Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SUATU INVESTIGASI MATA RANTAI PASOKAN PRODUK PERIKANAN DI YUNANI Presentasi Oleh: TAJIDAN BUDIASA Sumber : An investigation of the supply chain of fisheries.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SUATU INVESTIGASI MATA RANTAI PASOKAN PRODUK PERIKANAN DI YUNANI Presentasi Oleh: TAJIDAN BUDIASA Sumber : An investigation of the supply chain of fisheries."— Transcript presentasi:

1 SUATU INVESTIGASI MATA RANTAI PASOKAN PRODUK PERIKANAN DI YUNANI Presentasi Oleh: TAJIDAN BUDIASA Sumber : An investigation of the supply chain of fisheries products in Greece Karya /Hak Cipya : Eleni Kaimakoudi; Konstantinos Polymeros, dan Christos Karelakis 1

2 1. PENGANTAR PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN MELALUI PROSEDUR INTENSIFIKASI PRODUKTIF, BERESIKO APABILA TIDAK MEMPERTIMBANGKAN ASPEK LINGKUNGAN, MENYIMPANG DARI TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN. IMPLIKASI DARI SEMUA INI BAHWA NEGARA DAN PERUSAHAAN MEMBUTUHKAN INTEGRASI EKONOMI, BIOLOGI DAN PROSEDUR KERJA MANUSIA UNTUK MENCIPTAKAN SUATU SYSTEM PERDAGANGAN BERKELANJUTAN, 2

3 TERUTAMA DALAM SYSTEM PANGAN, ADA KEPRIHATINAN PADA SEBAGIAN BESAR PELAKU YANG TERLIBAT DALAM PERMASALAH KESEHATAN DAN ETIKA SEPERTI KEAMANAN PANGAN DAN KONDISI KERJA YANG AMAN, SERTA PELESTARIAN LINGKUNGAN DAN KONSERVASI EKOSISTEM KERAGAMAN HAYATI. 3

4 LANJUT YANG TIDAK KURANG MENJADI PERHATIAN ADALAH MENINGKATNYA STANDAR KEAMANAN PANGAN DENGAN SPESIFIKASI YANG LEBIH KETAT DAN TELAH DIKEMBANGKANNYA PENINGKATAN PENJAMINAN MUTU BAIK DI LEVEL DUNIA DAN EROPA. DALAM KASUS PRODUK PERTANIAN, SPESIFIKASI MUTU MEMBERIKAN KONTRIBUSI BAGI PENINGKATAN DAYA SAING DAN PERLUASAN PANGSA PASAR TERMASUK DI DALAMNYA MENDAPATKAN PANGSA PASAR BARU SEKALIGUS PENINGKATAN HARGA. 4

5 LANJUT TERUTAMA DI SEKTOR PERIKANAN LAUT TERBUKA YANG MERUPAKAN BAGIAN DARI INDUSTRI PANGAN, PERDAGANGAN BESAR DAN PENINGKATAN PRODUKSI PERIKANAN GLOBAL DAN FAKTA BAHWA BANYAK DARI ALIRAN PERDAGANGAN DARI NEGARA- NEGARA INDUSTRI BERKEMBANG MENUNJUKKAN POTENSI SERTIFIKASI SEBAGAI INSENTIF BAGI PENINGKATAN MANAJEMEN PERIKANAN DAN PEMBATASAN PERDAGANGAN. SEBAGAI CONTOH BANYAK PERUSAHAAN PRODUK PERIKANAN TELAH MENGIKUTI PROGRAM SKEMA SERTIFIKASI ISO 9000 SECARA SUKARELA. 5

6 LANJUT HAL INI TIDAK HANYA EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN STANDAR KUALITAS DALAM PROSEDUR PRODUKSI, TETAPI JUGA UNTUK MENCIPTKAN LEBIH BANYAK PELUANG BAGI TERPILIHNYA PRODUK- PRODUK YANG DIHASILKAN PERUSAHAAN UNTUK DIPILIH OLEH IMPORTIR TERTENTU, PENGECER DAN KONSUMEN. 6

7 LANJUT YANG TERAKHIR INI TELAH MENJADI SEMAKIN PENTING KARENA PENEKANANNYA DIMASUKKAN PADA PENELUSURAN DAN KEAMANAN PANGAN, SERTA SEBAGAI PERSYARATAN KETAT YANG DIKENAKAN OLEH IMPORTIR ATAU PENGECER SEBAGAI PEMASUK MEREKA. 7

8 LANJUT BANYAK PENELITI SEBELUMNYA TELAH MEMBERIKAN WAWASAN PENTING PADA KINERJA PASAR YANG TERUTAMA TERFOKUS PADA ASPEK LINTAS SEKTORAL, TETAPI WAWASAN LEBIH LANJUT DAPAT DIPEROLEH DENGAN MENGALIHKAN PERHATIAN PENELITIAN PADA SEKTOR-SEKTOR TERTENTU. MENGINGAT PADA PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN INI, UPAYA YANG DILAKUKAN SEKARANG INI DIFOKUSKAN PADA PENELITIAN KINERJA PASAR SEKTOR PERIKANAN YUNANI. 8

