Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

\ RANCANGAN RPJPD KABUPATEN SUBANG 2025 PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "\ RANCANGAN RPJPD KABUPATEN SUBANG 2025 PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG."— Transcript presentasi:

1

2 \ RANCANGAN RPJPD KABUPATEN SUBANG 2025 PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG

3 DASAR HUKUM PENYUSUNAN RPJPD BERDASARKAN UU NO 25 THN 2004, UU NO 32 THN 2004 DAN SE MENDAGRI 050/2020/SJ TAHUN 2005 TTG PETUNJUK PENYUSUNAN DOKUMEN RPJPD DAN RPJMD DASAR HUKUM PENYUSUNAN RPJPD BERDASARKAN UU NO 25 THN 2004, UU NO 32 THN 2004 DAN SE MENDAGRI 050/2020/SJ TAHUN 2005 TTG PETUNJUK PENYUSUNAN DOKUMEN RPJPD DAN RPJMD Rencana Pembangunan Jangka Panjang ynag selanjutnya disebut RPJP adalah dokumen perencanaan untuk periode 20 (dua puluh tahun) UU No 25 Thn 2004 Pasal 1 RPJP Daerah memuat Visi, Misi dan Arah Pembangunan Daerah yang mengacu pada RPJP Nasional Pasal 5 (2) Bapeda menyiapkan Rancangan RPJP Daerah Pasal 10 (3) Bapeda menyelenggrakan Musrenbang Jangka Panjang Daerah Pasal 11

4 Pasal 12 (2) Bapeda menyusun Rancangan akhir RPJP Daerah berdasarkan hasil Musrenbang Jangka Panjang Daerah Pasal 13 (2) RPJP Daerah ditetapkan dengan Peraturan Daerah

5 TATA CARA PENYUSUNAN RPJPD (SE MENDAGRI TENTANG PETUNJUK PENYUSUNAN RPJPD) TATA CARA PENYUSUNAN RPJPD (SE MENDAGRI TENTANG PETUNJUK PENYUSUNAN RPJPD) PREDIKSI KONDISI UMUM DAERAH PREDIKSI KONDISI UMUM DAERAH RANCANGAN VISI DAN MISI RANCANGAN VISI DAN MISI Musrenbang RPJPD Musrenbang RPJPD RANCANGAN AWAL RPJPD RANCANGAN AWAL RPJPD Merumuskan gambaran awal - Visi - Misi - Arah pembangunan Daerah Merumuskan gambaran awal - Visi - Misi - Arah pembangunan Daerah Rancangan Arah Pembangunan Rancangan Arah Pembangunan RTRW Sosialisasi, Konsultasi Publik, dan jaring asmara Sosialisasi, Konsultasi Publik, dan jaring asmara Saran, tanggapan, rekomendasi stakehoders Saran, tanggapan, rekomendasi stakehoders Rumusan Hsl Kesepakatan & kemitraan Rumusan Hsl Kesepakatan & kemitraan RANCANGAN AKHIR RPJPD RANCANGAN AKHIR RPJPD - Visi - Misi - Arah Pembangunan Daerah - Visi - Misi - Arah Pembangunan Daerah Penetapan Perda ttg RPJPD Penetapan Perda ttg RPJPD Perda ttg RPJPD Perda ttg RPJPD TAHAP I TAHAP 2 TAHAP 3 TAHAP 4 GEOMORFOLOGI DAN LINGK HIDUP GEOMORFOLOGI DAN LINGK HIDUP DEMOGRAFI EKONOMI DAN SDA EKONOMI DAN SDA SOSIAL BUDAYA & POLITIK SOSIAL BUDAYA & POLITIK PRASARANA & SARANA PRASARANA & SARANA PEMERINTAHAN DLL

6 GEOMORFOLOGI DAN LINGK HIDUP GEOMORFOLOGI DAN LINGK HIDUP SEBELUM KRISIS DEMOGRAFI PASCA KRISIS EKONOMI DAN SDA EKONOMI DAN SDA SOSIAL BUDAYA & POLITIK SOSIAL BUDAYA & POLITIK KONDISI (MINIMAL10 THN KE BELAKANG KONDISI (MINIMAL10 THN KE BELAKANG PRASARANA & SARANA PRASARANA & SARANA PEMERINTAHAN DLL ANALISA OUTPUT PERMASALAHAN PELUANG ANCAMAN KEBERHASILAN PREDIKSI HARAPAN CITA-CITA VISI MISI ARAH PEMBANGUNAN ARAH PEMBANGUNAN TAHAP I TAHAP II TAHAP III TAHAP IV RENSTRARPJMD CALON KEPALA DAERAH BERKESINAMBUNGAN,,TERARAH DAN TERUKUR ALUR PIKIR PENYUSUNAN RPJPD KABUPATEN SUBANG ALUR PIKIR PENYUSUNAN RPJPD KABUPATEN SUBANG

7 TANGGAPAN TERHADAP VISI (HASIL MUSRENBANG RPJPD DI 22 KEC) TANGGAPAN TERHADAP VISI (HASIL MUSRENBANG RPJPD DI 22 KEC)

8 ANALISA MASING – MASING KONDISI UMUM KAB. SUBANG ANALISA MASING – KONDISI UMUM KAB. SUBANG

9 ASPEK DEMOGRAFI ASPEK DEMOGRAFI

10 1.Tingkat perkawinan di bawah umur selama kurun waktu 12 tahun terakhir relatif tinggi di atas 40 %, hal ini bila di biarkan akan menimbulkan LPP cenderung tinggi serta permasalahan sosial baik munculnya KK Miskin baru atau meningkatnya Wanita Rawan Sosial Ekonomi serta kasus kematian bayi 2.Kemiskinan yang tinggi harus mendapat perhatian serius terutama kemiskinan struktural yang disebabkan oleh potensi yang sangat rendah baik SDM, modal maupun sulitnya akses terhadap lapangan kerja secara permanen. 3.Tidak produktifnya tenaga kerja yang bergerak di sektor pertanian sebagai akibat dari sektor pertanian masih tradisional belum mengarah pada peningkatan nilai tambah produksi 4.Rendahnya keterampilan tenaga kerja Penduduk Kabupaten Subang 5.Perilaku diskriminatif orang tua/dunia usaha terhadap gender. 1.Tingkat perkawinan di bawah umur selama kurun waktu 12 tahun terakhir relatif tinggi di atas 40 %, hal ini bila di biarkan akan menimbulkan LPP cenderung tinggi serta permasalahan sosial baik munculnya KK Miskin baru atau meningkatnya Wanita Rawan Sosial Ekonomi serta kasus kematian bayi 2.Kemiskinan yang tinggi harus mendapat perhatian serius terutama kemiskinan struktural yang disebabkan oleh potensi yang sangat rendah baik SDM, modal maupun sulitnya akses terhadap lapangan kerja secara permanen. 3.Tidak produktifnya tenaga kerja yang bergerak di sektor pertanian sebagai akibat dari sektor pertanian masih tradisional belum mengarah pada peningkatan nilai tambah produksi 4.Rendahnya keterampilan tenaga kerja Penduduk Kabupaten Subang 5.Perilaku diskriminatif orang tua/dunia usaha terhadap gender. ANALISA KELEMAHAN ANALISA KEKUATAN 1. Peran KB sangat efektif dalam mengatur kelahiran yang berdampak pada pengaturan komposisi umur penduduk dan lebih jauh lagi berperan dalam mewujudkan kelauarga yang berkualitas 2. Rendahnya LPP Kabupaten Subang dibandingkan dengan Kabupaten lain di Jawa Barat 1. Peran KB sangat efektif dalam mengatur kelahiran yang berdampak pada pengaturan komposisi umur penduduk dan lebih jauh lagi berperan dalam mewujudkan kelauarga yang berkualitas 2. Rendahnya LPP Kabupaten Subang dibandingkan dengan Kabupaten lain di Jawa Barat

11 1.Komitmen yang tinggi baik di tingkat Pemerintah Pusat, Propinsi maupun stakehoder lainnya terhadap pengentasan permasalahan pengangguran dan kemiskinan. 2.Komitmen yang tinggi baik di tingkat Pemerintah Pusat maupun Propinsi dalam menekan ledakan jumlah penduduk 1.Komitmen yang tinggi baik di tingkat Pemerintah Pusat, Propinsi maupun stakehoder lainnya terhadap pengentasan permasalahan pengangguran dan kemiskinan. 2.Komitmen yang tinggi baik di tingkat Pemerintah Pusat maupun Propinsi dalam menekan ledakan jumlah penduduk ANALISA PELUANG ANALISA ANCAMAN 1. Jumlah tenaga yang besar dan tidak produktif tidak sebanding dengan kesempatan kerja yang dibutuhkan sebagai dampak belum kondusfinya iklim investasi usaha. 2. Tingginya kesenjangan sosial yang diakibatkan rendahnya keterampilan kerja penduduk Kabupaten Subang dibanding dengan Kabupaten lainnya. 1. Jumlah tenaga yang besar dan tidak produktif tidak sebanding dengan kesempatan kerja yang dibutuhkan sebagai dampak belum kondusfinya iklim investasi usaha. 2. Tingginya kesenjangan sosial yang diakibatkan rendahnya keterampilan kerja penduduk Kabupaten Subang dibanding dengan Kabupaten lainnya.

