Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LARUTAN DAN SIFAT KOLIGATIF KTNT II 2009-2010. LARUTAN PELARUTPELARUT ZAT T E R L A R U T 12 TERDIRI DARI…

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LARUTAN DAN SIFAT KOLIGATIF KTNT II 2009-2010. LARUTAN PELARUTPELARUT ZAT T E R L A R U T 12 TERDIRI DARI…"— Transcript presentasi:

1 LARUTAN DAN SIFAT KOLIGATIF KTNT II

2 LARUTAN PELARUTPELARUT ZAT T E R L A R U T 12 TERDIRI DARI…

3 LARUTAN PELARUT ZAT TERLARUT Campuran homogen dari dua atau lebih komponen yg berada dalam satu fase. Komponen yg paling banyak terda- pat dalam larutan / yg paling me – nentukan sifat larutannya Komponen yg lebih sedikit

4 ZAT TERLARUT PELARUTCONTOH GAS CAIR PADAT GAS CAIR PADAT CAIR PADAT CAIR UDARA KARBONDIOKSIDA DLM AIR HIDROGEN DALAM PLATINA ALKOHOL DALAM AIR RAKSA DALAM TEMBAGA PERAK DALAM PLATINA GARAM DALAM AIR Contoh larutan biner

5 1 GAYA ANTAR MOLEKUL Terjadi antara molekul sejenis maupun tidak sejenis Berdasarkan perbedaan kekuatan gaya antar molekul, dapat terbentuk campuran heterogen atau homogen. Sampel yang mempunyai komposisi & sifat sera- gam secara keseluruhan disebut satu fase. 1. Air pada 25 o C, 1 atm → bentuk fase cair tunggal + sedikit NaCl → campuran homogen (terdiri dari 2 zat yang tercampur seragam) → larutan 2. Sedikit pasir (SiO 2 ) ditambahkan ke dalam H 2 O → pasir mengendap / padatan tidak larut → campuran heterogen (campuran 2 fase) CONTOH :

6 DAPAT MENJELASKAN HASIL PENCAMPURAN YANG TERJADI BILA MENCAMPURKAN 2 JENIS ZAT. AB A A ATAU B B A B GAYA ANTAR MOLEKUL SEJENIS GAYA ANTAR MOLEKUL BERBEDA (MENGHASILKAN 4 KEADAAN YG MUNGKIN TERJADI)

7 KEMUNGKINAN 1… A B ≈ A A ≈ B B Gaya antarmolekul yang sejenis / tidak sejenis ± sama kuat, molekul-molekul dalam campuran akan berpasang- pasangan secara acak → terbentuk campuran homogen (larutan). Sifat larutannya dapat diramalkan dari sifat2 komponen pembentuknya → disebut larutan ideal. Volume larutan ideal yg terbentuk → jumlah volume kom- ponen energi interaksi antar molekul-molekul yg serupa/ berbeda bernilai sama. Tidak terdapat perubahan entalpi (∆H = 0) CONTOH : Benzena - toluena

8 KEMUNGKINAN 2… A B > A A, B B Gaya antarmolekul yang berbeda > antarmolekul yang sejenis, terbentuk larutan tetapi sifat larutannya tidak dapat diramalkan berdasarkan sifat2 zat pembentuknya → disebut larutan non ideal. Energi yang dilepas akibat interaksi molekul yang berbe- da > dibanding energi yang diperlukan untuk memisahkan molekul yang sejenis. Energi dilepas kesekeliling dan proses pelarutan bersifat EKSOTERM (∆H < 0) CONTOH : CHCl 3 (kloroform) –aseton (CH 3 COCH 3 )

9 KEMUNGKINAN 3… A B < A A, B B Gaya tarik – menarik antarmolekul yang tidak sejenis < yg sejenis. Pencampuran masih dpt terjadi, larutan yang terbentuk non ideal. Proses pelarutannya bersifat ENDOTERM (∆H > 0 ). CONTOH : aseton-CS 2 etanol-heksana

10 KEMUNGKINAN 4… A B << A A, B B Gaya antarmolekul pada molekul yang tdk sejenis << antarmolekul yg sejenis → pelarutan tdk terjadi. Kedua zat tetap terpisah sbg campuran heterogen. CONTOH : air dan oktana (komponen bensin)

11 SIFAT SUATU LARUTAN KONSENTRASI DITENTUKAN OLEH JUMLAH ZAT TERLARUT DLM SATUAN VOLUME/ BOBOT PELARUT MAUPUN LARUTAN DPT DINYATAKAN DENGAN : %W/W,%W/V,%V/V, MOLARITAS, NORMALITAS, MOLALITAS, FRAKSI MOL,FORMALITAS, ppm/ppb. 2 KONSENTRASI LARUTAN