9 LANJUTAN TUJUAN UTAMA PENELITIAN INI ADALAH UNTUK MENGANALISIS RANTAI PASOKAN PRODUK PERIKANAN DI YUNANI DENGAN MENGGUNAKAN KERANGKA STRUKTUR KERJA DAN KINERJA (SCP). WAWASAN YANG DIPEROLEH DARI STUDI INI MELIBATKAN SEMUA BADAN YANG TERKAIT DENGAN INSTRUMEN DALAM HAL BAGAIMANA MENGHADAPI HAMBATAN DAN MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMASARAN YANG TEPAT UNTUK EFISIENSI PROMOSI SERTIFIKASI. 9

10 LANJUTAN ASPEK INOVATIF DARI PENELITIAN INI ADALAH ESTIMASI DAMPAK FAKTOR LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG DAN TOTAL PADA VARIABEL DEPENDEN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMODELAN JALUR. SEBAGIAN BESAR STUDI KINERJA CENDERUNG FOKUS PENELITIAN PADA HUBUNGAN BIVARIAT ATAU MULTIVARIAT TAMPA MENYELELIDIKI SEJAUH MANA DAMPAK KESELURURUHAN. 10

11 LANJUT DALAM PENELITIAN INI, DAMPAK LANGSUNG, DAMPAK TIDAK LANGSUNG DAN DAMPAK TOTAL VARIABEL INDEPENDEN DIPERKIRAKAN PADA MASING-MASING VARIABEL DEPENDEN. PENELITIAN BERMULA DARI LANDASAN KONSEPTUAL BAGAIMANA SEJUMLAH VARIABEL PENTING MEMPENGARUHI KINERJA PASAR. 11

12 2.KERANGKA KERJA KONSEPTUAN MODEL SCP MERUPAKAN SALAH SATU KERANGKA STANDAR ANALISIS PASAR. SCP TELAH DIGUNAKAN DALAM ORGANISASI INDUSTRI UNTUK TUJUAN ANALISIS KOMPETITIF DAN TELAH DIADOPSI OLEH PEMEGANG POSISI MANAJEMEN STRATEGIS TERKEMUKA DI BIDANG KELOMPOK STRATEGIS. 12

13 LANJUT MODEL INI TERDIRI DARI 3 (TIGA) KOMPONEN KUNCI: STRUKTUR IDUSTRI, PERILAKU PERUSAHAAN, DAN KINERJA PASAR.YANG PERTAMA MERUJUK KEPADA JUMLAH DAN UKURAN PEMANGKU KEPENTINGAN, DIFERENSIASI PRODUK, HAMBATAN MASUK DAN KELUAR, DITENTUKAN OLEH KARAKTERISTIK ORGANISASI PASAR YANG MEMPENGARUHI SIFAT DAN PERILAKU PERSAINGAN HARGA DALAM PASAR. 13

14 LANJUT PERUSAHAAN MELAKUKAN KOORDINASI BERKAITAN DENGAN MEKANISME PASAR DAN KEBIJAKAN HARGA YANG DITERAPKAN OLEH RANTAI PASOKAN PEMANGKU KEPENTINGAN. KEDUA KOMPONEN PASAR INI DAPAT MEMPENGARUHI KINERJA PASAR YANG MERUPAKAN UKURAN DARI HUBUNGAN HARGA OUTPUT DENGAN TINGKAT INOVASI DAN INVESTASI, KHUSUSNYA PADA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (R&D). 14

15 LANJUT SECARA KHUSUS, STRUKTUR INDUSTRI MENGACU PADA ASET EKONOMI (PENJUALAN & KERJA), TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN, SITUASI KOMPETITIF DARI PERUSAHAAN, DAN DALAM HUBUNGAN DI LEVEL MAKRO UNTUK ALOKASI SUMBER DAYA, LOKASI GEOGRAFIS, DAN DESKRIPSI INDUSTRI. DISI LAIN PERUSAHAAN MELAKUKAN PENENTUAN PERILAKU KOMPETITIF PERUSAHAAN DAN MELIBATKAN INFORMASI PASAR, INVESTASI, PENINGKATAN KUALITAS SYSTEM, STABILITAS MAKROEKONOMI DAN KERANGKA KERJA LEGISLATIF. 15

16 LANJUT AKHIRNYA, KINERJA PASAR KHAWATIR ATAS UPAYA MEMAKSIMALKAN KESEJAHTERAAN KONSUMEN DENGAN MEMPRODUKSI PRODUK DENGAN BIAYA LEBIH RENDAH, PEMERATAAN DISTRIBUSI PRODUK ANTARA KEBUTUHAN KONSUMEN YANG BERBEDA DAN JUGA MELALUI PENINGKATAN KUALITAS DAN KERAGAMAN PRODUK, TEKNOLOGI, STABILITAS HARGA DAN STABILITAS PEKERJAAN.. 16

17 LANJUT SECARA KESELURUHAN, MODEL SCP MENCOBA UNTUK MENJELASKAN DAN MEMPREDIKSI KINERJA IDUSTRI PASAR SEBAGAI KONSEKUENSI DARI STRUKTUR INDUSTRI DAN PERUSAHAAN MELAKUKAN ASUMSI BAHWA ADA HUBUNGAN SEBAB-AKIBAT YANG STABIL ANTAR MEREKA. 17

18 LANJUT ADA YANG BERPENDAPAT BAHWA TIDAK HANYA STRUKTUR INDUSTRI YANG DAPAT MEMPENGARUHI PERILAKU PERUSAHAAN DAN KINERJA PASAR, TETAPI PERILAKU PERUSAHAAN DAN KINERJA PASAR CENDERUNG UMPAN BALIK DAN MEMPENGARUHI STRKTUR INDUSTRI. ITU ADALAH PALING KURANG POPULER –BENTUK MODEL YANG TIDAK MEMERLUKAN INFORMASI HARGA DAN MEMILIKI POTENSI UNTUK MENANGKAP SEMUA JENIS DAN UKURAN KEKUATAN PASAR, SEPERTI SELAMA ITU MEMPENGARUHI KINERJA PASAR MELALUI STRUKTUR INDUSTRI. 18

