Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGEMBANGAN TEMA MENGAPA ATAU UNTUK APA SUATU KARYA DITULIS ?? SEBAGAI PESAN MORAL YANG TERSIRAT DARI KARYANYA. K ARENA BERSIFAT TERSIRAT, TIDAK PERLU.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGEMBANGAN TEMA MENGAPA ATAU UNTUK APA SUATU KARYA DITULIS ?? SEBAGAI PESAN MORAL YANG TERSIRAT DARI KARYANYA. K ARENA BERSIFAT TERSIRAT, TIDAK PERLU."— Transcript presentasi:

1

2 PENGEMBANGAN TEMA

3 MENGAPA ATAU UNTUK APA SUATU KARYA DITULIS ?? SEBAGAI PESAN MORAL YANG TERSIRAT DARI KARYANYA. K ARENA BERSIFAT TERSIRAT, TIDAK PERLU UCAPAN ( VERBAL ) YANG SECARA KHUSUS UNTUK MENYATAKANNYA. T EMA DIWUJUDKAN DALAM CERITA, DARI CERITA PENERIMA DAPAT MENANGKAP POKOK PIKIRAN SEKALIGUS PESAN MORAL.

4 S ETIAP CERITA SKENARIO MENGUNGKAPKAN KEHIDUPAN MANUSIA. K EHIDUPAN MANUSIA HANYA DAPAT DICERITAKAN JIKA ADA PERILAKU ( TINDAKAN DAN UCAPAN ). S EDANG PERILAKU SELAMANYA BERTOLAK DARI MOTIVASI, DAN MOTIVASI SELAMANYA BERTOLAK DARI KARAKTER. P ENGEMBANGAN KARAKTER TOKOH CERITA MERUPAKAN TITIK TOLAK DALAM PROSES PENULISAN CERITA.

5 KEDUDUKAN KARAKTER DAN MOTIVASI DAPAT DIGAMBARKAN SEBAGAI BERIKUT:

6 K ARATER MANUSIA PADA DASARNYA DARI DUA SUMBER, PERTAMA KECENDERUNGAN PSIKHIS, DAN KEDUA DARI NILAI YANG DIANUT. K ECENDERUNGAN PSIKHIS DIPEROLEH SECARA PASIF DARI PROSES PENGALAMAN ( INTERAKSI DENGAN DUNIA LUAR ) YANG MEMBEKAS. S EDANG ANUTAN / ORIENTASI NILAI DIPEROLEH DARI PROSES PENGALAMAN INTERNALISASI ( PEMBELAJARAN DARI DUNIA LUAR ). D ENGAN BEGITU FAKTOR PENGALAMAN YANG MEMBENTUK KECENDERUNGAN PSIKHIS DAN ORIENTASI NILAI, PENTING MENDAPAT PERHATIAN DALAM MEMBENTUK KARATER TOKOH.

7 P ENULISAN CERITA DIMULAI DENGAN MEMBANGUN KARAKTER ( SIFAT / TABIAT ) TOKOH / FIGUR CERITA YANG JELAS LEBIH DULU. A RTINYA, DICIPTAKAN LEBIH DULU MANUSIA DENGAN KARAKTER YANG JELAS, BARU KEMUDIAN CERITA LAHIR. D ALAM CERITA, KARAKTER SESEORANG TOKOH DIKETAHUI MELALUI PERILAKUNYA. J ADI, TIDAK DENGAN MENCERITAKAN SECARA KHUSUS KARAKTER TERSEBUT. K ARAKTER TOKOH HANYA ADA DALAM IMAJINASI PENULISNYA, SEDANG YANG DITULISKANNYA HANYALAH PERILAKU DARI PELAKU TERSEBUT.

8

9 M ISAL : T OKOH CERITA SEORANG WANITA PENCEMBURU. K ARAKTER INI TIDAK PERLU DICERITAKAN. D APATKAN ANDA MENDESKRIPSIKAN SIFAT PENCEMBURU ITU TANPA MENGGUNAKAN KATA “ CEMBURU ” SAMA SEKALI ? U NTUK ITU HANYA DARI PERILAKU SI TOKOH DALAM CERITA, AUDIENS MENJADI TAHU AKAN KARAKTER TERSEBUT. B AGAIMANAKAH PERILAKU YANG LOGIS DARI SEORANG YANG PUNYA SIFAT PENCEMBURU ? S UATU KARAKTER DAPAT DIKEMBANGKAN DALAM PERILAKU YANG LOGIS, JIKA PENULISNYA DAPAT MENGIMAJINASIKAN LATAR BELAKANG YANG MENDASARI KARAKTER TERSEBUT. A DA HUBUNGAN YANG LOGIS ANTARA KARAKTER TERTENTU DENGAN KEJADIAN / PERISTIWA YANG DIALAMI OLEH SI TOKOH. S EHINGGA HUBUNGAN - HUBUNGAN LOGIS SELALU TERJADI ANTARA PENGALAMAN MASA LALU, KARAKTER, DAN PERILAKU.

