Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan P4MI TA 2007 dan 2008 di Temanggung, Blora, Lombok Timur, Ende, dan Donggala Oleh: Tim Monev P4MI 2008.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Monitoring dan Evaluasi Kegiatan P4MI TA 2007 dan 2008 di Temanggung, Blora, Lombok Timur, Ende, dan Donggala Oleh: Tim Monev P4MI 2008."— Transcript presentasi:

1 Monitoring dan Evaluasi Kegiatan P4MI TA 2007 dan 2008 di Temanggung, Blora, Lombok Timur, Ende, dan Donggala Oleh: Tim Monev P4MI 2008

2 PENDAHULUAN Maksud Kegiatan: Untuk mengetahui kesesuaian antara rencana dan realisasi kegiatan serta kinerja P4MI, semua kegiatan harus dimonev. Mekanisme: 1) melakukan monev suatu kegiatan berdasarkan laporan berkala, 2) melakukan monev melalui kunjungan lapang ke lokasi kegiatan. Tujuan: Mengevaluasi kegiatan P4MI yang terdiri atas komponen 1, 2, dan 3 dalam tahun implementasi 2007 di lima kabupaten P4MI. Manfaat: Bahan bagi PJ. P4MI untuk mengambil kebijakan guna perbaikan kegiatan yang sedang berjalan dan/atau perencanaan ke depan. Dengan Monev, kegiatan P4MI dapat dievaluasi hasilnya, sehingga diperoleh informasi tentang keberhasilan atau kegagalan kegiatan tersebut.

3 PROSEDUR MONEV Waktu & Lokasi: Juli - November 2007 di 5 kab. P4MI Sampel: Sekurang-kurangnya 15 desa per kab. Kriteria pemilihan desa sampel: a) desa P4MI tahun implementasi 2007, b) desa calon penerima program PUAP, c) desa sampel: 30% desa dengan swadaya rendah (≤20%) dan 70% dengan dengan swadaya tinggi (>20%), d) semua jenis investasi desa terwakili. Responden:Komponen 1: KT, FD, dan KID Komponen 2: KT, FD, KID, dan Pengelola UPIPK Komponen 3: KT, FD, dan KID Jumlah desa:Temanggung: 16 desa Blora: 15 desa Lombok Timur: 18 desa Ende: 16 desa Donggala: 17 desa Bahan: kuisioner berisi indikator keberhasilan komponen 1, 2, dan 3.

4 Indikator keberhasilan untuk 3 komponen P4MI Komponen Indikator 1.Pemberdayaan Petani a.Termobilisasinya KT dalam prencanaan pembangunan desa b.Berkembangnya kelembagaan desa c.Terbangunnya investasi desa secara partisipatif 2.InformasiTeraksesnya informasi pasar dan teknologi pertanian bagi petani dalam UPIPK 3. Inovasi Teknologi Teradopsinya inovasi teknologi pertanian oleh petani

5 Pembentukan/revitalisasi KT, baik didampingi oleh SLK dan FD, maupun oleh tokoh masyarakat, bahkan atas inisiatif petani sendiri, Pembinaan KT oleh PPL, FD, atau tokoh masyarakat, terutama Kepala Desa, Pelatihan KT oleh BPTP dan FD atau KID dengan materi pertanian/agribisnis dan perencanaan investasi desa, serta Pengambilan keputusan oleh petani sendiri. HASIL EVALUASI KOMPONEN PEMBERDAYAAN PETANI 1. Mobilisasi KT dan perencanaan pembangunan desa  Secara umum, semua kegiatan mobilisasi KT sudah berjalan sesuai dokumen proyek.  Kegiatan yang telah dilakukan:

6 2. Pengembangan Kelembagaan  Secara umum, semua kegiatan Pengembangan Kelembagaan sudah berjalan sesuai dokumen proyek.  Kegiatan yang telah dilakukan: Pemilihan FD dan KID oleh masyarakat didampingi SLK,Pemilihan FD dan KID oleh masyarakat didampingi SLK, Pelatihan FD dan KID mengenai rencana investasi desa oleh LSM Lokal,Pelatihan FD dan KID mengenai rencana investasi desa oleh LSM Lokal, Penyusunan rencana investasi desa oleh KT,Penyusunan rencana investasi desa oleh KT, Pengkajian rencana investasi desa oleh KID dan FD,Pengkajian rencana investasi desa oleh KID dan FD, Penyetujuan rencana investasi desa oleh FAD,Penyetujuan rencana investasi desa oleh FAD, Pengelolaan investasi desa oleh KID.Pengelolaan investasi desa oleh KID.

