Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Disampaikan pada Rakornas Bunda PAUD Jakarta, 19 Nopember 2013 Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., Sp.GK. (Kepala BKKBN) BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Disampaikan pada Rakornas Bunda PAUD Jakarta, 19 Nopember 2013 Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., Sp.GK. (Kepala BKKBN) BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA."— Transcript presentasi:

1 1 Disampaikan pada Rakornas Bunda PAUD Jakarta, 19 Nopember 2013 Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., Sp.GK. (Kepala BKKBN) BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL

2 2

3 3

4 4 KONDISI KEPENDUDUKAN DUNIA DAN DAYA DUKUNG BUMI Dengan jumlah penduduk dunia tahun 2010, maka dibutuhkan SDA sebanyak 1,5 bumi untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk dunia. Jika jumlah penduduk dunia terus bertambah, menurut skenario sedang dari UN, maka pada tahun 2050 dibutuhkan SDA sebanyak 3 bumi. Bila angka fertilitas dapat diturunkan, maka pada tahun 2050, SDA yang diperlukan hanya sebanyak 1 bumi (kebutuhannya tercukupi)

5 JT JUTA KELAHIRAN TERCEGAH 80 JUTA KELAHIRAN TERCEGAH 80 JUTA PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) KELAHIRAN TERCEGAH HAMPIR 100 JUTA KELAHIRAN TERCEGAH HAMPIR 100 JUTA 330 JUTA 237 JT

6 LATAR BELAKANG Peningkatan kualitas SDM  pilar utama pembangunan Kualitas SDM sangat ditentukan oleh kualitas pembinaan keluarga sejak dini bahkan sejak janin dalam kandungan Periode emas (usia 0–5 tahun) terutama pada 2 tahun pertama merupakan tahap yang kritis, harus dioptimalkan dengan menjaga kesehatan dan status gizi anak, memberikan stimulasi dan menyediakan lingkungan yang mendukung Kualitas anak dapat dilihat dari proses tumbuh kembang yang meliputi aspek fisik, psikologi dan sosial Orangtua/keluarga merupakan lingkungan pertama & utama  peranan penting dlm pertumbuhan & perkembangan anak melalui Perawatan dan Pengasuhan yang memenuhi kebutuhan “asuh, asih dan asah“ Teori Ekologi menekankan pentingnya keluarga dalam membina tumbuh kembang anak, karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan keluarga dan pengaruh emosional terbesar juga berasal dari keluarga 6

7 Bab VII : Pembangunan Keluarga Pasal 47 (1-2)  Pemerintah dan pemerintah daerah menetapkan kebijakan pembangunan melalui pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga.  Kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk mendukung keluarga agar melaksanakan fungsi keluarga secara optimal. UNDANG-UNDANG NO. 52 TAHUN

8 Penguatan PERAN Keluarga Sangat Penting utama dan pertama o Keluarga adalah wahana utama dan pertama untuk : o Mengembangkan potensi keluarga o Mengembangkan sosial dan ekonomi keluarga o School of love o School of love atau penyemaian 8 Fungsi Keluarga o Keluarga merupakan sel suatu bangsa, jika sel-sel tersebut tidak kokoh maka kehidupan suatu bangsa menjadi rapuh 8

9 KONDISI SAAT INI 9

10 Gambar 5. Prevalensi Balita Pendek dan Sangat Pendek Menurut Indikator TB/U di Daerah Desa dan Kota, di Indonesia, Tahun 2007 dan 2010 % KOTADESA

11 Gambar 8. Prevalensi Balita Pendek+Sangat Pendek Menurut Indikator TB/U dan Menurut Provinsi, Tahun 2007 dan 2010 % Provinsi

12 Prevalensi Pendek menurut TB/U dan Kabupaten/Kota, Tahun

13

14 Pentingnya 1000 Hari Awal Kehidupan

15 Pertumbuhan massa tubuh dan komposisi badan Metabolisme glukosa, lipids, protein Hormon/receptor/gen Perkembangan otak Kognitif dan Prestasi belajar Kekebalan Kapasitas kerja Diabetes, Obesitas, Penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas lansia Gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (janin dan bayi 2 tahun) Dampak jangka pendekDampak jangka panjang Mati Sumber: Short and long term effects of early nutrition (James et al 2000) MENGAPA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN, PENTING? 15

16 Angka Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) menurut Provinsi Tahun Sumber: Riskesdas, 2007

17 Persen Bayi Menyusui Saja, Susenas Menurut Jenis KelaminMenurut Tempat Tinggal

18 Pertumbuhan dan Perkembangan Sel Syaraf Muda menjadi Sel Syaraf Dewasa 18

19 Neuron atau Sel Syaraf 19

20 SEL SYARAF LENGKAP 20 Sumber : US National Institute of Health, National Institute on Aging, 2008 http//www.nia.nih.gov/policies.htm