19 LANJUT KELEBIHAN SCP TERLETAK PADA PERILAKU YANG TERGANTUNG PADA KONTEKS DI MANA PERILAKU TERJADI. SIFAT PERSAINGAN DALAM SUATU INDUSTRI AKAN BERGANTUNG PADA STRUKTUR INDUSTRI TERSEBUT. INI ADALAH ALAT UNTUK MENGATUR MASALAH PENELITIAN ILMIAH TERTENTU DAN DENGAN DEMIKIAN CUKUP FLEKSIBEL UNTUK PENERAPAN TEKNIK- TEKNIK BARU, SEPERTI TEORI PERMAINAN DAN BIAYA TRANSAKSI ANALISIS PERILAKU PERUSAHAAN, SAMA SEPERTI DI MASA LALU DISESUAIKAN DENGAN TRANSISI DARI STUDI INDUSTRI UNTUK ANALISIS STATISTIK LINTAS SEKTORAL. 19

20 LANJUT MODEL STRUKTUR INDUSTRI, PERILAKU DAN KINERJA PASAR SERINGKALI DIGUNAKAN DI PUSAT KEBIAJAKAN PENGELOLAAN PERIKANAN TETAPI JARANG DIBAHASA DI LERATUR. SEKARANG UPAYA MENGKAJI HIPOTESIS SCP MENGGUNAKAN SAMPEL PERUSAHAAN PERIKANAN YUNANI, SEBUAH PRESENTASI GRAFIS DARI MODEL KONSEPTUAL DIPAPARKAN PADA GAMBAR 1. 20

21 LANJUT 21

22 3. PENGUMPULAN DATA DATA PRIMER DIKUMPULKAN DARI SUATU SURVEY (KUESIONER) PADA PERUSAHAAN- PERUSAHAAN PERIKANAN YUNANI YANG BERGERAK PADA USAHA PEMASARAN DAN DISTRIBUSI PRODUK PERIKANAN MELALUI PASAR PELABUHAN NELAYAN UTAMA DI YUNANI DALAM HAL KUANTITAS DISTRIBUSI. 22

23 LANJUT NILAI DARI METODE INI ADALAH MEMUNCULKAN INFORMASI SPESIFIK DARI RESPONDEN, MENDAPATKAN INFORMASI PASAR YANG PALING AKURAT DAN TERBARU, DAN DIREKOMENDASIKAN KETIKA DATA SEKUNDER YANG TERBATAS. MENINJAU LITERATUR SCP YANG RELEVAN ADALAH SANGAT PENTING UNTUK MENGOPERASIONALKAN KONSTRUKSI PADA GAMBAR 1 DAN UNTUK MERANCANG SEMUA PERTANYAAN PADA INSTRUMEN SURVEY. 23

24 LANJUT SKALA DIVALIDASI DARI STUDI SEBELUMNYA DAN TERMINOLOGI YANG DIBANGUN DIGUNAKAN UNTUK SEMUA KONSTRUKSI GUNA MENDAPATKAN RILIABEL DAN LANGKAH-LANGKAH YANG TEPAT UNTUK VARIABEL YANG DIMASUKKAN DALAM KUESIONER DAN MEMUNGKINKAN UNTUK DIBANDINGKAN DENGAN LITERATUR YANG TERSEDIA. 24

25 LANJUT KECUALI UNTUK PERTANYAAN DEMOGRAFIS, SEPERTI USIA, UKURAN PERUSAHAAN, PERTANYAAN DALAM INSTRUMEN SURVEY MENGGUNAKAN LIMA TITIK SKALA LINKERT, MULAI DARI SANGAT TIDAK SETUJU SAMPAI DENGAN SANGAT SETUJU. MENYEDIAKAN TITIK NILAI BAGI RESPONDEN DENGAN HANYA LIMA POSISI PILIHAN ADALAH IA CENDERUNG UNTUK MENGHINDARI BERKUMPULNYA TANGGAPAN RESPONDEN DI POSISI PILIHAN RESPONDEN MENENGAH (YAITU TIGA). DI SISI LAIN, POSISI SKALA TERLALU BANYAK (MISAL TUJUH POIN SKALA) CENDERUNG MEMBINGUNKAN RESPONDEN. 25

26 LANJUT AKHIRNYA, INSTRUMEN PENELITIAN DILAKUKAN UJI COBA DAN DISEMPURNAKAN MELALUI WAWANCARA PRIBADI DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN UNTUK MENETAPKAN VALIDASI DAN KEJELASAN ISI. SELAMA PROSES PENGUMPULAN DATA, PENEKANANNYA DITEMPATKAN PADA MENGIDENTIFIKASI INDIVIDU YANG PALING TEPAT DALAM SETIAP PERUSAHAAN 26