10

11 H UBUNGAN LOGIS YANG TERJADI DALAM CERITA ADALAH SEBAB - AKIBAT YANG MASUK AKAL, ATAU SESUAI DENGAN LOGIKA AUDIENS. P ENULIS NASKAH SKENARIO PERLU BERPEGANGAN PADA KERANGKA PEMIKIRAN, BAHWA TIDAK ADA PERILAKU YANG TANPA DASAR. D ASAR SETIAP PERILAKU ADALAH MOTIVASI. D ENGAN KATA LAIN, MOTIVASI SEBENARNYA MERUPAKAN JEMBATAN ANTARA KARAKTER DENGAN PERILAKU. K ETIDAK - JELASAN MOTIVASI INI MENYEBABKAN CERITA MENJADI LEMAH. I NI DISEBABKAN HUBUNGAN LOGIS ANTARA PERILAKU DENGAN KARAKTER TIDAK TERPENUHI. B IASANYA AUDIENS MENJADI JENGKEL SEBAB MERASA AKAL SEHATNYA SEPERTI DIABAIKAN OLEH PENYAJI CERITA.

12 U NTUK MEMAHAMI MOTIVASI TOKOH CERITA, DAPAT DENGAN MENGAJUKAN PERTANYAAN : MENGAPA DIA MELAKUKAN SESUATU HAL ? A PA SEBABNYA DIA MELAKUKAN ITU ? D ALAM MENJAWAB PERTANYAAN INI PENULIS NASKAH HARUS MENYAJIKAN HAL LAINNYA. T OKOH MEMUKUL ISTERINYA _ APA SEBABNYA ? _ I STERI CEREWET ? B ANYAK ISTERI CEREWET, TETAPI TIDAK BANYAK ORANG MEMUKUL ISTERINYA. M AKNANYA : SI T OKOH PENAIK DARAH. A PAKAH SEBELUMNYA ADA PERILAKU YANG MENUNJUKKAN KARAKTER " PENAIK DARAH " SI TOKOH ? K REATIVITAS PENULIS AKAN TERCERMIN DARI KEMAMPUANNYA MERANGKAI HUBUNGAN HUBUNGAN LOGIS DALAM CERITANYA DALAM SUATU DINAMIKA. P ENEMPATAN INFORMASI ( PERILAKU YANG DICERITAKAN ) DALAM SUSUNAN YANG MENGANDUNG DINAMIKA INI AKAN MEMBUAT SUATU CERITA MENARIK. D INAMIKA DALAM CERITA BERKAITAN DENGAN UNSUR KONFLIK DAN KLIMAKS.

13 K ONFLIK MERUPAKAN SITUASI YANG DIAKIBATKAN OLEH TERHAMBATNYA MOTIVASI UNTUK MUNCUL SEBAGAI PERILAKU. S ECARA SEDERHANA DAPAT DISEBUT SEBAGAI ADANYA PERTENTANGAN. P ERTENTANGAN INI DAPAT TERJADI DALAM DIRI SENDIRI ( INNER CONFLICT ) SI TOKOH, DAN ANTARA SI TOKOH DENGAN DENGAN DUNIA LUARNYA. K ONFLIK TIDAK SELAMANYA HARUS DIWUJUDKAN DENGAN PERTENGKARAN YANG BERSIFAT VERBAL. A DA KALANYA KONFLIK MUNCUL DALAM KEJADIAN, ATAU DIALOG YANG NADANYA TIDAK MENINGGI. U NTUK MEMBANGUN SUATU KONFLIK DALAM CERITA, DIPERLUKAN SEJUMLAH PERILAKU. D ENGAN KATA LAIN, KONFLIK HANYA DAPAT TERJADI JIKA ADA BEBERAPA PERILAKU YANG BERHUBUNGAN LOGIS. S ITUASI KONFLIK DAPAT DIGAMBARKAN SEBAGAI BERIKUT :

