Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RESPONSIBILITY ACCOUNTING DRS. DEVIE., AK., RFC., CFP., AEPP., CMA., CBA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RESPONSIBILITY ACCOUNTING DRS. DEVIE., AK., RFC., CFP., AEPP., CMA., CBA."— Transcript presentasi:

1 RESPONSIBILITY ACCOUNTING DRS. DEVIE., AK., RFC., CFP., AEPP., CMA., CBA

2 SENTRALISASI VERSUS DESENTRALISASI OTORITAS BERADA DI PUNCAK MANAJEMEN KREATIVITAS BERFIKIR BERADA DI PUNCAK MANAJEMEN MOTIVASI BERBISNIS BERADA DI PUNCAK SENTRALISASI OTORITAS TERDISTRIBUSI DI BERBAGAI JENJANG MANAJEMEN KREATIVITAS BERFIKIR HARUS MERATA DI TIAP LAPISAN MANAJEMEN MOTIVASI BERBISNIS MENYEBAR DI TIAP LAPISAN MANAJEMEN DESENTRALISASI

3 MENGAPA PERLU DESENTRALISASI? PELANGGAN PEGANG KENDALI BISNIS SEHINGGA SEMUA PELAKU BISNIS BERUPAYA MENYENANGKAN PELANGGAN SEHINGGA CARA BERBISNIS SENANTIASA BERUBAH DENGAN CEPAT DAN TIDAK MENENTU (TURBULUNCE) MENGIKUTI PERUBAHAN KEINGINAN PELANGGAN BUSINESS TURBULENCE KEPUTUSAN BISNIS HARUS CEPAT DALAM MENGANTISIPASI PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS KEPUTUSAN BISNIS HARUS DILAKUKAN OLEH PENGAMBIL KEPUTUSAN YANG BERINTERAKSI LANGSUNG DENGAN BERBAGAI PERMASALAHAN BISNIS SPAN OF CONTROL

4 APA KELEBIHAN DESENTRALISASI? PENGAMBILAN KEPUTUSAN LEBIH CEPAT KEBEBASAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMICU KREATIVITAS DAN MOTIVASI KERJA PENGAMBILAN KEPUTUSAN LEBIH TEPAT KARENA LEBIH MEMAHAMI LINGKUNGAN BISNIS MANAJEMEN PUNCAK LEBIH FOKUS PADA STRATEGI BERTUMBUH DIBANDING DENGAN PENYELESAIAN MASALAH RUTIN

5 APA KELEMAHAN DESENTRALISASI? MANAJER HANYA BERFIKIR DAN BERTINDAK LEBIH MEMENTINGKAN KEPENTINGAN UNIT ORGANISASI DIBANDING KEPENTINGAN ORGANISASI SECARA KESELURUHAN MANAJER MEMILIKI TUJUAN YANG BERBEDA SEHINGGA KURANG MAMPU BERKORRDINASI DENGAN BAIK DENGAN MANAJER LAIN SUB OPTIMATION KOMPETENSI BERBISNIS YANG BAIK SULIT DITEMUKAN DI SEMUA LAPISAN MANAJEMEN TERJADI KESENJANGAN KOMPETENSI ANTARA MANAJEMEN PUNCAK DAN MANAJEMEN DI BAWAHNYA INVESTASI SUMBER DAYA MANUSIA AKAN LEBIH TINGGI LACK OF COMPETENCY

6 BAGAIMANA CARA MENYELESAIKAN KELEMAHAN DESENTRALISASI? MEMPERJELAS VISI DAN STRATEGI MENGKAITKAN VISI DAN STRATEGI DALAM SISTEM KOMPENSASI SEMUA LAPISAN MANAJEMEN SISTEM PENILAIAN KINERJA SETIAP MANAJER DALAM BERBAGAI LAPISAN MANAJEMEN YANG MENERIMA OTORITAS HARUS MEMPERTANGGUNGJAWABKAN KEPADA LAPISAN MANAJEMEN YANG MEMBERI OTORITAS SISTEM AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN (RESPONSIBILITY ACCOUNTING)

7 APA SAJA BENTUK PUSAT PERTANGGUNG JAWABAN? Cost Centers Profit Centers Investment Centers Revenue Centers

8 SIAPA COST CENTERS? Manajer pada pusat pertanggungjawaban biaya harus dapat mengendalikan biaya yang terjadi, dan tidak bertangung jawab atas pendapatan ataupun investasi Cost Control Manajer pada pusat pertanggungjawaban biaya harus dapat meminimumkan biaya yang terjadi dalam rangka penyediaan barang dan jasa Cost Reduction Departemen jasa seperti akuntansi, administrasi, kepegawaian merupakan pusat pertanggungjawaban biaya. Fasilitas pabrikan juga merupakan pusat pertanggungjawaban biaya Who cost center?