27 LANJUT UNTUK MEMPEROLEH INFORMASI YANG DIPERLUKAN. UNTUK MENGUMPULKAN DATA DIPILIH PROSEDUR METODE BOLA SALJU, KELEBIHAN DARI METODE INI ADALAH MENGIDENTIFIKASI ORANG YANG TEPAT YANG MEMILIKI INFORMASI YANG BANYAK, CONTOH YANG BAIK UNTUK BELAJAR DARI SUBYEK YANG BAIK. SEMUA RESPONDEN BERADA DALAM POSISI EKSEKUTIF, MELAYANI DALAM PERUSAHAAN SEBAGAI MANAJER DAN/ATAU PEMILIK, DAN MENGETAHUI BANYAK TENTANG KEGIATAN PERUSAHAAN MEREKA DAN KETERLIBATAN DALAM PENGAMBILAN KEBIJAKAN. 27

28 LANJUT HAL INI MENJAMIN KEHANDALAN INFORMASI YANG DIPEROLEH SEJAK RESPONDEN MENJAWAB PERTANYAAN- PERTANYAAN DALAM BIDANG TANGUNGJAWAB MEREKA. AKHIRNYA 99 KUESIONER YANG DIKUMPULKAN DAPAT DIGUNAKAN. PARA MAYORITAS PERUSAHAAN MEMILIKI LEBIH DARI 6 ORANG KARYAWAN (31,3%) DAN TELAH BERPENGALAMAN DALAM BISNIS SELAMA LEBIH DARI 20 TAHUN (29,3%), JUMLAH NELAYAN LEBIH KECIL DARI JUMLAH GROSIR (25,3%), YANG BERTURUT-TURUT LEBIH KECIL DARI JUMLAH PENGECER (38,4%). 28

29 LANJUT DENGAN DEMIKIAN PASAR BISA DICIRIKAN SEBAGAI PASAR OLIGOPOLI, KARENA DIDOMINASI OLEH SEJUMLAH KECIL PENJUAL (OLIGOPOLI) BERHADAPAN DENGAN SEJUMLAH PEMBELI. SEBUAH PROFIL UMUM DARI PERUSAHAAN SAMPEL DIILUSTRASIKAN PADA TABEL 1 BERIKUT: 29

30 LANJUT 30

31 4. METODOLOGI SEMUA VARIABEL TERMASUK DALAM KUESIONER DIUKUR MELALUI BEBERAPA TAHAP: 1. EKSPLORASI ANALISIS FAKTOR (PUS) DENGAN MENERAPKAN VARIMAX UNTUK MENYEDIAKAN SATU SET LEBIH MUDAH DIKELOLA VARIABEL RELEVAN DENGAN MODEL SCP. ANALISIS FAKTOR BERJALAN KARENA MENGUKUR KECUKUPAN SAMPLING MSA. NILAI ITU JAUH DI ATAS AMBANG 0,50 DAN 0,6 YANG DIPERLUKAN UNTUK FAKTOR ANALISIS YANG BAIK. 31

32 LANJUT 2. KONSISTENSI MASING-MASING FAKTOR DIPERIKSA DENGAN MENGGUNAKAN CRONBACH ALPHA COEFISIEN. 3. ANALISIS FAKTOR KOMPIRMATORI (CFA) UNTUK MENILAI DAN MENGUJI PENGUKURAAN MODEL DAN MEMURNIKAN FAKTOR DALAM MODEL. SEMUA FAKTOR STANDAR LOADINGS DAN KEHANDALAN FAKTOR DISAJIKAN SECARA JELAS PADA TABEL 2. 32

33 LANJUT SEBAGAIMANA DAPAT DILIHAT BAHWA SEBAGIAN BESAR SKALA TELAH MELEBIHI KOEFISIEN ALPHA DENGAN NILAI 0,80, NILAI YANG DIANGGAP SANGAT BAIK UNTUK KEHANDALAN KONSISTENSI INTERNAL. SEMBILAN KONSTRUKSI MENENTUKAN FAKTOR IDENPENDEN DALAM MODEL YANG MASING-MASING DIUKUR DENGAN BEBERAPA INDIKATOR. SEMUA KONSTRUKSI DASAR ADALAH SEBAGAI BERIKUT: 33

34 LANJUT a. PENGEMBANGAN PRODUK AKTIF (PE1); b. KINERJA HARGA (PE2); c. KOMPETISI INTERNASIONAL (SC1); d. LANGKAH-LANGKAH KEBIJAKAN UMUM PERIKANAN (CFP) (SC2); e. BIAYA (SC3); f. KOMPETISI KEUNTUNGAN (SC4); g. KEBIJAKAN UMUM PERIKANAN (CFP) (SC5); h. JAMINAN KUALITAS (SC6); i. BAHAN BAKU BERKUALITAS (SC7); 34

35 LANJUT DUA KONSTRUKSI YANG PERTAMA (PE1- PE2) MENCERMINKAN KOMPONEN KINERJA PASAR, SEDANGKAN BERIKUTNYA (SC1-SC4) DAN TIGA TERAKHIR (SC5-SC7) MASING-MASING MENCERMINKAN STRUKTUR INDUSTRI DAN PERILAKU PERUSAHAAN INDUSTRI. 35

36 LANJUT 36

37 LANJUT 37

38 LANJUT 4. ANALISIS JALUR MENGGUNAKAN KRITERIA OLS UNTUK MENGUJI MODEL OPERASIONAL YANG TERCANTUM PADA GAMBAR 1. SELURUH MODEL TERDIRI DARI BAGIAN STRUKTURAL, DI MANA KONTRUKSI KINERJA PASAR ADALAH VARIABEL DEPENDEN, DAN SC1-SC7 ADALAH VARIABEL INDEPENDEN. Dimana b (n=1,2,…,7) ADALAH KOEFISIEN STANDAR BETA; DAN e ADALAH KESALAHAN PENGUKURAN. 38