14

15 K ONFLIK TERBENTUK DALAM DUA DIMENSI, DARI DALAM DIRI DAN DARI LUAR. K ONFLIK DALAM DIRI INI BERUPA MOTIVASI YANG DIHAMBAT SENDIRI OLEH SI TOKOH, SEHINGGA TIMBUL MASALAH : APAKAH IA HARUS BERPERILAKU TERTENTU ATAU TIDAK, ATAU APAKAH HARUS BERPERILAKU LAINNYA. M OTIVASINYA TERHAMBAT KARENA PERILAKUNYA DIUJINYA SENDIRI DALAM BERBAGAI PILIHAN YANG SULIT. K ALAU ANTARA MOTIVASI DENGAN PERILAKU TIDAK TIMBUL MASALAH, ITU BERARTI TIDAK ADA KONFLIK. M ISALNYA JIKA SI TOKOH MENGHADAPI UANG MILIK NEGARA. D IA MEMERLUKAN UANG KARENA ANAKNYA SAKIT, SEDANG GAJINYA KECIL ( SEBAGAI MOTIVASI ). K ALAU DIA MENGAMBIL UANG NEGARA TERSEBUT, LALU MENGGUNAKANNYA UNTUK PENGOBATAN ANAKNYA ( SEBAGAI PERILAKU ), TANPA MENGUJI PERILAKUNYA LAGI TENTUNYA TIDAK TIMBUL MASALAH. (M ASALAH DALAM CERITA MAKSUDNYA, BUKAN MASALAH HUKUM, TETAPI MASALAH DRAMATIK ). B ARU MENJADI MASALAH KALAU UNTUK BERPERILAKU ITU DIA MENGUJINYA LEBIH DULU, SEHINGGA TIMBUL KONFLIK DALAM DIRINYA SENDIRI.

16 K ONFLIK DENGAN DUNIA LUAR DAPAT TERJADI PADA SAAT SI TOKOH BERKONFRONTASI DENGAN ALAM, MAUPUN MANUSIA LAIN. K ONFRONTASI DENGAN ALAM BIASANYA BERSIFAT FISIK. S EDANG KONFRONTASI DENGAN MANUSIA ( TOKOH ) LAIN DALAM CERITA MERUPAKAN INTERAKSI ( BERTEMUNYA ) PERILAKU YANG BERBEDA SUBSTANSINYA. S ECARA SEDERHANA, PERBEDAAN SUBSTANSI ITU DIWUJUDKAN DENGAN KETIDAK COCOKAN ATAU BERSIFAT NEGATIF. M ISALNYA JIKA SEORANG INGIN BERPERILAKU JAHAT, ADA TOKOH LAIN YANG INGIN BERPERILAKU BAIK. A TAU SEBALIKNYA. K ALAU SEMUA TOKOH SUDAH SEAZAS, TIDAK ADA LAGI CERITA YANG BISA DITULIS. D ENGAN PERBEDAAN - PERBEDAAN MOTIVASI MANUSIALAH CERITA DAPAT DISUSUN.

17 S ETIAP KALI TERJADI KONFLIK, TENTU AKAN TERJADI KLIMAKS. K LIMAKS ADALAH PERTENTANGAN YANG SEMAKIN MENINGGI ( MEMUNCAK ). S UATU KLIMAKS AKAN REDA ( ANTIKLIMAKS ). S ECARA SEDERHANA, ANTI - KLIMAKS ITU BERUPA KALAHNYA SALAH SATU PIHAK YANG BERTENTANGAN. S UATU CERITA TERDIRI ATAS BEBERAPA KUMPULAN KONFLIK. M ASING - MASING KONFLIK ITU MENGANDUNG KLIMAKS DAN ANTI - KLIMAKS SENDIRI - SENDIRI. T OTALITAS KONFLIK - KONFLIK TERSEBUT AKAN MELAHIRKAN SINTESA KLIMAKS YANG PADA UJUNG CERITA. K ONFLIK YANG TERAKHIR DALAM CERITA MEMILIKI KLIMAKSNYA, TETAPI ANTI - KLIMAKS DALAM KONFLIK TERAKHIR INI SEKALIGUS MENJADI ANTI - KLIMAKS BAGI SINTESA KLIMAKS YANG TERBENTUK SEPANJANG CERITA.