7 Realisasi pembangunan investasi desa di Temanggung Desa Jenis ID Anggaran (Rp 000) P4MISwadayaTotal 1. BalesariI, D, P (23,0%) Bengkal JraganI, D, P (19,5%) KebonagungI, D, P (16,8%) KalibangerI, D, P (22,0%) PitrosariJ, I, D, P (29,7%) Mandisari DlimoyoJ, I, D, P (29,5%) TlogowunguJ, D, P (24,1%) TlahapJ, D, P (46,3%) KutoanyarJ, I, D, P (17,2%) GesingJ, D, P (23,1%) PingitJ, D, P (28,1%) NgimbrangJ, I, D, P (25,3%) MunengJ, I, D, P (33,3%) MudalJ, I, D, P (32,1%) J= jalan, I= irigasi, D= demplot; P= pelatihan

8 Realisasi pembangunan investasi desa di Blora DesaJenis ID Anggaran (Rp 000) P4MISwadayaTotal 1. NgadipurwoI, D, P (22,2%) Sambong RejoI, D, P (22,2%) WantilgungI, D, P (22,2%) Plosorejo BanjarejoI, D, P (22,2%) KebonrejoI, D, P (22,2%) NgapusI, D, P (22,2%) PadaanI, D, P (22,2%) GaduI, D, P (22,2%) BitingI, D, P (22,2%) DoplangI, D, P (22,2%) Plosorejo R.blatungI, D, P (22,2%) WulungI, D, P (22,2%) SumberpituI, D, P (22,2%) KlagenI, D, P (22,2%) BajoI, D, P (22,2%) J= jalan, I= irigasi, D= demplot; P= pelatihan

9 3. Investasi Desa Realisasi pembangunan investasi desa di Lombok Timur DesaJenis ID Anggaran (Rp 000) P4MISwadayaTotal 1. SakraJ, I, D, P (58%) BungtiangJ, I, D, P (56%) JantukI, D, P (43%) IjobalitI, D, P (41%) Paok MotongI, D, P (35%) KilangJ, I, D, P (30%) PerianJ, I, D, P (38%) TeraraI, D, P (46%) JenggikJ, I, D, P (45%) SemayaJ, I, D, P (19%) AikmelJ, I, D, P (70%) KalijagaJ, I, D, P (58%) Kembang KerangJ, I, D, P (58%) RempungJ, I, D, P (55%) Mamben DayaI, D, P (38%) Tembeng PutikI, D, P (38%) Labuhan LombokJ, D, P, K (25%) Sembalun BumbungI, D, P (24%) J= jalan, I= irigasi, D= demplot; P= pelatihan; K= kios & pasar

10 Realisasi pembangunan investasi desa di Ende Desa Jenis investasi Anggaran (Rp 000) P4MISwadayaTotal 1. Ndetundora IJ, D, P, In 2. Ndetundora IIJ, P, In 3. Ndetundora IIIJ, P, In 4. Tomberabu IIJ, P, In 5. NdunggaJ, P, In 6. WolomasiD, P, K, In 7. AeworaJ, D, P, In 8. RandotondaJ, P, In 9. TanaliI, D, P, In 10. NanganesaJ, P, In 11. TinabaniJ, D, P, In 12. NditoJ, P, In 13. UzurambaJ, P, In 14. RukurambaJ, P, In 15. LisedetuJ, P, In 16. PenggajawaJ, P, In J= jalan, I= irigasi, D= demplot; P= pelatihan; Konservasi, In= Informasi

11 Realisasi pembangunan investasi desa di Donggala Desa Jenis investasi Anggaran (Rp 000) P4MISwadayaTotal 1. SunjuJ, D (46,4%) BalaneI, D (23.7%) SamboJ, D, P (31,1%) JonoogeJ, D (52,7%) BahagiaI, D, P (33,7%) KapiroeI, D (23,5%) SejahteraI, D (21,2%) TompeJ, D, P (28,6%) ToayaI, D (25,5%) MaranaJ, D, P (38,2%) Lero TatariJ, D (40,0%) SikaraJ, D, P (34,0%) MalinoJ, D (35,6%) TanahmeaJ, D (27,4%) SurumanaJ, D (23,2%) SalumpakuJ, D (21,5%) WatatuJ, D (29,4%) J= jalan, I= irigasi, D= demplot; P= pelatihan

