AKTIF Atribut bernilai ganda

5 Bentuk Normal Pertama (Lanjutan…) Pemecahan: –Buang atribut berganda –Caranya: Atur setiap kolom berisi satu nilai; Bila isi suatu kolom untuk suatu baris berisi n nilai, maka pecahlah baris menjadi n baris Contoh: NipNamaJabatanBahasa_AsingTingkat 187ANDI AKBARSTAFFINGGRISAKTIF 187ANDI AKBARSTAFFJERMANPASIF 188DIANA LUBISSTAFFINGGRISAKTIF 189PUSPA NUGRAHANIMANAJERINGGRISAKTIF 189PUSPA NUGRAHANIMANAJERJEPANGAKTIF Sekarang setiap atribut bernilai tunggal

6 Bentuk Normal Pertama (Lanjutan…) Contoh lain (Relasi yang salah) Kelemahan??? No_PesanTgl_PesanItem1Item2Item3Item4Total 0600812/01/2006P1P2P3P445000 0600912/01/2006P3P5P632500 0601013/01/2006P1P212000

7 Bentuk Normal Pertama (Lanjutan…) Model seperti itu dapat diubah menjadi relasi seperti berikut (memenuhi bentuk normal pertama): No_PesanTgl_PesanItemTotal 0600812/01/2006P145000 0600812/01/2006P245000 0600812/01/2006P345000 0600812/01/2006P445000 0600912/01/2006P332500 0600912/01/2006P532500 0600912/01/2006P632500 0601013/01/2006P112000 0601013/01/2006P212000

8 Bentuk Normal Pertama (Lanjutan…) Kadangkala bentuk normal masih memiliki masalah Masalah yang paling umum adalah kemubaziran No_PesanTgl_PesanItemTotal 0600812/01/2006P145000 0600812/01/2006P245000 0600812/01/2006P345000 0600812/01/2006P445000 0600912/01/2006P332500 0600912/01/2006P532500 0600912/01/2006P632500 0601013/01/2006P112000 0601013/01/2006P212000 Kemubazirannya dimana????

9 Bentuk Normal Kedua Suatu relasi memenuhi bentuk normal kedua jika: –Relasi telah berada dalam bentuk normal pertama –Setiap atribut non-kunci-primer memiliki dependensi sepenuhnya terhadap kunci primer

10 Pengertian Dependensi Sepenuhnya Definisi: –Suatu atribut Y mempunyai dependensi sepenuhnya terhadap atribut X jika Y mempunyai dependensi terhadap X Y tidak mempunyai dependensi terhadap bagian dari X

11 Contoh Tidak Memenuhi Bentuk Normal Kedua NipNamaJabatanBahasa_AsingTingkat 187ANDI AKBARSTAFFINGGRISAKTIF 187ANDI AKBARSTAFFJERMANPASIF 188DIANA LUBISSTAFFINGGRISAKTIF 189PUSPA NUGRAHANIMANAJERINGGRISAKTIF 189PUSPA NUGRAHANIMANAJERJEPANGAKTIF Nip Bahasa_Asing Nama Jabatan Tingkat Diagram dependensi fungsional

12 Penyelesaian Bentuk Normal Kedua Terdapat Relasi R: R (A, B, C, D) Kunci Primer (A, B) A → D R didekomposisi menjadi R1 dan R2 R1 (A, D) Kunci Primer (A) R2 (A, B, C) Kunci Primer (A, B) Kunci Tamu (A) Referensi R1

13 Penyelesaian Bentuk Normal Kedua NipNamaJabatanBahasa_AsingTingkat 187ANDI AKBARSTAFFINGGRISAKTIF 187ANDI AKBARSTAFFJERMANPASIF 188DIANA LUBISSTAFFINGGRISAKTIF 189PUSPA NUGRAHANIMANAJERINGGRISAKTIF 189PUSPA NUGRAHANIMANAJERJEPANGAKTIF NipNamaJabatan 187ANDI AKBARSTAFF 187ANDI AKBARSTAFF 188DIANA LUBISSTAFF 189PUSPA NUGRAHANIMANAJER 189PUSPA NUGRAHANIMANAJER NipBahasa_AsingTingkat 187INGGRISAKTIF 187JERMANPASIF 188INGGRISAKTIF 189INGGRISAKTIF 189JEPANGAKTIF

14 Contoh Lain No_PesanTgl_PesanItemTotal 0600812/01/200 6 P145000 0600812/01/200 6 P245000 0600812/01/200 6 P345000 0600812/01/200 6 P445000 0600912/01/200 6 P332500 0600912/01/200 6 P532500 0600912/01/200 6 P632500 0601013/01/200 6 P112000 0601013/01/200 6 P212000 No_PesanTgl_PesanTotal 0600812/01/200 6 45000 0600912/01/200 6 32500 0601013/01/200 6 12000 No_PesanItem 06008P1 06008P2 06008P3 06008P4 06009P3 06009P5 06009P6 06010P1 06010P2