9 SIAPA PROFIT CENTERS? Manajer pada pusat pertanggungjawaban laba harus dapat mengendalikan pendapatan dan biaya yang nantinya dapat menghasilkan laba yang lebih besar. Pusat laba tidak dapat mengendalikan dana investasi. Profit Control Manajer pada pusat laba dievaluasi dengan membandingkan antara laba aktual dengan laba yang ditargetkan Profit boosting

10 SIAPA INVESTMENT CENTERS? Manajer pada pusat pertanggungjawaban investasi harus dapat mengendalikan biaya, pendapatan dan dana investasi dalam mengolah aktiva perusahaan. Fund Control ROI (Return on Investment) Residual Income Performance

11 SEGMENTED REPORTING? Sistem desentralisasi yang efektif membutuhkan laporan yang tersegment. Laporan tiap segmen merupakan tambahan dalam laporan laba rugi secara keseluruhan. Segmen dalam perusahaan meliputi departemen, divisi, daerah penjualan, pusat pelayanan, toko individu, lini produk, pabrik-pabrik kecil dan kegiatan operasi perusahaan yang dapat disegmentasi dengan berbagai cara Laporan laba rugi masing-masing segmen sangat berguna dalam mengevaluasi pendapatan, biaya, dan laba masing-masing segment dan sekaligus sebagai alat untuk mengukur kinerja para manajernya.

12 Segmented Report, sebuah contoh?

13

14

15 BAGAIMANA MEMPERLAKUKAN BIAYA TETAP? Biaya tetap yang tidak dapat ditelusuri setiap segment Biaya tetap yang mendukung kegiatan operasi lebih dari satu segmen sehingga tidak dapat ditelusuri untuk masing-masing segmen. Biaya tetap ini tetap ada meskipun segmen tersebut dieliminasi. Yang termasuk biaya tetap Common fixed cost Biaya ini juga disebut traceable fixed cost Biaya tetap yang dapat ditelusuri dan dapat dibebankan pada tiap segmen Biaya tetap yang terjadi karena keberadaan segmen Biaya tetap ini tidak ada jika segmen tersebut dieliminasi Discretionary fixed cost

16 BAGAIMANA ROI DIGUNAKAN PADA INVESTMENT CENTERS? ROI = RETUN ON INVESTMENT ROI = LABA OPERASI AKTIVA OPERASI ROI adalah tingkat pengembalian yang dapat diperoleh atas investasi yang dilakukan Semakin besar ROI maka semakin besar laba yang diperoleh atas tiap rupiah yang diinvestasikan pada aktiva operasi untuk tiap segmen

17 KOMPONEN MENGHITUNG ROI? Laba Operasi Laba yang digunakan dalam menghitung ROI adalah laba operasi bersih bukan laba bersih. Laba operasi bersih yaitu laba sebelum pajak dan bunga sehingga seringkali disebut EBIT (Erning Before Interest and Taxes). Aktiva Operasi aktiva yang digunakan untuk kegiatan operasi perusahaan yang meliputi kas, piutang, persediaan, pabrik, gedung, peralatan dan aktiva lain yang memiliki tujuan operasi perusahaan. Aktiva Non Operasi Aktiva tersebut tidak digunakan untuk kegiatan operasi perusahaan yang meliputi tanah yang digunakan untuk masa depan, investasi saham, investasi, property, beli gudang tapi untuk disewakan

18 PEMICU ROI? ROI = X LABA OPERASI PENJUALAN AKTIVA OPERASI MARJIN LABA = KEMAMPUAN MENCETAK LABA DARI PENJUALAN YANG DICIPTAKAN PERPUTARAN AKTIVA = KEMAMPUAN MENDAYAGUNAKAN AKTIVA OPERASI DALAM MENDUKUNG PENJUALAN

19 APA PEMICU ROI?

20

21

22 RESIDUAL INCOME? selisih laba operasi bersih yang diperoleh pusat pertanggungjawaban investasi dengan tingkat pengembalian minimum atas aset operasinya Residual Income RI dapat memodifikasi prinsip akuntasi dalam berbagai cara sebagai contoh biaya penelitian dan pengembangan yang biasanya menghabiskan dana yang cukup besar tidak diperlakukan sebagai biaya melainkan sebagai investasi karena aktivitas ini akan menimbulkan nilai tambah (value added) bagi perusahaan. Motifikasi prinsip akuntansi

23 BAGAIMANA MENGHITUNG RI? Perusahaan Felixindo memiliki data yang digunakan sebagai dasar pengukuran kinerja sebagai berikut : aktiva operasi Rp. 200,000,000, laba bersih operasi Rp. 80,000,000, dan tingkat pengembalian minimum 15%

24 PERBANDINGAN ROI DAN RI? RI lebih banyak digunakan ika ada kesempatan Investasi baru dapat meningkatkan RI, sedangkan kesempatan investasi ini akan ditolak jika menggunakan ROI. Sebagai ilustrasi, Perusahaan Felixindo akan membeli mesin baru yang lebih canggih seharga Rp25,000,000. Mesin baru diharapkan akan meningkatkan laba operasi sebesar Rp 5,000,000 tiap tahun. Kesempatan investasi tersebut menghasilkan tingkat pengembalian 20% (Rp 5,000,000 : 25,000,000) lebih tinggi dari tingkat pengembalian minimum sebesar 15%.