12 Hasil evaluasi perencanaan kegiatan ID NoIndikator % Responden menjawab benar TmgBloraLotimEndeDongg Rata- rata 1Lembaga yang menentukan jenis investasi desa: KT Cara menentukan jenis investasi desa: Diputuskan dalam musdes Partisipasi petani: Mengidentifikasi & mengusulkan jenis ID

13 Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan Investasi Desa NoIndikator % Responden menjawab benar TmgBloraLotimEndeDong Rata- rata 1Pihak yang diajak kerjasama oleh KT dalam pembangunan fisik ID: Tim Teknis Pihak yang diajak kerjasama oleh KT dalam melaksanakan inovasi teknologi: BPTP/PPL Partisipasi petani: Mengumpulkan sumbangan, mengawasi pembangunan Cara menyampaikan laporan pengelolaan dana: ditempel ke papan informasi Hasil pelaksanaan ID: ada penambahan volume/ kapasitas

14 Hasil evaluasi pemanfaatan kegiatan ID NoIndikator % Responden menjawab benar TmgBloraLotimEndeDong Rata- rata 1Penyusunan peraturan pemanfaatan dan pemeliharaan serta organisai pengelola ID Partisipasi petani: memelihara & memperbaiki kerusakan

15 Desa yang berhasil meningkatkan volume/kapasitas ID NoTmgBloraLotimEndeDongg 1BalesariSambong RejoBungtiangNdetundora I Sunju 2BengkalPlosorejo BanjarejoJantukNdetundora III Balane 3JraganNgapusIjobalitTomberabu II Sambo 4KebonagungPadaanPaok MotongNdungga Bahagia 6PitrosariDoplangKilangAewora Sejahtera 7MandisariWulungTeraraNdito Marana 9TlogowunguJenggik Lero Tatari 10TlahapSemaya Sikara 11KutoanyarKembang kerang Malino 12GesingMamben Daya Tanahmea 14NgimbrangTembeng Putik Watatu 15Muneng 16Mudal

16  Secara umum, semua kegiatan ID sudah berjalan sesuai dokumen proyek.  Kegiatan yang telah dilakukan: Penentuan jenis ID oleh KT secara musyawarah, Pembangunan ID dengan melibatkan: o Tim teknis kabupaten & warga masyarakat yang paham dlm membangun sarana fisik, o BPTP dan PPL/Dinas Pertanian dlm membangun sarana non-fisik (demplot dan pelatihan), o petani dan wanita tani pada tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan, Pelaporan pengelolaan dana oleh KID, Mendorong warga masyarakat desa dalam meningkatkan volume dan kualitas ID yang dibangun.

17 Manfaat pembangunan saluran irigasi sederhana Kasus desa Kutoanyar, Kedu, Temanggung PengamatanSebelum P4MISetelah P4MI Panjang saluranTidak tahu1.090 m KondisiParit, sebelah pematang Pasangan beton Lahan yang diairiTidak tahu70 ha Jumlah pemanfaat1 desa (Kutoanyar) Jenis tanamanPadi, tembakau, cabe Pola tanamPadi-palawija/palawijaPadi-padi-padi/palawija Hasil padi6-7 (t/ha) Sewa lahanRp 10 juta/ha/th12,5-15 juta/ha/th Peningkatan volume Saluran 40 m dari rencana m karena ada selisih harga material yang lebih murah

18 Manfaat pembangunan jalan usahatani Kasus desa Semaya, Sikur, Lombok Timur PengamatanSebelum P4MISetelah P4MI Panjang X lebarTidak tahu1300 X 5 m Kondisi/kontruksiJalan setapak, tanah Sirtu, menyisir bukit batu Jlh desa pemanfaat1 desa (Semaya)2 desa (Semaya & Sakra) PemanfaatPetaniPetani, pedagang, pelajar Jenis kendaraanTidak adaRoda 4 Biaya angkut (Rp/ku)10 ribu2 ribu Harga tanah (Rp/ha)100 juta500 juta Peningkatan volume -Jalan 500 X 5 m dari rencana 800 X 5 m dengan cara menyisir bukit batu; -Jalan 300 X 4 m atas inisiatif 6 petani