39 LANJUT DENGAN DEMIKIAN DILAKUKAN SERANGKAIAN PENGUJIAN MODEL REGRESI BERGANDA YANG KONSISTEN DENGAN SPESIFIKASI MODEL. BEBERAPA HUBUNGAN ANTARA VARIABEL-VARIABEL YANG DITEMUKAN SECARA STATISTIK TIDAK SIGNIFIKAN. UNTUK MEMURNIKAN MODEL, HUBUNGAN INI DIHAPUS DAN SUATU SERI BEBERAPA REGRESI BARUDICOBAKAN. HAL INI MENGAKIBATKAN PERSAMAAN BERIKUT YANG MEWAKILI EFEK LANGSUNG DARI VARIABEL INDEPENDEN PADA MASING- MASING VARIANBEL DEPENDEN. 39

40 LANJUT 40

41 LANJUT NILAI KOEFISIEN DETERMINAN (R 2 ) BERIKISAR 0,283-0,546. SECARA UMUM APABILA (R 2 ) NILAI 0,20 ATAU LEBIH BESAR, MAKA LINEARITAS HUBUNGAN DAPAT DITERIMA. KOEFISIEN KORELASI PEARSON DAN HASIL ANALISIS JALUR MASING-MASING DISAJIKAN PADA TABEL 3 DAN TABEL 4. DIHITUNG EFEK LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG DAN TOTAL (LANGSUNG+TIDAK LANGSUNG) PADA VARIABEL DEPENDEN, KARENA BEBERAPA VARIABEL MEDIASI (SC5, SC6 DAN SC7). 41

42 LANJUT 42

43 LANJUT 43

44 LANJUT KOEFISIEN JALUR YANG DIGUNAKAN UNTUK MENDEKOMPOSISIKAN KORELASI DALAM MODEL MENJADI EFEK LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG, JALUR LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERCERMIN PADA PANAH DALAM MODEL. EFEK TIDAK LANGSUNG MELIBATKAN VARIABEL MEDIATOR YANG MENGHANTARKAN SEBUAH BAGIAN EFEK DARI VARIABEL SEBELUMNYA KE VARIABEL BERIKUTNYA. 44

45 LANJUT PADA GAMBAR 2 TERLIHAT LANGKAH UNTUK MEMPERTAHANKAN SIGINIFIKANSI STATISTIK DAN STANDAR KOEFISIENNYA. EFEK LANGSUNG PADA SETIAP VARIABEL DEPENDEN DAPAT DILIHAT PADA PERSAMAAN BERIKUT: 45

46 LANJUT 46

47 LANJUT 47

48 LANJUT DENGAN DEMIKIAN EFEK TIDAK LANGSUNG PADA MASING-MASING VARIABEL DEPENDEN ADALAH SEBAGAI BERIKUT: 48

49 LANJUT 49

50 5. HASIL 5.1 PENGARUH PADA KINERJA PASAR HASIL ANALISIS PATH MENUNJUKKAN BAHWA SEMUA PERUSAHAAN KONSTRUKSI YANG MELAKUKAN SECARA LANGSUNG MEMPENGARUHI KINERJA HARGA (PE2), SEDANGKAN HANYA JAMINAN KUALITAS (SC6) YANG MEMILIKI DAMPAK LANGSUNG PADA PENGEMBANGAN PRODUK AKTIF (PE1). 50

51 LAN JUT SEBAGAI KOMPONEN STRUKTUR SAHAM INDUSTRI, ANALISIS MENUNJUKKAN BAHWA KOMBINASI HUBUNGAN YANG MENARIK KARENA SEMUA VARIABEL STRUKTUR INDUSTRI MEMPENGARUHI TIDAK LANGSUNG KINERJA PASAR PERUSAHAAN MELALUI FAKTOR-FAKTOR PERILAKU, KECUALI UNTUK KOMPETITIF KEUNTUNGAN (SC4) YANG HANYA MEMILIKI EFEK LANGSUNG PADA PENGEMBANGAN PRODUK AKTIF (PE1) DAN KINERJA HARGA (PE2). 51

52 LANJUT HASIL AKHIR MENEGASKAN KEMBALI ARGUMEN BAHWA ADA HUBUNGAN POSITIF ANTARA KEUNTUNGAN KOMPETITIF DENGAN KINERJA PASAR. LEBIH KHUSUS LAGI KEUNGGULAN KOMPETITIF MEMILIKI DAMPAK KUAT PADA PENGEMBANGAN PRODUK AKTIF (BETA: 0,475) DIIKUTI OLEH JAMINAN KUALITAS (SC6; BETA:0,332), CFP LANGKAH-LANGKAH (SC2; BETA:0146) DAN KOMPETISI INTERNASIONAL (SC1; BETA: 0,120). 52

53 LANJUT SELAIN ITU, CFP (SC5; BETA:0,050) DAN KUALITAS BAHAN BAKU (SC7;BETA:0,077) MEMILIKI EFEK YANG AGAK SEDERHANA HANYA LANGSUNG PADA EFEK PRODUK AKTIF PEMBANGUNAN MELALUI JAMINAN KUALITAS (SC6). SEPERTI KEKHAWATIRAN KINERJA HARGA, JAMINAN KUALITAS MEMILIKI DAMPAK YANG KUAT (BETA:0,439) MESKIPUN DIIKUTI OLEH KUALITAS BAHAN BAKU YANG MEMILIKI EFEK NEGATIF (SC7;BETA:-0,398), KEUNGGULAN KOMPETITIF (SC4; BETA: 0,322) DAN CFP (SC5;BETA:0,297). 53