15 Bentuk Normal Ketiga Suatu relasi berada dalam bentuk normal ketiga jika: –Memenuhi bentuk normal kedua –Dan tidak ada dependensi transitif

16 Pengertian Dependensi Transitif Suatu atribut Z mempunyai dependensi transitif terhadap X jika: –Y memiliki dependensi terhadap X dan –Z memiliki dependensi terhadap Y X → Z X→Y→Z

17 Contoh Dependensi Transitif KuliahRuangTempatWaktu Jaringan KomputerMerapiGedung UtaraSenin, 08.00-09.50 Pengantar Basis DataMerbabuGedung UtaraSelasa, 08.00-09.50 Matematika IRamaGedung SelatanRabu, 10.00-11.50 Sistem PakarSintaGedung SelatanKamis, 08.00-09.50 Kecerdasan BuatanMerapiGedung UtaraSelasa, 10.00-11.50 Kuliah → { Ruang, Waktu } Ruang → Tempat Kuliah → Ruang → Tempat

18 Contoh Lain Dependensi Transitif Id_PelangganNamaSalesmanArea A-001AndiFarkanJateng A-002Kurnia JatiDianJabar B-001Fika DewiJonedJatim B-002Gani WirawanFarkanJateng C-001Cici KusumaJonedJatim Id_PelangganNamaSalesmanArea

19 Contoh Lain Dependensi Transitif No_PesanNo_UrutKode_ItemNama_Item No_PesanNo_UrutKode_ItemNama_ItemJumlah 060081P1Pensil5 060082P2Buku Tulis10 060083P3Penggaris6 060084P4Penghapus4 060091P3Penggaris1 060092P5Pulpen10 060093P6Spidol5 060101P1Pensil4 060102P2Buku Tulis10 Jumlah

20 Problem pada Dependensi Transitif Id_PelangganNamaSalesmanArea A-001AndiFarkanJateng A-002Kurnia JatiDianJabar B-001Fika DewiJonedJatim B-002Gani WirawanFarkanJateng C-001Cici KusumaJonedJatim Anomali penyisipan: Seorang salesman baru yang bertugas di Jateng tidak dapat dimasukkan dalam tabel sampai salesman tersebut mendapatkan seorang pelanggan Anomali penghapusan: Jika pelanggan A-002 dihapus, informasi bahwa Dian menangani daerah Jabar ikut hilang Anomali peremajaan: Jika katakanlah Farkan mendapat penugasan baru untuk menangani daerah Kalimantan, maka sejumlah baris harus diremajakan agar data tetap konsisten

21 Penyelesaian Bentuk Normal Ketiga Terdapat Relasi R: R (A, B, C) Kunci Primer (A) B → C R didekomposisi menjadi R1 dan R2 R1 (B, C) Kunci Primer (B) R2 (A, B) Kunci Primer (A) Kunci Tamu (B) Referensi R1

22 Contoh Dekomposisi Relasi Id_PelangganNamaSalesmanArea A-001AndiFarkanJateng A-002Kurnia JatiDianJabar B-001Fika DewiJonedJatim B-002Gani WirawanFarkanJateng C-001Cici KusumaJonedJatim Id_PelangganNamaSalesman A-001AndiFarkan A-002Kurnia JatiDian B-001Fika DewiJoned B-002Gani WirawanFarkan C-001Cici KusumaJoned SalesmanArea FarkanJateng DianJabar JonedJatim FarkanJateng JonedJatim

23 Contoh Soal Terdapat relasi PENGIRIMAN(No_Kirim, Asal, Tujuan, Jarak) Gambarkan diagram dependensi fungsionalnya!

24 Contoh Soal Perhatikan sampel data berikut: No_PartDeskripsiNama_VendorAlamatHarga_Per_Unit 0001Keping CPUABC XYZ Yogya Jakarta 600.000 610.000 0002Keping memoriABC DDD WWW Yogya Bandung Solo 150.000 135.000 152.000 1.Bentuklah relasi dengan nama PART_SUPPLER yang memenuhi 1NF (struktur maupun sampel datanya) 2.Gambarkan diagram dependensi fungsional untuk relasi PART_SUPPLER! 3.Analisalah terhadap kemungkinan anomali pada relasi tersebut! 4.Bagaimana dekomposisi yang tepat untuk relasi tersebut? 5.Apakah hasil dekomposisi memenuhi 3NF? Kalau tidak, bagaimana pendekomposisiannya?


Download ppt "Materi 7. Normalisasi Normalisasi adalah suatu proses formal untuk menentukaan atribut- atribut yang seharusnya dikelompokkan secara bersama- sama dalam."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google