19 Kasus desa Ijobalit, Labuhan Haji, Lombok Timur PengamatanKeterangan FasilitatorBPTP NTB KegiatanBudidaya ternak sapi Peranan KTBuat kandang, pelihara ternak, terima bagi hasil, buat pupuk UMB (urea mineral block), kompos, biourine Manfaat-Kenaikan harga dari Rp 3,7 menjadi 4,7 juta/ekor atau penambahan bobot 0,5 kg/hari setara dengan Rp 20 ribu/kg (selama 3 bulan). -Diperolehnya produk UMB, kompos dan biourine untuk kebutuhan kelompok Jumlah pengadopsiBelum ada (kegiatan baru 6 bulan berjalan) MasalahPencurian, modal Cara atasi masalahBuat kandang dekat rumah atau kandang komunal Manfaat Demplot

20 Manfaat pelatihan petani Kasus desa Tomberabu II, Ende, Ende PengamatanKeterangan FasilitatorBKP3 Ende Macam pelatihanAntara lain: budidaya kakao dan pupuk bokashi Hasil penerapan-Cara pengendalian hama/penyakit secara kimiawi (pestisida), -Cara pemangkasan dengan gunting (semula dengan parang atau tidak dipangkas sama sekali), -Cara sanitasi buah kakao yang terserang hama/penyakit -Cara fermentasi biji kakao -Cara pembuatan pupuk bokashi Peserta pelatihan105 orang petani Jumlah pengadopsi250 orang petani Masalah-EM4 untuk pupuk bokashi harus didatangkan dari luar Ende, -Teknik sambung samping tidak diajarkan, juga cara pengendalian hama/penyakit secara fisik (sarungisasi), -Harga biji kakao sama, dengan/atau tidak difermentasi, -Hama/penyakit sulit dikendalikan secara kiwiawi saja. Cara atasi masalahPerlu pelatihan lanjutan disertai pendampingan

21 Manfaat pelatihan wanita tani Kasus desa Doplang, Jati, Blora PengamatanKeterangan FasilitatorBLK Malang Macam pelatihanAntara lain: criping pisang, kerupuk waluh, marning, kerupuk limbah tahu Hasil penerapan-Hasil olahan dijual di pasar Doplang. -4 KID: Tobo, Doplang, Singget, dan Gabusan (Kec. Jati) membuat pasar bersama utk atasi persaingan pasar dan hasil olahannya ditampung di satu toko utk dijual daerah lain. -Sebagian dana pelatihan dikelola untuk mendirikan LKM (koperasi simpan pinjam). Peserta pelatihan20 orang petani Jumlah pengadopsi20 orang petani MasalahIjin Depkes belum keluar. Cara atasi masalahMinta bantuan PIU untuk mengurus ijin Depkes.

22  Secara umum, masyarakat merasa puas terhadap hasil ID yang mereka bangun secara partisipatif karena dapat mengatasi permasalahan petani.  Di beberapa desa telah disepakati: o Masyarakat di bawah koordinasi KID bertanggung-jawab terhadap operasional dan pemeliharaan ID yang dibangun. o Dibentuk Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) ID yang mengkoordinir operasional dan pemeliharaan ID yang dibangun. KPP dikukuhkan dg SK Kades. o Disusun rencana Perdes ttg hak dan kewajiban operasional dan pemeliharaan ID yg disertai sangsi bagi pelanggar peraturan.

23 HASIL EVALUASI KOMPONEN INFORMASI  Petani pada umumnya belum mengenal komputer sehingga belum mengetahui manfaat SIP & Website Pertanian Nasional serta UPIPK.  Sebagian petani yang telah mengenal internet dan telah dilatih oleh Pusdatin dan Pustaka belum memanfaatkannya karena keterbatasan sarana (komputer).  Petani umumnya menyatakan tidak punya waktu dan biaya transportasi apabila harus UPIPK atau warnet terdekat.

24 1. Sistem Informasi Pasar  Cara petani memperoleh informasi harga di tingkat petani & pasar: o Dari sesama petani61% o Dari tengkulak dan PPL39%  Manfaat informasi pasar bagi petani: o Untuk mengetahui kelayakan harga produk pertanian 61% o Untuk menawarkan produk pertanian39%  Pengenalan terhadap SIP dan website pertanian: o Sudah mengetahui adanya SIP61% o Sudah mengetahui adanya website pertanian 22%

25 2. Website Pertanian  Kegunaan website pertanian bagi pengguna: o Untuk memperoleh informasi pasar 11% o Untuk memperoleh teknologi pertanian 28%  Kemudahan dalam mengakses dan kesesuaian dengan kebutuhan: o Website pertanian mudah diakses 11% o Website pertanian sesuai kebutuhan 12%  Cara memperoleh informasi teknologi pertanian: o Dari sesama petani 50% o Dari PPL, TV, dan radio 44%  Pilihan cara penyampaian informasi teknologi pertanian: o Komunikasi tatap muka (pelatihan, demplot, gelar teknologi) 50% o Media cetak 50% o Media elektronik 17%