12 ASPEK SOSIAL BUDAYA ASPEK SOSIAL BUDAYA

13 1.Komitmen yang tinggi stakehoder di Kabupaten Subang terutama pengentasan Wajar Dikdas yang tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 421.2/207-BAP/2002 tentang Wajar Dikdas 9 Tahun di Kabupaten Subang dan Instruksi Bupati Nomor IA/2004 tentang Pembentukan Pokja Wajar Dikdas di tingkat kecamatan dan desa. 2.Komitmen Pemerintah Daerah untuk mengalokasikan Anggaran Belanja kegiatan untuk bidang Pendidikan dalam APBD mendekati 20 % 3.Komitmen Pemerintah Daerah untuk memprioritskan urusan kesehatan 1.Komitmen yang tinggi stakehoder di Kabupaten Subang terutama pengentasan Wajar Dikdas yang tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 421.2/207-BAP/2002 tentang Wajar Dikdas 9 Tahun di Kabupaten Subang dan Instruksi Bupati Nomor IA/2004 tentang Pembentukan Pokja Wajar Dikdas di tingkat kecamatan dan desa. 2.Komitmen Pemerintah Daerah untuk mengalokasikan Anggaran Belanja kegiatan untuk bidang Pendidikan dalam APBD mendekati 20 % 3.Komitmen Pemerintah Daerah untuk memprioritskan urusan kesehatan ANALISA KEKUATAN

14 1.Permasalahan Sosial lainnya relatif tinggi seperti WTS, WRSE, Pengemis, dll 2.Masih fluktuatfnya Jumlah DO baik di tingkat SD, SMP dan SMA 3.Tingkat capaian Rata-Rata Lama Sekolah dan AMH yang cenderung meningkat tetapi tidak signifikan terhadap pencapaian Indeks Pendidikan, 4.Akses layanan sekolah terhadap murid belum merata. 5.Masih kurangnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan 6.Masih tingginya kasus penyakit-penyakit berbasis lingkungan. 1.Permasalahan Sosial lainnya relatif tinggi seperti WTS, WRSE, Pengemis, dll 2.Masih fluktuatfnya Jumlah DO baik di tingkat SD, SMP dan SMA 3.Tingkat capaian Rata-Rata Lama Sekolah dan AMH yang cenderung meningkat tetapi tidak signifikan terhadap pencapaian Indeks Pendidikan, 4.Akses layanan sekolah terhadap murid belum merata. 5.Masih kurangnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan 6.Masih tingginya kasus penyakit-penyakit berbasis lingkungan. ANALISA KELEMAHAN

15 1.Komitmen yang tinggi Pemerintah Pusat dan Propinsi terhadap Pendidikan yang termuat dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 31, Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 34 Tahun 1999 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Wajar Dikdas 9 Tahun di Jawa Barat. 2.Komitmen yang tinggi Pemerintah Pusat dan Propinsi terhadap Kesehatan yang termuat dalam Undang - Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan, 3.Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2001 tentang Pokjanal Posyandu serta Adanya Sistim Kesehatan Nasional (SKN) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). 4.Urusan Pendidikan, Kesehatan, Sosial dan Budaya menjadi urusan Wajib dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah 5.Pangsa Pasar Tenaga Kerja di Dalam dan Luar Negeri menuntut Persyaratan Lulusan SLTA. 6.Kemudahan bagi pihak swasta untuk menyelenggarakan layanan pendidikan formal, pendidikan non formal dan pendidikan informa 7.Terselenggaranya pelayanan kesehatan oleh sektor swasta. 1.Komitmen yang tinggi Pemerintah Pusat dan Propinsi terhadap Pendidikan yang termuat dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 31, Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 34 Tahun 1999 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Wajar Dikdas 9 Tahun di Jawa Barat. 2.Komitmen yang tinggi Pemerintah Pusat dan Propinsi terhadap Kesehatan yang termuat dalam Undang - Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan, 3.Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2001 tentang Pokjanal Posyandu serta Adanya Sistim Kesehatan Nasional (SKN) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). 4.Urusan Pendidikan, Kesehatan, Sosial dan Budaya menjadi urusan Wajib dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah 5.Pangsa Pasar Tenaga Kerja di Dalam dan Luar Negeri menuntut Persyaratan Lulusan SLTA. 6.Kemudahan bagi pihak swasta untuk menyelenggarakan layanan pendidikan formal, pendidikan non formal dan pendidikan informa 7.Terselenggaranya pelayanan kesehatan oleh sektor swasta. ANALISA PELUANG

16 1.Tingkat Kompetisi semakin tinggi akibat era globalisasi. 2.Perilaku diskriminatif orang tua/dunia usaha terhadap gender. 3.Kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak rendah terutama di daerah pantura. 4.Pengaruh budaya yang negatif sebagai dampak dari era globalisasi dan informasi. 5.Kemudahan untuk mendapat uang bagi anak usia sekolah di wilayah pantura menjadi kontra produktif terhadap minat sekolah. 6.Ditemukanya penderita penyakit HIV dan AIDS 1.Tingkat Kompetisi semakin tinggi akibat era globalisasi. 2.Perilaku diskriminatif orang tua/dunia usaha terhadap gender. 3.Kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak rendah terutama di daerah pantura. 4.Pengaruh budaya yang negatif sebagai dampak dari era globalisasi dan informasi. 5.Kemudahan untuk mendapat uang bagi anak usia sekolah di wilayah pantura menjadi kontra produktif terhadap minat sekolah. 6.Ditemukanya penderita penyakit HIV dan AIDS ANALISA ANCAMAN

17 ASPEK EKONOMI ASPEK EKONOMI

18 1.Tersedianya Sumber Daya Alam dan mineral yang potensial 2.Pembangunan ekonomi di Kabupaten Subang sesungguhnya berada pada jalur yang diharapkan (On The Track) terbukti bahwa pada puncak Krisis ekonomi di tahun 1997 dan 1998 LPE Kabupaten Subang (-7.7%) jauh di atas LPE Propinsi yang terpuruk hingga %.Dimana dari 9 sektor yang ada, sektor Pertanian, Industri pengolahan dan restaurant cukup stabil dalam memberikan kontribusi terhadap LPE 3.Jumlah KUKM dan Wisatawan Nusatantara yang cenderung meningkat terutama pasca Krisis ekonomi 4.Ditetapkannya Zona Industri seluas ha. 1.Tersedianya Sumber Daya Alam dan mineral yang potensial 2.Pembangunan ekonomi di Kabupaten Subang sesungguhnya berada pada jalur yang diharapkan (On The Track) terbukti bahwa pada puncak Krisis ekonomi di tahun 1997 dan 1998 LPE Kabupaten Subang (-7.7%) jauh di atas LPE Propinsi yang terpuruk hingga %.Dimana dari 9 sektor yang ada, sektor Pertanian, Industri pengolahan dan restaurant cukup stabil dalam memberikan kontribusi terhadap LPE 3.Jumlah KUKM dan Wisatawan Nusatantara yang cenderung meningkat terutama pasca Krisis ekonomi 4.Ditetapkannya Zona Industri seluas ha. ANALISA KEKUATAN