12 UNTUK MENYATAKAN KONSENTRASI DLM SETIAP SISTEM Satuan yg digunakan utk menyatakan banyaknya zat terlarut Apakah zat terlarut itu dibandingkan dgn pelarut saja atau dgn keseluruhan larutan; Satuan yg digunakan untuk menyatakan banyaknya pembanding. HARUS SELALU DITETAPKAN

13 Konsentrasi Larutan KONSENTRASI DLM % a. Persen Berat (%W/W) gram zat terlarut X 100 gram zat terlarut + gram pelarut gram zat terlarut X 100 gram larutan

14 CONTOH SOAL … Hitung berapa % berat NaCl yang dibuat dengan melarutkan 20 g NaCl dalam 55 g air ? Jawab : % berat NaCl : 20 X = 26,67%

15 b. Persen Volume (%V/V) mL zat terlarut X 100 mL larutan Contoh Soal : 50 mL alkohol dicampur dengan 50 mL air mengha- silkan 96,54 mL larutan. Hitung % volume masing- masing komponen ! Jawab : % Volume alkohol : (50/96,54) x 100 = 51,79% % Volume air : (50/96,54) x 100 = 51,79%

16 c. Persen Berat / Volume(%W/V) gram zat terlarut X 100 mL larutan KONSENTRASI DLM PPM DAN PPB 1 ppm : 1 mg zat terlarut 1 L larutan 1 ppm : berat zat terlarut x 10 6 berat larutan

17 1 ppb : 1 µg zat terlarut 1 L larutan 1 ppb : berat zat terlarut x 10 9 berat larutan Contoh Soal : Suatu larutan dalam air mengandung 8,6 mg aseton dalam 21,4 L larutan. Jika kerapatan larutan 0,997 g/cm 3, hitung konsentrasi aseton dalam ppm! Jawab : ppm aseton : (berat aseton/berat air) x 106 Berat air = 21,4 L x 1000mL/L x 0,997 g/mL = 21, g Ppm aseton = (8,60 g/21, g air) x 10 6 = 0,402 ppm

18 FRAKSI MOL (X) Fraksi mol A = Xa = Jumlah mol A Jml mol semua komponen Fraksi mol zat terlarut = Jumlah mol zat terlarut Jumlah mol zat terlarut + jumlah mol pelarut Fraksi mol zat pelarut = Jumlah mol pelarut Jumlah mol zat terlarut + jumlah mol pelarut

19 Contoh Soal : Hitung fraksi mol NaCl dan fraksi mol H 2 O dalam larutan 117 NaCl dalam 3 Kg H 2 O ! Jawab : 117 g NaCl = 117/58,5 = 2 mol 3 Kg air = 3000/18 = 166,6 mol Maka : Fraksi mol NaCl = 2/168,6 = 0,012 Fraksi mol air = 166,6/168,6 = 0,988

20 KEFORMALAN (F) Keformalan = jumlah massa rumus zat terlarut liter larutan Contoh Soal : Suatu larutan diperoleh dengan melarutkan 1,9 g Na 2 SO 4 dalam 0,085 liter larutan. Hitung keforma- lannya! Jawab : Massa rumus Na 2 SO 4 = 142 1,9 g Na 2 SO 4 = 1,90/142 = 0,0134 berat rumus Keformalan = 0,0134/0,085 = 0,16 F

21 KONS.MOLAR (M) Kemolaran = mol zat terlarut liter larutan Contoh Soal : 80 g NaOH dilarutkan dalam air kemudian diencer- kan menjadi 1 L larutan. Hitung kemolaran larutan Mr NaOH = 40 Jawab : Jumlah mol NaOH = 80 g/40 g.mol -1 = 2 mol Kemolaran = mol/L = 2 mol/1 L = 2 M

22 KONS.MOLAL (m) Kemolalan = mol zat terlarut kg pelarut Contoh Soal : Hitung kemolalan larutan metil alkohol (Mr = 32) dengan melarutkan 37 g metil alkohol (CH 3 OH) Dalam 1750 g air Jawab : Mol zat terlarut = 37 g/32 g.mol -1 = 1,156 mol Kemolalan = 1,156 mol/1,1750 kg = 0,680 m

23 NORMALITAS (N) Kenormalan = ekivalen zat terlarut (Normalitas) liter larutan Contoh Soal : Hitung kenormalan larutan yg mengandung 36,75 g H 2 SO 4 dalam 1,5 liter larutan. Massa molekul H 2 SO 4 = 98 Jawab : Massa ekivalen : 49 Kenormalan = 36,75 / (49 x 1,5) = 0,50 N

24 3 KESETIMBANGAN LARUTAN KESETIMBANGAN LARUTAN AKAN BERUBAH KARENA ZAT TERLARUT KONSENTRASINYA BERTAMBAH HINGGA JENUH ATAU MENGALAMI PENGENDAPAN ATAU LEWAT JENUH KARENA KEPEKATANNYA.