26 3. UPIPK  Manfaat UPIPK: o Untuk memperoleh informasi pasar0% o Untuk memperoleh teknologi pertanian0% o Tidak tahu94%  Kemudahan dalam mengakses dan kesesuaian dengan kebutuhan: o UPIPK mudah diakses0% o UPIPK sesuai kebutuhan0% o Tidak tahu94%

27 4. Kondisi UPIPK  Masalah dalam mengaplikasikan SIP: o Pemutakhiran data SIP secara reguler Tidak pernah o Koneksi SIP Kabupaten dan SIP PusatSulit o Cakupan harga di tingkat produksi Tidak update  Masalah dalam pelayanan informasi: o Penyediaan informasi pasar Tidak ada o Penyediaan informasi teknologiAda o Penyediaan informasi produk usahatani Tidak ada o Fasilitasi akses informasi online (internet)Mudah o Fasilitasi akses informasi melalui pangkalan data dan CD/VCD (offline)Mudah o Fasilitasi promosi produk & potensi masyarakatAda 4. Kondisi UPIPK

28  Masalah dalam pemutakhiran data informasi: o Penyediaan informasi pasar Petugas tidak tetap o Penyediaan informasi teknologi Petugas tidak tetap o Penyediaan informasi produk usahatani Petugas tidak tetap  Masalah dalam menjamin keberlanjutan UPIPK o Dukungan Pemda terhadap operasionalisasi UPIPKKurang o Kelengkapan fasilitas UPIPKCukup o Pendampingan operasionalisasi bagi pengelola UPIPKCukup o Kapasitas pengelola UPIPKKurang 4. Kondisi UPIPK

29 Hal yang dievaluasi Judul litkaji ABCDEFG 1. Keterlibatan KT dlm pelaksanaan litkaji (1: terlibat, 2: tidak terlibat, 3: tidak tahu) Kesesuaian teknologi dg kondisi sosial-ekonomi petani (1: sesuai, 2: tidak sesuai, 3: tidak tahu) Kesesuaian teknologi dg kebutuhan petani (1: sesuai, 2: tidak sesuai, 3: tidak tahu) Kemampuan teknologi meningkatkan pendapat- an (1: mampu, 2: tidak mampu, 3: tidak tahu) Penerapan teknologi (1: sudah, 2: belum, 3: tidak tahu) Fasilitasi pendampingan dlm menerapkan teknologi (1: ada, 2: tidak ada, 3: tidak tahu) Fasilitasi lembaga keuangan mikro (permodalan) (1: ada, 2: tidak ada, 3: tidak tahu) Fasilitasi pemasaran hasil (1: ada, 2: tidak ada, 3: tidak tahu) Kemampuan petani menganalisis usahatani (1: mampu, 2: tidak mampu, 3: tidak tahu) HASIL EVALUASI KOMPONEN INOVASI TEKNOLOGI

30 A.Pengembangan teknologi pengendalian hama/penyakit terpadu dan irigasi tetes pada budidaya kentang di lahan marjinal dataran medium di Temanggung. B.Eskalasi sistem permodalan anggota kelembagaan kelompok agribisnis ternak-sayuran (SPAKKATS) di Temanggung. C.Pengembangan agribisnis tanaman temulawak sebagai bahan baku industri minuman nasional di lahan marjinal Kab. Blora. D.Model pengembangan benih padi di wilayah Blora. E.Alih teknologi intensifikasi sistem produksi itik petelur di Lotim. F.Pemanfaatan limbah organik in situ dan mikroba pada budidaya jahe merah di bawah tegakan kelapa di Lotim. G.Pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sebagai pupuk organik guna mengatasi pencemaran lingkungan di lahan marjinal Donggala JUDUL LITKAJI & DISEMINASI

31 1.Di beberapa desa, dana swadaya masyarakat untuk pembangunan ID <20%. Contoh, di desa Kebon Agung, Temanggung hanya 16,8%. Hal ini tidak sesuai dengan dokumen proyek yang mempersyaratkan ≥20%. 2.Di Blora, dana swadaya masyarakat yang terkumpul, sama besar untuk seluruh desa, yaitu sebesar Rp atau 22,2% per desa. Hal ini perlu dikonfirmasikan. 3.Jumlah SLK yang direkrut tidak sebanding dengan jumlah desa yang difasilitasi untuk kegiatan pemberdayaan petani. Contoh, untuk 109 desa di Donggala hanya difasilitasi oleh 14 SLK. Hal ini menyebabkan kegiatan ID baru dapat dilaksanakan pada Sept Akibatnya, kegiatan ID hingga Des belum selesai dan harus dilanjutkan pada TA 2008, khususnya kegiatan ID non-fisik. PERMASALAHAN & TINDAK LANJUT