54 LANJUT AKHIRNYA DAMPAK DARI BIAYA (SC3) DAN KOMPETISI INTERNASIONAL (SC1) PADA KINERJA HARGA ADALAH SEDERHANA MASING-MASING BETA:0,055 DAN BETA: -0,065, KARENA IA MEMPENGARUHI KINERJA HARGA HANYA SECARA TIDAK LANGSUNG MELALUI KOMPONEN PERILAKU PERUSAHAAN. 54

55 LAJUT 5.2 PENGARUH PADA PRILAKU PERUSAHAAN FAKTOR YANG MUNCUL SEBAGAI PENENTU YANG PALING SIGNIFIKAN DARI PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN KONTRUKSI BERKAITAN DENGAN ENTRI HAMBATAN YAITU KOMPETISI INTERNASIONAL DAN LANGKAH-LANGLAH CFP. TERUTAMA KOMPETISI INTERNASIONAL (SC1) YANG MEMILIKI EFEK LANGSUNG PADA SEMUA KOMPONEN PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN, SEDANGKAN CFP TINDAKAN (SC2) MEMILIKI EFEK PADA CFP (SC5) DAN JAMINAN KUALITAS (SC6), BIAYA (SC3) HANYA MEMPENGARUHI CFP. 55

56 LANJUT SELANJUTNYA, ITU SANGAT BERHARGA MENYEBUTKAN ADANYA SUATU KETERKAITAN ANTARA VARIABEL PERILAKU, KARENA JAMINAN KUALITAS (SC6)MEMILIKI DAMPAK NEGATAIF (BETA: -0,233) PADA BAHAN BAKU BERKUALITAS (SC7) DAN SEBALIKNYA (BETA:-0,333) 56

57 LANJUT CFP TINDAKAN (SC5) MEMILIKI EFEK POSITIF YANG KUAT PADA KEDUA CFP DAN JAMINAN KUALITAS MASING-MASING (BETA: 0,347 DAN BETA: 0,442), DIIKUTI OLEH KOMPETISI INTERNASIONAL (SC1) BETA: 0,290) DAN BETA: 0,364). FAKTOR BERIKUTNYA YANG PALING PENTING UNTUK CFP ADALAH BIAYA (SC3; BETA: 0,223), SEDANGKAN UNTUK JAMINAN KUALITAS BAHAN BAKU (SC7), YANG MEMILIKI EFEK NEGATIF MESKIPUN (BETA = -0,233). MEYAKINKAN, KUALITAS BAHAN BAKU (SC7) SANGAT DIPENGARUHI OLEH KOMPETISI INTERNASIONAL (BETA = 0,581), DIIKUTI DENGAN JAMINAN KUALITAS (SC6; BETA: - 0,333). 57

58 LANJUT 5.3 RELATIF PENTINGNYA STRUKTUR INDUSTRI UNTUK SEKTOR PERIKANAN DAMPAK TOTAL DARI FAKTOR-FAKTOR STRUKTUR INDUSTRI [KOMPETISI INTERNASIONAL (SC1) + CFP TINDAKAN (SC2) + BIAYA (SC3) + KEUNGGULAN KOMPETITIF (SC4) = 0,741] PADA PENGEMBANGAN PRODUK AKTIF LEBIH BESAR DARI DAMPAK TOTAL FAKTOR PERUSAHAAN MELAKUKAN [JAMINAN KUALITAS (SC6) + CFP (SC5) + KUALITAS BAHAN BAKU (SC7) = 0,305]. 58

59 LANJUT HAL YANG SAMA DIAMATI UNTUK KINERJA HARGA, KARENA DAMPAK TOTAL DARI FAKTOR-FAKTOR STRUKTUR INDUSTRI [CFP LANGKAH-LANGKAH (SC2) + BIAYA (SC3) + KEUNGGULAN KOMPETITIF (SC4) + KOMPETISI INTERNASIONAL (SC1) = 0,459] LEBIH BESAR DARI DAMPAK TOTAL DARI FAKTOR-FAKTOR PERILAKU PERUSAHAAN [JAMINAN KUALITAS (SC6) + CFP (SC5) + KUALITAS BAHAN BAKU (SC7) = 0,338]. 59

60 6. DISKUSI DAN IMPLIKASI PENELITIAN INI MENGUJI FAKTOR- FAKTOR PENENTU KINERJA PASAR PADA PERUSAHAAN PERIKANAN MENGGUNAKAN KERANGKA SCP. DUA KEMUNGKINAN HUBUNGAN DIANALISIS: HUBUNGAN KAUSAL STRUKTUR INDUSTRI DAN PERILAKU PERUSAHAAN, DAN HUBUNGAN KAUSAL BERURUTAN PERILAKU PERUSAHAAN DAN KINERJA PASAR. 60

61 LANJUT TEMUAN MENDUKUNG ARGUMEN BAHWA PERILAKU PERUSAHAAN DIPENGARUHI OLEH STRUKTUR INDUSTRI DAN BERURUTAN KEDUANYA MEMILIKI LANDASAN PADA KINERJA PASAR. SELAIN ITU, MENURUT EFEK TOTAL PADA MASING-MASING VARIABEL DEPENDEN SEBAGAI KESELURUHAN, STRUKTUR INDUSTRI MEMILIKI DAMPAK BESAR PADA KINERJA PASAR DARI PERILAKU PERUSAHAAN. HASILNYA MENEGASKAN KEMBALI TEMUAN DARI LITERATUR SEBELUMNYA. 61