25 PERBANDINGAN ROI DAN RI? Jika manajer dievaluasi menggunakan RI maka investasi yang ada merupakan hal yang menguntungkan karena dapat meningkatkan RI dari Rp 50,000,000 menjadi Rp 51,250,000 Sedangkan penggunaan ROI akan menolak karena investasi baru menurunkan ROI dari 40% menjadi 38%

26 Transfer Price DESENTRALISASI DAPAT MENIMBULKAN PERMASALAHAN HARGA JIKA TERJADI TRANSAKSI JUAL DAN BELI ANTAR PUSAT PERTANGGUNG JAWABAN TRANSFER PRICE HARUS DISEPAKATI OLEH MANAJEMEN AGAR TIDAK MENIMBULKAN SUBOPTIMATION DAN DAPAT MENINGKATKAN MOTIVASI PARA PEMIMPIN PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN

27 METODE TRANSFER PRICING Menentukan harga transfer ketika terjadi idle capacity Cost based transfer prices Menentukan harga transfer ketika full capacity Market based transfer prices menentukan harga transfer berdasarkan negosiasi antar divisi dengan mempertimbangkan kapasitas produksi Negotiated transfer prices

28 PENETAPAN Harga Transfer? Perusahaan Reta&Reza adalah perusahaan yang menghasilkan sofa klasik dan sofa modern. Perusahaan memiliki 2 divisi yaitu divisi spon dan divisi sofa. Divisi spon biasanya menjual produknya ke luar perusahaan tetapi saat ini perusahaan sofa memperbesar produksinya sehingga membutuhkan spon yang lebih banyak Berikut ini adalah data-data tiap unit sofa dan spon dari masing- masing divisi :

29 jika divisi sofa ingin membeli 1,000 unit dari divisi spon, Berapa harga transfer yang tepat?

30 Negotiated transfer prices Jika tidak ada kapasitas menganggur Jika tidak ada kapasitas menganggur (full capacity), maka divisi sofa harus membeli spon dari Divisi spon dengan harga Rp 200,000/unit (sama dengan harga untuk pihak luar) Harga transfer minimum adalah biaya variabel spon Rp 100,000 ditambah dengan marjin kontribusi yang hilang jika divisi spon tidak menjual kepada pelanggan di luar perusahaan sebesar Rp 100,000, sehingga diperoleh harga transfer minimum sebesar Rp 200,000. Market based transfer prices merupakan metode penentuan harga transfer yang pas pada saat full capacity Harga tersebut adalah jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga spon yang dibeli divisi sofa dari pemasok Rp 150,000/unit.

31 Negotiated transfer prices Jika ada kapasitas menganggur Jika terdapat kapasitas menganggur (idle capacity), maka divisi spon harus mempertimbangkan harga yang ditawarkan kepada divisi sofa dibawah Rp 200,000/unit Harga transfer minimum adalah Rp 100,000 dan harga transfer maksimum sebesar Rp 150,000 sesuai dengan harga yang ditawarkan pemasok Divisi spon tidak memiliki biaya kesempatan karena bekerja pada kapasitas mengganggur Cost based pricing merupakan metode penentuan harga transfer yang pas pada kapasitas menganggur Terdapat rentang harga yang dapat dinegosiasikan antar divisi agar saling menguntungkan. Rentang harga Rp. 100,000 – Rp 150,000 merupakan harga transfer yang dapat dinegosiakan kedua divisi

32 Full Cost versus Variable Cost Rentang negosiasi harga transfer pada kapasitas menganggur harus mempertimbangkan harga yang ditawarkan pemasok Jika harga transfer berdasar biaya variabel (variable cost), maka harga transfer sebesar Rp. 100,000 Jika harga transfer berdasar biaya penuh (full cost), maka harga transfer sebesar Rp. 100,000 ditambah biaya tetap yang dialokasikan untuk spon yang dijual kepada divisi sofa. Besaran biaya tetap yang dialokasikan tidak melebihi harga yang ditawarkan kepada pemasok, atau maksimal sebesar Rp. 50,000


Download ppt "RESPONSIBILITY ACCOUNTING DRS. DEVIE., AK., RFC., CFP., AEPP., CMA., CBA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google