19 1.Tidak seimbangnya Kontribusi PDRB pertanian (38-42%) dengan tenaga kerja yang digunakan (46%-58%) Telah disebutkan sebelumnya bahwa Sektor Pertanian merupakan kontributor terbesar dalam perekonomian daerah dari tahun berkisar 38 – 42 %. Ha l ini tentu saja menjadi potensi yang menggembirakan, namun bila dibandingkan dengan faktor input dalam hal ini tenaga kerja ada hal yang harus menjadi perhatian serius karena tidak seimbangnya jumlah tenaga kerja Tahun yang berkisar %, luas kepemilikan lahan yang hanya 0,3 ha dengan hasil PDRB pertanian. Atau dengan kata lain bahwa sektor ini walaupun menjadi penyumbang terbesar dalam perekonomian Subang tetapi sesuangguhnya tidak produktif. Bahkan apabila tidak mendapat perhatian serius akan berpengaruh terhadap permasalahan lainnya kemiskinan struktural, budaya yang kontradiktif terhadap pendidikan, dan pengangguran terselubung. 2.Produk pertanian yang ada selama ini secara umum kurang bernilai tambah dan berdaya saing 3.Kepemilikan lahan masyarakat petani rata-rata 0,3 ha. 4.Penerapan Teknologi masih Rendah. 5.Kualitas SDM masih rendah 6.Jumlah Keluarga Miskin yang cenderung mengkat 7.Tingginya Pengangguran. 8.Akses untuk mendapatkan modal sulit. 9.Peningkatan Sarana Pendukung Kepariwisataan mesih belum optimal 1.Tidak seimbangnya Kontribusi PDRB pertanian (38-42%) dengan tenaga kerja yang digunakan (46%-58%) Telah disebutkan sebelumnya bahwa Sektor Pertanian merupakan kontributor terbesar dalam perekonomian daerah dari tahun berkisar 38 – 42 %. Ha l ini tentu saja menjadi potensi yang menggembirakan, namun bila dibandingkan dengan faktor input dalam hal ini tenaga kerja ada hal yang harus menjadi perhatian serius karena tidak seimbangnya jumlah tenaga kerja Tahun yang berkisar %, luas kepemilikan lahan yang hanya 0,3 ha dengan hasil PDRB pertanian. Atau dengan kata lain bahwa sektor ini walaupun menjadi penyumbang terbesar dalam perekonomian Subang tetapi sesuangguhnya tidak produktif. Bahkan apabila tidak mendapat perhatian serius akan berpengaruh terhadap permasalahan lainnya kemiskinan struktural, budaya yang kontradiktif terhadap pendidikan, dan pengangguran terselubung. 2.Produk pertanian yang ada selama ini secara umum kurang bernilai tambah dan berdaya saing 3.Kepemilikan lahan masyarakat petani rata-rata 0,3 ha. 4.Penerapan Teknologi masih Rendah. 5.Kualitas SDM masih rendah 6.Jumlah Keluarga Miskin yang cenderung mengkat 7.Tingginya Pengangguran. 8.Akses untuk mendapatkan modal sulit. 9.Peningkatan Sarana Pendukung Kepariwisataan mesih belum optimal ANALISA KELEMAHAN

20 1.Terbukanya Pasar Tenaga Kerja Luar Negeri. 2.Adanya Jejaring Agribisnis, Pariwisata dan Industri. 3.Rencana Pembangunan Jalan Tol 4.Adanya Lembaga Latihan Kerja dan Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi Tepat Guna. 1.Terbukanya Pasar Tenaga Kerja Luar Negeri. 2.Adanya Jejaring Agribisnis, Pariwisata dan Industri. 3.Rencana Pembangunan Jalan Tol 4.Adanya Lembaga Latihan Kerja dan Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi Tepat Guna. ANALISA PELUANG 1.Standarisasi produk. 2.Era persaingan pasar bebas. 1.Standarisasi produk. 2.Era persaingan pasar bebas. ANALISA ANCAMAN

21 ASPEK SARANA PRASARANA ASPEK SARANA PRASARANA

22 ANALISA KEKUATAN 1.Komitemen yang tinggi stakeholder di Kabupaten Subang terhadap penanganan infrastruktur wayah 2.Dukungan anggaran yang selalu meningkat dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan 1.Komitemen yang tinggi stakeholder di Kabupaten Subang terhadap penanganan infrastruktur wayah 2.Dukungan anggaran yang selalu meningkat dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan

23 1.Struktur tanah yang labil terutama di daerah pantura menyebabkan kerusakan jalan relatif tinggi mencapai 49 % 2. Beban kendaraan yang relatif tinggi 3.Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan irigasi akibat hilangnya organisasi P3A Mitra Cai 1.Struktur tanah yang labil terutama di daerah pantura menyebabkan kerusakan jalan relatif tinggi mencapai 49 % 2. Beban kendaraan yang relatif tinggi 3.Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan irigasi akibat hilangnya organisasi P3A Mitra Cai ANALISA KELEMAHAN 1.Standarisasi produk. 2.Era persaingan pasar bebas. 1.Standarisasi produk. 2.Era persaingan pasar bebas. ANALISA ANCAMAN 1.Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap sarana prasarana insfrastruktur yang ada sebagai contoh para pengguna jalan yang melintasi jalan Kabupaten, tidak mengindahkan batasan maksimum beban jalan, demikian juga terhadap sarana irigasi yang tidak terpelihara dengan baik. 2.Kondisi tanah yang labil terutama di daerah pantura menyebabkan jalan yang ada mudah mengalami kerusakan 3.Belum optimalnya mekanisme dan penyediaan dana dalam pengelolaan infrastrukturPengelolaan Infrastruktur sebagian besar dilakukan oleh Pemerintah yang kemampuan pendanaannya masih terbatas. Dana Pemerintah untuk pengelolaan infrastruktur masih jauh lebih rendah dari yang dibutuhkan. Dengan dana yang sangat terbatas tersebut, secara umum pemerintah hanya dapat melakukan kegiatan operasi dan pemeliharaan terhadap infrastruktur yang ada. Sedangkan kegiatan pembangunan, peningkatan dan rehabilitasi infrastruktur yang membutuhkan dana relatif besar seringkali tertunda bahkan tidak dapat terlaksana 4.Tingginya endapan Lumpur di saluran irigasi, kali pembuang dan di muara. 5.Kurang terpeliharanya saluran irigasi tersier bahkan tidak sedikit saluran cacing hillang. 1.Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap sarana prasarana insfrastruktur yang ada sebagai contoh para pengguna jalan yang melintasi jalan Kabupaten, tidak mengindahkan batasan maksimum beban jalan, demikian juga terhadap sarana irigasi yang tidak terpelihara dengan baik. 2.Kondisi tanah yang labil terutama di daerah pantura menyebabkan jalan yang ada mudah mengalami kerusakan 3.Belum optimalnya mekanisme dan penyediaan dana dalam pengelolaan infrastrukturPengelolaan Infrastruktur sebagian besar dilakukan oleh Pemerintah yang kemampuan pendanaannya masih terbatas. Dana Pemerintah untuk pengelolaan infrastruktur masih jauh lebih rendah dari yang dibutuhkan. Dengan dana yang sangat terbatas tersebut, secara umum pemerintah hanya dapat melakukan kegiatan operasi dan pemeliharaan terhadap infrastruktur yang ada. Sedangkan kegiatan pembangunan, peningkatan dan rehabilitasi infrastruktur yang membutuhkan dana relatif besar seringkali tertunda bahkan tidak dapat terlaksana 4.Tingginya endapan Lumpur di saluran irigasi, kali pembuang dan di muara. 5.Kurang terpeliharanya saluran irigasi tersier bahkan tidak sedikit saluran cacing hillang.