62 LANJUT FAKTOR YANG PALING PENTING YANG MEMPENGARUHI KINERJA PASAR YANG BERKAITAN DENGAN STRUKTUR INDUSTRI, YAITU KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN LANGKAH-LANGKAH CFP, DAN UNTUK MELAKUKAN PERUSAHAAN - YAITU JAMINAN KUALITAS. YANG PALING POSITIF DAN SIGNIFIKAN EFEK DARI KEUNGGULAN KOMPETITIF YANG TERCERMIN PADA PERMINTAAN PELANGGAN, HAMBATAN PERDAGANGAN DAN PERSAINGAN MENUNJUKKAN BAHWA ITU ADALAH PRASYARAT BAGI PENINGKATAN TINGKAT KINERJA PASAR. 62

63 LANJUT INI BERARTI BAHWA PERUSAHAAN PERIKANAN BERTUJUAN UNTUK MENINGKATKAN POSISI MEREKA DI PASAR HARUS MENJADI LEBIH KOMPETITIF DALAM RANGKA UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN PELANGGAN SECARA LEBIH EFEKTIF DAN KEMUDIAN MENGHADAPI HAMBATAN PERDAGANGAN SECARA EFEKTIF. 63

64 LANJUT HASIL YANG SAMA BERLAKU JUGA UNTUK TINDAKAN CFP YANG MERUPAKAN HAMBATAN MASUK BAGI PERUSAHAAN PERIKANAN DAN MENGACU PADA PENGURANGAN ARMADA PENANGKAPAN IKAN DAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN DAN PERIODE YANG TERBATAS. HAL INI MENUNJUKKAN BAHWA KINERJA PASAR SANGAT TERGANTUNG PADA KEKUATAN OLIGOPOLI. 64

65 LANJUT DI SISI LAIN, KARENA KEKHAWATIRAN DAMPAK DARI PERILAKU PERUSAHAAN DI PASAR KINERJA, JAMINAN MUTU MEMILIKI EFEK POSITIF YANG PALING SIGNIFIKAN, YANG MENGUNGKAPKAN PENTINGNYA DIFERENSIASI PRODUK STRATEGI DALAM MENENTUKAN KINERJA PASAR PERUSAHAAN PERIKANAN YUNANI. 65

66 LANJUT KUALITAS JAMINAN TERDIRI DARI PERLINDUNGAN LINGKUNGAN, PENGENDALIAN PRODUKSI DAN KESEHATAN PRODUK DAN KESELAMATAN, YANG DAPAT MEMBERIKAN PELUANG PEMBANGUNAN MASA DEPAN BAGI PERUSAHAAN- PERUSAHAAN PERIKANAN, MENUNJUKKAN BAHWA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN HARUS INTENSIF MENERAPKAN STRATEGI DIDASARKAN PADA JAMINAN KUALITAS PRODUK DAN SERTIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PASAR MEREKA. 66

67 LANJUT FAKTOR YANG PALING PENTING YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PERUSAHAAN ADALAH YANG BERKAITAN DENGAN STRUKTUR INDUSTRI. PERLU MENYEBUTKAN BAHWA PERSAINGAN INTERNASIONAL MEMPENGARUHI SEMUA VARIABEL PERUSAHAAN MELAKUKAN. HASILNYA MENUNJUKKAN DAMPAK SIGNIFIKAN PADA KEPUTUSAN MELAKUKAN PERUSAHAAN PERIKANAN, DAN SEBERAPA INTENS PERSAINGAN DALAM HAL HARGA PRODUK, BRANDING DAN PROMOSI MEMPENGARUHI SEMUA FUNGSI DARI PASAR TERTENTU. 67

68 LANJUT SELAIN ITU, CFP TINDAKAN MEMILIKI DAMPAK YANG AGAK KUAT PADA CFP DAN JAMINAN KUALITAS, YANG MENYIRATKAN BAHWA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN PERIKANAN BERTUJUAN UNTUK MENINGKATKAN JAMINAN KUALITAS PRODUK MEREKA HARUS KONSISTEN DENGAN STANDAR KEBIJAKAN UMUM PERIKANAN. DI SISI LAIN, SEBUAH TEMUAN YANG TIDAK DIANTISIPASI ADALAH BAHWA KEUNGGULAN KOMPETITIF TIDAK DITEMUKAN MENJADI PENENTU YANG SIGNIFIKAN DARI PERILAKU PERUSAHAAN PERIKANAN. 68

69 LANJUT TEMUAN INI MUNGKIN KARENA INTENS PERSAINGAN DALAM HAL HARGA PRODUK, BRANDING DAN PROMOSI. SELAIN ITU, KOMENTAR YANG LAYAK ADANYA SUATU KETERKAITAN YANG MENARIK ANTARA VARIABEL PERILAKU, KARENA JAMINAN KUALITAS MEMILIKI DAMPAK NEGATIF PADA KUALITAS BAHAN BAKU DAN SEBALIKNYA. HASIL INI SEBENARNYA ADUMBRATES SISTEM HARGA DAN MENYANGKUT KEBIJAKAN HARGA DALAM KONDISI PASAR SAAT INI (PASOKAN & PERMINTAAN) DAN DIFERENSIASI HARGA SESUAI DENGAN KUALITAS PRODUK. 69