25 ZAT TERLARUTPELARUT LARUTAN TAK JENUH LARUTAN JENUH BILA LARUTAN DAN ZAT TERLARUT BER- CAMPUR PADA SEGA- LA PERBANDINGAN BILA PELARUTAN SAMA CEPATNYA DGN PENGENDA- PAN LARUTAN LEWAT JENUH BILA KESELURU- HAN ZAT TERLA- RUT TETAP BERA- DA DLM LARUTAN

26 PENGARUH TEKANAN TERHADAP KELARUTAN HK.HENRY : C = K.P gas Tetapan penyesuaian (k) mempunyai nilai yang tergantung pada satuan C (konsentrasi) dan P (tekanan) yang dipilih. Kesetimbangan antar gas di atas larutan dan gas terlarut di dalam larutan tercapai bila laju penguapan = pelarutan molekul gas. Laju pelarutan tergantung pada banyaknya molekul per satuan volume gas; sedang laju penguapan tergantung pada banyaknya molekul yang terlarut per satuan volume larutan. Jadi, bila banyaknya molekul per satuan volume ditingkatkan (dengan cara meningkatkan tekanan), maka banyaknya molekul gas dalam larutan akan meningkat. Berarti, molekul zat terlarut tidak berinteraksi dengan molekul pelarut, karena gas bersifat non reaktif.

27 4 SIFAT KOLIGATIF Sifat yg hanya tergantung pada banyaknya partikel zat yg terlarut dalam larutan dan tidak tegantung pada jenis atau sifat zat pelarutnya. PENURUNAN TEKANAN UAPKENAIKAN TITIK DIDIHPENURUNAN TITIK BEKUTEKANAN OSMOSIS

28 PENURUNAN TEKANAN UAP HK.F.M.RAOULT (1880) : P A = X A.P A 0 P B = X B.P B 0 ∆P = X A.P A 0 (P A ) : Tekanan uap larut yg terdapat di atas larutannya (P A 0 ) : Hasil kali tekanan uap pelarut murni (P A 0 ) (X A ) : fraksi molnya dlm larutan (X A ) ∆P : Tekanan uap pelarut (X B ) : fraksi molnya dlm larutan (X B ) BILA ZAT TERLARUTNYA BERSIFAT ATSIRI ∆P = X B.P A 0 = (1 – X A ).P A 0 ∆P = P A 0 – P A = P A 0 – X A.P A 0 DALAM LAR. BINER

29 Contoh Soal : Bagaimana komposisi uap yg berada pada kesetimbangan dalam larutan benzene/toluene yg jumlah molekulnya sama pd 25 0 C ? Tekanan parsial benzene 47,6 mmHg dan toluene 14,2 mmHg. Lihat Tabel di bawah !

30 Komposisi cairan, Dinyatakan sebagai fraksi mol benzena Tekanan uap, mmHG Komposisi uap, Dinyatakan sebagai fraksi mol benzene P benzena P toluena P total 0,0000,028,4 0,000 0,1009,525,635,10,271 0,20019,022,741,70,456 0,30028,519,948,40,589 0,40038,017,055,00,691 0,50047,614,261,80,770 0,60057,111,468,50,834 0,70066,68,575,10,887 0,80076,15,781,80,930 0,90085,62,888,40,968 1,00095,10,095,11,000 HUBUNGAN ANTARA TEKANAN UAP DAN KOMPOSISI CAIRAN-UAP CAMPURAN BENZENA-TOLUENA PD 25 0 C

31 PENURUNAN TITIK BEKU DAN KENAIKAN TITIK DIDIH ∆t b = K b.m ∆t d = K d.m MOLALITAS TETAPAN TURUN TITIK BEKU KRIOSKOPIK TETAPAN NAIK TITIK DIDIH EBULIOSKOPIK ZAT TERLARUT NON ATSIRI AKAN MENYEBABKAN PENURUNAN TITIK BEKU DAN KENAIKAN TITIK DIDIH

32 TETAPAN KRIOSKOPIK DAN EBULIOSKOPIK PelarutK b (Tetapan Titik Beku)K d (Tetapan Titik Didih) Asam asetat3,903,07 Benzena4,902,53 Nitrobensena7,005,24 Fenol7,403,56 Air1,860,512