24 1.Struktur tanah yang labil terutama di daerah pantura menyebabkan kerusakan jalan relatif tinggi mencapai 49 % 2. Beban kendaraan yang relatif tinggi 3.Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan irigasi akibat hilangnya organisasi P3A Mitra Cai 1.Struktur tanah yang labil terutama di daerah pantura menyebabkan kerusakan jalan relatif tinggi mencapai 49 % 2. Beban kendaraan yang relatif tinggi 3.Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan irigasi akibat hilangnya organisasi P3A Mitra Cai LANJUTAN ……………… 1.Standarisasi produk. 2.Era persaingan pasar bebas. 1.Standarisasi produk. 2.Era persaingan pasar bebas. ANALISA ANCAMAN 6.cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Subang baru mencapai 75 %, sedangkan untuk pelayanan air minum PDAM sampai tahun 2005 baru mencapai rumah tangga dimana dari 22 kecamatan baru 14 yang terlayani dan sisanya belum terlayaninya yakni kecamatan : Tanjungsiang, Cijambe, Cibogo, Cipeundeuy, Pabuaran, Cikaum dan Legonkulon. Sedangkan untuk sarana listrik masih terdapat 5 kecamatan yang presentase jumlah konsumen kurang dari 50 %. Kecamatan tersebut secara berurutan adalah Ciasem, Cikaum, Blanakan, Cipunagara, dan yang terkecil persentasenya adalah Kecamatan Legonkulon (25,81%). 7.Sarana penampungan sampah yang tersedia, kurang memadai dan tidak seimbang dengan luas wilayah pelayanan dan volume sampah yang harus ditampung 8.Masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam memelihara kebersihan dan keindahan Kota. 6.cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Subang baru mencapai 75 %, sedangkan untuk pelayanan air minum PDAM sampai tahun 2005 baru mencapai rumah tangga dimana dari 22 kecamatan baru 14 yang terlayani dan sisanya belum terlayaninya yakni kecamatan : Tanjungsiang, Cijambe, Cibogo, Cipeundeuy, Pabuaran, Cikaum dan Legonkulon. Sedangkan untuk sarana listrik masih terdapat 5 kecamatan yang presentase jumlah konsumen kurang dari 50 %. Kecamatan tersebut secara berurutan adalah Ciasem, Cikaum, Blanakan, Cipunagara, dan yang terkecil persentasenya adalah Kecamatan Legonkulon (25,81%). 7.Sarana penampungan sampah yang tersedia, kurang memadai dan tidak seimbang dengan luas wilayah pelayanan dan volume sampah yang harus ditampung 8.Masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam memelihara kebersihan dan keindahan Kota.

25 ANALISA PELUANG Masih adanya daerah yang potensial rawan bencana ANALISA ANCAMAN 1.Adanya alternatif berbagai macam teknologi dalam penanganan jalan 2.Adanya rencana pembangunan infrastruktur Jalan tol 3.Adanya Kebijakan baru dalan penanganan irigasi melalui PKPI 1.Adanya alternatif berbagai macam teknologi dalam penanganan jalan 2.Adanya rencana pembangunan infrastruktur Jalan tol 3.Adanya Kebijakan baru dalan penanganan irigasi melalui PKPI

26 DASAR PENENTUAN VISI DASAR PENENTUAN VISI

27 ANALISIS KONTRIBUSI THDP LPE TAHUNPERTANIANINDUSTRI PENGOLAHANRESTAURAN %8.01 %5.72 % %7.94 %5.85 % %7.82 %5.77 % %7.67 %5.71 % %7.24 %5.92 % %5.63 %6.23 % %5.30 %6.20 % %5.24 %5.98 % %5.12 %6.08 % %4.97 %5.90 % %4.82 %5.85 % ,01 %13,67 %6,61 % ,06 %13,84 %6,70 % ada 3 sektor terbesar dan cukup tegar terhadap krisis ekonomi yakni Pertanian (Agrobusines), Industri Pengolahan (Industri) dan Restauran (Pariwisata). I

28 KEUNGGULAN LAINNYA AGRIBISNIS : (1)Agribisnis merupakan aktivitas ekonomi yang berbasis pada sumber daya lokal. Karena akan membuka peluang untuk memunculkan sektor ekonomi yang mempunyai keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dalam konteks regional nasional atau global. (2)Agribisnis merupakan kegiatan ekonomi yang berbasis pada sumber daya hayati yang dapat diperbaharui (renewable resources). Oleh karena itu diperlukan suatu aktivitas ekonomi yang berbasis pada penggunaan sumber daya yang dapat diperbaharui. (3)Agribisnis merupakan kegiatan ekonomi yang dilibatkan aktivitas ekonomi masyarakat mayoritas. Pembangunan ekonomi daerah otonom adalah pembangunan yang dilakukan oleh dan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat setempat. Oleh karena itu pembangunan ekonomi di daerah otonom memerlukan keterlibatan mayoritas masyarakat lokal. (4)Agribisnis sebagai sektor ekonomi yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi pangan, serat dan papan. Produk-produk tersebut merupakan kebutuhan dasar yang tidak akan pernah berkurang sejalan dengan perkembangan penduduk. (5)Agribisnis merupakan fondasi perkembangan ekonomi. Banyak negara yang perekonomiannya berkembang menjadi negara maju diawali dengan perkembangan sektor pertanian yang tangguh. KEUNGGULAN LAINNYA AGRIBISNIS : (1)Agribisnis merupakan aktivitas ekonomi yang berbasis pada sumber daya lokal. Karena akan membuka peluang untuk memunculkan sektor ekonomi yang mempunyai keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dalam konteks regional nasional atau global. (2)Agribisnis merupakan kegiatan ekonomi yang berbasis pada sumber daya hayati yang dapat diperbaharui (renewable resources). Oleh karena itu diperlukan suatu aktivitas ekonomi yang berbasis pada penggunaan sumber daya yang dapat diperbaharui. (3)Agribisnis merupakan kegiatan ekonomi yang dilibatkan aktivitas ekonomi masyarakat mayoritas. Pembangunan ekonomi daerah otonom adalah pembangunan yang dilakukan oleh dan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat setempat. Oleh karena itu pembangunan ekonomi di daerah otonom memerlukan keterlibatan mayoritas masyarakat lokal. (4)Agribisnis sebagai sektor ekonomi yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi pangan, serat dan papan. Produk-produk tersebut merupakan kebutuhan dasar yang tidak akan pernah berkurang sejalan dengan perkembangan penduduk. (5)Agribisnis merupakan fondasi perkembangan ekonomi. Banyak negara yang perekonomiannya berkembang menjadi negara maju diawali dengan perkembangan sektor pertanian yang tangguh.

29 INDUSTRI :  Sektor Industri sangat berdampak pada penanggulangan pengangguran dan kemiskinan karena memberi kesempatan peluang kerja bagi penduduk di Kabupaten Subang  Adanya peluang zona industri akan lebih termanfaatkan dengan rencana pembangunan jalan tol di Kabupaten Subang  Kecenderungan tingginya nilai produksi UKM di Kabupaten Subang sebagaimana tabel di bawah ini : INDUSTRI :  Sektor Industri sangat berdampak pada penanggulangan pengangguran dan kemiskinan karena memberi kesempatan peluang kerja bagi penduduk di Kabupaten Subang  Adanya peluang zona industri akan lebih termanfaatkan dengan rencana pembangunan jalan tol di Kabupaten Subang  Kecenderungan tingginya nilai produksi UKM di Kabupaten Subang sebagaimana tabel di bawah ini : Tabel 2 Perkembangan nilai produksi UKM di Kabupaten Subang Tahun Nilai Produksi6,07 M15,9 M18,0 M18.1 M21,9 M36,0 M39,8 M Tahun Nilai Produksi40,2 M42,3 M45,3 M56,6 M62,7 M62,9 M

30 PARIWISATA :  Banyaknya potensi wisata alam yang memberikan peluang untuk di kembangkan  Relatif banyaknya kunjungan wisatawan Nusantara dan Wisatawan Mancanegara ke Kabupaten Subang sebagaimana tabel di bawah ini : PARIWISATA :  Banyaknya potensi wisata alam yang memberikan peluang untuk di kembangkan  Relatif banyaknya kunjungan wisatawan Nusantara dan Wisatawan Mancanegara ke Kabupaten Subang sebagaimana tabel di bawah ini : Tahun Wisnu Wisman Tahun Wisnu Wisman

31 ANALISIS GROWTH AND SHARE ANALISIS GROWTH AND SHARE PERDAGANGAN INDUSTRI PENGOLAHAN RESTAURAN JASA PEMERINTAHAN UMUM KONDISI STABIL PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI KONDISI POTENSIAL PERTANIAN KONDISI MENURUN BANGUNAN DAN KONSTRUKSI KONDISI RENDAH SHARE GROWTH 2