70 LANJUT HUBUNGAN NEGATIF MENUNJUKKAN BAHWA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN PERIKANAN BEROPERASI DI BAWAH SISTEM HARGA SAAT INI AKAN MENGHADAPI PENURUNAN YANG SIGNIFIKAN DALAM JAMINAN KUALITAS PRODUK MEREKA. 70

71 LANJUT SECARA KESELURUHAN, PERUSAHAAN PERIKANAN BERTUJUAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PASAR MEREKA DALAM HAL PENGEMBANGAN PRODUK AKTIF DAN KINERJA HARGA, MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMASARAN, MEMASUKKAN KE DALAM STRUKTUR INDUSTRI, MEMPERTIMBANGKAN BERBAGAI ASPEK KARENA MEREKA MENGUNGKAPKAN BAHWA DAMPAK YANG LEBIH BESAR PADA KINERJA PASAR BERTENTANGAN DENGAN MELAKUKAN PERUSAHAAN. 71

72 LANJUT OLEH KARENA ITU, FOKUS PADA PEMELIHARAAN KEGIATAN DAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN DENGAN LANGKAH-LANGKAH CFP TAMPAKNYA SANGAT DIPERLUKAN UNTUK KEHADIRAN PASAR YANG LEBIH KOMPETITIF. 72

73 LANJUT SELANJUTNYA IDENTIFIKASI DAN PROMOSI KEUNGGULAN KOMPETITIF DALAM HAL PERMINTAAN PELANGGAN DAN HAMBATAN PERDAGANGAN, LEBIH BAIK PEMAHAMAN BERSAMA TENTANG TANTANGAN DAN ANCAMAN DARIPADA PERSAINGAN PEMASARAN INTERNASIONAL AKAN MENAWARKAN LATAR BELAKANG YANG LEBIH SOLID UNTUK TERUS MENINGKATKAN KOMPETITIF KINERJA DI LINGKUNGAN PASAR. PERTIMBANGAN TERSEBUT DI ATAS MENAWARKAN REKOMENDASI YANG MUNGKIN UNTUK SEKTOR PERIKANAN YUNANI. 73

74 LANJUT PARA PERSAINGAN PEMASARAN INTERNASIONAL MEMAINKAN PERAN PENTING UNTUK SEKTOR YANG PERLU UNTUK MELAKUKAN INISIATIF MENGEMBANGKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN MENINGKATKAN KINERJA PASAR PADA TINGKAT PERUSAHAAN UNTUK BERSAING SECARA LEBIH BERHASIL DI PASAR GLOBAL. DALAM HAL INI, PERUSAHAAN PERIKANAN HARUS MEMENUHI PERMINTAAN PELANGGAN DAN MERESPON LANGSUNG KE HAMBATAN PERDAGANGAN. 74

75 LANJUT SELANJUTNYA, AKIBAT JAMINAN KUALITAS DAN SERTIFIKASI KUALITAS SEBAGAI STRATEGI PENTING UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PASAR PERUSAHAAN PERIKANAN YUNANI, YANG TETAP BISA MENUNJUKKAN POTENSI SEBAGAI INSENTIF UNTUK MANAJEMEN PERIKANAN DITINGKATKAN DAN PENGHALANG UNTUK PERDAGANGAN. JELAS, TEMUAN PENELITIAN INI DAPAT DIGENERALISASIKAN DENGAN HATI-HATI DI LUAR KONTEKS TERTENTU DI MANA IA DILAKUKAN. 75

76 PENELITIAN INI TERBATAS PADA SATU – NEGARA, KONTEKS INDUSTRI SAJA, MEMPERKIRAKAN MODEL YANG TERDIRI DARI LINTAS TERTENTU, LANGKAH SECTIONAL YANG BERKAITAN DENGAN STRUKTUR INDUSTRI, PERILAKU PERUSAHAAN, DAN PASAR KINERJA. NAMUN, TEMUAN MEMILIKI BEBERAPA IMPLIKASI PENTING UNTUK PENELITIAN. DARI TITIK PANDANG TEORITIS, UPAYA EMPIRIS INI MENETAPKAN KERANGKA KELAYAKAN SCP UNTUK MEMAHAMI PERUSAHAAN YANG PERILAKUNYA KOMPLEKS. 76

77 LANJUT SELAIN ITU, MUNGKIN MEMBERIKAN KESEMPATAN UNTUK PENELITIAN LEBIH LANJUT TENTANG MODEL KINERJA PASAR YANG DIUSULKAN. KEMUNGKINAN BISA MELAKUKAN PENELITIAN BERKAITAN DENGAN PENYELIDIKAN STRUKTUR INDUSTRI YANG LEBIH RINCI DAN BAGAIMANA KOMPONEN YANG BERBEDA DAPAT MEMPENGARUHI PELAKSANAAN STRATEGI PEMASARAN DAN KINERJA PASAR. 77

78 LANJUT AKHIRNYA, KONSTRUKSI LAIN, SEPERTI KERJASAMA DAN KOORDINASI YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENDAPATKAN KEKUATAN PASAR YANG LEBIH TINGGI. 78

79 TERIMA KASIH 79


Download ppt "SUATU INVESTIGASI MATA RANTAI PASOKAN PRODUK PERIKANAN DI YUNANI Presentasi Oleh: TAJIDAN BUDIASA Sumber : An investigation of the supply chain of fisheries."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google