Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Suparno Blog : Normalisasi Basis Data I.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Suparno Blog : Normalisasi Basis Data I."— Transcript presentasi:

1 Oleh : Suparno Blog : www.digdoyo.com Email : endustong@yahoo.com Normalisasi Basis Data I

2 Pengertian Normalisasi Normalisasi adalah suatu teknik dalam mengorganisasikan data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai pada suatu ogranisasi sehingga dapat mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan data dalam basis data.

3 Tujuan Normalisasi 1.Untuk menghilang kerangkapan data. 2.Untuk mengurangi kompleksitas. 3.Untuk mempermudah pemodifikasian data. Normalisasi perlu dilakukan agar kerelasian dalam basis data menjadi mudah dimengerti, mudah dipelihara, mudah memprosesnya, dan mudah untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan baru (pengembangan aplikasi).

4 Anomali Merupakan penyimpangan yang terjadi pada saat proses modifikasi data. Ada tiga bentuk anomalies : Delete Anomalies Insert Anomalies Update Anomalies

5 Anomali Delete Anomalies ƒAdalah proses penghapusan suatu entity logik yang mengakibatkan hilangnya informasi tentang entity yang tidak direlasikan secara logik. NIMNamaL/PKode_MKKode_Dsn C9857201003MunawarahPMKK11140198112 C9857201010AntoLMPK11120297001 C9857201001Bambang MulyatnoLMPK11120196102 C9857201014KusumawardaniPMPK11120196102 Misal terjadi jika Matakuliah MPK111202 dibatalkan (tidak jadi ditempuh), informasi tentang Anto ikut terhapus

6 Anomali Insert Anomalies ƒAdalah proses penyisipan entity logik yang memerlukan penyisipan entity logik yang lain. NIMNamaL/PKode_MKKode_Dsn C9857201003MunawarahPMKK11140198112 C9857201010AntoLMPK11120297001 C9857201001Bambang MulyatnoLMPK11120196102 C9857201014KusumawardaniPMPK11120196102

7 Anomali Update Anomalies ƒAdalah proses mengupdate data pada suatu entity logik yang mengakibatkan perubahan pada lebih dari satu tempat dalam suatu relasi. NIMNamaKode_MKSKSKode_Dsn C9857201003MunawarahMKK111401298112 C9857201010AntoMPK111202497001 C9857201001Bambang MulyatnoMPK111201396102 C9857201014KusumawardaniMPK111201296102

8 Ketergantungan dlm Normalisasi Struktur data dalam relasi dirancang sedemiki- an rupa sehingga atribut-atribut bukan kunci hanya tergantung pada atribut kunci dan tidak pada atribut lain. (Atribut adalah karakteristik atau sifat yang melekat pada sebuah tabel, atau disebut juga field/kolom data) Functional Dependence Full Functional Dependence Transitive Dependence

9 Functional Dependence Atribut Y pada relasi R dikatakan tergantung fungsional pada atribut X (R.X  R.Y), jika dan hanya jika setiap nilai X pada relasi R mempunyai tepat satu nilai Y dalam R. Kode SuplierNama Suplier Sup01Unilever Indonesia Sup02Sinar Cemerlang Sup03Harapan Jaya Kode Suplier  Nama Suplier

10 Full Functional Dependence Atribut Y pada relasi R dikatakan tergantung fungsional penuh pada atribut X pada relasi R, jika Y tidak tergantung pada subset dari X (bila X adalah key gabungan) Kode SpNama SpNo FakturJumlah Sup01Unilever IndonesiaF011000 Sup02Sinar CemerlangF021500 Sup03Harapan JayaF032000 Sup02Sinar CemerlangF031000 NoFaktur, KodeSp  Jumlah

11 Transitive Dependence Atribut Z pada relasi R dikatakan tergantung transitif pada atribut X, jika atribut Y tergantung pada atribut X pada relasi R dan atribut Z tergantung pada atribut Y pada relasi R. ( X  Y, Y  Z, maka X  Z ) Kode SpKodeKotaNamaKotaNo FakturJlh Sup01JKTJakartaF011000 Sup02SMGSemarangF021500 Sup03SBYSurabayaF032000 Sup02SMGSemarangF031000 KodeSp  NamaKota

12 Functional Dependence Diagram KodeSp NoFaktur Jumlah KodeKota NamaKota

13 Proses Normalisasi Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat. Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.

14 Bentuk Normalisasi Normal Pertama (1 st Normal Form) – Mendefinisikan atribut kunci – Tidak adanya grup berulang/redundansi – Tidak ada Null Value – Semua atribut bukan kunci tergantung pada atribut kunci Normal Kedua (2 nd Normal Form) – Sudah memenuhi bentuk normal pertama – Tidak ada atribut bukan kunci tergantung pada sebagian (parsial) kunci primer

15 Bentuk Normalisasi Normal Ketiga (3 rd Normal Form) – Sudah berada dalam bentuk normal kedua – Tidak ada ketergantungan transitif (dimana field bukan kunci tergantung pada field bukan kunci lainnya) Normal Boyce-Codd (Boyce Codd Norm Form) – Sudah berada dalam bentuk normal ketiga – Semua determinannya merupakan candidate key – Tidak ada ketergantungan multivalue

16 Bentuk Normalisasi Normal Keempat (4 th Normal Form) – Sudah berada dalam bentuk normal ketiga – Sudah tidak ada anomali-anomali Normal Kelima (5 th Norm Form) – 1NF – 4NF dibentuk berdasarkan Functional Dependence – Dibentuk berdasarkan konsep Join Dependence (dapat digabungkan kembali membentuk tabel semula) Contoh Kasus

17 Langkah-Langkah Normalisasi UNF1NF2NF 3NF BCNF 4NF 5NF Menghilangkan Group Menghilangkan Dependensi Parsial Menghilangkan Dependensi Transitif Menghilangkan Dependensi Kunci Kandidat Menghilangkan Lebih dari Dependensi Bernilai Ganda Menghilangkan Dependensi Gabungan


Download ppt "Oleh : Suparno Blog : Normalisasi Basis Data I."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google