32 HASIL ANALISA GROWTH DAN SHARE KEGIATAN UTAMA (CORE BUSINES) YANG TERPILIH : PERDAGANGAN STABIL (Sektor ini memiliki pertumbuhan di atas rata-rata dan memiliki kontribusi di atas rata-rata tetapi di bawah sektor pertanian, hal ini disebabkan dalam kondisi krisis moneter ternyata usaha yang paling mudah dan menguntungkan adalah perdagangan baik pedagang besar maupun eceran. Hal ini tercermin dari makin banyaknya toko modern, toko, kios, warung. Hal ini tentu saja menjadi peluang manakala sektor pertanian dapat memanfatkannya secara optimal. Misalnya bahwa hasil pertanian Subang dapat tersaji bukan hanya di pasar tradisional tetapi ditoko-toko modern sehingga meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk itu sendiri. Dengan demikian perdagangan dan sektor pertanian menjadi kekuatan yang tidak dapat terpisahkan dan saling menunjang. PERTANIAN MENURUN (Hal Ini Disebabkan Sektor Ini Mengalami Kejenuhan Akibat Nilai Tambah Dan Daya Saing yang Kurang Tetapi Memiliki Kontribusi Terbesar Dalam Pertumbuhan Perekonomian Daerah, sehingga tetap harus dipertahankan danditingkatkan KEGIATAN UTAMA (CORE BUSINES) YANG TERPILIH : PERDAGANGAN STABIL (Sektor ini memiliki pertumbuhan di atas rata-rata dan memiliki kontribusi di atas rata-rata tetapi di bawah sektor pertanian, hal ini disebabkan dalam kondisi krisis moneter ternyata usaha yang paling mudah dan menguntungkan adalah perdagangan baik pedagang besar maupun eceran. Hal ini tercermin dari makin banyaknya toko modern, toko, kios, warung. Hal ini tentu saja menjadi peluang manakala sektor pertanian dapat memanfatkannya secara optimal. Misalnya bahwa hasil pertanian Subang dapat tersaji bukan hanya di pasar tradisional tetapi ditoko-toko modern sehingga meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk itu sendiri. Dengan demikian perdagangan dan sektor pertanian menjadi kekuatan yang tidak dapat terpisahkan dan saling menunjang. PERTANIAN MENURUN (Hal Ini Disebabkan Sektor Ini Mengalami Kejenuhan Akibat Nilai Tambah Dan Daya Saing yang Kurang Tetapi Memiliki Kontribusi Terbesar Dalam Pertumbuhan Perekonomian Daerah, sehingga tetap harus dipertahankan danditingkatkan

33 Hal yang menyebabkan kejenuhan pada sektor pertanian/agribisnis adalah : Hasil secara makro dari sektor pertanian hanya menyumbangkan sekitar 38 % dari jumlah tenaga kerja yang mencapai % Kepemilikan lahan hanya mencapai 0.31 ha dgn demikian tenaga kerja di sektor pertanian kebanyakan hanya buruh tanu dan petani gurem Kesuburan tanah yang berkurang akibat pemanfaatan yang terus menerus solusinya : Optimalisasi keterlibatan seluruh unsur pelaku bisnis dan seluruh unsur pemerintahan daerah dalam penyusunan rencana pembangunan mulai dari pengadaan input pertanian, para petani produsen produk primer, para pengolah hasil dan para pemasar hasil pertanian Pentahapan yang jelas dan terarah mengenai tahapan pencapaian daerah agribisnis yang nantinya akan dituangkan secara bertahap dalam arah kebijakan lima tahunan dengan memperhatikan potensi kewilayahan. Transformasi lapangan kerja dengan menumbuhkan sentra sentra UKM di tiap kecamatan yang memiliki nilai produk competitive dan comparativ Hal yang menyebabkan kejenuhan pada sektor pertanian/agribisnis adalah : Hasil secara makro dari sektor pertanian hanya menyumbangkan sekitar 38 % dari jumlah tenaga kerja yang mencapai % Kepemilikan lahan hanya mencapai 0.31 ha dgn demikian tenaga kerja di sektor pertanian kebanyakan hanya buruh tanu dan petani gurem Kesuburan tanah yang berkurang akibat pemanfaatan yang terus menerus solusinya : Optimalisasi keterlibatan seluruh unsur pelaku bisnis dan seluruh unsur pemerintahan daerah dalam penyusunan rencana pembangunan mulai dari pengadaan input pertanian, para petani produsen produk primer, para pengolah hasil dan para pemasar hasil pertanian Pentahapan yang jelas dan terarah mengenai tahapan pencapaian daerah agribisnis yang nantinya akan dituangkan secara bertahap dalam arah kebijakan lima tahunan dengan memperhatikan potensi kewilayahan. Transformasi lapangan kerja dengan menumbuhkan sentra sentra UKM di tiap kecamatan yang memiliki nilai produk competitive dan comparativ

34 INDUSTRI PENGOLAHAN STABIL Hal yang menyebabkan sempat turunnya industri pengolahan pada saat krisis ekonomi adalah karena : Industri kecil dan menengah bahan baku nya tidak berasal dari alam / padat modal dan terkena pengaruh kurs dollar INDUSTRI PENGOLAHAN STABIL Hal yang menyebabkan sempat turunnya industri pengolahan pada saat krisis ekonomi adalah karena : Industri kecil dan menengah bahan baku nya tidak berasal dari alam / padat modal dan terkena pengaruh kurs dollar

35 RESTAURAN STABIL (SEKTOR INI STABIL KARENA PERTUMBUHAN DI ATAS RATA-RATA DAN KONTRIBUSINYA DI ATAS RATA-RATA AKAN TETAPI PERLU DITINGKATKAN Peningkatan Sektor ini dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat walaupun sempat menurun pada saat krisis tetapi meningkat kembali secara signifikan setelah krisis terjadi. Selain itu sektor ini sangat ditunjang oleh potensi alam dan budaya di Kabupaten Subang yang cukup potensial untuk dikembangkan RESTAURAN STABIL (SEKTOR INI STABIL KARENA PERTUMBUHAN DI ATAS RATA-RATA DAN KONTRIBUSINYA DI ATAS RATA-RATA AKAN TETAPI PERLU DITINGKATKAN Peningkatan Sektor ini dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat walaupun sempat menurun pada saat krisis tetapi meningkat kembali secara signifikan setelah krisis terjadi. Selain itu sektor ini sangat ditunjang oleh potensi alam dan budaya di Kabupaten Subang yang cukup potensial untuk dikembangkan

36 KESIMPULAN 2 ANALISIS Hasil Analisis Kontribusi Terhadap LPE PERTA NIAN (AGB) INDUS TRI PENG OLAHA N PARIW ISATA Hasil Analisis Growth dan Share BERB U DAYA PERTA NIAN (AGB) INDUS TRI PENG OLAHA N PARIW ISATA GOTON G ROYON G LINGKU NGAN RELIGI US COREBUSINES / KEGIATAN UTAMA PRASYARAT KEBERHASILAN VISI

37 KESIMPULAN PEMILIHAN VISI DARI BERBAGAI ALTERNATIF PILIHAN DARI HASIL MUSRENBANG RPJPD DI TINGKAT KECAMATAN Terwujudnya Kabupaten Subang sebagai Daerah Agribisnis, Pariwisata dan Industri yang Berwawasan Lingkungan dan Religius serta Berbudaya melalui Pembangunan Berbasis Gotong Royong pada Tahun 2025

38 LANJUTAN …………. SELAIN ITU DALAM VISI SUBANG, DITUANGKAN PULA PRASYARAT KEBERHASILAN PEMBANGUNAN YANG HARUS DILAKSANAKAN DALAM KURUN WAKTU 20 TAHUN KE DEPAN DENGAN PENJELASAN SEBAGAI BERIKUT :  BERWAWASAN LINGKUNGAN PEMBANGUNAN HARUS MEMPERHATIKAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN MENGINGAT SUMBER DAYA ALAM SIFATNYA TERBATAS. DENGAN DEMIKIAN RASIONALISASI PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM AKAN MENJAMIN KELANGSUNGAN PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN.  BERBUDAYA PEMBANGUNAN YANG DILAKSANAKAN HARUS MAMPU MENINGKATKAN KUALITAS MASYARAKAT YANG BERBUDAYA SEBAGAI PRASYARAT KEBERHASILAN PEMBANGUNAN YAKNI MASYARAKAT YANG BEPENDIDIKAN, SEHAT, SEJAHTERA, DEMOKRATIS, DAN MENJUNJUNG SUPREMASI HUKUM.  RELIGIUS PEMBANGUNAN YANG DILAKSANAKAN HARUS MAMPU MENINGKATKAN MASYARAKAT YANG AGAMIS SEBAGAI PENYEIMBANG ANTARA KEBUTUHAN JASMANI DAN ROHANI  GOTONG ROYONG POLA GOTONG ROYONG OLEH SEMUA PIHAK TERBUKTI AKAN SANGAT EFEKTIF DALAM MENUNTASKAN PERMASALAHAN DI KABUPATEN SUBANG, SEHINGGA MEMERCEPAT TERWUJUDNYA SUBANG YANG MAJU DAN SEJAHTERA.