32 4.Ada penambahan volume sumur gali di beberapa desa di Blora. Contoh, di desa Doplang, direncanakan 68 unit dengan 8 duecker/unit, terealisir 98 unit dengan 5 duecker/unit. Hal ini disebabkan oleh kedalaman air yang lebih dangkal dari yang diperkirakan. Penambahan unit sumur gali ini menguntungkan, tetapi mungkin menjadi masalah dalam mertanggung-jawabkan pengelolaan keuangan. Di desa Tompe, Donggala ada pengurangan volume jalan usahatani; direncanakan m, terealisir 750 m. Penyebabnya adalah kondisi tanah yang bersifat gambut. Menurut FD setempat, hal ini merupakan kesalahan Bantek dalam penyusunan proposal. 6.Di Donggala, kegiatan Bantek dibebankan ke dana ID yang diperkirakan tidak diperkenankan menurut dokumen proyek. 7.Pengelolaan dana ID oleh KID belum sepenuhnya dipertanggung- jawabkan secara terbuka. Contoh, di Blora hanya 7% desa yang mempertanggung-jawabkan melalui papan informasi. Alasannya, untuk menghindari keributan yang akan mengganggu pembangunan ID.

33 8.Keberlanjutan KID dan FD sebagai motivator, inovator, dan fasilitator desa dalam membantu meningkatkan pendapatan petani terkendala oleh tersedianya biaya operasional. Untuk itu, PIU Donggala berinisiatif membangun LKM di beberapa desa yang berpotensi. 9.Petani umumnya belum mengenal internet sehingga mereka belum mengetahui manfaat SIP & Website Pertanian Nasional serta UPIPK. Informasi pasar diperoleh dari tengkulak dan sesama petani, sedangkan informasi teknologi pertanian dari sesama petani, PPL, dan BPTP. 10.Fasilitas koneksi internet dan layanan informasi elektronis di UPIPK belum tersedia bagi petani. Petugas pengelola UPIPK sering berganti- ganti. Dana pendampingan P4MI dalam APBD tidak ada rincian dana untuk operasional UPIPK. Pengguna UPIPK relatif sedikit karena masyarakat belum mengetahui keberadaan UPIPK. Masalah ini dapat diatasi bila ada sinergi dan awareness dari berbagai instansi terkait, terutama dalam penyediaan fasilitas dan promosi.

34 KESIMPULAN 1.Secara umum, kegiatan pemberdayaan petani sudah berjalan sesuai dokumen. Jenis ID: jalan usahatani, saluran irigasi, demplot, dan pelatihan petani/wanita tani. Besarnya dana swadaya masyarakat rata-rata >20%. 2.Beberapa desa telah melakukan pengembangan volume/kualitas ID, didorong oleh semangat masyarakat yang tinggi setelah merasakan manfaatnya. 3.Masyarakat puas terhadap hasil ID yang mereka bangun secara partisipatif untuk mengatasi masalah petani. 4.Operasional & pemeliharaan ID menjadi tanggung jawab masyarakat di bawah koordinasi KID berdasarkan Perdes yang sedang disusun. 5.Petani umumnya belum mengenal internet sehingga belum mengetahui manfaat SIP, Website Pertanian Nasional, dan UPIPK. Informasi pasar diperoleh dari tengkulak dan sesama petani; informasi teknologi pertanian dari sesama petani, PPL, dan BPTP. 6.Belum tersedianya fasilitas koneksi internet dan layanan informasi secara elektronis bagi petani, merupakan masalah utama dalam pengembangan UPIPK. Hal ini dapat diatasi bila ada sinergi dan kepedulian dari berbagai instansi terkait. 7.Kegiatan litkaji dan diseminasi yang melibatkan petani sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan petani, yaitu meningkatkan pendapatan dan mengatasi permasalahan.

35 Terima Kasih


Download ppt "Monitoring dan Evaluasi Kegiatan P4MI TA 2007 dan 2008 di Temanggung, Blora, Lombok Timur, Ende, dan Donggala Oleh: Tim Monev P4MI 2008."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google