33 Contoh Soal : Berapakah molalitas zat terlarut dalam larutan berair yg titik bekunya -0,450 0 C? Bila larutan itu diperoleh dg melarutkan 2,12 g senyawa X dlm 48,92 g H 2 O. Berapa bobot molekul senyawa tersebut ? Jawab : a.Molalitas zat terlarut dapat ditentukan dgn persamaan Roult menggunakan nilai dari tetapan pada tabel. m = / K b Tb air = 0 ; = 0,450 0 C = 0,450/I,86 0 Ckg.air (mol zat terlarut) = 0,242 mol zat terlarut/kg air b. mol = gram/Mr atau Ar = 2,12 g/Mr m = …../kg pelarut (air) = …../48, g = 0,242 maka : Mr = 2,12 /(0,04892x 2,42) = 179 ∆t b

34 TEKANAN OSMOSIS = (n/v)RT = MRT TEKANAN OSMOSIS TETAPAN GAS (0, atm.mol -1.K -1 ) π SUHU DLM KELVIN BANYAKNYA MOL ZAT TERLARUT VOLUME LAR Tekanan osmosis merupakan satu sifat koligatif karena besar nilainya hanya tergantung pd banyaknya partikel zat terlarut per satuan volume larutan. Tekanan osmosis tidak tergantung pada jenis zat terlarutnya. PERSAMAAN VAN’T HOFF

35 CONTOH SOAL : Berapakah tekanan osmosis larutan C 6 H 12 O 6 (sukrosa) 0,0010 M dlm air pd suhu 25 0 C ? JAWABAN : Dengan menggunakan persamaan di atas : 0,0010 mol X 0,08211 atm.mol -1.K -1 x K π = = 0,024 atm ∞ 18 mmHg

36 5. DISSOSIASI ELEKTROLIT ZAT TERLARUT MEMILIKI KEMAMPUAN MENGHANTARKAN ARUS LISTRIK ELEKTROLIT LEMAH ELEKTROLIT KUAT NON ELEKTROLIT KONDUKTIVITAS LISTRIKNYA SANGAT RENDAH, SEHINGGA TIDAK TERDAPAT ION DALAM LARUTAN ZAT TERLARUT SEBAGIAN KECIL BERDISSOSIASI DAN SEBAGIAN BESAR BELUM TERDISSOSIASI TERDISSOSIASI SEMPURNA α = 1

37 CATATAN: AIR MERUPAKAN PENGHANTAR ARUS YG BURUK (NON KONDUKTOR), SE- INGGA PENAMBAHAN ZAT TERLARUT TERTENTU KE DLM AIR DAPAT MEMBENTUK SUATU LARUTAN YG DAPAT MENGHANTARKAN ARUS LISTRIK DENGAN BAIK Non elektrolitElektrolit kuatElektrolit lemah H 2 O (Air)NaClHClHCHO 2 -asam format C 2 H 5 OH-etanolMgCl 2 HBrHC 2 H 3 O 2 -asam asetat C 6 H 12 O 6 -glukosaKBrHIHClO-asam hipokhlorit C 12 H 22 O 11 - sukrosa KClO 4 HNO 3 HNO 2 -asam nitrit CO(NH 2 ) 2 -ureaCuSO 4 H 2 SO 4 H 2 SO 3 -asam sulfit C 2 H 6 O 2 -etil- glikol Al 2 (SO 4 ) 3 HClO 4 NH 3 -amoniak C 3 H 8 O 3 -gliserolLiNO 3 lainnyaC 6 H 5 NH 2 SIFAT ELEKTROLIT BEBERAPA JENIS LARUTAN DLM AIR

38 SIFAT ANOMALI DISOSIASI Disosiasi elektrolit akan menyebabkan senyawa terlarut terurai dlm bentuk ion. Jumlah zat terlarut akan tergantung pada α (derajat disosiasi). Jika kita campurkan NaCl dan HCl dlm larutan akan berdisosiasi sempurna menjadi: HCl  ==  H + + Cl - NaCl  ==  Na + Cl -

39 nilai terukur nilai percobaan i = = nilai yg diduga nilai teoritis secara nyata partikel menjadi tiga jenis ion dan zat terlarut ini menghasilkan sifat koligatif yg lebih besar daripada satu jenis zat terlarut (diduga). Maka zat terlarut akan berubah menjadi : untuk kebanyakan zat terlarut seperti urea, gliserol, sukrosa nilai i besarnya = 1. Zat terlarut lainnya nilai i lebih besar dari 1. i = 1 + (n-1)α, dimana n = jumlah partikel yg terbentuk.

40


Download ppt "LARUTAN DAN SIFAT KOLIGATIF KTNT II 2009-2010. LARUTAN PELARUTPELARUT ZAT T E R L A R U T 12 TERDIRI DARI…"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google