39 MISI KABUPATEN SUBANG 1.MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS 2.MEWUJUDKAN PEREKONOMIAN DAERAH YANG TANGGUH BERBASIS AGRIBISNIS, PARIWISATA DAN INDUSTRI 3.MEWUJUDKAN LINGKUNGAN HIDUP YANG ASRI DAN LESTARI 4.MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK 1.MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS 2.MEWUJUDKAN PEREKONOMIAN DAERAH YANG TANGGUH BERBASIS AGRIBISNIS, PARIWISATA DAN INDUSTRI 3.MEWUJUDKAN LINGKUNGAN HIDUP YANG ASRI DAN LESTARI 4.MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK

40 MISI 1 : MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS MISI DIJABARKAN KE DALAM ARAH PEMBANGUNAN YANG TERDIRI DARI TUJUAN DAN SASARAN TUJUAN MISI I : 1.MEWUJUDKAN SDM YANG SEHAT 2.MEWUJUDKAN SDM YANG BERPENDIDIKAN 3.MEWUJUDKAN SDM YANG BERIMAN, BERTAQWA, DAN BERAKHLAK MULIA 4.MEWUJUDKAN SDM YANG BERBUDAYA, PRODUKTIF, MANDIRI, MAJU DAN BERDAYA SAING MISI DIJABARKAN KE DALAM ARAH PEMBANGUNAN YANG TERDIRI DARI TUJUAN DAN SASARAN TUJUAN MISI I : 1.MEWUJUDKAN SDM YANG SEHAT 2.MEWUJUDKAN SDM YANG BERPENDIDIKAN 3.MEWUJUDKAN SDM YANG BERIMAN, BERTAQWA, DAN BERAKHLAK MULIA 4.MEWUJUDKAN SDM YANG BERBUDAYA, PRODUKTIF, MANDIRI, MAJU DAN BERDAYA SAING

41 TUJUAN 1 : MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG SEHAT INDIKASI KEBERHASILAN TUJUAN ADALAH : AHH DI TAHUN 2025 MENCAPAI 79,11 TAHUN DAN AKB 28 / 100- KH (KONDISI HARD ROCK) ARTINYA KEMATIAN BAYI HANYA DISEBABKAN OLEH FAKTOR GENETIK (ANGKA PROYEKSI RATA-RATA DARI TAHUN ) SASARAN : 1.MENINGKATNYA PELAYANAN KESEHATAN - BANGUNAN PUSKESMAS BAIK : 100 % - BANGUNAN PUSTU BAIK : 90 % - BANGUNAN POLINDES BAIK : 80 % - LAYANAN GAKIN : 100 %. DLL 2.MENINGKATNYA KUALITAS LINGKUNGAN - CAKUPAN JAMBAN KELUARGA : 90 % - CAKUPAN PENGGUNAAN AIR BERSIH : 92 % DLL 3. MENINGKATNYA PERILAKU BUDAYA YANG MEMAHAMI KESEHATAN - MASAYARAKAT BERSTANDAR PHBS : 80 % DLL INDIKASI KEBERHASILAN TUJUAN ADALAH : AHH DI TAHUN 2025 MENCAPAI 79,11 TAHUN DAN AKB 28 / 100- KH (KONDISI HARD ROCK) ARTINYA KEMATIAN BAYI HANYA DISEBABKAN OLEH FAKTOR GENETIK (ANGKA PROYEKSI RATA-RATA DARI TAHUN ) SASARAN : 1.MENINGKATNYA PELAYANAN KESEHATAN - BANGUNAN PUSKESMAS BAIK : 100 % - BANGUNAN PUSTU BAIK : 90 % - BANGUNAN POLINDES BAIK : 80 % - LAYANAN GAKIN : 100 %. DLL 2.MENINGKATNYA KUALITAS LINGKUNGAN - CAKUPAN JAMBAN KELUARGA : 90 % - CAKUPAN PENGGUNAAN AIR BERSIH : 92 % DLL 3. MENINGKATNYA PERILAKU BUDAYA YANG MEMAHAMI KESEHATAN - MASAYARAKAT BERSTANDAR PHBS : 80 % DLL

42 TUJUAN 2 : MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERPENDIDIKAN INDIKASI KEBERHASILAN TUJUAN ADALAH : SUBANG TELAH MENUNTASKAN WAJIB BELAJAR 12 TAHUN (SETINGKAT SMA) DIMANA TAHUN 2025 RRLS MENCAPAI 12,56 DAN AMH MENCAPAI : 97,8 % (ANGKA PROYEKSI RATA-RATA DARI TAHUN ) SASARAN : 1.MENINGKATNYA PELAYANAN PENDIDIKAN DASAR - DO SD, SMP DI TAHUN 2025 : 0 % - BANGUNAN SD BAIK DAN SEDANG : 100 % SEJAK TAHUN BANGUNAN SLTP BAIK DAN SEDANG : 100 % DI AKHIR RPJMD 2 2.MENINGKATNYA PELAYANAN PENDIDIKAN MENENGAH - DO SLTA DI TAHUN 2025 : 0 % - BANGUNAN SLTA BAIK DAN SEDANG : 100 % DI AKHIR RPJMD 2 - ADANYA BANGUNAN SMK DI TIAP KECAMATAN DI AKHIR RPJMD 2 - JUMLAH LULUSAN SMK YANG MASUK PASAR KERJA (2025) : 50 % 3. MENINGKATNYA KUALITAS TENAGA PENDIDIK DAN KESEJAHTERAAN PENDIDIK DLL INDIKASI KEBERHASILAN TUJUAN ADALAH : SUBANG TELAH MENUNTASKAN WAJIB BELAJAR 12 TAHUN (SETINGKAT SMA) DIMANA TAHUN 2025 RRLS MENCAPAI 12,56 DAN AMH MENCAPAI : 97,8 % (ANGKA PROYEKSI RATA-RATA DARI TAHUN ) SASARAN : 1.MENINGKATNYA PELAYANAN PENDIDIKAN DASAR - DO SD, SMP DI TAHUN 2025 : 0 % - BANGUNAN SD BAIK DAN SEDANG : 100 % SEJAK TAHUN BANGUNAN SLTP BAIK DAN SEDANG : 100 % DI AKHIR RPJMD 2 2.MENINGKATNYA PELAYANAN PENDIDIKAN MENENGAH - DO SLTA DI TAHUN 2025 : 0 % - BANGUNAN SLTA BAIK DAN SEDANG : 100 % DI AKHIR RPJMD 2 - ADANYA BANGUNAN SMK DI TIAP KECAMATAN DI AKHIR RPJMD 2 - JUMLAH LULUSAN SMK YANG MASUK PASAR KERJA (2025) : 50 % 3. MENINGKATNYA KUALITAS TENAGA PENDIDIK DAN KESEJAHTERAAN PENDIDIK DLL

43 TUJUAN 3 : MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERIMAN, BERTAQWA DAN BERAKLAHK MULIA INDIKASI KEBERHASILAN TUJUAN ADALAH : MENINGKATNYA KERUKUNAN HIDUP UMAT BERAGAMA, SEHINGGA TERCIPT RASA SALING PERCAYA TENGGANG RASA DAN HARMONIS SASARAN : 1.MENINGKATNYA KERUKUNAN HIDUP UAMT BERAGAMA 2.MENINGKATNYA SDM YANG MEMILIKI KEMAMPUAN SQ, EQ DAN SCQ INDIKASI KEBERHASILAN TUJUAN ADALAH : MENINGKATNYA KERUKUNAN HIDUP UMAT BERAGAMA, SEHINGGA TERCIPT RASA SALING PERCAYA TENGGANG RASA DAN HARMONIS SASARAN : 1.MENINGKATNYA KERUKUNAN HIDUP UAMT BERAGAMA 2.MENINGKATNYA SDM YANG MEMILIKI KEMAMPUAN SQ, EQ DAN SCQ