18 P LOT MERUPAKAN HUBUNGAN LOGIS YANG MENGIKAT SEJUMLAH KEJADIAN. S EDANG KEJADIAN ADALAH BEBERAPA PERILAKU YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBANGUN KONFLIK. S ETIAP KEJADIAN BERUPA BEBERAPA PERILAKU YANG BERADA DALAM SUATU SATUAN RUANG DAN WAKTU TERTENTU. D APAT DIILUSTRASIKAN BERTURUTAN BERIKUT :

19

20

21 P LOT TERKANDUNG DALAM BENANG MERAH YANG MENGHUBUNGKAN KEJADIAN - KEJADIAN, SEHINGGA DIPEROLEH SUATU SINTESA. D ENGAN KATA LAIN, PLOT MERUPAKAN LIKU - LIKU YANG HARUS DITEMPUH OLEH AUDIENS SEBELUM IA DAPAT MENANGKAP SINTESA CERITA. S INTESA CERITA INI ADALAH TEMA. K EJADIAN MERUPAKAN KUMPULAN SEJUMLAH PERILAKU, SEDANG PERILAKU MANUSIA TERDIRI ATAS PERCAKAPAN VERBAL DAN TINDAKAN. D ALAM MENCIPTAKAN KEJADIAN, SEORANG PENULIS DAPAT BERTOLAK DARI PERCAKAPAN VERBAL ATAU TINDAKAN. P ERCAKAPAN VERBAL AKAN MUNCUL DALAM BENTUK AUDITIF, SEDANG TINDAKAN DALAM BENTUK VISUAL.

22 P ERCAKAPAN _ K EJADIAN | P ERCAKAPAN _ K EJADIAN |_ P LOT P ERCAKAPAN _ K EJADIAN | D ENGAN CARA PENCERITAAN DIATAS, AUDIENS AKAN MENEMUKAN PLOT CERITA DENGAN MENDENGARKAN PERCAKAPAN TOKOH - TOKOH CERITA. S KENARIO PANGGUNG DAN RADIO UMUMNYA MENGGUNAKAN CARA SEMACAM ITU. T INDAKAN _ P ERCAKAPAN _ K EJADIAN | T INDAKAN _ P ERCAKAPAN _ K EJADIAN |_ P LOT T INDAKAN _ P ERCAKAPAN _ K EJADIAN | D ENGAN CARA PENCERITAAN DIATAS, TITIK PERHATIAN ADALAH PADA TINDAKAN. D ARI SUATU TINDAKAN, TIMBUL PERCAKAPAN. U NTUK MEDIA TELEVISI, TINDAKAN YANG MUNCUL DALAM SUATU KEJADIAN AKAN MENYEBABKAN BERPERANNYA UNSUR VISUAL SEPENUHNYA.

23 K EJADIAN SELAMANYA BERADA DALAM RUANG DAN WAKTU. R UANG DAN WAKTU DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI SATUAN DALAM MEMBANGUN KEJADIAN. S EBAGAI SUATU SATUAN, SETIAP PERUBAHAN RUANG DAN WAKTU DAPAT DIANGGAP SEBAGAI PERUBAHAN KEJADIAN. R UANG ADALAH TEMPAT DIMANA KEJADIAN BERLANGSUNG. P ADA DASARNYA INTERAKSI TOKOH DENGAN TEMPATNYA BERADA MENJADIKAN KEJADIAN DAPAT DIKENAL SEBAGAI SUATU SATUAN.

24 W AKTU ADALAH PROSES KEJADIAN BERLANGSUNG. KEJADIAN MERUPAKAN KUMPULAN PERILAKU MANUSIA. S ETIAP PERILAKU MENGGUNAKAN WAKTU TERTENTU. R ANGKAIAN WAKTU INILAH YANG DISEBUT SEBAGAI PROSES. R ITME SUATU CERITA SEBENARNYA TERKANDUNG DALAM PROSES TERSEBUT. K ALAU ADA CERITA YANG TERASA BERTELE - TELE, ITU DISEBABKAN PROSES KEJADIAN YANG DIGUNAKAN TERLALU PANJANG. W AKTU YANG DIGUNAKAN DALAM PERILAKU SAMA LAMANYA DENGAN WAKTU DALAM REALITAS. T ETAPI PROSES DALAM KEJADIAN SUATU CERITA, TIDAK SAMA DENGAN WAKTU DALAM REALITAS.

25


Download ppt "PENGEMBANGAN TEMA MENGAPA ATAU UNTUK APA SUATU KARYA DITULIS ?? SEBAGAI PESAN MORAL YANG TERSIRAT DARI KARYANYA. K ARENA BERSIFAT TERSIRAT, TIDAK PERLU."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google