21 PEMBENTUKAN LEBIH LANJUT DARI SINAPS 21

22 MEKANISME TRANSMISI RANGSANGAN SYARAF DI SINAPS 22

23 TRANSMISI BIO-ELEKTRIK DI SINAPS 23

24 Anak Usia 3 Tahun Normal Terabaikan 24

25 KONDISI YANG DIINGINKAN 25

26 BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK (BKB) Wadah kegiatan keluarga yang mempunyai balita-anak, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua (Ayah dan Ibu) & anggota keluarga lain untuk mengasuh & membina tumbuh kembang anak melalui kegiatan rangsangan fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual,sosial dan moral untuk mewujudkan SDM yg berkualitas dalam rangka meningkatkan kesertaan, pembinaan, dan kemandirian ber-KB bagi Pasangan Usia Subur (PUS) anggota kelompok kegiatan. 26

27 Pertemuan penyuluhan kepada keluarga balita Kegiatan penting dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak menggunakan KKA Upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan orangtua/keluarga dalam pengasuhan anak melalui kegiatan penyuluhan kelompok BKB mempersiapkan orangtua mampu mengasuh anak dengan benar memantau perkembangan anak menggunakan kartu kembang anak (KKA) BINA KELUARGA BALITA (BKB) 27

28 PRINSIP-PRINSIP DALAM BKB - Menitik beratkan pada pembinaan orangtua & anggota keluarga lainnya yg mempunyai balita - Sasaran : ibu hamil & keluarga dengan balita/anak 0-6 th dan 6-10 th - Membina tumbuh kembang balita melalui stimulasi - Menggunakan media interaksi : APE, nyanyian, dongeng, gerak/tari - Menggunakan KKA (Kartu Kembang Anak) sebagai alat pantau perkembangan anak. - Tidak membedakan perlakuan terhadap anak laki-laki dan perempuan 28

29  Window Oportunity merupakan kebutuhan kini, esok dan generasi yang akan datang (penyiapan SDM) Program BKB sangat bermanfaat untuk meningkatkan peranan orang tua (ayah dan ibu) dan anggota keluarga lainnya dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak Hasil Penelitian BKKBN, UNICEF menemukan bahwa 29

30 GOOD PARENTING Good Parenting Good Parenting adalah bagaimana orang tua dapat memberikan kehangatan dalam keluarga, menyediakan kehidupan rumah tangga yang aman, membantu anak untuk mempelajari norma-norma hidup dan untuk mengembangkan harga diri yang baik Mengapa Parenting itu penting? Aturan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari, yang memungkinkan kita untuk bergaul dengan satu sama lain. Jika anak-anak tidak belajar bagaimana berperilaku, mereka akan merasa kesulitan untuk bergaul, sulit untuk belajar di sekolah, akan memiliki kepribadian yang kurang baik dan mungkin akan menjadi tidak bahagia dan frustrasi. 30

31 Peran orangtua Memenuhi kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang optimal : asuh, asih dan asah Asuh Asuh : memenuhi kebutuhan nutrisi, imunisasi, kebersihan badan dan lingkungan, pengobatan, bermain Asih Asih:menciptakan rasa aman, nyaman, dilindungi, diperhatikan, dihargai Asah Asah: melakukan stimulasi (rangsangan dini) pada semua indera (pendengaran,penglihatan, sentuhan, membau, mengacap),sensorik, motorik, emosi-sosial, bicara, kognitif,mandiri, kreativitas. 31

32 Kewajiban dan Tanggung Jawab Orangtua dan Keluarga Mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak Menumbuh-kembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak 32 ( UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak )

33 Faktor terpenting agar anak tumbuh kembang optimal,sehat, cerdas dan kreatif Terpenuhi semua kebutuhan dasar anak: Kebutuhan fisik-biologik Kebutuhan emosi- kasih sayang Kebutuhan stimulasi (rangsangan) Semua sama pentingnya, saling mendukung dan mempengaruhi satu sama lain Jika salah satu tidak tercukupi  anak tidak dapat tumbuh kembang optimal, tidak cerdas dan tidak kreatif Orangtua mempunyai kewjiban & tanggung jawab untuk mengasuh, merawat dan melindungi anak 33

34 Apa yang harus dilakukan orang tua  Memiliki konsep diri positif sebagai orangtua  Penyediaan Makanan Berqizi seimbang bagi ibu hamil  Memberikan ASI eklusif selama 6 bulan  Memberikan ASI sampai berusia 24 bulan dan makanan pendamping ASI /MP.ASI setelah bayi berusia 6 bulan  Menjaga kebersihan (hygiene sanitasi)  Perawatan kesehatan bayi di rumah  Pola asuh / stimulasi pendidikan anak (psikososial emosional)  Perlindungan terhadap kekerasan fisik dan mental  Menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman 34

35 Terima kasih…

36


Download ppt "1 Disampaikan pada Rakornas Bunda PAUD Jakarta, 19 Nopember 2013 Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., Sp.GK. (Kepala BKKBN) BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google