44 TUJUAN 4 : MEWUJUDKAN SDM YANG BERBUDAYA, PRODUKTIF, MANDIRI, MAJU DAN BERDAYA SAING SASARAN : 1.MENINGKATNYA LPP 2.MNEKNGKATNYA KETERAMPILAN CALON TENAGA KERJA DAN TENAGA KERJA 3.MENINGKATNYA KESTARAAN GENDER D BERBAGAI BIDANG 4.MENINGKATNYA KREATIFITAS PEMUDA DAN PRESTASI OLAH RAGA SASARAN : 1.MENINGKATNYA LPP 2.MNEKNGKATNYA KETERAMPILAN CALON TENAGA KERJA DAN TENAGA KERJA 3.MENINGKATNYA KESTARAAN GENDER D BERBAGAI BIDANG 4.MENINGKATNYA KREATIFITAS PEMUDA DAN PRESTASI OLAH RAGA

45 MISI 2 : MEWUJUDKAN PEREKONOMIAN DAERAH YANG TANGGUH BERBASIS AGRIBISNIS, PARIWISATA DAN INDUSTRI TUJUAN MISI 2 : 1.MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DAERAH 2.MENINGKATKAN INFRASTRUKTUR WILAYAH DALAM RANGKA MENDUKUNG AGRIBISNIS, PARIWISATA DAN INDUSTRI SERTA PELAYANAN LAINNYA 3.MEMBUKA PELUANG SEBESAR-BESARNYA SEBAGAI KAWASAN YANG MENARIK UNTUK INVESTASI TUJUAN MISI 2 : 1.MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DAERAH 2.MENINGKATKAN INFRASTRUKTUR WILAYAH DALAM RANGKA MENDUKUNG AGRIBISNIS, PARIWISATA DAN INDUSTRI SERTA PELAYANAN LAINNYA 3.MEMBUKA PELUANG SEBESAR-BESARNYA SEBAGAI KAWASAN YANG MENARIK UNTUK INVESTASI

46 TUJUAN 1 : MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DAERAH INDIKASI KEBERHASILAN TUJUAN ADALAH : -MENUNURUNNA ANGKA KEMISKINAN DI TAHUN 2025 : 20 % -MENUNURUNNA ANGKA PENGANGGURAN DI TAHUN 2025 : 20 RIBUAN -MENINGKATNYA PDRB (ADHK) DI TAHUN 2025 : 422 TRILLIUN -MENINGKATNYA PDRB PERKAPITA (ADHB) DI THN 2025 : 11 JUTA-AN -MENINGKATNYA DAYA BELI DI TAHUN 2025 : 703 RIBUAN SASARAN TUJUAN 1: 1.MENINGKATNYA USAHA AGRIBISNIS 2.MENINGKATNYA USAHA INDUSTRI 3.MENINGKATNYA USAHA KEPARIWISATAAN 4.MENINGKATNYA USAHA PEREKONOMIAN LAINNYA MENINGKATKAN INFRASTRUKTUR WILAYAH DALAM RANGKA MENDUKUNG AGRIBISNIS, PARIWISATA DAN INDUSTRI SERTA PELAYANAN LAINNYA 1.MEMBUKA PELUANG SEBESAR-BESARNYA SEBAGAI KAWASAN YANG MENARIK UNTUK INVESTASI INDIKASI KEBERHASILAN TUJUAN ADALAH : -MENUNURUNNA ANGKA KEMISKINAN DI TAHUN 2025 : 20 % -MENUNURUNNA ANGKA PENGANGGURAN DI TAHUN 2025 : 20 RIBUAN -MENINGKATNYA PDRB (ADHK) DI TAHUN 2025 : 422 TRILLIUN -MENINGKATNYA PDRB PERKAPITA (ADHB) DI THN 2025 : 11 JUTA-AN -MENINGKATNYA DAYA BELI DI TAHUN 2025 : 703 RIBUAN SASARAN TUJUAN 1: 1.MENINGKATNYA USAHA AGRIBISNIS 2.MENINGKATNYA USAHA INDUSTRI 3.MENINGKATNYA USAHA KEPARIWISATAAN 4.MENINGKATNYA USAHA PEREKONOMIAN LAINNYA MENINGKATKAN INFRASTRUKTUR WILAYAH DALAM RANGKA MENDUKUNG AGRIBISNIS, PARIWISATA DAN INDUSTRI SERTA PELAYANAN LAINNYA 1.MEMBUKA PELUANG SEBESAR-BESARNYA SEBAGAI KAWASAN YANG MENARIK UNTUK INVESTASI

47 MENINGKATNYA USAHA AGRIBISNIS PADA PERIODE AKHIR RPJPD PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DIARAHKAN PADA : -KETAHANAN PANGAN SEMAKIN MANTAP -MELUASNYA SENTRA-SENTRA PRODUKSI YANG MEMENUHI STANDAR PASAR -PEMANTAPAN PELUANG PASAR KE LUAR DAERAH -PADA TAHAP INI PENGUSAHA SUDAH MAMPU SECARA MANDIRI MELAKUKAN JARINGAN BISNIS YANG LUAS -TRANSFORMASI TENAGA KERJA YANG KURANG PRODUKTIF (TERUTAMA PERTANIAN) BERALIH SECARA PASTI KARENA DIDUKUNG KEMITRAAN OLEH PENGUSAHA YANG TELAH MAJU. PADA PERIODE AKHIR RPJPD PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DIARAHKAN PADA : -KETAHANAN PANGAN SEMAKIN MANTAP -MELUASNYA SENTRA-SENTRA PRODUKSI YANG MEMENUHI STANDAR PASAR -PEMANTAPAN PELUANG PASAR KE LUAR DAERAH -PADA TAHAP INI PENGUSAHA SUDAH MAMPU SECARA MANDIRI MELAKUKAN JARINGAN BISNIS YANG LUAS -TRANSFORMASI TENAGA KERJA YANG KURANG PRODUKTIF (TERUTAMA PERTANIAN) BERALIH SECARA PASTI KARENA DIDUKUNG KEMITRAAN OLEH PENGUSAHA YANG TELAH MAJU.

48 MENINGKATNYA USAHA INDUSTRI PADA PERIODE AKHIR RPJPD PENGEMBANGAN INDUSTRI DITANDAI OLEH : -KONTRIBUSI INDUSTRI PDA PEREKONOMIN DAERAH LEBIH DARI 30 % (SESUAI KRITERIAN UNIDO-PBB) -PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI YANG BERORIENTASI PASAR NASIONAL BAHKAN EKSPOR SERTA MAMPU MENCIPTAKAN KESEMPATAN KERJA DALAM JUMLAH BESAR. PADA PERIODE AKHIR RPJPD PENGEMBANGAN INDUSTRI DITANDAI OLEH : -KONTRIBUSI INDUSTRI PDA PEREKONOMIN DAERAH LEBIH DARI 30 % (SESUAI KRITERIAN UNIDO-PBB) -PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI YANG BERORIENTASI PASAR NASIONAL BAHKAN EKSPOR SERTA MAMPU MENCIPTAKAN KESEMPATAN KERJA DALAM JUMLAH BESAR.

49 MENINGKATNYA USAHA PARIWISATA PADA PERIODE AKHIR RPJPD PENGEMBANGAN PARIWISATA DITANDAI OLEH : PENINGKATAN KEUNGGULAN PARIWISATA MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK WISATA YANG UNIK, TRADISOINAL DAN MENCERMINKAN JATI DIRI KABUPATEN SUBANG YANG BERAKAR PADA ALAM, SENI DAN BUDAYA. SERTA MELALUI PENINGKATAN KINERJA OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA YANG BERDAYA SAING DAN MEMANFAATKAN SUMBER DAYA SECARA BERKELANJUTAN DAN BRWAWASAN LINGKUNGAN. PADA PERIODE AKHIR RPJPD PENGEMBANGAN PARIWISATA DITANDAI OLEH : PENINGKATAN KEUNGGULAN PARIWISATA MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK WISATA YANG UNIK, TRADISOINAL DAN MENCERMINKAN JATI DIRI KABUPATEN SUBANG YANG BERAKAR PADA ALAM, SENI DAN BUDAYA. SERTA MELALUI PENINGKATAN KINERJA OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA YANG BERDAYA SAING DAN MEMANFAATKAN SUMBER DAYA SECARA BERKELANJUTAN DAN BRWAWASAN LINGKUNGAN.

50 TUJUAN 2 : MENINGKATKAN INFRASTRUKTUR WILAYAH DALAM RANGKA MENDUKUNG AGRIBISNIS, PARIWISATA DAN INDUSTRI SERTA PELAYANAN LAINNYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DIARAHKAN SELAIN PENUNJANG PEREKOOMIAN DAN PELAYANAN TETAPI JUGA DIHARAPKAN AKAN MENDUKUNG CORE BUSINES LAINNYA DALAM HAL INI INDUSTRI DAN PARIWISATA. UNTUK ITU SASARANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT : 1.JALAN DESA DENGAN KONDISI BAIK 2.JEMBATAN ANTAR DESA DENGAN KONDISI BAIK 3.JALAN KABUPATEN DENGAN KONDISI BAIK DAN SEDANG 92,18 % 4.JEMBATAN PADA RUAS JALAN KABUPATEN DENGAN KONDISI BAIK 100% 5.JALAN MENUJU OBYEK WISATA DENGAN KONDISI BAIK 6.JALAN MENUJU KAWASAN INDUSTRI IDEAL DENGAN KONDISI BAIK 7.CAKUPAN LAYANAN IRIGASI DENGAN KONDISI BAIK 8.CAKUPAN LAYANAN AIR BERSIH 92 % 9.CAKUPAN LAYANAN LISTRIK : 100 % PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DIARAHKAN SELAIN PENUNJANG PEREKOOMIAN DAN PELAYANAN TETAPI JUGA DIHARAPKAN AKAN MENDUKUNG CORE BUSINES LAINNYA DALAM HAL INI INDUSTRI DAN PARIWISATA. UNTUK ITU SASARANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT : 1.JALAN DESA DENGAN KONDISI BAIK 2.JEMBATAN ANTAR DESA DENGAN KONDISI BAIK 3.JALAN KABUPATEN DENGAN KONDISI BAIK DAN SEDANG 92,18 % 4.JEMBATAN PADA RUAS JALAN KABUPATEN DENGAN KONDISI BAIK 100% 5.JALAN MENUJU OBYEK WISATA DENGAN KONDISI BAIK 6.JALAN MENUJU KAWASAN INDUSTRI IDEAL DENGAN KONDISI BAIK 7.CAKUPAN LAYANAN IRIGASI DENGAN KONDISI BAIK 8.CAKUPAN LAYANAN AIR BERSIH 92 % 9.CAKUPAN LAYANAN LISTRIK : 100 %

51 TUJUAN 3 : MEMBUKA PELUANG SEBESAR-BESARNYA SEBAGAI KAWASAN YANG MENARIK UNTUK INVESTASI IKLIM INVESTASI SEMAKIN MANTAP DAN TUMBUHNYA INDUSTRI- INDUSTRI YANG MAMPU MENYERAP TENAGA KERJA DALAM JUMLAH BANYAK

52 MISI 3 : MEWUJUDKAN LINGKUNGAN HIDUP YANG ASRI DAN LESTARI TUJUAN : MENJAGA KELSETARIAN LINGKUNGAN DAN PEMANFAATAN RUANG YANG SERASI DENGAN SASARAN : MENURUNNYA LUAS LAHAN KRITIS MITIGASI BENCANA ALAM MENGENDALIKAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN MENINGKATNYA KESADARAN MASAYARAKAT UNTUK MENCINTAI LINGKUNGAN 5.TERWUJUDNYA PEMANFAATAN RUANG YANG SERASI DENGAN EKOSISTEMNYA SERTA MAMPU MEWADAHI PERKEMBANGAN WILAYAH DAN AKTIFITAS PEREKONOMIANNYA : TUJUAN : MENJAGA KELSETARIAN LINGKUNGAN DAN PEMANFAATAN RUANG YANG SERASI DENGAN SASARAN : MENURUNNYA LUAS LAHAN KRITIS MITIGASI BENCANA ALAM MENGENDALIKAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN MENINGKATNYA KESADARAN MASAYARAKAT UNTUK MENCINTAI LINGKUNGAN 5.TERWUJUDNYA PEMANFAATAN RUANG YANG SERASI DENGAN EKOSISTEMNYA SERTA MAMPU MEWADAHI PERKEMBANGAN WILAYAH DAN AKTIFITAS PEREKONOMIANNYA :

53 TUJUAN 1. MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN DAN PEMANFAATAN RUANG YANG SERASI DENGAN SASARAN DITANDAI DENGAN SEMAKIN EFEKTIF DAN EFISIENNYA SISTEM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM, PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN DAN PEMANFAATAN RUANG, MENINGKATNYA PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN, SEMAKIN MANTAPNYA SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN, SEMAKIN LENGKAPNYA SARANA PRASARANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN YANG MAMPU BERFUNGSI SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN LINGKUNGAN, MEMBAIKNYA UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN, MENINGKATNYA UPAYA PEMULIHAN KUALITAS LINGKUNGAN, SEMAKIN MANTAPNYA UPAYA PENGURANGAN RESIKO BENCANA ALAM, TETAP KONSISTENNYA PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN.

54 MISI 4 : MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK TUJUAN : MENINGKATKAN PELAYANAN APARATUR KEPADA MASYARAKAT DUTANDAI DENGAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DI SEMUA BIDANG SEMAKIN MANTAP SEHINGGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT SEMAKIN PULIH, APALAGI DIDUKUNG KOMPETENSI APARATUR YANG SEMAKIN BISA DIHANDALKAN MENGHADAPI BERBAGAI PERMASALAHAN YANG URGEN DI MASYARAKAT. TUJUAN TERSEBUT DI TEMPUH MELALUI SASARAN : MENINGKATNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENETAPAN KEBIJAKAN YANG DIDUKUNG KONDISI POLITIK YANG DEMOKRATIS BERBASIS ETIKA 2.MENINGKATNYA KEAMANAN DAN KETERTIBAN UMUM 3.MENINGKATNYA PENEGAKAN HUKUM DAN PERLINDUNGAN HAM 4.MENINGKATNYA APARATUR YANG PROFESIONAL, RESPONSIF, BERDAYA GUNA DAN TIDAK MELAKUKAN KKN TUJUAN : MENINGKATKAN PELAYANAN APARATUR KEPADA MASYARAKAT DUTANDAI DENGAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DI SEMUA BIDANG SEMAKIN MANTAP SEHINGGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT SEMAKIN PULIH, APALAGI DIDUKUNG KOMPETENSI APARATUR YANG SEMAKIN BISA DIHANDALKAN MENGHADAPI BERBAGAI PERMASALAHAN YANG URGEN DI MASYARAKAT. TUJUAN TERSEBUT DI TEMPUH MELALUI SASARAN : MENINGKATNYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENETAPAN KEBIJAKAN YANG DIDUKUNG KONDISI POLITIK YANG DEMOKRATIS BERBASIS ETIKA 2.MENINGKATNYA KEAMANAN DAN KETERTIBAN UMUM 3.MENINGKATNYA PENEGAKAN HUKUM DAN PERLINDUNGAN HAM 4.MENINGKATNYA APARATUR YANG PROFESIONAL, RESPONSIF, BERDAYA GUNA DAN TIDAK MELAKUKAN KKN

55 TAHAPAN PRORITAS DALAM RPJMD KE-1-KE-4 TAHAPAN PRORITAS DALAM RPJMD KE-1-KE-4

56

57 ANALISIS GROWTH AND SHARE PERDAGANGAN KONDISI STABIL RESTAURAN HOTEL PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI KEUANGAN DAN JASA PERUSAHAAN KONDISI POTENSIAL PERTANIAN KONDISI MENURUN INDUSTRI PENGOLAHAN BANGUNAN DAN KONSTRUKSI KONDISI RENDAH SHARE GROWTH


Download ppt "\ RANCANGAN RPJPD KABUPATEN SUBANG 2025 PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google